DON'T

AUTHOR : Keun Yoon

.

.

.

.

.

.

Disclaimer : Author, S.M. ENT, God

Rate : Teen

.

.

.

NB: GS-ChanBaek EXO

This story is mine, hopefully enjoy the plot, may any risk on the story.

.

.

.

.

.

ENJOY!

.

.

.

.

.

CHAPTER THREE

IGNORANTLY

.

.

.

.

Hari bergulir dengan cepat. Tepat para lelaki meninggalkan perkarangan rumah Jeohwa, para wanita masih ikut membantu membersihkan rumah, terlebih Xiumin pasti merasa kerepotan sekali membenahi rumah sendirian

"terima kasih telah membantu, seharusnya kalian bisa pulang bersama dengan para lelaki, hari semakin gelap" ucap Xiumin kepada para wanita. Mereka pun tersenyum

"tidak apa-apa, eonni. Sudah seharusnya kami membantu, memangnya Jeohwa akan sudi melakukan pekerjaan wanita baginya melelahkan itu?" ucap Naehyun yang membuat Xiumin terkekeh

"benar juga. Baiklah, dimana rumah kalian? Mungkin aku bisa menemani kalian ke depan hingga mendapatkan kendaraan untuk pulang" tawar Xiumin

"rumah kami rata-rata cukup dekat jaraknya, kami bisa bersama-sama, eonni istirahat saja tidak perlu menemani kami hingga mendapat kendaraan untuk pulang" ucap Jaehee yang disambut anggukan kepala para wanita lainnya tanda setuju

"seharusnya Jeohwa bisa mengantar kalian dengan mobil pribadi kami, tapi anak itu ketiduran di atas ranjangnya" ucap Xiumin

"tidak apa, eonni. Biarkan saja, dia pasti kelelahan habis bermain futsal dengan anak laki-laki tadi" ucap Rioka

"dia masih seperti anak kecil saja" celetuk Baekhyun lalu disambut tawa wanita lainnya

"hehe, benar juga. Baiklah. berhati-hatilah. Kapan-kapan kita main lagi, ya!" ucap Xiumin

"baiklah! kami permisi!" ucap para wanita serempak sambil menganggukkan kepala. Xiumin pun membalas dengan anggukan juga

Keempat wanita itu pun berjalan kaki keluar dari perkarangan rumah menuju halte bus umum. Mereka banyak berbincang mengenai kejadian-kejadian seru ketika mereka bermain di rumah Jeohwa dan Xiumin

"mengapa tadi Tao dan Kris pulang duluan, Baek?" Tanya Rioka pada Baekhyun

"Tao harus segera pulang karena ingin pergi dengan keluarganya. Kris pun sebagai kekasihnya ya mengantar pulang" ucap Baekhyun

"ah, padahal aku penasaran bagaimana bisa mereka berpacaran" ucap Rioka

"memangnya kau tidak tahu?" Tanya Naehyun

"apa perasaanku saja, hanya aku yang tidak tahu asal-usul hubungan mereka?" Tanya Rioka sedikit terkejut

"sepertinya begitu" ucap Jaehee sambil terkikik

"kalau begitu, ceritakan!" seru Rioka

"Baekhyun saja yang menceritakannya, aku sedang malas banyak berbicara" ucap Naehyun santai sambil mengambil earphone-nya dari saku lalu memakainya

"Jaehee saja yang menceritakan" ucap Baekhyun

"ah, aku lupa ceritanya. Kau pasti tidak akan puas kalau aku yang bercerita, Rioka" ucap Jaehee membela diri

"ayolah, Baek" rajuk Rioka sambil mencoba menunjukkan puppy eyes jitunya

"ya! Tatapan sialan itu! aish, baiklah akan aku ceritakan" ucap Baekhyun. Rioka pun merasa senang dengan keberhasilannya setelah merajuk Baekhyun

"aku malas menceritakan dengan detil. Jadi aku menceritakan pokoknya saja. Jarak halte bus semakin dekat, tidak akan cukup untuk bercerita hingga selesai" ucap Baekhyun

"ah, tidak seru! Kalau begitu kau ke rumahku saja, nanti bisa sambil bercerita di bus" ucap Rioka mencoba merajuk kembali

"yang benar saja! Aku tidak mau" tolak Baekhyun

"Baekhyunie…" ucap Rioka mencoba merajuk

"tidak! Kau mau aku ceritakan atau tidak sama sekali? Aku tahu kau bukan penyabar yang baik hingga menunggu cerita itu berhari-hari hingga kita bertemu lagi, bukan?" ucap Baekhyun membela diri. Rioka yang mendapat penuturan Baekhyun merasa kalah telak

"baik, baik! Cepat ceritakan!" ucap Rioka mengalah. Jaehee yang melihat kedua temannya sedari tadi bertengkar hanya terkekeh. Jaehee pun memutuskan untuk mendengarkan musik Dari ipod -nya dengan earphone

"kau tahu kan kalau dulu Kris menyukaiku waktu kelas 2?" Tanya Baekhyun pada Rioka. Rioka pun mengangguk lucu

"kau benar-benar tidak tahu asal hubungan mereka, eoh?" Tanya Baekhyun. Rioka pun mendengus

"aku benar-benar tidak tahu, Byun Baekhyun!" seru Rioka. Baekhyun pun tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Rioka yang sepertinya gemas dengan perilaku Baekhyun

"cepatlah bercerita! Kau bilang akan bercerita intinya saja" ucap Rioka. Baekhyun pun mengangguk sambil terkekeh

"baiklah. begini, seberapa jauh informasi yang kau tahu?"

"aku hanya tahu bahwa kau pernah berbicara dengan Kris mengenai perasaannya kepadamu, bukan begitu? Tetapi tidak tahu keseluruhannya" ucap Rioka

"ah, pantas saja kau ketinggalan berita. Waktu aku bercerita dulu saat pulang sekolah kau langsung pulang ke rumah, ya?" Tanya Baekhyun

"iya. Kalau begitu ceritakan dari awal!" ucap Rioka

"baiklah… singkat saja, ya?"

.

.

.

.

.

.

.

.

Baekhyun pun yang mendengar intruksi suara di suatu bioskop langsung terperangah.

"Kris, acaranya segera dimulai, kita masuk ke dalam studionya" ajak Baekhyun. Kris yang telah mendapatkan popcorn dan soda miliknya pun mengangguk mengekori Baekhyun yang tengah menuju studio dimana perputaran film dilaksanakan

Mereka pun duduk di bangku bernomor yang sesuai dengan pemesanan mereka.

"apa film ini seru?" Tanya Kris

"tentu saja, kau pasti ketagihan" ucap Baekhyun

"sepertinya pemutarannya tepat 3 menit lagi, selagi menunggu semua penonton masuk" ucap Kris

Baekhyun yang mendengar penuturan itu pun hanya mengangguk lalu terdiam sebentar.

"Kris, ada yang ingin ku tanyakan padamu" ucap Baekhyun yang membuat Kris terperangah

"ada apa?" Tanya Kris menatap Baekhyun

"mmm… siapa wanita yang kau sukai sekarang?" Tanya Baekhyun sambil tersenyum miring. Kris yang mendapat pertanyaan itu terkejut, tidak lama ia merasa gugup

"siapa?" Tanya Baekhyun lagi. Kris pun mencoba menutupi kegugupannya.

"se-sepertinya kau tahu sendiri, Baek" ucap Kris dengan semu merah di sudut pipinya

"siapa? Aku?" Tanya Baekhyun sambil menunjuk dirinya sendiri. Kris pun menatap dengan tatapan heran pada Baekhyun yang tengah tersenyum

"ba-bagaimana bisa kau menyimpulkan bahwa aku menyukaimu?" ucap Kris

'aish, anak ini sudah jelas sekali sikapnya padaku sewaktu-waktu menyukaiku. Mau menutupinya, eoh? Tengah begini masih saja sok keren di hadapanku' batin Baekhyun sambil tersenyum-senyum sendiri.

"mudah saja. Kalau kau menyukai seseorang pasti kau bercerita padaku, bukan? Sama dengan kau bercerita padaku saat menyukai Jin Ah dan Yejin, benar?" ucap Baekhyun memastikan. Kris pun kalah telak tak bisa berkata-kata

Baekhyun pun tersenyum manis pada Kris

"aku sudah tahu dari awal kau menyukaiku. Aku tahu sejak kau mencoba beralih hati dari Yejin yang nyatanya menyukai sahabatmu sendiri. Yeah, friendzone bukan begitu?" ucap Baekhyun. Kris yang mendengarnya pun terkekeh pelan

"aku hanya ingin menjelaskan padamu. Kau tetap aku anggap sebagai sahabatku. Kau selalu menemaniku kemanapun, bercerita apapun, aku tidak merasa risih dengan semua itu. namun, aku terkadang merasa bersalah bahwa aku tidak bisa membalas perasaanmu. Aku… aku masih menyukai orang lain Kris" ucap Baekhyun yang membuat Kris agak terkejut lalu menatap Baekhyun. Ruangan semakin redup tanda pemutaran film dimulai. Namun mereka tidak mempedulikan itu. perbincangan ini semakin jelas bagi Kris, walau harus mendengarnya dengan sakit hati.

"kau tidak memberitahuku siapa yang kau sukai, lalu siapa pria itu?" Tanya Kris. Baekhyun pun terdiam.

.

.

.

.

.

"lalu kau memberitahukannya?" potong Rioka

"awalnya ingin begitu. Tetapi kau tahu bukan bahwa Chanyeol dan Kris itu teman karib sejak kelas 10, sejak mereka sebangku. Aku pun beralih untuk tidak mengatakan padanya" ucap Baekhyun

"lalu, bagaimana reaksinya?" Tanya Rioka

.

.

.

.

.

.

"aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Mungkin nanti" ucap Baekhyun sambil terkekeh pelan

"mau kapan kau akan memberi tahu padaku, setelah kelulusan, eoh?" Tanya Kris dengan sarkastis

"mungkin hehe. Entahlah lambat laun nanti juga tahu" ucap Baekhyun

"yah… mau bagaimana lagi, nyatanya kau memang sudah tahu" ucap Kris

"aku memahamimu Kris, kau pasti akan ragu kembali untuk menyatakannya padaku. Aku tidak mau ketidakpastian itu menghambat dirimu. Jadi aku memberi pernyataan terlebih dahulu. Jadi, maafkan aku Kris" ucap Baekhyun pelan-pelan. Kris pun yang mendengar tersenyum tampan

"tidak apa. Kau memang tidak menyukaiku, mau bagaimana lagi? Lagipula aku sudah mempunyai firasat sejak tadi pagi kau mengajak ku untuk bertemu. Ternyata perkiraanku benar kalau akan begini" ucap Kris sambil terkekeh

"aku benar-benar minta maaf, Kris. Maafkan aku" ucap Baekhyun

"tidak apa. Aku serius. Kau tidak bersalah. Sebaiknya kita menonton filmnya, sepertinya bagian konfliknya sudah mulai" ucap Kris mengalihkan. Baekhyun pun mengangguk pelan lalu menonton perputaran film

.

.

.

"kau jahat sekali, Baek" ucap Rioka

"aish, aku kan benar-benar tidak menyukainya. Bahkan aku hampir menganggapnya sebagai kakak laki-laki ku. Aku juga begitu ingin menjaga perasaannya tahu" ucap Baekhyun

"yah, mau bagaimana lagi. Lalu bagaimana dengan Tao?"

"jadi begini…"

.

.

.

.

.

.

"kau ingin menceritakan apa, Tao-ya?" Tanya Baekhyun pada Tao yang tengah menarik tubuh kecilnya ke suatu bangku panjang di sekitar taman sekolah

"aku…aku harap kau tidak marah dengan ceritaku, ya?" ucap Tao

"ceritakan saja. Aku tidak akan marah" ucap Baekhyun sambil tersenyum manis. Tao yang melihat reaksi Baekhyun kegugupannya menjadi reda

"emm… kau tahu kan bahwa aku akhir-akhir ini tengah dekat dengan Kris, terlebih kami sering chat di ponsel"

"lalu?"

"sebenarnya… sejak dulu aku menyukai Kris, Baek…" ucap Tao sambil bergumam pelan hampir tak terdengar oleh Baekhyun. Baekhyun yang mendengarnya pun terkejut

"benarkah? la-lalu?"

"tadi malam aku berkata padanya bahwa aku pernah menyukainya. Lalu dia merasa bersalah padaku. Yang membuatku senang dia mencoba peduli padaku, Baek…" ucap Tao mencoba menatap Baekhyun. Takut-takut Baekhyun menjadi tidak menyukainya

"mengapa kau begitu takut padaku, justru aku senang sekali mendengarnya" ucap Baekhyun sambil tersenyum

"mengapa tidak sejak dulu kau katakan padaku, eoh?" Tanya Baekhyun

"aku hanya dapat mengatakannya pada teman karib SMP ku. Aku yang tiap mendengar ceritamu bagaimana Kris memperlakukanmu, aku rasanya ingin menangis. Tetapi kau selalu saja berpendapat bahwa kau tidak bisa membalas perasaaannya. Terkadang aku sedikit merasa lega dengan kenyataan itu. hingga kau menceritakan waktu kau menyatakan pada Kris saat di bioskop. Aku merasa sangat senang Baek. Tetapi hatiku masih bimbang, lalu entah darimana keberanianku aku menyatakannya pada Kris, padahal awal pembicaraan kami hanya bercanda-canda saja" tutur Tao. Baekhyun yang mendengarnya tampak tersenyum berseri-seri

"aku benar-benar minta maaf padamu, Tao-ya. Tetapi aku juga turut senang mendengarnya. Kau tahu, sewaktu kami selesai menonton film. Aku menggodanya agar dia mencoba mengenal dirimu. Awalnya dia tidak percaya. Namun… sepertinya ia akan termakan oleh omongannya sendiri" ucap Baekhyun

"memangnya ia berbicara apa tentang diriku?" Tanya Tao

"pokoknya begitulah. Dia tidak percaya diri. Tetapi aku sepertinya akan melihat ada yang berpacaran setelah ini" ucap Baekhyun sambil memicingkan mata layaknya paranormal. Tao yang melihat perilaku Baekhyun hanya mengernyit heran

"siapa?" Tanya Tao

"nanti juga kau tahu" ucap Baekhyun sambil tersenyum lebar dengan mata sipitnya membentuk bulan sabit kecil

.

.

.

.

.

"setelah seminggu Kris memulai pendekatan pada Tao, tak lama, Kris menyatakan cinta pada Tao. Agak mengharukan mendengarnya bahwa Kris menangis terisak setelah menyatakannya, biasa, orang melankolis" ucap Baekhyun. Rioka yang mendengarnya pun tertawa terbahak-bahak sambil memukul dinding iklan di halte bus. Naehyun dan Jaehee yang tengah bermain ponsel langsung terkejut melihat reaksi Rioka

"ya! Kau berlebihan Rioka! Jangan-jangan kau mau menghancurkan halte ini, eoh? Dinding itu sambil bergetar-getar" ucap Naehyun pada Rioka yang tengah memegang perutnya

"hahahaha seorang Kris seperti itu? hahahaha" gelak tawa Rioka

Tak lama sebuah bus umum menghampiri halte yang tengah mereka duduki.

"Rioka, aku duluan ya!" seru Naehyun pada Rioka yang masih tertawa terjungkal. Rioka yang melihat Naehyun pun langsung mengekor Naehyun menaiki bus umum rute daerah rumah mereka. Naehyun pun tampak mencari tempat duduk lalu menduduki salah satu tempat duduk yang diikuti oleh Rioka yang masih tertawa kecil sambil mengusap air matanya. Mereka pun melambaikan tangan pada Baekhyun dan Jaehee. Bus itu pun melaju meninggalkan halte

"bus rute rumah kita masih lama datangnya,ya?" Tanya Jaehee

"sepertinya begitu, bus itu memang baru muncul seabad kemudian" ucap Baekhyun yang membuat Jaehee terkekeh

Mereka pun terdiam sejenak ditengah halte yang tampak sepi

"Baek, aku ingin bertanya sesuatu" Baekhyun yang mendengar penuturan itu pun menatap perempuan manis disampingnya

"Tanya apa?"

"kau pernah mendengar tentang diriku dibicarakan oleh anak-anak di sekolah pada sebelumnya, tidak?" Tanya Jaehee hati-hati pada Baekhyun. Baekhyun pun mengernyit heran lalu memposisikan duduknya berhadapan dengan Jaehee

"maksudmu?"

"kau pernah mendengar gosip atau apalah mengenai aku dengan Chanyeol?"

"ah… tidak. Memangnya ada apa?" Tanya Baekhyun penasaran. Jaehee pun menghela nafas

"kabarnya sudah lama. Aku mendengar bahwa anak-anak di sekolah menganggap bahwa aku itu menyukai Chanyeol dan….." potong Jaehee

"kenapa?"

"kau tahu teman-teman Chanyeol seperti Oh Sehun, Yoowon, Jaeksik, Kim Jongin itu? salah satu dari mereka, Kim Jongin, yang dekat sejak kelas 2, mereka memiliki kelompok main bersama Yeri, Seokyu, Jaeri itu. kau tahu bukan Yeri menyukai Chanyeol? Nah aku dengar sewaktu Seokyu meminjam ponsel Chanyeol melihat chat percakapanku dengan Chanyeol. Tepat saat itu aku selalu bertanya duluan mengenai urusan administrasi klub ekskul kita, terlihat kalau aku itu yang begitu agresif terhadap Chanyeol... uh padahal nyatanya bukan begitu" ucap Jaehee sambil tertunduk lesu. Baekhyun yang mendengarnya menghela nafas pelan

"lalu, Chanyeol tahu tentang ini?" Tanya Baekhyun

"mau ia tahu atau tidak. Dia pasti beranggapan seperti sewaktu aku diejek-ejek di SNS, dia akan masa bodoh menghadapi perempuan-perempuan itu yang menjadi fans nya. Namun aku merasa tidak nyaman saja… meninggalkan kesan yang tidak bagus setelah lulus dari sekolah" ucap Jaehee

"benar juga sih… lalu bagaimana dengan Yeri? Kupikir ia pasti akan tahu" ucap Baekhyun

"saat kita masih masuk sekolah, aku merasa banyak yang melirik diriku, mereka selalu menatapku lalu berujung menyapa ku dengan keramahan biasa. Padahal aku tidak dekat dengan mereka. Aku tidak suka seperti itu, Baek" ucap Jaehee. Baekhyun yang mendengarnya hanya menghela nafas

"beginilah resikonya, Chanyeol banyak yang menyukainya, terlebih Chanyeol dan kau suka melakukan chat atau menyapa yang tampak menarik perhatian orang-orang. Terlebih kasus saat kau yang terlihat dekat dengan Chanyeol dulu ketika kelas 2, lalu kalian tidak begitu terlihat dekat. Tiba tiba muncul seperti itu, ketahuan, jadi membuat orang-orang bertanya-tanya atas 'kasus yang tertunda'. Seharusnya kalau kalian mau menghindari hal itu, kalian harus lebih berhati-hati"

"tetapi Chanyeol pasti akan masa bodoh dengan hal itu, bukan?"

"ya, itulah Chanyeol. Kalian seolah-olah tampak seperti sepasang kekasih. Dia menyukaimu, bukan?" Tanya Baekhyun yang membuat Jaehee terdiam

"tidak, aku tidak tahu pastinya Baek. Mungkin dia merasa nyaman kalau seperti ini" ucap Jaehee sambil tersenyum miris. Baekhyun yang melihatnya menghela nafas lagi

"mau bagaimana lagi? Kalian maunya seperti itu. yah… biarkan saja orang-orang yang mencemooh atau tidak menyukai berita itu, nanti mereka juga membiarkan berita itu berlalu" ucap Baekhyun

"sebelumnya juga banyak yang bertanya langsung padaku, namun aku katakan tidak" ucap Jaehee

"wajar saja, Jae. Misalkan kau adalah Yeri yang tentunya cukup populer. Kau ingat orang-orang yang mendengar rumor bahwa ia dan Chanyeol pacaran? Orang-orang tidak begitu terkejut, menganggap bahwa hal itu adalah berita bagus, tidak begitu menarik, karena pelakunya seorang Yeri. Jikalau kau? Tentu kau yang tidak begitu populer, tidak begitu dekat dengan anak-anak lainnya, tiba-tiba muncul bahwa kau sudah dekat sekali dengan Chanyeol. Aku sebagai orang-orang biasa tentu merasa tertarik sekali karena tokohnya adalah seorang kau, Jaehee. rasa keingintahuan begitu kental untuk mengenal dirimu bagi orang-orang yang tidak begitu mengetahui dirimu, bukan begitu?" ucap Baekhyun. Jaehee yang mendengarnya pun mengangguk lemah

"yeah… aku hanya sedikit merasa takut, Baek" ucap Jaehee

"untuk apa takut? Mereka yang mendengar belum dewasa saja, menganggap hal itu adalah hal heboh dalam hidup mereka. Aku tahu kau sangat memikirkan perasaan orang-orang, terlebih wanita-wanita yang sudah menyukainya sejak lama. Tetapi kau harus memandang ke depan, Jae. Hidupmu tidak akan menjadi terhambat hanya karena hal begitu? Kalau kau menikah dengan Park Chanyeol suatu saat nanti, apa mereka akan menghancurkan pesta pernikahanmu, begitu? Tentu saja tidak Jaehee, kau akan baik-baik saja" ucap Baekhyun sambil tersenyum. Jaehee yang mendengarnya agak tersipu malu, ia berusaha menutupinya

"kau sedikit berlebihan, Baek" ucap Jaehee lalu membuat Baekhyun terkekeh

"aku jadi teringat bagaimana kita dulu kelas 10, dia orang yang heboh sekali, seperti anak kecil. Saat itu juga aku belum menyukai dirinya, hehe. Aku jadi merindukan sewaktu kita kelas 10, Baek.. tidak terasa kita telah melewatinya" Baekhyun yang mendengar itu pun tersenyum.

Tiba-tiba sebuah bus umun pun berhenti di hadapan mereka. Baekhyun yang menyadari bahwa itu adalah bus yang rute nya merupakan bus yang selama ini mereka tunggu. Baekhyun pun menarik tangan Jaehee agar memasuki bus umum, mereka menduduki sebuah bangku

"akhirnya kita mendapatkannya" ucap Jaehee

"sepertinya kita telah telah bertambah satu tahun, Jae. Begitu lamanya menunggu bus ini" ucap Baekhyun sambil terkekeh. Jaehee yang mendengar pun juga terkekeh

"kau tahu Baek, Kang Sora yang menceritakan padaku tentang hal itu" ucap Jaehee memulai perbincangan

"ooh… aku sih sudah bisa menebak hal itu, Jae. Dia tahu apa saja memangnya?" Tanya Baekhyun

"hampir banyak, dia juga tahu siapa yang Park Chanyeol kagumi" ucap Jaehee sambil tersenyum kecil

"wah, dia tahu banyak rupanya. Aku tak menyangka. Lalu, siapa yang Park Chanyeol kagumi? Sekelas dengannya? Atau jangan-jangan rupanya itu kau, Jaehee?" ucap Baekhyun sambil menggoda Jaehee

"aish, bukan! Sewaktu itu dia bilang ia menyukai dua wanita. Salah satunya ada yang ia kagumi, sampai sekarang ia masih mengangumi wanita itu lho, Baek" ucap Jaehee yang membuat Baekhyun hanya merespon dengan mengangguk tanda mengerti

"ooh… begitu"

"ingat sewaktu kita kelas 10? Kita pernah bermain truth or dare di rumah Chanyeol. Nah, dia kan harus menyebutkan dua nama wanita yang katanya ia sukai. Dua nama wanita itu salah satunya yang ia kagumi, hingga sekarang" ucap Jaehee. Baekhyun pun yang mendengar tampak berpikir

"ooh, rupanya begitu" ucap Baekhyun.

"ah, aku sepertinya sebentar lagi akan turun" ucap Jaehee sambil melihat area perjalananan

Kemudian Jaehee pun turun dari bus umum sambil melambaikan tangan pada Baekhyun yang masih terduduk di bangku. Bus itu pun kembali melaju

Baekhyun pun terdiam menerawang ke jalanan malam yang cukup gelap. Memikirkan seluruh perkataan Jaehee.

Dua nama wanita itu salah satunya yang ia kagumi, hingga sekarang

'aku ingat waktu itu, kalau tidak salah Park Chanyeol memang menyebutkan dua nama karena ia harus menjawab pertanyaan dari permainan. Kalau tidak salah ia menjawab nama Naowen dan juga…

Baekhyun pun membelalakan matanya

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Giliranku untuk bertanya!" ucap Kris pada Chanyeol

"jangan macam-macam pertanyaan yang akan kau berikan, Kris" Ucap Chanyeol. Kris yang menanggapi ucapan Chanyeol hanya tersenyum menggoda

"siapa yang saat ini kau sukai, Chan?" Tanya Kris yang membuat Jaehee, Jeohwa, Naehyun , Suho, Baekhyun dan Rioka tertarik untuk mendengarkan pernyataan dari Chanyeol

Chanyeol pun tampak berpikir

"aduh, siapa ya?" Tanya Chanyeol sambil tersenyum lebar

"masa tidak ada yang kau sukai, sedikit tertarik juga tidak apa-apa" ucap Jeohwa. Chanyeol pun menggaruk tengkuknya sendiri

"hmm… sepertinya Naowen" ucap Chanyeol sambil mengangguk-anggukan kepalanya pelan

"alasannya?" Tanya Kris

"karena dia baik, suka membantuku mengerjakan tugas, pintar juga" ucap Chanyeol santai

"lalu satunya lagi?" Tanya Suho

Chanyeol pun tampak bergeming. Lalu ia menatap Baekhyun yang tengah menatapnya menunggu jawaban dari Chanyeol. Baekhyun yang ditatap merasa aneh dengan tatapan Chanyeol

"satunya lagi, Byun Baekhyun" ucap Chanyeol sambil tersenyum sambil menatap Baekhyun yang memang sengaja tidak ingin memutuskan kontak mata itu sedari tadi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

.

.

.

.

VOILA! Akhirnya aku mendapat pencerahan juga buat melanjutkan chapter ini /terharu/

Well, ditengah kemepetan waktu mundur menjelang aku UN, dengan bandelnya aku malah melanjutkan ff LOL

Bagaimana? Terkuak lagi kan satu cerita ternyata Kris dan Tao dulu itu gimana fufufufu

Aku suka bikin surprise yah? Semoga kalian terkejut !

Lalalalalala siapa ya yang Chanyeol kagumi hingga sekarang? Sepertinya Naowen atau Baekhyun ya :V

Sebagai spoiler, next chap akan author beri tahu seperti apa tokoh Naowen itu hihi

DOAKAN AKU LANCAR UN YAH. KAN SEMINGGU LAGI, YA KIRA KIRA SETELAHNYA BISA UPDATE DEH

AMININ AJA

Terima kasih buat riviewers, followers. Fav, silent reader tercintah

Yours (ewh..)

Author

"