Naruto .. Oh Naruto
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuNaru slight ShikaNaru, AllSemeNaru (NejiNaru-3, SaiNaru-4, ShinoNaru-5, KibaNaru-6, SasoNaru-7, ItaNaru-8, UtakaNaru, PeinNaru-11, MenmaNaru-12) *yang di ketahui baru ini yang lain nyusul di next chapter=^.^=
Rated : T
Genre : Romance (genre bisa berubah sesuai suasana hati 'Loshi kalau lagi nulis,hehe#plak)
Warning : Yaoi, Typo(s), Lime, AU, OOC, BL, EYD tidak mendukung, banyak skip (alur kecepetan), Perkataan sehari-hari, Perubahan genre seiring berjalannya waktu, dll
.
.
-Chapter 4-
.
Pagi hari di sekolah. Pagi hari ini Naruto di jemput oleh Utakata, pacar ke9 Naruto. Utakata adalah senpai Naruto yang sekelas dengan Shino dan Pein. Sesampainya di sekolah Naruto segera ke kelasnya, setelah berterima kasih karena sudah di jemput. Yah padahal semua seme juga mau jemput Naru kalau gak punya seme, punya banyak seme aja banyak yang jemput sampe berebut..
Hari yang sangat biasa untuk Naruto. Sepanjang koridor dia digodai dan di pandangi lapar oleh setiap seme yang melihatnya. Bahkan hubungannya dengan Sasuke juga sudah mulai seperti tak terjadi apa-apa kemarin. Sesampainya di kelas Naruto langsung berhambur ke Shikamaru seperti biasanya. Membuat para semenya iri tapi maklum. Mereka 'kan di terima karena terpaksa, membuat para seme pundung dengan awan hitam di kepala mereka. Poor seme...
Tapi adegan bermesraan Naruto dan Shikamaru pun di ganggu oleh salah satu seme Naruto yang datang kepadanya. Lalu bertanya yang membuat semua orang tak terkecuali Sasuke yang mendengarnya kaget dan penasaran.
"Yo Naru, aku mau tanya satu hal padamu boleh ya?" Kata Kiba habis mengganggu acara romantis ShikaNaru.
"Tanya apa Kiba?" Tanya Naruto polos dengan sedikit memiringkan kepalanya membuat semua orang tutup hidung tak terkecuali Shikamaru, takut keluar darah dari hidung mereka melihat tampang polos Naruto.
"Ehhm... apa kau pernah mimpi basah, Naru?" Tanya Kiba membuat semua orang kaget dan penasaran sekaligus mendengarnya. Kaget karena kefrontalan dan keberanian Kiba yang menanyakan hal pribadi Naruto, dan penasaran dengan jawaban dari sang primadona uke itu.
"Eh? I-itu... " Naruto tampak bingung untuk menjawabnya. Membuat semua orang yang menasaran semakin menajamkan kupingnya, siapa tau salah satu dari mereka yang menjadi objek mimpi basah Naruto, lumayankan ada kesempatan. Bahkan Shikamaru pun ikut mendengarkan dengan seksama.
" ? " Kiba semakin penasan saja di buatnya.
"I-itu sebenarnya... em, sudah." Kata Naruto malu-malu sambil menundukan kepalanya, sambil memegangi kedua belah pipinya yang memerah dengan tangannya. Semua orang yang mendengarnya langsung berharap mereka lah yang menjadi objek Naruto.
"Si-siapa?" Tanya Kiba semakin penasaran.
"Itu sebenarnya... " Naruto menggantungkan kata-katanya dan melihat Shikamaru. Semua orang yang melihat Naruto yang melirik Shikamaru, harapan mereka hancur sudah karena mereka sempat lupa bahwa Naruto begitu cinta mati pada si rusa pemalas itu. "Maaf Shika," kata Naruto ambigu. "Aku bermimpi dengan Kyuubi." Kata Naruto membuat orang yang mendengar terbelalak.
'Naru bersama rubahnya?' Pikir mereka miris plus aneh. Yah mereka tau bahwa Naruto mempunyai rubah peliharaan yang bernama Kyuubi. Rubah aneh dengan ekor berjumlah 9 yang entah masuk klafisikasi mahluk hidup atau tidak. Kalau pun masuk entah masuk kingdom apa...
"De-dengan rubah?" Tanya Kiba memastikan pendengarannya.
"Bukan! Kyuubi itu teman jauhku." Sungut Naruto kesal karena temannya yang bernama Kyuubi di samakan dengan rubah miliknya. Sontak saja sungutan Naruto itu membuat semua orang lebih kaget dari sebelumnya, karena sang pangeran tidur Shikamaru baru saja kalah dengan teman jauh Naruto yang tidak di ketahui siapanya itu. Bahkan sampai ada yang pingsan mendengar pengakuan selingkuh Naruto tanpa merasa bersalah. Ya, secara tidak langsung Naruto sudah mengakui bahwa dirinya berselingkuh di dalam mimpi dengan orang yang bernama Kyuubi itu. 'Tunggu memang ada selingkuh dalam mimpi?' Pikir orang yang sedang pingsan itu bangkit kembali lalu beberapa menit kemudian pingsan kembali karena terlalu banyak berfikir tentang itu.
Hati Shikamaru dan Sasuke saling berbanding terbalik mendengar pernyataan Naruto. Shikamaru sangat shock mendengar orang yang sangat mencintainya itu, melakukan mimpi basah dengan orang yang tak ia kenal. Hatinya sangat sakit, tapi tentu saja tidak dia tampilkan. Shikamaru hanya menguap lalu kembali tidur, tak menangapi segala tatapan yang dilontarkan padanya. Tatapan yang sulit di percaya. 'Sebegitu cueknya 'kah dirinya pada ukenya sendiri?' pikir orang-orang yang melihatnya. Sedangkan Naruto hanya maklum, tersenyum dan memeluk punggung Shikamaru yang sedang tertidur di mejanya.
Sedangkan Sasuke membatu mendengarnya. Hatinya sedikit senang karena bukan Shikamaru sang pangeran tidur yang ternyata tak punya hati menyakiti hati orang yang dicintainya sedikit demi seidikit, tapi disisi lain pikirannya semakin rumit. Mengenai mengapa Shikamaru sangat cuek terhadap Naruto walau sebenarnya dia sangat mencintai Naruto? Lalu Ada hubungan apa Naruto dengan orang bernama Kyuubi itu? Apa semua ini ada hubungannya? Pikirannya semakin rumit dan membuatnya semakin pusing. Tapi kalau begitu, Shikamaru tak pernah menjadi objek mimpi Naruto? Apa jangan-jangan Naruto hanya melampiaskan perasaan kepada Shikamaru? Tapi kenapa selama ini Naruto begitu mengejar Shikamaru? Rasanya dirinya ingin mencopot otaknya yang terkenal jenius ini dan berteriak dengan kencang. Tapi jika itu dia lakukan mau di taruh dimana mukanya sebagai Uchiha? Di pantat? Jangan bercanda..
Brak
Sasuke menggebrak meja dan berjalan keluar kelas tanpa memperdulikan tatapan ada-apa-dengannya dari teman-temannya. Dia tak ingin belajar dulu untuk sementara waktu ini. Pikirannya mengenai Naruto sudah cukup membuatnya pusing 7keliling. Sekarang dia hanya menginginkan tempat yang tenang tanpa Naruto yang mengerogoti pikirannya.
"Ada apa dengannya?" bisik-bisik tetangga para seme pun dimulai karena ulah Uchiha bungsu itu.
Sedangkan Kiba orang yang bertanya hanya bingung sendiri sekaligus shock dengan jawaban ukenya itu. Pertama dia shock dan putus asa apa hati Naruto dapat sedikit menjadi miliknya, batinnya miris. Kedua dia bingung kenapa pertanyaannya yang tadinya hanya rasa penasarannya menjadikan kelas menjadi aneh? Sasuke yang keluar dengan aura mematikan sekaligus mahluk aneh yang keluar dari tubuhnya, Naruto yang masih nempel sama Shikamaru yang sedang tidur, dan teman-teman sesama semenya yang sekarang menjadi suka sekali merumpi. Akhirnya Kiba kembali kepada teman-temannya dan ikut merumpi. Ckck
.
.
.
Sedangkan disisi lain dunia(?) sebut saja Oto, ada seorang pemuda dengan rambut merah sedang menatap foto seorang pemuda pirang manis dengan dirinya di sebelah kanannya –sedang dia rangkul bahunya. Mereka terlihat sangat bahagia di foto itu.
"Naru, kapan kita akan bertemu?" Tanya pemuda itu sambil mengelus foto pemuda manis yang di panggilnya Naru itu. Ya pemuda manis berambut pirang yang sedang tersenyum itu adalah Naruto sewaktu masih kecil. Terlihat sekali bahwa mereka saat itu sedang berumur sekitar 10 tahun, karena pipi mereka yang masih sama-sama cubby. Lalu dia lihat lagi foto lain di sisi meja kerjanya. Foto dirinya dengan Naruto yang sudah menjadi SMA. Naruto difoto itu terlihat sedikit dewasa karena seragam SMAnya tapi tetap manis, sedangkan dirinya sedang memakai jas kerja terlihat gagah dan tampan.
Tok tok tok
"Masuk." Seru pemuda itu lalu melatakkan foto itu di meja kerjanya kembali seperti semula. Lalu mengalihkan pandangannya ke orang yang baru saja masuk. Masuk seorang laki-laki dengan pakaian rapih membungkuk hormat padanya.
"Maaf mengganggu direktur, sekarang saatnya jadwal anda berangkat ke konoha untuk melakukan pemeriksaan di perusahaan cabang." Kata laki-laki dengan luka melintang di hidungnya itu.
"Baik, kita berangkat sekarang Iruka," Kata pemuda itu sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan melewati laki-laki yang bisa di sebut sekretarisnya itu bernama Iruka atau Umino Iruka. Tapi belum sampai pintu pemuda berambut merah itu membalikan tubuhnya dan bicara "Oh iya jangan panggil aku direktur, panggil saja Gaara." Kata pemuda yang ternyata bernama Gaara itu.
"Ha'i Gaara-sama." Kata Iruka sambil membungkukan tubuhnya. Gaara bersama Iruka lalu berjalan keluar kantor dan menaiki mobil dengan Gaara duduk di belakang bersama Iruka disebelahnya menuju bandara mengingat jauh Oto dan Konoha yang jauhnya bisa memakan waktu 3 hari jika menggunakan mobil.
'Akhirnya kita bertemu lagi, Naru.' Pikir Gaara sambil melihat keluar jendela mobil. Sedangkan Iruka hanya maklum dengan tingkah majikannya yang terlihat senang itu, karena dia sudah mengetahui bahwa majikannya itu mempunyai seorang kekasih yang sangat di sayangnya.
.
.
.
Di konoha
Disekolah atau tepatnya atap sekolah yang tadinya tenang sekarang sedang sedikit bersuara? dengan adanya suara cempreng yang sedang merengek kepada orang yang hanya tidur mendengarnya.
"Shika~" itulah suaranya, apa lagi kalau bukan suara Naruto yang sedang berusaha membangunkan pangeran tidurnya. Sedangkan yang dibangunkan hanya meneruskan tidurnya berpura-pura tak mendengar suara yang sedang berusaha mengganggu kesenangannya. "Shika bangun~" rengek Naruto lagi sambil menggoyang-goyangkan tubuh Shikamaru.
"Shika hiks hiks..." Naruto mulai memulai action menangisnya, dan seperti biasanya pula sang pangeran tak dapat mendengar sang putri uke? untuk menangis jadi dia pun terpaksa bangun dari tidurnya demi sang putri.
"Ada apa Naru?... houm." Tanya Shikamaru sambil menguap, dan melihat malas mata sang uke yang sudah berkaca-kaca dan sebentar lagi bendungannya rubuh. Dan dia tak bisa membiarkan itu terjadi, jadilah dia mengusap mata itu dan mengecupnya, hal yang sangat jarang dia lakukan atau tak pernah?
"Eh!?" Pekik Naruto mendapatkan perlakuan seperti itu dari seme tersayangnnya, dengan muka tak percaya lalu sebentar kemudian tersenyum lalu memeluk Shikamaru sampai terjungkal ke belakang karena berat badan Naruto. Jadilah mereka bertindihan dengan posisi Naruto di atas dan Shikamaru di bawah. "Naru sayang Shika." Kata Naruto masih dalam posisi sama lalu melihat muka Shikamaru. Sebentar tadi Shikamaru kaget lalu mengalihkan ekspresinya menjadi kembali seperti sebelumnya tapi sepertinya itu terlambat, Naruto sudah melihat wajah Shikamaru yang kaget dan sedikit merona karena ucapannya itu. Naruto sangat senang karena bisa membuat Shikamaru menjadi seperti itu lalu memeluknya lagi.
Lima menit mereka dalam keadaan seperti itu membuat Shikamaru pegal dengan posisinya yang di tindih tubuh Naruto. "Naru, bisa kau menyingkir. Aku sesak nafas." Kata Shikamaru dengan nafas sedikit tercekik, tapi Naruto hanya mengeleng lalu mengangkat wajahnya yang sedang berlinang air mata. Shikamaru kaget karena melihat Naruto menangis di depannya, karena Naruto tak pernah memperlihatkan air matanya, paling hanya mengeretak tapi tak sampai mengalir dengan deras seperti sekarang ini. Membuat mata biru itu semakin indah tapi menyakitkan untuk dilihat.
"Naru? Kau kenapa?" Tanya Shikamaru dengan sedikit panik, yah walaupun tak peduli dia tak mau melihat kekasihnya menangis di depannya bukan.
"Aku hiks hanya merasa senang." Kata Naruto sambil melihat muka Shikamaru lalu mengangkat tubuhnya ingin menyingkir dari tubuh Shikamaru tapi tak jadi karena pinggangnya di pegang oleh sebelah tangan Shikamaru membuatnya tak bisa menyingkir. Dan sedetik kemudian tangan satunya lagi memegang kepala Naruto menariknya membuat kedua bibir mereka menyatu. Bibir merah Naruto dengan bibir tipis Shikamaru.
Rasa kaget menyelimuti Naruto tapi dia juga senang dengan perlakuan Shikamaru yang mulai memperhatikan dirinya dan mulai mau menyentuh dirinya. Bibir yang saling menempel itu kemudian saling melumat masing-masing seperti ingin memakan bibir pasangannya. Naruto hanya pasrah dan menyambut permainan bibir Shikamaru yang panas dengan senang hati. Mungkin jika dia di rape sekarang juga dia hanya akan pasrah tanpa penolakan sama sekali.
Tanpa mereka ketahui Sasuke yang ingin ke atap sekolah melihat mereka. Tadinya dia berada di taman belakang sekolah tapi karena jenuh ia ingin pergi ke atap menikmati angin di atap. Tapi ternyata pilihannya salah, dia malah melihat pemandangan yang sangat menyakitkan. Shikamaru yang dalam posisi terlentang memeluk tubuh Naruto yang berada di atasnya dan menciumnya beringas sampai Naruto mengerang dengan keras.'Apa ini artinya tak ada lagi tempat untukku?' pikir Sasuke sambil pergi tempat itu dengan perasaan sakit. Sekarang dia merasa seperti para seme Naruto yang tak akan memiliki hati Naruto, karena hati Naruto hanya untuk Shikamaru seorang.
.
.
"Yare yare... anak muda jaman sekarang." Kata Kakashi yang melihat Naruto dan Shikamaru sedang berciuman, lalu pandangannya tertuju pada Sasuke yang melihat kejadian itu lalu pergi begitu saja dengan ekspresi sulit di jelaskan. "Mungki itu rintangan." Kata Kakashi yang ternyata melihat dari balik dinding atap sekolah bagian sisi lain dari tempat Shikamaru biasa tidur.
.
.
.
Tbc
Ok gomen chap ini dikit, karena saya lagi banyak hafalan di sekolah jadi gak bisa banyak main pc dan ketik. Jadi aku juga gak bisa bales reviewan sekalian... aku hanya bisa berterima kasih karena udah mau review, fav dan ngealert fic ini karena kalian aku semangat mau lanjutin.. mungkin balesan reviewnya aku balas kalau ada waktu luang ya di chap selanjutnya..
Dan untuk para silent readers aku sangat berterima kasih karena udah baca fic ini..
Oh iya fic aku yang lain masih aku lanjutin kok tapi masih dalam proses pengetikan hehe..
Ne please komentar, kritik dan sarannya ya buat kelanjutan fic ini..
Review minna ^^
