Hai, akhirnya chapter keempat ini kelar juga. Maaf, kelamaan ya aku Nge-update ya?

Soalnya lagi keasikan nonton ulang drama Kill Me Heal Me sih sampai terbawa suasana dan hampir lupa nyelesain fic ini. Emang sih Dramanya itu udah dari tahun lalu tapi berapa kali pun ditonton tetap aja rasanya gimana gitu. Apalagi pas episode 7, 8 dan 9 (itu episode favoritku)

Dan yang lebih bikin nambah feel-nya itu OST dari Jang Jae In ft Nashow yang judulnya Auditory Hallucination. Dan gara-gara itu juga aku jadi kepikiran pengen bikin fic Boboiboy yang ceritanya dia punya tujuh kepribadian dalam satu tubuh, tapi mungkin lain kali aja atau bisa aja batal soalnya belum kepikiran jalan ceritanya. Kalau menurut kalian gimana?

Udah ah, malah ngomentari Drama. Langsung aja deh.

Boboiboy milik Animonsta. Titik tidak pakai koma.

Chapter 4 : Flames of The Heart

Kasih sayang, cinta, dan persahabatan selalu terjalin dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan roda kehidupan yang tak pernah berhenti berputar dan bergerak.

Pertanyaannya sekarang, kemana roda-roda itu akan membawamu?

Keputusan ada di tanganmu. Tentukanlah mulai dari sekarang.

.

Ringkasan cerita sebelumnya.

Fang dan kawan-kawannya pergi bersama Boboiboy Api untuk bermain di taman hiburan. Wahana yang pertama kali mereka kunjungi adalah Taman Es.

Awalnya mereka bersenang-senang, hingga tiba-tiba saja Boboiboy Api bersikap ketus kepada mereka. Mereka pikir Boboiboy Api membenci dan bosan bermain dengan mereka.

Ternyata anggapan mereka salah. Api sebenarnya sangat ingin bermain dengan mereka, dia begitu menantikan hari ini. Tapi karena kondisinya, dia terpaksa menjaga jarak.

Lalu setelah mengetahui kebenarannya, Fang dan yang lain memutuskan untuk mengurus Api dengan cara mereka sendiri.

.

Setelah Fang mengajak Boboiboy Api naik *(sebut saja Hysteria, aku gak nemu nama aslinya), sekarang giliran Gopal yang mengajak Api naik roller coaster.

Seperti sebelumnya Boboiboy Api ketakutan dan berkeringat dingin, tapi tidak berani bilang jika dia takut.

"Ukh…" Api semakin panik saja begitu kereta luncur itu sudah ada di puncak luncuran. "Ah… Aku tertipu." katanya sambil menatap Gopal yang duduk di sebelahnya

Sementara Gopal hanya tersenyum puas melihat ekspresi lucu Api ketika ketakutan.

"Hii…" Boboiboy Api semakin bertambah risih karena senyuman Gopal. Apalagi sedetik kemudian kereta roller coaster itu langsung meluncur dengan sangat cepat. Hingga membuat Api berteriak histeris.

.

Setelah mereka selesai dan turun dari wahana roller coaster, Boboiboy Api yang kesal mulai mengomel dan mengumpat-umpat pada Gopal.

"Apa sih maumu itu, Gopal!? Bukannya tadi kau bilang, tinggiku juga tidak akan sampai untuk naik!? Kau sengaja melakukannya untuk mengerjaiku ya!?"

Dan Gopal yang diberikan omelan hanya nyengir kuda dan mencoba menenangkan Boboiboy Api yang sedang naik darah itu.

Bobobiboy Api yang masih kesal dan dengan wajah garang itu kemudian memberikan sebuah kepalan tinju di depan wajah Gopal, dia mencoba menahan dirinya untuk tidak benar-benar memukul Gopal. "Lihat saja akan kubalas suatu hari nanti kau" ucapnya dengan sebuah triple crush di kepalanya.

Sementara Fang dan Ying yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya diam. Mereka cukup takjub Api bisa menahan dirinya untuk tidak menghajar atau melempari mereka dengan bola Api, dan lebih memilih mengoceh dan mengomel disaat kesal begitu.

.

Kemudian setelah Boboiboy Api lebih tenang, Ying mengajaknya ikut masuk ke rumah hantu, disana sangat gelap dan menyeramkan. Terlihat ada berbagai tiruan dan patung dari hantu melayu terkenal disana sini.

Tentu saja Boboiboy Api merasa risih disana, dia hanya bisa memasang tampang masam sambil mengekor dibelakang Ying. Tapi kali ini penyebabnya adalah sifat dasar dari Boboiboy asli yang takut dengan hantu.

Tapi kelihatannya Ying tidak takut sama sekali, dengan santai gadis cina itu berjalan memimpin di depan. Lalu kemudian dia berbalik dan mengulurkan tangannya untuk Boboiboy Api. "Boboiboy, ayo pegang tanganku" ucapnya. Sepertinya Ying sangat mengenali sifat Boboiboy.

Boboiboy Api hanya menatap dengan ragu-ragu. "Hah!? Aku bukan anak kecil. Kau pikir aku takut dengan yang beginian!?" protesnya.

Ying hanya memberikan senyuman horor. "Oh~ Tidak takut ya?~ Oke, kau yang jalan di depan" godanya pada Boboiboy Api. Seketika itu juga wajah Boboiboy Api langsung pucat.

"K–Kenapa aku yang harus jalan di depan?" balas Boboiboy Api dengan gugup.

"Tadi katanya berani? Wuuu Boboiboy~" jawab Ying sambil membuat suara horor untuk menakut-nakuti Boboiboy Api.

"Hentikan, Kau membuatku takut!" bentak Api. "Dasar." Dia pun menyerah dan memilih memegang tangan Ying lalu membiarkan gadis itu menuntunnya menuju pintu keluar.

.

Sementara disaat yang sama di luar angkasa terlihat sebuah kapal angkasa mulai mendekati bumi. Kalau tidak salah bukankah itu kapal angkasa Kapten Kaizo?

"Kapten, sebentar lagi kita akan sampai ke bumi" ucap tangan kanan kepercayaan Kaizo, Lahap.

"Bagus. Begitu sampai biar aku saja yang turun, kau tetap disini dan bersiap untuk melancarkan serangan." balas Kapten Kaizo.

"Baik Kapten."

Kapten Kaizo beralih menatap ke arah bumi, entah apa yang sedang direncanakannya.

.

Kemudian setelah keluar dari rumah hantu mereka berempat berpindah menaiki wahana bianglala. Setelah Ying menapakan kakinya masuk ke dalam, petugas itu langsung menutup pintu dan memasang pengamannya. Lalu wahana itu pun mulai bergerak naik secara perlahan.

Boboiboy Api langsung berjalan mendekati jendela yang menghadap ke arah kota. "Woah! Aku bisa lihat rumah Tok Aba dari sini!" serunya. Dia seperti sudah melupakan hal-hal yang membuatnya kesal tadi.

Fang dan yang lain hanya tersenyum melihat Api bisa kembali ceria seperti biasanya, sambil duduk dengan tenang di bangku.

"Boboiboy, bisakah aku bertanya padamu?" Ucap Fang mengawali pembicaraan mereka.

Dan Api hanya menjawab dengan gumaman kecil sambil melirik ke arah Fang.

"Begini aku penasaran dengan jam kuasamu itu, yang kutahu persona Elemental milik Boboiboy akan terbentuk tergantung perasaan yang dialaminya. Tapi apakah ada kemungkinan untuk menghapus Elemental yang sudah ada?" tanya Fang.

Boboiboy Api tercengang, kemudian dia kembali menoleh keluar. "Bisa" jawabnya singkat. Membuat teman-temannya terperangah, itu berarti ada kemungkinan besar Api akan dihapus.

"Ba–Bagaimana caranya?" tanya Gopal nervous.

"Yang kudengar, Ochobot sudah mengembangkan sebuah program semacam virus, yang bisa melemahkan energi dari Elemen yang ada di jam kuasa. Tentu saja virus itu bisa diatur untuk menghapus elemen yang diinginkan. Lalu ketika kuasanya semakin lemah, personanya akan menghilang begitu saja." jelas Boboiboy Api.

"Kalau misalnya program itu digunakan untuk dirimu, bagaimana? Apa kau rela menghilang?" tanya Ying panik.

"Jika memang aku kuasa yang tidak berguna dan hanya membahayakan orang lain. Mau bagaimana lagi?" jawab Api dengan entengnya. Kemudian dia menoleh dan menyunggingkan senyuman tipis pada teman-temannya. "Tapi bukan berarti aku akan menyerah begitu saja, aku akan berusaha agar bisa tetap hidup" lanjutnya.

Fang berdiri dan menghampiri Api, lalu menepuk bahunya. "Ya. dan kami ada disini untuk membantumu" ucapnya.

"Oh?" Fang menoleh keluar, entah kenapa rasanya burung kecil yang sedari terbang berputar di atas taman bermain itu. Semakin lama semakin terbang mendekat ke arah mereka.

Benar saja, burung itu langsung menabrak dan memecahkan kaca, hingga kepalanya sendiri pecah. Dan itu membuat mereka berempat sangat panik, Ying dan Gopal langsung berdiri, sementara Fang dan Api hanya melangkah mundur.

Tapi sepertinya Api mundur terlalu jauh, hingga menabrak pintu yang tiba-tiba saja penahan pintunya terlepas. Tentu saja secara otomatis pintunya langsung terbuka.

Api hanya membelalak begitu merasakan pijakannya terlepas, dan tubuhnya sudah berada di udara.

Dan dengan cepat Fang langsung menangkap lengan Api dan berpegangan pada sisi pintu agar dia tidak ikut-ikutan terjatuh.

Ya tuhan, Api terjatuh. Memang kemalangan bisa melanda siapapun, tapi kecelakan di taman bermain itu jarang sekali terjadi. Kemana perginya petugas pengawasnya? Sebenarnya seperti apa jaminan keamanan taman bermain ini?

Fang berusaha menahan Api agar tidak terjatuh, tapi dia tidak kuat menarik bocah itu kembali ke dalam kotak. "Bertahanlah, Api!" seru Fang.

"Sudahlah Fang, nanti kau juga ikut-ikutan jatuh" balas Api.

"Bodoh! Kau pikir aku membiarkanmu mati!?" seru Fang yang kesal dengan ucapan Api.

"Aku tidak akan mati. Kau sudah lihat sendiri kan sebelumnya?"

"TIDAK. Aku pasti akan menyelamatkanmu!" seru Fang. "Gopal, jangan diam saja, bantu aku!" lanjutnya mengomeli Gopal.

Gopal langsung tersentak. Dia baru sadar, gara-gara saking takutnya tubuhnya sampai terasa kaku, dia hanya berdiri mematung di tempat. Lalu dengan segera dia memegang tangan Api dan membantu Fang menarik bocah itu kembali ke dalam kotak.

Usaha mereka berhasil, lalu Ying dengan cepat menutup kembali pintu yang terbuka itu.

Setelah adegan yang menyeramkan itu mereka pun bisa menghela nafas lega. Hampir saja.

.

Setelah puas bermain, Boboiboy Api dan teman-temannya pun beristirahat di bangku panjang sambil menikmati es loli.

"Mengejutkan sekali. Siapa yang menyangka pengaman di wahana sebesar itu bisa rusak" ucap Gopal mendinginkan suasana diantara mereka dan Api.

"Haiya. Tentu saja bisa. Bianglala itu adalah wahana yang paling pertama dan paling tua disini. Mungkin karena jarang mendapat perawatan, jadi sudah banyak bagian yang rusak" balas Ying.

"Untung kau sigap menolongnya tadi Fang" tukas Gopal.

Fang hanya membalas dengan senyuman sambil kembali memasukan es loli itu ke mulutnya.

"Kau berlebihan. Seharusnya kalian tidak perlu melakukannya. Aku juga bisa kok terbang dan mendarat dengan mulus" kata Api ketus. "Ya, tapi aku berterima kasih karena sudah menolongku tadi" lanjutnya sambil membuang muka.

"Lalu kenapa kau tidak terbang tadi?" tanya Gopal sarkatis.

Api memandang ke arah atas. "Aku…Aku hanya mengetes kalian saja tadi" jawabnya.

"Eleh. Bilang saja kau panik sampai lupa kalau bisa terbang. Harusnya kau lihat wajahmu itu saat naik roller coaster tadi, konyol banget" protes Gopal

Api langsung menoleh dan memberikan Gopal tatapan tajam. "Apa katamu?!" serunya yang terdengar sangat marah. Dan membuat teman-temannya terpenjarat.

"Hmph… Terserahlah, aku sudah capek" ucapnya dengan pandangan ketus. Kemudian dia kembali membuang mukanya "Lagipula. Ya, aku sudah tidak terlalu bosan lagi" lanjutnya sambil mengayunkan kedua kakinya.

"Um… Baguslah" balas Fang sambil melipat tangannya.

"Entah apa yang sudah kulakukan sebulan lalu. Aku mungkin sudah…"

Kemudian Fang menoleh pada Boboiboy Api. "Ada apa?" tanya Api.

"Ada yang ingin kutanyakan padamu. Karena Boboiboy yang asli sudah pasti tidak mengingatnya, tapi Api apa mungkin sebulan yang lalu kau–" pertanyaan Fang terputus karena sebuah dinding tembus pandang yang tiba-tiba saja muncul di depannya. Kemudian diikuti dengan sebuah ledakan dari misil yang ditembakkan kepada Boboiboy Api.

Mereka bertiga langsung menutup mata dan melindungi diri dengan tangan. Dan sangat terkejut begitu mereka membuka mata mereka, bangku yang diduduki oleh Boboiboy Api sudah hancur terbakar, ditambah Boboiboy Api pun sudah menghilang entah kemana.

"BOBOIBOY!" seru Fang panik dan melangkah maju mencoba mencari keberadaan Api. Tapi langkahnya terhenti karena menabrak semacam dinding tembus pandang.

"Tidak ada gunanya melindunginya, Pang" ucap sosok pemuda berusia sekitar 20-an. Yang diketahui adalah Kakak kandung dari Fang, Kapten Kaizo.

Setelah turun dari Kapal Angkasa miliknya, dia melangkahkan kakinya secara perlahan ke arah Fang dan yang lain.

"Kakak?" gumam Fang heran sekaligus syok mengetahui jika Kakaknya sendirilah yang sudah menyerang Boboiboy Api secara mendadak.

.

"Kakak, kau! Apa kau tahu sebenarnya yang kau sudah lakukan?!" seru Fang sangat panik.

"Boboiboy Api. Aku akan melenyapkannya" balas Kapten Kaizo.

"Hmm… Melenyapkan ya? Rasanya terdengar seperti 'Aku akan membunuhmu'." Terdengar suara dari Boboiboy Api, tapi dimana dia berada?

Boboiboy Api langsung menciptakan kobaran besar dari kakinya dan menghilangkan kepulan asap bekas tembakan misil yang berada di sekitarnya. Kemudian dia pun melompat turun dan mendarat dengan mulus.

Dia memberikan tatapan sinis pada Kapten Kaizo. "Kaizo. Yang kuingat terakhir kali kita ketemu, kau mengajak kami untuk bekerjasama dalam menjalankan niat baikmu" ucap Boboiboy Api ketus. "Tapi yang kulihat sekarang. sebelum peringatan dibunyikan, sebelum ada yang sempat evakuasi, kalian menembakkan misil ke tengah-tengah kerumunan. Kupikir kau berbeda dengan Alien dari planet Ata ta tiga itu, tapi ternyata kau sama saja"

"Igh… berani sekali bicara seperti itu pada Kapten" ucap Lahap kesal. Lalu dia pun menekan beberapa tombol dan mengaktifkan serangan misil ke arah Boboiboy Api. "Rasakan ini!"

"Boboiboy!" seru Gopal panik saat misil itu hampir mengenai temannya.

Boboiboy Api langsung memajukan tangan kirinya ke depan secara datar. Kemudian di depannya munculah sebuah dinding dari kobaran api yang sangat panas dan mampu menghancurkan misil-misil tersebut.

"Kalian akan menyesal sudah mencari masalah denganku " ucapnya sarkatis. Seketika itu juga kobaran api langsung melapisi pakaian yang dikenakan Boboiboy Api.

"Jangan Boboiboy!" seru Gopal bertambah panik. Sepertinya Boboiboy Api berniat bertukar menjadi Blaze, untuk menghadapi Kapten Kaizo.

Tubuh Boboiboy dikelilingi api. Lalu setelah api menghilang, terlihat perubahan pada penampilan Boboiboy Api. Warna jaketnya berubah menjadi merah terang dengan corak api dengan garis berwarna jingga. Topinya berwarna hitam dengan corak api yang berwarna merah terang dan putih. Celananya berwarna hitam dengan corak api yang berwarna merah, putih dan jingga juga sepatu hitam dengan campuran sedikit warna merah.

Kemudian dia membuka kedua matanya dan memperlihatkan manik berwarna senjanya itu. "BOBOIBOY BLAZE!" serunya.

"Hahh… Sudah terlambat…" gumam Gopal.

Boboiboy Blaze menghentakan tangan kanannya yang penuh kobaran api ke udara "KAPAK BERAPI!" dan memanggil senjata kapak tombaknya itu lagi. Lalu kemudian menodongkannya ke arah Kaizo.

"Apa ingin mencoba melawanku!?" Kapten Kaizo langsung menarik pedang laser bercahaya andalannya itu.

"KAU YANG MULAI DULUAN, KAN!?" seru Boboiboy Blaze sangat marah sambil menghempaskan tangan kirinya.

"PERSIAPKAN SAJA DIRIMU!?" Kapten Kaizo langsung melompat ke arah Boboiboy Blaze lalu menghantamkan pedangnya. Dan langsung di tepis dengan Kapak besar milik Boboiboy Blaze.

Pertarungan mereka sangat dahsyat. Energi dari dua kekuatan yang berbeda saling menghantam satu sama lain, hingga membuat Fang dan lain terpental mundur sampai beberapa meter karena efek gelombang tersebut.

Saat ini mereka tidak bisa melakukan apapun, karena jam tangan kuasa sedang mereka letakkan di penitipan barang. Jika mereka mencoba mendekat, mereka hanya akan terkena imbasnya. Apalagi selain adu senjata, pertarungan itu juga diselingi tembakan puluhan misil ke pada Boboiboy Blaze.

"Boboiboy, Kakak! Hentikan!" seru Fang mencoba mencegah mereka bertarung lebih jauh lagi. Tapi sepertinya tidak diindahkan oleh mereka. "Hentikan. KUMOHON!"

.

Sementara di kedai Tok Aba, Ochobot sedang sibuk berbicara dan memberikan arahan kepada dua anak kecil.

"Kalau begitu, sisanya kuserahkan pada kalian ya?" ucap robot bola kuning itu.

Salah satu dari kedua anak itu mengangguk mantap tanda sepakat. Kemudian mereka berdua segera pergi berlalu.

"Kuharap mereka semua baik-baik saja" gumam robot tersebut.

.

Kembali ke pertarungan antara Boboiboy Api dan Kapten Kaizo.

Setelah terjadi pertarungan adu senjata yang sangat dahsyat selama beberapa menit diantara mereka. Kapten Kaizo yang mulai kewalahan, beristirahat sejenak dan mengambil nafas. Sementara Blaze mencoba menghindar dengan melayang setinggi-tingginya di udara, alhasil dia jadi sasaran empuk tembakan misil dari Lahap.

Tapi sepertinya semua misil yang ditembakan tersebut tidak memberikan pengaruh apapun pada Boboiboy Blaze, mengores tubuhnya sedikit pun tidak. Itu karena dia menggunakan perisai api untuk melindungi dirinya.

"Kuakui serangan kalian tadi cukup berbahaya" ujar Boboiboy Blaze dengan entengnya.

Kemudian dia melompat dan terbang menjauh dengan tubuh berselimut kobaran api, layaknya sebuah meteor.

"Kau mau lari!?" gumam Kapten Kaizo. "DINDING TENAGA!" kemudian dia membuat sebuah dinding energi besar berbentuk bola untuk memerangkap Boboiboy Blaze dan mencegahnya melarikan diri.

"Rasakan ini!" seru Lahap sambil menekan tombol merah besar dan menembakkan ratusan misil kepada Boboiboy Blaze.

Lagi-lagi Boboiboy Blaze membuat perisai api untuk melindungi dirinya dari serangan.

"Lumayan. Tapi sayang sekali, itu tidak akan mempan" katanya santai sambil membersihkan sisa pecahan misil yang menempel di bahu kanannya. Kemudian dia menghempaskan tangan kiri ke samping dan menciptakan percikan kobaran api, diikuti dengan seringai tajam di wajahnya.

Bagus. Berkat ucapan seenaknya dari mulut Boboiboy Blaze, sekarang Kapten Kaizo benar-benar sangat marah dan serius ingin menghabisinya.

"Akh…" Tapi tiba-tiba nyeri luar biasa itu kembali menyerang kepala Boboiboy Blaze. Dia langsung membelalak dan memegangi kepalanya, dengan wajah kesakitan. "Aku sudah terlalu banyak… menggunakan tenaga…" ucapnya dalam hati.

"Boboiboy!" seru teman-temannya sangat panik dan khawatir.

"Gari Tenaga!" Kapten Kaizo memajukan tangan kanannya dan membuat gelombang energi untuk mengikat kedua lengan dan tubuh atas Boboiboy Blaze. Ini sekaligus digunakan untuk menyiksanya juga.

"Ugh…" Boboiboy Blaze tidak berkutik. Gelombang yang mengikat tubuhnya juga kubah yang mengelilinginya ditambah dengan sakit di kepalanya membuatnya jadi tidak berdaya.

"Habislah kau kali ini!" Lahap memasukan kode dan menembakkan serangan selanjutnya.

Tapi kali ini yang diluncurkan bukanlah misil, tapi laser energi besar yang langsung diarahkan pada Boboiboy Blaze. Dan akibat serangan ini separuh taman bermain langsung hancur.

"API!" seru Fang panik.

Siapa sangka, ternyata serangan tadi juga tidak mempan pada Boboiboy Blaze. Dia bergerak sangat cepat, dan muncul secara mendadak tepat di belakang Kapten Kaizo sambil bersiap menghantamkan kapak besarnya.

"Hah…" Kapten Kaizo baru menyadarinya. Dia segera berbalik dan menciptakan perisai energi di sekitarnya. "Ugh…" serangan dari Boboiboy Blaze benar-benar sangat kuat, Kapten Kaizo bahkan begitu berat menahan hantaman dari kapak besar tersebut.

"Woi. Apa yang terjadi dengan keyakinanmu tadi. Kau ingin mengalahkanku, kan? Kau ingin menghabisiku, kan? Kau ingin membunuhku, kan?!" ejek Boboiboy Blaze.

Oh tidak, dia lepas kendali lagi.

"Kalau begitu ayo. Tebaskan pedangmu. Tembak lagi misil-misil itu kepadaku. Karena kalau tidak…hihi…Kau yang akan mati duluan" ucapnya dengan seringai tajam menghiasi wajahnya.

Boboiboy Blaze kembali menghantamkan kapaknya. Dan hanya dengan satu ayunan itu, dia berhasil menghancurkan dinding tenaga milik Kapten Kaizo. Hingga si pemilik kuasa langsung terpental dan jatuh terjerembab ke tanah.

Kemudian dia mendekat dan melayang di dekat Kapten Kaizo yang sudah tak berkutik itu lagi. "Apa ini? Sudah selesai? Membosankan sekali" ejek Blaze. Dia pun langsung menapakkan kakinya ke tanah.

Dan mengangkat kapak besarnya ke atas. "Versi kedua. Meriam Api." ucapnya menyebut nama senjatanya. Kapak itu pun kembali berubah menjadi Meriam seperti mainan bongkar pasang. Dan dia langsung mengarahkannya kepada Kapten Kaizo.

"Baiklah. Jika kau tak bisa bertarung lagi. Berarti aku sudah tidak memerlukanmu lagi"

"Boboiboy, SUDAH CUKUP!" seru Fang mencoba menghampiri mereka berdua.

Boboiboy Blaze mulai memompa apinya ke dalam meriam itu.

"Hmph… Dasar Iblis." Ucap Kapten Kaizo.

"Apa itu kata-kata terakhir yang ingin kau ucapkan?" sahut Boboiboy Blaze. Tanpa belas kasihan sedikit pun tergambar di wajahnya.

"Karena ulahmu, Karena keberadaanmu, Dan karena kebakaran yang kau buat itu. Ada yang kehilangan anggota keluarganya"

"Hah…" Boboiboy Blaze tersentak kaget dan berhenti memompa meriamnya. "Apa maksudmu…?" tanya lirih sambil menurunkan meriamnya.

"Kau tidak tahu? Atau tidak peduli. Dalam kebakaran itu, lima orang menjadi korban. Tiga luka bakar berat, dan duanya lagi meninggal. Itu karena ulahmu, kaulah yang sudah membunuh mereka!"

Boboiboy Blaze begitu syok dan terpukul mengetahui jika dia sudah tidak sengaja membunuh orang lain. "Tidak… Aku…" dia mundur dan langsung terduduk lemas.

Kapten Kaizo langsung bangkit kembali dan mengambil kesempatan ini "Kena kau. Cengkraman Tenaga!" dan langsung mengikat tubuh Boboiboy Blaze menggunakan gelombang energi.

Boboiboy Blaze hanya diam dan membiarkan tubuhnya terikat dengan wajah tertunduk. Dia sudah pasrah, dia memang seharusnya tidak ada karena membahayakan orang lain.

"Ada kata-kata terakhir sebelum aku menghapus keberadaanmu?" tanya Kapten Kaizo.

Tapi tiba-tiba saja Fang datang dan mencegah Kakaknya mendekati Blaze. Dia melebarkan kedua tangannya dan melindungi Blaze

"Hentikan, Kak! Kumohon jangan bunuh dia!"

"Kenapa kau melindunginya, Pang? Keberadaannya membahayakan dan dia sudah membunuh orang lain."

"Aku mohon padamu. Aku memang egois dan sudah mencoba melanggar perjanjian kita. Tapi aku tidak bisa membiarkan bagian dari diri sahabatku terbunuh atau mengetahui Kakak kandungku sendirilah yang membunuhnya. Aku tidak ingin melihat hal seperti itu!"

Sekarang Kapten Kaizo menjadi bimbang. Jika dia menebaskan pedangnya maka Fang akan menghalanginya dan jika dia memerintahkan Lahap untuk menyerang dengan misil ataupun laser, Adik satu-satunya itu akan terkena imbasnya.

Dia kemudian menggeregetkan giginya, tubuhnya gemetar. Tapi kemudian dia mengambil keputusan terberat itu dengan sangat terpaksa. Lalu membuat dinding tenaga di sekitar Fang.

"KAKAK!" Fang semakin panik saat mengetahui Kakaknya juga berniat akan menyerangnya.

Kapten Kaizo menarik pedang yang selalu tergantung di pinggangnya itu. Dan bersiap menebaskan laser tenaga penuh dengan sangat sangat berat.

Dia berteriak dan mulai mengayunkannya.

Tapi tiba-tiba ada sebuah kilatan cahaya berwarna merah bergerak cepat ke arah Fang dan Kaizo. Diikuti kemunculan sosok anak kecil bertopi dinosaurus dengan mata merah menyala.

Anak itu langsung menahan sabetan pedang Kapten Kaizo dengan dua buah pedang aliran listrik miliknya. Dan tentu saja itu mengejutkan semua yang ada disana, minus Boboiboy Blaze.

"Boboiboy Halilintar!?"

Halilintar dengan sekuat tenaga menahan pedang Kapten Kaizo dengan kedua pedang miliknya.

"Hembusan Taufan!~" seru Boboiboy yang lain dengan topi miring. Dia menciptakan hembusan angin kencang yang langsung membuat Kapten Kaizo terdorong ke arah belakang.

Halilintar melompat mundur dan berdiri di sebelah Taufan yang sudah menaiki hover board-nya.

"Halilintar! Taufan!" seru Fang yang sangat terkejut dengan kemunculan tiba-tiba dua persona Boboiboy yang lain. Apa yang sebenarnya sudah terjadi ini?

"Yeay~ Pas sekali~ Ucapan terima kasihnya boleh ngutang dulu kok~" canda Taufan sambil berkacak satu pinggang.

"Sejak kapan kalian pecah tiga?" tanya Gopal keheranan.

"Cerita panjang, nanti kami jelaskan" jawab Halilintar. "Yang terpenting sekarang" Mereka berdua sama-sama menatap Kapten Kaizo.

Lahap yang sedari tadi memperhatikan dari Kapal Luar angkasa, langsung geram karena gangguan dari dua persona tersebut. "Dasar pengganggu!" dan dia langsung menembakkan misil kepada dua bocah tersebut.

Fang dan yang lain langsung panik karena serangan yang diberikan Lahap pada mereka berdua terhitung cukup kuat.

Tapi ternyata mereka baik-baik saja. dan dengan cepat terbang keluar dari kepulan asap itu.

"Teman-teman, yang disini serahkan pada kami! Kalian pergilah bawa Api jauh-jauh dari sini!" pinta Halilintar.

"Dey. Lalu kalian bagaimana!?" seru Gopal.

"Sudahlah cepat!"

"Kami tidak bisa terus-terusan seperti ini!" timpal Taufan.

"Maaf…." Ucap Fang lirih. Kemudian Gopal langsung menggendong Blaze di bahunya, dan mereka berempat langsung melarikan diri dari arena pertarungan itu.

"Aku tidak punya waktu berurusan dengan kalian" Kapten Kaizo langsung mengejar Fang dan yang lain dengan sebilah pedang di tangannya.

Tiba-tiba Halilintar menghampirinya dan langsung mengajak Kapten Kaizo beradu pedang tanpa permisi.

"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MENYAKITI API!"

"AKU HERAN DENGAN KALIAN SEMUA! KENAPA KALIAN SEBEGITU INGIN MELINDUNGINYA!?"

"'KENAPA' KATAMU?! API ITU ADIKKU TAHU TIDAK. Aku tidak akan pernah terima siapapun membunuh Adikku!"

"Apa kau pikir aku peduli soal itu!?"

"KALAU BEGITU BAGAIMANA JIKA AKU MEMBUNUH ADIKMU JUGA!? APA KAU RELA, HUH!?"

Kapten Kaizo membelalak dan tercengang. Kemudian dia menepis pedang Halilintar dan menendang bocah itu sejauh-jauhnya dengan tendangan tenaga.

Sementara itu Taufan sedang berurusan dengan tembakan misil dari Lahap "Halilintar!" Dia menoleh pada Halilintar dan kehilangan konsentrasi hingga terkena salah satu misil. "AAHHG!"

Dia pun jatuh terjerembab ke tanah dengan Hover Board yang sudah hancur menjadi pecahan kecil

.

Sementara itu. Fang dan yang lain sedang berusaha menyembunyikan keberadaan Blaze dari amukan Kapten Kaizo yang sangat mengerikan itu di belakang sebuah gudang.

"Fang... Gopal... Ying..." desah Boboiboy Blaze lemah dengan wajah tertunduk.

"Tidak apa-apa. Kami akan coba lakukan sesuatu" ucap Fang mencoba menenangkan Blaze yang masih terpukul itu.

"Sepertinya mereka masih belum menemukan kita" kata Ying yang sedang mengintip memastikan keadaan.

"Aku tidak mengerti. Aku sangat berbahaya dan sudah membunuh orang lain. Tapi kenapa kalian berusaha sekeras itu hanya demi menyelamatkanku?" tanya Blaze lirih.

"Kenapa? Karena kau adalah sahabat kami" jawab Gopal.

"Sudah hentikan, aku muak dengan sandiwara kalian! Di dunia ini mana ada yang suka dengan api. kerjanya hanya merusak dan menghilangkan apapun yang berharga!"

Teman-temannya langsung memperhatikan Blaze dengan heran, inikah yang menjadi masalahnya?

"Lalu apa salahku!? Aku tidak pernah berharap ada, aku juga tidak pernah berharap punya kuasa api."

"Apa yang sebenarnya kau bicarakan?" tanya Fang heran.

"Tidakkah kalian lihat, aku lelah! Tidak bolehkan aku melepas bebanku sebentar saja!? Aku sudah bekerja keras menolong kalian semua tanpa meminta balasan apapun! Jadi kenapa saat aku butuh bantuan kalian semua hanya memalingkan wajah!? Kenapa tidak ada yang mau mengulurkan tangannya untukku?!"

Gopal menerawang dia sedang mencoba mengingat-ngingat kejadian beberapa bulan lalu. "Dey. Kau masih saja mempermasalahkan kejadian waktu itu!? Apa segitu bencinya kau dengan kami? "

"Ya. Aku benci dengan kalian semua!"

Aha. Ternyata benar inilah masalahnya.

"Api dengarkan aku. Disini tidak ada yang membencimu" ucap Fang.

"Bohong. aku tidak percaya!"

Fang menjadi semakin geram, lalu mulai menguncang tubuh Blaze. "Dengar. Kau itu adalah bagian diri dari Super hero terbaik, Boboiboy! Kau adalah Elemen terhebat dan terkuatnya yang pernah ada!

"Kami semua sangat menyayangimu!" seru Ying

"Kami tidak ingin kau menghilang!" timpal Gopal.

Blaze terperangah dengan mulut menganga, tidak percaya apa yang di dengarnya saat ini. "Benarkah itu?"

"Iya. Apa kau juga berpikir begitu?" jawab Fang.

Blaze diam tidak menjawab masih begitu terkejut. Sementara Kapten Kaizo semakin dekat saja.

"API!" seru mereka bertiga serempak mencoba menyadarkan Blaze dari rasa syoknya.

Blaze menangis tertahan, bulir air mata tertahan di kedua pelupuk matanya. "Iya, aku juga menyayangi kalian semua! Tidak peduli seberapa tidak diinginkannya aku, aku tidak mau menghilang! Aku ingin selalu hidup bersama dengan kalian! Aku sayang pada kalian semua!"

Lalu tiba-tiba saja Lahap menemukan tempat persembunyian mereka. "Disitu kau rupanya!"

"Alamak. Dia sudah disini. Habislah kita!" seru Gopal panik.

"Rasakan ini!" Lahap pun menembakkan misil ke arah Gopal dan yang lain.

Gopal berteriak panik. Tapi tepat sebelum misil itu mengenai mereka semua. Sebuah dinding dari kobaran api muncul dihadapan mereka untuk menahan serangan misil tersebut.

Diantara percikan lidah dan bunga api. Secara samar-samar Fang dan Boboiboy Blaze melihat pecahan ingatan mereka yang hilang sebulan lalu. Ingatan itu muncul satu-persatu bagaikan potongan-potongan puzzle yang yang akhirnya menjadi sebuah ingatan yang lengkap.

.

Boboiboy Blaze berjalan menghampiri Fang yang lemas dan hanya terbaring di tanah diantara besarnya kobaran api di sekitar mereka. Dia langsung berlutut dan memeriksa keadaan Fang dengan tatapan cemas.

Kemudian dia menggigit telunjuknya dan memberikan setetes darahnya, ke dalam mulut Fang. Setelah itu, ajaibnya luka dan lebam yang ada di tubuh Fang langsung sembuh dengan balutan api berwarna biru.

Setelah Boboiboy Blaze melihat cedera yang dialami Fang sembuh dan Fang sudah membuka matanya, energinya langsung stabil. Dia langsung berdiri lega, seketika itu juga pakaian yang dikenakannya terbakar dan mengembalikan penampilannya menjadi Boboiboy Api seperti semula.

Fang mengacungkan jari kelingkingnya, dan dibalas oleh Boboiboy Api. Dia terlihat sangat bahagia waktu itu.

.

"Apa yang barusan tadi?" tanya Fang heran.

Boboiboy Blaze begitu syok "Aku…ingat… Waktu itu kita sedang…." Dia langsung pingsan sebelum bisa menyelesaikan kata-katanya, tenaganya melemah. Kekuatan terakhirnya sudah digunakan untuk membuat dinding api untuk melindungi teman-temannya tadi.

Mereka bertiga tersentak dan Gopal langsung menahan tubuh Boboiboy Blaze yang oleng tersebut. Disaat itu juga, Lahap terus menembaki mereka dengan misil. Hingga mereka harus pergi secepatnya dari sana.

Gopal pun langsung menggendong Boboiboy Blaze yang pingsan tersebut dan membawanya pergi dari sana, sementara Fang dan Ying mengekor di belakangnya.

Mereka mencoba berlari secepatnya. Tapi tiba-tiba saja Ying tersandung dan jatuh terjerembab, hingga membuat Gopal dan Fang mengentikan langkahnya. Tentu saja itu membuat mereka menjadi sasaran empuk misil dari Lahap.

Dan tepat sebelum pecahan dari misil yang ditembakkan itu mengenai Gopal, Ying dan Boboiboy Blaze. Fang sudah berdiri di belakang dan melindungi mereka, alhasil punggungnya kena dan dia mendapat luka bakar serius.

"Pang!" seru Kapten Kaizo panik.

Tapi sedetik kemudian, luka di punggung Fang langsung sembuh dengan kekuatan Boboiboy Blaze.

"Apa yang barusan itu?" gumam Kapten Kaizo heran.

"Fang, kau baik-baik saja?" Gopal berbalik. Dan terlihatlah Boboiboy Blaze yang pingsan itu sudah kembali ke penampilan Boboiboy Api seperti semula.

Fang tidak menjawab dan hanya membantu Gopal menurunkan Boboiboy Api yang sudah lemas dan kehilangan kesadaran itu ke tanah secara perlahan dan meletakkan kepala Api ke pangkuan Gopal.

Dia berbalik dan menatap Kapten Kaizo. "Kakak, ayo kita buat kesepakatan. Jika aku bisa membuktikan Boboiboy Api tidak bersalah, maukah kau melepaskannya?"

"Apa yang kau bicarakan?" tanya Kapten Kaizo.

"Aku mengingat semuanya. Awal dari kebakaran itu, juga apa yang sudah kulakukan dengan Boboiboy Api hari itu"

"Dia pembunuh. Dia sudah membunuh orang lain!"

"Kau salah! Dia tidak membunuh siapapun. Memang benar Boboiboy Api membuat apinya bertambah besar, tapi dia tidak melakukan hal yang salah! Api itu dikendalikan dengan sangat sempurna olehnya! Dan orang-orang yang menjadi korban itu, bukan meninggal karena kebakaran tapi kecelakaan!"

"Kau pikir akan mempercayai itu!?"

"Aku mohon, Jangan lenyapkan Api! Dia sudah menyelamatkanku! Boboiboy juga tidak akan bertahan hidup sampai sekarang jika bukan karena dia! Percayalah padaku"

Kapten Kaizo mengepalkan kedua tangannya, dia sebenarnya masih tidak puas. Jadi dia hanya membalikkan badannya, kembali ke Kapal angkasanya dan terbang menuju luar angkasa.

Setelah Kapten Kaizo pergi, Halilintar dan Taufan yang terkapar lemas di tanah akhirnya bisa bernafas lega. Mereka saling mengangguk, kemudian cahaya berpendar melapisi tubuh mereka dan mereka kembali masuk ke tubuh Boboiboy Api dengan cepat.

Kemudian Fang langsung menghampiri Boboiboy yang masih pingsan itu dan membawanya pulang.

.

Setelah masalah ini selesai. Teman-teman mereka bertiga pun berkumpul di ruang tengah rumah Tok Aba, bersama dengan Ochobot. Sementara Boboiboy yang pingsan sudah ditidurkan di kamarnya.

"Jadi sebenarnya apa yang menjadi masalahnya Ochobot, tadi Boboiboy Api sempat bilang jika dia membenci kami?" tanya Gopal penasaran.

"Hmm… setelah aku memeriksanya lagi. Sepertinya yang menjadi pemicu evolusinya adalah emosi-emosi negatif yang dirasakannya sekaligus" jawab Ochobot.

"Apa saja itu!?" seru Ying.

"Marah, Sedih, Takut, Rasa bersalah, dan Benci. Semuanya bergabung jadi satu lalu berubah jadi kekuatan besar"

"Lalu bagaimana bisa energinya jadi stabil seperti tadi?" Gopal semakin heran, lima emosi negatif sekaligus? Rasanya tidak mungkin bisa hilang begitu saja.

"Itu semua berkat ucapan yang kalian katakan untuknya. Meskipun kebenciannya sangat besar, tapi sepertinya perasaan sayangnya pada kalian jauh lebih besar."

Fang dan yang lain masih tidak mengerti, maksud Ochobot. Mereka terdiam kebingungan. Apa itu berarti…

"Biar kuperjelas. Boboiboy Api sangat menyayangi kalian semua"

"EH!?"

Tiba-tiba saja Boboiboy Api datang dan langsung menendang Gopal, hingga pemuda keturunan India itu jatuh terjerembab dengan posisi yang tidak elitnya.

"Apa-apaan itu!? Itu semua pasti salah!" protes Api dengan triple crush di kepalanya sambil berkacak pinggang.

"Api?!" seru Fang yang sangat terkejut karena Api muncul dan menggantikan Boboiboy yang asli.

"Kau ngambil alih seenaknya lagi ya?" seru Gopal. Dia langsung mencoba untuk bangkit.

"Enak saja. Aku keluar karena yang lain memaksaku untuk minta maaf dan berterima kasih pada kalian!"

"Lalu ucapan terima kasihnya?" tanya Ying.

"Tidak sudi. Ini gara-gara kalian membicarakanku yang tidak-tidak di belakang." Api langsung berbalik dan berniat kembali ke kamarnya.

"Api!" panggil Fang.

Api berhenti dan menoleh "Apa lagi!?" tanyanya ketus.

"Aku mungkin tidak harusnya bilang begini. Tapi jujur, kami bersyukur kau itu ada. Jika hari itu bukan kau yang muncul atau kau memang tidak pernah ada. Mungkin sekarang Boboiboy sudah meninggal" jelas Fang

"Jangan pikirkan apa yang dikatakan orang. Kami semua menerimamu keberadaanmu apa adanya" Tambah Ying.

Api langsung tersipu malu. Dia memaingkan wajahnya dan tersenyum tipis. "Uhm… Terima kasih. Teman-teman." Kemudian dia kembali melanjutkan naik ke kamarnya.

End of Main Story

Yeay habis juga cerita ini. Rada-rada gaje dan Battle-nya nggak banget, tapi sudahlah.

Blaze Devil sepertinya tidak sesukses Ice's Doubt terbukti dari Reviewnya yang sedikit, tapi buat yang udah ngereview makasih banyak. Aku jadi semangat ngerjaiinnya.

Yuhuu… Chapter depan adalah chapter terakhir disitulah jawaban dari rasa penasaran kalian akan terungkap. Tunggu dengan sabar ya?

Souyeba Kagura-chan. Jadi Halilintar bukan mirip Kurumi. Gimana kalau Natsumi(kalau kamu lnjut ke LN-nya) atau Kotori dalam pita hitam? Yang mana?