Heeeyyyyyy!
Sebenernya chapter yang ini udah jadi dari kapan tau loh tapi dikarenakan L males jadi L ngeuploadnya hari ini aja ^^
arigato buat yang udah nge-review sekarang L bales ya. Yosh ! ini dia balesan reviewnya..
Hasegawa Michiyo Gled : Arigatou for review , fav and follow. Maaf update-nya lama maklum authornya belom dapet inspirasi , Yosh! Mind to review again '-')?
Maruyama Harumi :Haha gpp kok . Btw arigatou for review dan pemberian semangatnya. Maaf update-nya lama maklum authornya belom dapet inspirasi , Yosh ! mind to review again '-')?
AishaMath : hwhwhw ini udah update . Btw arigatou for review dan pemberian semangatnya. Maaf update-nya lama maklum authornya belom dapet inspirasi , Yosh ! mind to review again '-')?
CherryGold26 : ini udah next . Btw arigatou for review. Maaf update-nya lama maklum authornya belom dapet inspirasi , Yosh ! mind to review again '-')?
: ini lah yang terjadi selanjutnya wkwkwk , ehhmm tapi untuk permintaan untuk memanjangkan fict-nya tidak bisa saya kabulkan karena saya terlalu malas untuk membuat fict panjang-panjang -_-" . Btw arigatou for review. Maaf update-nya lama maklum authornya belom dapet inspirasi , Yosh ! mind to review again '-')?
karimahbgz : Tau aja kalo author penggemar powerpuffgirls , di chapter selanjutnya akan dijelasin kok apa yang Sai bisikkin ke Sakura. Jadi mohon bersabar *sungkem* Btw arigatou for review. Maaf update-nya lama maklum authornya belom dapet inspirasi , Yosh ! mind to review again '-')?
Yosh ! Silahkan membaca chapter ini!
.
LAST CHAPTER
.
…"hey girls.. jadi gimana rencana kita yang tadi?" kata Ino menghampiri kedua Sahabatnya yang sibuk dimeja mereka. Kedua sahabatnya pun berhenti dari aktifitas mereka lalu menatap Ino dengan tatapan tidak mengerti.
"itu loh, rencana yang kita berusaha menjadi orang yang mereka inginkan dan tunjukkan ke mereka kalau kita bisa melakukannya tapi tentu saja dengan melakukan tantangan yaitu jika kita kalah kita melakukan apapun yang mereka mau dan jika kita menang kita melakukan apapun yang mereka mau. Gimana mau gak ?"
"Gimana yaa? Masa kita harus menjadi orang yang Sasuke-senpai , Naruto-senpai dan Sai-senpai inginkan dan jika kita kalah kita melakukan apapun yang mereka mau dan jika kita menang mereka melakukan apapun yang kita mau , resiko kita lebih tinggi Pig!" ujar Sakura mengingatkan
.
Tanpa mereka sadari ada tiga orang yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka di balik pintu kelas .
.
.
"Sepertinya menarik."
..
.
.
.
BE YOURSELF
Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, NaruHina, dan SaIno.
Slight SasuHina, NaruIno, SakuSai.
Warning : abal, jelek, parah, OOC, TYPO bertebaran ,ide pasaran .
DON'T LIKE , DON'T READ!
NO FLAME BUT NEED SARAN YANG MEMBUILDING (?)
.
.
.
.
PLOK PLOK PLOK
Sakura , Ino , dan Hinata tersentak saat ketiga kakak kelasnya memasuki ruangan kelas mereka sambil bertepuk tangan.
"Rencana kalian bagus sekali yaa"ujar Shion yang merupakan teman sekelas Sasuke , Naruto dan Sai .
"E- Eh apa maksud senpai ? aku tidak mengerti , Apa yang menarik?" jawab Ino gugup
"Udah deh gak usah pura – pura gak ngerti ! Jelas – jelas yang kita maksud menarik itu rencana kalian bertiga." Ujar Karin yang juga teman sekelas Sasuke , Naruto dan Sai.
"Ah , itu kami Cuma bercanda kok senpai , jangan dianggap serius . Ya kan Sakura? Hinata?" ujar Ino dengan tertawa sambil melirik ke arah Sakura dan Hinata untuk memberi isyarat.
"Loh ? bukannya tadi kau bilang kalau kau itu seri.. AUUUU" pembicaraan Sakura pun terhenti karena Ino yang menginjak kakinya.
'Baka! Nyaris saja ketahuan. Sakura ini bodoh atau lemot sih ... padahal aku sudah memberi isyarat kepadanya..' ujar Ino dalam hati lalu berkata
"Hahaha kau salah dengar kali Saku-chan, kan tadi aku bicaranya kalau aku hanya bercanda..." ujar Ino sambil memberikan Death Glare ke arah Sakura.
"Yahh terserah kalian lah , yang jelas kami tidak mungkin salah dengar. Ehm , berhubung mereka semua itu milik kami .. bagaimana kalau kita melakukan kompetisi?" Kata Shion
"Errr.. apa yang barusan senpai katakan? Milik? Just in your dream senpai ~" jawab Sakura mengejek dengan nada tidak takut sedikitpun.
"EUGH kau ini... sebelum aku bermain kasar jawab saja , apakah kamu mau melakukan kompetisi atau tidak?" Kata Shion
"Sabarlah shionn, kita tidak boleh marah – marah disini. Nanti dilihat oleh yang lain" Ujar Matsuri yang secara tidak langsung membela Sakura.
"Tapi Matsuri.. untuk seukuran adik kelas, mereka tidak sopan. Kamu juga jangan terlalu baik dengan adik kelas" Sela Karin sebelum Shion menjawab
"Ehmm.. Baiklah" jawab Matsuri.
"Lalu apakah kalian mau melakukan kompetisi tersebut?" tanya Shion lagi
"K-Kompetisi apa , senpai?" jawab Hinata gugup
"Ah gampang kok idenya hampir sama dengan teman mu itu. Tapi kali ini persaingannya antara kita berenam. Bagaimana? Setuju tidak? Kalau aku , Karin dan Matsuri sudah pasti setuju" Jelas Shion
"Aku setuju." Jawab Sakura, bersamaan dengan anggukan kepala dari Ino dan Hinata.
"Ah , kalau begitu kompetisi ini akan kita mulai dari sekarang. See ya girls~" Kata Shion sambil meninggalkan kelas yang diikuti oleh Karin dan Matsuri.
Hinata dan Ino menatap Sakura dengan ragu.
"apa kita bisa mengalahkan mereka ? mereka kan kakak kelas yang terkenal dengan kekayaannya , kecantikannya dan kepintarannya ? Apa yang kita harus lakukan untuk mengalahkan mereka ?" kata Ino panik dan terus mengulang kata - katanya
"Inoooo kau tau tidak ? kau membuatku pusing ! aku masih penasaran dengan Hinata!"
"E-eh? Kenapa kau penasaran denganku , Saku-chan?"
Tidak tau apa yang merasuki Sakura tiba-tiba dia menatap Hinata dengan tatapan yang sangat horror lebih horror daripada penghuni neraka(?) (reader: emang lu pernah ke neraka? L: belom lah *dilempar banci sama reader , eh salah maksudnya panci) sehingga membuat Hinata mundur beberapa langkah.
"N-nghh Saku-chan kau tidak akan memakanku kan?"
"hey hey apa maksudmu? Kau kira aku kanibal hah? kau tidak perlu takut begitu aku hanya penasaran dengan masalah kau dan Sasuke."
"Iya Hina-chan aku juga penasaran" kata Ino
"Ah itu sebenarnya..."
FLASHBACK ON
Dimusim panas dikediaman Hyugga, terlihat seorang gadis kecil berambut indigo pendek berumur 6 tahun sedang main dengan boneka kesayangannya di kamarnya.
TOK TOK TOK
"Hinata, ini tou-san. Tou-san ingin pergi kerumah rekan kerja tou-san, Kamu mau ikut?"ujar Hiashi sambil membuka pintu kamar Hinata.
Hinata menatap tou-san'nya sambil tersenyum. "mau tou-san, Hina bosen dikamar terus."
"ya sudah. kamu ganti baju, lalu siap-siap ya.. tou-san tunggu dibawah" ujar Hiashi sambil menutup pintu kamar Hinata.
-SKIP TIME-
-Di kediaman Uchiha -
" Sasuke , Itachi cepat turun! Tamu tou-san sudah datang , cepat beri salam." Teriak Mikoto
"Iya sebentar kaa-san." Jawab seseorang dilantai atas
Setelah sampai di kediaman Uchiha , Hinata menatap seluruh kediaman Uchiha yang bergaya campuran Jepang dan Eropa yang berkesan Elegan. Hinata dan Hiashi disambut oleh kepala keluarga Uchiha dan Istrinya.
"Selamat datang Hiashi, silakan duduk." Ujar Fugaku
Hisahi hanya tersenyum dan duduk , sedangkan Hinata masih berdiri melihat – lihat keadaan ruang tamu. Hingga akhirnya pandangannya tertuju pada foto keluarga yang terdapat di dinding. Disana terlihat pria paruh baya yang merupakan kepala keluarga yaitu Uchiha Fugaku , wanita paruh baya namun tetap terlihat cantik sedang ternyum yaitu Uchiha Mikoto .
Disana juga terdapat foto dua anak laki – laki .Yang satu terlihat lebih tinggi , dan ramah karena difoto tersebut dia terlihat tersenyum , sedangkan yang satunya terlihat seumuran dengan Hinata , dan terlihat cuek karena dia hanya menatap kamera tanpa hanya terdiam saat menatap foto anak laki – laki yang berwajah dingin tersebut.
"Nah itu dia kedua putra kami..." ujar Mikoto tiba-tiba menyadarkan Hinata dari lamunannya
Hinata menatap kearah tangga yang dimana terdapat kedua laki-laki yang baru saja dia lihat di foto di dinding.
"Yang pertama Uchiha Itachi , umurnya 12 tahun" ujar Mikoto sambil menunjuk ke arah Itachi , Itachi hanya tersenyum dan mengatakan "ohayo Hiashi-sama. Perkenalkan aku Uchiha Itachi"
"Dan yang ini anak kami yang kedua Uchiha Sasuke , umurnya masih 7 tahun." Ujar Mikoto lagi sambil menunjuk Sasuke. "Hm , Uchiha Sasuke." Jawab Sasuke dengan kata yang terlalu singkat , padat tapi tidak jelas /?
"Sasuke! Yang sopan terhadap Hiashi-sama. Maafkan anak kami yang satu ini , dia memang pelit kata." Ujar Mikoto
Hiashi tersenyum memaklumi (*Author: Hiashiii tersenyumm ? omaigat apakah ini akhir dari kehidupan ? *di chidori(?) sama Hiashi*)
" Yasudah Hinata kau main dengan Sasuke dan Itachi dulu saja. Tou-san masih ada pembicaraan penting bersama Paman Fugaku."
"Baik tou-san."
"Sasuke , Itachi ... Ajak Hinata main dulu sana di taman depan . Hati – hati jika main disana!"ujar Mikoto menambahi
"Baik kaa-san" ujar Itachi dan Sasuke hanya mengeluarkan kata andalannya (readers: emang apaan? | author : kepo yaaaa '-')? *ditimpuk batako*)
-Di Taman kediaman Uchiha-
"Sasuke.. maaf ya aku tidak bisa menemanimu dan Hinata, aku ada janji dengan temanku" bisik Itachi.
"Apa? Lalu kau mau meninggalkanku berdua dengan anak perempuan ini?" ujar Sasuke.
"maaf ototou, aniki-mu yang ganteng dan baik hati ini sedang sibuk hari ini" ujar Itachi sambil bernarsis ria.
Sasuke yang mendengarnya hanya sweetdrop.
"oke, sudah dulu ya Sasuke, aku sudah telat" Ujar Itachi sambil berlari menjauh.
"Tu-Tunggu baka aniki!"
' Dasar baka aniki! Sekarang apa yang harus aku lakukan bersama gadis ini?' gumam Sasuke dalam hati.
"a-ano.. em, U-uchiha-san.." ujar Hinata gugup sambil berusaha menatap Sasuke.
"Sasuke"
"eh?"
"panggil aku Sasuke, aku tidak suka dipanggil nama marga"
"ah go-gomen Sa-Sasuke-san.."
"hn, ada apa?"
"i-itu, kemana Uchiha-niisan? Maksudku kakakmu?"
"dia Pergi"
"kenapa?"
"kau ini banyak tanya ya?" ujar Sasuke membuat Hinata menunduk dengan wajah malu.
Keheningan menyelimuti mereka.
"Siapa namamu?"
Pertanyaan itu sontak membuat Hinata mengadah menatap Sasuke, lalu menunduk lagi.
"Hi-Hinata.."
"Baiklah Hinata. Ayo ikut aku"
"ta-tapi ke-kemana Sasuke-san?". "sudah ikut saja, kau akan tau nanti" ujar Sasuke sambil berjalan duluan, lalu diikuti Hinata dibelakangnya.
Sekarang mereka berjalan dalam diam, Hinata tidak tau kemana Sasuke akan membawanya. Tak berapa lama, mereka sampai dipadang rumput yang luas. Dipinggiran ladang terdapat sungai kecil yang jernih. Melihat pemandangan itu, mata Hinata langsung berbinar.
"waahh.. Indahnya" ujar Hinata dengan mata berbinar-binar, melihat hal tersebut Sasuke hanya tersenyum kecil.
"dari mana Sasuke-san tahu tempat ini?"
"belum lama ini aku mengetahuinya. Saat itu aku sedang mencari tempat untuk bersantai, lalu aku menemukan tempat ini" ujar Sasuke.
Hinata hanya ber'oh'ria menanggapinya. Lalu Hinata berjalan ke pinggir sungai kecil itu lalu duduk dipinggirnya.
Sasuke hanya menyenderkan tubuhnya pada pohon didekat pinggir sungai tersebut. Sasuke memandang ke arah Hinata yang sibuk menatap air sungai yang jernih itu. Entah apa yang ada dipikiran Sasuke sampai membawa Hinata ke tempat rahasianya ini. Padahal tempat ini adalah tempat dimana dia dapat menyendiri.
"Sa-Sasuke-san" suara Hinata menyadarkan Sasuke dari lamunannya, lalu membuang muka dengan pura-pura menatap langit.
"hn, ada apa?"
"kenapa tempat ini sepi sekali? Apa tidak ada yang tau tempat ini?"
"hn"
"ka-kalo begitu hanya kita berdua dong yang tahu tempat ini?"
"hn"
"la-lalu, apa besok Sasuke-san mau menemaniku lagi kesini?"
"...hn"
"Sa-sasuke-san. A-apa maksudnya 'hn' itu?" ujar Hinata bingung lalu menatap Sasuke.
Lalu Sasuke menghela nafas lalu menatap balik Hinata. "iya, aku mau menemani kau lagi kesini"
"benarkah?" ujar Hinata dengan tersenyum senang lalu berdiri dan berjalan ke arah Sasuke.
"hn"
"janji, Sa-sasuke-san?" seraya mengulurkan jari kelingkingnya.
"hn, janji" ujar Sasuke sambil mengaitkan jari kelingking mereka.
.
Disinilah awal hubungan mereka..
.
.
.
.
5 tahun kemudian
.
.
Gadis kecil berumur 11 tahun sedang berlari ke arah padang rumput yang luas. Rambut indigonya yang sudah mulai panjang sekarang ia urai. Gadis itu berlari kearah teman kecilnya dan sekaligus juga orang yang dia suka, yaitu cowo berambut raven.
"ma-maaf aku terlambat Sa-sasuke-kun.. hah.. hah.." dengan nafas tersengal-sengal.
"hn, tidak apa-apa"
Mereka diam untuk sesaat.. Hinata menatap Sasuke bingung, tadi cowo ini yang menyuruhnya datang ke padang rumput ini karena ada hal penting yang harus dibicarakan. Tapi kenapa sekarang Sasuke diam saja?
"a-ano Sasuke-kun, ada apa? Katanya ada hal penting yang ingin kamu kasih tau?"
"aah.. iya, be-begini Hinata.." ujar Sasuke gugup. (wapdepak? Sasuke gugup? Ajaib, ajaib, ajaib. *di chidori sama Sasuke*)
"ke-kenapa Sasuke-kun?"
"i-itu.. begini Hinata.. maksudku.. aghh!"
"ada apa Sasuke-kun? Ka-kalo tidak ada yang dibicarakan, kenapa dari tadi kamu gugup?"
'tentu saja aku gugup, akh! Sial, bagaimana cara mengungkapkannya?!"
Sasuke menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya dengan perlahan.
"begini Hinata, aku.. sudah lama menyu- bukan maksudku aku sudah lama mencintaimu.. would you be my girlfriend?" ujar Sasuke lalu berjalan ke arah Hinata seraya mengulurkan kotak berwarna hitam.
Hinata yang mendengarnya hanya merona hebat. "a-aku.. Sa-sasuke-kun be-bercandakan?"
"sekarang aku lagi tidak bercanda, Hinata"
"a-aku.."
Walaupun dari luarnya Sasuke memasang wajah tenang, tapi didalamnya dia merasa sangat gugup. Bagaimanapun ini pertama kalinya dia menembak seorang perempuan, dan perempuan itu adalah teman masa kecilnya sendiri.
"jika kau menerimaku, ambil kotak ini lalu kau buka, dan kau pakai benda yang ada didalamnya. Tapi jika kau menolakku, ambil kotak ini lalu buang ke arah sungai itu." Ujar Sasuke sambil menunjuk sungai yang tak jauh dari mereka.
Hinata terdiam, bingung. Sebenarnya dia sayang dengan Sasuke, tapi dia tidak tau perasaannya lebih atau tidak terhadap Sasuke. Jujur, akhir-akhir ini Hinata suka berdebar-debar jika didekat Sasuke, tapi belum tentu itu 'Cinta' kan?
"Hinata.. jadi bagaimana jawabanmu?"
Hinata mengambil kotak hitam yang ada ditangan Sasuke, lalu membukanya. Sebuah cincin perak yang dihiasi berlian ditengahnya. Terkesan Simple, tapi indah untuk dipandang.
Hinata berfikir sekali lagi, lalu menghela nafas. 'semoga aku tidak salah pilih'
Hinata berjalan ke arah sungai kecil yang tak jauh dari mereka, lalu membuang kotak itu ke sungai.
Sasuke membulatkan matanya, tidak percaya bahwa dia akan ditolak. Hinata menghadap kearah Sasuke.
"Ma-maaf Sasuke-kun.. A-aku"
To Be Continue
.
.
.
.
.
ABA (Author Bacot Area)
Halooooooooo Gimana fict ini? Nanggung banget ya , ?
Gimana ? Gimana ? *asah golok* Jawab gak ! kalo gak jawab Author telen nih !
buat chapter selanjutnya lebih baik update kilat atau lama kayak fict ini aja?
Kalo gak ada yang jawab author update-nya lama :p
Btw author dapet banyak protesan nih dari para pemain kita di fict ini..
Sakura : woi.. maksud Lu siapa yang protes? Kita kan hanya ngomel-ngomel doang..
Sasuke : hah..? kita? Lu aja kali, gue enggak.. (Sakura sweetdrop)
Hinata : Saku-chan, bukankah itu sama saja ya?
Sakura : itu beda, Protes depannya dari 'P' tapi kalo ngomel depannya 'N'
*Hinata Sweetdrop*
Author : Woi berisik banget sih ! Author lagi fanmeet sama readers nih !
Naruto : Suka-suka kek! Gue kan juga pemeran utama, tapi kenapa di chapter ini gue ngga ngomong satu dialog pun?
Author : Gue lagi fokus ke SasuHina nih , pasangan favorit author !
*Hinata blushing ria sedangkan Sasuke...*
Sasuke : Woy, kenapa gue yang tampan , jenius dan populer di kalangan wanita, DITOLAK ? Pleasee deh cyinn.. Apa kata dunia nantinya?
*All sweetdrop*
Dari pada ngomong sama orang gak jelas kayak mereka semua mending kita bilang saatnya
.
.
REVIEW PLEASEEEE ;;)
