Nah! Ketemu lagi sama saya!
Untuk chapter yang satu ini, fokusnya bakal lebih ke Mitsuki. Sarada juga cuma muncul sekali. Dan ada karakter canon dari masa sekolah mereka yang muncul, meski OOC berat...
Oh ya. Emangnya Mitsuki punya loe, HtrBi48?
-ng-
"Kyaaa! Mitsuki-sama ada di sini!"
"Ganteng banget deh!"
"Jadikan aku pacarmu, Mitsuki-chan!"
"Jadikan aku yang kedua setelah dia, Mitsuki-sama!"
"Kyaaa! Dia tersenyum ke arah kita!"
"Aaah...Aku mau tepar! Kenapa senyumanmu harus begitu cerah dan menggoda, Mitsuki-chan?!
"Tahan tubuhku yang lunglai ini dengan lengan kekarmu, Mitsuki-sama!"
Ya. Inilah kejadian unik yang dialami anak Orochimaru itu sekarang.
Remaja itu baru saja mendengar berita tentang adanya fansclub untuk dirinya di Konoha. Penasaran akan apa yang ada disana, Mitsuki pun langsung mencari lokasi tempat pertemuan fansclub itu. Ya, selain ingin tahu kenapa ia baru tahu tentang fansclub yang sudah berusia dua tahun itu, dia juga penasaran karena berbagai kisah manis dan perihnya para ninja yang tidak sengaja bertemu fansnya, mulai dari Boruto yang dapat coklat banyak (bagus), Inojin yang dianugrahi penghargaan orang paling cantik di Konoha (orangnya sendiri gak tau mau ngomong apa), Shikadai yang waktu tidurnya digangguin sama orang-orang yang pengen tanda tangan (sangat merepotkan), hingga Sarada yang dapat surat cinta dari sepuluh cewek (ini bukan Yuri!). Sejauh ini, Mitsuki hanya menikmati saja perhatian super extra ini.
Disaat Mitsuki sedang mencicipi sensasi dikerubungi fansnya (yang kebetulan belum keluar mode beringasnya), ada dua orang yang tengah mengawasi pemuda berparas tampan berambut biru langit itu.
"Tuan Orochimaru," Kata sang wanita berambut merah itu. "Tampaknya Mitsuki sudah lulus tahap S penelitian kita. Dengan ini, sudah terbukti bahwa Mitsuki tergolong salah satu Shinobi muda yang paling rupawan di Konoha."
"Kukukukuku." Tawa jahat Orochimaru muda pun lepas dari bibirnya. "Mitsuki memang didesain olehku agar banyak sifat burukku yang tidak dibawa oleh genetik tubuhnya, termasuk wajahku yang kuakui cukup menyeramkan, tapi tidak kusangka ia akan tumbuh menjadi orang setampan ini."
"Dia hampir seseksi Sasuke dulu..." Kata Karin sembari sedikit membatin akan cinta monyetnya yang dulu. Rona pipinya pun menghampiri warna rambutnya saking tersipu dirinya. Ya, dirinya masih sedikit cinta pada Sasuke, tapi ia sudah menghargai keputusannya untuk berumah tangga dengan orang lain.
"Memang pilihanku tepat untuk melatihnya agar dapat hidup mandiri sebagai manusia tulen." Ujar Orochimaru sembari tersenyum kepada dirinya sendiri. Ya, seperti Naruto dan Boruto, kehidupan keluarga Mitsuki tidak bisa dibilang normal dan sangat renggang pada awalnya. Kita membicarakan Orochimaru di sini yang suka pake tubuh orang semena-mena, lho. Jenis kelaminnya aja suka gak jelas! Untung saja sannin ular itu sudah memperlihatkan suportnya kepada Mitsuki beberapa kali sehingga anaknya bisa memaafkan berbagai eksperimen yang telah dilakukannya. Hubungannya dengan Konoha pun telah membaik berkat berbagai eksperimennya yang lebih ditujukan untuk keperluan masyarakat. Bahkan ia pun tidak ikut menambah hukuman untuk Mitsuki meski ia telah memalukan nama keluarganya dengan serangannya kepada para Shinobi muda di Konoha waktu itu. Ya, singkatnya, Orochi sudah tobat betulan. "Hmm? Hampir se-seksi Sasuke katamu? Menurutku ia bahkan lebih tampan dari Uchiha itu." Tambahnya sambil menyeringai.
"Ya, kuakui kalau Mitsuki adalah perbaikan ket-" Karin harus menghentikan dirinya sendiri agar tidak terkena amarah Orochimaru. Sialan si Suigetsu, dan sialan juga lawakan dan mulutnya itu. "Hasil dari proyek manusia buatan anda yang terbaik, tapi ada alasan sendiri kenapa anda pernah memilih Itachi dan Sasuke sebagai tubuh anda yang selanjutnya." Ujarnya tenang. Padahal, kalau ia membiarkan diri bipolarnya berkoar-koar, ia sudah berteriak ria tentang kehawt-an klan Uchiha yang sudah terbukti tahan banting itu. Lihat saja! Kutukan kebencian yang membuat para Uchiha menjadi emo super keren telah dihapus, dan hasilnya adalah anak gadis bernama Sarada yang sangat manis. Apapun yang terjadi, mau dikutuk jadi setengah kucing kek, mau dikutuk jadi lebih gemulai dari banci kek, Uchiha tetap nomor satu soal paras!
"Anakku juga spesial, Karin Uzumaki. Hasil rekayasa genetika, gitu lho..."
"..." Tau gini, Karin tadi gak perlu hati-hati soal bicara perbaikan keturunan...
Sementara itu...
"Semua sudah siap, girls?"
"Okeh, ketua!"
"First Genjutsu, start!"
Tampaknya, semua ini hanyalah jebakan bagi Mitsuki, para reader yang tercinta! Apa yang sebenarnya mereka inginkan? Apakah para fangirls ini sebenarnya adalah ninja pembunuh bayaran yang telah dikontrak untuk membunuh Mitsuki?
"Ah. Konoha hari ini lagi panas-panasnya ya..." Kata Mitsuki, yang langsung membuka kimononya di bagian dada tanpa memedulikan. Suara desahan kepuasannya pun terdengar begitu ia merasakan angin sepoi-sepoi mendinginkan tubuhnya. Perlahan ia memejamkan matanya, dadanya dibusungkan agar ia lebih bisa merasakan nikmatnya kesejukan itu. Mulutnya yang ranum masih saja mengeluarkan desahan-desahan kenikmatan.
Sontak, seluruh fangirlsnya langsung terkena serangan jantung sambil mimisan melihat adegan yang menurut mereka sangat seksi itu.
"GYAAAAA!" Terdengar teriakan beberapa wanita yang terpelanting saking dahsyatnya nosebleed mereka. Ketahuan yang suka mimpi-mimpi erotis tiap malem!
Wahahaha! Tidak sia-sia juga penelitianku yang berhasil menemukan kebiasaan seksi Mitsuki-sama saat ia menikmati kesejukan di bawah keterikan! Batin sang ketua klub fangirls itu, yang masih berdiri tegak meski nosebleednya tidak kalah akut binti deras. Benar-benar jiwa kepemimpinan yang tangguh.
Ya. Akhirnya, jebakannya tetap menjurus kepada urusan dan kenikmatan para fangirls.
-ng-
"HIMA PUTRIKU! KE-KE-KE-KENAPA JADI BE-BE-BEGINIII?!"
"Hi..Hinata-sama, yang...yang tegar ya..."
Dan kemudian, sang pesuruh di klan Hyuuga yang terkenal stoik itu pun tidak bisa membendung air matanya. Ia pun turut menangis atas duka yang menyelimuti sang putri hari itu atas kejadian miris yang menimpa sang anak.
Bagaimana kronologisnya?
Singkatnya Himawari, yang bonyok nggak karuan sampai tidak siuman lagi setelah ditonjok pake Shannaronya Sarada dua hari yang lalu mendapat obat baru hasil racikan Sakura sendiri. Sakura, yang sedang turut menemani Sarada, yang tengah menjalani latihannya untuk menahan emosi diri dengan meditasi di air terjun antah berantah (padahal semua tahu itu hukuman Hokage karena ngirim anak orang penting ke ICU sembarangan, tapi Sarada yang mengidolakan Hokage itu pun langsung terima saja tanpa curiga), hanya memberikan instruksi saja untuk apa saja yang harus dokter dan suster lain lakukan. Sialnya, entah Sakura lengah atau resepnya dimanipulasi Sarada, hasilnya obat tersebut juga mengandung ramuan eksperimental lain untuk tujuan yang jauh berbeda.
Nama ramuan itu adalah 'Ramuan Juliet', yang dapat membuat sang penenggak mati suri hingga ninja medis terhebat sekalipun masih dapat dikibuli atas status hidup matinya peminum obat.
Jadi wajar saja semuanya mengira kalau Himawari telah berpulang. Miris sekali nasib anak perempuan yang sangat baik budi pekertinya itu; hanya bermain tukang ngintip mesum sekali saja langsung kena karma yang dahsyat seperti ini...
-ng-
"Hmm...rasanya ingin minum yang manis..." Gumam Mitsuki yang masih mengenakan kimononya dengan bagian dada yang terbuka lebar.
"I...ini, tuan Mitsuki." Kata seorang Kunoichi yang dengan sigap sudah membawakan milkshake coklat kepada Mitsuki.
"Emmm..." Desahan itulah reaksi sang Sannin ular muda yang kini sudah kembali melumat lollipop dingin rasa es krimnya. Gadis pelayan sang pembawa minuman pun merasa ikut kepanasan melihat mulut dan lidahnya memainkan lollipop tersebut dengan lihai.
Berbicara soal pelayanan...
Sebenarnya, pelayanan yang diberikan kepada Mitsuki ini tidaklah cuma-cuma, meski sifatnya bukan bayaran pake duit. Mitsuki hanya perlu memberikan bahan-bahan serba guna kepada para ninja wanita sebayanya itu. Nantinya, bahan itu bisa digunakan untuk cuci mata, ngehayal yang nggak-nggak, bikin nafsu terbangkitkan sampai ngiler-ngiler, dan memberikan kesenangan bagi orang-orang yang merasakannya secara langsung ataupun tidak langsung.
Intinya, mereka semua rela memberikan apapun kepada Mitsuki, asalkan ia tetap berperilaku seksi di hadapan mereka.
Sang pimpinan club Mitsuki hanya dapat mengibaskan rambut ungunya pertanda ia ikut kepanasan juga...untuk alasan lain tentunya. Sayangnya, ia hanya bisa gigit jari menahan nafsu belaka. Rugi sekali jika rencananya hancur hanya karena ia dan rekan-rekannya sedarah dan senafsu-fetish tidak bisa menahan diri.
Cih! Sarada beruntung banget punya pacar kayak dia!
"Hmmm..." Mitsuki pun mendesah lagi ketika ia menikmati milkshakenya. Ketika milkshake tersebut sudah habis setengahnya, dengan rakusnya Mitsuki langsung menenggak minuman itu hingga habis dalam sekejap. Sontak, ada sebagian yang tumpah ke dadanya yang terbuka. Setelah ia selesai menggigil menikmati sensasi dadanya yang panas tersiram minuman dingin tersebut, ia pun mencolak-colek dadanya, kemudian diemutlah ketiga jarinya yang ia gunakan untuk mengambil sisa minumannya. Terdengar desahan-desahan kenikmatan yang lagi-lagi keluar dari mulutnya.
Kali ini, sudah tercatat 80% pasukan fansclub Mitsuki yang gugur di medan menahan hawa nafsu. Sisanya tidak tahan lagi. Mereka benar-benar sudah terjatuh dan ingin merekalah yang dijilati Mitsuki-sama.
"MITSUKI-SENPAI!"
"MITSUKI-SAMA!"
"TINGGALKAN SI MATA EMPAT ITU-"
"JADIKAN KAMI BAGIAN DARI HAREM-MU!"
Tanpa mereka ketahui, ada banyak ular yang bersiap menangkap mereka basah...
-ng-
Kedua orang yang sedari tadi (satunya mimisan parah) memperhatikan gerak-gerik Mitsuki punya pendapat yang berbeda.
"Kukuku...anakku sudah menguasai dasar tipu muslihat Shinobi, ya..."
Bagaimana si Karin? Ia mulai berpikir dua kali soal tawaran Suigetsu untuk perbaikan genetik agar terlihat lebih tampan lagi. Walau ia harus mengakui kalau ia menikmati pemandangan tersebut (dengan mengganti Mitsuki dengan cowok hot seusianya), tapi ia juga tidak tahu apa yang terjadi jika Suigetsu harus mendapat banyak fangirls seperti Mitsuki. Dia kan tidak secerdas Mitsuki yang hampir setara dengan Shikadai itu.
Sepertinya aku harus belajar menerima Suigetsu apa adanya...
-ng-
"Le...lepaskan kami, Mitsuki sialan!"
"Hn." Kata Mitsuki datar layaknya seorang Uchiha yang sangat dikenal orang itu. Mode Sagenya telah aktif untuk antisipasi "Apa kau bisa menjamin anak buahmu untuk tidak menyerangku?"
"Kyaaa! Fetish Mitsuki okeh bangets!"
Mitsuki hanya tersenyum lagi. "Sepertinya kau akan terikat lebih lama lagi...Sumire."
"Keparat kau dan keparat juga senyumanmu itu!" Kata Sumire, yang seperti Sarada juga sudah menjadi remaja yang cantik, namun sifatnya menjadi campuran antara sang ketua kelas yang manis, dan ninja yang telah ditempa keras oleh sang ayah. Hilang sudah sifatnya yang selalu sopan 100%, hingga ia berani berserapah kepada sang cowok pucat ini.
"Lagi PMS ya?" Tanya Mitsuki brutal.
"Kamu..." Kata sang mantan ketua kelas sembari merasakan amarahnya tambah meluap-luap. "DASAR ANAK ULAR GILA! MASA NANYA KAYAK GITUAN KE CEWEK?"
"Berarti aku benar, kan?"
Sumire pun hanya bisa tersipu marah campur malu mendengar ucapan Mitsuki.
"Kalau begitu jawab; apa ini ada hubungan dengan program para mantan anggota Ne?"
"Ne? Tidak, Mitsuki. Tidak ada hubungan antara Ne dengan apa yang kulakukan ini." Kata Sumire tegas.
"Hmmm..." Kata Mitsuki yang sudah merapat ke Sumire. Lidahnya mulai menjulur dan mendesis layaknya ular. "Kira-kira apa, ya..."
"Ka...kau!" Teriak Sumire yang mulai terbata-bata mendapati dirinya tertarik lagi kepada pesonanya Mitsuki meski ia sudah menjadi Sage. "Beraninya kau menggunakan kondisi-kyaaa!"
"Nn?" Gumam Mitsuki yang baru saja selesai menjilati leher Sumire. "Kenapa, Sumire? Bukankah ninja dalam interogasinya harus menggunakan segala cara?"
"I...iyaaa! Tapi kami sama sekali tidak mau menyaaaaa-!" Sang gadis pun hanya bisa meracau karena Mitsuki sudah menggosok-gosokan telapak tangannya ke pinggang miliknya. Entah kenapa kulitnya yang kini bersisik layaknya binatang melata malah membuat sentuhannya terasa dahsyat. Apakah Sumire punya fetish terpendam?
"Kalau begitu, jawab; kenapa kau mengumpulkan para wanita ini yang menjadi sangat mabuk kepayang karena Genjutsumu yang menggunakan Nue itu?"
Genjutsu? Memang mereka tergila-gila padamu, Mitsuki! Aku kan anggota baru mereka yang kebetulan jadi pelaksana proyek ini! Batin Sumire malah bertanya-tanya. Kecuali...pantas Nue jadi gemuk dan mirip kucing betina sekarang! Dia punya hubungan mutual dengan nafsu birahi para fangirlsnya Mitsuki termasuk diriku!
"Nah, Sumire? Aku menunggu jawabanmu."
Sebelum Sumire bisa berfikir soal apa ia harus menjawab pertanyaan Mitsuki dengan jawaban sebenarnya yang terdengar konyol itu, Mitsuki mendadak teralihkan perhatiannya ke tempat lain. Menanggalkan mode Sagenya, ia pun pergi dari tempat tersebut. Beberapa menit setelah ia pergi, para ular itu pun membebaskan para gadis Shinobi itu untuk menyusul Shinobi berambut biru itu.
-ng-
"Kemana ya dia? Karin?"
"Aku mendeteksi chakra milik...Uzumaki?"
"Hmm...Himawari tengah berada di rumah sakit, dan Naruto sedang ada urusan di desa-desa sekitar negara api. Pasti itu Boruto. Ayo, Karin. Kita juga harus menyusul Mitsuki melawan rival sekaligus temannya."
Kemudian mereka pun ikut mencari kemana Mitsuki pergi, bertanya-tanya apa alasan Mitsuki ingin melawan lelaki sebayanya yang punya rambut layaknya daun pisang itu.
Sewaktu mereka datang ke lokasi kejadian perkara, hanya inilah reaksi mereka:
"APA-APAAN INI?!"
-ng-
"Hmm..." Gumam Sarada, yang terbangun dari semedinya. "Instingku berkata kalau Boruto sedang berbuat sesuatu yang bodoh...lagi..." Ia pun hanya menghela nafasnya mengetahui kebiasaan bodoh pacarnya yang satu ini. "Mitsuki juga..." Tambahnya.
1
2
3
"KYAAA! APA YANG KULAKUKAN? KENAPA AKU HARUS MEMIKIRKAN KEDUANYA SEKARANG? PASTI KEDUANYA SEDANG MELAKUKAN SESUATU YANG BODOH, MESUM, DAN SANGAT SEKSI-AAAAH! AKU BERPIKIR YANG NGGAK-NGGAK LAGI!"
-ng-
"Kau akan kalah, Mitsuki!"
Haha! Sarada suka yang beginian, tahu!
Boruto memang dari dulu terkenal sebagai pembuat onar yang ingin membuktikan dirinya sendiri sebagai ninja nomor satu.
"Hmm. Akan lebih baik jika kau fokus kepada pertarungan kita daripada terus berbicara, Boruto."
Sarada, aku akan mengalahkannya demi hatimu!
Dan kini rivalnya adalah Mitsuki, yang meski jauh lebih peka terhadap situasi sosialnya, ia tetap punya andil dalam melakukan beberapa hal bodoh.
"KYAAA! AKU JADI ANGGOTA TIM MITSUKI-SAMA AJA DEH!"
"BORUTO-CHAN! KULITMU YANG TERBAKAR MATAHARI MEMBUAT SIX-PACKMU SEKSI SEKALI, BAHKAN LEBIH SEKSI LAGI DARI MITSUKI-SAMA!"
"GOYANG YANG LEBIH HEBOH, TSUKI'KUN!"
"LEBIH HOT LAGI, BOLT!"
Ya. Inilah realita cinta dan Shinobi di masa kini.
Kedua shinobi ini kembali bertarung menggunakan referensi buku icha-icha favorit mereka; Boruto yang telanjang dada dan menari layaknya penari di klub-klub malam berdasarkan petuah Icha-Icha Chick'n Dales, Mitsuki yang melakukan tarian ular sesuai dengan yang ada di Icha-Icha Eco'n Exo. Keduanya berusaha sebisa mereka untuk meniru 100% adegan tarian-tarian seksi yang ada di buku mereka masing-masing, dengan fanbase mereka sebagai taruhannya.
Sontak, hampir seluruh pemudi di Konoha ikut menonton adegan pertarungan yang tidak biasanya ini sebagai... sarana cuci mata, ehem ehem...
Dan tampaknya hasilnya menjadi jauh lebih liar dari yang ada di bayangan Boruto.
"Kalau dijadiin pairing bakal lebih hot, deh!"
"OC-ku cocok nggak ya diperebutkan mereka berdua..."
"Gambar Yaoinya kok ada ceweknya, Sumire?"
"YAOI DENGKULMU! Ini kan aku diperebutkan mereka!"
"Ganti sama Inojin lebih cocok deh."
"SUDAH KUBILANG AKU BUKAN PENGGEMAR YAOI!"
Fanbase mereka bukan hanya saling tukar-menukar anggota, tapi juga saling berimajinasi ria. Ada yang bikin Yaoi dengan pairing mereka sampai ditambah cowok-cowok hot lain kayak Inojin dan bahkan Hokage mereka sendiri, yang nggak suka Yaoi bikin karangan soal diri mereka diperebutkan oleh kedua sexy dancers itu, yang tukang gosip dan shipping mulai bikin gosip panas pake Sarada, Sumire, dan bahkan ibu teman mereka yang memang masih bahenol seperti Ino dan Sakura, dan bahkan beberapa merencanakan agar mereka bisa dimasukan ke Harem punya Mitsuki/Boruto yang mungkin nggak akan pernah ada.
Bagaimana di tempat lain? Oh ya. Orochimaru merasa malu tentunya, ular-ular kesayangannya digunakan untuk kegiatan nista seperti ini, tapi ia juga ingin Mitsuki menang. Sementara dilema Karin makin besar saja, karena dia harus memilih untuk membiarkan Suigetsu menjadi Suigetsu yang sekarang ini atau Suigetsu yang sudah dipermak menjadi Super Hot Suigetsu.
Sementara itu, di tempat lain...
"Hinata anakku, kau tidak perlu melakukan ini."
"Hiks, hiks...ini sudah tanggung jawabku, ayah..." Kata Hinata yang membawa obor dalam kondisi sudah menyala.
Dan kemudian, api pun mulai berkobar di atas tubuh Himawari. Para anggota klan Hyuuga pun mulai mendoakan agar arwah Himawari dapat diterima dengan tenang. Bahkan Hinata pun mencoba agar tetap optimis, senyumannya menghiasi wajahnya yang masih menangis, mulutnya berbicara soal akhirnya Himawari dapat bertemu dengan paman Neji yang cerita kebaikannya selalu diceritakan oleh Hiashi dan Hinata.
Hingga akhirnya...
"PAAANAAAAAS!"
Dan Himawari pun harus diobati luka bakarnya selama 7 hari 7 malam, beserta Hinata dan Hiashi yang jantungan melihat mayat Himawari terbang ke langit-langit kompleks perumahan Hyuuga dalam kondisi masih terbakar.
-ng-
WKWKWKWK! Maaf ya kalau chapter yang satu ini lebih garing. Soalnya konsepnya emang jauh beda dari yang sebelum-sebelumnya.
Dan semuanya ini hanyalah komedi. Saya sendiri suka sama kharakternya Hima yang ngegemesin itu. Sekali lagi, namanya juga komedi.
Dan- FLAME SAYA! FLAME SAYA SEBANYAK-BANYAKNYA! WAHAHAHAHA!
