Reality
Pair : hunkai (sehun&kai)
Cast : kim jongin, oh sehun & others
Rated: T
Warning: this is yaoi story And typo everywhere
Genre:school life, friendship, romance and hurt/comfort
.
preview
.
Akhirnya ia memutuskan untuk ikut menaiki ranjang tersebut dan memposisikan badan di samping jongin. Dan tanpa terduga jongin langsung memeluk pinggang nya sangat erat.
Sehun sempat terkejut, tetapi akhirnya ia tetap tak menolak dan bahkan ikut memeluk tubuh jongin lalu meletakkan tangan nya sebagai bantalan untuk jongin dan menyusul jongin ke alam mimpi nya.
Dan sehun mendapat satu fakta bahwa jongin ini sangat manja!
.
.
.
Sehun perlahan-lahan mulai membuka matanya, ia menerjapkan nya beberapa kali. Ia merasakan ada tangan yang bertenger pada pinggang nya dan saat ia nenoleh ke samping benar saja ada jongin yang masih tertidur dengan memeluknya dan ia juga baru sadar tangan nya juga sedang memeluk jongin.
Sehun langsung melepaskan pelukan nya yang membuat jongin mengeliat kecil karena pergerakan tiba-tiba itu.
"eunghh... " jongin membuka matanya dan menerjapkan nya juga beberapa kali hingga ia sadar ada sehun di kamarnya.
"se-sehun?"
"cepat buat sarapan!" sehun langsung menyuruh jongin.
"tapi kenapa kau bisa disin-"
"sekarang!"
"Ah iy-iya" jongin langsung bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya dan gosok gigi.
Sedangkan sehun masih di ranjang merenungi apa yang ia lakukan dengan jongin kemarin, seharusnya ia tak boleh baik pada jongin. Ingat dia hanya murid lemah sehun, ingat! Inner nya dalam hati. Dan ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tak boleh baik pada jongin.
Setelah beberapa menit jongin keluar dari kamar mandi dan tak menemukan sehun di ranjang nya yang berarti sehun sudah kembali ke kamar nya, sebenarnya jongin agak merasa heran saat mendengar cara bicara sehun yang terkesan lebih dingin dari sebelumnya. Tapi ia tak mau memikirkan itu terlalu lama, Lalu jongin pun turun ke dapur untuk membuat sarapan.
HUNKAI
sehun mulai menuruni tangga sambil memasangkan dasi nya, ia langsung menuju ke dapur dan melihat makanan sudah tersaji di meja makan dan jongin sudah tak terlihat yang berarti ia sedang siap-siap untuk berangkat ke sekolah.
Sehun mendudukkan dirinya pada kursi disana dan langsung mulai memakan masakan jongin. Beberapa menit kemudian jongin juga terlihat menuruni tangga dan langsung menuju meja makan. Ia melihat sehun sedang makan dengan tenang.
Jongin juga langsung mendudukkan dirinya mulai menyiapkan piring dan ikut makan bersama sehun. Ia sesekali melirik sehun yang tetap makan dalam diam.
"sehun.. Nanti ak-" jongin belum menyelesaikan kalimatnya sehun lagi-lagi memotong nya.
"diam!"
"tapi aku mau meng-"
"Aku bilang diam ya diam! Saat makan tak boleh ada yang berbicara" ucap nya lagi.
Jongin langsung terdiam saat sehun menaikkan nada suara nya.
Setelah selesai mereka langsung berangkat ke sekolah menaiki mobil sehun dan mereka hanya diam tak ada yang memulai berbicara, jongin takut berbicara dengan sehun karena sedari tadi sehun nampak dingin seperti saat mereka pertama bertemu.
Saat melewati sebuah pertigaan tiba-tiba sehun menepi kan mobilnya. Jongin yang heran mengalihkan pandangannya ke arah sehun.
"turun!" sehun berbicara ke arah jongin tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan di depannya.
"tapi sehun, ini masih agak jauh"
"Aku bilang turun!" perintah nya lagi.
"Tapi-"
"kau tak mengerti bahasaku?"
Jongin akhirnya menghela nafas dan turun dari mobil sehun. Dan sehun langsung melajukan mobilnya menuju ke sekolah. Sedangkan jongin hanya memandangi mobil sehun yang terlihat menjauh. Ia masih bingung kenapa sehun seperti ini, kenapa berubah seperti ini? Kemarin sehun terlihat lebih baik tapi kenapa sekarang berubah?
Lalu jongin mulai berjalan ke arah sekolah nya yang lumayan agak jauh itu.
HUNKAI
Baekhyun dan chanyeol baru saja memasuki kelas dan menghampiri jongin yang terlihat sedang membaca buku di tangan nya dengan tenang.
"Jongin... " baekhyun langsung mendatangi jongin dan memeluk nya.
"Yak! Kau apa-apaan sih? Lepaskan!" jongin sangat risih dipeluk seperti ini dengan baekhyun.
"Aku rindu dengan mu"
"Bukan, lebih tepat nya kami" tambah chanyeol.
"hmm aku hanya tak masuk sekolah sehari. Oke?"
"Ya, tapi kami khawatir. Apalagi setelah mendengar penjelasan mu kemarin" kata baekhyun lagi.
"Maafkan aku, kalian tak usah khawatir. Aku baik-baik saja" jongin tersenyum untuk menenangkan mereka.
Saat mereka mengobrol tiba-tiba sehun datang memasuki kelas dan duduk tepat di samping kanan jongin. Dan mereka memperhatikan gerak-gerik sehun dari masuk sampai duduk. Terlihat chanyeol menggeram melihat sehun. Ia masih kesal dengan sehun.
Chanyeol hendak menghampiri sehun namun tertahan karena bel tanda pelajaran akan dimulai berbunyi akhirnya ia dan baekhyun langsung duduk tepat di depan jongin.
.
.
.
"jadi itu nama-nama kelompok kalian, dan tugas harus dikumpul 2 hari lagi" kata Jung Saemm.
"baik Saemm" jawab mereka serempak.
Setelah itu Jung Saemm keluar dari kelas.
"Jongin, kau tak apa sekelompok dengan nya? Atau aku akan memberitahukan pada Jung Saemm untuk mengganti kelompok?" tanya baekhyun khawatir.
Dan jongin hanya tersenyum pada baekhyun, ia sangat tau baekhyun khawatir padanya.
"tak apa baek. Lagian tak ada yang mau sekelompok dengan ku lagi"
Baekhyun menghela nafas nya, benar juga perkataan jongin.
"ya sudah, bagaimana kalau kita ke kanti bersama?" ajak chanyeol tiba-tiba.
"Ah aku di kelas saja. Aku tak lapar" kata jongin.
Sebenarnya jongin lapar, hanya saja ia tidak mempunyai uang. Ia lupa untuk meminta pada sehun, dan jongin tak mau merepotkan baekhyun dan chanyeol.
"benar tak apa?" baekhyun memastikan.
Jongin tersenyum dan mengganggukkan kepala nya.
"baiklah, kami ke kanti dulu" pamit chanyeol dan baekhyun.
Jongin tersenyum lagi dan memperhatikan baekhyun dan chanyeol yang terlihat menjauh dan menghilang di balik pintu kelas. Jongin juga bingung dengan hubungan baekhyun dan chanyeol sebenarnya, karena mereka terlihat dekat sekali bahkan selalu bersama dimanapun. Saat baekhyun menelfon nya pun chanyeol juga berada disana yang notabane nya sudah malam untuk orang bertamu.
Tapi jongin langsung menggelengkan kepalanya, mungkin mereka sudah berteman dari kecil makan nya dekat sekali, pikir nya.
HUNKAI
Sehun memasuki kelas nya dan melihat jongin sendirian berada di kelas.
"Ah sehun" jongin tersenyum melihat sehun, tetapi sehun tetap menunjukkan wajah datar nya.
"hmm.. "
Jongin nampak ragu untuk melanjutkan perkataan nya karena mendapat respon seperti itu oleh sehun, tetapi akhirnya setelah mengumpulkan keberanian nya jongin mulai melanjutkan perkataan nya.
"ba-bagaimana kalau kita mengerjakan tugas nya nanti malam?" jongin nampak was-was dengan jawaban sehun.
"Tak bisa" jawab sehun acuh sambil memainkan handphone nya.
Ya sehun dan jongin memang sekelompok, karena itu lah baekhyun dan chanyeol khawatir dengan jongin, mereka sudah tau bagaimana sifat sehun.
"kenapa?" tanya nya lagi.
"Aku akan keluar nanti malam"
"kemana?"
"bisa diam tidak? Mulutmu itu cerewet sekali sih! Lagian kau tak punya hak untuk mengetahui aku akan pergi kemana" bentak sehun karena dari tadi jongin menanyai nya.
Jongin langsung menundukkan kepalanya, ia takut pada sehun jika sedang berada pada kondisi seperti ini. Ia tak tau kenapa sehun terlihat sangat membenci nya, karena setau nya ia tak pernah membuat kesalahan pada sehun.
"kau kerjakan saja sendiri" kata nya dan langsung berlalu keluar kelas.
Dan jongin tetap menundukkan kepalanya sampai sehun benar-benar keluar kelas.
TBC/END
sampai sini dulu ya? Hehehe...
Maaf banget akhir-akhir ini jarang update soal nya banyak banget tugas yang mengharuskan aku pulang magrib jadi nggk ada waktu buat nulis.
Maaf juga ini pendek banget tapi aku janji bakal update cepet, jadi setiap chapter agak dikit gitu word nya.
Jadi bagaimana menurut kalian cp ini?
Wanna review?
