Chapter Three : Animal Visiting dan Hari terakhir di Bogor

Disclaimer : Hetalia © Hidekazu Himaruya dan semua lagu yang ada di fanfic ini punya penyanyinya masing-masing

Warning : OOC, typo, alurnya gaje dll


Mari kita liat keadaan mereka sekarang yang sekarang udah ada di dalem bus menuju ke tempat wisata selanjutnya ...

"Den, Karokean yuk!" kata Spain

"Boleh juga tuh! Mau lagu Indonesia, Barat, Jpop ato Kpop?" tanya Raden

"Lagu Indonesia aja, Den" kata Amerika "Kan lagu-lagunya bagus tuh"

"Tapi jangan yang aneh-aneh" kata England

"Malu ya, kalo ntar disuruh nyanyi~" ejek France

"Stop Ngeledekin gue terus!"

"Udah dong, sesama negara jangan suka ledek-ledekkan" lerai Jerman

"Udah biarin aja, West" kata Prussia "Justru kalo diantara kita gak ada yang berantem, malah jadi gak awesome"

"Yah, tapi gak sering-sering juga, bruder"

"Oke, kita undi pake nih spidol yang pas lagunya berhenti megang dia yang nyanyi" kata Ayu "Dan lagunya pake lagunya anak-anak"

"HAH! LAGU ANAK-ANAK!?" pekik mereka semua termasuk Raden

"SERIUS KAMU, YU!" pekik Raden

"Iya kak, bukannya kita sering kayak gi..!" kata Ayu tapi keburu di bekep Raden

"O-oke deh (Itu Aib gue! Jangan dikasih tau!)" bisik Raden "K-kita pake lagu "Potong Bebek" aja ya"

"Iyaaaa" jawab para nation dengan lemes

"Mulai dari gua ya, satu, dua, tiga..."

Potong bebek angsa, masak di kuali

Nona minta dansa, dansa empat kali

Spidolnya sekarang udah di tangan Prussia dan si "awesome" ini langsung iseng – ngoper spidolnya sengaja dilambatin. Kelamaan, tuh spidol langsung ditarik sama Jerman dan dioper ke Italia terus Jepang dengan cepat..

Sorong ke kiri, sorong ke kanan

Lalalalalalala la la

Masuk ke hutan, ambil rambutan

Dikejar-kejar sama orang utan!

Dan spidolnya berhenti dimana sodara-sodara?! Ternyata di ...

"LAH, KENAPA HARUS GUE!?"

"Yak! Romano, maju ke depan!"

"Elo sih Prussia! Jadinya gua yang kena kan!"

"Kok gua yang awesome ini disalahin? Kan gua tadi cuman ngoper spidol doang" kata Prussia dengan wajah yang kayak gak punya dosa

"Udah Romano maju sana, gua akan ngedukung elo~" kata Spain dan Romano pasang muka "le dafuq"

"Jepang, videoin ya, aru"

"Tentu saja"

"Ve~ Nii-chan, Semangka!" kata Italia

"Semangka?" tanya Jerman

"Artinya "Semangat Kakak!"."

"Mau lagu apa?"

"Elo tau lagu ini gak..." tanya Romano sambil membisikkannya ke Raden

"Untung bukan gua yang kena" kata England

"Emang kenapa sih, Iggy? Malu banget buat nyanyi doang" kata Amerika

"Kayak lo gak malu aja"

"Oh, tau-tau ada lagunya tunggu bentar" kata Raden

"ngomong-ngomong, mau nyanyi apaan nih anak?" tanya Switzerland

"Nii-sama, seandainya spidol tadi berhenti di Nii-sama, kau bakal menyanyikan lagu apa?" tanya Liechtenstein

Switzerland sontak terkejut mendengar pertanyaan adiknya "E-e-e lagu apa ya?"

"Siap ya"

"Oke sekarang gua bakal nyanyiin lagu Budi – 123456"

Semuanya langsung bertepuk tangan bertepatan dengan lagu intronya dimulai...

Ada sebuah cerita tentang aku dan dia
Jumpa pertama ku dengannya di satu sore yang cerah
Singkat kata singkat cerita ku berjalan dengannya
Namun apa yang aku rasa mungkinkan ini cinta

Dan hatiku bayangkan dirimu mulai ada rindu
Dunia ku terhenti karena kamu
Mungkin bisa jadi milikku
Semoga lagu cinta ini bersarang tepat di hatimu

Semuanya mendukung nyanyian Romano dengan tepukan tangan

Satu kali ku bertemu dualam sudah rasaku
Tiga kata yang ku tahu aku cinta padamu
Empat malam ku menunggu jawaban cinta darimu
Lima tanda yang kau beri enampaknya kau cinta padaku

"Na nana nanana nanana" senandung para nation lain mengikuti nada lagu

Dan hatiku bayangkan dirimu mulai ada rindu
Dunia ku terhenti karena kamu
Mungkin bisa jadi milikku
Semoga lagu cinta ini bersarang tepat di hatimu

dan 6 rasa ku tanam cintamu akan kembang
Begitulah proses akan menangkap hati darimu
Ya namanya orang juga lagi usaha, mau gimana lagi
Kau di sana ku di sini aku tersipu artinya malu

Satu kali ku bertemu dualam sudah rasaku
Tiga kata yang ku tahu aku cinta padamu
Empat malam ku menunggu jawaban cinta darimu
Lima tanda yang kau beri enampaknya kau cinta padaku

Satu kali ku bertemu dualam sudah rasaku
Tiga kata yang ku tahu aku cinta padamu
Empat malam ku menunggu jawaban cinta darimu
Lima tanda yang kau beri enampaknya kau cinta
Enampaknya kau cinta enampaknya kau cinta padaku

"Na nanana nananana nanana" senandung mereka lagi

Enampaknya kau cinta padaku

"Terima Kasih" kata Romano sambil membungkukkan badan

Suasana bus sekarang riuh oleh tepukkan tangan apalagi dari Spain yang mukanya semangat bengeeet!

"Oke Romano, sebagai hadiah elo boleh milih siapa yang nyanyi berikutnya" kata Raden

"Mantap nih!" kata Romano dengan senyum jahilnya

"(perasaan gua gak enak nih)" pikir Prussia

"Gue pilih ... PRUSSIA!"

"KOK GUE?!"

"Rasain noh!" ledek England

"Waduh! Prussia yang nyanyi nih! Harus siapin penutup kuping nih" kata Spain

"Good luck ya, Bruder"

"Prussia si awesome mau nyanyi!" kata Hungary

"Liech, mendingan kamu tutup kuping deh" kata Switzerland

"Memangnya kenapa Nii-sama?"

"Demi kebaikkan kamu sendiri"

"Oke sekarang gua bakalan nyanyi..." kata Prussia sambil ngelirik ke hp "Adera – Lebih Indah"

"Serius?" kata Ayu

"Iya, udah buruan deh!"

"China, kau tau lagunya da~?"

"Belum, aru"

"Siap ya, satu, dua , tiga!" dan lagu intro pun dimulai

Saat ku tenggelam dalam sendu
Waktupun enggan untuk berlalu
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu

Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat ku melihat senyummu

Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu

Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

Ku percayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku

Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

"Cie Cie nyanyi buat siapa tuh?" tanya Ayu

"Ve~ buat Hungary-san ya~" kata Italia

"E-Enggak kok!" bantah Prussia sementara Hungary mukanya udah merah tuh

"Hungary-san sakit? Wajahnya jadi merah tuh" kata Liechenstein

"Ea! Ada yang wajahnya udah merah tuh" kata Amerika

"Prikitiew!" kata Ayu

"Udah udah, Pru sekarang siapa yang nyanyi?" tanya Raden

"Siapa ya?... Gue pilih – SWITZERLAND!"

"KENAPA ELO HARUS MILIH GUE?!" pekik Switzerland

"Ya, karena gua belom pernah ngeliat elo nyanyi" kata Prussia dengan entengnya lagi

Switzerland langsung ngasih "glare" ke Prussia yang seolah-olah bilang "kalo adek gua gak disini, udah gua DOR! Kepala lo"

"Yang semangat, Nii-sama!" kata Liechtenstein

"(Kak Raden, dipanggil sama pak Deden)" bisik Ayu [ Note : Pak Deden itu nama sopir bus disana ]

"(oh iya iya)" Raden langsung menghampiri sang sopir "Oke deh pak! Switzer, lo duduk lagi aja"

"lah, emangnya kenapa?" tanya Switzerland

"Ternyata kita sudah sampe!"

"YAELAH! ENAK BENER SI SWITZERLAND!" pekik Fance

"Udah udah, ntar abis dari sini kita lanjutin" kata Ayu

"Ngomong-ngomong nih tempat apaan?" tanya Hungary

"Bisa diliat di samping kanan, ini itu..." kata Raden sambil nunjuk ke papan di sebelah kanan

Dan tertulis disana "TAMAN SAFARI", ya sebuah kebun binatang yang sering didatangi wisatawan, anak-anak sekolah, dan lain-lain. Setelah membayar tiket masuk, bus itu sudah disambut dengan segerombolan gajah...

"Wah, ada gajah ve~"

"Boleh turun gak sih?" tanya Amerika

"Gak boleh, itu udah peraturannya" kata Raden

"Wah, ada jerapah aru"

Jepang lagi asik-asik foto-foto binatangnya pas nyampe di tempat Kudanil, The Bad Touch Trio langsung ngikutin Kudanilnya pas yang lagi buka mulut seeeelebar-lebanya dan langsung difoto sama Ayu

"Romano~ coba liat sini deh, ada kijang" kata Spain

"Nii-sama, lihat ada burung unta" kata Liechenstein

"Itu kambing gunung kan?" tanya England

Mereka pun pindah dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, kanan lagi, kiri lagi, nangkring di bangku orang. Sekarang sudah memasuki bagian satwa yang buas-buas, agak sulit buat ngedapetin foto satwa-satwanya disana mungkin binatangnya juga udah tau mau bakalan difoto kali ya? Jadinya mereka pada ngumpet, setelah melewati bagian yang itu maka sampailah mereka ke dalam Taman Safari...

"Oke Semuanya, pake nametagnya masing-masing!" kata Raden

Pas mau siap-siap turun Jerman ngeliat ada pemanggang di belakang...

"Den, elo bawa pemanggang buat apaan?"

"Ada deh! Itu dipakenya ntar gak sekarang"

oOo

Di depan bus mereka langsung foto bareng-bareng, Ivan pun membuka Guide Mapnya...

"Kita mau kemana dulu nih?" tanyanya

"Tuh kesitu saja, aru" kata Yao sambil menunjuk ke sebuah tempat yang agak gelap didalamnya

"Eh! ke tempat gelap!?" pekik Arthur "Ntar gua malah ngeliat hal-hal yang aneh lagi!"

"Udah gak apa-apa Arthur, kalo ngeliat yang aneh-aneh langsung tutup mata dan jangan teriak" kata Alferd

"Itu biar elo gak takut juga kan" kata Francis

"E-Enak aja! Hero kan gak boleh takut!"

"Ve~ Aku takut!" kata Feliciano

"Tenang aja Feli, di dalem bakal gak gelap seluruhnya kok" kata Ayu

"Bener nih, Kak Ayu?"

"Iya, udah pokoknya tenang aja"

"Tapi beneran tuh di dalem gak gelap total?" tanya Ludwig

"Kenapa West? Takut?" sindir Gilbert, sang kakak "awesome"

"Enggak, cuman mau mastiin aja"

"Memangnya ada hewan apa didalam, Raden-kun?" tanya Kiku

"Yah semacam ular dan kelelawar gitu, Yuk masuk!" kata Raden sambil mendorong Kiku masuk ke dalam dan diikuti oleh yang lain

Saat mereka masuk ke dalam, kebanyakan satwa yang ada disana itu yang memang aktif pada saat gelap seperti kelelawar ...

"Kelelawarnya agresif gitu sih" kata Francis

"Takut ngeliat muka lo kali" kata Antonio "Lovi, bener gak takut kan?"

"Iya! Udah diem aja kek!"

"Tumben elo diem aja, Li" kata Gilbert ke Elizabeta

"Emang lagi pengen diem sekarang!"

Arthur sama Alfred langsung lewat dan berdehem sebentar

"Ni berdua kenapa sih?"

"Tau, lagi pada akur kali ya" kata Elizabeta

Baru aja kepikiran sama Raden satu hal "( Gua baru inget kalo mereka belum tau arti berdehem deket orang yang lagi berduaan di Indonesia )"

Mereka akhirnya sampai di ujung terowongan dan pas sekali di sana lagi ada petugas yang mau ngasih makan ke ular boa, begitu ayam yang masih idup dimasukkin, ularnya mendekat, dekat, lidahnya udah keluar-masuk, tubuhnya langsung melilit ke arah mangsanya dengan cepat, mulutnya terbuka lebar dan ...

.

.

.

.

.

.

DUAR! Suara ledakan kantong plastik yang mengagetkan semua orang yang ada disana bahkan ular sama petugasnya aja bisa sampe kaget

"EH SIAPA NIH? YANG LEDAKIN KANTONG PLASTIK!" pekik Ludwig

"Gue~, problem?" jawab Alfred dengan muka trollnya

"BANGET!" pekik Romano

"Jangan gitu dong! Adek gua jadi kaget nih!" bentak Vash

"Salah sendiri, pada bengong sih" kata Arthur

"A-ano, Alfred-san lain kali j-jangan ledakkan kantong plastik d-di dekat saya" kata Kiku yang udah mulai gemeteran

"Kolkolkolkolkol~" kutuk Ivan

"Van, jangan ngutuk orang disini, aru" kata Yao

"Feli, lo gak apa-apa kan? Kaget ampe jadi patung gitu" tanya Ayu

"I-i-i-ya, v-v-ve~"

"Eeee, Eli" panggil Gilbert

"ya kenapa?"

"Lepasin tangan lo dari gue dong, gue kagak bisa napas nih" kata Gilbert sambil ngeblush

"Oh i-iya maaf, reflek"

"Pak, maafin temen saya. Dia emang anaknya suka jail" kata Raden

"I-iya, gak apa-apa mas. Dulu juga pernah begini sih" kata petugas itu lalu pergi untuk memberi makan satwa yang lain

"Oke kita lanjut!" pekik Alfred

Mereka pun berkeliling taman safari, menonton pertunjukan lumba-lumba, masuk ke dalam tempat burung-burung yang jadi tempat yang bikin Gilbird betah. Sekitar jam satu siang, mereka kembali ke dalam bus ...

"Sekarang kita kemana Den?" tanya Spain

"Sekarang kita ke puncak!"

"Puncak?! Bagus juga, Raden-kun!" kata Jepang

"Ve~ memangnya disana ada apa?"

"Pokoknya disana sangat indah, dipenuhi dengan pepohonan, udaranya juga sangat segar disana"

"Oke, mungkin kita akan sampai disana sore hari dan kita akan menginap di Villa" kata Raden

"Oh, jadi karena itu toh tadi pagi elo nyuruh kita beresin koper" kata England

"Oke, gimana kalo kita lanjutin karokeannya?" tanya Ayu

Yak acara di bus itu kembali ramai dengan suara nyayian mereka dan akhirnya Switzerland mau nyanyi juga! Walaupun mukanya itu dataaaaar banget dari awal nyanyi sampe akhir nyanyi. Dan akhirnya England mau nyanyi juga duet pula sama Amerika! Beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di puncak ...

"Bener juga kata Kiku, disini udaranya segar" kata Ludwig yang udah ada di pinggir kolam

"Kalo mau lebih seger nyebur aja West!" kata Gilbert sambil ngedorong adeknya itu dan ...

BYUR! – Ludwig beneran nyemplung ke kolam renang!

"Jangan adeknya doang, kakaknya juga dong" kata Antonio yang juga ngedorong Gilbert dan nyebur pula dia

Akhirnya mereka semua saling ngedorong satu sama lain bahkan Romano aja dilempar sama Raden dan Ivan! Semuanya langsung basah yang cewek aja pada kena. Malam harinya itu, mereka habiskan untuk mengeringkan badan, bakar jagung, masih laper ya tinggal bikin mie instant deh.

Hari ini hari terakhir mereka di Bogor, besok kemana ya? Tunggu chapter selanjutnya

To be continued...


Sambil nunggu chapter selanjutnya dengerin lagu ini yuk:

Ello – Masih ada