Our Destiny

Pairing:

Jung Jaehyun x Lee Taeyong

Chibi! Lee(Jung) Jeno

And other member and cast

Warning: Boys Love, Drama picisan, lil bit fluffy, typo(s) everywhere, tidak sesuai EYD, OOC!

.

.

.

Preview chap

Dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus akhirnya Taeyong mengangguk kecil. Jaehyun bersorak. Begitupun dengan keluarga Taeyong dan Jeno. Jaehyun langsung loncat dari posisinya dan segera memeluk Tubuh kecil itu dengan erat. Tak luma terus menggumamkan terimakasih membuat lelaki yang berada dipelukannya itu tersenyum dan balas memeluk Jaehyun.

"terimakasih hyung! Aku mencintaimu! Amat sangat mencintaimu!" ucap Jaehyun kelewat semangat sebelum menautkan bibirnya dengan bibir tipis Taeyong dan melumatnya lembut. Mata Jeno langsung ditutup oleh ibu Taeyong ketika kedua orang dewasa itu melakukan hal tidak senonoh didepan orang banyak, apalagi ada anak dibawah umur.

Setelah beberapa menit, Jaehyun melepaskan ciumannya. Keduanya saling menatap satu sama lain dengan senyuman bahagia. Lalu mereka menoleh kebawah saat dirasa ada sosok kecil yang menubruk tubuh mereka.

"Mommy!" panggil Jeno sambil berteriak senang. Jaehyun segera membawa anak itu kedalam gendongannya dan mereka bertiga kembali berpelukan.

"selamat Taeyongie!"

"wahh, uri Taeyong sudah besar rupanya~"

Ucapan dari ibu dan ayah Taeyong tidak mereka dengar. Sepertinya mereka bertiga merasa dunia ini hanya milik mereka bertiga.

"duh, please disini masih ada orang." Kata Youngho sewot, sebelum dirinya mengendus mencium sesuatu yang aneh. "omong-omong, seperti ada bau hangus."

"YAAMPUN MASAKKANKU HANGUS!"

.

.

.

.

.

CHAPTER 4

Pagi ini terlihat seorang lelaki manis sedang sibuk mondar-mandir disebuah ruangan dengan perasaan gugup. Bibir bawahnya ia gigit, keringat mulai bercucuran disekitar pelipisnya. Lelaki itu tampak berkali-kali lipat lebih manis dengan polesan makeup dan mengenakan tuxedo putih, ditambah dengan warna rambut barunya yang berubah menjadi soft pink, membuat wajah itu semakin menawan dan membuat semua orang bertekuk lutut untuk memilikinya. Tapi sayangnya lelaki manis itu sebentar lagi akan menjadi hak milik orang lain.

CKLEK

Pintu terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya diikuti dua orang lelaki lainnya. Mereka masuk dan langsung memeluk lelaki yang sedang gelisah diruangan itu.

"Taeyongieee~"

"Ibuuu!" Taeyong segera memeluk ibunya sambil mengerucutkan bibirnya. Butuh beberapa detik sebelum sang ibu melepaskan pelukannya. Kemudian sang ibu menangkup pipi yang sedikit gembil itu.

"astaga, kau berkeringat sayang. makeup-mu jadi luntur kan. Nanti kalau calon suamimu melihat makeup-mu yang luntur bagaimana? Nanti manisnya hilang loh."

"Ibu!" Taeyong makin mengerucutkan bibirnya karena godaan dari sang ibu. "aku amat sangat gugup, Bu. Bagaimana jika nanti aku salah mengucapkan janji didepan altar? Bagaimana jika Jaehyun membatalkan pernikahan kami? Bagaimana jika—"

"ssstt yaampun Taeyongie!" ibunya geleng-geleng kepala. "kenapa kau mempunyai pikiran sempit seperti itu sih?"

"benar, kenapa kau jadi idiot seperti ini hm?"

"Youngho!"

Yang dipanggil hanya tertawa. Youngho berjalan mendekati adiknya, kemudian memeluknya sebentar. "hey, kau melangkahiku!"

Taeyong mendengus, "kau seharusnya mengucapkan selamat atau apapun itu. bukannya malah protes!"

Youngho tertawa lagi. Kemudian ayahnya ikut memeluk Taeyong sambil membisikkan kata-kata yang menenangkan. Saat itu juga ayahnya menyuruh Taeyong untuk bersiap karena ini sudah waktunya. Kegugupan Taeyong semakin bertambah, ia benar-benar mencenkram tangan sang ayah dengan kuat saat mereka sudah berada dipintu menuju altar. Ketika pintu terbuka Taeyong dan sang ayah berjalan pelan-pelan. Semua orang yang berada disana mendecak kagum dengan penampilan Taeyong yang sangat luar biasa manis dan cantik. Taeyong berusaha tersenyum sembari menekan rasa gugupnya, ditambah lagi degup jantungnya yang semakin menggila ketika ia sampai dihadapan calon suaminya.

Ayah Taeyong menyerahkan genggaman tangan Taeyong kepada Jaehyun dan langsung disambut dengan senang hati. Jaehyun berkali-kali menggumam dalam hati betapa sempurnanya Lee Taeyong, yang sebentar lagi akan berubah marganya menjadi Jung Taeyong.

"aku titip putraku padamu." Ucap ayah Taeyong dibalas dengan anggukan mantap oleh Jaehyun. Setelah mengatakan itu ayah Taeyong segera turun dari altar menyisakan dua insan yang sebentar lagi akan mengucapkan janji sehidup semati.

Jaehyun tersenyum melihat wajah gugup Taeyong, dengan lembut ia mengelus tangan lelaki manis itu dan menggenggamnya dengan erat. Kemudian dengan senyum yang lebar ia berbisik "kau sangat sempurna hari ini, hyung."

Taeyong tidak membalasnya, ia hanya menatap Jaehyun dengan pandangan lucu membuat Jaehyun ingin memakannya detik ini juga. Kemudian perhatiannya beralih ke suara pendeta yang sudah memulai acaranya.

"baik, kita akan memulai upacara pernikahan ini. Untuk saudara Jaehyun silahkan memulai membaca sumpah." Jaehyun dan Taeyong sama-sama menarik napas untuk mengurangi kegugupan mereka.

"I, Jung Jaehyun take you, Lee Taeyong, to be my wife. I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life.

Jaehyun selesai mengucapkan sumpahnya. Ia menatap Taeyong yang sedang menggigit bibir bawahnya,

"hyung?" Jaehyun memanggil Taeyong pelan. Namun sepertinya yang dipanggil tidak mendengar. Kali ini Jaehyun menyentuh wajah Taeyong dengan sebelah tangannya dan mengelusnya pelan. Taeyong terlihat tersentak kecil lalu ikut mentapa Jaehyun, "giliranmu hyung."

"a-ah ya Jaehyun, maafkan aku." Taeyong menggumam sebelum menarik napasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Lalu ia memulai mengucapkan kata-kata yang sudah diucapkan Jaehyun terlebih dahulu.

"I, Lee Taeyong take you, Jung Jaehyun, to be my husband. I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life."

Setelah selesai, mereka saling berhadapan dan tersenyum lega. Kemudian suara pendeta mengintrupsi mereka.

"Kedua mempelai dipersilahkan untuk bertukar cincin."

Doyoung, sahabat Jaehyun menyerahkan kotak cincin kepada Jaehyun. Kemudian diawali dengan Jaehyun yang mulai menyematkan cincin di jari manis Taeyong, kemudian Taeyong juga melakukan hal yang sama.

"mulai saat ini kedua mempelai sudah sah menjadi sepasang suami-istri." Setelah mendengar perkataan pendeta, Jaehyun segera mengikis jarak diantara mereka. Dengan lembut ia menangkup pipi Taeyong sambil menatap dalam kedalam matanya.

"aku mencintaimu." Kemudian ia menyatukan bibirnya ke bibir tipis Taeyong. Suara tepuk tangan dan sorakkan yang meriah pun terdengar. Cukup lama mereka berciuman sampai suara rengekan menyadarkan mereka.

"Daddyy~" entah sejak kapan Jeno berada diatas altar, yang jelas anak itu saat ini sedang mengangkat tanganya meminta untuk digendong. Dan Jaehyun dengan segera menurutinya.

"Dad! Aku juga ingin melakukan hal yang tadi Daddy lakukan kepada Mommy!" lalu tanpa aba-aba Jeno menarik kerah baju Taeyong dan menempelkan bibir mungilnya diatas bibir Taeyong. Membuat semua orang disana membelalakkan matanya, kemudian mereka semua tertawa. Temasuk Taeyong, terkecuali lelaki yang sedang menggendong Jeno. Wajah Jaehyun amat sangat tidak enak dilihat membuat Taeyong semakin terbahak karena hal itu.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sepasang pengantin baru itu baru saja sampai dikamar setelah menyelesaikan pesta pernikahan mereka. Banyak sekali tamu undangan yang datang, terumata rekan kerja Jaehyun. Teman-teman Taeyongpun juga tidak kalah banyak. Apalagi murid-murid dikelas Tknya diundang semua olehnya, dan karena banyaknya tamu undangan acara pun baru berakhir pukul 8 malam dan mereka baru sampai dirumah pukul 10. Jeno sudah tidur terlelap sejak pesta pernikahan usai jadi Jaehyun tidak perlu repot-repot mengusir Jeno kalau anak itu tiba-tiba meminta tidur bersama. Ini malam pertama, ingat? Jadi Jaehyun ingin melakukannya dengan sempurna layaknya sepasang suami-istri sesungguhnya.

Taeyong sedang berdiri didepan lemari bajunya kemudian ia merasakan sepasang lengan melingkari pinggangnya kemudian ia tersenyum. Ia menyenderkan punggungnya ke dada Jaehyun dan memejamkan matanya saat dirasa Jaehyun sedang mengecupi lehernya.

"biarkan aku mengganti bajuku dulu, Jae. Baju ini sangat gerah."

"mmm? Untuk apa? Toh nanti aku tidak memerlukan bajumu, sayang." Jaehyun terus menggoda Taaeyong dengan ciuman-ciuman disekitar leher Taeyong. Lalu dengan cepat ia membalikkan tubuh mungil itu dengan cepat dan langsung menyambar bibir mungil dan manis itu. mereka saling melumat, menggigit dan menghisap satu sama lain. Taeyong melenguh dalam ciumannya membuat Jaehyun lupa diri. Ia pun mulai melucuti pakaiannya dan pakaian Taeyong dan saat ini Jaehyun sudah berada diatas tubuh Taeyong entah bagaimana caranya mereka tidak ingat. Yang jelas untuk saat ini mereka saling membutuhkan satu sama lain.

"aahhh sshhh Jae—" Taeyong mendesah nikmat ketika Jaehyun mulai menciumi dan menjilati putingnya. ia terus mendesah dan tak lupa ia juga ikut meraba tubuh sempurna Jaehyun. Mereka saling menatap satu sama lain sebelum proses penyatuan itu terjadi.

..

Jeno bangun dari tidurnya dan menyadari bahwa dia tidur sendiri dikamarnya. Padahal ia sudah pesan pada Daddnya kalau malam ini ia ikut tidur bersama, bertiga dengan Mommynya. Ia mengerucutkan bibirnya lalu segera turun dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar sang Daddy.

Dengan mata yang masih setengah tertutup si bocah membuka pintu kamar Daddnynya dan masuk begitu saja tanpa melihat situasi. Kemudian ia naik ke tempat tidur dan menindih tubuh sang Daddy. Lalu dengan senyum secerah matahari ia menatap Mommy barunya yang masih terlelap dan bersiap membangunkan mereka berdua.

"selamat pagi Mom—"

"HUAAAA"

"HALMONIE, LEHER MOMMY MERAH! LEHER MOMMY LUKA-LUKA HIKS"

.

.

.

TBC

Haloooo! Maafkan aku yg sudah lama tidak apdet huhu. Dikarenakan aku sibuk beberapa hal, salah satunya sibuk urus tiket spotify on stage. Btw siapa yg nonton SOS kemaren!? Omejiiii puas bgt bisa liat jaeyong dan yg lainnya dengan mata kepala sendiri. Sumpah demiapa kalo diliat dengan seksama nct bener2 unreal:'))

Oiya, untuk cerita diatas jangan tanya kenapa ty aku pakein kata 'istri' bukannya 'suami' ya gpp lah ya soalnya kan jeno jg panggil dia mommy hehehe. Maafkan keabsurdan diriku:') btw untuk momen ahh maaf juga karna gak detail, karna ini short fict jadi maaf aja kalo rada lompat2 jalan ceritanya. manis2nya jaeyong plus jeno di chap depan ya. Chap depan juga chap terakhir. Kalian pada mau taeyong mpreg atau tetep jeno aja anaknya? Saran yaa!

Kalo review tembus 60 aku bakal fast update, kebetulan skrg juga lagi lenggang hehehe. So, ku tunggu review kalian ya para jaeyong hard shipper!

Daannn, disini ada yg nonton mubank? Bareng hayuuu aku sendiri temen pd gamau diajak nonton hmm ( kalo ada yg bersedia bareng dengan diriku langsung add line ku aja cuss alyasiregarr. Nanti kita ketemuan disana trus trus saling fangirlingan about jaeyong(?)

Dah ah gak mau banyak ngebacod. See u in last chap, guise!

Ps: sorry for many typos, karena ini tidak diedit ulang.