TRIANGLE LOVE
Descailmber: Masashi Kishimoto.
Genre: Romance.
Pairing : SasuNaru , KakaNaru.
Rated: untuk kali ini T dulu.
Summary : Naruto dan Sasuke adalah sebuah keluarga bahagia sampai suatu hari Kakasi datang dan merebut Naruto dari Sasuke, apa yang akan Sasuke lakukan untuk mendapatkan Naruto kembali ?
Warning: OOC, Yaoi, Typo(s) bertebaran , Alur kecepetan, Bahasa sehari-hari, Banyak Flashback, Cerita ngebosenin, Gaje, Gak nyambung.
Yang gak suka silahkan tekan back, Yang suka silahkan baca
-Don't like, don't read-
Reading enjoy..
Play..
Previous chapter: " TIDAK MUNGKIN AKU HAMIL" Kata Naruto sambil membelalakan matanya.
Champy 4
"Tidak tidak mungkin, aku tidak mau." Kata Naruto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak ingin apa yang di lihatnya itu adalah kenyataan. Surat yang dipegangnya pun jatuh, tangannya bergetar hebat dan menyentuh perutnya, dia berharap apa yang sekarang di alaminya adalah sebuah mimpi dan ketika ia bangun ia akan kembali kepada kehidupannya dengan Sasuke. Kehidupan? Memang bagaimana kehidupannya dengan Sasuke, rasa bingung tidak dapat mengingat kehidupannya dengan Sasuke kembali melanda dirinya yang sedang syok dengan kenyataan yang baru saja di terimanya bahwa dirinya tengah 'hamil'.
"Kenapa? Bukankah dia darah dagingmu juga, kenapa kau tidak inginkannya ?" Tanya kakashi sinis memandang wajah horror Naruto dengan tajam.
"Tapi dia bukan anak Sasuke." Kata Naruto setengah berteriak.
"Lalu kenapa kalau dia bukan anak dari pria brengsek itu, kau tidak suka?" Kata Kakashi sinis memandang Naruto.
"Tentu saja aku tidak suka, aku tidak sudi untuk mengandung anakmu." Kata Naruto meninggikan nada suaranya sambil menatap garang Kakashi yang berdiri didepannya.
"Berarti kau tidak menginginkan anak ini lahir kedunia, kalau begitu gugurkan saja." Kata Kakashi dingin sambil memilincingkan matanya menjadi terkesan tajam memandang Naruto.
"A-apa?" Kata Naruto terkejut dengan apa yang dibilang laki-laki di depannya." Kenapa kau bilang seperti itu? DIA JUGA ANAKMU" Teriak Naruto .
"Tapi kau tidak menginginkannya bukan?"
"Memang tidak tapi ..." Perkataan Naruto terputus, dia tau bahwa dia tidak menyukai semua ini tapi dia juga sayang kepada darah dagingnya sendiri dan tidak menginginkan anaknya mati begitu saja hanya karena kebenciannya kepada ayah dari anaknya.
Kakashi yang melihat wajah Naruto yang tertunduk hanya menyeringai mengetahui pikiran pemuda pirang didepannya yang benci kepada dirinya tapi sayang kepada anaknya. Tapi dia tidak usah bingung lagi karena dia masih mempunyai rencana untuk membuat pemuda pirang itu jatuh kedalam genggamannya. Cepat atau lambat.
.
.
.
"Bagaimana aniki?" Tanya Sasuke.
"Beberapa anak buahku sudah mencarinya tapi setiap dia diketemukan kami selalu gagal untuk menangkapnya, kalau yang ku dengar dari anak buahku dia menyuruh 'anbu' untuk selalu menjaganya sehingga anak buahku tak bisa menangkapnya" Jelas Itachi.
"Kalau begitu cepat hubungun 'akatsuki' kita akan menggunakan mereka untuk menghadapi 'anbu' dan mencari tau keberadaan Naruto" Kata Sasuke memberi perintah kepada Itachi .
"Ha-ah baiklah, tapi apa kau yakin mau menggunakan akatsuki?" Tanya Itachi meyakinkan pendengarannya dengan apa yang didengarnya barusan dari adik tersayangnya itu.
"Tidak ada pilihan lain lagi ." Kata Sasuke sambil menunduk dan memegangi kepalanya. Ia sangat lelah dan berharap ini semua tak pernah terjadi, kehilangan Naruto rasanya sangat menyakitkan dan menyesakkan untuk dirinya.
"Baiklah." Kata Itachi sembari meninggalkan tempat adiknya .
' Apa saja akan ku lakukan untukmu Naruto' Batin Sasuke.
.
.
.
"Baiklah jika kau yang sekarang tidak mau mengakui anak itu, tapi kau yang akan datang pasti mau mengakui anak itu bahkan juga diriku Naruto." Kata Kakashi dingin sambil melenggang keluar dari kamar Naruto.
Sedangkan Naruto masih terdiam tidak bisa berkata lagi dan jatuh terduduk di lantai sambil menangis sambil memegangi kedua lututnya membenamkan kepalanya.
.
KAKASHI POV
Aku berjalan terus sampai akhirnya aku sampai di belakang kastil, tempatku menenangkan diri dan tidak di ketahui oleh siapapun, tempatku saat diriku di tinggalkan oleh Naruto 8 tahun yang lalu. Tempatku menjauh dari semua hal yang aku pikirkan, masalah, dan kebosananku. Tempatku lari sesudah kehilangan malaikat pirang manisku yang direbut oleh Uchiha bungsu itu.
-Flashback-
8 tahun yang lalu.
Ku lihat rambut indah menawannya, rambut pirang cerah terlihat sangat halus terterpa angin, wajahnya yang manis di tambah dengan senyum cerahnya saat sedangbercanda ria bersama dengan teman-temannya membuatku semakin tertarik dengannya dan juga kulit tan eksotisnya yang lembut terlihat semakin eksotik dan menggairahkan jika dilihat dengan terpaan sinar matahari.
Sudah 1 bulan aku melihatnya akhirnya takdir membuatku bisa berbicara denganya dan tertawa denganya. Itu karena 1 minggu dari hari ini. Waktu itu dia punya urusan dengan ketua osis yang tak lain dan tak bukan adalah diriku, dia adalah ketua kelas di kelas 11b disekolah, sedangkan aku adalah ketua kelas 12a dan juga ketua osis. Dia bilang dia mempunyai urusan denganku.
Sejak hari itu aku menjadi dekat dengannya, kami sering tertawa bersama sampai suatu hari aku menyatakan perasaannya kepadanya, dia tidak menolak bahkan dia pun menerimanya. Kami menjadi sepasang kekasih sampai aku lulus dari sekolah dan menjadi mahasiswa.
Tapi karena jarak yang jauh hubunganku dengannya menjadi semakin renggang dan itu di perburuk dengan adanya orang ketiga dari hubungan kami, dia adalah teman baik atau bisa di bilang sahabat Naruto di kelasnya. Dia adalah Sasuke Uchiha, kalau ku dengar dulu juga dia sudah menyukai Naruto tapi karena kedekatanku dengannya dia urungkan niatnya untuk mendekati Naruto.
Tapi semenjak aku lulus dari sekolah dia mulai mendekati Naruto lagi, bahkan dia menghasut Naruto dan bilang padanya bahwa aku mempunyai orang lain dan membayar orang supaya mendekatiku, dan parahnya orang itu mendekatiku di saat Naruto ingin membuktikan bahwa aku tidak berselingkuh, dan saat itu juga kesalahpahaman terjadi.
Naruto melihatku berpelukan dan berciuman dengan perempuan itu ralat sebenarnya perempuan itu yang memeluk dan menciumku bukan diriku. Semenjak hari itu hubunganku dengan Naruto semakin renggang karena semua sms dan telpon ku tidak dijawab Naruto, bertemu pun dia sudah tidak mau. Sampai akhirnya dia mengirimiku pesan bahwa dia ingin bertemu denganku. Aku kira dia ingin bertemu denganku karena dia sudah percaya padaku dan mau memperbaiki hubungan kami tapi ternyata itu salah, Naruto malah pergi menemuiku dengan 'si brengsek' itu dan meminta yang buruk kepadaku, dia meminta untuk PUTUS denganku.
Aku masih ingat sewaktu dia bilang putus itu ." Kakashi aku ingin putus denganmu, aku sudah tidak kuat denganmu, kau membuatku sakit dan berselingkuh dibelakangku, aku ingin kita putus dan tidak berhubungan lagi, maafkan aku."Aku sudah berusaha mnjelakannya tapi dia malah tidak mendengarkanku sama sekali, di saat aku bilang perempuan itu adalah orang suruhan Uchiha bungsu yang berada di sampingnya dia malah membela Uchiha itu dan bilang " Jangan menyalahkan orang lain karena kesalahanmu sendiri Hatake."Bahkan dia sudah tidak mau memanggil namaku dan memanggil nama keluargaku.
Disaat itu dunia rasanya hancur dalam sekejap, meski aku tau sebenarnya Naruto tidak mau melakukan itu dari cara bicara dan gelagatnya saat dia memutuskanku terlihat sekali kalau dia sangat sedih. Tapi lagi-lagi 'si brengsek' di sebelahnya membisikan sesuatu yang secara langsung membuat Naruto menatapku dengan benci dan tajam.
Sesudah kejadian itu aku menjadi sedikit temperamental kepada orang-orang disekitarku. Bahkan pernah waktu itu aku menculik Naruto yang sudah resmi menjadi kekasih Sasuke entah sejak kapan aku tidak tau untuk di bawa bersamaku ke luar negeri. Tentu saja Naruto memberontak dan tidak mau dibawa olehku, Sasuke dan kakaknya Itachi bahkan dengan kakak Naruto yang bernama Kyuubi mengejarku.
Terjadi saling mengejar mobil, mereka(Sasuke, Itachi dan Kyuubi) mengejarku sampai terjadi saling kejar mengejar mobil sampai tiba-tiba terjadi kecelakaan dengan mobil yang ku tumpangi bersama dengan Naruto, semua itu di karenakan Naruto yang tidak bisa diam dan terus saja memberontak sampai aku tidak memperhatikan jalan dan menabrak mobil yang berada di samping kami dan terus berguling.
7 tahun sesudah kejadian itu, aku terbangun dari komaku dan berita yang ku dengar terlebih dahulu adalah berita bahwa Naruto yang sudah menikah dengan Sasuke dan mempunyai seorang anak, aku tidak tau itu adalah anak kandung mereka yang kupikir itu tidak mungkin mengingat bahwa mereka adalah sesama pria atau anak yang mereka angkat dari sebuah panti asuhan. Aku kesal mendengar berita itu sampai-sampai aku mengamuk dan di tenangkan oleh seseorang yang mengaku telah menyelamatkanku yang bernama Orochimaru.
Orochimaru bilang dia merahasiakan kehidupanku dengan mengatakan bahwa aku telah meninggal dulu dan membawaku jauh dari tempat Naruto. Dia juga bilang dia ingin aku mengambil Naruto dan menghancurkan kehidupan Uchiha itu karena dia punya dendam dengan Uchiha itu yang berarti tujuannya sama denganku yaitu mngambil Naruto dan menghancurkan kehidupan dan kebahagiaan Uchiha bilang, dia bersedia untuk membantuku apapun itu asal aku membantunya mengancurkan Uchiha.
Sampai akhirnya aku disini dan mendapatkan Naruto kembali, walau sekarang dia baru didapatkan raganya tapi sebentar lagi aku akan mendapatkan hatinya juga.
-Flashback off-
'Sekarang aku sudah mendapatkan apa yang ku mau, tinggal mendapatkan hatinya dan menghancurkan Uchiha, kekayaan dan hatinya bukan hanya dengan tanganku tapi juga dengan tangan Naruto' Batin Kakashi menyeringai jahat.
.
.
.
"Uchiha-sama kami berhasil menemukan keberadaan Naruto-sama." Kata seseorang kepercayaan Sasuke mengahadap dan membukukkan badannya lalu tegak kemabali.
"Dimana?" Tanya Sasuke antusias sambil berdiri dari kursi kerjanya mendengar sudah ditemukannya keberadaan belahan jiwanya yang hilang. Di tatapnya orang baru saja bicara tersebut dengan pandangan yang ingin segera tau keberadaan Naruto.
"Didaerah Kanada pegunungan rocky, sekitar emerald lake." Kata orang itu.
"Kita kesana sekarang." Kata Sasuke sambil melangkahkan kakinya dari ruang kerjanya dengan diikuti bebrapa anak buahnya yang ada di ruang kerja tersebut dan orang bar saja memberi tahukan keberadaan Naruto saat ini. Ingin rasanya ia sampai dan cepat-cepat mengambil Naruto kembali kesisinya seperti dulu kembali sebelum orang itu ada dan mengambil Naruto kembali kesisi orang brengsek itu. Malaikat kecil yang mengambil hatinya yang beku dan mengorbankan semua yang diamiliki bahkan harga dirinya sekalipun untuk merebut si pirang itu.
.
.
"Kakashi-sama sepertinya obat itu berhasil dengan baik, tapi jika anda ingin memanipulasi'nya' lebih baik anda menggunakan cara yang telah saya buat." Kata seorang laki-laki berambut abu-abu dan memakai kaca mata kepada Kakashi yang sedang duduk di meja kerjanya di ruang kerja.
"Apa rencana 'itu' akan kau lakukan Kabuto?" Tanya Kakashi kepada laki-laki yang disebut Kabuto itu.
"Tentu saja, toh tidak akan mengganggu perkembangan janinnya." Jawab Kabuto.
"Baiklah, tapi jangan sampai janin itu kenapa-kenapa aku tak mau sesuatu hal yang buruh menimpa janin itu." Kata Kakashi tajam sambil melihat kearah Kabuto yang sedang menyeringai menang.
"Tentu saja tidak, saya hanya akan melakukan 'hal' itu saja tidak lebih." Kata Kabuto sambil menyeringai lebih lebar.
"Tapi apa obat yang kau berikan itu saja tidak cukup?" Tanya Kakashi.
"Cukup jika waktunya lama, akan tetapi sepertinya 'dia' akan datang kesini sebentar lagi, jadi saya pikir 'cara' itu lebih cepat untuk kita gunakan Kakashi-sama." Jelas Kabuto.
"Jadi 'dia' akan datang kesini? Bagus, kalau begitu silahkan lakukan 'cara'mu itu." Kata Kakashi memberi perintah.
"Baik Kakashi-sama."
"Tunggu, alat apa yang akan kau gunakan?"
"Tenang saja saya hanya akan memberikan obat dengan dosis sedikit tinggi sesudah itu baru saya akan melakukan'nya'." Kata Kabuto.
"Apa obat itu tidak berefek kepada janin yang dikandung Naruto?" Tanya Kakashi curiga dengan apa yang akan dilakukan oleh Kabuto.
"Tenang saja, saya pernah mencoba obat ini dan cara itu dan ternyata hasilnya dinyatakan sukses dan tidak berefek samping kepada tubuh orang ku jadikan kelinci percobaan itu." Jelas Kabuto.
"Baiklah aku percaya padamu, tapi jika sampai terjadi sesuatu kepada janin itu .." Kakashi menggantung perkataannya dan menatap tajam Kabuto yang berdiri didepannya ".. Aku tidak akan segan-segan menghabisimu ." Kata Kakashi tajam.
"Baik Kakashi-sama."
"Kau boleh keluar."
"Saya permisi." Kata Kabuto memberi hormat dengan membungkukkan badannya dan segera melangkahkan kakikanya ke pintu.
Blam
Suara pintu tertutup dan meninggalkan Kakashi yang terdiam sendirian sambil menyeringai membayangkan apa yang akan di dapatnya sebentar lagi.' Hatimu akan kembali kepadaku Naru' Batin Kakashi menyeringai kemenangan yang sudah ada di genggamannya.
Tbc
Balasan review :
Dobe Hilang : Iya semoga bukan anak Kakashi #loh, akan aku yang bikin ya,haha..Iya Nagato mirip kushina, habis aku bingung yang mau ku jadiin anak SasuNaru siapa,haha.. Arigato for review :D
Miki Hibiki : Haha aku juga masih bingung itu mau anak siapa haha..(anak ku aja kali ya)haha*plak..aku bikin voting deh mau jadi anak siapa haha.. Arigato for review :D
Ciel-Kky30 : Iya Ciel haha.. haha iya Naru hamil, kasian ya bisa hamil dia,haha.. Arigato for review :D
.Michan007 : Iya Misa, akan diusahakan sedikit-sedkit nambah wordnya,hehe.. Arigato for review :D
Astia aoi : Arigato buat kritik dan sarannya Astia senpai, ok say akan usahakan, nanti akan saya usahakan akan ada deskripsinya hehe.. Mohon bantuan kritik dan sarannya lagi ya Astia senpai :D Arigato for review :D
Gunchan CacuNalu Polepel : Apa ya jadinya, aku juga inku mikir juga nih,haha...siapa ya kira-kira..adanin voting deh mau ank siapa,haha.. Arigato for review :D
Han gege(guest) : Iyanih Sasu lama temuin Naru,haha.. tenang dia pasti bakalan ketemu lagi kok,haha.. Arigato for review :D
Guest : Disini udah kejawabkan siapa Kakashi itu,hehe.. Arigato for review :D
Deevil-chan yokkei no aozora : saya update sekarang,hehe..kemarin masih ada UAS soalnya hehe.. jadi saya disuruh belajar terus,hehe.. Arigato for review :D
sudah balasan review saya minta kritik dan saran readers n senpai-senpai ya..
review minna
