Faity Tail disclaimer by Hiro Mashima
Rate : T (maybe)
Romance & Adventure
Happy Reading Minna
Chap 4 Update !
Malam berlalu begitu cepat, ketiga remaja ini pun terbangun dari tidur nyenyaknya,
"SIAAAAAAAL, " gerutu laki-laki bersurai raven ini
"Gi He, pangeran Boxer masih pagi sudah berteriak" Sahut laki-laki yang bernama Gajeel
"bodoh! sudah jam berapa ini ? lihat Juvia sudah menelpon ku sebanyak 12 kali tadi" Lagi Pria ini berteriak pagi-pagi
"Gi He, jadi kita terlambat nih" ucap Gajeel enteng
"bagaimana ini muka Besi ?" Gray terlihat panic
"Gray, kau seperti baru sekali terlambat saja. Kita sama-sama tidak tidur semalam" tiba-tiba Natsu memotong
"Salamander benar Gray" dukung Gajeel
Walaupun terlambat mereka ber 3 tetap berangkat ke kampus, karena ada urusan dengan Laxus, tak perlu berlama-lama, merekpun segera bergegas menuju ke kampus tepatnya ke markas Laxus n gang nya.
Natsu, Gajeel, dan Gray tiba-tiba di sambut oleh salah seorang pengawal Laxus yang di ketahui bernama Elfman,
"OTOKO DA….!" Teriak pria itu sambil melancarkan pukulannya ke arah Natsu, Gray, dan Gajeel
Dengan cepat Natsu menghindari serangan Elfman, lalu Gray dan Gajeel mulai mencoba mengeroyok Elfman, tapi nihil, serangan keduanya terlihat begitu lemah di hadapan pria ini.
"kalian ini memukul atau mengelitiki aku haah ? Laxus orang seperti ini kah yang kau dapatkan ?" Elfman terlihat marah
"Elf sayaang, aku harap kamu tidak terluka" Seru Ever
"tenang saja, kalau hanya melawan mereka aku akan baik-baik saja" Balasnya
"ngoceh-ngoceh saja dari tadi, kapan kau akan menghadapiku haah" pancing Natsu
"bersiaplah pinkish" sahut Elfman yang langsung mengarahkan pukulannya
Doshh, terdengar suara tembok yang hancur karena terkena pukulan Elfman yang meleset.
"ini balasanku, " Natsu kemudian melancarkan pukulannya dengan gaya paling cool.
Duaaak, pukulan telak ini mendarat di muka Elfman terlihat darah mengucur dari hidung Elfman. Elfman terlihat lunglai terkena pulukan telak Natsu. Pria besar itu kalah dengan satu pukulan Natsu.
"Gi He, Salamander sialan lagi-lagi mengambil bagian sendirian" Gerutu Gajeel
"Sial, sekuat apa dia sekarang. Kita berdua saja tidak mampu mengoles Pria itu" umpat Gray kesal
Suara tepuk tangan dari para anggota lain,
Elfman memang di siapkan sebagai tes terakhir untuk menjadi anggota berandalan di Fairy, belum ada lagi orang yang berhasil melukai Elfman selama ini, dan sekarang dia harus tumbang dengan satu pukulan.
"Heey, cepat tolong Elfman. Biar bagaimana dia kekasihku tahu" Ucap Evergreen Panik
"baiklah Ever-sama" sahut para anggota kompak
Tap tap tap ..
Terdengar suara langkah kaki seseorang mendekat. Natsu tahu pasti siapa orang itu, karena memang dia yang menyuruhnya untuk datang bergabung
"Erza, datang juga kau" Seru Natsu
"aku datang memenuhi undanganmu, Tu- maksudku Natsu" Sahutnya
"Hoi, Natsu baru bergabung sudah berulah. Apa yang kau lakukan dengan mengundang wanita kesini. Aku adalah wanita terkuat disini" Evergreen merasa kesal
"Laxus, bawa Bikslow dan Fried untuk bertarung dengan Erza jika memang kau ingin tahu sekuat apa dia" Ucap Natsu pada Laxus
"sepertinya ini menarik, Bikslow, Fried coba kalian lawan wanita berambut merah itu" Ucap Laxus
"tapi Laxus apa kau yakin" Fried meyakinkan
"jika dia lemah jangan buat dia mati, itu saja" lanjut Laxus
"baiklah"
Lalu mereka berdua langsung menyerang Erza, bengis menyerang seorang wanita seperti tanpa ampun, tapi Erza sudah terbiasa dengan hal ini karena sejak kecil ia sudah berlatih bela diri untuk melindungi keluarga Dragneel.
Bikslow menyerang dari arah kanan melancarkan sebuah pukulan yang terbilang telak tapi Erza dengan cekatan mampu menghindar, Fried tanpa ampun menyerang Erza yang terlihat sedikit lengah, tapi di luar dugaan Erza menangkap serangan Fried dan membantingnya ke tanah.
Melihat hal ini Bikslow tak tinggal diam, dia mencoba melancarkan serangan kembali, tapi Erza dengan cepat melakukan serangan balik yang cukup telak.
Duaaakkk
Sebuah pukulan mendarat manis di muka Bikslow, Bikslow mengusap darah yang mengalir dari pelipis matanya.
"Wanita ini…" Gumamnya di tengah pertarungan
Sementara Fried yang masih tersungkur di tanah mencoba bangkit dan melayangkan tendangan dari bawah mencoba membuat Erza terjatuh, tapi nihil Erza melompat ke udara dan mendaratkan kedua kakinya pada tubuh Fried yang membuatnya menahan sakit.
"CUKUP…" Teriak Laxus
Bikslow dan Fried tidak bergeming mereka bahkan belum membuat Erza bergerak dari tempatnya berdiri, wanita ini terlalu kuat. Natsu, Gray, dan Gajeel hanya menyeringai melihat aksi Erza barusan.
"Erza, itu kan namamu ? belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya wanita mampu mengalahkan Fried dan Bikslow. Kau boleh bergabung" Ucap Laxus
"baiklah" balasnya singkat
Semua orang yang menyaksikan pertarungan tadi hanya bisa begidik ngeri, mereka sudah menghilangkan pikiran-pikiran kotor tentang Erza, bahkan mereka pun takut untuk menyentuh Erza. Wanita kuat ini akan bergabung di tim utama bersama Laxus tentunya.
"Natsu, aku sudah tidak tertarik untuk menjadi ketua dari gang ini. Aku ingin menyerahkan jabatanku kepadamu" Seru Laxus yang lagi-lagi membuat semua orang tercengang
"ah.. Laxus, apa kau yakin ? kenapa secepat ini ?" Sahut Fried tidak percaya
"bocah itu bahkan baru bergabung" Lanjut Bikslow
"dengar, aku tidak dapat menemukan bocah seperti dia diantara kalian. Rekrutan pertamanya pun bahkan melebihi ekspektasi ku, bahkan aku yakin kalian semua tidak mampu menang melawannya. Nah Natsu silahkan sekarang ini adalah kursimu" Ucap Panjang Laxus
"kalau itu kehendakmu, maka baiklah. Tapi Laxus bantu aku" titah Pertama Natsu
"yaa Baiklah," balasnya singkat
"Gi Hee, salamander akan menjadi ketua kita. Seperti biasa" gumam Gajeel
"yaah mau bagaimana lagi, dia memang yang terkuat" Tambah Gray
Situasi berjalan normal sejak pengangkatan Natsu, Laxus menjelaskan panjang lebar soal musuh-musuh Fairy, diantaranya adalah Lamia, Pegagus, Carberus. 3 musuh besar Fairy, tapi baru-baru ini musuh mereka bertambah dengan datangnya Saber, mereka kampus baru yang menarik perhatian karena berhasil membuat Lamia bertekuk lutut. Ada 2 orang yang menjadi perhatian Laxus di Saber, orang-orang menjuluki mereka 2 Naga Kembar.
"Natsu, kita harus mulai berhati-hati dengan Saber. Setahun belakangan ini mereka berhasil membuat Lamia bertekuk lutut." Jelasnya
"Laxus, jika mereka mulai menganggu kita, maka kita hancurkan mereka" Jawabnya
"2 Naga kembar adalah kekuatan utama mereka. Karena setahuku dulu mereka hanya memiliki 3 petarung hebat Orga, Rufus, dan Dobenggal. Tapi mereka bertiga adalah pecundang, jadi aku sangat penasaran seberapa kuat 2 Naga kembar Saber" Laxus menggerutu
"Gi Hee, Laxus kita harus menghajar orang itu" Sambung Laxus
"aku akan berlatih lebih giat" Sahut Gray
"aku jadi bersemangat" Teriak Natsu
Dalam hati Laxus bergumam "mereka orang-orang yang aneh, Gildarts-sensei apa yang akan terjadi setelah ini akan di tentukan oleh anak-anak ini"
Setelah pertemuan ini selesai Natsu, Gajeel, dan Gray tidak menuju ke kelas tapi ke atap. (DASAR BENGAL).
Mereka berbaring di atap sekolah, menerawang ke atas langit.
"Gray, apa kau yakin aku harus pulang yah" Tanya Natsu dalam lamunanya
"pulanglah kawan, sesekali tidak apa" Balas Gray
"Gi Hee, salamander orang tuamu sangat perduli padamu, jangan kecewakan mereka. Hanya karena kau kecewa dengan keputusan mereka yang lalu. Maafkan mereka" Usul Gajeel
"aku belum siap" gumamnya pelan
Baru kali ini Gray dan Gajeel melihat Natsu seperti ini, begitu gusar.
Sekarang kita tinggalkan Natsu yang sedang galau dan memikirkan masalahnya dirumah, di kelas para wanita sedang membicarakan ketiga pria ini.
"Levy-san, Juvia gelisah Gray-sama tidak ada di kelas" umpatnya
"Gajeel, Gray, dan Natsu akan jarang masuk kelas ini. Mereka sudah terpengaruh oleh Laxus-senpai" Gerutu gadis kecil bersurai biru ini
"eeh ko begitu sih ?" Juvia balik Tanya
"mereka sudah bergabung dengan Laxus-senpai, mereka pasti akan berbuat onar dan mereka akan sering ikut perkelahian dengan kampus-kampus lain" terang Levy
"apaaaa… Gray-sama Juvia tidak rela kalau Gray-sama terluka seperti kemarin. Haaah" Keluh panjang Juvia
"sudahlah Juvia, aku pun kesal Gajeel begitu. Tapi kita hanya bisa mendoakan mereka supaya mereka baik-baik saja. Dan juga berdoa agar mereka cepat sadar" balas Levy
Tiba gadis bersurai merah datang menghampiri, diikuti oleh gadis berambut blonde
"halo Lucy-san, Erza-san" Sapa hangat Juvia
"hai Juvia, eto Levy-chan kau kenapa murung begitu ?" sapa Lucy
"Hai Lu-chan, aku tidak apa-apa kok" balasnya
"Erza, kenapa kau ikut-ikutan Natsu dan yang lain ?" Tanya Levy cemas
"aku hanya menuruti perintah Tuan Muda" jawabnya singkat
"eeh Tuan Muda ? siapa Erza ?" Lucy yang belum tahu mencoba menyelidiki
"sudah pasti Tuan Muda Natsu " balasnya
"haaaaaaaaaaaaaaaaah ? Natsu seorang tuan muda" Lucy teriak seakan tidak percaya
"oh iya Lu-chan baru tahu yaa" Balas Levy
"Lucy kuperingatkan kau untuk jauh-jauh dari Tuan Muda, kalau kau hanya ingin memanfaatkanya" tutur Erza dengan death glare andalannya
"heeh.. Erza kau sangat menyeramkan" gumam Lucy
"Erza, kau tidak boleh begitu kepada Lu-chan, kalau dia suka beneran kenapa ?" Levy agak marah pada Erza
"sebenarnya begini, dulu Tuan Muda pernah jatuh pada seorang gadis dan beliau sangat menyayangi gadis itu, tadinya kupikir gadis itu benar-benar tulus mencintai Tuan Muda sampai-sampai Tuan Muda marah kepada ayahnya saat ayah Tuan Muda bilang ingin menjodohkannya dengan teman bisnisnya. Tapi ternyata gadis yang tuan muda cintai hanya ingin harta Tuan Muda, Tuan Muda begitu terpukul dan dia akhirnya meninggalkan rumah, Igneel-sama dan Grandine-sama sangat sedih setelah kuceritakan cerita ini padanya. Aku sungguh tidak ingin Tuan Muda mengulangi hal yang sama. Dan aku disini untuk memastikan hal itu tidak akan terjadi" cerita Erza
Semua yang mendengar begitu tersentak, apa benar Natsu yang begitu periang dan ramai pernah semurung itu.
"kalau saja aku bukan dari keluarga pelayan keluarga Dragneel aku ingin sekali mencintai Tuan Muda, oh tidak dia begitu tampan dan keren" Gumam Erza
"jika begitu kenapa tidak kau cintai saja Natsu" sahut Levy polos
"tidak bisa Levy, aku sadar Tuan Muda pasti mencintai orang lain. Dan sekarang aku ingin mencari laki-laki yang pas untukku, jadi aku sudah tidak punya perasaan terhadap Tuan Muda" balasnya
"Juvia pikir Lucy-san mencintai Natsu hehe, tapi awas saja kalau dia ingin merebut Gray-sama" Juvia menambahkan
Lucy hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah polah teman-teman barunya, memang apa benar Lucy mencintai Natsu, tidak secepat ini juga, Lucy baru sebatas kagum dengan Natsu.
Waktu pun berlalu begitu cepat, reputasi Natsu, Gray, Gajeel, serta Erza yang notabene anggota baru gang Fairy kini sudah melesat naik. Mereka ber-4 sudah menjadi sosok yang di takuti oleh seluruh siswa di academy Fairy. Tidak ada tanda-tanda dari 3 musuh besar mereka yang memulai genderang perang, hanya saja pergerakan Saber makin mengkhawatirkan, tersiar kabar Saber sudah berhasil membuat Pegasus dan Carberus bertekuk lutut.
"Natsu-san, Natsu-san … " sambil berlari seseorang berteriak melapor kepada Natsu
"ada apa Alzack ?" sahut Natsu santai
"Natsu-san, ayo ke taman kita lihat yang terjadi" Alzack masih begidik ketakutan
"Gi Hee, sebenarnya ada apa ini" Gajeel masih bertanya-tanya
"Gajeel-san nanti saja aku jelaskan" Balas Alzack
Lalu Natsu, Gray, Gajeel, Erza pergi mengikuti Alzack ke taman.
Mereka terbelalak melihat apa yang terjadi, 3 siswa mereka di paku di pohon dengan keadaan babak belur. Jet, Droy, dan Warren adalah ketiga orang itu.
"SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN INI PADA FAIRY.. HAAAH" teriak Natsu mengintrogerasi Alzack
"Natsu-san lihat ! " sambil menunjuk sepucuk surat
Natsu Dragneel, lihatlah anggotamu sudah kubuat seperti itu, selanjutnya adalah kau. Temui aku sepulang kulia di lapangan belakang kampus, kita buktikan siapa yang lebih pantas menduduki posisimu.
Salam
Jellal
Ternyata Jellal yang membuat keributan ini. Laxus yang sudah diberitahu oleh Elfman pun segera datang ke taman, dan menggeram kesal karena Jellal kembali berulah.
"JELLAL, KURANG AJAR KAU" teriak Laxus
"siapa Jellal sebenarnya" Tanya Natsu
Tiba-tiba seseorang bersurai biru datang menghampiri Natsu dan menjelaskan
"Jellal adalah kakak kembarku, Natsu" kata Pria yang di ketahui bernama Mystogan
"haah, Mystogan kau tidak pernah cerita padaku" Sahut Natsu
"kakakku memang sedikit bodoh dan arogan, Laxus pernah melawannya dan kau tahu kakakku mampu mengimbangi Laxus" Terang Mystogan
"Gi Hee, seperti apa pria ini. Kurang ajah sekali dia" Gajeel pun terlihat sangat marah
"TIDAK AKAN KU MAAFKAN SIAPAPUN YANG BERANI MELUKAI TEMAN-TEMANKU. TUNGGU AKU JELLAL. KEPARAT KAU" Teriak Natsu
Semua anggota gang bersorak mendukung Natsu, pemimpin mereka yang baru ini sangat perduli terhadap anggotanya, bahkan jarang sekali Laxus memanggil mereka dengan sebutan teman.
Akan seperti apa pertarungan antara Natsu dan Jellal ? lalu apa perasaan Lucy akan berubah seiring berjalannya waktu ?
Di tunggu Chapter selanjutnya
Review minna ^_^
