Title : My Family, Father, Mother, Son

Length : Chaptered – Drabble

Genre : M-Preg, Family, Drabble(?), BL

Rate : T

Main Cast : - Lee Sungmin (N)

- Cho Kyuhyun (N)

- Cho SungKyu (N)

Support Cast : - Cho Hangeng (N)

- Cho Heechul (Y)

- Choi Kibum (Y)

- Choi Siwon (N)

- Choi Sibum (N)

- Lee Hyuk Jae (N)

- Lee Donghae (N)

- Lee Eunhae (N)

- Other Cast

Summary :

Cerita Keluarga Konglomerat Cho. Seorang ayah, Ibu, dan putra tunggalnya. Cho Kyuhyun, Cho Sungmin dan Cho SungKyu. Cerita mengenai kehidupan keluarga KyuMin yang bahagia dengan segala bentuk konflik keluarga yang manis, mengesalkan, mengerikan, menghebohkan dan membahagiakan.

Happy Ending, don't worry. Jika Cast utama di dunia/ff bernama Cho Kyuhyun, dan Lee Sungmin, pasti akan berakhir bahagia. Percayalah~~~ ^^

.

.

*** My Family, Father, Mother, Son ***

.

.

Drabble – 4 : Uri Appa, Daebak! Saranghae Appa…

~ooOOoo~

Annyongasseo, namaku Cho Sungkyu. Kenalkan, aku adalah putra tunggal dari seorang konglomerat Korea, Cho Kyuhyun. Kalian mengenalnya? Tentu saja, siapa yang tidak mengenal ayahku. Dia tampan, tinggi, dan memiliki karisma yang menawan.

Namun, bisakah kalian menyebutkan siapa nama ibuku? Atau mungkin bisa ku bilang orang yang melahirkanku ke dunia ini. Bisa kalian menyebutkan namanya? Jika kalian menyebut nama Cho Sungmin, aku pastikan itu adalah kebenaran. Tapi, tahukah kalian bagaimana rupanya? Wajah dan bentuk tubuhnya? Never…Kalian mungkin tidak akan tahu. Baiklah, mungkin beberapa dari kalian tahu.

Tahu mengapa identitas ibuku terkesan misterius? Kalian pasti tahu, ibuku adalah seorang pria. Hei, siapa yang tidak tahu soal itu. Seseorang yang telah menjadi pendamping hidup ayahku adalah seorang pria yang telah melahirkan putra tunggalnya dengan sangat heroik. Namun, bentuk, wajah, kalian tidak akan mudah mengetahuinya.

Aku beri satu alasan mengapa eommaku terkesan misterius, itu karena…eomma tidak ingin identitasnya diketahui. Alasan lebih lanjut? Molla…aku juga tidak tahu mengapa eomma menutup diri untuk khalayak ramai. Padahal eomma seharusnya bangga akan dirinya sendiri. Eomma punya suami yang hebat dan anak yang sangat hebat juga.

.

.

.

*** My Family, Father, Mother, Son ***

.

.

.

"Eomma~~~~~" terdengar suara panggilan manja dari lantai 2 rumah itu.

"Eomma!" terdengar bentakan manja dari lantai 1 rumah itu.

"Aishhh…Ya! apa rumah ini sudah benar-benar menjadi hutan marga satwa? Dimana-mana berteriak. Bisakah KALIAN TIDAK MEMANGGIL NAMA SATU ORANG!" bentak Heechul.

"Kau pun berteriak yeobo…sudahlah. Kau seperti tidak mengenal Appa dan Aeginya. Mereka masih saja bertarung memperebutkan eommanya" jawab Cho Hangeng.

"Eoh? Nyonya datang…silahkan masuk nyonya besar, tuan besar…"

"Apa mereka masih selalu seperti ini, Kim ahjumma? Sepertinya teriakan-teriakan memanggil Sungmin selalu ku dengar setiap kami kembali ke Korea" tanya Hangeng pada Kim Ahjumma, pengurus rumah keluarga Cho Kyuhyun.

"Terkadang tuan. Itu terjadi jika tuan Sungmin tidak membangunkan tuan Kyuhyun dan tuan muda Sungkyu." Jawab Kim Ahjumma.

"Mwo? Memang Sungmin kemana pagi-pagi seperti ini?" tanya Heechul, menyadari menantunya, Sungmin yang tidak terlihat menghampiri teriakan-teriakan itu.

"Tuan Sungmin sedang berbelanja ke pasar bersama Pak Kang, Nyonya Cho. Tadi pagi sekali, tuan Sungmin mengatakan akan berbelanja banyak, ia meyakini mungkin tuan dan nyonya Cho akan datang ke Korea mengingat ini memasuki masa natal dan tahun baru." Jawab Kim ahjumma.

"Ah, anak itu…Firasatnya kuat sekali. Bagaimana mungkin ia bisa mengetahui jika kita akan datang padahal kita kan bukan orang tu—" ucapan Hangeng terputus karena kedua teriakan itu lagi.

"Eomma~~~~~" terdengar suara panggilan manja dari lantai 2 rumah itu.

"Eomma!" terdengar bentakan manja dari lantai 1 rumah itu.

"Ya! MENGAPA MEREKA BERISIK SEKALI!" marah Heechul.

"Aish…lebih baik kau pergi menghampiri mereka yeobo. Aku tidak tahan dengan suara teriakan mereka" ujar Hangeng memberi saran pada Heechul.

"Serta mendapat tatapan tajam dari setan Cho Kyuhyun itu dan amukan dari cucu manismu itu? BIG NO, Baby…Aku tidak mau mati dulu. Aku masih ingin melihat cucuku menikah dan memberiku seorang cicit." Jawab Heechul.

"Jadi kita harus bagaimana? Mereka masih saja terus berteriak. Rumah ini mungkin saja hancur hanya karena teriakan mereka" ujar Hangeng yang menutup telinganya, tidak tahan dengan teriakan yang masih terus bergema.

"Ahjumma…Apa yang biasa dilakukan jika Sungmin meninggalkan mereka seperti ini?" tanya Heechul.

SRETTT…

Kim Ahjumma menyerahkan kapas ke hadapan Heechul dan Hangeng.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa, Nyonya…Tuan. Joesonghamnida. Kami hanya akan menutup telinga sambil berdoa semoga tuan Sungmin segera pulang." Ujar Kim Ahjumma dan menyerahkan kapas itu kepada Heechul dan Hangeng.

"Aigo…Yeobo…Yeobo…Kepalaku pusing. Perutku mual. Badanku lemas…" ucap Heechul.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"EOMMA!"

"EOMMA!~~~~~"

"EOMMA…EOMMA…EOMMA….!"

"EOMMA!~~~~~EOMMA!~~~~EOMMA~~~~!"

"Aigo….Aigo….Ada apa ini, mengapa ribut sekali? Aigo….mengapa mereka berteriak-teriak pagi-pagi begin—Eomma? Appa? Kalian datang…"

Sungmin baru saja turun dari mobil dan hendak membawa barang-barang belanjaannya dari bagasi, namun tidak jadi karena ia mendengar teriakan yang sahut-sahutan dari dalam rumahnya. 'Tolong bawa ya Ahjussi, aku tidak bisa membawanya kedalam, sepertinya Kyu dan Sungkyu mengamuk'. Saat masuk kedalam rumah, Sungmin pun terkejut dengan 3 orang yang sedang duduk melipat tangan, menutup mata 'seperti sedang berdoa' dan ia ketahui adalah kedua mertuanya dan Kim ahjumma.

"Aigooo….Terima Kasih Tuhan, mulai besok aku akan rajin ke gereja dan lebih sering berdoa jika saja setiap doaku selalu Kau wujudkan secepat ini. Terima Kasih sudah membawa Sungmin segera pulang…" ucap Heechul dan menundukan kepalanya sekilas menandakan dia telah menyebut amin dan menyelesaikan doanya.

"Sungmin-ah sayang~~~~ Eomma sangat merindukanmu, Eomma ingin memelukmu lebih lama namun bisakah kau menghentikan dulu kedua makhluk buas yang sedang berteriak-teriak itu? Kapas ini sudah tidak bisa lagi menghalau suara teriakan itu. Hiks… Eomma mohon~~~~" ucap Heechul memohon yang juga diikuti Hangeng dan Kim ahjumma dengan melipat kedua tangan mereka.

"Aigo…Mianhanda Eomma, Appa…Ne…Aku akan menghentikannya. Tapi mungkin, Eomma bisa membantuku? Eomma menghampiri Kyuhyun dan aku menghampiri Sungkyu." Ujar Sungmin.

"Tidak bisa Sungmin-ah…Eomma mu masih belum mau mati jika berhadapan dengan setan Kyu itu. Eomma mu masih ingin melihat cucunya menikah dan melihat cicitnya" ujar Hangeng yang disertai anggukan dari Heechul.

"Ah, baiklah…Tunggu sebentar"

"EOMMA!"

"EOMMA!~~~~~"

"EOMMA…EOMMA…EOMMA….!"

"EOMMA!~~~~~EOMMA!~~~~EOMMA~~~~!"

Teriakan itu masih bergema, Sungmin yang ingin melangkah berhenti sejenak, menarik nafas sebentar dan—

"YA! DIAM KALIAN! AKU AKAN KESANA!"

Kkeut…Berhenti, teriakan itu berhenti seketika dan Sungmin menghembuskan nafasnya lagi, sedikit menoleh kearah mertuanya dan tersenyum manis. Kemudian melangkah menuju kamar atas, membangunkan Kyuhyun.

"Hanya makhluk buas yang mampu menghentikan makhluk buas lainnya" lirih Heechul yang dibalas anggukan oleh Hangeng dan Kim Ahjumma.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"Eomma~~~~~" suara bass Kyuhyun yang sangat manja itu pun semakin menjadi kala melihat Sungmin mendatangi kamarnya. Meskipun suara itu terdengar menjadi cicitan ketika menyadari mata sang istri begitu tajam menatap dirinya.

"Eomma….boleh minta morning kiss untuk Appa?" Kalimat perintah untuk ciuman yang biasa ia lakukan berubah menjadi kalimat minta izin.

CUP

Sungmin mengabulkan permintaan Kyuhyun dengan wajah yang masih sangat dingin.

"hehehe….Eomma sangat baik" Tawa canggung itu pun terdengar begitu tidak mengenakan ditelinga. Kyuhyun segera bangkit dari ranjangnya dan melangkah menuju kamar mandi. Ia harus menghindari istrinya untuk sementara waktu jika tidak ingin dimakan hidup-hidup.

"Eomma SARANGHAE! JANGAN MARAH! AKU MENCINTAIMU, CHAGI!" Teriak Kyuhyun dari kamar mandi.

Hah~~~ Sungmin hanya mampu menghembuskan nafas panjang. Sekali lagi ia kalah dari manusia bernama Cho Kyuhyun.

"Pangeran tidur….Eomma harap kau tidak bertingkah jika dibangunkan" ucap Sungmin bermonolog.

~ooOOoo~

Sungmin melangkah turun dan tersenyum canggung pada kedua mertuanya.

"Tinggal membangunkan Sungkyu, tunggu sebentar Appa, Eomma…" ucap Sungmin.

"Ne…Santai saja Sungmin-ah. Jantung Eomma sudah bisa tenang jika kau sudah ada dirumah ini. Lanjutkan tugasmu, sayang…" jawab Heechul yang kini sudah bersantai membaca majalah dan meminum teh pagi nya.

"Hehehe…"

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

Sungmin membuka pintu kamar Sungkyu dan melihat mata Sungkyu yang dipaksa memejam. Sungmin tertawa dalam hati, sebegitu menakutkan nya kah dirinya saat ia berteriak tadi, hingga suami dan anaknya terlihat gemetaran saat ia hampiri.

CUP

Sungmin mengecup kening Sungkyu seperti yang selalu ia lakukan tiap pagi.

Pagi ini Sungmin tidak sempat membangunkan suami dan anaknya, ia pergi berbelanja ke pasar. Aneh memang membayangkan Sungmin harus bersusah payah berbelanja kepasar jika melihat suaminya memiliki toserba yang begitu besar dan lengkap. Namun untuk hari ini beda, dan terkadang hari lainnya juga. Ia yakin mertuanya akan kembali ke Korea untuk menghabiskan tahun bersama mereka. Oleh karena itu ia berbelanja sangat banyak. Toserbanya? Tentu saja Sungmin tidak akan mengambil barang-barang dari sana apalagi ini dalam jumlah yang besar, Sungmin terlalu baik? Polos? Sederhana? Begitulah~~~.

Sungkyu tidak memberikan reaksi apapun. Mata itu masih bergetar dan terpejam. Tangannya pun menggenggam ujung selimut itu begitu erat dan bergetar.

"Bangunlah~~~ Eomma tidak akan memarahimu. Bangun dan segera mandi. Ada HanBoeji dan HeeMoeni dibawah. Cepatlah, mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu bersama cucu tersayang mereka" ucap Sungmin melembut dan mengusap kepala Sungkyu.

"Eomma tidak marah karena Sungkyu dan Appa berteriak-teriak?" tanya Sungkyu yang masih saja memejamkan matanya.

"Eomma akan marah jika HanBoeji dan HeeMoeni sedih karena waktu mereka terbuang untuk bersama cucunya hanya karena cucu mereka masih asik tidur dikamarnya." Ucap Sungmin.

Sungkyu segera melemparkan selimutnya kearah berlawanan dari Sungmin, mengecup pipi kanan Sungmin dan berlari menuju kamar mandi.

"EOMMA SARANGHAE! SUNGKYU MENCINTAI EOMMA…TOLONG BILANG SAMA HANBOEJI DAN HEEMOENI SUNGKYU AKAN SEGERA DATANG DAN BERMAIN BERSAMA. 5 MENIT…YA…5 MENIT! EOMMA SARANGHAE!" Teriak Sungkyu dari kamar mandi.

"Hah~~~ Mengapa aku tidak bisa pernah menang dari kedua Cho itu" Sungmin menghembuskan nafas panjang. Sekali lagi ia kalah dari manusia bermarga Cho, Cho Sungkyu.

.

.

.

*** My Family, Father, Mother, Son ***

.

.

.

Baiklah, itu kebiasaan yang selalu Eomma lakukan tiap pagi. Membangunkan ku dan Appa. Walaupun terkadang, rumah besar ini harus luluh rantah karena teriakan aku dan Appa.

Kalian tahu bagaimana Appa ku kesehariannya…Sangat sempurna, tapi mungkin ada sedikit kepedihan di hatinya. Aku tahu itu, Hei…Jangan lupakan jika aku adalah anaknya. Aku mengerti sekali keadaan kedua orang tuaku.

Aku harap suatu saat, Eomma mampu menyembuhkan sedikit kepedihan yang ada di hati Appa.

Percayalah, aku sangat mencintai Appa. Appa Saranghae~~~

.

.

.

*** My Family, Father, Mother, Son ***

.

.

.

"Cho Sajangnim….Agenda anda untuk satu minggu ini sangat padat. Siang nanti ada makan siang bersama Direktur Kim beserta istrinya di restoran Park"

"Besok ada, pertemuan singkat dengan Direktur Jung beserta istri untuk launching butik baru istrinya"

"Lusa ada reuni akbar sebagai penutupan tahun Cho Toserba, pekerja beserta keluarga toserba dan pensiunannya."

"Dan malam penutupan tahun, anda harus menghadiri penghargaan Penguasa terbaik tahun ini, anda kembali menang sajangnim. Chukkae~~~"

Sekretaris cantik itu membolak-balik catatan yang ia catat untuk membacakan agenda yang harus Kyuhyun lakukan seminggu ini. Agenda untuk satu minggu ini sangat padat mengingat hari telah mendekati penghujung tahun. Dan hari-hari ini lah yang membuat Kyuhyun membenci akhir tahun.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"Aku dengar, anda menjadi pengusaha terbaik lagi di tahun ini tuan Cho…Selamat ya…" ucap Direktur Kim ditengah-tengah menikmati santap siang mereka.

"Ah, itu belum diumumkan direktur Kim, semua bisa berubah hingga hari H nanti" ucap Kyuhyun membalas perkataan kolega bisnisnya.

"Tapi, hal itu sudah pasti tuan Cho. Tanpa pengumuman pun, semua orang akan tahu jika anda memang pemenangnya." Tambah istri dari direktur Kim.

"Hahaha…Nyonya Kim bisa saja" balas Kyuhyun.

"Apa kali ini, si Angel Cho juga tidak akan menghadiri acara sebesar ini? Sang suami mendapat penghargaan sebesar ini, seharusnya ia datang bukan." Ucap Nyonya Kim lagi.

"Istriku tidak suka keramaian Nyonya, ia tidak terbiasa dengan hal-hal seperti ini" jawab Kyuhyun berusaha agar Sungmin tidak dianggap tidak baik di depan koleganya.

"Ah benarkah, apa bukan karena—"

"Bukan Nyonya Kim, istriku bukan orang yang berpikiran pendek, hanya karena ia malu bahwa ia adalah seorang pria dan menikahi orang yang dianggapnya sangat hebat dan tidak pantas ia dampingi…Bukan karena itu" Kyuhyun memotong pertanyaan Nyonya Kim yang menjadi pertanyaan semua orang. Kyuhyun menjawab lagi dengan berusaha agar Sungmin tidak dianggap tidak baik, meskipun tanpa ia sadari, jawaban sebenarnya adalah apa yang ia ucapkan.

"Sudahlah, Yeobo~~~ Jangan mengurusi rumah tangga Cho Sajangnim. Itu adalah urusan mereka, cha…Kita lanjutkan makan siang kita" ucap direktur Kim.

Kyuhyun hanya tersenyum sekilas menanggapi ucapan direktur Kim meskipun dalam hati ia sedikit sedih. Perkataan Nyonya Kim benar, seharusnya istrinya mendampinginya disaat ia mendapat penghargaan sebesar itu.

Kyuhyun bukan tidak mensyukuri apa yang Sungmin lakukan selama ini, Sungmin adalah istri yang sangat sempurna dan Kyuhyun bersumpah tidak akan pernah berhenti mencintai Sungmin. Namun ia terkadang menyedihkan satu hal, Sungmin masih saja menganggap dirinya sendiri tidak pantas mendampingi Kyuhyun. Seorang yang sangat hebat dan sempurna sedangkan Sungmin, adalah seorang yang awalnya pemuda bisu yang hanya menyusahkan hidup seorang Cho Kyuhyun.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"Chagi~~~~"

Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin saat mereka kini berada di balkon kamar mereka. Menikmati malam yang sudah larut yang hanya di hiasi beberapa bintang karena cuaca malam ini sangat tidak baik.

"Ne~~~" jawab Sungmin.

"Besok temani aku ne…Direktur Jung mengadakan launching butik baru istrinya." Ucap Kyuhyun yang memeluk erat Sungmin.

"Kyu~~~ Sudah berapa kali ku bilang, aku tidak suka datang ke tempat ramai seperti itu" balas Sungmin yang telah membalikan tubuhnya menghadap Kyuhyun, menangkup pipi Kyuhyun dan mengecup bibirnya sekilas mencoba meminta pengertian dari Kyuhyun.

"Kau tidak suka keramaian, atau kau memang masih memikirkan pantas tidaknya dirimu disampingku" Kyuhyun membatin.

Kyuhyun hanya tersenyum dan mengangguk seakan meyakinkan Sungmin jika ia mengerti Sungmin meskipun ia sangat sedih. Disaat semua teman-temannya menggandeng mesra istri-istri mereka, namun Kyuhyun tidak ada yang bisa ia gandeng. Kyuhyun tidak malu sama sekali dengan istrinya adalah seorang pria. Bahkan seluruh dunia sudah tahu dan yang paling penting semua orang tahu, keberhasilan yang Kyuhyun dapatkan adalah karena seorang istri yang sangat istimewa itu. Cho Sungmin.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"Oh~~~~Tuan Cho….Terima kasih sudah datang" salam Direktur Jung kala melihat Kyuhyun yang gagah dengan jas hitamnya datang menghadiri launching butik istrinya.

"Ne, direktur Jung…selamat untuk butik baru istri anda." Jawab Kyuhyun dan memberikan sebuah bingkisan sederhana yang telah ia siapkan. Ia bukan dari kalangan politik, jadi bingkisan kecil tersebut tidak menjadi persoalan untuk mereka.

"Istri anda?" tanya direktur Jung.

"Dia tidak suka keramaian direktur Jung, jadi saya mohon maaf karena anda tidak bisa menjadikan nya model untuk jas pria desain istri anda itu." Jawab Kyuhyun.

"Ah, gwenchana tuan Cho…mungkin lain kali. Ayo silahkan tuan, silahkan nikmati hidangan yang tersedia…" kata direktur Jung.

"Ne~~~"

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"Eomma…Tadi didepan ada Han ahjussi dan ia memberikan ini" ucap Sungkyu saat baru saja memasuki rumah, baru pulang sekolah.

"Eoh, direktur Han datang, mengapa tidak disuruh masuk Sungkyu-ah…" tanya Sungmin pada Sungkyu namun mata foxynya fokus dengan surat yang ia dapat.

"Tadi Han ahjussi terburu-buru Eomma…Apa isi surat itu Eomma?" tanya Sungkyu penasaran.

Sungmin membaca surat itu dengan seksama yang ternyata adalah undangan untuk seluruh keluarga besar Cho Toserba.

"Ini undangan untuk keluarga, Cho Toserba mengadakan reunian penutupan tahun" ucap Sungmin.

"Dan Eomma pasti tidak datang lagi, hah~~~~kadang Sungkyu kasihan dengan Appa… Appa selalu sendiri saat ada acara-acara seperti itu" kata Sungkyu.

"Eomma tidak suka keramaian Sungkyu-ah~~~" kata Sungmin memelas.

"Eomma tahu, 3 tahun lalu saat Sungkyu untuk pertama dan terakhir kali datang ke reunian itu, Appa memasang wajah yang sangat menyedihkan. Ia memandang teman-temannya dengan sedih, mereka semua datang dengan istrinya…" kata Sungkyu lagi.

"Jadi Appa mu tidak bahagia datang bersamamu?" tanya Sungmin balik.

"Itu berbeda Eomma… Coba Eomma bayangkan, betapa bangganya Appa memperkenalkan Sungkyu saat itu. Tapi coba Eomma bayangkan juga, betapa bangganya Appa saat memperkenalkan Sungkyu beserta Eomma juga disamping Appa. Itu pasti adalah hal yang sangat Appa tunggu-tunggu dari dulu."

Sungmin hanya diam dengan semua perkataan Sungkyu. Ia sadar, bukan persoalan keramaian…tapi ia malu dengan dirinya sendiri. Ia menghargai dirinya sendiri dengan harga yang begitu rendah hingga ia merasa tidak pantas bersanding dengan Kyuhyun meskipun pernikahan mereka sudah menjalani masa 16 tahun.

Tapi mengapa Kyuhyun tidak pernah mengatakan itu. Mengapa Kyuhyun tidak pernah mengatakan jika ia sedih dengan tingkah lakunya yang menganggap dirinya sendiri rendah. Mengapa Kyuhyun tidak pernah memarahinya untuk hal itu.

Sungkyu benar, kebanggaan seorang laki-laki terletak atas usahanya, pekerjaannya, dan yang paling penting adalah keluarganya…anak dan istrinya.

Sungmin masih berdiri dan melamun diruangan itu hingga Sungkyu berujar dan membuyarkan lamunan Sungmin.

"Eomma, Sungkyu pergi dulu ya, kerumah Eunhyuk dan Donghae ahjussi. Dari tadi Eunhae menelepon Sungkyu mengajak bermain…" ucap Sungkyu pada Sungmin dan terpotong karena bunyi ponsel yang ada di sakunya.

"Ne Eunhae-ya, Hyung akan datang…sebentar lagi. Ne…ne…ne…jangan menangis, hyung akan datang. Berikan waktu hyung 30 menit. Ne…naik bus butuh waktu segitu Eunhae-ya~~~ Ne…annyong"

"Eomma…Sungkyu pergi ne. Saranghae~~~" ucap Sungkyu cepat dan mencium pipi kanan Sungmin.

Sungmin yang masih setengah melamun hanya mengucap "Ne chagi, hati-hati dijalan" katanya.

.

.

.

ooOOoo

.

.

Kejadian yang sama persis, hanya saja wajah yang Kyuhyun peluk berbeda dengan malam kemarin. Wajah Sungmin terlihat sedang memikirkan seseuatu.

"Sayang~~~Ayo tidur, ini sudah malam. Besok aku ada acara penting…Kajja" Kyuhyun menarik Sungmin perlahan dari balkon kamar mereka, merebahkan Sungmin, membalikan tubuh Sungmin hingga tepat menghadap dirinya, mencium kedua mata Sungmin dan memeluk tubuh itu.

"Jaljayeo, chagi" ucap Kyuhyun yang mencium bibir Sungmin sebelum menutup rapat matanya untuk tidur.

Berbeda dengan keadaan Kyuhyun yang sudah terlelap damai dalam tidurnya, Sungmin masih memikirkan perkataan Sungkyu.

"…Dan Eomma pasti tidak datang lagi, hah~~~~kadang Sungkyu kasihan dengan Appa… Appa selalu sendiri saat ada acara-acara seperti itu"

"…Eomma tahu, 3 tahun lalu saat Sungkyu untuk pertama dan terakhir kali datang ke reunian itu, Appa memasang wajah yang sangat menyedihkan. Ia memandang teman-temannya dengan sedih, mereka semua datang dengan istrinya…"

Sungmin juga memikirkan kata-kata Kibum saat siang tadi menelepon Sungmin sekedar bercengkrama melepas rindu.

:::::::

"Yeobosseo, Oppa…" ucap Kibum saat menelepon Sungmin.

"Ne, Kibum-ah…Waeyo…?"

"Anio…Aku merindukan Oppa. Kapan Oppa datang main kerumah, selalu saja Sungkyu yang oppa suruh mengantarkan makanan yang kau masak saat aku ngidam makan masakanmu."

"Aku sibuk Kibum-ah…Aku punya satu bayi yang lebih merepotkan dari bayi yang kau kandung, kau lupa?"

"Ah ne…Kyuhyun melebihi bayi yang baru lahir"

"Itu kau mengetahuinya. Ada apa kau meneleponku…apa kau mengidam lagi?" tanya Sungmin yang mengetahui Kibum sedang mengandung anak keduanya, dan sering sekali mengidam makan masakan Sungmin. Kadang Kyuhyun suka membentak Siwon sebagai pelampiasan karena tidak mungkin memarahi Kibum yang dulu menjadi dokter yang menyelamatkan istri dan putranya 'Apa kau tidak bisa memberi pengertian pada Kibum noona, istriku bukan koki pribadinya'

"Ne…tapi bisa ditunda. Aku hanya menyampaikan bawa ddeobokki buatanmu ke reunian Cho Toserba besok ne…Kami di undang sebagai tamu yang selalu berbelanja disana. Donghae Oppa dan Eunhyuk Oppa juga datang, jangan lupa bawa banyak ne…"

"Ya! Mana bisa begitu…disanakan sudah ada banyak makanan. Makan ddeobokki yang ada disana…lagi pula aku selalu tidak datang"

"Eh, Wae…? Karena keramaian lagi? Hahahaha, itu alasanmu saja Oppa. Aku tahu siapa dirimu…"

"Apa yang kau tahu dariku?" tantang Sungmin.

"Dengar Oppa…Siwon pernah bilang…Tahun lalu saat ia menghadiri award tahunan, dimana ia sebagai pengacara terbaik Seoul, dimana suami mu juga disana tiap tahun nya sebagai pengusaha terbaik…mengatakan jika ada satu bagian dari Kyuhyun seperti suram saat mengatakan ucapan terima kasih."

"maksudmu?" tanya Sungmin berpura-pura bertanya

"Oppa jangan pura-pura tidak mengerti, Oppa tahu…Senyum Kyuhyun sangat menyedihkan saat bercerita si Angel Cho. Matanya seakan mencari dimana letak Angelnya, matanya memancarkan kedambaan agar istrinya melihat dirinya ada diatas podium itu. Tersenyum bangga atas usahanya" ucap Kibum.

"Aku selalu bangga padanya" kata Sungmin.

"Iss…Oppa tidak bisa dibilangin jika menyangkut hal ini. Sudahlah… Aku ada rapat dokter bersama Eunhyuk Oppa dan Donghae Oppa, Annyong Oppa…Saranghae~~~" ucap Kibum manja. Siapa yang tidak manja, dia adalah satu-satunya wanita diantara 3 keluarga terfenomenal di Korea itu.

"Iss…Jangan mengatakan itu. Siwonnie bisa membunuhku" jawab Sungmin bercanda.

"Tidak mungkin…bahkan ia lebih sering mengatakan saranghae padamu. Jangan coba-coba mengelak, Kyuhyun hampir saja membunuh suamiku itu bulan lalu, malam itu, Oppa ingat…dimana Siwon menelepon mu untuk menanyakan cara memasak ramen karena aku ngidam"

"Ne…Ne…arachi, annyong"

::::::::

Apa aku memang terlalu memandang rendah diriku.

Apa karena itu aku tidak sadar dengan akibat yang ku timbulkan.

Apakah selama ini, memang inilah kelengkapan kebahagiaan Kyuhyun. Memperlihatkan aku sebagai istrinya.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"Chagi…Aku pergi ya sayang. Jaga Sungkyu dirumah baik-baik, jangan sampai ia mencari Eomma baru" ucap Kyuhyun sebelum pergi menghadiri reuni tahunan Cho Toserba.

"Cih…Dia tidak mungkin mencari Eomma baru yeobo, tapi mungkin saja mencari Appa baru. Iya kan, Sungkyu-ah~~~" balas Sungmin.

"Jika dia berani melakukan itu, ku pastikan Eomma nya akan ku siksa sepanjang malam. Cha…'cup', aku pergi ne." Kyuhyun meninggalkan Sungmin dan Sungkyu. Dengan kemeja warna biru langit, jas hitam yang mewah serta dasi yang sepadan dengan baju ia kenakan, membuat ia berjalan dengan gagahnya. Melangkah keluar rumah dengan senyum menawan, siapa yang tahu jika dalam mobil ia tersenyum sedih – Andaikan aku pergi bersama istriku.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

10 Menit setelah kepergian Kyuhyun, Sungmin masih berdiri didepan pintu sedangkan Sungkyu masih sibuk dengan PSP nya.

"Baby~~~~" panggil Sungmin.

"Ne, Eomma~~~" ucap Sungkyu.

"Mandi dan segera bersiap, kita akan ke reunian itu sekarang…" kata Sungmin yang menutup pintu dan melangkah menuju kamarnya dan meninggalkan Sungkyu yang terlihat terkejut mendengar penuturan Eommanya.

"Apa tadi Eomma bilang menyiapkan kemenyan? …Ehm Mollaseo" Sungkyu yang tidak mendengar jelas ucapan Sungmin kembali melanjutkan permainannya.

"Eomma akan mematahkan PSP kesayangan mu jika kau juga tidak segera bersiap pergi ke reunian itu Cho Sungkyu"

"Andwae~~~~ Ne Eomma!"

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

Kini Sungmin dan Sungkyu berada didepan aula yang telah di sediakan untuk menampung tamu-tamu undangan Cho Toserba itu.

Sungmin menggunakan kaos oblong bercorak banyak dengan jas hitam biasa dengan celana jeans biasa, oh ya ampun…ia benar terlihat seperti seorang fashion teroris meskipun baju yang ia kenakan tidak mengurangi sedikitpun ketampanannya.

Berbeda dengan putranya, Cho Sungkyu…meskipun ia terlihat tampan dengan kaos pink bertangan panjang *Sungmin di Summer Snow rehersal* dan celana jeans hitamnya, namun hal itu tetap saja kurang cocok digunakan diacara seperti ini.

Saat melangkah memasuki pintu masuk aula itu, petugas yang berada disana menanyakan kartu undangan yang harus dimiliki setiap undangan yang datang kepada Sungmin dan Sungkyu. Hal itu ditujukan agar tidak terjadi apa-apa dikarenakan pesta ini merupakan pergelaran yang cukup besar yang mampu mengundang kejahatan yang bisa saja terjadi mengingat seorang Cho lah yang menyelenggarakannya.

"Kartu undangan anda Tuan" tanya petugas itu yang benar-benar tidak mengenal rupa dari seorang Cho Sungmin.

"Eoh, Joesonghamnida…Sungkyu-ah, berikan undangannya baby" ucap Sungmin.

"Eoh, bukan kah tadi bersama Eomma…" tanya Sungkyu balik.

"Tidak, Eomma menyerahkannya padamu saat di mobil tadi. Pak Kang yang menyaksikan Eomma memberikannya baby…Jangan bilang kau menghilangkannya" ucap Sungmin.

"Eottokeyo Eomma~~~ Sungkyu menghilangkannya…Ettoke" ujar Sungkyu sedih.

"Aish, bagaimana lagi, kita tidak bisa masuk" ucap Sungmin.

"Ahjussi…Kami ini anak dan istri Appa, masa' kami tidak boleh masuk" dan kini Sungkyu mengeluarkan aegyonya untuk merayu para penjaga yang sempat terkejut dengan tatapan itu 'Oh ya ampun, dia manusia apa boneka'.

"Mianhae…Siapa Appa mu? Tapi siapapun Appamu, kami tidak bisa membiarkan orang masuk sembarangan. Mianhae adik manis~~~" ucap penjaga itu.

"Eomma~~~" Sungkyu hampir saja menangis karena penolakan yang dilakukan petugas itu. Apakah mereka tidak tahu siapa Appanya Sungkyu, apakah tidak ada satupun kemiripan Kyuhyun dengan Sungkyu. Tidak ada, semuanya duplikat Sungmin kecuali seringaian itu.

"Eoh, tuan muda menangis…?"

Sang penyelamat tiba, Direktur Han. Direktur pelaksana toserba itu. Para penjaga yang melihat pemimpin mereka hanya mampu membungkukan badan pertanda penghormatan mereka pada pemimpinnya.

"Ahjussi~~~~" rengek Sungkyu lagi.

"Aigo…Tuan muda kenapa? Apa yang terjadi…?" Direktur Han yang sudah dianggap paman oleh Sungkyu hanya bisa mengusap punggung Sungkyu yang sudah menangis di pelukannya, Sungkyu merasa sedih, mengapa tidak ada yang menyadari kemiripan dirinya dengan Kyuhyun - *memang tidak ada* - Ia merasa jika ia bukan anak kandung dari Kyuhyun.

"Tuan Cho apa yang terjadi? Tuan Cho…?" Direktur Han yang tidak mampu bertanya dengan Sungkyu karena sibuk menangis dipelukannya hanya bisa bertanya dengan Sungmin, meskipun ia harus kembali merintih karena induk kelinci yang ada dipelukannya itu sedang menunduk menahan tangis. - *Kenapa tidak ada yang menyadari Sungkyu anak Kyuhyun, ia lahir dari perutku, tapi benihnya dari Kyuhyun*

"Ya! APA YANG KALIAN LAKUKAN DENGAN MEREKA!" Direktur Han tidak bisa menahan kekesalan itu lagi, akhirnya ia menumpahkannya kepada petugas yang berjaga disana, jika ia menumpahkannya pada Sungmin dan Sungkyu, mungkin dia akan tinggal nisan.

"Ah, Joesonghamnida Direktur Han, kami hanya meminta mereka untuk menunjukan kartu undangan namun mereka tidak mampu memperlihatkannya, jadi kami tidak memperbolehkan mereka untuk masuk" jawab penjaga itu dengan sejujur-jujurnya.

"Ya! Apa kalian tidak tahu siapa mereka! Mereka adalah istri dan anak Cho Sajangnim…Kalian mau dipecat,Eoh?" tanya Direktur Han

"Oh Ya ampun…Maafkan kami tuan, kami tidak tahu" ucap penjaga itu yang sudah membungkuk 90 derajat.

"Ne, gwenchana…Kalian tidak akan dipecat kok, tenang saja. Annyong…Kami masuk dulu ne^^" Sungmin dan Sungkyu melangkah dari pos penjagaan itu mengikuti Direktur Han yang diyakini tidak mengarah ke aula itu.

"Direktur Han, bukan kah aula disebelah sana? Mengapa anda membawa kami ke dalam toserba lagi?" tanya Sungmin heran karena dibawa ke dalam satu spot di toserba itu, fashion spot.

"Joesonghamnida tuan Cho Sungmin, tapi bolehkah anda melepas baju yang anda kenakan dan menggunakan beberapa pakaian yang ada disini saja. Itu…Itu—"

"Karena pakaian kami tidak sesuai ya….Hiks..Hiks..Sungkyu-ah~~~~" tangis Sungmin.

"Eoh, Eomma menangis? Eomma…Hiks…Hiks…jangan menangis…" Sungkyu ikut menangis.

"Oh, Ya ampun, aku bisa gila. Kau, tolong siapkan semua baju untuk tuan Cho Sungmin dan Tuan muda Sungkyu, sesuaikan dengan pakaian yang Cho Sajangnim kenakan, lakukan apapun…Paksa mereka. Tenang, kau tidak akan dipecat oleh mereka, tapi pastikan kau menyelesaikannya dengan segera-cepat tanpa dilihat oleh Cho Sajangnim kalau kau masih ingin hidup , Arachi?" Direktur Han memberi Komanda pada seorang yang ia percayai mampu mengubah penampilan anak dan induk kelinci itu.

==OTHER SIDE==

"Kalian kenapa, mengapa terus membungkuk seperti itu?" tanya seorang pria berpostur tegap dengan sebuah senjata api tersampir dilengannya yang di yakini adalah polisi yang ikut mengamankan pesta itu.

"Oh Kau Han Soo Hyun!" jawab petugas yang di sapa

"Siapa itu…?"

"Ini mungkin sangat mengejutkan, jadi tolong siapkan jantungmu dengan baik"

"Ne…" ucapnya mengangguk.

"Dia adalah Cho-Sung-Min dan Cho-Sung-Kyu"

"MWO? Istri tuan Cho Kyuhyun? Anak tuan Cho?"

"Ne, dia adalah si Angel Cho itu. Sang Permaisuri. Cho Sungmin. Dan jangan lupa sang Pangeran. Hei, Ya! Kau mau kemana?" ujar pria tegap yang heran melihat teman bicaranya berlari kencang menjauhinya.

"Meminta tanda tangan, Angel Cho!" teriaknya.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

Setelah kurang lebih 10 menit melakukan make over pada Sungkyu dan Sungmin, kini dengan gagah mereka melangkah memasuki aula itu.

Sungmin kini telah berubah layaknya seorang malaikat dan semakin menegaskan dirinya, ia adalah Angel Cho itu. Sungmin mengenakan Jas putih dengan celana putih serta kemeja berwarna biru langit dengan dasi kupu-kupu berwarna putih membuat ia terlihat sangat shinning dan manis

Sungkyu sendiri juga telah berubah, meskipun gayanya tetap casual, namun terlihat lebih baik menghadiri sebuah pesta seperti ini. Ia menggunakan kaos oblong berwarna putih dengan denim berwarna hitam dan menggunakan blazer berwarna biru langit.

Semua orang berdecak kagum melihat pemandangan yang ada dihadapan mereka, 2 orang pria tampan memasuki aula itu.

"Oh Ya ampun…Mereka sungguh tampan"

"Oh, apa tempat ini surga…Mereka benar-benar indah"

"Oh…Akhirnya aku melihat malaikat"

"Oh…ya ampun…"

"oh…"

"oh.."

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

Sungmin mencari keberadaan Kyuhyun disekeliling aula itu, dan kemudian melangkahkan kakinya diiringi dengan ratusan mata yang mengikuti geraknya pada sebuah sudut di aula itu.

Kyuhyun terlihat menyendiri disudut aula itu. Ia membalikan tubuhnya menghadap dinding dengan sebuah piring berisi makanan kecil ditangannya sebagai pengalih jika temannya mengajak bergabung, ia memiliki alasan sedang menikmati makanannya, padahal ia sedang ingin sendiri.

Sungmin tersenyum simpul melihat kelakuan Kyuhyun yang terkadang menendang-nendang kecil dinding sudut itu.

"Sedang membutuhkan teman tuan…?" tanya Sungmin yang sudah memeluk Kyuhyun dari belakang, ia seperti seorang penggoda sekarang, apalagi dengan desahan nafas itu.

Kyuhyun yang sangat hapal dengan pelukan, aroma serta jangan lupakan desahan itu hanya mampu terdiam kaku, bahkan menjatuhkan piring yang sedari tadi ada ditangannya.

"Ch—Cho Sung—Min…" ucap Kyuhyun terbata dan membalik tubuhnya.

"Ne Tuan, saya siap melayani anda malam ini" ucap Sungmin lagi

Tanpa berpikir panjang, ia mencium bibir Sungmin dengan ganas, tidak lagi mempedulikan puluhan kamera yang sedang berupaya mendapatkan moment langka itu.

Setelah melepas cumbuannya, Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari keberadaan putra tunggalnya dan ia menemukannya tepat dibelakang para pemburu berita itu.

"Pangeran, kemari baby~~~" panggil Kyuhyun.

Sungkyu melangkah menembus puluhan pencari berita itu, menghampiri kedua orang tuanya, Kyuhyun yang tersenyum bangga dan Sungmin tersenyum malu dengan wajah yang sudah sangat merah.

"Yeorobeun…perkenalkan, ini istriku tercinta, paling ku cintai, dan selalu ku cintai meskipun aku telah mati nanti, Cho Sungmin"

"Dan ini putra kebanggaanku, Cho Sungkyu…"

Sungmin dan Sungkyu hanya membungkuk hormat sebagai tanda pengenalan mereka, tersenyum hangat hingga suara itu meluluhlantahkan senyuman mereka.

"Dan jangan lupakan perkenalkan putri kecil kalian, Kyuhyun-ah…" ucap Kibum tiba-tiba.

"MWO?" tanya mereka serentak.

"Apa yang noona maksud…?" tanya Kyuhyun tidak percaya. Hei, dia bersumpah tidak pernah menyentuh siapapun selain Sungmin yang bisa membuahkan seorang putri yang Kibum maksud.

Para pemburu berita itu pun mengalihkan kameranya kearah Kibum yang sedang memegang sebuah amplop coklat. Para pemburu berita itu meyakini, pasti ada sesuatu dalam amplop itu. Apakah dalam amplop itu ada bukti-bukti perselingkuhan Kyuhyun atau semacamnya.

"Noona…jelaskan apa maksud noona" tanya Kyuhyun mendesak.

"Iss, Oppa…Apa kau tidak merasakan dia? Walaupun perutmu tidak seperti orang hamil di usia ke 4 bulan ini, tapi dia sehat…jadi bukan berarti kau tidak sadar ia ada di tubuhmu kan." Jelas Kibum.

"Mwo…? Mm—maksudmu…Aa—Aku hamil lagi?" tanya Sungmin.

"Ne…4 bulan, kau tidak tahu? Apa kau memang tidak mempunyai kepekaan mengenai yang ada disekitarmu? Selama 4 bulan ini kau selalu ku suruh datang ke klinik ku, apa kau tidak merasa curiga dengan itu semua?" tanya Kibum gemas.

"Noona selalu meminta Sungmin untuk membawa ddeobokki karena noona sedang mengidam, mana mungkin Sungmin tahu" Kyuhyun membela Sungmin disela-sela keterkejutannya.

"Appa…Mungkin saja Eomma hamil, Appa tidak sadar selama ini Eomma terlalu sensitif?" bisik Sungkyu, orang pertama yang sudah bisa menerima berita besar ini. Senang, tentu saja.

"Jja—Jadi, Putriku ada disini sayang…?" tanya Kyuhyun pada Sungmin.

"Molla Kyu…Aku tidak merasakannya selama ini. Dia begitu tenang, hiks…hiks…ia tidak pernah bergerak…hiks..hiks…Kibum-ah, apa benar ia sehat?" tanya Sungmin tidak percaya.

"Ne…Dia sangat sehat meski tubuhnya kecil. Ini buktinya" Kibum menunjukan sebuah potrait dimana terlihat seorang bayi yang diperkirakan memang sehat.

"Kk—Kyu, anak kita…hiks hiks"

Semua orang merasa haru melihat kebesaran-Nya yang ada ditubuh Sungmin, itu sungguh sempurna.

"Cha…perkenalkan putri kecil kami. Aku harap kalian mendoakan nya agar bisa lahir dengan selamat dan sempurna. Mohon doanya" ucap Kyuhyun dan membungkuk 90 derajat.

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"Kami persilahkan tuan Cho Kyuhyun menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai pengusaha terbaik tahun ini. Untuk tuan Cho Kyuhyun, kami, Ne? Jakaman…".

Pembawa acara itu menjeda ucapannya kala sebuah intruksi menghampiri gendang telinganya.

"Ah, Joesonghamnida…Kami sampaikan sekali lagi, Tuan Cho Kyuhyun adalah pemenang dari pengusaha terbaik tahun ini, tapi sebagai tamu kehormatan kami untuk tahun ini, bolehkan kami mengundang tuan Cho Sungmin untuk menyampaikan kata kemenangannya mewakili tuan Cho Kyuhyun. Kami mohon untuk tuan Cho Sungmin untuk maju kedepan…"

Prok…Prok…Prok…

"Kyu~~~~"

"Maju saja sayang, mereka sudah lama menunggumu" kata Kyuhyun yang mendengar rengekan enggan dari Sungmin.

Kyuhyun kini menghadiri acara penghargaan tahunan yang dilakukan kota Seoul untuk beberapa kategori, namun tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kini Kyuhyun didampingi oleh Sungmin dan anaknya, Sungkyu. Kyuhyun sangat senang dan bahagia.

"Ss—selamat malam semuanya, ss—saya disini mungkin merasa minder karena berdiri dihadapan para orang hebat dan sempurna. Kk—Kalian mungkin sudah mengetahui saya bagaimana, hidup saya sebelumnya, sebelum bertemu dengan Kyuhyun. Tapi kali ini, saya yang berdiri disini bukan lagi seorang Sungmin yang seperti itu. Kali ini saya berdiri sebagai seorang istri dari Cho Kyuhyun. Annyongasseo, choneun Cho Sungmin imnida dan saya bangga, saya adalah istrinya Cho Kyuhyun. Tolong jangan berpikir itu karena saya bangga menjadi istri orang kaya, tapi saya bangga karena Cho Kyuhyun adalah suami saya. Terlepas dia adalah orang kaya, dia adalah Kyuhyunku. Kyuhyun adalah suami yang sangat sempurna. Dia memberiku putra yang begitu tampan dan sempurna. Kyuhyun adalah ayah dari anakku yang sangat baik dan penyayang. Kyuhyun adalah suami yang sangat perhatian, pengertian dan sangat baik. Dan yang paling penting adalah, Cinta yang Kyuhyun berikan padaku, membuatku tidak pernah 'kehausan'. Saya mohon, dukung dan bantu dia dalam usahanya. Dan kini, atas karuniaNya, aku sedang mengandung anak kami kedua, saya mohon doanya agar bayi kami bisa lahir dengan selamat. Terima Kasih. Selamat malam." Sungmin mengakhiri pidato singkatnya dengan senyum menawan. Penampilan yang begitu apik yang ia kenakan, membuat ia terlihat begitu menawan dan itu menampilkan pemandangan yang menggiurkan untuk beberapa tatapan disana, dan Kyuhyun melihat itu.

"Ne…Maaf saya harus membawa istri saya pulang segera. Banyak sekali tatapan yang tidak mengenakan disini, Ya! Hajima! Jangan memandang istriku seperti itu! Ya! Neo…! Lee Hyuk Jae! Aish….Jika tahu begini, aku tidak akan pernah memperkenalkanmu pada siapapun" ucap Kyuhyun yang dalam sekejap naik keatas podium itu, menarik istrinya perlahan dan mengumpat tentunya.

"Salahmu sendiri, ini dia maksudku sebenarnya…Aku tahu akan banyak orang yang memperhatikan istrimu ini. Pesonaku sangat kuat yeobo" ucap Sungmin menggoda yang sudah dibawa keluar oleh Sungkyu dan Kyuhyun.

"Ya! Chagi…Kau mengancamku?" tanya Kyuhyun tajam.

"Anio…" ucap Sungmin.

"Aish Appa berhenti bertengkar, sekarang Eomma harus disembunyikan dulu, wartawan-wartawan itu terus mengincar Eomma, Appa~~~"

"Bawa ke mobil… Kita pulang sekarang."

.

.

.

ooOOoo

.

.

.

"Kabar terkini…Korea Selatan digemparkan dengan munculnya Angel Cho yang selama ini menjadi sosok misterius dibalik keberhasilan pengusaha Cho Kyuhyun. Bahkan Cho Sungmin, Angel Cho itu sedang mengandung putri mereka. Kabar selanjutnya akan kami sampaikan setelah Cho Sungmin—" Tittt…Trak.

Suara bunyi alat elektronik yang jatuh itu terdengar begitu keras dari ruang tamu itu.

"Hahahahah…Kalian kira Eomma berpikir sependek itu, menganggap Eomma rendah jadi tidak mau tampil di muka umum. Ini dia akibatnya…Eomma akan sibuk meladeni wartawan-wartawan itu. Dan Eomma tidak akan punya waktu lagi bersama kalian." Tawa Sungmin pecah melihat anak dan suaminya sama-sama menghancurkan televisi besar itu. Sudah seminggu wartawan mengejar-ngejar Sungmin, dan itu membuat Sungmin mengacuhkan Sungkyu dan Kyuhyun untuk meladeni wartawan-wartawan itu. Kyuhyun dan Sungkyu dipastikan sangat benci itu. Kini Eommanya menjadi milik publik—.

"EOMMA MILIK APPA"

"EOMMA MILIK SUNGKYU"

"Eomma milik warga Korea Selatan kini~~~~" ledek Sungmin.

"Ini salah Appa…"

"Ini salahmu baby, Kau harusnya menjaga Eomma mu untuk tidak datang ke pesta itu."

"Itu karena Appa terlihat menyedihkan.." ucap Sungkyu yang membuat Sungmin terdiam dari tawanya.

Sungmin menghampiri Kyuhyun dan memeluk tubuh itu.

"Kenapa kau tidak bilang sebelumnya, kau kesepian dan malu serta cemburu melihat teman-temanmu?" tanya Sungmin yang menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun.

"Kau tidak suka keramaian, aku tidak suka melihatmu gelisah dan tidak senang" ucap Kyuhyun tulus.

"Bukan itu alasannya Kyu, katakan" ujar Sungmin lagi. Sungkyu hanya bisa diam mendengar pembicaraan serius kedua orangtuanya.

"Itu jawaban yang sebenarnya sayang…Aku tidak ingin kau gelisah dan tidak senang, jika kau tidak mau ikut, aku tidak memaksa…Aku tidak ingin kau tidak enak hati. Begitupun dengan Sungkyu. Aku tidak ingin kalian sedikitpun merasa tidak enak hati, walaupun itu hanya hal sepele" jawab Kyuhyun jujur.

"Tapi kau sudah membuat kami tidak enak hati, Kyu…Kau selalu menyimpan disini" Kata Sungmin dan menunjuk serta mengusap dada Kyuhyun.

"Aku tidak peduli dengan diriku sendiri sayang, yang terpenting adalah Kau, Sungkyu dan putri kita ini" jawab Kyuhyun tersenyum dan mengusap perut Sungmin.

"Jaga ia baik-baik ne…Hartaku bertambah 1 lagi" tambah Kyuhyun lagi dan mengecup perut rata Sungmin.

"Uri Appa, Daebak!" Sungkyu berteriak, mengakhiri sesi haru dikeluarga kecilnya ini.

"Ne, Chagi…Uri Appa Daebak…Appa Saranghae~~~~" tambah Sungmin dan mengecup bibir Kyuhyun sekilas.

"Appa, Eomma…Jaljayo~~~~'Cup' 'cup', sepertinya setelah sesi haru tadi, akan ada sesi panas setelah ini. Bye Eomma…Appa Saranghae~~~"

Sungkyu berlalu meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin berpelukan di ruang tamu itu.

"Mau memulai sesi yang lebih panas sayang?" tanya Kyuhyun menggoda.

"Kyu~~~ Aku belum memeriksa baby kita, aku harus memastikan dulu. Bisakah kau tunda hingga aku yakin baby kita sehat~~~~" ucap Sungmin manja menolak permintaan Kyuhyun.

"Ne chagi~~~ Apapun untukmu dan anak kita. Kajja kita tidur." Ajak Kyuhyun.

"Ne Uri Appa….Saranghae~~~~" Cup

.

.

.

*** My Family, Father, Mother, Son ***

.

.

.

Itulah keinginan Appaku, dan pasti Appa menyesal dengan keinginannya itu. Hahahahaha…Tidak mungkin, Appa tidak pernah menyesal memperkenalkan kami ke hadapan dunia.

Ah~~~~ Eomma hamil dan anak perempuan…

Chagi-ya~~~Ppalli nawa~~~ Oppa sudah tidak sabar bermain dengan mu~~~~

Annyong yeorobeun~~~~


*** My Family, Father, Mother, Son ***

Author's Note : Ini cerita drabble ber chapter. Nnt kalau sudah END, saya tulis END koq. Kalau belum, berarti masih ada chap-drab berikutnya.

Author's Note Part 2 : Maaf ya , saya tidak menuliskan nama-nama yang mereview. Tapi Apapun yang saya lakukan, percayalah jika saya sungguh sangat berterima kasih atas perhatian kalian.

Author's Note Part 3 : Jangan tanyakan dimana Heechul dan Hangeng…Lagi dipulau Nami jadi Cuma nampil pas pagi itu doang.

Author's Note Part 4 :

Type your review for this chapter here…