Ga basa-basi lagi yah langsung aja haha!

Ps: tidak sesuai EYD dan MATURE CONTENT. Dibawah umur 18+ tanggung resiko sendiri. Karakter bukan milik saya dan ide cerita juga sudah dijelaskan diawal.

ENJOY!

"oh ada tamu?" masih dengan senyum manisnya.

"Hanya karena kau tahu password rumah ini bukan berarti kau bisa masuk sembarangan Kang Dong Ho!" Sementara sang pelaku hanya bisa tersenyum dan meminta maaf.

Kecanggungan pun terjadi setelah insiden itu. Jonghyun hanya bisa menunduk dan memainkan jari-jarinya. Pelan-pelan dia memperbaiki kemejanya yang terbuka dengan gerakan yang sangat pelan seperti prajurit yang masuk wilayah musuh. Guanlin berdiri dan menjauh dari kasurnya dan mendekati Dongho yang mulai duduk dan meletakkan barang-barangnya dimeja ruangan tengah. Guanlin duduk tepat dihadapan Dongho yang mengeluarkan alat tulis dari dalam tasnya.

"kalau kau mau bergabung silahkan saja" ucap Dongho

Jonghyun bingung apakah kelakuannya dengan Guanlin tadi hanya berlalu saja untuk mereka. Apa hanya dia yang malu disini. Setelah siap dengan keadaannya Jonghyun akhirnya bergabung dengan Guanlin dan Dongho, dia duduk disamping Guanlin.

"dia ini guru private ku dan juga sepupu ku" Guanlin mengucapkan sambil melihat Dongho dengan tatapan dingin karena masih kesal dengan kejadian tadi sementara Jonghyun melebarkan matanya mendengar perkataan Guanlin.

"Halo... aku Kang Dongho" Jonghyun melihat Dongho dengan tersenyum dan tatapan bingung. Melihat si kutu buku Jonghyun itu Dongho mengerti dia belum mengerti perkataan Guanlin.

"Kami bukan sepupu kandung... kau tahu keluarga orang kaya punya banyak masalah jadi..." kata-kata Dongho terputus dengan ketukan jari Guanlin.

"mulai saja belajarnya ini bukan sekolah ada sesi perkenalannya" ucap Guanlin dingin. Jonghyun hanya bisa memutar bola matanya melihat sisi Guanlin tadi.

Jonghyun berjalan menuju kelasnya. Dia bisa mendengar para siswa lain membicarakannya, baik itu bokongnya ataupun wajahnya. Pikiran mereka sudah penuh dengan hal kotor masih pagi begini. Namun tiba-tiba lengan yang cukup berat mendarat dibahu Jonghyun. Dia melihat ke arah lengan tersebat lalu beralih kepemiliknya dan memejamkan matanya saat melihat Guanlin tepat disampingnya. Keduanya berjalan bersama sampai mereka mendapati kelas Jonghyun.

"Soal kemarin tidak akan terulang lagi." Guanlin menatap tepat dimata Jonghyun dan lainnya hanya melihatnya malas.

"Benar hal kemarin tidak akan terulang lagi. Seluruhnya!" Jonghyun berbalik memasuki kelasanya tapi lengannya ditarik paksa dan punggungnya sudah tersandar pada tembok.

"kita tidak selesai begitu saja Jonghyun! Itu terserah pada mu" Guanlin pergi meninggalkan Jonghyun yang mata nya sudah mulai basah karena dia benar-benar sedih dan menyesal telah mencontek.

Siang hari saat sekolah sudah seslai Guanlin langsung membereskan tasnya dan terburu-buru keluar tapi sesaat sampai didepan pintu Guanlin terkejut melihat Jonghyun berdiri tepat didepannya. Guanlin menyeringai melihat tahanannya mengerucutkan bibirnya terlihat kesal.

Keduanya berjalan keluar lokasi sekolah dan Jonghyun yang memipin jalan. Wajah kesal Jonghyun masih terlihat kesal dan Guanlin masih saja terus melihat ponselnya. Jonghyun berhenti dan berbalik melihat Guanlin.

"kau... akan terus melihat ponsel mu?" Jonghyun menujuk Guanlin yang berbalik melihatnya dengan senyuman yang membuat si kutu buku menurunkan tangannya dan pipinya yang mulai memerah.

"aku hanya sedang mengusir kutu" Guanlin berjalan menuju Jonghyun dan merangkul bahunya lalu berjalan bersama menuju rumah Guanlin.

Kedua siswa tersebut sampai disebuah gedung sederhana. Tidak mau membuang waktu lagi Guanlin bergegas naik menuju rumahnya dan membuka pintu dengan tergesa-gesa sementara Jonghyun hanya mengikuti semua gerakannya dengan wajah datar.

Guanlin menutup pintunya dan melemparkan tasnya dan milik Jonghyun ke sembarang arah. Guanlin menarik Jonghyun ke kasur dan mebaringkannya. Guanlin mulai mencium pria yang jauh lebih kecil darinya itu, terus menerus dari ciuman lembut sampai penuh nafsu. Jonghyun hanya mengikuti saja dan tidak menolak. Dia merasa tidak ada gunanya menolak toh tubuhnya juga menyukai semua sentuhan Guanlin walaupun hati dan fikirinya seribu persen menolaknya.

Setelah ciuman panas mereka itu yang tentu didominasi Guanlin. Bibir pria Taiwan itu turun ke leher mulus Jonghyun, mulai dari mengendusnya, menciumnya dan menciptkan beberapa tanda kebiruan disana. Jonghyun sendiri hanya bisa menarik kepalanya kebalakang dan bergerak tidak karuan. Hanya suara erangan dan desahan Jonghyun juga suara kecipak dari bibir Guanlin yang menghisap kulit leher si kutu buku itu saja yang terdengar dalam sunyinya ruangan tersebut.

"nghh sudah!" ucap Jonghyun.

Berkali-kali dia menyentuh bahu dan mencengkramnya bahu Guanlin karena tidak kuat menahan sensai yang diberikan bibir pria Taiwan itu tapi Guanlin terus menepisnya dan terkadang meletakkan tangan Jonghyun diatas kepalanya sendiri. Jonghyun hanya bisa memegangi tepi tempat tidur dan meremas seprei yang sudah lepas dari kaitannya.

Guanlin perlahan membuka kacing seragam Jonghyun dengan tidak melepas ciumannya pada leher Jonghyun dan terkedang kembali ke bibirnya. Tidak lama kemudian Jonghyun sudah tidak berpakaian alias telanjang dan dengan cepat Guanlin pun membuka seluruh pakaiannya.

"Ready?" ucap Guanlin yang kembali memposisikan dirinya diatas tubuh Jonghyun—yang berada tepat diantara paha Guanlin.

Jonghyun hanya bisa memalingkan wajahnya ke arah lain dan menutup matanya tetapi Guanlin membawa kembali tatapan Jonghyun kehadapannya dan memulai lagi ciuman mereka. Bersamaan dengan ciuman itu, Guanlin pelan-pelan memasukkan miliknya yang sudah tegang sempurna itu dan sedikit demi sedikit hingga masuk penuh. Saat setengah miliknya masuk Jonghyun mencoba mendorong Guanlin tapi pria Taiwan itu cukup tanggap dan langsung memasukan seluruh miliknya.

"Ahh! Itu sangat sakit!" Jonghyun mengeluarkan teriakan kesakitan dari bibirnya dan matanya juga mulai basah. Sementara Guanlin masih mendiamkan miliknya didalam menunggu Jonghyun tenang.

Jonghyun tidak lagi bersuara yang ada hanya suara nafasnya yang tidak berarturan. Guanlin mulai menggerakan pinggulnya, menarik dirinya perlahan dengan tempo yang pelan pula. Seolah sudah hafal luar kepala, tangan Jonghyun meremas bantal yang ada dibawah kepalanya. Ini pertama kalinya mereka melakukannya diatas tempat yang layak dan sedikit membuat Jonghyun lebih nyaman dari sebelumnya dimana dia harus berdiri hingga selesai.

Gerakan Guanlin semakin cepat dan membuat Jonghyun semakin bergerak tidak karuan. Sentuhan Guanlin yang diterima baik oleh tubuhnya tergambarkan dari cara Jonghyun melengkungkan punggungnya dan memberikan akses pada bibir Guanlin menciumi dada sempitnya.

"Ahh! Hmm!" hanya itu yang keluar dari mulut Jonghyun. Dia terus menahan dirinya agar tidak mengeluarkan kata-kata yang akan membuatnya malu.

Karena hal itu Guanlin geram dan semakin kuat juga mempercepat gerakan pinggulnya tetapi Jonghyun masih menahannya sampai Guanlin tidak bisa lagi menahan apa yang akan datang. Guanlin mengeluarkannya didalam Jonghyun dan tidak terburu-buru mengeluarkan miliknya. Dia tidak membiarkan sedikitpun cairannya keluar dari Jonghyun.

Guanlin masih berada diatas Jonghyun dan menumpuhkan tubuhnya dengan kedua lengannya. Setelah beberapa menit dengan posisi itu dan tak bosan menatap Jonghyun yang masih mengatur nafasnya Guanlin perlahan mengeluarkan miliknya dan bersamaan dengan desahan Jonghyun sambil memejamkan matanya sangat rapat.

Guanlin berbaring disebelah Jonghyun dan untuk beberapa saat menatap langit-langit rumahnya dan kemudian menarik Jonghyun kepelukannya. Guanlin menarik selimut yang nyaris terjatuh dari kasur dengan kaki panjangnya dan menutupi tubuh mereka. Untuk beberapa saat keduanya sangat damai dengan kesunyian ruangan tersebut sampai tiba-tiba suara mesin smart house memecahkan keheningan mereka.

'kata sandi salah'

Setelah mendengar suara mesin itu, sebuah ketukan pintupun terdengar. Si kutu buku Jonghyun langsung mengambil pakaiannya dan menuju kamar mandi sementara Guanlin hanya mengambil boxer dan memakainya lalu membuka pintu untuk sang pengganggu itu.

"apa aku benar-benar menganggu sampai mengubah kata sandi rumah mu?" Dongho masuk dengan senyum bersinarnya.

Saat masuk Dongho melihat keadaan kasur yang seperti medan perang dunia satu dan Jonghyun juga keluar dari kamar mandi. Dongho mengarahkan tatapannya pada Jonghyun lalu kembali ke kasur dan Jonghyun mengikuti pandangan Dongho tersebut dan mulai panik.

"Tidak! Ini bukan seperti yang kau bayangkan... kami hanya..." kata-kata Jonghyun terputus dengan ucapan Dongho.

"Memang apa yang aku bayangkan Jonghyun?" Dongho menatap Jonghyun dengan senyuman yang tidak bisa dijelaskan. Dongho duduk diruang tengah dan mulai mengeluarkan buku-bukunya.

"Kau yang membuatnya terlihat jelas" Guanlin berjalan menuju Jonghyun dan berbaring dikasurnya sementara Jonghyun hanya bisa menunduk malu dengan perbuatannya tadi.

Jonghyun memilih bergabung dengan Dongho dan duduk bersebrangan dengannya. Jonghyun meperhatikan buku-buku Dongho yang kelihatannya sangat bagus jika dia juga bisa ikut mempelajarinya.

"Kemarilah dan belajar" ucap Dongho memanggil Guanlin.

"Sedang tidak ingin. Dia saja" Guanlin menunjuk Jonghyun sambil membenamkan wajahnya ke bantal walaupun sebenarnya dia tidak tidur. Dongho menatap Jonghyun seolah bertanya.

"Ahh tidak... tidak perlu seperti itu..." Jonghyun menggerakan tangannya sebagai tanda dia tidak menginginkannya.

"Itu gratis... kau tidak perlu ikut membayar tapi kalau tidak mau terserah" ucap Guanlin sambil membenarkan posisi tidurnya mencari posisi yang nyaman. Sementara Jonghyun memutar bola matanya mendengar perkataan dinginnya itu.

Akhirnya Dongho dan Jonghyun pun mulai belajar. Jonghyun sangat senang karena buku yang dimiliki Dongho benar-benar keren. Sesaat Jonghyun lupa diberada dirumah orang yang sangat dibencinya dan melupakan rasa sakit bagian belakang tubuhnya itu juga. Selama belajar hanya senyuman saja yang ditunjukkan Jonghyun.

Saat di sekolah, keduanya bertemu dilorong sekolah. Guanlin bersama teman-temanya berjalan sampai bercanda dan tertawa sementar Jonghyun hanya sendirian. Keduanya berpapasan dan Jonghyun melihat Guanlin tapi sedikitpun Guanlin tidak melihatnya. Jonghyun memanggil Guanlin sesaat mereka berpapasan dan pemilik nama itu pun berbalik melihat Jonghyun.

"Apa kau akan belajar lagi dengan Dongho?" ucap Jonghyun hati-hati dan terdengar takut. Guanlin menatapnya dan terlihat menghampiri Jonghyun.

"Jika kau mau, datang saja kapanpun ke rumah ku dan hubungi dia" ucap Guanlin sambil mengambil pena yang ada disaku Jonghyun menulis nomor telfon Dongho dan kata sandi rumahnya lalu kembali pada teman-temannya dan pergi.

Jonghyun menatap punggung Guanlin yang semakin jauh. Jonghyun tidak mengharapkan kisah yang romantis diantara mereka tapi dia mengira situasinya sudah berbeda, dia mengira mereka sudah berteman tapi sepertinya mustihail berteman dalam waktu yang singkat dengan pria sedingin itu.

Waktu pulang sekolah sudah tiba. Jonghyun tidak melihat tanda-tanda Guanlin disekitarnya, sedikit merasa sepi tapi merasa senang juga. Jonghyun berencana untuk pulang tapi dia merasa sangat penasaran kemana perginya Guanlin. Jonghyun pun melihat catatan yang diberikan Guanlin tadi cukup lama dan berfikir apakah harus melihat kerumah nya?

WOW MAN! Berapa hari tidak update yah? LOL! Maaf yah bener-bener sibuk banget T^T

Hope you enjoy! Yang sudah nungguin ini cerita terima kasih banyakkk ku senanggg~