Title : More Than Bestfriend

Genre : Hurt/Comfort, Romance

Main Pair : KaiHun(Kai/Sehun).

Cast: KaiHun (Of Course), ChanBaek, Kris.

Support Cast: XiuHan , JoonSoo.

Rated : T

Summary : Sehun yang sejak lama menyukai Kim Jongin, sahabatnya dari kecil. Dan Kai yang mengagumi Do Kyungsoo. Bagaimana nasib dari Oh Sehun? Apakah kisah cintanya akan berakhir happy ending? Cast: KaiHun, JoonSoo, ChanBaek little bit XiuHan

Warning : Boys Love, Typo(s), Mainstream plot dll.

DON'T LIKE DON'T READ.


"mianhae Sehun-ah. Sepertinya kau harus pulang dengan Kris. Aku akan mencarinya dengan Baekkie saja. Tak apa 'kan?" Tanya Chanyeol.

Ah! Iya. Sehun hampir melupakan keberadaan Kris yang sendari tadi tidak mengeluarkan suara sama sekali.

"baiklah tidak apa-apa hyung"

"baiklah~ sampai jumpa. Ayo Baekkie"

"jadi apa kau mau ku antar sekarang?" Tanya lelaki disampingnnya.

"ne~ maaf merepotkanmu hyung"

"tidak masalah"

Yahh~ pada akhirnya Sehun pulang bersama lelaki dengan tubuh tinggi, paras tampan, suara berat, yang bernama Kris. Orang yang baru saja dikenalnya beberapa jam yang lalu.


Kkeynonymous present

More Than Best Friend

130813


Sehun tengah berdiri memandangi hujan yang turun dengan derasnya. Sesekali ia terlihat menggosokkan kedua tangannya. Koridor sekolahnya sudah sangat sepi, mengingat bel pertanda pulang telah berbunyi beberapa menit yang lalu.

Jika saja ia tidak melupakan payung kesayangannya, mungkin saja sekarang ia tengah bergelung didalam selimut hangatnya. Hawa dingin sangat terasa menusuk sampai ketulang, dan Sehun benci itu. Sejak kecil Sehun memang tidak pernah tahan dengan yang namanya hawa dingin.

Ugh. Haruskah ia menerobos hujan –yang sepertinya akan bertahan lama ini. Jika ia tetap disini sama dengan ia mengurung dirinya dilemari pendingin. Akhirnya dengan ragu-ragu Sehun memutuskan untuk menerobos hujan.

Ia berlari secepat yang ia bisa untuk sampai dihalte bus yang berjarak sekitar 500m dari sekolahnya. Tubuhnya sudah basah kuyup diterjang air hujan.

Bibirnya mulai membiru, kulitnya yang pucat bertambah pucat. Pandangannya mulai memburam, kepalanya terasa seperti ditimpa sesuatu.

TAP

Sehun akhirnya menapakkan kakinya dihalte bus yang dituju. Bukannya merasa baikan –karena ia telah mendudukkan diri disalah satu kursi– ia malah merasa tambah buruk. Kepalanya serasa berputar-putar, perutnya tambah mual.

Kesadarannya mulai menipis, dan disaat kesadarannya hampir benar-benar habis, ia melihat sesosok bayangan dengan tubuh menjulang tinggi tengah menghapirinya. Ia berdoa semoga saja orang itu bukanlah seorang penjahat.


Jongin tengah bermalas-malasan dikasurnya sekarang. Pikirannya melayang pada seorang namja dengan kulit seputih susu yang membuatnya kalut belakangan ini.

"apa Sehun sudah pulang?" Itulah yang sendari tadi bertengger dipikiran lelaki dengan kulit tan sexy ini.

Diarahkannya tatapannya kejendela yang menampilkan betapa derasnya hujan sekarang. Ia merasa bersalah sudah meninggalkan Sehun saat pulang sekolah tadi. Ia tau –sangat tau malah– jika Sehun tidak tahan pada hawa dingin. Itu yang menyebabkan ia terus kepikiran pada lelaki berbibir tipis itu.

Naega nungama gidohan i sungani
Geudae ein mameul anajulge cheoncheonhi
Oneuri hanbeonui chance na naeditneun cheot georeum

Yaksok halge jal halgeoya

Terdengar nada dering ponsel Jongin. Segera mungkin Jongin menjawab pangggilan tersebut ketika dilihatnya nama yang tertera dilayar ponselnya.

PIP

"ne ahjumma, waeyo?" Sapa Jongin.

"Jongin-ah, apa Sehun sedang bersamamu sekarang?"

"aniyo, ia tidak sedang bersamaku ahjumma, waegeurae?"

"aish, jinjja? Ia belum pulang sendari tadi"

"mwo? Baiklah. Aku akan mencarinya ahjumma. Annyeong!"

Jongin langsung melompat dari kasurnya dan mengambil asal jaket dan payung yang berada didekat pintu kamarnya.

"Sehun-ah~ eodiga?"

Tempat pertama yang dituju Jongin sekarang adalah sekolahnya. Ada kemungkinan Sehun masih berada disekolah karena ia tidak mungkin menerobos hujan yang begitu lebat sekarang.

Jongin berjalan–berlari– membelah lebatnya hujan. Tak diperdulikannya celananya yang basah. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah Oh Sehun.

Dengan terengah-engah akhirnya ia sampai didepan sekolahnya sekarang. Namun, yang dilihatnya hanyalah sekolahnya yang sepi, sangat sepi malah. Tak menyerah, Jongin memutuskan untuk mencari Sehun diseluruh pelosok sekolahnya yang –Oh! Demi apapun sangat luas itu.

Jongin mulai berpikir lagi. Mungkin ia hanya akan mencari Sehun ditempat yang biasa namja itu datangi. Baiklah ia akan memulai dari atap sekolah, eh? Tapi sepertinya Sehun tidak mungkin berada disana disaat hujan seperti ini. Itu sama saja seperti bunuh diri bagi Sehun.

Lalu Jongin memutuskan untuk mencarinya dikantin sekolah. Ah! Tetapi sekarang pasti kantin telah ditutup oleh ahjussi berkumis tebal yang menjaga sekolah ini, atau biasa orang-orang menyebutnya satpam.

Kemudian Jongin berlari kekelasnya dan Sehun, tetapi langkahnya terhenti ketika menyadari kalau kelasnya pasti sudah bernasib sama dengan kantin sekolahnya. Jongin merutuki kebodohannya seraya berpikir tempat mana lagi yang mungkin Sehun tempati.

Ah! Toilet. Mungkin saja Sehun berada disana. Jongin berlari menuju toiet terdekat seraya menenteng payungnya.

BRAK

Jongin membuka pintu toilet dengan kasar.

Kosong.

Itulah gambaran toilet saat ini. Jongin mengerang kesal, lalu berlari lagi ketoilet lain. Keadaan toilet yang lainnya sama saja. Kosong.

Jongin lalu berlari keluar sekolahnya. Jongin berlari menuju halte didekat sekolahnya payung yang berada digenggamannya telah ia hiraukan. Pikirannya saat ini benar-benar dipenuhi oleh Sehun seorang. Semoga saja Sehun belum pingsan karena kedinginan.

Jongin kembali mengeram kesal karena tidak mendapati sosok Sehun dihalte tersebut. Ia memutuskan untuk pergi kerumah Sehun. Melalui rute yang biasa Sehun lewati. Mungkin saja sekarang Sehun tengah melewati rute itu.

Dengan semua tenaga yang semakin terkikis oleh hawa dingin Jongin berlari kerumah Sehun. Bibir Jongin sudah membiru karena kedinginan. Dari kejauhan dapat dilihatnya sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah milik Sehun.

Jongin menambah kecepatan larinya ketika melihat seorang namja bertubuh tinggi tengah menggendong Sehun ala bridal dari mobilnya. Jongin menepuk bahu lelaki tersebut dengan cukup keras.

"yak! Siapa kau?" Tanya Jongin dengan sedikit berteriak, ya mengingat mereka masih diguyur hujan.

"aku, temannya Sehun" lelaki itu ingin melanjutkan langkahnya jika saja Jongin tidak merebut Sehun dari gendongan lelaki itu.

"terima kasih sudah mengantar Sehun pulang. Biar aku yang mengurusnya sekarang" ada kilatan tak suka terpancar dari mata Jongin sebelum ia menginggalkan lelaki tadi.


Joonmyun tidak mengerti dengan semua ini. Ia tidak mengerti bagaimana hatinya bisa begitu mudahnya bosan. Bosan pada kisah percintaannya. Ia tidak mengerti mengapa ia bisa begitu bodoh. Harusnya ia sadar jika dari awal ia tidak mempunyai rasa sedikitpun pada'nya'

Semua yang ia lakukan bersama'nya' setahun belakangan ini tidak menimbulkan perasaan apa-apa pada hatinya. Pada seorang namja dengan tubuh mungil, mata bulat dan kulit seputih susu.

Joonmyun tengah berusaha menghindari lelaki bermata bulat itu sekarang. Ia akan semakin merasa bersalah jika bertemu dengannya. Ia berusaha menyibukkan diri dengan tugas-tugas kuliah dan skripsinya. Ia bersyukur ia adalah mahasiswa tingkat akhir.

"hahhh~Mianhae Kyungsoo-ya" desahnya.

TOK .. TOK ..TOK ..

"siapa yang bertamu dicuaca segelap ini?" batin Joonmyun. Ia beranjak dari kasurnya –yang penuh dengan kertas– lalu berjalan untuk membuka pintu.

Joonmyun tidak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya ketika melihat siapa yang berdiri didepan pintu rumahnya.

Dia. Adalah. Do. Kyungsoo. Orang yang paling dihindarinya saat ini.

"h-hyung?"

"A-ah! Ayo masuk Kyungsoo-ah"

Baju yang dikenakan Kyungsoo terlihat sedikit basah, mungkin kecipratan air hujan. Ia duduk dengan canggung disofa yang berada didepan televisi. Sudah lama ia tidak mengunjungi rumah ini. Joonmyun jarang mengajaknya mampir kerumah. Entah apa alasannya.

"apa kau mau kubuatkan secangkir coklat hangat?" Tanya Joonmyun.

"ne boleh juga hyung" jawab Kyungsoo seadanya.

"baiklah tunggu sebentar"

Joonmyun kembali dengan dua gelas coklat panas ditangannya. Ia meletakkannya dimeja yang memisahkan mereka berdua.

"hyung ada yang ingin aku katakan" Kyungsoo memulai.

"ne, katakan saja. Apa ini menyangkut hubungan kita?"

"aniyo. Ini tentang … aku"

Joonmyun menaikkan alisnya.

"eum. Kau tau kan hyung sebentar lagi ujian kelulusan?" Joonmyun mengangguk.

"itu berarti setelah itu aku harus mencari universitas pilihanku, benarkan?" Joonmyun kembali mengangguk.

"dan aku sudah menentukan pilihanku" ujar Kyungsoo.

"lalu? Kau memilih diuniversitas mana?" Tanya Joonmyun.

"aku memilih …"


Sehun terbangun dengan rasa sakit dikepalanya. Ia membuka matanya perlahan dan yang pertama kali dilihatnya adalah wajah khawatir dari Kim Jongin.

"Jongin? Kenapa kau disini?" Tanya Sehun dengan suara lemah.

"tentu saja menjagamu bodoh"

Sehun meringis. Kepalanya terlalu sakit sekarang. Ugh! Kenapa badannya terlalu lemah untuk seorang namja.

"Sehun-ah gwenchana?"

"Jongin tolong ambilkan obat sakit kepalaku disana" Sehun menunjuk meja belajarnya.

"ne~"

Jongin mengobrak-abrik meja belajar Sehun untuk mencari obat yang Sehun maksud. Tak segaja matanya menangkap sebuah kotak yang tersimpan rapi dilaci meja belajar Sehun. Ia sudah mendapatkan obatnya sebenarnya. Tetapi ia begitu penasaran dengan isi dari kotak tersebut. Jadi ia memutuskan untuk memberi obat itu dulu pada Sehun.

"ini obatmu Sehun-ah"

"gomawo Jongin-ah"

Jongin kembali menghampiri meja belajar Sehun setelah memastikan jika Sehun sudah benar-benar terlelap. Ia membuka kotak itu perlahan. Disana terlihat lembaran foto Jongin dan Sehun. Ia melihat foto yang paling belakang. Oh, Jongin ingat kapan foto itu diambil, itu saat ulang tahun ke-4 Sehun.

Disana terlihat Sehun yang tengah memeluk sebuah boneka panda yang hampir menyamai tinggi badannya –pemberian dari Jongin– Terlihat juga Jongin yang tengah merangkul leher Sehun erat. Mereka berdua tersenyum lebar menatap kamera. Sungguh Sehun terlihat begitu imut difoto itu.

Jongin melihat foto selanjutnya. Itu diambil ketika mereka sedang piknik. Sehun terlihat berada digendongan Jongin kecil. Ia tertawa begitu lepas. Tawa khas anak kecil, khas seorang Oh Sehun.

Jongin melihat foto lainnya. Foto itu diambil ketika ulang tahun ke-5 Jongin. Disana terlihat Sehun yang memakai gaun khas princess dan memakai sebuah rambut palsu dikepalanya. Ia terlihat sangat cantik jika kalian ingin tau. Disebelahnya terlihat Jongin yang mengecup pipi Sehun.

Flashback

Sehun kecil tengah berada dipesta ulang tahun Jongin saat ini. Ia datang sedikit terlambat. Ia lupa bilang pada ibunya untuk membelikan Jongin hadiah. Jadi tadi ia berkeliling sebentar untuk membelikan Jongin hadiah, namun ia tidak mendapat hadiah yang pas untuk Jongin. Jadilah ia tidak membawa satu hadiah pun untuk Jongin.

"Jonginnie~~" seru Sehun kecil.

"ne~ waeyo Cehunnie?" Jawab Jongin. Sehun terlihat menunduk, ia memainkan ujung bajunya.

"eum, Thehunie lupa membelikan Jonginnie hadiah"

"mwo? Aishh kenapa bisa? Apa Cehunnie lupa jika Jonginnie hali ini belulang tahun?"

"aniyo~~ Thehunnie tidak lupa. Umma yang lupa membelikan Jonginnie hadiah, padahal Thehunnie thudah belpethan pada umma, mian ne Jonginnie?"

Jongin kecil terlihat berpikir.

"Jonginnie boleh meminta Thehunnie melakukan apa thaja thebagai hadiahnya. Bagaimana?" tawar Sehun.

"eum~ allaceo! Cehunnie halus mau ya?"

Sehun mengangguk antusias. Jongin memanggil ibunya lalu membisikkan sesuatu. Ibunya tersenyum lalu mengajak Sehun pergi dari kerumunan.

Ibu Jongin membawa Sehun ke kamar Jongin. Lalu mendandani Sehun ala princess disana. Jongin menunggu dengan tidak sabar. Ia sungguh penasaran bagamana rupa Sehun jika ia didandani seperti yeoja.

Jongin kecil begitu antusias ketika melihat Sehun keluar dari kamarnya dengan gaun dan rambut seperti yeoja, dan jangan lupakan bibirnya yang terpout, menambah kesan imut pada diri Sehun. Bahkan semua orang yang datang dipesta Jongin sangat terpesona pada Sehun kecil.

"Cehunnie~~~ mari kita berfoto~~~~" Seru Jongin kecil. Sehun yang memang suka berfoto langsung kembali semangat.

"ayo~~ ayo~~ umma fotokan ne~" pinta Sehun pada Ibu Jongin.

Sehun sudah berpose disamping Jongin sedangkan Jongin hanya memperhatikan Sehun.

"baiklah. Berpose~ 1 … 2 …

CHU~

3"

Ckrek~

Flashback end

Jongin tertawa pelan mengingat kejadian itu.


"jadi kau akan menetap disana?" Tanya Joonmyun setelah mereka diselimuti oleh keheningan.

"ne hyung"

"kau tidak akan kembail ke Korea lagi?" Tanya Joonmyun lagi.

"molla, aku juga tidak tau hyung"

Joonmyun mengusap wajahnya kasar. Biar bagaimana oun Kyungsoo sudah ia anggap adiknya sendiri. Ya adiknya. Bukan kekasihnya. Ia sudah bilang bukan jika ia sebenarnya tidak mempunyai perasaan pada Kyungsoo? dan Joonmyun rasa Kyungsoo tidak begitu bodoh untuk menyadari bahwa Joonmyun tidak mempunyai rasa padanya.

"itu semua terserah padamu Soo, kapan kau akan pergi?" ucap Joonmyun.

"aku akan pergi pada hari kelulusan"

"mwo? Secepat itukah?"

"ne kurasa lebih cepat, lebih baik"

"baiklah, aku akan mengantar mu nanti"

"eung~ hyung lalu bagaimana dengan … hubungan kita?"

"itu … terserah kau saja Soo. Aku hanya mengikuti"

Tatapan mata Kyungsoo meredup. Ia tau akhirnya akan seperti ini. Bahkan Joonmyun tidak mencegahnya. Ia sudah memikirkan ini dari jauh-jauh hari. Ini adalah keputusan terberat yang pernah ia ambil.

Ia sudah memantapkan hatinya untuk … melepaskan Joonmyun.

"Hyung, lebih baik kita … akhiri saja"


Sudah terhitung satu bulan Sehun berteman dengan Chanyeol, ia juga sudah dikenalkan dengan kekasihdari Chanyeol yang bernama Baekhyun. Ia juga sudah lebih dekat dengan Kris. Walaupun manusia es –julukan Sehun untuk Kris– itu masih jarang berbicara setidaknya ia tidak terlalu tertutup pada Sehun.

Pagi ini seperti biasa ia tengah lari pagi bersama Chanyeol. Chanyeol sudah berjanjian bertemu Baekhyun ditaman kota. Ia juga mengajak Kris. Hari ini ia sedang libur sekolah, jadi ia tidak akan terlambat seperti hari itu lagi.

Chanyeol dan Sehun tengah menunggu Baekhyun dan Kris disebuah bangku ditaman itu. Sehun jadi berpikir apa Jongin sekarang tengah lari pagi bersama Kyungsoo? lamunannya buyar ketika suara yang sangat dikenalnya menyapa gendang telinganya.

"Sehun-ah! Chanyeol hyung!" seru suara itu.

"ah! Jongin. Kemari!" seru Chanyeol.

Oh sepertinya pertanyaan Sehun terjawab sudah.

"kau tidak bersama Kyungsoo, Jongin?" Tanya Chanyeol.

"aniyo. Aku hanya sendiri"

"apa kalian sudah menunggu lama?" Tanya seorang namja tinggi dengan wajah bak pangeran. Jongin kenal namja itu. Ia yang waktu itu membawa Sehun dengan mobilnya. Kris.

"eum~ tidak juga" jawab Sehun.

"ah, iya Sehun aku membelikanmu ini. Sewaktu melihatnya aku jadi teringat dirimu" ujar Kris seraya menyodorkan sebuah topi bertuliskan XOXO.

"woah~ bagus sekali. Gomawo Kris hyung" Sehun –tanpa sadar– langsung memeluk Kris. Jongin mengepalkan tangannya.

"ah, Chanyeol hyung ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Jongin.

"hm? Tanyakan saja"

"eum. Apa Joonmyun yang waktu itu kau bilang adalah namjachingu Kyungsoo hyung?"

"ne~" Chanyeol menjawab santai.

Jongin tidak mengerti, tetapi ia tidak merasakan ada perasaan aneh saat mendengar bahwa Kyungsoo sudah memiliki kekasih.

"Jongin gwenchana?" Tanya Sehun.

"ya, aku baik-baik saja" Jongin tersenyum ringan.

"kau … yakin?" Tanya Sehun lagi. Jongin menganggukkan kepalanya.

"Sehun, apa kau mau es krim?" Tanya Kris.

"tentu hyung, apa kau akan membelikannya untuk ku?"

"pasti. Ayo kita beli dikedai es krim yang biasanya"

Lalu Sehun dan Kris pergi menjauh dari Chanyeol, Baekhyun dan Jongin. Jongin hanya menatap kepergian Sehun dengan tatapan sendu.

"Jongin kau kenapa?" Tanya Chanyeol.

"hah? Tidak kenapa-kenapa hyung" Jongin menatap lelaki mungil disamping Chanyeol.

"dia kekasihmu hyung?" Tanya Jongin seraya menatap Baekhyun.

"ya"

"ah. Aku Baekhyun. Byun Baekhyun"

"Kim Jongin. Kau bisa memanggilku Jongin" mereka berjabat tangan.

"apa kau temannya Sehun?" Tanya Baekhyun. Chanyeol hanya menjadi pendengar setia.

"bukan" ujar Jongin santai. Chanyeol henda menyela sebelum Jongin melanjutkan perkataannya.

"tapi aku … sahabatnya" sambungnya.

Jongin merasakannya. Perasaan aneh itu datang lagi. Seakan-akan hatinya tidak terima jika mereka hanya bersahabat. Sesuatu dihatinya memberontak ingin hubungan mereka lebih dari sahabat. Tapi Jongin tetap tidak mengerti dengan yang terjadi dihatinya.

"kau yakin hanya sebatas sahabat?" Tanya Chanyeol.

"entahlah" jawab Jongin seadanya. Chanyeol menyeringai kecil. Baekhyun tersenyum. Ia mengerti bagaimana perasaan Jongin.

"kudengar kau menyukai Kyungsoo ya?" Tanya Chanyeol. Jongin terbelalak.

"darimana ia tau?"

"gelagatmu sangat terlihat jelas" ujar Chanyeol seakan bisa membaca pikiran Jongin.

"o-oh. Ya~ itu dulu. Entahlah perasaanku sangat kacau akhir-akhir ini. Aku juga sudah tidak terlalu memikirkan Kyungsoo hyung lagi" jawab Jongin canggung. Chanyeol hanya mengangguk.

"eum, bagaimana jika kita pergi kecafe diseberang jalan sana? Sekalian sarapan. Aku belum serapan pagi ini" ajak Baekhyun.

"Kajja"

Jongin, Baekhyun dan Chanyeol pun kembali berbincang-bincang seraya menunggu pesanan mereka datang. Chanyeol sesekali terlihat menggoda Baekhyun. Sedangkan Jongin hanya berbicara apabila ditanya saja.

"Jongin, apa kau tau siapa orang yang disukai oleh Sehun?" Tanya Baekhyun.

"eummmm. Ani. Sehun tidak memberi tauku siapa yang ia suka. Kurasa ia memang sedang menyukai seseorang" jawab Jongin.

"kurasa Kris tertarik padanya" ungkap Chanyeol. Ia mengelus dagunya –bertingkah layaknya detektif. Jongin langsung memandanginya ketika Chanyeol menyelesaikan kalimatnya.

"hm. Dan kurasa Sehun juga menyukainya. Kau lihat? Sehun begitu manja pada Kris akhir-akhir ini. Mereka juga sering jalan berdua" Baekhyun menambahi.

"be-benarkah?" Jongin akhirnya bersuara.

"ne kau lihat sendiri 'kan tadi?" Tanya Chanyeol dengan seringaiannya.

"n-ne" jawab Jongin kembali tergagap. Chanyeol menyeringai makin lebar.

"hey Jongin" panggil Chanyeol.

"apa kau …–"


"kau pesan rasa apa Sehun-ah?" Tanya Kris.

"eum~ aku pesan rasa vanilla saja hyung"

"hn. Tunggu disini"

Tak lama kemudian Kris kembali ke meja mereka.

"ah Sehun. Sebenarnya Jongin itu siapa-mu?" Tanya Kris To-The-Point.

"a-ah? Jongin … ia sahabatku. Ya sahabatku" jawab Sehun tergagap.

"Sehuna?"

"Luhan hyung? Sedang apa disini?"

"hanya sedang berjalan-jalan. Oiya Sehun, hyung akan kembali ke China lusa"

"mwo? Kenapa hyung tidak memberi tauku kemarin-kemarin?"

"mian Sehuna~ hyung sangat sibuk kemarin-kemarin"

"oh. Dimana Minseok hyung?"

"ia sedang memesan es krim, bolehkah hyungbergabung disini?"

"oh. Tentu hyung. Oiya perkenalkan dia Kris hyung, Kris hyung dia Luhan hyung" Sehun memperkenalkan kedua orang itu seraya menunjuk mereka bergantian.

Luhan dan Kris terlihat berjabat tangan. Tak lama setelah itu datanglah seorang namja dengan pipi gembul.

"Sehun-ah~ eh? Kris?" seru Minseok.

"Xiumin?"

"ah~ ku kira kau melupakanku" Minseok mengambil tempat duduk didepan di samping Kris –dihadapan Luhan.

"tidak mungkin aku melupakan orang yang berhasil membuatku tak sadarkan diri selama sehari penuh" ucap Kris sarkatis.

"hahaha, sudahlah tidak perlu diungkit lagi. Lagi pula aku kan sudah minta maaf"

"yak! Kalian mengabaikan kami!" seru Sehun.

"Seokkie, siapa dia?" Tanya Luhan dingin. Ia cemburu rupanya~

"dia? Dia hoobae-ku saat di SMA"

"tuan-tuan, ini pesanan anda" seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka.

"ah terima kasih~" jawab Sehun. Ia dengan semangat langsung melahap es krim dihadapannya.

"Sehuna~ pelan-pelan makannya" ujar Luhan. Sehun memelankan tempo makannya.

"ne~ hyung~~" Kris tersenyum sedikit.

"apa kau mau lagi Sehun?" Tanya Kris

"apa boleh?" Sehun menatap Kris penuh harap.

"tentu. Siapa yang akan melarang?" Kris mengusap rambut Sehun. Luhan menatap Kris dengan pandangan menyelidik.

"baiklah, biar aku sendiri yang memesan~" Sehun langsung pergi untuk menjemput es krim- es krimnya.

"Kris. Sudah berapa lama kua mengenal Sehun?" Tanya Luhan. Minseok sedang tenggelam dalam dunianya sendiri bersama es krim miliknya.

"eum. Belum lama. Mungkin baru sekitar sebulanan" Luhan mengangguk.

"kenapa memangnya?" Tanya Kris acuh.

"tidak. Kau terlihat seperti menyukainya" jawab Luhan sama acuhnya.

"heh? Kau bercanda? Dia terlalu bocah untukku. Aku hanya menyayanginya sebagai adik ku saja. Aku tidak tertarik sama sekali dengannya"

"baguslah kalau begitu"

"lagipula … aku sudah menemukan calon kekasihku" ucap Kris dengan smirk mengerikan dibibirnya. Luhan merinding melihatnya.

"Luhannie. Apa kau sudah selesai?" Tanya Minseok.

"ah. Ne"

"baiklah kajja, katanya kau mau membeli rubik baru"

"eum. Kris, aku pergi dulu bilang pada Sehun aku pergi duluan"

"ya"

Sehun kembali dengan senyum bak anak kecil.

"eh? Dimana Luhan dan Minseok hyung?"

"mereka pergi duluan. Luhan ingin membeli rubik baru"

"oh"

"hey. Sehun-ah"

"ne?"

"apa kau …–" Sehun menaikkan alisnya.

"menyukai Jongin?"

Pada waktu yang bersamaan Chanyeol menanyakan hal yang sama pada Jongin.


TBC


a/n

maaf jika updetnya lama. Yeah~ saya harus menyelesaikan tugas-tugas saya baru bisa melanjutkan FF ini. Maaf kalau alurnya jadi kacau gini T-T

maaf saya gabisa bales review~

keep reviewing yap~~~~

Big Thank's to:

RaeMii | Dazzling Kpopers | evilfish1503 | destyrahmasari | Mir-acleKim | sehunaaa | Misyel | Oh Dhan Mi | askasufa | Ran Hwa | diyas | Sondubu | haejoonma | chiisalma | sehunkai | ryuuki | | GLux99 | Cho Ai Lyn | seblak park | tiaa | Nia | alcici349 | Cho Dae Sin | Kim Mika | NanaFujoshi | Milky | HunHan Baby | AYUnhomin | | | wonkyuhae | taryfeb | Jjongie Chaca Yixing

Last~~~ RnR please~~~~~