FIND YOU

Chapter 4

.

.

.

.

.

.

Wonwoo: ini siapa?

Mingyu dengan cepat membalas pesan tersebut. Setelah beberapa kali mengetik lalu menghapus, akhirnya ia mengirim pesan balasan untuk Wonwoo.

Mingyu : Aku Kim Mingyu, hyung dari kelas 2-2. Kau ingat?

Mingyu bahkan tidak membiarkan layar ponselnya untuk redup ia terus menatap ponselnya sampai akhirnya Wonwoo membalas pesannya.

Wonwoo: oh Mingyu-ssi? Ah maaf aku tidak tau ternyata kau yang mengirimiku pesan.

Mingyu: tidak masalah, hyung.

Wonwoo: apa ada yang ingin kau bicarakan?

Mingyu: ah tidak. Aku hanya ingin memastikan bahwa ini benar-benar nomormu, hyung.

Wonwoo: ah~ begitu.. kau dapat nomorku dari mana?

Mingyu: Dari Junghan hyung.

Wonwoo: ah baiklah, tapi untuk apa?

Mingyu bingung. Bukankah ia terlihat sedikit 'agresif' jika ia jawab dengan jujur alasan mengapa ia meminta nomor telepon Wonwoo. Akhirnya ia membalas pesan Wonwoo namun jantungnya berdegup kencang, ia takut Wonwoo mengira ia adalah orang aneh.

Mingyu: aku kan sudah berjanji akan melindungimu,hyung. Dengan nomor telepon ini aku bisa menghubungimu terus dan jika ada yang menggangumu kau bisa segera menghubungiku.

Ponsel Mingyu kembali bergetar. Dengan perlahan ia membuka pesan dari Wonwoo.

Wonwoo: Aku tidak tau harus berkata apa, tapi terima kasih. Kau sangat baik padaku. Ini membuatku benar-benar senang. Terima kasih banyak^^

Mingyu hampir berteriak kalau saja kalau saja ia lupa bahwa ini masih pukul 02.00 a.m KST dan semua orang masih tertidur. Mingyu dengan bersemangat membalas pesan Wonwoo.

Mingyu: tidak perlu berterima kasih, hyung^^ ah apa yang kau lakukan sampai larut malam begini hyung?

Wonwoo: Aku bekerja kkk

Mingyu: Kau bekerja? Dimana?

Wonwoo: Ya. di La Nessco Cafe

Mingyu: Bukankah itu di Hongdae?

Wonwoo: Ya tepat sekali^^

Mingyu dengan segera mengambil hoodienya kemudian memasukan ponselnya pada saku hoodienya lalu dengan perlahan meninggalkan kamarnya. Ia berjalan tanpa berusaha membuat 'keributan' agar ayah dan ibunya tidak terbangun. Setelah berhasil keluar rumah, ia merogoh ponselnya lalu menelepon Wonwoo.

"Hyung"

"Ya? Ada apa, Mingyu-ssi?"

"Kau sendirian?"

"Yaa begitulah, belum ada pelanggan saat ini"

"Baiklah. Kututup teleponnya" ucap Mingyu lalu menutup telepon.

Mingyu bergegas ke cafe yang dimaksud Wonwoo. Bersyukurlah ia karena rumahnya tidak jauh dari Hongdae. Ia hanya perlu berjalan kaki selama 15menit. Akhirnya ia sampai di depan cafe dimana Wonwoo bekerja. Ia memperhatikan Wonwoo dari luar cafe. Pria bersurai hitam itu belum menyadari keberadaan Mingyu.

"Kenapa dia jadi terlihat imut dengan seragam itu" gumam Mingyu lalu masuk kedalam cafe.

"Selamat dat- astaga apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Wonwoo terkejut saat melihat Mingyu memasuki cafe.

"Hahaha ada apa, hyung? Tentu saja aku ingin membeli Latte" jawab Mingyu sambil berjalan ke meja kasir.

"Ini masih sangat pagi, Mingyu-ssi. Kau bisa membelinya besok" ucap Wonwoo sambil membuat pesanan Mingyu.

"Bisakah kau tidak memanggilku dengan 'Mingyu-ssi'?"

"Ini pesananmu dan tanpa -ssi, Mingyu" jawab Wonwoo sambil memberikan pesanan Mingyu.

"Terimakasih" ucap Mingyu terkekeh lalu meminum Lattenya.

"Kau bisa duduk disana, Mingyu" ucap Wonwoo sambil menunjuk salah satu meja di dekat kasir.

"Aku lebih suka disini" jawab Mingyu sambil menatap Wonwoo.

"Kenapa kau memilih berdiri didepan kasir padahal kau bisa duduk. Kau ini aneh, Kim Mingyu" gumam Wonwoo sambil tertawa pelan.

"Kalau begitu temani aku duduk" jawab Mingyu sambil tersenyum.

"Aku sedang bekerja, Mingyu." Ucap Wonwoo

"Tapi tidak ada orang disini. Lagi pula orang aneh mana yang mau minum sepagi ini" gerutu Mingyu

"Kau, Kim Mingyu. Itu kau" jawab Wonwoo lalu tertawa. Mingyu hanya tersenyum melihat Wonwoo tertawa.

"Baiklah-baiklah, ayo duduk" ucap Wonwoo lalu menemani Mingyu duduk.


"Aku mulai khawatir dengannya" gumam Jihoon.

"Aku juga. Ada apa sih dengannya?" Tanya Minghao sambil menyeruput Jusnya. Akhir-akhir ini setelah bel istirahat makan siang, Mingyu selalu pergi lebih dulu dan membuat Jihoon, Minghao dan Seokmin makan siang bertiga.

"Siapa yang kalian bicarakan?" Tanya Seokmin bingung pada pembicaraan Jihoon dan Minghao.

"Ugh si bodoh ini" gerutu Jihoon.

"Jihoon-ah" panggil seseorang membuat Jihoon menoleh.

"Oh Mijoo-ya, ada apa?" Tanya Jihoon.

"Setelah pulang sekolah bisakah kau membantuku menyelesaikan tugas Biologi? Aku tidak bisa mengandalkan si bodoh Mingyu" ucap Mijoo santai namun berhasil membuat Seokmin dan Minghao tertawa keras.

"Ahahahahahahaha si bodoh Mingyu" ucap Seokmin sambil memukul-mukul meja.

"Abaikan mereka. Baiklah aku akan kerumahmu" jawab Jihoon.

"Terimakasih. Baiklah aku ke kelas duluan" pamit Mijoo lalu pergi. Sepeninggal Mijoo, Minghao dan Seokmin masih tertawa.

"Ugh ada apa dengan teman-temanku" gumam Jihoon frustasi.


Tepat pukul 07.30 p.m KST, bel pulang sekolah berdering. Seluruh siswa SMA Yooshim bergegas pulang. Begitupun kelas 3-1 yang semakin sepi, hanya tinggal Wonwoo dan Junghan yang berada dikelas. Junghan menghampiri Wonwoo yang sedang membereskan alat tulisnya.

"Wonwoo-ya" panggil Junghan.

"Oh ada apa?" Jawab Wonwoo.

"Kulihat, akhir-akhir ini kau lebih ceria dari biasanya" ucap Junghan sambil menaikan alisnya.

"Tidak ada yang berubah, Yoon Junghan" jawab Wonwoo sambil tersenyum tipis.

"Benarkah? Ah aku harap orang itu bisa mengubahmu. Baiklah sampai jumpa besok!" Ucap Junghan lalu pergi.

"Orang itu? Siapa?" Gumam Wonwoo. Tiba-tiba ponselnya berdering, tertera nama Mingyu pada layarnya.

"Ada apa, Mingyu?" Jawab Wonwoo.

"Hyung, aku didepan koridor kelasmu"

"Oh apa yang kau lakukan?" Tanya Wonwoo sambil berjalan keluar kelas, dan benar saja di ujung koridor Mingyu sedang berdiri sambil bersandar pada dinding. Mingyu melambaikan tangan pada Wonwoo lalu menutup teleponnya. Wonwoo menghampiri Mingyu yang terus tersenyum.

"Ayo pulang" ucap Mingyu.

"Jadi kau kesini karena ingin mengajakku pulang?" Tanya Wonwoo sambil terkekeh pelan.

"Hehe begitulah. ayo pulang, hyung" ucap Mingyu dan tanpa sadar menggandeng tangan Wonwoo. Wonwoo hanya diam sambil mengikuti Mingyu. Mingyu tidak sadar wajah Wonwoo merah padam karenanya.


Sementara itu Jihoon sedang dalam perjalanan menuju rumah Mijoo. Seharusnya ia datang sendirian namun Seokmin memaksa untuk ikut karena ia mau makan malam dirumah Mijoo (keluarga Kim selalu punya makanan spesial). Setelah sampai dirumah Mijoo, Seokmin dan Jihoon disambut oleh Jun, karena Tuan Kim dan Nyonya Kim sedang pergi untuk perjalanan bisnis.

"Oh annyeonghaseyo" sapa Jihoon dan Seokmin pada Jun.

"Annyeonghaseyo. Kalian teman-teman Mijoo kan? Dia ada dikamar. Kalian bisa kesana" ucap Jun ramah.

"Jun hyung?" Tanya Seokmin.

"Ah ya?"

"Mingyu bercerita padaku, sepupunya datang dari Shenzhen hehe" jawab Seokmin.

"Wah senang bertemu dengan kalian" ucap Jun. Setelah itu Jihoon dan Seokmin berjalan menuju kamar Mijoo. Mijoo sedang mengerjakan tugas Biologinya ketika mereka sampai.

"Oh kalian sudah datang? Duduklah" ucap Mijoo.

"Baiklah, bagian mana yang tidak kau mengerti?" Tanya Jihoon lalu mulai membantu Mijoo mengerjakan tugasnya. Sementara itu Seokmin duduk dibalkon kamar Mijoo sambil sesekali bersenandung. Saat sedang bersenandung pelan, seseorang melewati jalan tepat didepan balkon. Seokmin memperhatikan orang tersebut. Ia sedang mengayuh sepedanya perlahan sambil menatap Seokmin. Rambutnya yang blond terlihat kontras dimalam hari. Tiba-tiba ia tersenyum pada Seokmin lalu berlalu dengan sepedanya. Seokmin terus menatap orang tersebut sampai orang itu berbelok.

"Manis" gumam Seokmin. Tiba-tiba ia berlari kedalam kamar Mijoo membuat Mijoo dan Jihoon terkejut.

"Yak! Kau ini kenapa sih?! Seperti habis melihat hantu saja" Gerutu Mijoo.

"Mijoo-ya, apa kau kenal dengan seseorang dengan rambut blond?" Tanya Seokmin mengebu-gebu.

"Astaga terlalu banyak orang berambut blond yang aku kenal" jawab Mijoo bingung.

"Disini. Maksudku, eh mungkin ia tinggal disini" ucap Seokmin lagi.

"Terlalu banyak, Seokmin" jawab Mijoo malas.

"Ah sial, kenapa dia mengayuh sepeda secepat itu padahal aku ingin tau namanya" gumam Seokmin kesal sambil berbaring diranjang Mijoo.

"Sepeda? Maksudmu Soonyoung oppa?" Tanya Mijoo sambil menulis.

"Siapa? Namanya Soonyoung? Ah baiklah aku pergi duluan, Jihoon-ah Mijoo-ya!" Ucap Seokmin lalu bergegas pergi.

"Astaga ada apa lagi ini" gumam Jihoon.


Seokmin berjalan menuju taman, tidak jauh dari rumah Mingyu. Ia sendiri bingung kenapa ia pergi ke taman ini, ia hanya mengandalkan instingnya. Ia duduk di salah satu bangku ditaman itu. Taman terlihat sepi. Ya, orang aneh mana yang mau duduk santai ditaman semalam ini. Tiba-tiba yang Seokmin tunggu pun datang. Orang itu mengayuh sepedanya perlahan.

"Soo-soonyoung-ssi" panggil Seokmin ragu. Soonyoung menoleh lalu menghampiri Seokmin.

"Kau memanggilku?" Tanya Soonyoung lalu turun dari sepedanya. Kini Seokmin dapat melihat jelas wajahnya.

'Dia lebih manis dari yang aku duga' pikir Seokmin.

"Hei kau tidak apa-apa?" Tanya Soonyoung sambil melambaikan tangan didepan wajah Seokmin.

"Berapa umurmu? Tanya Seokmin tiba-tiba.

"18 tahun..." jawab Soonyoung bingung.

"Hyung, apa kau mau jadi pacarku?" Tanya Seokmin sambil menatap Soonyoung.

"APA?!"


"Hyung, apa hari ini kau bekerja?" Tanya Mingyu sambil terus berjalan. Tangannya masih setia menggenggam tangan Wonwoo.

"Uhmm ti-tidak" jawab Wonwoo pelan.

"Kau sudah makan?"

"Belum"

"Baiklah, ayo makan denganku. Eomma dan Appa sedang tidak dirumah, meja makan akan terlihat sepi. Aku tidak suka itu" ucap Mingyu.

"Uhm baiklah" jawab Wonwoo sambil tersenyum tipis.

"Hyung, tanganmu begitu dingin. Apa kau sakit?" Tanya Mingyu lalu menghentikan langkahnya kemudian menatap Wonwoo. Wonwoo yang ditatap memilih menunduk.

"A-aku tidak apa-apa. Sungguh" jawab Wonwoo pelan.

"Kalau kau merasakan sesuatu, katakan saja ya" ucap Mingyu lalu mengacak pelan rambut Wonwoo sambil terkekeh melihat tingkahnya, kemudian berjalan kembali.

'Astaga jantungku mau meledak' gumam Wonwoo dalam hati sementara wajahnya sudah semerah kepiting.

Setelah sampai dirumah, Mingyu mengetuk pintu rumahnya.

"Jun hyung, buka pintunya. Mijoo-ya, buka pintunya" teriak Mingyu. Tak lama Jun membuka pintu.

"Yak! Kenapa kau pulang semalam ini?" Tanya Jun.

"Sudahlah, aku lapar. Hyung, ayo masuk" ucap Mingyu pada Wonwoo.

"Ah baiklah. Annyeonghaseyo" sapa Wonwoo pada Jun.

"Annyeonghaseyo" jawab Jun ramah lalu mempersilahkan Wonwoo masuk.

'Menarik'

.

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUE