Ice Cream
.
.
.
Jaebum x Youngjae
.
©nacoco
"Jaebum hyung, ayo beli ice cream" Youngjae merengek pada Jaebum yang duduk nyaman di sofa sambil menonton acara musik.
"Hyung, hyung.. Jaebum hyu..."
"Choi Youngjae, berhenti merengek begitu, kau menganggu pendengaranku." Bukan Jaebum yang menyela, tapi itu suara Jackson, makhluk paling tidak sayang padanya –menurut Youngjae.
Youngjae yang merasa tersinggung mempoutkan bibirnya kesal. Youngjae kemudian menghampiri Mark hyungnya, ingin mengadukan perbuatan kekasih jelek hyungnya itu.
"Markeu hyungie~ Jack hyung jahat sekali padaku. Dia bilang suaraku jelek, huhuhu..." Mark yang memang paham kelakuan kekasih dan adiknya ini, hanya bisa menghela nafas.
"Wang kong, jangan menganggu Youngjae atau aku tidak akan memberikanmu jatah."
'Wleee' Youngjae memeletkan lidahnya pada Jackson. Jackson yang mendengar apa yang dikatakan Mark tadi sudah tidak berani berbuat apa-apa.
.
.
"Bumie hyung" Youngjae menduselkan kepalanya di pangkuan Jaebum.
"Hmm.. apa?" Jaebum mengelus helaian lembut rambut pirang Youngjae.
"Ayo beli iceu cream"
"Youngjae, kau tahu ini sudah memasuki pertengahan musim dingin."
"Arraseo, tapi aku juga tidak meminta ice cream setiap hari hyung. Dan hari ini aku ingin sekali, hmmm..."
"Katakan pada Jinyoung hyung. Jika diizinkan aku akan belikan ice cream."
Youngjae yang mendengar persyaratan dari hyungnya itu rasanya ingin pasrah saja. Tapi dia benar-benar ingin ice cream. Mencoba peruntungan, Youngjae pergi menghampiri Jinyoung yang ada di kamar.
Tok..tok...tok
"Jie hyung, mmm.." Youngjae tak langsung mengatakan keinginannya.
"Ada apa Jae-ya?" Jinyoung yang bingung mengernyitkan dahinya.
"Jie hyung, aku ingin makan ice cream dan Jaebum hyungie baru akan membelikannya jika hyung mengizinkan"
'Jadi ingin ice cream. Anak ini ada-ada saja. Cuaca dingin begini' Jinyoung tak habis pikir.
"Tidak Youngjae, kau bisa sakit"
"Tapi aku ingin sekali hyung, ya.. ya.. bbuing.. bbuing" Youngjae masih berusaha keras meluluhkan hati hyungnya.
'Haish, anak ini. Kenapa matanya jadi seperti milik coco begitu' inner Jinyoung. Jinyoung menghela napas.
"Tidak Jae-ya, ..."
Youngjae yang mendengar jawaban hyungnya kini mulai pasrah. Tapi entah mengapa rasanya ia ingin menangis. Youngjae benar-benar ingin makan ice cream.
"Ugh, huks.."
"Arraseo, belilah dengan Jaebum hyung. Jangan berlebihan, belikan juga untuk yang lain. Jangan lupa setelah makan ice cream, minum teh hangat dan gosok gigimu." Sekeras-kerasnya Jinyoung, ia tidak bisa tidak luluh pada mata anjing adiknya ini.
"Gomawo hyungie~" Youngjae memeluk Jinyoung dan mengecup pipi hyungnya itu. Jinyoung hanya tersenyum saja menghadapi adiknya itu.
.
.
"Bumie hyung, ayo ayo kita beli ice cream. Jie hyung bilang aku boleh mendapatkan ice cream." Youngjae berujar dengan ceria.
"Benarkah?"
"Hmmm.. Jie hyung bilang agar Jaebum hyung membelikan untuk yang lain juga, hehe."
"Arra. Ambil mantelmu, hyung akan mengambil mantel dan juga dompet dulu."
"Assa, yeay..."
.
.
"Aku ingin yang vanilla dan juga coklat. Dan green tea juga."
"Hanya satu Jae-ya. Hyung hanya akan membelikan masing-masing satu."
"Araseo."
Jaebum segera membayar ice creamnya. Ia membeli tujuh, masing-masing satu. Lagi pula ini kan musim dingin. Ia tidak bermaksud untuk pelit. Jadi jangan pernah berpikir Jaebum itu pelit oke.
Sesampainya di dorm, Jaebum diserbu adik-adiknya. "Hyung, kau membelikanku juga kan?" Bambam antusias.
"Hmm... hyung belikan masing-masing satu. Jadi ingat, bagian kalian hanya satu."
.
.
Jaebum menemani Youngjae memakan ice creamnya di meja makan.
"Hmmm... yum.. yum.." "Ughh... ice creamku habis" Youngjae mengerucutkan bibirnya. Jaebum yang melihat Youngjae memandangi wadah ice creamnya yang sudah kosong dengan sedih, jadi gemas sendiri. Jaebum berdiri mengambil ice creamnya yang ada di kulkas.
"Ini, makanlah.." Jaebum menyodorkan ice creamnya kehadapan Youngjae kemudian mengambil wadah kosong milik Youngjae lalu membuangnya.
"Kenapa tidak dimakan? Makanlah Jae-ya." Youngjae tersenyum sangat manis pada Jaebum.
"Hyungie~"
"Hmm.."
Youngjae menyendokkan sesendok ice cream ke mulutnya. Tangannya ia gunakan untuk mnangkup wajah Jaebum. Mendekatkan wajah Jaebum padanya, 'cup' . Youngjae menempelkan bibirnya pada bibir Jaebum. Tangan Youngjae kini sudah melingkar di leher Jaebum. Tangan Jaebum sendiri di tengkuk Youngjae, mendorongnya agar lebih memperdalam ciuman mereka. Jaebum menginvasi mulut Youngjae. Ia bisa merasakan manisnya ice cream dari sana.
"Eunghh... hyunghh" Youngjae yang kehabisan nafas mencengkram rambut Jaebum.
'Cup' kecupan ringan dari Jaebum mengakhiri ciuman panas mereka.
'Cup' Lagi, Jaebum mengecup bibir Youngjae. Youngjae tersipu dan wajahnya sudah semerah tomat.
"Gomawo, cepat habiskan ice creammu." Jaebum mengusak rambut Youngjae sayang.
.
.
.
©nacoco
"Hyung, tidak jadi ambil ice cream?" Tanya Bambam.
"Nanti saja untuk dessert makan malam."
"Waeyo? Aku ingin sekarang saja Jinyoung hyung.. "
"Nanti saja Bambam"
"Waeyo?"
"Pokoknya nanti saja" 'kau tidak tau Bambam, ada keadaan bahaya di dapur.' inner Jinyoung.
.
.
END..
A/n
Yash, end dengan tidak elitnya. Semoga menghibur ya ahgase-deul.. maaf ya kalau alurnya kecepatan, gak jelas, juga ceritanya terlalu mainstream. Maapkeun *sungkem. Btw saya suka sekali senyum sunshine-nya Youngjae, healing banget dah. Ini juga ff 2jae pertama, mohon dimaafkan kalau nggak ngefeel sama sekali. Semoga terkubur. Annyeong.
