The one and only

Author : Bubbletea88

Main Cast : Xi Luhan, Oh Sehun and others :)

WARNING! Lots of typo, OOC, YAOI,; BOY x BOY, M(ature)—

…..

Hey ho~

Bubbletea here ^^

Lama banget ga update FF ini dohh -_-

Gara gara UAS nih, maklumin oke ^^!

Makasih yang udah mau ngikutin ceritanya Jjang!

Buat kata katanya xiumin dan luhan yang salah itu, maaf sekali lagi

Typo hehehe #bigbow

Happy Reading!

.

"Maybe I'm in love. I'm in love with your face

I'm in love with your smile, even your laugh

I'm in love with your eye sight too, even your body

I'll never let you go, I'm sorry, because the past of me was too selfish" –Sehun

.

.

Author's POV

Sehun hanya diam saat Luhan bergelayut manja di lengannya. Mereka berada di taman bermain sekarang. Luhan terus bermanja-manja dengan Sehun dari tadi pagi. Siang ini pun saat mereka makan, seakan tidak ingin kehilangan Sehun ia terus bergelayut manja di lengan namja yang lebih muda darinya itu.

"Luhan-a, ada apa denganmu eo?" tanya Sehun terkikik.

Luhan hanya mendongak dan mengecup bibir Sehun kilat. "Ani, hanya aku takut"

"Nappeun Luhannie—" kata Sehun sambil mengacak rambut Luhan.

"Ani! Aku hanya takut jika kita tidak akan bertemu lagi…"

"Ya, Mworago ?" pekik Sehun tak terima. "Ani, kita akan bertemu, aku yakin itu" kata Sehun.

"Kau menangis ?" lanjut Sehun saat merasakan lengannya basah. Luhan sesenggukan di lengan Sehun. "Ya, ya, kajja kita main lagi!"

.

"KYAAA! SEHUNNIE!" pekik Luhan saat Sehun menariknya ke wahana rollercoaster. Rollercoaster itu terlalu panjang dan mengerikan untuk Luhan, apalagi dead drop itu! ASTAGA, Bisa bisa Luhan pingsan di tengah permainan!

"Ayolah, ya ya ?" rengek Sehun lucu. Luhan menggeleng keras.

"Ke sana saja" Luhan menunjuk stand dengan permainan memanah.

"Mwo? Tidak seru, ayo naik ini saja!" kata Sehun. Luhan mengerucutkan bibirnya. "Ya, arraseo, kau sangat tau titik kelemahanku, baby Han"

Mereka berdua bermain di stand memanah itu. setiap orang punya kesempatan untuk memanah 3 kali. "SEHUNNIE PAYAH!" rengek Luhan saat Sehun kurang tepat memanahnya.

"Ppopo dulu" rengek Sehun manja.

CHU—

"Uwaa gomawo baby Han" kata Sehun sambil membidik sasarannya lagi.

"Apa kalian pasangan ?" tanya penjaga stand itu. Wajahnya kelihatan ramah, ia berbicara dalam bahasa china.

"Uhm, tapi dia pacar yang jahat" balas Luhan dengan bahasa china kemudian terkekeh.

Penjaga stand itu membentuk huruf 'o' pada mulutnya. "Jika kalian menang, akan kuberikan hadiah sepasang bagaimana ?" tawarnya.

"Benarkah ?" tanya Luhan antusias.

CTANG (?)

Sehun berhasil membidik kaleng itu sampai jatuh. "nah, pilihlah, kau mau yang mana ? gelang atau gantungan ?" tanya penjaga stand itu sambil tersenyum ramah.

"SEHUNNIE, kau mau yang apa ?"tanya Luhan.

"terserah," katanya sambil tersenyum bangga.

"Arrachi, gelang saja" kata Luhan

Entahlah, gelang itu berwarna putih dan biru. "Ige," kata Luhan sambil menyerahkan gelang biru pada Sehun.

"uwa, ini cocok sekali" kata Sehun tersenyum.

Tapi, entah kenapa Luhan merasa, penjaga stand tadi seperti Kris. Persis. Ia merasa bersalah pada Kris. Sifat ramahnya pun sama, begitupula senyumnya. Juga cara berbicaranya yang terkesan lembut.

"Lu, ini mendung—" kata Sehun sehabis membeli milk bubble tea untuknya juga Luhan. "Pulang saja ya ?"

Luhan mengangguk. Karena tempat parkir yang lumayan jauh, mereka sudah basah walaupun tidak begitu basah. "Ah, kita ke hotel saja ya ? jangan menunggu sampai kering, nanti masuk angin" kata Luhan sambil mematikan AC di mobil.

Sehun hanya mengangguk. "Kita beli ramyun untuk makan di hotel, tak apa kan ?"

"Ne, asal bersamamu" kata Luhan manja.

.

.

Xi Luhan's POV

Kulihat mata tajam itu sedang memandang jalanan Seoul yang padat di tambah derasnya hujan hari ini. Apa aku bisa meninggalkan kota Seoul tanpa mengingat mata tajam itu? Apa aku bisa meninggalkan kota Seoul tanpa mengingat senyum manis itu?

Ingin berteriak rasanya. Kenyataan itu pahit, walaupun itu diharus di jalani. Kalau bisa berteriak, aku ingin memberontak rasanya.

"Han ? Kau tak apa ?" Tanpa sadar aku meremas kuat ujung bajuku.

"Ne, nan gwaenchana" suaraku sedikit bergetar. Apa bisa aku meninggalkannya besok? APA BISA AKU PERGI TANPA MENANGIS ? APA BISA AKU BANGUN DARI MIMPI BURUK INI ?

Sehun memarkirkan mobilnya di suatu hotel. Aku hanya mengutak atik ponselku sesaat sesampainya di hotel. Saat Sehun check-in aku lebih memilih mengirim pesan ke Xiumin. Besok dia yang akan menjemputku, dan membawa barang-barangku tentu saja.

To : Xiumin

Hyungie, aku tidak pulang hari ini. Besok pagi jemput aku di hotel di jalan gangnam, gomawo.

"Luhan-a, kajja" kata Sehun sambil menggandengku. Sehun mengajakku ke toko baju yang ada di hotel mewah ini.

Aku melihat Sehun memilih dua baju dan membayarnya. Kemudian ia kembali menggandengku tanpa berbicara apapun. Saat di kamar ia hanya nyengir. "Ige, kembaran tak apa kan ?"

Aku hanya mengangguk, pertanyaan lucu. "Ne, gwaencahana, lagipula ini lucu" kataku sambil melihat baju bergambar mickey itu. "Mandilah dulu," kataku sambil menyuruh pemuda yang malah meringsut di sebelahku dan memeluk tubuhku erat.

"Kita mandi berdua ya Han ?" kata Sehun menggodaku,

"Yak! Pervert—"

"Ya! KAU BILANG AKU PERVERT ?" potong Sehun tak terima. "terakhir kali kita mandi bersama bukannya kau yang lebih agresif?"

BLUSH!

Bagus XI LUHAN, kau membiarkan dirimu masuk ke dalam perangkapmu. "Ah, soal itu…" Pipiku memerah, dan aku bisa merasakannya karena panas yang menjalar dari pipi sampai telinga

"Ayo kita mandi berdua!" pekik Sehun sambil menggendong tubuhku. Di kamar mandi tersebut ada bathup yang muat untuk dua orang juga shower dan wastafel.

.

Author's POV

"Enghhh Hunhh…." Belum ada 10 menit desahan-demi-desahan sudah meluncur bebas dari mulut Sehun maupun Luhan. Awalnya mereka hanya berendam, tapi sekarang, air di bath up malah habis dan kedua pemuda itu sedang bergulat dalam kenikmatan. Sehun berada di bawah, tapi ia tetap mengambil kendali atas tubuh Luhan.

Luhan merasa tiap sentuhan yang Sehun berikan, berbeda dengan sentuhan yang pernah di berikannya. Terasa lebih lembut. Entah mengapa…

Tangan kanan Sehun asyik mengusap punggung Luhan, sedangkan tangan kirinya menahan tengkuk Luhan. Bibir Sehun sendiri sedang asyik menjelajah leher putih nan mulus itu. "Arhh Hunhh… tidakhh menhhgigithh pleaseee nghh"

Lumatan kecil di berikan pada leher Luhan, membuat pemiliknya menggelinjang. Sesekali, 'gelinjangan' Luhan malah menyebabkan penis keduanya bergesekan dan membuat penis keduanya semakin menegang.

Tangan kiri Sehun mulai mencubit kecil tonjolan coklat-kemerahmudaan itu, sedangkan Luhan sudah pasrah dan memilih untuk menikmati. Sehun juga mulai membalik tubuh mereka. Luhan menjadi di bawah. Dengan posisi seperti ini Sehun lebih leluasa untuk menjelajah tubuh indah Luhan.

"Enghhh.. Arhh" racau Luhan saat Sehun melumat dan menggigit kecil nipple kanannya. "ahh" desahan juga lolos dari mulut Sehun saat penis mereka bergesekan. Sehun terus menjilat nipple itu bergantian. Juga mencubit nipple itu tentunya. Sehun tersenyum melihat perut Luhan.

"Such a baby's skin" gumam Sehun sambil menjilat dan menggigit tiap inchi kulit perut Luhan, alhasil kulit tersebut di penuhi bercak kemerahan. Sehun berhenti sebentar saat sampai di penis Luhan yang menegang sempurna.

Sehun menyeringai. Meniup pelan penis itu kemudian menggoda saluran keluarnya sperma dengan lidahnya. "Anghhh janhgan menggodaahkuhh Ah!" kata Luhan.

"Lalu kau mau apa, baby ?" pancing Sehun, tangannya masih menggoda penis yang di tumbuhi oleh rambut-rambut halus.

"ermhhh.. jangan menggodakuhh masukanhh sajah penisku kedalam mulutmuhh Hun-ahhh" kata Luhan. ia memejamkan matanya erat, ia tau wajahnya memerah.

"Hey, you're such a bad boy, aggressive boy, and cute boy in one person, right ?" kata Sehun. Dirty talk yang di keluarkan Luhan semakin membuat libido Sehun meningkat. Tentu saja yang di bawah semakin memberontak dan menegak. Eotteohke?

"Sehunnie, sesuatu di bawah sana menegak karena ucapanku, majjayo?" goda Luhan dengan tatapan sayunya. Sesaat Sehun kembali melumat bibir Luhan, bibir yang sudah menjadi candunya.

Kemudian setelah lepas, Sehun langsung mengurut penis Luhan sebentar. Begitu juga dengan penisnya. "Hannie, mianhae jika ini sakit"

JLEBB

Sehun memasukkan penisnya yang panjang dan besar ke dalam hole sempit Luhan dalam sekalihentak. Sesaat Sehun masih mendiamkan miliknya di dalam sana. Dinding rektum Luhan mencoba beradaptasi, tapi pergerakan dinding rektum itu seakan meremas penis Sehun kuat.

"Move Hunhh" kata Luhan. "ah.. ah,.. ahh…"

Sehun mulai menggerakkan pinggulnya. Di setiap sodokan ia berusaha untuk mendorong penisnya masuk dan menumbuk titik nikmat Luhan.

"AH!" pekik Luhan.

"Argh, jadihh di sanahh titikhh nikmathmuhh eohh arhh" desah Sehun.

Sialan, dinding rektum itu semakin meremas milik Sehun kuat.

"fasterhhh jebalhh fasterhh Hunhh, ahh arhh aghh" desah Luhan saat penis Sehun berkali-kali menumbuk titik nikmatnya itu.

"Akuhh keluar Hanniehhhh" desah Sehun sambil memberikan sodokan terakhir sebelum ia menumpahkan spermanya di dalam Luhan.

Tak berapa lama, penis Luhan berkedut cepat dan menyemburkan spermanya mengotori perut datar Sehun dan perutnya sendiri. "haah… haah.. gomawo Sehunnie" kata Luhan sambil memeluk Sehun.

"Ayo kita mandi—" kata Sehun sambil menggendong Luhan ke shower. Jelas ke shower, tak mungkin jika bath up penuh sperma itu di pakai untuk membasuh diri mereka.

.

.

"Hey, jika ingin punya kekuatan, kau ingin punya kekuatan apa ?" tanya Luhan iseng. Ia memakai baju mickey yang di belikan Sehun untuk kembaran.

"entah, menghentikan waktu mungkin, seperti Soohyun-sunbae di You Who Came From The Star" balas Sehun sambil memeluk tubuh Luhan.

"Kenapa ?" tanya Luhan sekenanya

"Karena aku ingin bersamamu, selamanya"

Luhan menangis karena ucapan Sehun. "Sehun-aa, ak-aku tidak ingin berpisah" kata Luhan sesenggukan.

"Ya, katanya manly, kok nangis ?" tanya Sehun.

Sehun juga terlihat menahan air matanya agar tidak keluar. ada kilatan sedih di matanya, juga air mata yang menggenang. Suaranyapun bergetar tadi.

"Maafkan aku yang sudah membuatmu jatuh cinta padamu" kata Sehun sambil mengusap punggung Luhan. "besok, aku yang akan mengantarmu ke bandara, arraseo ?"

Luhan hanya mengangguk.

.

.

"Ya, katanya aku yang mengantarmu ?" Paginya xiumin jelas sudah sangat rapi dan berkunjung ke hotel yang disewa Sehun yang bisa dibilang sedikit berantakan.

"Ayo ikut kami saja" balas Luhan. tatapannya seakan kosong. "Biar Sehun yang menyetir, kau bawa barangku kan ?" tanya Luhan sambil memakai sepatunya.

Xiumin mengangguk mengiyakan. "Kajja, berangkat" kata Sehun sambil menyambar kunci mobil. "Kita pindahkan saja barangmu ke mobilku"

"Ne" balas Luhan singkat.

.

"Annyeong Baozi-ya, aku akan mampir ke Seoul sesekali" kata Luhan sambil tersenyum. Sedangkan Sehun masih asyik melihat keduanya dari jarak yang lumayan jauh. "Jadi ?" tanya Xiumin sambil melirik Sehun.

Luhan berjalan mendekat pada Sehun, sedikit menjinjit kemudian mencium bibir itu, bibir yang akan menjadi candu bagi Luhan. tidak tersirat nafsu di ciuman dan lumatan kali ini, hanya ada air mata yang turut hadir dalam ciuman panas itu.

Air mata keduanya tentu saja. "Aku akan selalu menunggumu baby Han," kata Sehun.

"Yaksok ?"

"Ne, Yaksok" balas Sehun pasti.

Perlahan tapi pasti Luhan memeluk Sehun. Begitupula dengan Sehun, xiumin yang melihatnya sedikit terharu karenanya. Langkah Luhan membawanya ke dalam ruangan yang akan memisahkannya dengan Sehun, untuk beberapa bulan, atau parahnya— selamanya…

TBC!

.

If we won't meet again, what will you do ?

Sometime I just think about it, and at least, someone gives me

the answer.

If there's hope, there's lots of your dream that can become true

And I believe it,

-Sehun (The One and Only)-

.

Uwaa FF apa iniii TT TT

Kok tambah panjang sih ya -_-"

Tapi yasudahlah, YAY! SUDAH DI UPDATE LOH!

GIMANA ENCEH'nya ? Kurang hot kah ? atau udah horny duluan #ditimpuk :P

Hahaha, kalo reviewnya banyak lanjut dehh~~~

Maaf gabisa bales review satu satu saking banyaknya!

Muah muah ! SARANGHAEYO READERS-nim!

Paipai –bubbletea88

Thanks to :

Younlaycious88, Maple fujoshi2309, Oh Zhiyulu Fujoshi, chacalock, .58, BubbleePororo, farfaridah16, Baekhyunniee, manlylittledeer, n13zelf, NinHunHan5120, PandaYehet88, dan wulan ryeosomnia