A/N: Dalam rangka liburan ini saya sebenarnya sudah menanamkan niat didalam hati untuk membuat lanjutan berbagai Fic saya. Namun apa daya semua rencana saya harus hancur karena. Kesibukan saya dalam bermain Game Online. Ya jadi nulis Ficnya apa bila saya lagi bosan main saja. Maaf bagi yang telah menunggu.
Ok! Mari silakan menikmati chap kali ini.
Disclaimer : Saya tidak akan pernah mengakui kepemilikan Naruto dan juga yang lainnya. Kecuali fic ini memang punya saya.
Rate : T
Pair : Tebak saja sendiri..
Genre : Adventure, Fantasy, Familly
Warning : Typo, ooc, bahasa yang aneh, abal-abal, banyak kekurangan di sana-sini, alur yang terlampau cepat, dan sisti SKS, Penulisan yang sangat jauh dari sistim KBBI.
Sepasang mata hitam bagai langit malam berkilat kilau dalam bayang gelap lorong penjara bawah tanah. Langkah kaki ringan terdengar menggema di lorong tersebut. ditambah dengan siulan ringan seakan orang yang sedang berjalam dalam bayang gelap tersebut tidak risih dengan tempat ini dan seakan sudah terbiasa.
Berhenti didepan sebuah penjara, sepasang mata beriris malam tersebeut menatap seorang kakek tua yang terlihat menatap balik dirinya dengan pandangan yang takkalah tajam. Bisa dipastikannya bahwa kakek tua tersebut menatapnya dengan nafsu membunuh yang besar.
"Ada apa kau datang kemar!?" ucap seseorang dengan nada serak dibalik jeruji besi tersebut. "Apa kau datang untuk menyerahkan nyawamu padaku?" sambungnya seraya tertawa ganjil sejenak.
"Kau berkata seakan kau mempu membunuhku saja?" balas pemilik iris malam tersebut dengan nada bersahabat, tidak seperti saat mereka bertarung.
Roushi ingat betul siapa pemuda ini. Pemuda bersurai merah sialan yang telah mengalahkannya dengan telak. Dalam pandangannya, dia dapat menangkap saat ini pemuda tersebut sedang memandangnya dengan rendah , seolah-olah ia kotoran di ujung kuku.
Dan dari cahaya remang yang dihasilkan obor api didinding lorong. Dia dapat melihat wajah pemuda itu dengan jelas. Rambut jabrik merah, kulit pucat, dan iris mata biru bag- tunggu dulu! Bukankah iris mata pemuda tersebut berwarna biru? Kenapa sekarang bewarna hitam?
"Apa yang kau perbuat pada matamu?" tanya Roushi penasaran.
"Heh... seakan kau peduli saja pak tua.." balas Naruto sinis. "Dibanding kau menghawatirkan kondisi mataku lebih baik kau perhatikan keselamatanmu sendiri"
"Salahkah aku bertanya?" balas Roushi.
"Tidak ada yang melarangmu untuk bertanya" ucap Naruto.
"Jika dilihat dari keadaannya mengapa kau tidak segera mengambil bijuu yang ada dalam diriku saat ini?" tanya Roushi penasaran, karena setahunya ketika seorang Jinchuuriki tertangkap oleh Akatsuki maka Bijuu milik Jinchuuriki tersebut akan lansung diambil.
"Kami punya alasan khusus untuk itu" kemudian Naruto tersenyum bersahabat. "Atau aku punya alasan untuk itu"
"Apa maksudmu!?" tanya Roushi curiga. "Siapa kau sebenarnya?"
"Aku bukanlah siapa-siapa" ucap Naruto ramah. "Aku adalah seseorang yang akan menciptakan dunia yang baru"
"Apa dengan mengumpulkan kesembilan Bijuu dan membangkikan Juubi?"
"Sepertinya kau cukup banyak tau soal masa lalu" kemudian Naruto berbalik arah membelakangi Roushi. "Tapi bukan itu!" ucap Naruto mengeluarkan seringainya.
"Apa maksudmu!?" balas Roushi cepat sepertinya sudah terpancing oleh umpan Naruto.
"Maksudku adalah untuk apa membangkitkan Juubi yang pada akhirnya akan sangat susah dan tidak mungkin untuk dikendalikan" Naruto sengaja membari jeda sejenak agar Roushi dapat memahami maksudnya. "Bukankah lebih baik jika kesembilan Jinchuujiki bersatu dan bersama-sama menciptakan dunia impian kita... "
"... dunia dimana tidak akan adalagi yang namanya perbedaan dan diskriminasi antara yang kuat dan yang lemah, antara yang aneh dan tidak aneh. Dan yang terpenting tidak akan ada sebutah kata Monster untuk orang seperti kita" seringai Naruto semakin lebar ketika dia yakin bahwa Roushi telah memakan umpannya.
Roushi kembali termenung memikirkan ucapan Naruto. Mengingat ucapan pemuda itu membuatnya mengalami kilas balik kehidupan masa kecilnya yang tidak menyenangkan dan penuh siksaan karena dianggap seekor moster. Menatap Naruto yang sudah membalikan badannya lagi kearahnya. Detik itu juga Roushi menganggukan kepalanya pertanda dia setuju untuk membantu Naruto dalam mewujudkan dunia impian.
"Aku sutuju.."
"Bagus..." Naruto tersenyum bersahabat. "Aku memang mengharapkan hal itu darimu" kemudian Naruto sedikit mendekat. "Namun kau harus bersabar terlebih dahulu. Dan percayalah kau dan Bijuumu tak akan pernah berpisah"
"Aku mengerti..."
Setelah percakapan singkat dengan Roushi dan berhasil meyakinkannya untuk bergabung dengannya. Naruto meninggalkan penjara bawah tanah itu dengan sebuah seringai di wajahnya. Dengan begini satu pion penting sudah berada ditangannya. Dan dengan begini tinggal menunggu waktu agar rencana besarnya terwujud.
0o00o0
Klik...
Terdengar bunyi pintu sebuha apartemen dibuka dan menampilkan sesosok remaja yang memasuki ruangan tersebut. mengalihkan sekelilingnya sebuah senyum simpul terukir diwajahnya mengingat semua kenangan yang tertingal disini. Mulai melangkahkan kakinya pemuda tersebut bergerak memasuki ruangan.
"Tidak akan pernah berubah... " gumannya pada diri sendiri.
Tetap melangkahkan kakinya, tidak sadar bahwa dia telah masuk lebih dalam. Dan tetap melangkah hingga akhirnya dihentikan ketika kakinya menendang sebuah kotak kardus kecil. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada kotak itu, membuka kardus tersebut tak kuasa air matanya mengalir dengan sendirinya. Kotak itu...
Kotak mimpi dirinya dan kakaknya.
Flash Back
"Nii-chan...!" dari arah kamar Menma kacil yang saat itu masih berumur lima tahun, berlari kencang menuju Naruto yang terlihat sedang merapikan peratalatan Ninjanya.
"Ada apa?" ucap Naruto tanpa memperhatikan Menma.
"Lihat ini!" ucap Menma kecil riang sambil menunjukkan sesuatu pada Naruto.
Mengalihkan padangannya Naruto mendapati di tangan Menma ada sebuah kotak kardus kecil. Memandangi Menma Naruto mendapati bahwa adik kecilnya tersebut menyengir lebar kearahnya.
"Apa ini?" ucapnya yang dia rasa paling tepat untuk menanyakan ketidak ketahuannya.
"Huh... apa Nii-chan bodoh" ucap Menma kecil mengembungkan pipinya kesal. Namun Naruto tidak terlalu menanggapinya. "Ini kotak sejuta mimpi kita"
"Hahh...?" Naruto masih bingung dengan ucapan Menma.
"Lihat..!" kemudian Menma membuka kotak tersebut dan memperlihatkan isinya. "Ini semua mimpi Menma"
Naruto menatap sendu isi kotak tersebut ketika pandangannya menangkap sebuah gambar dimana ada sebuah gambar keluarga di dalamnya. Dia yakin bahwa dua anak itu adalah mereka berdua. Anak yang berkepala merah adalah dia, dan yang berkepala kuning adalah Menma. Dan yang tanpa kepala adalah kedua orang tua mereka.
Naruto masih terdiam menatap gambar tersebut. tidak memperdulikan ketika Menma mulai membicara banyak hal lainnya tentang kotak ini.
Flash Back and
Disinilah Menma sekarang membuka kotak sejuta mimpinya dan menatap sebuah gambar keluarga tak lengkap tersebut. namun dia percaya gambar tersebut akan sempurna, dan semuanya akan lengkap.
Berdiri Menma mulai melangkah pergi meninggalkan ruangan terebut. Pergi melangkahkan kakinya untuk mulai mengikuti ujian Chuunin yang sebentar lagi akan di mulai.
0o00o0
Naruto Pov
Setelah mengunjungi Roushi di penjara bawah tanah tadi, entah mengapa aku merasa secara tidak sadar sering senyum-senyum sendiri sepanjang perjalanan menuju kamarku di markas ini. Bahakan Deidara dan Sasori yang kebetulan lewat sekalipun terpaksa harus menjaga jarak denganku ketika melihatku tersenyum aneh.
"Hentikanlah senyuman anehmu itu" seru Kyuubi dalam pikiranku.
'Memang kenapa?' balasku cuek.
"Senyumanmu itu tidak enak dipandang" ujarnya. "Apa kau tidak takut nanti ada yang mencurigaimu?"
"Baiklah" dengan itu senyuman diwajahkupun menghilang dan berganti dengan wajah datar seperti biasanya. Sambil sesekali memikirkan tentang langkah yang akan ku ambil selanjutnya.
"Apa kau tidak masalah dengan warna matamu yang sekarang" ujar Kyuubi "Kalau Akatsuki mungkin tidak masalah, tapi bagi Konoha mungkin akan jadi masalah"
"Kau tak usah khawatir dengan itu" balasku cepat sebelum masuk kedalam kamarku. "Semua sudah aku persiapkan"
Naruto Pov end
Memasuki kamarnya pandangan Naruto pandangannya lansung menuju suatu tabung dengan isi cairan bewarna biru pekat yang teletak manis diatas mejanya. Mengambil tabung tersebut, Naruto meneteskan cairan tersebut pada kedua matanya.
Dan seketika itu juga dua iris mata Naruto yang semula berwarna hitam bagai malam tanpa bintang, berubah warna menjadi biru kusam bagaikan cermin yang berdebu.
'Dengan ini persiapan beres' batin Naruto berucap. Mengeluarkan kunai cabang tiga dari balik jubahnya. Kemudian menjatuhkan kunai tersebut, melesat kunai itu menghilang seperti tenggelam dalam genangan air sebelum menancap ditanah. Dan diikuti Naruto yang menghilang dalam kilatan bewarna merah.
Meninggalkan ruangan tersebut. untuk menuju kesuatu tempat.
0o00o0
Menma berlari ketempat biasanya dia bertemu Sasuke dan Sakura, tidak membutuhkan waktu lama bagi Menma untuk menuju ketempat tersebut dan disana Sasuke dan Sakura sudah menunggunya.
"Ayo kita pergi sekarang!" ujar Sakura setelah melihat kedatangan Menma.
Kemudian mereka bertiga lansung pergi menuju akademi, tempat diadakannya ujian Chuunin tahap pertama. Dalam perjalanan mereka bertumu dengan dua orang shinobi yang berasal dari Sunagakure yang sedang terlihat bersitengang dengan cucu Sandaime Hokage. Melihat hal tersebut membuat Menma tidak tinggal diam dan lansung menghampiri dan memukul dengan telak wajah salah satu wajah shinobi tersebut.
"Apa-apaan kau hah...!" ucap shinobi itu marah dan lansung membuka lilitan aneh yang berada dibelakang punggungnya.
"Apa hak mu untuk menganggunya" balas Menma tak mau kalah dan lansung mengangkat kunainya di ikuti oleh Sakura dan juga Sasuke yang bahkan sudah mengaktifkan Sharingannya.
"Ini urusan kami dengan bocah itu, kalau kau mengkalangi kau akan aku terbangkan!" kembali salah satu dari mereka berucap, dan terlihat sudah menyiapkan sebuah kipas raksasa.
"Nampaknya kau serius Temari?" ucap shinobi tersebut yang sudah mulai memainkan boneka yang tadi berada dipunggungnya.
"Kau pun juga demikian Kankuro?" balas Temari.
Suasana seketika menjadi tidak nyaman. Masing-masing dari kedua belah pihak menunggu untuk siapa yang akan menyerang terlebih dahulu. Tapi tiba-tiba mereka semua dikejutkan dengan adanya pasir yang seketika mengelilingi mereka semua.
"Hentikan semua ini atau aku akan membunuh kalian semua!"
Sebuah suara dengan nada yang dingin seketika mengalihkan perhatian mereka. Menoleh menuju asal suara mereka mendapati seorang shinobi yang juga berasal dari Sunagakure sedang berdiri diatas sebuah dahan pohon.
"G - Gaara" ujar Kankuro yang sedikit ketakutan.
"Tapi mereka yang memulai" ucap Temari yang sepertinya tidak ada takut-takutnya dengan Gaara.
Menoleh pada Menma, Sasuke, dan Sakura. Gaara memandang mereka bertika dengan tatapan kosong. Namun tiba-tiba pasir yang mengelilingi dua kubu tersebut bergerak menuju Menma, Sasuke, dan Sakura.
Butir-butir pasir yang mengelilingi mereka berkumpul dan kemudian secara perlahan memadat.
"Jika kau melakukan itu. Maka akan terjadi perperangan antara Konoha dengan Suna" tiba-tiba pasir dari Gaara hancur dan lansung menghilang, ketika suara sedingin es memperingatkannya. Dan yang lebih parahnya lagi asal suara tersebut tepat berada dibelakangnya.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mungkin ada seseorang dibelakang dirinya sedangkan dia sama sekali tidak dapat merasakan aura keberadaan orang tersebut.
Begitupula dengan yang lainnya yang terlihat terkejut dengan kedatangan sosok misterius tersebut. dan jika diperhatikan penampilan orang tersebut sangatlah aneh. Dengan hampir keseluruhan tubuhnya tertutupi perban dan meninggalkan mata kanannya yang masih terbuka. Sosok tersebut juga mengenakan pakaian pakaian kaos putih yang kebesaran dan juga untuk celananya yang juga kebesaran.
Dan satu-satunya yang bisa menandakan dia shinobi adalah ikat kepalanya yang terukir diatas kepalanya. Sebuah ukiran yang menandakan dia dari desa Getsugakure.
"Siapa kau?!" ucap Gaara penasaran.
"Namaku Raito Yagami" balas pemuda tersebut ramah. "Salam kenal"
Dengan insiden tadi akhirnya dua kubu yang baru akan bertarung tersebut memutuskan untuk berjalan menuju Akademi bersama. Suasana masih sama, masih tidak menyaman. Tidak ada diantara mereka yang saling bertegur sapa atau saling memulai pembicaraan. Hanya Raito yang sepertinya tidak terlihat tengang dengan situasi saat ini. Bahkan kedua kubu tersebut melihat bahwa pemuda yang menutupi seluruh tubuhnya dengan perban [kecuali bagian mata kanannya] tersebut terlihat bersiul ringan.
Tak berselang lama kemudian akhirnya mereka sampai didepan gerbang Akademi dan mulai masuk melalui ruangan yang telah ditetapkan.
0o00o0
Suasana ruangan yang akan menjadi tempat ujian Chuunin tahap pertama sangatlah ribut. Masing-masing peserta sibuk dengan urusannya masing-masing. Ada yang sibuk ngobrol dengan teman setim mereka, ada yang sibuk dengan anjing dan kripik kentang, ada pula yang dengan pulasnya tidur di meja.
Dan tentu saja ada yang diam demi menjaga harga diri dengan tampang muka tembok mereka.
Tiba-tiba ruangan yang tadinya berisik dengan kegiatan masing-masing peserta mendadak menjadi diam ketika sekelompok shinobi yang berpangkat Jounin muncul didepan ruangan. Jika dilihat sepertinya mereka adalah shinobi yang menjadi pengawas dalam ujian Chuunin kali ini.
"Baiklah, untuk tahap pertama ujian Chuunin kali ini adalah ujian tertulis yang akan dilaksanankan selama 60 menit. Dan perlu kalian ingat baik-baik, aku tidak akan sengan-sengan untuk mengusir siapa pun yang ketahuan melakukan kecurangan dalam ujian kali ini. Kalian bisa memilih untuk dikeluarkan secara halus atau kasar, atau bahkan kalian inggin mengundurkan diri sekarangpun juga boleh bahkan itu bagus. Karna semua ini tergantung dari kemampuan yang kalian miliki , dan aku tidak akan menjami bahwa jika semua yang ada didalam ruangan ini akan lulus. Dan satu lagi jika seorang peserta gagal maka semua anggota timnya juga akan ikut gagal" jelas Ibiki yang merupakan ketua pengawas dalam ujian Chuunin kali ini dengan suara yang tegas.
Sementara itu terlihat raut wajah yang berbeda-beda dari masing-masing peserta ujian Chuunin. Ada yang terlihat cemas, ada yang terlihat percaya diri sekali, ada yang terlihat biasa saja. Dan bahkan ada yang terlihat tidak peduli sama sekali.
Melirik kesamping Menma mendapati bahwa Raito kebetulan duduk disebelah dirinya. Dan dari pengamatannya terlihat pemuda mumi tersebut sedang bosan. "Raito-san!" bisik Menma pelan dan itu lansung mengalihkan perhatian pemuda beriris biru kusam tersebut.
"Ada apa Menma-kun?"
"Dimana anggota timmu yang lain?" tanya Menma "Dari tadi aku tidak melihatnya?"
"Kau mau tau?" tanya Raito dan lansung mendapat anggukan dari Menma. "Itu disana yang berambut hitam jabrik" tunjuk Raito pada seorang shinobi dengan paikaian shinobi standar berwarna hitam polos yang sepertinya juga berasal dari Getsugakure "Dia Ryuuku" kemudian Raito mengalihkan pandangannya menuju Kunoichi berambut putih panjang yang dibiarkan terurai [mirip Sara] dengan kimono putih dengan sedikit hiasan kelopak bunga sakura. Yang kemudian juga balas menatap Menma dan Raito seraya tersenyum lembut. "Dia Mikasa Yuki"
"Sebaiknya kita bersiap-siap karena sebentar lagi ujian Chuunin ini sepertinya akan di mulai" ucap Raito yang memperhatika para pengawas yang telah selesai membagikan lembaran soal dan jawaban kepada seluruh peserta.
"Ya.." balas Menma.
Ibiki sekali lagi memperhatikan para peserta ujian Chuuni tahap pertama. Setelah merasa semua sudah beres dan para petugas sudah berada dalam posisi masing-masing, kemudian dia mulai bersuara kembali. "Baiklah Sekarang aku umumkan bahwa ujian Chuunin tahap pertama DIMULAI!"
Mendengar perintah tersebut seluruh peserta mulai melihat dan mengerjakan soal yang tertera dihadapan mereka. Dan terlihat hampir semua perserta ujian hanya mengamati soal tersebut dengan raut muka yang suram. Maklum saja karna soal yang diberika pada mereka adalah soal yang setingkat Jounin. Namun diantara mereka semua ada beberapa yang terlihat bisa mengerjakannya, seperti Hyuuga Hinata, Nara Shikamaru, Shino Aburame, Mikasa Yuki, dan beberapa yang lainnya. Plus juga bagi beberapa Jounin yang menyamar menjadi peserta ujian Chuunin.
Menma terlihat gelisah melihat kertas jawabannya yang masih kosong. Melirik kesamping kanan dia bisa melihat Hinata yang terlihat serius dengan kertas jawabannya. Dan melirik ke kiri dengan hati-hati lansung membuatnya cengo.
Pasalnya Raito pemuda mumi tersebut terlihat sedang asik mengisi lembar jawabannya tanpa beban sekalipun. Bukan karena jawabannya penuh yang membuat Menma cengo, tapi isi dari jawaban tersebut adalah sebuah gambar wajah pengawas Ibiki yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.
'Apa yang dia pikirkan?' batin Menma berucap heran.
Dan tidak terasa lima belas menit telah berlalu dan terlihat beberapa peserta mulai meninggalkan ruangan karena diusir akibat ketahuan mencontek. Walau begitu banyak juga peserta yang berhasil mengelabui pengawas ujian seperti Gaara dengan mata ketiganya, Sasuke dengan Sharingannya, Neji dengan Byakugan, Tenten dan Lee dengan batuan alat optik di langit-langit, dan Kiba dengan Akamaru.
"Mereka boleh juga" guman Ibiki pelan sambil melihat cara mencari jawaban dari beberapa calon Chuunin tersebut.
Sentara itu Menma masih sibuk dengan pikirannya sendiri masih menatap soal-sola tersebut. pikiran remaja tersebut semakin kalut dan takut.
Tik tik tik
Tiba-tiba lamunannya buyar karena mendengar suara ketukan jari dari Raito yang berada disebelahnya. Terus mendengar ketukan tersebut tiba-tiba ketukan tersebut berhenti sejenak dan kemudian berlanjut kembali. Dan mengerti maksud dari ketukan tersebut adalah sebuah kode Morse, Menma memberi perintah melalui bahasa tangan kepada Raito untuk dapat mengulang kembali.
Mengerti dengan bahasa tangan Menma, Raito mengulang ketukan kodenya dari awal.
Tik tik tik tik tik
Dengan cermat Menma mendengar ketukan jari tersebut dan menghitungnya setelah ketukan itu berakir Menma mendapatkan sebuah huruf, dan begitu seterusnya setiap ketukan dari Raito di dengar dengan teliti oleh Menma. Hingga akhirnya terbentuklah beberapa kalimat yang bertuliskan.
J - A - N - G - A - N ... K - H - A - W - A - T - I - R
'Apa maksudmu Raito' batin Menma berucap dan juga di uraikan melalui ketukan jarinya.
Tik tik tik
Raito lansung membalas pertanyaan Menma melalui ketukan jarinya.
T - E - N - A - N - G ... D - A - N ... I - K - U - T - I ... S - E - P - E - R - T - I ... A - I - R ... Y - A - N - G ... M - E - N - G - A - L - I - R
Tiba-tiba entah mengapa Menma merasa tenang, melirik Raito dengan hati-hati yang juga dibalas oleh pemuda tersebut. Menma manganggukan kepalanya pelan pertanda mengerti. Kemudian menatap lembar jawaban tersebut dengan tenang.
Sementara jauh dibelakang terlihat seseorang yang sedang memperhatikan Menma dengan serius, dia tak lain adalah Uchiha Sasuke. "Ada apa denganmu Menma?" guman Sasuke heran pasalnya dari menit pertama Menma sangat gelisah, namun beberapa menit kemudian terlihat bahwa teman setimnya tersebut menjadi tenang.
Tiba-tiba ada kunai yang melesat melewati kepala Menma dan sukses menancap dalam pada meja dibelakangnya.
"Kau keluar! Karena sudah lima kali melakukan kecurangan!" ucap Ibiki yang barusan melempar kunai tersebut. dan lansung menatap horor pada perserta tersebut. Dan akhirnya Genin tersebut hanya bisa pasrah dan keluar dengan wajah tertekuk di ikuti oleh teman se timnya meninggalkan ruangan tersebut.
Tidak terasa 55 menit telah berlalu dan sekarang terisa lema menit bagi peserta ujian Chuunin untuk menyelesaikan soal tersebut, begitu pula dengan jumlah peserta yang sekarang hanya tersisa 75% dari jumalah keseluruhan.
"Baiklah, kumpulkan semua lembara jawaban karena waktu kalian semua sudah habis" ujar Ibiki dengan suara yang lantang.
Akhirnya semua peserta pun memberika kertas lembar jawaban mereka. Bahkan diantaranya terlihat mengisi beberapa nomor saja, tapi hal itu tidak membuat pusing sang ketua pengawas. Setelah semuanya terkumpul, ia kemudian meletakan tumpukan lembar jawaban diatas meja.
'Jumlahnya lebih banyak 25% dari Tahun lalu' kembali batinnya berucap, seraya melihat wajah para peserta ujiang yang terlihat putus asa. Walau ada juga yang terlihat santai dan tidak peduli.
"Aku ucapkan selamat kepada kalian semua, karena telah berhasil melewati ujian tahap pertama ini" ucap Ibiki.
"Apa? Tapi kenapa!? Kau bahkan belum memeriksa lembar jawaban kami" ucap Ino tidak mengerti.
"Apa itu penting?" Ibiki kembali bertanya kepada Ino. "Apa kalian tidak memahami apa maksud dari perkataanku?"
"Apa maksud anda peraturan yang anda katakan sebelum ujian ini dimulai Sensei?" ucap Ryuuku sambil mengangkat tangannya.
"Apa maksudmu, kalimat yang aku tidak akan sengan-sengan mengusir siapapun yang ketahuan melakukan kecurangan dalam ujian ini" ucap Shikamaru.
"Benar... "Kemudian Ibiki memperhatikan satuper satu perserta ujian dan berakir pada Raito. "Dan kau bocah beraninya kau mengambar wajahku seperti ini!" kemudian Ibiki memperlihatkan hasil gambar Raito. Yang hanya dibalas tawa canggung oleh yang pelukis.
"Habis aku bosan menunggu waktu ujian selesai" kilah Raito. "Dari pada tidak ada kerjaan lebih baik aku mengembangkan bakatku saja" sambung Raito yang lansung membuat hampir seluruh peserta ujian sibuk menahan tawa.
"Kuarasa tidak ada yang perlu ku jelaskan lagi. Selamat!" ucap Ibiki lalu menghilang dalam kepulan asap, di ikuti oleh semua pengawas yang lain dan juga para Jounin yang menyamar.
0o00o0
Sekarang adalah saatnya ujian Chuunin tahap kedua akan segera dimulai dan semua peserta yang lulus pada ujian Chuunin tahap pertama berkumpul didepan Shi no Mori, terlihat seorang Kunoichi yang berpenampilan berani berdiri dihadapan mereka semua, dan tentu tak lupa menyambut para peserta yang berhasil lolos dengan evil smile andalannya.
"Namaku adalah Anko Mitarashi. Dan seperti yang kalian tau aku adalah ketua pengawas ujian Chuunin tahap kedua! Untuk tahap ini, masing-masing kelompok akan diberi sebuah gulungan, chi no sho atau ten no sho. Setiap kelompok diharuskan untuk merebut gulungan yang dimiliki kelompok lain. Kemudian, setelah berhasil..."
Anko membuka sebuah peta lalu menunjuk menara yang tepat berada di tengah-tengah Shi no Mori.
"... kalian harus mempertahankan gulungan yang telah kalian rebut agar tidak direbut kembali dan menuju menara yang ada disini. Dan disini ditahap ujian Chuunin kedua ini, kalian boleh melakukan berbagai macam cara termasuk mengunakan Jutsu, bahkan tidak ada larangan untuk saling membunuh disini. Jadi sebelum memasuki Shi no Mori ada baiknya nanti kalian tandatangani surat pernyataan ini..." sambung Anko seraya memperlihatkan sebuah surat pernyataan.
"... tapi aku sarankan, jika kalian masih sayang nyawa, lebih baik kalian mundur sekarang selagi bisa. Sebab tidak ada yang akan menjamin apa yang akan terjadi pada kalian didalam sana nantinya" ucap Anko panjang lebar.
Memperhatikan sekelilingnya, Menma bisa melihat kelompok Raito yang sepertinya sangat tenang dan bahkan tidak terpengaruh dengan ucapan Anko tadi, begitu pula dengan kelompok dari Sunagakure, dan salah satu kelompok dari Otagakure terutama seorang Kunoichi bermata ular yang terlihat aneh. Sedangkan sisanya ada yang takut ada pula yang biasa-biasa saja.
Satu persatu kelompok pergi kesebuah tenda untuk mengambil gulungan yang akan diterima dari pengawas, dan juga untuk menandatangani surat pernyataan. Begitu pula dengan kelompok Menma yang mendapatkan gulungan Chi no sho. Setelah dipastikan semua sudah mendapatkan gulungan, akhirnya puluhan pintu masuk di Shi no Mori dibuka. Dan mendengar aba-aba dari Anko semua peserta ujian Chuunin tahap kedua memasuki Shi no Mori pertanda ujian ini secara resmi telah dimulai.
0o00o0
"Tujuan kita datang kesini sudah pasti" ucap Raito dan timnya yang sedang melompati satu persatu dahan pohon. "Jadi gulungan ini tidak ada gunanya" kemudian pemuda yang ditutupi perban tersebut membuang begitu saja gulungan yang baru di perolehnya dari petugas ujian Chuunin tahap dua.
"Mari kita selesaika ini dengan cepat dan segera pulang" ujar Mikasa yang kemudian lansung mengambil sebuah kunai dari tempat penyimpanan kunai miliknya.
"Ya... " sahut Ryuuki. "Tapi ... ini semua tergantung padamu Bochou!"
"Ya lakukan dengan cepat" kemudian Raito menatap seorang mayat Genin yang sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan yang mengerikan karna sudah sebagian tubuhnya sudah dimakan oleh para Srigala lapar di daerah ini. "Dan jangan sampai ada kesalahan"
.
.
.
"Sasuke, Sakura mari kita tunjukan pada mereka siapa kita sebenarnya!" ucap Menma pada kedua rekannya.
Mendengar itu Sakura dan Sasuke hanya mengangguk mendengarkan.
.
.
.
"Khu khu khu" tawa ganjil seorang perempuan, terlihat memperhatikan tim 7 dengan seksama. bukan keseluruhan tapi seorang anggota Uchiha terakir yang berada disana. Yang menarik perhatiannya.
Thank to
Adinda D'Vermouth Kudo | Yasashi-kun | Namikaze Sholkan | Guest | Me'o D Theguh | No Name | TobiAkatsukiID | Tatank no Kitsune | Ken D. Uzumaki | REDCAS | Tuxedo Putih | Guest | Akira no Rinnengan | Eucallysca Putly | alifnamikazeuzumaki | huddexxx69 | Pengemar | koga-san | m sidiq58 | DarkYami Kumangamawa | Naru-kun93 | AlanhefildDery | Guest | a first letter | Blue-senpai | ade | Guest | yami uzumaki namikaze | Namikaze Reton Kumangawa | agusajisaputro | Guest | munirul. ikhwan. 5811 | teggarzlonginus | Herman dewi 54 | Botol jalanan | dikdik717 | yamada ayumu | Kirisame Hiyase | El bany blueblack | m. u. albab | rhadja bhelhyzt | Rey | Nyuga totong | mitsuka sakurai | shinichi. kudosaki | Waisheit Zerinder | uchiha. Izami | Guest | sairaji423 | Aryif VL | Shirosaki Kito | rizkiirawan3 | noorhans | bohdong. palacio | Teman lama | lily. kurniawone | Blood D Cherry | namikaze yondaime | uzumakiato | penggemar | Guest | Guest | Vin'DieseL No Giza | Naminamifrid | sebuno16 | semsulae29 | Daehyuk Shin | Guest | dhausnebo | clone | Namikaze yoyo | Namikaze yoyo | Guest | MF Dark Youko | kolor
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan nama.
Mohon maaf bila tidak adanya adengan petarungan dalam chap kali ini. Sekedar info ini hanyalah chap pembuka sebelum pertarungan panjang untuk chap kedepan. Dan kemungkinan besar Naruto dalam Fic ini benar-benar akan menjadi DarkNaru.
Entah kenapa saya kepikiran begitu. Tapi yang pasti sebuah konsep tentang jalur ceritanya sudah tersusun di otak saya. Namun bagi kalian yang menginginkan Naruto menjadi Dark dan mempunyai kekuatan bagaikan Dewa harus siap-siap kecewa. Karena semua itu sudah terlalu sering dan pada akhirnya bosan juga melihat Narutonya terlalu hebat hingga bisa mementalkan musuh kesana-sini.
Yang saya maksud Dark disini adalah bagaimana cara Naruto untuk menanamkan Ideologinya pada orang-orang disekitarnya dan memanfaatkan siapapun untuk mewujudkan keingginannya. Jadi bahasa kerennya selain pakai otot Naruto juga pake otak dalam memainkan perannya.
Namun yang pasti itu semua hanyalah rencana saja. Karena semua ini tergantung Readers apakah setuju atau tidak?
Ok! Mungkin hanya itu informasi yang dapat saya berikan. Dan saya juga punya satu pertanyaan tantangan.
"Siapakah Raito Yagami?"
Dan mohon Review yang banyak ya...! karena semakin banyak yang review semakin baik kwalitas cerita dan semakin cepat saya updatenya. He he he he...
Drak Yagami out~
