Naruto Mr, MK

Another Love

Shisui. U dan Hinata. H

Rate M

Drama/Romance

Typo(s), OOC, EYD yang tidak sesuai, gajeness, dan banyak kekurangan di ff ini.

Happy reading.

Meja makan yang di hiasi dengan lilin indah itu tampak penuh dengan makanan, berbagai macam hidangan sudah tersedia di sana, sangat menggoda selera, para maid masih sibuk menyiapkan segala sesuatu yang masih di rasa kurang dan belum lengkap.

Di sebuah ruangan yang luas, beberapa orang sudah berkumpul, ada yang duduk di sofa bersama pasangan sambil berbicara dengan topik ringan, ada juga beberapa dari mereka yang berdiri dan saling menyapa satu sama lain.

Shisui dan Hinata tampak bergandengan tangan, semua menatap kagum saat pasangan ini tiba di istana Uchiha, tatapan mereka tertuju pada Hinata yang tampak seperti seorang ratu.

"Ah she is really like a queen." terdengar bisikan kagum dari para tamu, terutama bagi kaum adam, dari sudut ruangan lain tampak seorang pemuda menatap dingin pada mereka.

"Kalian sudah datang?, baguslah." suara seorang wanita yang sudah lanjut usia menyambut Hinata dan Shisui.

"Nenek..." Shisui memberi salam pada neneknya, begitupun Hinata.

"Kau sangat cantik sayang." ucap nenek Uruchi pada Hinata.

"Terima kasih, nenek juga, nenek tau?, nenek adalah ratu di istana ini." ucap Hinata sambil tersenyum manis, dan hal itu tidak luput dari tatapan pemuda yang berada di sampingnya.

"Ayo kita berkumpul di meja makan, hidanganya sudah siap." nenek Uruchi kemudian berjalan di ikuti Hinata, tapi langkahnya terhenti karena Shisui masih terdiam.

"Hei, Shisui-san, kenapa diam saja?" Hinata memanggil Shisui, pemuda itu hanya menatapnya.

"Ah, aku tahu, kau masih terpesona padaku kan?" Shisui tersenyum mendengar ucapan Hinata.

"Sudah, ayo bergabung dengan yang lainya." Shisui menggenggam tangan Hinata kemudian menariknya pelan, Hinata mengerjap namun mengikuti tarikan di tanganya.

Tidak ada satu orangpun yang tidak menatap ke arah Hinata dan Shisui, mungkin ada di antara mereka ada yang merasa iri, atau cemburu.

"Silahkan di nikmati hidanganya." Madara memimpin seperti biasanya.

Berbeda dari biasanya, suasana makan malam kali ini sedikit hangat karena ada beberapa tamu yang bergabung, makan malam yang di hadiri tamu penting bagi keluarga Uchiha.

Hinata juga sedikit terkejut karena ada beberapa teman Shisui yang ditemuinya kemarin malam, dan ada juga teman Sasuke yang Hinata kenal.

"Hai, kita bertemu lagi?." ucap seorang pemuda bersurai merah, Hinata melihat kearah pemuda tersebut, berbeda dari kemarin malam, pemuda itu tampak berpenampilan formal, rapi dan juga terlihat berwajah manis.

"Dimana Shisui?" ucap pemuda itu lagi.

"Setelah makan malam selesai dia dipanggil tuan Madara, sepertinya ada hal penting yang mereka bicarakan." jawab Hinata dengan suara yang terdengar dingin.

"Baiklah, oh ya, namaku Sasori Akasuna, rekan kerja Shisui." ucap Sasori dengan senyumanya yang begitu manis.

"Sebaiknya kau menjauh darinya, muka bayi!" suara seorang pemuda tiba-tiba terdengar, Hinata dan Sasori mengalihkan perhatian pada sumber suara.

"Oh, Uchiha Sasuke, lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?" Sasori menyapa Sasuke yang menghampirinya.

"Tidak perlu berbasa basi dan jangan pernah mengganggu gadis ini." ucap Sasuke pada Sasori dengan begitu tegas.

"Dia hanya menyapaku, tidak perlu bersikap seperti itu, lagi pula kau tidak perlu ikut campur dengan urusanku." ucap Hinata dengan begitu kesal pada Sasuke, sedangkan Sasori hanya tersenyum tipis.

"Kita harus bicara Hinata." Sasuke kembali berkata.

"Tidak ada yang perlu di bicarakan, Karin tidak ada di sini, maaf aku harus mencari Shisui, permisi." Hinata bermaksud meninggalkan Sasuke dan Sasori tapi pergelangan tangannya di cekal.

"Kenapa kau begitu keras kepala?" Sasuke mencengkram tangan Hinata.

"Lepaskan aku." Hinata mencoba melepaskan diri tapi Sasuke malah menarik Hinata dalam keramaian.

Hinata merasa takut, apa yang akan di lakukan Sasuke, dan entah kenapa Hinata mencari keberadaan Shisui yang tidak di ketahui keberadaanya.

'Shisui, tolong aku.'

"Untuk semuanya, aku meminta perhatian anda semua." Sasuke berteriak di depan umum dan hasilnya semua orang mengalihkan perhatian mereka.

"Seperti yang anda semua tahu, gadis ini Hinata Hyuga adalah calon menantu keluarga kami, keluarga Uchiha."

"Ada kesalah pahaman yang tidak di ketahui semua orang, Hinata adalah mantan kekasihku tapi dia memilih sepupuku Shisui, dan aku yakin dia melakukan itu karena terpaksa."

"Dan aku ingin dia kembali, karena aku yakin dia juga masih mencintaiku." Hinata membulatkan matanya, semua orang tampak terkejut, Hinata benar-benar tidak menyangka Sasuke begitu nekad dan hal itu membuat keluarganya malu.

Entah kenapa Hinata merasa sakit saat Shisui muncul dan mengetahui kejadian tersebut, Hinata menatap Shisui dengan tatapan yang tidak terbaca.

Another Love.

Keluarga Uchiha dan keluarga Hyuga kembali berkumpul, setelah para tamu pulang karena keributan yang di buat Sasuke.

Sasuke dan Hinata seolah menjadi tersangka saat semua orang menatap mereka berdua.

"Sekarang jelaskan pada kami, apa maksud dari semua ini, Sasuke?." Madara membuka suara terlihat sekali ada amarah dalam getaran suaranya.

"Kenapa kalian melakukan ini, dan kalian sudah mempermalukan dua keluarga." lanjut Madara, tapi Sasuke masih terdiam.

"Kuharap ini bukan konspirasi untuk mempermalukan putraku." suara Arashi tiba-tiba terdengar, Hinata terkejut saat mendengar suara Arashi ibu dari Shisui.

"Sudah kuduga gadis ini punya sikap yang tidak baik." Arashi menatap tajam pada Hinata.

"Kenapa kau melibatkan putraku untuk urusan pribadi kalian?" sungguh Hinata ingin sekali pergi dari tempat tersebut.

"Ibu, jangan seperti ini." Shisui membuka suara, Hinata menatap Shisui tapi pemuda itu memalingkan pandanganya dan hal itu membuat Hinata merasa sakit di dadanya, apa Shisui juga marah padanya.

"Sebaiknya kita bicarakan ini secara baik-baik." nenek Uruchi berkata lembut dan membuat semua orang memakluminya.

"Nak, nenek ingin bicara denganmu berdua saja." nenek Uruchi menarik tangan Hinata untuk mengikutinya.

Mungkin bagi orang lain masalah yang ditimbulkan Sasuke tidak berdampak apapun, tapi bagi keluarga Uchiha mereka seperti dilempar kotoran di wajah mereka, kehormatan dan harga diri adalah harga mati bagi mereka, sama halnya dengan keluarga Hyuga yang kolot dan juga kuno, etika dan tata krama adalah hal penting yang harus selalu dijaga.

Hinata dan nenek Uruchi sudah selesai berbicara, entah apa yang mereka bicarakan tidak ada yang tahu, semua orang masih menunggu kedatangan mereka.

"Sepertinya pertunangan Hinata dan Shisui harus di tunda." nenek Uruchi membuka suara setelah kembali berkumpul bersama keluarga besarnya.

"Salahkan Sasuke yang membuat masalah." ucap Hikaku, pemuda 21 tahun itu tampak kesal.

"Apa karena Karin tidak ada di sini kau jadi berani?" ucap pemuda lainya.

"Ini bukan urusan kalian, aku hanya menunjukan fakta bahwa aku dan Hinata masih saling mencintai." Sasuke juga terpancing emosi dan mulai mengeluarkan amarahnya.

"Sudah cukup, tidak ada gunanya kalian bertengkar." Uchiha Madara berteriak melerai para keponakanya yang sedang bertengkar.

"Kita beri waktu untuk Hinata selama dua minggu untuk memikirkan kembali keputusanya." ucap nenek Uruchi.

"Tidak bisa seperti itu, jelas ini adalah konspirasi, aku tidak menerima putraku Shisui di permalukan seperti ini, dan gadis bernama Hinata ini mungkin akan memilih pemuda lain, jika seperti ini akan lebih baik jika putraku tidak perlu mengikuti sayembara bodoh ini." Arashi kembali membuka suara.

"Bukan seperti itu, jika di pikirkan lagi masalah ini sangat penting, perjodohan dan pernikahan sangatlah berharga, mungkin saja berlangsung selama seumur hidup mereka yang di jodohkan."

"Bagaimana jika mereka tidak bahagia setelah menikah nanti, kita sebagai orang tua tidak ingin anak-anak kita menderita." nenek Uruchi berkata panjang dan lebar membuat Arashi kembali terdiam.

"Lagi pula Hinata tidak mengubah pilihanya, jadi kita beri waktu untuk mereka berdua untuk saling mengenal." ucap nenek Uruchi dan tersenyum penuh arti kepada Hinata, gadis itu hanya menundukan kepalanya, sebenarnya Hinata juga merasa bingung bagaimana jika Shisui yang tidak menerima perjodohan ini.

Another Love.

Hinata POV.

'Nenek Uruchi bertanya kepadaku, apa benar aku masih mencintai Sasuke?, dan jawabanku adalah tidak tahu, iya aku memang tidak tahu, apa benci dan cinta terlihat sama, mungkin itu dilihat dari sudut pandang antara pria dan wanita, tak jarang mereka yang saling membenci menjadi saling mencintai.'

'Lalu aku?, aku dan Sasuke saling mencintai pada awalnya lalu sekarang? entahlah, amarahku selalu berkobar saat melihatnya, rasa benciku selalu datang saat bayangan tentang penghianatan yang dia lakukan muncul, apakah ini cinta atau dendam?'

'Nenek Uruchi kembali bertanya, apa aku mulai jatuh cinta pada Uchiha Shisui?, dan jawabanku juga tidak tahu, ini terlalu awal, apakah ini cinta atau bukan, pemuda itu juga pintar memainkan emosiku, dia juga selalu menjebakku dengan pertanyaan konyolnya.'

'Tapi kuakui perasaan marah terhadap Sasuke sedikit kulupakan karena pemuda bernama Shisui, dia sangat sederhana, terkadang begitu tenang, aku tahu dia bukan pemeran utama, karena aku selalu jatuh cinta pada pemeran utama, tapi bisa saja tanpa sengaja aku jatuh cinta padanya.'

'Lalu kuputuskan tetap memilih Shisui tapi tetap saja aku tidak tahu alasanya, aku pikir lebih mudah bagiku jika bersama dengan Shisui tidak seperti sang cassanova Uchiha Sasuke yang akan mempersulit semua, pangeran seperti dia banyak wanita yang memujanya.'

'Pertanyaanku cuma satu?'

'Siapa Uchiha Shisui yang sebenarnya?,'

End Hinata POV.

Hinata enggan membuka suara begitupun dengan Shisui, pemuda itu fokus mengendalikan kemudi mobilnya, saat ini mereka berdua tengah berada di dalam mobil, Shisui bertanggung jawab mengantar Hinata pulang setelah acara makan malam selesai.

Hinata sesekali melihat ke arah Shisui, pemuda itu tidak berkata apapun sejak meninggalkan istana Uchiha dan Hinata terlalu takut jika Shisui akan marah padanya.

"Jika kau ingin mengatakan sesuatu katakanlah." Hinata terkejut saat mendengar suara Shisui, tapi pemuda itu tidak mengalihkan perhatian.

"A-Apa?" Hinata tergagap karena terkejut.

"Pendengaranmu masih bagus kan, Nona?" ucap Shisui kembali.

Shisui menepikan mobilnya dan mematikan mesin mobilnya, Hinata masih menatap pemuda itu.

"Kau ingin mengatakan sesuatu, Nona?" Hinata menelan ludah mendengar pertanyaan Shisui.

"A-Aku, aku..."

"Baiklah, biar aku yang bertanya dan kau menjawab." ucap Shisui sambil menyandarkan punggungnya.

"Satu saja pertanyaanku,..." Shisui mengalihkan perhatianya pada Hinata.

"Kau ingin kembali pada Sasuke?." tatapan Shisui begitu tajam saat mengatakan hal tersebut, Hinata menelan ludah dan menggeleng dengan ragu.

"Ya atau tidak?." Shisui kembali berkata karena merasa tidak puas dengan jawaban Hinata.

"A-Aku tidak tahu, tidak maksudku aku tidak ingin kembali padanya, tapi..." Hinata terdengar gugup.

"Ya atau tidak?,...kenapa jawabanmu berbelit-belit?." untuk pertama kalinya Hinata melihat sikap Shisui yang begitu dingin.

"Ada apa denganmu Shisui-san?, kupikir hal itu tidaklah penting, dan sejak kapan kau peduli dengan perjodohan ini?" Hinata mulai tidak mengerti dengan sikap Shisui.

"Apa aku pernah menganggap ini permainan?, apa aku pernah mengatakan ini adalah lelucon?" Shisui kembali berkata, Hinata merasa tidak mengerti, memang benar Shisui tidak pernah mengatakan hal itu adalah lelucon, tapi bukankah Shisui menolak pada awalnya.

"Bukankah kau sendiri yang menolak, kau yang selalu memintaku untuk tidak memilihmu?." Hinata menghela napas lelah sambil melipat tangan di dadanya dan perkataanya membuat Shisui terdiam.

"Aku tidak tahu kenapa Sasuke bersikap konyol seperti itu, sangat kekanakan." Hinata kembali berkata dan terdengar sedikit kesal.

"Lalu apa yang kau inginkan?" Shisui kembali berkata dengan suara yang sedikit pelan.

"Sejujurnya ini membuatku bingung, kenapa semua keputusan ada di tanganku?". Hinata memijat kepalanya yang terasa sakit.

"Kau bersedia menikah denganku dan menerima semua wasiat itu?." Shisui kembali bertanya.

"Oh, Shisui-san, jangan tanyakan itu, satu sisi aku menerimanya, tapi satu sisi aku tidak yakin, ada hal yang membuatku harus memikirkan kembali perjodohan ini." Hinata dan Shisui terdiam untuk sesaat.

"Dan kau juga memiliki seorang kekasih, tidak mungkin aku merampasmu begitu saja." Hinata kembali berkata, saat ini mereka berdua hanya bisa terdiam tanpa ada seorangpun yang berbicara.

Another Love.

Malam ini terasa begitu dingin, udara di musim panas memang berbanding terbalik, angin malam begitu menusuk di pori-pori kulit yang hanya berbalut kaos tipis berlengan pendek.

Kepulan asap rokok terbang terbawa angin saat orang itu menghisap benda tersebut dan menghembuskan napasnya.

Shisui tidak bisa tidur malam ini, pembicaraanya bersama Hinata beberapa jam yang lalu terus mengganggu di pikiranya, memang benar baik Hinata atau dirinya harus memikirkan kembali tentang rencana perjodohan mereka.

Dua sisi dalam pikiran pemuda itu seperti saling berbeda pendapat, satu sisi mengatakan jika Shisui harus menerima keputusan Hinata, satu sisi yang lain mengatakan tidak, alasannya Shisui tidak mau hidup dengan gadis yang 'tidak mencintainya' dan Hinata tidak akan pernah tahu apa yang dirasakanya.

Flashback.

...satu tahun yang lalu...

"Nak, apa kau yakin akan bekerja di sana sebagai buruh angkut?." seorang ibu bertanya kepada anaknya yang sedang bersiap untuk berangkat bekerja.

"Iya ibu, kali ini aku di tugaskan di sana." jawab sang pemuda berusia 21 tahun tersebut.

Waktu terasa begitu cepat, Shisui mulai bekerja di sebuah departemen store sebagai buruh angkut, pemuda itu bekerja dengan tekun tanpa terganggu hal lainya.

"Hey, lihat ada gadis yang kesulitan membawa belanjaanya, cepat bantu dia!" seorang pemuda bersurai blonde berkata pada Shisui, dan benar saja ada seorang gadis dengan wajah manis yang terlalu banyak membawa barang belanjaanya, tanpa berpikir panjang Shisui segera menghampiri gadis tersebut.

"Biar ku bantu nona!" Shisui berkata pada gadis bersurai panjang yang berwajah manis menurut Shisui, gadis itu mengangguk dan untuk sesaat tatapan mereka bertemu.

"Ah, terima kasih, belanjaanku terlalu banyak." jawab gadis tersebut dengan suara yang ramah dan sedikit senyum setelah tanganya kosong dengan belanjaan.

Gadis itu berjalan di depan Shisui menuju di mana mobilnya berada, setelah selesai memasukan semua ke dalam bagasi, gadis tersebut memberikan beberapa lembar uang.

"Tidak nona, itu tidak perlu." ucap Shisui pada gadis tersebut.

"Tapi kenapa, kau sudah membantuku." ucap gadis tersebut.

"Tidak apa, mungkin lain kali, saat kau kembali berbelanja di tempat ini." ucap Shisui, gadis itu tampak berpikir kemudian tertawa kecil.

"Oh, baiklah aku memang akan kesini lagi, tempat ini adalah tempat favoritku." ucap gadis tersebut.

Ada senyum kecil di bibir Shisui setelah gadis itu pergi, dan pemandangan tersebut tak luput dari tatapan rekan kerja Shisui.

"Dia sangat cantik ya?" si blonde terdengar menggoda Shisui.

"No, she is so hot!" seorang pemuda bersurai merah tiba-tiba muncul dan ikut bersuara.

"Tidak cantik, not hot, but really cute." jawab Shisui pada kedua temannya.

Sejak saat itu Shisui sering sekali melihat gadis tersebut, terkadang gerak-gerik gadis itu dia rekam dalam ingatanya.

"Ish, menyebalkan sekali." gadis itu menghentakkan kakinya yang memakai sepatu high heels, kedua tanganya tampak menarik ujung dress pendek yang dia kenakan.

"Ini pendek sekali, kenapa ibu menyuruhku memakai gaun ini?." gadis itu menggumam tanpa dia sadari ada seseorang yang memperhatikanya.

Shisui tersenyum kecil, menurutnya gadis itu sangat menarik dan satu hal yang Shisui tahu, bahwa gadis itu tidak suka memakai pakaian yang pendek.

Flashback end.

Shisui mengepulkan asap rokok yang tengah di hisapnya, pemuda itu tampak memikirkan sesuatu, tatapanya hanya tertuju pada langit malam yang begitu gelap tanpa bintang.

"Apakah ini takdir atau kebetulan saja, kenapa kau masuk dalam kehidupanku, Hinata?"

Pemuda itu berguman seolah akan ada yang mendengarnya, akhir-akhir ini pikiranya memang sedikit terganggu karena masalah perjodohan.

Another Love.

Wajah manis yang biasanya selalu tersenyum itu terlihat sedikit pucat, setelah menyelesaikan mandinya Hinata segera turun ke ruang makan yang dimana ayah ibunya sudah berada di sana.

"Hei, apa-apaan ini, kenapa kau berpakaian seperti itu?." Hikari sedikit terkejut putrinya kembali memakai pakaian yang terlihat biasa menurutnya, skiny jeans dan kaos tangan panjang sedikit longgar.

"Kali ini aku hanya ingin memakai ini." jawab Hinata tanpa senyum di wajah pucatnya.

Hikari hendak membuka suara lagi tapi tangan Hiashi yang menyentuhnya membuatnya terdiam.

"Sudahlah." Hiashi berkata dengan sangat pelan pada istrinya.

Hinata segera pergi, bahkan sarapan paginya tidak dia habiskan.

"Ada apa denganya?" ucap Hikari pada suaminya.

"Tidak apa, biarkan dia menjadi dirinya sendiri, lagi pula saat ini kita tahu dia sedang punya masalah dengan perjodohanya." ucap Hiashi panjang lebar.

"Aku tahu, tapi dia tidak boleh terlihat lemah, aku tidak suka melihatnya tidak berdaya."

"Dia sudah mengalami banyak hal buruk dan aku tidak mau dia akan menderita lagi, itulah sebabnya aku selalu memaksanya."

"Aku hanya ingin membuatnya begitu percaya diri dan juga tegas, seringkali kebaikan dan kelembutan hatinya di manfaatkan orang lain." ucap Hikari dengan wajahnya yang terlihat sedih.

"Bahkan dia di hianati temannya sendiri karena terlalu percaya." lanjut Hikari.

Memang benar selama beberapa tahun terakhir Hikari memaksa Hinata untuk menuruti keinginannya, Hinata di lahirkan dengan sifat lemah lembut, ramah dan juga pemalu, Hikari sangat menyayangi Hinata karena sifat putrinya yang seperti itu, tidak ada kebencian dalam tatapan gadis itu.

Seiring berjalanya waktu Hinata tumbuh menjadi gadis manis dan juga cantik akan tetapi semua itu seolah menjadi sesuatu yang tidak menguntungkan bagi Hinata, di tambah kebaikan hati Hinata seringkali di manfaatkan orang lain.

Saat mengetahui Hinata di culik, Hikari merasa putus asa bagaimana jika sesuatu terjadi pada putri kesayanganya, tapi beruntung Hinata segera di temukan karena pihak kepolisian segera bertindak setelah dirinya memberi laporan.

Setelah itu Hikari berinisiatif untuk mengubah sifat Hinata, apalagi setelah tau bahwa Hinata juga menjadi objek mesum teman sekolahnya.

Hikari mengubah cara berpakaian Hinata dan juga sifat tegas dia tanamkan dalam diri gadis itu, hal itu memang berhasil tapi tetap saja sifat alami Hinata terkadang selalu muncul.

Another Love

Shisui menemui Hinata di kampusnya, entahlah seharusnya mereka berdua tidak bertemu dulu, tapi hati dan pikiran terkadang tidak sejalan.

Tidak seperti biasanya, Shisui dan Hinata merasa canggung satu sama lain, berada di kantin dan duduk saling berhadapan di bangku yang sudah tersedia di tempat tersebut.

"Apa ada yang ingin kau bicarakan, Shisui-san ?" Hinata memulai pembicaraan dengan pertanyaan pertamanya.

"Wajahmu sangat pucat, apa kau sedang sakit?" bukannya menjawab Shisui malah memberikan pertanyaan untuk Hinata, gadis itu menghela napas.

"Ya, mungkin hanya kelelahan." jawab Hinata.

"Kenapa tidak pergi ke dokter?, aku bisa mengantarmu." ucap Shisui, pemuda itu terlihat sedikit cemas.

"Sudahlah Shisui-san, kita tidak perlu berbasa-basi, sebaiknya langsung ke intinya saja." Hinata berucap dengan wajah yang terlihat serius.

"Nanti kita bicara lagi, aku ada pekerjaan dan sebaiknya kau beristirahat."

"Hubungi aku kalau kau butuh bantuanku." ucap Shisui, pemuda itu hendak beranjak dan segera pergi.

"Tunggu, bisakah kau hentikan sandiwaramu itu?" ucapan Hinata membuat Shisui duduk kembali.

"Jangan hanya karena aku memilihmu, kau bisa berbuat seenaknya padaku, Shisui-san." ucap Hinata dan Shisui menatapnya.

"Aku tahu kau tidak suka dengan perjodohan ini."

"Apa maksudmu bicara seperti itu?." Shisui berkata dengan tenang.

"Kita berdua terpaksa dan kau membenciku karena aku memilihmu." Hinata memijat kepalanya yang terasa berdenyut.

"Hh, sudah kukatakan kita akan bicara nanti, sebaiknya ..."

"Tidak, sepertinya aku tidak bisa meneruskan ini, aku ingin berhenti, aku tidak peduli dengan harta, lagi pula semua keluarga Uchiha sudah mendapat bagian mereka." Hinata memotong ucapan Shisui dan berkata panjang lebar.

"Bisakah kau berhenti berbicara?" Shisui terdengar marah dalam nada suaranya.

"Siapa yang berbuat seenaknya? kau yang memilihku, dan sekarang kau juga ingin menyingkirkanku?"

"Sudah kukatakan aku akan menikahimu apapun yang akan terjadi." ucap Shisui dengan penuh penekanan.

"Cih, aku tidak mau hidup dalam tekanan, pernikahan tanpa cinta, suami yang mencintai orang lain, aku tidak mau seperti itu." Hinata menitikan air mata pertamanya.

"Aku akan terkurung di dalam rumah mewah tapi aku sengsara." ucap Hinata kembali.

"Kenapa pikiranmu jauh sekali, hal itu belum tentu akan terjadi, kau gadis yang mandiri, aku tidak akan mengikatmu dengan peraturan yang akan membuat dirimu menderita, kau hanya perlu menerimanya dengan tulus dan semua akan baik-baik saja." Shisui berkata panjang dan lebar.

"Kenapa kau bersikeras dan mau menikahiku, katakan, apa kau merencanakan sesuatu?" Shisui menghela napas lelah.

"Nona Hinata, aku..."

"Katakan siapa dirimu?" ucap Hinata dengan menatap Shisui.

"Maafkan aku, tapi belum saatnya kau tahu siapa diriku." ucap Shisui, pemuda itu beranjak kembali dan pergi meninggalkan Hinata.

Hinata merasa di permainkan oleh para Uchiha, bahkan oleh Shisui, pemuda yang di anggapnya sederhana dan tidak seperti Uchiha lainya, pemuda itu menyembunyikan jati dirinya, Hinata benar-benar ingin mengetahui siapa pemuda itu sebenarnya.

To be continue.

Another Love chap 4 ..

Hai readers?? bagaimana kabar kalian semua, mudah2an selalu sehat ya??

Aku udah mulai aktif lagi ya mudah2an, setelah mulai bangkit dari masalah yg kualami, aku berusaha keras untuk membayar hutangku pada kalian semua, karena aku juga ga suka gantungin kerjaan, jadi sebisa mungkin aku usahakan buat tamatin ff yg aku buat...

Tak ada kata lain untuk kalian semua selain "terima kasih atas semua dukungan yg kalian berikan".

Yang selalu review juga, dan PM terima kasih selalu ngingetin buat segera update...

So thank u so much for u alls

I love u always...

Salam aisyaeva aka Eve Queen.