"Sebenarnya, Peter Pan ada dua ... "

"HAH?!"

.

.

taintedIris proudly presents

Twisted Neverland

Naruto © Masashi Kishimoto

Peter Pan James Matthew Barrie

Story © Me

gajeness, typos bermekaran ( ? ), AU, rated T for save

don't like don't read. simple as that

.

.

.

"Jaman dahulu kala, hanya ada seorang Peter Pan. Peter Pan ini adalah seorang anak lelaki yang ceria dan penuh dengan jiwa kanak-kanak. Ia tinggal di Neverland dengan damai, bersama peri-peri, duyung, naga, dan bajak laut. Semuanya amat tenang dan bahagia tanpa adanya permusuhan. Pada suatu hari, ia merasa bosan dan pergi mencari seorang teman untuk di bawa ke tempat tinggalnya. Hingga ia akhirnya bertemu Wendy, seorang kanak-kanak dari negeri manusia. Peter Pan yang tertarik dengan anak itu membawa anak itu pergi untuk berpetualang bersamanya, dan tawaran itu pun diterima oleh Wendy. Adik Wendy, Michael dan John yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka pun ingin ikut dengan kakaknya, merasakan petualangan seperti yang dijanjikan oleh sang anak lelaki asing. Mereka pun akhirnya bersama-sama berpetualang, hingga tiba saatnya Peter Pan pun harus mengembalikan mereka ke rumahnya ketika selesai berpetualang. Sebenarnya ia ragu, antara harus mengembalikan mereka apa menahannya. Akhirnya Peter Pan memberikan penawaran pada teman-teman manusianya itu, apakah mereka ingin tinggal bersamanya atau ingin kembali? Peter menduga mereka pasti akan memilih pilihan yang pertama, namun sayangnya mereka memilih pilihan kedua. Akhirnya dengan berat hati pun ia memulangkan mereka, dan ia pun merasa sangat kesepian.

Namun untuk mengatasi rasa kesepiannya, sang Peter Pan pun mencari Wendy yang lain, teman yang akan bersedia menemani dirinya di Neverland untuk bersamanya. Ia menjanjikan umur panjang dan abadi kepada mereka, namun tak ada dari Wendy-Wendy itu yang ingin tinggal bersama Peter Pan, karena pada akhirnya mereka akan selalu merindukan rumah mereka, sejauh apapun Peter membawa mereka.

Pada suatu hari, seorang penyihir mengunjungi Peter. Ia mendengar keluh kesah sang anak. Si penyihir yang ternyata jahat ini membisikkan tawaran jahat kepada si anak, namun Peter menolaknya, karena ia tidak tega untuk melakukannya. Si penyihir hanya menyeringai lalu meninggalkan si anak, menyuruh anak itu memikirkan tawarannya. Namun Peter tidak peduli. Hingga suatu hari ia berhasil membawa seorang Wendy yang baru ke Neverland. Mereka bermain bersama, bercengkerama dan berbagi pengalaman bersama. Hingga pada akhirnya Peter menawarkan tawarannya kembali kepada si Wendy, namun Wendy menolaknya dengan alasan ia sudah menyukai anak lelaki lain di negerinya. Peter yang saat itu amat menyayangi sang Wendy menjadi gelap mata. Ia menuruti saran penyihir jahat itu, menawan si Wnedy, menarik jiwa gadis itu paksa dari tubuhnya dan menyimpan jiwanya di dalam gelas kaca di kediamannya, kastil yang berada di gunung tertinggi pulau itu. Namun meskipun ia telah memiliki jiwa gadis itu, ia tetap merasa sedih dan kesepian. Akhirnya Peter yang telah dirasuki oleh kebencian dan keserakahan menyerang seluruh kehidupan yang berada di Neverland, merampas segala kebahagiaan yang ada di sana. Ia ingin teman-temannya yang lain bisa merasakan penderitaannya, rasa kesepian dan rasanya tidak dicintai. Namun pada saat ia hampir berhasil, dengan kekuatan serbuk peri bayangan Sang Peter Pan pun terlepas dan melawan Peter Pan. Namun karena ia adalah bayangan, ia hanya dapat melindungi sebagian kehidupan di sini tanpa mampu mengalahkan Peter Pan yang sesungguhnya. Si bayangan hanya mampu menyegel Peter Pan yang asli di Neverland, tanpa mampu memusnahkan jiwa jahat yang tertanam dalam dirinya. Dan tugas Peter Pan yang sesungguhnya untuk mencari Wendy kini digantikan bayangannya. Namun setiap sang bayangan membawa seorang Wendy ke negerinya, maka si Wendy pasti akan menghilang entah kemana, seolah si Wendy lenyap ditelan bumi. Dan sampai sekarang, si bayangan terus mencari Wendy yang sesungguhnya, yang dapat mengalahkan kekuatan jahat yang tertanam dari dalam tubuh Peter Pan yang sesungguhnya."

Iris emerald Cherry tidak mengedip sekalipun mendengar penjelasan gadis, ah tidak, peri yang ada di depannya. Ia mengeratkan pegangannya pada gaun tidurnya. Perasaan gelisah merasuki pikirannya. Apakah ia akan bernasib sama seperti Wendy yang lainnya?

"Jadi, alasan kenapa kalian tidak memiliki sayap dan bertubuh besar, itu karena ulah Peter Pan?"

"Tepat sekali."

"Dan Peter Pan yang ada di sini bukan Peter Pan yang asli? Ia hanya bayangan?"

"Kurang lebih seperti itu ... "

"Jadi, aku akan bernasib sama dengan Wendy-Wendy lainnya?"

Hening. Tak ada yang berani angkat bicara setelah mendengar pertanyaan yang muncul dari bibir gadis itu.

"Tidak."

Suara baritone yang dalam terdengar dari ujung pintu rumah itu. Di sana berdiri Kapten Hook dengan burung beo kesayangannya yang dengan setia bertengger di bahunya.

"Karena kami akan melindungimu dengan segenap tenaga. Kamulah satu-satunya harapan kami Wendy, hanya kamu yang mampu menghancurkan jiwa jahat dalam diri Peter Pan." Lanjutnya. Cherry terdiam sebentar, lalu tersenyum kecil.

"Terima kasih, kapten Hook."

"Ya ampun, kenapa jadi tegang sekali?" Sela Iris, berusaha untuk mencairkan ketegangan di antara mereka. "Jangan bersedih begitu, malam ini kan festival peri! Ayo kalian para laki-laki, segera bersihkan diri kalian dan pakailah pakaian yang bersih dan pantas, dan jangan ada yang kembali sebelum selesai!" Iris segera mendorong pundak Peter Pan berambut hitam itu dan kapten Hook keluar dari rumahnya, diiringi dengan gerutuan yang keluar dari bibir kedua lelaki itu. Pup, mereka berdua paling malas mandi. Semua peri pria, bajak laut, bahkan Peter Pan sendiri pun malas mandi! Benar-benar menjijikkan!

"Fe ... Festival peri?" tanya Cherry ke arah peri di sampingnya dengan ragu. Peri itu mengangguk antusias.

"Ya! Festival yang selalu diadakan setiap tahun, diadakan ketika seorang Peter Pan membawa seorang Wendy kemari." Kata peri itu bersemangat.

"Setiap tahun? Jadi, apa Peter Pan membawa Wendy setiap tahun?!" tanya Cherry dengan ekspresi tercengang.

"Tentu saja. Eh, tapi jangan kau samakan waktu di negerimu dengan di sini! Satu tahun di sini itu sekitar…. 365 tahun di negeri manusia." Terang Iris, membuat Cherry bernafas lega. Setidaknya korban-korban yang berjatuhan tidak perkiraannya.

"Oooh." Gumam gadis beririskan emerald itu sambil menghela nafas. Iris tersenyum penuh arti.

"Nah, sebaiknya kita tidak membuang waktu. Kau tidak mau kelewatan festivalnya kan?"

.

.

Malam itu lebih indah dari biasanya. Desa peri yang sebelumnya terlihat biasa saja, kini telah disulap menjadi seperti istana cahaya! Desa itu jadi terlihat sangat indah, dan sipanjang jalan desa itu dikelilingi oleh tempat-tempat dengan berbagai jenis makanan di sana. Di sana pun terdapat berbagai stan dengan berbagai macam permainan di sana dan bisa kau nikmati sepuasnya. Festival ini hampir sama dengan festival di dunia manusia. Yang berbeda hanyalah saat kau harus membayar untuk dapat menikmati makanan-makanan yang menggoda selera dan permainannya di dunia manusia, di sini kau akan mendapatkannya dengan gratis! Cherry kini mengenakan gaun terusan berwarna putih sepanjang lututnya. Hanya sebuah gaun sederhana namun manis. Ia mengenakan aksesoris berupa bunga pansy berwarna warni yang menghiasi rambutnya, dengan rambut yang sedikit di ikal oleh si peri beriris lavender. Sedangkan si peri mengenakan gaun yang sama dengan gadis di sampingnya, namun gaunnya berwarna ungu pucat. Rambutnya yang panjang disanggul dengan hiasan bunga lili besar menghiasi rambutnya. Ah, peri itu terlihat semakin cantik, membuat Cherry iri saja.

"Hey Iris, kau tau, kau itu cantik sekali. Aku yakin banyak peri lelaki yang menyukaimu." Kata Cherry jahil, membuat wajah peri di sampingnya ini memerah karena malu.

"Ah, terima kasih. Kau pun sangat cantik Cherry. Kalau boleh kupanggil begitu." Balas Iris dengan nada gugup. Cherry tertawa.

"Tentu saja boleh. Aku malah merasa aneh jika ada orang yang memanggilku Wendy ketika namaku ada Cherry." Ah syukurlah, kami dapat akrab dengan cepat, batin Iris. Ia melirik gadis dengan rambut merah muda di sampingnya sambil tersenyum. 'Dia gadis yang sangat cantik, tak heran jika Peter menyukainya.' Batin peri itu. Dan tiba-tiba, ia merasakan seseorang menepuk bahunya. Peri itu berbalik dan mendapati tuannya dengan bajak laut di sampingnya berdiri berdampingan, dengan tubuh yang bersih dan pakaian yang baru. 'Syukurlah mereka menuruti perkataanku.' Batin si peri lagi.

"Kau menuruti perintahku eh, Peter? Tidak seperti biasanya?" kata si peri dengan senyum yang menghiasi bibirnya. Peter mendengus.

"Memang salah kalau aku mandi? Lagipula rasanya sudah lama sekali aku tidak membersihkan tubuhku, bukan begitu Hook?" kata Peter sambil menyikut lelaki di sampingnya. Hook meringis sambil menatap lelaki di sampingnya dengan tatapan tajam.

"Tentu saja Pete. Kami tidak mau tampil jelek di depan gadis-gadis." Peter memutar matanya bosan. Lelaki itu kini melihat gadis beserta peri di depannya. Ah, Iris memang selalu cantik dengan dandanan apapun, tapi gadis di sampingnya, jadi terlihat berbeda dari biasanya. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai dan dibentuk ikal. Rambutnya yang berwarna unik itu dihiasi dengan bunga pansy berwarna-warni, membuat rambut gadis itu terlihat makin mencolok. Oh tidak, kini ia dapat merasakan wajahnya memanas hanya karena melihat gadis di depannya. Seorang Peter Pan jatuh cinta? Ha! Tidak mungkin!

"Bagaimana penampilan kami? Pantas tidak?" tanya Cherry dengan nada antusias. Ia memutarkan tubuhnya, membiarkan ujung gaunnya sedikit terbang tertiup angin.

"Pantas kok. Kau terlihat sangat cantik malam ini." Hook langsung berdiri di samping Cherry. "Jadi, bolehkan aku menemanimu malam ini, nona Wendy yang cantik?" tanya Hook dengan senyum yang menggoda, sukses membuat pipi gadis yang dipanggil Wendy itu memerah. Peter yang kesal melihat pemandangan di depannya langsung menyambar tangan Cherry dan menarik si gadis dalam pelukannya. Hook dan Iris melongo melihat pemandangan di depannya.

"Dia itu Wendy-ku! Jangan coba untuk menyentuhnya Hook!" Peter langsung menarik tangan gadis itu dan membawanya pergi dari hadapan kedua insan berbeda gender itu. Dari jauh masih dapat terdengar suara protes Cherry, walaupun tidak terlalu jelas. Hook pun terkikik geli.

"Kau lihat itu Iris, sepertinya Pete sudah besar." Perkataan Hook dibalas oleh anggukan setuju oleh gadis beriris lavender di sampingnya itu.

"Kau benar Hook. Tapi sayang, sang Wendy pasti akan pergi sebentar lagi ... " gumam Iris dengan wajah lesu. Hook yang melihat perubahan ekspresi dari wajah gadis disampingnya ini langsung berdeham pelan, sambil menjulurkan tangannya.

"Well, well, dengan wajah secantik itu rasanya amat sayang untuk tidak ditunjukkan." Rayu sang kapten bajak laut, dan rayuannya itu sukses membuat si peri tersenyum malu. "Daripada kau bersedih, bagaimana kalau kau menghabiskan malam ini bersamaku?" tawar si lelaki sambil tersenyum. Sang peri pun membalas uluran tangan yang tertuju padanya.

"All pleasure's mine, kapten Hook."

.

.

"Lepaskan! Kau dengar kataku 'kan? Kubilang lepaskan!"

Suara protes seorang gadis dengan surai berwarna merah jambu memecah keheningan hutan peri yang berlokasi agak jauh dari tempat mereka semula. Sang tersangka pun tidak mengubris perempuan yang sejak tadi meronta dan berusaha melepaskan tangannya, yang justru semakin tidak dapat lepas karena si lelaki semakin mengeratkan pegangannya di tangan si gadis. Mereka terus berjalan hingga mereka berada di tengah hutan itu. Peter kemudian melepaskan genggaman tangan mereka, membiarkan gadis di sampingnya menikmati pemandangan yang tak pernah gadis itu lihat sebelumnya. Cherry berdecak kagum melihatnya. Jangkrik-jangkrik hutan menggesek-gesekkan sayapnya berulang-ulang, seakan mengisi kesunyian yang merayapi kedua insan berbeda gender itu. Hutan yang seharusnya gelap, kini menjadi terang dengan kunang-kunang dan serangga berbagai warna yang menerangi gelapnya hutan. Perlahan Cherry mendekatkan pandangannya ke ujung sungai, dan tiba-tiba seekor lumba-lumba muncul dari permukaan dan menjilat wajah Cherry dengan antusias. Cherry pun tertawa.

"Aku tidak tahu kalau lumba-lumba hidup di sungai." Kata gadis itu dengan nada ceria.

"Kalau begitu sekarang kau tahu." Jawab lelaki itu, memberikan senyuman tipis yang baru pertama kali gadis itu lihat, dan membuat wajah gadis itu memerah. Cherry menundukkan wajahnya, tangannya meremas gaun yang ia kenakan. Perlahan, suara musik pengiring dansa mulai terdengar dari dalam hutan. Ah, ternyata bunga-bunga hutan kini memulai aksinya. Bak gentleman, Peter Pan berambut hitam itu kini membungkukkan tubuhnya dan mengulurkan tangannya ke arah gadis di depannya. Si gadis terkejut melihat tangan lelaki itu tiba-tiba terulur di depannya.

"May I have this dance?"

Perlahan, Cherry menganggukkan kepalanya dan membalas uluran tangan itu, membiarkan Peter memeluknya dan membawanya dalam alunan lagu dansa. Mereka bergerak bersama-sama dalam satu langkah yang sama, seakan mengerti pasangan masing-masing. Kunang-kunang dan serangga hutan pun ikut berdansa dengan pasangan masing-masing, dan gelembung-gelembung udara berbau manis pun bermunculan dari permukaan sungai di dekat mereka. Onyx dan emerald saling menatap, tanpa melepas pandangannya satu sama lain. Mereka semakin terlarut dalam lagu, dan semakin lama lagu itu berputar semakin pelan, menimbulkan kesan yang indah dan romantic. Perlahan, Peter mengulurkan tangannya, menyentuh pipi kemerahan gadis di depannya tanpa melepaskan tangannya dari pinggang gadis itu. dan gadis di depannya ini tidak melawan, justru gadis itu memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan lembut yang diberikan lelaki di depannya. Perlahan, Peter membuka mulutnya.

"Hey Cherry. Walaupun aku kasar, dan aku bukan lelaki yang menyenangkan, maukah kau tinggal bersamaku? Menemaniku hingga sisa hidup ini bersama. Kau tidak perlu memikirkan tentang pernikahan, kita bahkan bisa hidup abadi bersama. Kau tahu? Kau telah menjadi orang yang spesial untukku sejak pertama kali aku melihatmu." Kata Peter sambil tersenyum amat lembut kepada gadis di depannya, membuat gadis di depannya tersipu malu.

"A … Aku …"

Belum sempat gadis itu menjawab, tiba-tiba sebuah tali melilit tubuh Cherry, melepaskan gadis itu dari rangkulan Peter. Gadis itu menjerit kencang, sampai ia merasakan sesuatu yang hangat berada di punggungnya, dan sebuah tangan memegang pinggangnya erat. Cherry mengalihkan pandangannya dan mendapati iris berwarna biru langit memandangnya dengan lembut, namun kekosongan dapat terlihat di sana. Berikutnya yang terlihat adalah rambut blonde lelaki itu, dengan pakaian berwarna serba hijau. Dan yang terakhir adalah seringai yang muncul dibibirnya.

"Hai Wendy, akhirnya kita dapat bertemu ... " gumam lelaki itu dengan suara parau. Rambut blonde keemasan, mata sebiru langit di siang hari, pakaian berwarna hijau? J … Jangan-jangan ... ?

"K ... Kau, Peter Pan yang lain?"

.

.

.

To Be Continued


hey semuanya, chapter 4 sudah update!~

hehe ada yang bisa menebak peter pan yg 1 lg siapa? yg ini gampang loooooooooh :3

yg penasaran dengan keberadaan tinkerbell, akan terjawab dalam chapter terakhir, dan chapter terakhir akan saya update kalau saya setidaknya menerima beberapa review positif dari readers sekalian. yeaaaaay.

akhir kata, terimakasih kepada semua readers yang terus membaca fic abal saya ini. jangan pernah merasa bosan ya, hihih :p see you on the next chapter~