Title : All The Wrong Reason
Author : Cici
Genre : Romance, hurt, family, comfort, cheating, backstreet
Main Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong (Yunjae)
Sub Cast : Kim Junsu, Shim Changmin, Kim Hyun Joong, Kim Karam. lainnya akan muncul satu-satu
Rating : M (Bed scene 21+)
Lenght : Chaptered
Warning : Yaoi, maleXmale, alur lambat bingit
Disclaimer :
Cerita ini terinpirasi dari novel dengan judul yang sama karya Jerileekaye. Cerita ini aku buat versi Yunjae. Sebisa mungkin sesuai dengan keadaan fanfic yunjae sebagaimana mestinya. Aku juga membuat cerita ini yang notabene cerita "straight" menjadi "yaoi". Jadi tidak ada genderswitch, karena kalau dengan fanfic aku lebih suka "yaoi".
Alur cerita lambat, karena akan menerangkan segala sesuatunya secara mendetail. Ada adegan yang diperuntukkan bagi dewasa (NC-21). Cerita dikondisikan adanya toleransi penuh kepada sesama jenis menjalin kasih di Korea Selatan. (gay lumrah lah...) ada "seme" dan "uke" Hubungan "bi" sudah biasa terjadi.
Apabila penasaran dengan alur ceritanya bisa membaca novel aslinya di Wattpad. Dan bila penasaran dengan versi yunjae dan yaoi diharap sabar menunggu. Bagi yang tidak berkenan dengan yang saya tulis, wajib jangan dibaca! Simpel.
Note : Ini chapter ful NC ya... kalau belum cukup umur ga usah dbaca aja. Kalau tak berkenan, skip aja... Simpel.
Anneong Chinguu... Huft hari Senin yang sibuk ne? dari yang sekolah, kuliah, bekerja... pasti cape ne... aku juga#gaadaygtanya (-_-;)... Cici kasih update niii buat menghibur kalian yang suntuk... Apalagi ada NCnya Yunjae, malem-malem lagi#Whooooaaa... Semoga terhibur yak... eh eh chakkaman ... hidupkan ac, kipas angin, ato kipas apa saja lah. Apabila reader kepanasan setelah membaca. Bagi yang biasa-biasa saja jangan hiraukan cici. Kalau aku...ngumpet di kulkasnya bang Changmin aja. Siapa ikut? Khekhekhe...
Sub title : Night With Passion
Mereka akhirnya sampai gedung apartemen, Yunho tidak melepaskan tautan tanganya dari Jaejoong sampai didepan lift. Jaejoong yang merasa kepalanya berputar akibat tequila dan motor ikut saja. Suasana canggung tercipta didalam lift. Yunho dan Jaejoong masing-masing berdiri di sudut lift, saling berjauhan. Berusaha menormalkan pikiran dan detak jantung masing-masing.
Jaejoong menggigit bibir cherrynya sambil melirik Yunho dari sudut matanya. Sedari tadi mata musangnya tak pernah lepas menatap Jaejoong dengan intens. Jantung Jaejoong berdegub kencang. Keheningan, membuat desah nafas keduanya yang tak normal terdengar. Ia merasa suasana lift semakin panas. Diberanikannya Jaejoong membalas tatapan Yunho.
"W..wa..wae?" Tanya Jaejoong gugup. Berharap Yunho mengalihkan tatapannya.
Tetapi Yunho malah menghampiri Jaejoong yang langsung mundur membentur dinding lift. Mengambil kedua tangan Jaejoong dan mencengkeramnya diatas kepala Jaejoong. Badannya yang tegap memenjarakan Jaejoong. Nafas Yunho yang memburu menerpa wajah Jaejoong. Bau alkohol kental, tetapi Jaejoong menyukainya. Satu tangan Yunho membelai pipi mulus Jaejoong, tatapan matanya turun pada bibir merekah Jaejoong. Hanya terdiam, yang dapat dilakukan Jaejoong. Ia tak berontak sedikitpun. Malah mengharap Yunho segera melakukan aksinya.
Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi, Yunho langsung menyambar bibir itu. Melumat dengan gairah menggebu. Tidak lembut seperti tadi. Ia kini lebih menuntut. Tak peduli bibir Jaejoong yang akan membengkak karenanya. Jaejoong juga sama ia menikmati apa yang dilakukan Yunho. Tubuhnya lemas merasakan sensasinya. Lidah mereka saling membelit, nafas mereka saling memburu. Erangan lirih Jaejoong membuat Yunho semakin on.
Jaejoong terkesiap ketika merasakan sesuatu yang keras menempel ditengah tubuhnya. Ditatapnya Yunho dengan pandangan "apa maksudnya itu?" Tetapi Yunho hanya nyengir dan kembali mengulum bibir yang rasanya manis itu. Suara "ting" menandakan mereka sudah sampai. Tetapi mereka tidak menghentikan ciumannya. Yunho melepaskan cengkraman pada tangan Jaejoong. Diraihnya pinggang Jaejoong agar merapat pada tubuhnya. Jaejoong reflek melingkarkan tangannya di leher Yunho.
Mereka tidak menghentikan kegiatan seperti "saling memakan" sepanjang lorong mereka lalui. Malah semakin ganas dan liar. Tangan Jaejoong kini meremas-remas rambut tebal Yunho. Ia akan menjambaknya apabila kehabisan nafas sehingga ciuman mereka terlepas beberapa detik. Tetapi hanya beberapa detik, karna bibir Jaejoong bagai candu bagi Yunho.
Jaejoong kini terjepit diantara pintu dan tubuh keras Yunho. Ia tidak tau pintu mana itu. Sampai akhirnya pintu terbuka ia terdorong masuk. Sedikit terhuyung, tetapi dengan sigap Yunho memeluknya. Mereka saling menatap dengan mata yang sayu. Yunho tergoda dengan leher putih mulus dihadapannya. Tergoda untuk segera menodai warnanya.
"Ehmmm...yunhnnnnnm..." Erang Jaejoong ketika Yunho mencumbu lehernya. Sensasi aneh menjalar diseluruh tubuhnya. Menggelitik, membuat tubuhnya bergetar dan meremang. Tubuhnya baru pertama kali merasakan itu. Jaejoong menjambak rambut Yunho mencoba melepaskan bibir nakal itu dari lehernya. Tetapi Yunho tak peduli, kegiatannya menodai leher putih itu tak patut ditinggalkan. Apalagi membuat Jaejoong mengerang sexy.
Hanya mencumbui lehernya aja membuatnya begini, apalagi kalau aku cumbu yang lainnya. Akan teriak-teriak dia! Pikir Yunho geli.
Jaejoong sama sekali sudah kehilangan pikiran warasnya. Ia tak sadar Yunho membawanya kemana. Yang ia tau ini kaki belakangnya menyentuh sesuatu yang lembut. Dan ia jatuh kesebuah ranjang. Yunho mengikuti dan kini ia berada di atasnya. Menyambar bibir cherry itu lagi. Memberikan lumatan-lumatan kasar penuh gairah seakan tak ada hari esok.
Tangan Yunho mulai nakal meraba perut rata Jaejoong dibalik kaosnya. Tubuh Jaejoong menggeliat resah.
"Aku menginginkanmu, Jae." Yunho berkata lirih disela ciumannya.
Jaejoong sama sekali kehilangan pikirannya. Yang ia pikirkan hanya namja bak patung adonis dihadapannya, lengan kekar yang memerangkapnya dan bibir yang sedari tadi menciumnya menghasilkan getaran-getaran nikmat. Ia tidak tau sentuhan seorang bisa membuatnya sampai begini. Lebih dari 25 tahun ia terpenjara. Seperti ia tersembunyi didalam kotak yang tidak mengijinkannya merasakan apapun. Dan sekarang, dia merasa bebas. Dia haus dan lapar akan ini.
Yunho mencium bibirnya lagi karena merasa Jaejoong terhanyut dalam pikirannya sendiri.
"Ahhnnn..." Erang Jaejoong ketika Yunho kini menjilat-jilat telinganya.
"Aku menginginkan lebih, Jae." Bisiknya seduktif.
"Yunhoo..."
"Aku menginginkanmu ..." Ucap Yunho yakin, sambil menatap kedalam mata Jaejoong. "Apabila kau menginginkanku berhenti, sekarang saatnya."
Jaejoong menggigit bibirnya, ia tak pernah ragu dengan keputusannya ini. Ia meraih bagian belakang rambut tebal Yunho sehingga wajah Yunho mendekat lagi, disambarnya bibir hati itu, menyiratkan jawaban atas keinginan Yunho. Disela-sela ciumannya Yunho melepaskan jacket dan kaos dari tubuhnya.
Jaejoong terperangah melihat tubuh Yunho yang extremly perfect itu. Ia meletakkan tangannya pada dada bidang Yunho. Terkejut dengan perbedaan tangannya yang bewarna putih susu dengan kulit tan Yunho. Ia membiarkan tangannya membelai dada dan perut ABS Yunho.
"Oh, baby..." Yunho yang tidak tahan dengan sensasinya langsung menyambar lagi bibir Jaejoong. Tangannya dengan cekatan melepas kain yang melekat pada tubuh keduanya.
Jaejoong tidak sadar kini ia telah telanjang. Bibir hati Yunho telah menjelajahi setiap lekuk tubuhnya. Tangannya yang bebas, memelintir nipple pink Jaejoong. Jaejoong meremas-remas kepala Yunho sambil menjerit kenikmatan.
"Arghhhhh..."
Bibir hati Yunho telah sampai pada nipple pink Jaejoong. Dimainkannya daerah itu dengan lidahnya. Mengigit-gigit kecil dan menyesapnya. Jaejoong menggelinjang sampai mengangkat tubuhnya. Gesekan dibagian selatan tubuhnya menambah sensasi yang nyaris membuatnya gila.
"Hosh...hoshh...Yunhh...eunghhhh..." Yunho tau namja cantiknya ini akan melakukan pelepasan. Semakin nakal yunho mengerjai dada montok Jaejoong, dan gesekan liar di bagian selatan.
"AAAAAhhhh...YUNHOoo...Arghhhh" Jerit Jaejoong merasakan orgasme pertamanya. Cairan putih keluar dari penisnya.
Yunho tersenyum lembut "Beautiful...baby, you beautiful." Ucap Yunho lalu mengecup bibir Jaejoong yang membuka. Petualangan Yunho pada tubuh Jaejoong jelas belum selesai, setengahnya saja belum ia lakukan.
Bibir Yunho turun ke dagu, dada sampai ke perut. Tidak lupa memberikan cumbuan dan jilatan nakal. Sperma Jaejoong yang menyebar diperut ratanyapun ia jilat sampai bersih. Kini Yunho sampai pada pusat Jaejoong. Tersenyum kagum pada penis Jaejoong yang lemas dengan bulu hitam halus disekitarnya.
Tanpa babibu, Yunho langsung menyapa kesejatian Jaejoong dengan mulutnya.
"Arrrrrrrrghhhh...Yunhooo...apa yang kau lakukaaannn...arggg...lepaskan mulutmu." Pinta Jaejoong sambil berusaha mengangkat kepala Yunho dari sana.
Yunho tak mendengarkan. Benda imut yang ia mainkan dari tadi kian menegang. Dimanjakannya penis bewarna coklat muda itu dengan jilatan dan kulumannya. Jaejoong memekik, menjerit. Apalagi kala gigi Yunho menggigit-gigit ringan kepala penisnya. Ya Tuhann...
"Yunhoooo...lepaskan...aku mau keluar lagi...uhhhhhh." Yunho langsung mempercepat gerakan bibirnya. Tubuh Jaejoong bergetar dan ia melepaskan cairannya yang kedua didalam mulut Yunho. Dengan senang hati Yunho menghisapnya sampai habis.
"Kau begitu manis, baby." Yunho mencium Jaejoong lembut. Jaejoong lemas, belum apa-apa Yunho sudah membuatnya seperti ini. Yunho membelai-belai lembut pipi Jaejoong, menenangkan dulu Jaejoong yang masih mengatur nafasnya.
Jaejoong suka dengan perlakuan Yunho yang begitu lembut. Ia membalasnya dengan menelusuri rahang Yunho yang keras. Turun membelai lengan Yunho yang berotot. Dada, perut dan ...
"Mwo!..." Jerit Jaejoong tak percaya.
Yunho mengernyitkan keningnya. "Ada apa baby?"
"I...i...thu..." Jaejoong menunjuk penis Yunho. "Be...besar sekali."
Yunho terkekeh, "Hehehe, memang begitu baby, kalau kau mau membelainya. Akan lebih besar lagi." Ucap Yunho menggoda.
Jaejoong mendelik horor pada Yunho. Ia khawatir benda sebesar itu apa akan masuk kedalam holenya?
Yunho membimbing tangan Jaejoong menuju penisnya. Menuntun tangan Jaejoong untuk membelainya. Jaejoong tau apa yang diinginkan Yunho. Ia menggerakkan tanganya pada benda keras tapi lembut itu.
"Urghhhhh...baby." Erang Yunho. Jaejoong lebih bersemangat mendenhgar erangan sexy Yunho. Apabila ia menggerakkan ibu jarinya memutar pada kepala penis Yunho. Erangan Yunho akan lebih keras.
"Hihihihi..." Kikik Jaejoong
"Ssssshhhhh cukup baby...kau mulai nakal." Yunho lalu mendorong Jaejoong berbaring kembali di ranjang.
"It's show time." Ucap Yunho sambil menyeringai. Lalu melebarkan kaki Jaejoong. Terlihat hole pink Jaejoong yang berkedut. Jaejoong yang malu memalingkan wajahnya.
Sambil mengecupi paha dalam Jaejoong, Yunho membelai-belai daerah pink Jaejoong.
"Aaaaaahh." Jaejoong menegang merasakan satu jari Yunho memasukinya.
"Appo?" Tanya Yunho.
Jaejoong menggeleng lemah. Lalu yunho melanjutkan dengan jari telunjukknya. Kali ini sakit, perih yang dirasakan Jaejoong. Ia melampiaskannya dengan mencengkeram bahu Yunho erat.
"Tahan baby, aku harus melonggarkannya agar kejantananku lancar memasukimu." Ucap Yunho lalu membuat gerakan tangan menggunting dihole Jaejoong.
Merasa Jaejoong sudah siap. Yunho mengarahkan penisnya untuk memasuki hole Jaejoong. Jaejoong yang merasa ini pasti akan sakit, karena baru pertama ia melakukannya ditambah penis Yunho yang besar menggigit bibirnya.
"Nonono...Jangan gigit bibirmu baby..."Yunho menarik lepas bibir Jaejoong dari tautan giginya. "Gigit pundakku apabila sakit. Aku akan pelan, aku janji." Ucap Yunho menenangkan.
Jaejoong mengangguk lemah, percaya pada Yunho.
"Tunggu yunh..."Jaejoong tiba-tiba menginterupsi. "Pakailah kondom" Pinta Jaejoong. Yah, seluruh dunia tau namja berstatus uke berpotensi hamil. Dan Jaejoong tidak ingin itu terjadi.
Yunho menepuk jidatnya, ia sama sekali lupa pada hal penting itu. "Chakkaman" Yunho mengambil bungkusan didalam laci meja samping tempat tidur. Dan dengan cepat ia memakainya.
"Ready baby..."
Jleb
"Arrrrghhhhhhhhh...Appoo..." Teriak Jaejoong kesakitan. Air keluar dari sudut matanya. Perlahan-lahan Yunho memasukkan penisnya. Tetapi tetap saja Jaejoong kesakitan. Ia tidak tau ini yang pertama bagi Jaejoong.
Yunho tak tega Jaejoong kesakitan dilumatnya bibir Jaejoong dan tangannya memberi rangsangan pada nipple Jaejoong. Satu sentakan terakhir Yunho masuk dengan sempurna. Tanpa disadari Jaejoong melampiaskan sakitnya dengan menggigit bibir Yunho sampai berdarah. Yunho meringis.
"Gwaechana?" Tanya Yunho pada Jaejoong.
Jaejoong meringis dan mengangguk. Ia merasa bersalah pada bibir Yunho yang ia gigit. Lalu ia meraih bibir Yunho yang berdarah dan menyesapnya.
"Aku akan bergerak Baby..."
Yunho memulai penetrasinya. Hole Jaejoong sangat sempit ia rasakan. Iapun berkali-kali mengerang kenikmatan karena penisnya merasa diremas. Yunho berusaha mencari sweet spot Jaejoong. Dan ketika Jaejoong berteriak nikmat, disanalah ia harus menumbuk.
Jaejoong tidak berhenti mengerang dan mengerang. Bercinta rasanya sangat nikmat. Yunho melakukannya dengan sangat sempurna. Kadang ia menumbuk lembut, kadang kasar. Jaejoong melayang – layang dibuatnya.
"Baby... buka matamu ..." Pinta Yunho yang sedari tadi melihat Jaejoong memejamkan matanya.
Jaejoong membuka matanya. Terlihat lebih berbinar. "Matamu sangat indah ah..."
"Ne nnghhhhhh...Argggghhhh Yunhoo...faster..."
"As you wish." Yunho mengecup bibir Jaejoong lalu meningkatkan kecepatan penetrasinya.
"Ngnnnnn...Babyh...kau sangat sempit. Jangan kedutkan holemu. Membuatku gila."
"Aakhhhhh...akuuu akan sampai Yunh..."
"Tahan sebentar Babyh... together... eungh..." Yunho membuat beberapa gerakan penetrasi yang panjang dan dalam. Dan akhirnya...
"YUNHOOOOOOHHH...Akhhhhhh..."
"Baby JAE..."
Splurt
Splurt
Yunho roboh menindih tubuh Jaejoong. Nafas mereka tersengal. Keringat mengalir dari pelipis mereka. Yunho melesakkan kepalanya di perpotongan leher Jaejoong, menghirup dalam aroma manis itu. Sedangkan jaejoong melingkarkan tangannya kesekeliling punggung Yunho, memeluknya. Mereka diam sejenak menenangkan detak jantung dan nafas.
Hosh... hosh...
Hanya deru nafas yang terdengar.
Setelah tenang Yunho mengecup Jaejoong dan menjauhkan tubuhnya, melepaskan penisnya. Jaejoong jadi merasa dingin dan kehilangan.
"JAE..." Teriak Yunho ia ingin melepas kondomnya, dan kaget karena ada bercak darah. Iapun menyibakkan selimut dan melihat hohor pada bercak merah di bed covernya.
"Kau tak mengatakan ini yang pertama bagimu, baby." Yunho menatap bersalah Jaejoong.
"Shhhhh... Gwaechana." Ucap Jaejoong menenangkan sambil menyingkirkan rambut Yunho yang menutupi matanya.
"Apakah masih sakit?" Tanya Yunho was-was.
Jaejoong menggelengkan kepalanya mantap.
"Tunggu disini, aku akan membersihkanmu." Yunho lalu beranjak menuju kamar mandi. Membersihkan dirinya, lalu keluar membawa sebaskom air hangat dan kain kompres.
Jaejoong terharu dengan perlakuan lembut Yunho. Ia membersihkan badan Jaejoong dengan telaten. Betapa gentelnya dia.
Setelah selesai Yunho memakaikan boxer bersih pada Jaejoong. Ia mematikan lampu dan berbaring disamping Jaejoong. Membawa Jaejoong kedalam pelukannya erat.
"Mengapa kau tak mengatakan ini yang pertama bagimu? Aku akan lebih lembut kalau aku tau." Protes Yunho.
"Aku tak apa-apa Yunho-yah... malam ini sangat luar biasa" Ucap Jaejoong sambil melesakkan kepalanya ke dada Yunho.
"Tapi... aku menyebabkamu sakit. Maafkan aku."
"Suatu saat seseorang juga akan melakukannya."
Yunho terkekeh "Dan Damn baby! Aku adalah namja paling beruntung didunia. Aku janji, hanya kali ini kau merasakan sakit dariku."
Kau benar! Karna aku tak akan melakukan apapun denganmu setelah malam ini! Aku tidak akan membiarkan diriku terluka karnamu. Jaejoong berjanji pada dirinya sendiri.
"Jaljalyo, Baby." Yunho mengecup puncak kepala Jaejoong.
Jaejoong menutup matanya, berfikir, ini adalah mimpinya... mimpi yang akan selalu diingatnya setiap waktu. Ketika ia down, ia akan mengingat perjalanan malam ini. Ketika eommanya memperburuk rasa percaya dirinya dan Hyun Joong membuatnya merasa kurang layak, dia akan berfikir tentang Yunho dan bagaimana dia membuatnya merasa menjadi namja paling berharga.
Didalam pelukan Yunho Jaejoong bertanya-tanya sudah tiga tahun ia menjalin hubungan dengan Hyun Joong, tetapi tidak satu kalipun ia merasa seperti ini. Merasa sangat berhasrat, bergairah, intim dan aman. Yunho membuat dirinya merasakan semua itu dan hanya dalam waktu enam jam!
Gimana chingu...ada yang tidak kuat? Lambaikan tangan ke layar anda masing-masing.#abaikan. Aq ja sampe mumet nulise eoh...Novel asli adegan ranjangny ga sedetail ini. Aq nambahin sesuai pengalaman q membaca ff Yunjae yg ada NCnyo. Hohoho...
Gapapa ya...sesuai imajinasi aja, kalau uke kehilangan keperjakaannyo ada tandanya gitu. Mian kalo jadinya aneh.
Yang aq sneng dsini Yunho gentle bgt :0. Udah kbuat MPREG, kan? tp Jeje main aman siiii...jd yaaa...ga ad baby dcerita ini. Hohoho...
Kamsahamnida kemarin yang udah review, fav n folo :)
Review lagi ya ...
Wkwkwkwkwkw...
