Chapter terbaru dari Terror For Magnae datang... ^^ Kept you waiting huh? #dilemparMaterous Makasih atas reviewnya ya... karena kemarin nggak bales review gegara kemarin upload lewat andro, jadi kali ini upload lewat PC saudara dan kita bales review sekarang.

mmzzaa : Hahaha... emang belum waktunya gregeten, sih... jika panjangin nanti malah meletak andro gua. Oke... makasih buat reviewnya.. ^^

Shofie Kim : Emang agak absurd, sih... tapi itulah sifat si Inspektur aneh. #diheadshotInspekturCho Thanks for review...

angel sparkyu : kecepetan, ya alurnya? Maaf ya... Dan makasih buat review...

Desviana407 : Penaswaran, ya? penasaran, ya? #malahmanasin oke.., thanks for review...

Shin Ririn1013 : yah... nanti pasti tahu, dah! Thamks for review...

kyuhae : Wah... kamu main juga, ya? Bisa tahu apa Fbnya biar bisa main bareng? #dilemparinperabotanrumah oke. nanti lihat aja. Thanks for review...

lydiasimatupang2301 : udah dilanjutin kok... thanks for review...

Wonhaesung Love : udah lanjut kok... thanks for review...

aya : Kesulitan, ya? ahaha.. temen Author Honey aja kadang kadang nggak paham apa yang Author Honey sebutin. :D Makasih buat review...

Sparkyubum : iya, iya... ini udah dimulai, kok... makasih udah review...

dewidossantosleite : Banyak hal yang nggak disangka, kan? ini lanjutannya. thanks for review...

hyunnie02 : fanboy? Gue cewe mbak~ #pundungdiMMA *Eh nyasar fandom* Lihat aja nanti seru apa nggak. oh... yang bagian itu maksudnya yang jatuh itu Inspektur Cho... bukan Kyuhyun Oppa... dan kakak Inspektur Cho nonggolnya beberapa chapter lagi. paham? #dibantaireader makasih buat review...

Chohyun : yah... dan kemungkinan itu... #langsungkicep Anyway, Thanks for review...

Citra546 : Yah... nanti pas sekuelnya bakalan dijelasin kenapa kok namanya sama... tapi nggak sekarang... dan kemungkinan crossover dah...^^ Thanks for review...

KLiieff19 : Ini udah lanjut, kok... makasih buat review..

aprilliaryusa.19 : Ini udah lanjutm kok... Thanks for review...

fitrikyu2903 : Ehm... yoroshiku... *Maklum aja, ya... kemampuan Korea Author melemah setelah laptop sialan Author rusak dan diuji lagi buat baca dan translate kata-katanya Jack pas Dia pake bahasa korea T.T* ini udah dlanjut, kok... makasih buat review...

riritary9 : Ini udah diupdate, kok... mabok gua nulis ending chapter ini aja... :v dan ini lagi kok malah lagu gloomy sunday juga -.- #OOT *maklum... lagi dengerin lagu soundtrack Dreadout* anyway, Makasih udah baca... ^^

Kali ini kasus pertama sudah nongol. Siapakah pelakunya? Kita lihat bersama-sama...

Disclaimer dan Warning : lihat di Prolog

...Well, Happy Reading...


Chapter 3 : Long-Distance Murder Pt. 1


Choi Siwon sepertinya sedang merasa tidak senang. Bagaimana tidak, setelah Kyuhyun menerima surat terror itu Dia merasa bersalah karena telah menerimanya dari Wanita itu. Dan Dia merasa Kyuhyun serta Leeteuk telah menyembunyikan sesuatu darinya. Dan surat itu... Dia merasa ada yang kurang dari surat itu. Tapi, apa?

Persetan dengan surat terror itu. Sekarang Dia merasa psikisnya lelah, lelah untuk memikirkan segalanya. Dan Dia mulai berpikir untuk berekreasi ke taman hanya sekedar refreshing bukan hal yang buruk.

Dengan penyamaran secukupnya, Dia berjalan menyusuri trotoar tanpa takut jika para fans mengejarnya. Namun baru beberapa langkah, Dia berhenti. Sepertinya Dia memikirkan tempat yang pas. Lalu, Dia kembali berjalan tanpa tahu tempat yang ingin Dituju. Dan sekali lagi Dia berhenti. Kali ini Dia berhenti cukup lama. Dia masih bingung harus kemana. Sampai...

TIIINN! TIIIIN!

"*^$:%:#-:%-${={:%"%!" Teriak Para pengemudi mobil dengan ucapan tak senonoh yang sengaja Author sensor agar fanfic ini masih di level yang seadanya.

"Eh!? Mian... Jeongmal Mianhae..." Ucap Siwon yang langsung menepi dari jalan raya. Saking stresnya Dia sampai sampai tadi berhenti di jalan raya.

Kali ini Dia menuju ke tempat Gym. Mungkin sudah lama Dia tidak ke tempat ini. Tempatnya cukup tenang, sih... Namun semua itu berubah ketika ada benda jatuh dari atap.

BRAAAK! CRAASSSHH!

Sontak kayu yang berisi puluhan pisau menimpa seorang Yeoja berusia dua puluh tahunan. Semua orang yang ada disana langsung melarikan diri, sementara Siwon berlari menuju Yeoja tersebut.

"Hei, Gwechana?" Tanyanya sambil memegang kepala Yeoja yang sepertinya tidak terkena kayu itu dengan jari kekarnya. Yeoja itupun hanya menunjuk sebuah radio mati. Dan tangannya pun langsung tergeletak lemas. Nyawanya telah dicabut sang pencabutan nyawa.

"Yak! Bertahanlah!" Katanya sambil berusaha melepaskan kayu yang berisi pisau itu, tanpa menyadari Dia telah membuat kesalahan.


'Kenapa firasatku kali ini tidak enak, ya?' Batin sang Magnae sambil memegang smartphone miliknya dengan kuat. Dia sedang tidak fokus untuk bermain game karena firasat ini. Dia merasa sesuatu akan terjadi.

"Kyu, Siwon sudah pulang atau belum?" Tanya sang Angel without wings kepada Namja yang memiliki julukan GameKyu ini. Sementara yang ditanyai hanya menggeleng khawatir.

"Anio, Hyung. Dia belum pulang." Jawabnya singkat.

"Apa Hyung merasakan feeling yang sama, Hyung?" Lanjutnya. Leeteuk hanya diam sambil mengunggulkan kepalanya pertanda bahwa Ia juga memiliki feeling yang sama seperti Kyuhyun. Kali ini bukan bahaya fisik yang mengancamnya. Tapi apapun itu akan membuatnya stress karena salah satu Dongsaengnya mengalami hal buruk. Dia merasa sebuah masalah besar akan datang. Tapi, Apa masalah itu?

BRAAAK!

"TEUKI HYUNG! ADA PEMBUNUHAN DI GYM TEMPAT SIWON HYUNG BERADA! SEKARANG ADA SEORANG POLISI BERNAMA INSPEKTUR CHO TELAH MENJADIKAN DIA TERSANGKA UTAMA, HYUNG!" Teriak Donghae yang sempat membanting pintu lantai 11 dengan tidak berperilaku kepintuan (?).

"HAH!? INSPEKTUR CHO MENJADIKAN SIWON HYUNG SEBAGAI TERSANGKA UTAMA!?" Sang Magnae berteriak tak percaya karena Hyungnya telah dijadikan tersangka oleh temannya itu. Sementara Leeteuk hanya tercengang tidak percaya.

"Nde, Hyung. Dan yang lebih parahnya Siwon Hyung tidak boleh ikut perform dan syuting sampai kasus ini selesai." Lanjut Donghae yang mendapat teriakan dari keduanya.

"Kyu, Kita ke-"

"Jika Anda ingin kesana dengan magnae Kalian, sayangnya itu telah terlambat. Saya sudah sampai disini duluan." Ucap Inspektur Cho dingin. Yang lainnya pun tersentak.

"Ngomong-ngomong... saya ingin menanyakan satu hal." Ucap Inspektur Cho yang disambut dengan desakan jantung dari mereka bertiga.

"Toiletnya dimana?"

GUBRAK!

Ketiga Namja kelewat tampan ini langsung gedubrakan ria di lantai mendengar hal konyol seperti itu. Sementara sang Inspektur tengah menahan 'panggilan alam'.

"Ugh... oke. Ada di sana." Kata Leeteuk yang menunjukkan arah kamar mandi. Inspektur Cho pun berlari menuju ke kamar mandi dan memenuhi 'panggilan alam'.

"Oh, iya. Kenapa kalian kesini, Min Yoon-ah?" Tanya Leeteuk yang masih penasaran dengan kedatangan Inspektur Cho dan partnernya yang tersisa.

"Kami disini untuk mencari dorm nomer 889. Soalnya salah satu tersangka selain Siwon-sshi dan tiga tersangka lainnya juga tinggal disini." Ujarnya jujur. Donghae mengerutkan dahinya.

"Oh... Penghuni yang sukanya mabuk itu, ya." Celetuk Donghae yang mendapatkan tatapan dari semua orang.

"Kau kenal Dia?" Tanya Min Yoon sambil yang melototkan matanya - tak percaya. Sementara Donghae menggeleng sembari mengatakan 'tidak' yang langsung mendapatkan kemplangan tangan dari sang leader.

"Appo, Teuki Hyung... sakit tahu!"

"Itu karena Kau MENGGANGGU penyelidikan mereka!"

"Tapi, Aku tahu dimana ruangan itu. Jika tidak salah, dekat dorm lantai dua belas. Ayo kuantar kesana." Katanya sambil menarik tangan Min Yoon dengan paksa sambil meninggalkan kedua Namja itu ditempat - mematung.

CKLEK!

"Huah... leganya..." ucap Sang Inspektur dengan tenang. Sementara Kyuhyun dan Leeteuk masih diam tak bergeming.

"Kyuhyun-sshi, Leeteuk-sshi, Kalian tahu Min Yoon berada?" Tanya Inspektur Cho sambil menengok kearah lain. Sementara yang ditanya hanya masih mematung. Inspektur Cho masih dian dengan muka kebingungan.

"Oh... perempuan sexy yang diantar sama Donghae tadi? Dia pergi ke dorm nomer 889 tadi." Celetuk Kang In yang entah muncul darimana mendengarkan ucapan Mereka.

"Kalau begitu, antar Aku kesana. Bisakah?" Tanya Inspektur Cho dengan tatapan tajamnya menuju Leeteuk. Sementara sang Leader hanya mendesak keras.

"Baiklah. Kami akan mengantarnya kesana."

"Gamashahamnida atas bantuan anda semua." Katanya dengan sopan sambil membungkuk sembilan puluh derajat.

"Ta-"

"Kang In, Sepertinya kita bertiga harus kesana." Potong Leeteuk dengan cepat dan direspon dengan gerutuan dari Sang Racoon.

"Aku mau tidur saja. Aku merasa lelah sekali, Hyung." Ucap Kyuhyun sambil menuju ke kamarnya yang kini berbeda dengan Sungmin. Leeteuk yang mendengarnya hanya melotot.

"Kau yakin, Kyuhyunnie? Aku merasa itu ide yang amat buruk. Apalagi Ka-"

"Hyung. Umurku sudah dua puluh sembilan tahun. Aku sudah dewasa. Aku sudah menjaga diriku sendiri, Hyung." Potong Kyuhyun yang kini menatap tajam Leeteuk - membuatnya begidik ngeri.

"Ditambah lagi besok kita harus perform lebih banyak. Belum lagi Aku harus syuting di Radio Star. Jadi Aku harus istirahat, Hyung. Jebal..." ucapnya dengan nada yang lebih rendah dari yang pertama. Leeteuk yang awalnya begidik pun hanya bisa tersenyum - senang apabila magnaenya menjadi dewasa dengan cepat. Walau begitu, matanya masih menatapnya dengan sendu. Kecelakaan yang terjadi saat 2007 dan keluarnya Hankyung saat itu telah mengubahnya sifatnya dengan drastis. Dari seorang yang penurut namun cukup kekanak-kanakan hingga menjadi sosok magnae usil dan manja namun tahu tempat dimana Dia harus bertindak dewasa. Dia juga masih ingat saat Dia beserta teman-temannya mengerjai Eunhyuk dan Ryeowook untuk mendapatkan air mata karena emosi saat syuting EHB TANPA Sepengetahuan Kyuhyun. Dan mereka pun tak menduga, apabila seseorang yang mereka ketahui bersikap usil dan bersikap cool bisa menangis.

"Maafkan Aku karena memotong pembicaraan Kalian." Ucapan Kyuhyun saat itu masih melekat di Ingatan Leeteuk seakan Dia merasa menyesal apa yang Dia telah lakukan saat Dia melihat Namja yang mendapat gelar EvilKyu itu menangis melihat Hyungdeulnya *coret*pura-pura*coret* bertengkar didepan mata hyungdeulnya. Suatu hal yang sulit diartikan. "Sebenarnya -hiks- kondisiku masih belum membaik setelah kecelakaan itu. Aku harus lebih banyak istirahat dan check-up ke rumah sakit. Tapi, -hiks- apa-apaan ini!? Aku hanya ingin sembuh dan berkerja dengan Kalian semua. -hiks- Bukannya kita - para member - memikirkan satu sama lain, tapi malah memikirkan diri sendiri. Seharusnya Kau malu dengan dirimu sendiri. Maaf..."

Perlu Dia akui saat itu cukup susah untuk menenangkan Kyuhyun. Sampai-sampai hampir semua member (kecuali Eunhyuk, Ryeowook dan beberapa member yang menenangkan mereka berdua) harus menenangkan magnae tercinta Mereka.

Ya. Leeteuk masih mengingat hal itu. Dan kini dihadapannya adalah orang yang sama, namun sikapnya telah berbeda dari yang dulu.

Perlahan-lahan Leeteuk mendekati dongsaeng terkecilnya itu secara perlahan sampai Dia berada tepat didepannya. Tangannya pun memegang kening sang Magnae yang lebih tinggi darinya.

Panas. Kata itulah yang dapat mendeskripsikan keadaan Kyuhyun sekarang ini.

"Tidurlah, Kyunnie. Kurasa Kau benar. Sepertinya Kau kurang sehat. Mungkin Kau sangat kelelahan hari ini." Katanya sambil menunjukkan angel smile miliknya. Kyuhyun pun mengembangkan senyum khasnya dan menuju ke kamarnya.

"Kyu, karena Nanti akan ada orang yang akan kesini, Dan Kau pastinya akan tidur. Ditambah lagi Aku tahu kebiasaan tidurmu itu walau tidak satu dorm. Jadi, Aku takkan mengunci pintu dorm." Kata Leeteuk yang tidak diperhatikan oleh Kyu.

'Ternyata Dia sudah terlelap...' Batin Leeteuk sambil mengajak Inspektur Cho menyusul Min Yoon dan Donghae bersama Kang In.

Tanpa meyadari ada seseorang bersembunyi di sekitar situ dan menyeringai seram.


Dikamar Kyuhyun yang kini telah pisah kamar dengan Sungmin, ada dua Namja disana. Namja yang satunya tertidur pulas, sementara yang lain memegang pisau-. Tunggu.

Salah satunya memegang pisau?

Dengan tatapan menyeringai, Namja itu mengarahkan pisaunya menuju perut Namja lainnya yang tertidur pulas. Sementara itu Sang Namja yang sedang tertidur itu - Kyuhyun - masih berada di posisinya. Sampai...

GREB!

Seorang Namja lain menahan tangan kiri yang membawa pisau itu dengan tangan kanannya. Saat Namja yang ingin membunuh Kyuhyun itu memalingkan wajahnya kebelakang, terlihat sosok Namja China yang kini menatapnya tajam seakan aura kebencian dari Namja China itu memenuhi ruangan itu.

"Takkan Kubiarkan Kau mencelakakan Dongsaeng terkecilku walau Aku harus mati, Keparat!" desisnya sambil mencengkeram tangan kiri Namja itu sampai pisau yang awalnya dibawa oleh Namja itu jatuh. Setelah Namja China itu menendang pisau itu jauh-jauh dari jangkauan Namja penyerang itu - Dimana Dia menendangnya ke bawah ranjang Kyuhyun - perkelahian pun tak terelakkan.

Namja penyerang itu bersiap memukul mata kiri sang Namja China itu dengan tangan kanannya, namun pukulan itu ditangkis dan Namja China menyerang kembali dengan sikutan yang mengenai pipi kirinya. Kaki kanannya telah meng-tackle kedua Kaki Namja penyerang itu sehingga Dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Namja China akan menyerangnya, Namja penyerang itu malah menampar pipi kanan Namja China itu, berbalik lalu menendang Namja China itu di bagian perutnya. Namja China itu sedikit terpental. Namja Penyerang itu akan menendang pinggang Namja China, namun Dia kalah cepat. Namja China itu segera melakukan tendangan tepat di pelipis kanan Namja Penyerang - membuatnya terpental cukup jauh. Merasa tempat Mereka bertarung sempit, Namja Penyerang itu keluar dari tempat itu - pergi ke ruang tengah. Sementara itu Namja China itu mengejarnya - terpancing.

Sesampainya di ruang tengah, Namja China itu segera meng-tackle Namja penyerang itu sampai jatuh. Setelah itu, Dia segera menghajar Namja penyerang itu ditempat.

Merasa kurang diuntungkan, Namja Penyerang itu menghindari Serangan Namja China itu, berlari menuju belakangnya, menendang Punggung Namja itu dan melarikan diri.

"HEI! JANGAN LARI KAU BANG**T!" Teriaknya dengan bahasa Chinanya yang kental dan diselingi dengan bahasa korea kasar.


"Huh... Sial sekali hari ini. Masa di dorm itu tidak ada orang?" Ucap Min Yoon yang kini menuju ke dorm lantai sebelas yang mendapat respon dari Donghae berupa desahan serta tatapan 'Kau-bisa-berhenti-bicara-atau-tidak?'.

"Lho? Min Yoon? Kenapa Kau kesini?" Tanya Inspektur Cho ketika mereka berdua menunggu di lift yang dipakai oleh Inspektur Cho.

"Orangnya kini tak ada. Katanya keluar kota sejak tiga hari yang lalu." Ucap Min Yoon sambil masuk menuju lift dan memencet nomor sebelas. Sementara keempat Namja yang ada hanya menatapnya 'Anjir-Min-Yoon!'.

Selama mereka menuju ke lantai sebelas, hanya terjadi keheningan. Hal itu terjadi Sampai ketika Mereka tiba di lantai sebelas.

"HEI! JANGAN LARI KAU BANG**T!"

Insting Polisilah membuat seorang Inspektur Senior Cho Kyuhyun dan Yuniornya, Ahn Min Yoon berlari menuju dorm Super Junior yang berada di lantai yang sama yang disusul oleh ketiga orang itu. Disana, Terlihat seorang Namja China mencari seseorang yang keluar dari dorm itu. Ketika Leeteuk, Kang In, dan Donghae melihat Namja China itu, betapa kagetnya ketika Dia tahu siapa Namja itu.

"Ha - Hankyung (hyung)?" Ucap mereka bertiga dengan lirih. Namja China itu - Tan Hankyung - hanya membulatkan mata ketika Dia melihat mereka bertiga. Dia ingin berlari, namun tangan kirinya langsung digenggam dengan kuat oleh Inspektur Cho. Hankyung baru menyadari jika jaraknya dengan member Super Junior yang ada diluar hanya sekitar dua meter.

"Kau harus jelaskan kepada kami apa yang terjadi. Tidak peduli siapa Kau dan kenapa Kau kesini. Persetan dengan pekerjaanmu sekarang." Ucap Inspektur Cho dengan nada lebih dingin dari biasanya yang membuat Hankyung menghela napas.

"Hahh... Baiklah.".


"Jadi, Kau kesini karena Kau ingin mengunjungi mantan rekan-rekanmu itu?"

"YAK, INSPEKTUR CHO! DIA MASIH MEMBER SUPER JUNIOR, YA!"

"DAN KITA BUKAN HANYA REKAN! TAPI SAUDARA!"

"WALAU KAU POLISI NAMUN AKU BISA MENGHAJARMU KAPAN SAJA!"

Inspektur Cho kembali meringis mendengar ketiga member Super Junior yang masih aktif itu membentaknya lebih dari lima belas kali karena tidak menganggap Hankyung sebagai member Super Junior walau sudah keluar dari SM dan bersolo karir, sementara Hankyung dan Min Yoon tertawa renyah.

Apa yang terjadi sebenarnya?

Hankyung menceritakan saat itu Dia akan mengunjungi Siwon yang saat itu terkena tahanan rumah dan akan pergi ke dorm sebelas dimana (ia duga) para member Super Junior berada. Namun, Dia melihat seseorang masuk kedalam dorm dan bersiap menyerang Kyuhyun. Dari situlah pertarungan itu terjadi.

"Haah... Maafkan Aku. Tapi, bisakah untuk sementara waktu Kyuhyun-sshi tidak tidur disitu? Karena disana kini sudah menjadi TKP." Ucap Inspektur Cho sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal.

"Akan kuusahakan." Balas Leeteuk dengan nada serius.

Inspektur Cho memberikan kode kepada Min Yoo. Untuk memindahkan semua baju Kyuhyun dan memasang garis polisi di pintu kamar Kyuhyun. Sementara Dia memindahkan Kyuhyun yang kini tertidur menuju sofa yang ada.

"Oh iya. Inspektur Cho, Jika ada tenda berwarna biru tolong pindahkan juga dari TKP. Karena jika Dia tahu tendanya ada disana, Dia khawatir tendanya itu dibawa oleh orang lain." Saran Donghae yang dibalas dengan anggukan Inspektur Cho sebelum menutup pintu kamar itu untuk investigasi.

Setelah menutup pintu, Inspektur Cho mempersiapkan alat-alat forensik yang Dia bawa. Lalu, Dia memasang earphone biru yang sedari tadi menggantung di lehernya. Lalu membuka smartphone miliknya.

'Hm... Sepertinya, lagu Perfection ini cocok juga.' Ucapnya dalam hati dan setelah Dia memasukkan Smartphone miliknya ke saku, Dia memulai investigasinya.


"Lho? Inspektur Cho nyanyi?" Tanya Leeteuk yang mengerutkan dahinya ketika tahu asal nyanyian itu dari kamar Kyuhyun yang kini berubah menjadi lautan barang bukti yang disebut dengan TKP.

"Itulah kebiasaan buruk Inspektur Cho jika sedang menginvestigasi. Mendengarkan musik yang menurutnya pas sambil menginvestigasi. Pernah dikira polisi nggak becus saat olah TKP oleh sunbae yang lain karena kebiasaannya ini. Walau didepannya adalah Komisaris Cho dari Incheon. Namun, entah kenapa Komisaris Cho malah membiarkannya. Yah... Walau kudengar mereka pernah menjadi partner saat Inspektur Cho masih jadi polisi di Incheon, sih..." Ungkap Min Yoon sambil menggaruk dahinya bingung.

"Bukan itu masalahnya." Ujar Donghae yang kini wajah menjadi pucat. Sementara lainnya hanya memandangnya bingung. "Waeyo, Donghae-ah?"

"Coba dengarkan baik-baik lagu yang Dia nyanyikan." Balas Donghae. Sementara yang lain pun terdiam - mendengarkan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Inspektur Cho dengan seksama. Dan apa yang Mereka dengar tak bisa mereka percaya.

"Ehm... Min Yoon-sshi..." panggil Leeteuk yang mencoba menyembunyikan responnya. Sementara member Super Junior yang lain (Kecuali Kyuhyun yang tertidur) dan Hankyung kini dalam posisi speechless.

"Nde?"

"Apa Inspektur Cho seorang ELF?"

"Jika itu Aku tak tahu juga. Apapun yang berkaitan dengan lagu, film dan entertain yang lain sudah dianggap privasi oleh Inspektur Cho."

Dan Leeteuk tak bisa menyembunyikannya lagi. Dia Speechless ditempat.

Kenapa?

Karena semua lagu yang Dia nyanyikan adalah album Super Junior.

"Aku tak percaya apa yang kudengar." Ucap Kang In bermonolog sendiri. Sementara yang lain hanya mengangguk kaku. Tanpa mereka sadari kedua kelopak mata sang magnae terbuka. Dia pun mengerjap sambil mengumpulkan kesadarannya, Sementara Hankyung yang sedari tadi memangku kepala dongsaeng terkecilnya itu tersadar ketika ada gerakan di pahanya. Dia tersenyum ketika Kyuhyun terbangun sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah, lalu tertuju kepada Hankyung saja - tidak percaya.

Ya Tuhan... Tampar Dia jika ini mimpi.

"Ha-Hankyung... Hyung... Ke-kenapa kau ada di-"

"Gyeolgug neon acha neon achahage doelgeol kkog acha imi ttae neuj-eo!"

Seketika semua orang disana hanya sweatdropped mendengar Inspektur Cho yang saking semangatnya menyanyi sambil mengolah TKP. Tiba-tiba pintu kamar pun terbuka.

"Maaf, ada kesalahan teknis..." Ucapnya dengan nada polos yang membuat yang lain sweatdropped berat.

"Olah TKP sudah selesai. Aku menemukan pisau dibawah ranjang Kyuhyun-sshi. Sementara Kyuhyun-sshi dilarang tidur di kamarnya sendiri untuk proses penyelidikan. Permisi." Ujar Inspektur Cho sambil keluar dari dorm Super Junior bersama Min Yoon. Sementara kelima Namja itu hanya berdiri disana sambil sweatdropped.

"HAN HYUUUUUNG!"

"HEI, KALIAN! BISAKAH KECILKAN SUARA KALIAN, HAH?"

"Mian, Teuki-hyung..."

"Hahaha..." Tawa Hankyung renyah. Sementara itu Kyuhyun hanya mengembangkan evil smirk miliknya.

"Hyung, kenapa Kau tidak bilang-bilang kalau kau akan kesini?" Tanya Kang In bingung.

"Yah... seperti yang kuceritakan pada Inspektur Ca-Ce..." Jawab Hankyung yang sedikit lupa akan nama Inspektur Cho.

"Inspektur Cho?" Timpal Leeteuk.

"Nah itu..."

"Memang apa yang terjadi?" Tanya Kyuhyun yang kini gantian bingung.

"Nanti Hyung ceritakan. Oh, iya. Besok Sungmin mulai wamil, kan?" Tanya Leeteuk - mengganti pembicaraan.

"Nde, Hyung. Waeyo?"

"Mulai Besok Kau tidur disana saja, ya? Hari ini Kau tidur bersamaku." Kata Kang In menjawab pertanyaan yang ditujukan Leeteuk.

"Nde, Hyung." Jawab Kyuhyun yang masih bingung apa yang terjadi. Dia pun teringat sesuatu. "Bagaimana dengan Kau, Hankyung Hyung?"

"Aku tidur di hotel. Soalnya Aku akan melakukan Fan Meeting besok." Katanya sambil diikuti dengan suara 'oh..'.

"Ya sudah. Aku kembali ke hotel dulu. Bye..." Kata Hankyung kembali ke Hotelnya. Yang lainnya pun melihatnya sampai Dia masuk ke lift.

"Kyu, Kajja. Akan kuceritakan apa yang terjadi." Ajak Kang In yang lalu diikuti oleh Kyuhyun.

Yah... Mungkin Mereka tak ingin Magnae Mereka terluka lagi.

Mungkin itu yang ada di pikiran mereka.


"Oke. Kini kita akan merekap apa yang telah kita dapatkan, Inspektur Cho." Ucap Min Yoon sambil mengeluarkan data yang ada.

"Baiklah, Yoon-ah. Sebuah kasus pembunuhan terjadi di sebuah Gym. Korbannya adalah seorang wanita bernama Oh Jung In. Tersangkanya ada di data ini." Jelas Inspektur Cho ke seorang wanita berumur sekitar 20-30 tahunan berambut gelombang hitam, dengan pupil berwarna coklat, berkulit tan dan memakai pakaian khusus Chief.

"Aku mengerti Cho. Tapi, apa Kau yakin dengan hal ini? Dan kenapa Kau juga menghubungkan kasus penyerangan Kyuhyun-sshi ke kasus ini pula?" Tanya wanita itu dengan agak keheranan. Inspektur Cho pun mendesah kecil karena stress akan hal ini.

"Karena ini." Ucapnya sambil menyerahkan sesuatu yang berwarna hitam. Min Yoon yang tahu benda itu segera membulatkan mata.

"Itu kan..."

"Benar Min Yoon. Inilah remote yang kemungkinan mengontrol a-"

"INSPEKTUR CHO! GAWAT!" Teriak salah satu police officer yang datang secara tiba-tiba - memotong pembicaraan Inspektur Cho.

"Apa lagi, sih... Jangan memotong pembicaraan orang, dong! Kau tahu jika Kami sedang merekap?" Bentak Inspektur Cho sambil mengusap-usap rambutnya dengan kasar. Police Officer itu malah tak mempedulikannya.

"GAWAT INSPEKTUR! CHOI SWON... CHOI SIWON MAU BUNUH DIRI!"

"Oh... bunuh diri-APA!?"


To Be Continued...


Next Chapter : Long Distance Murder pt. 2


AKHIRNYA ENDING JUGA BUAT CHAPTER INI! SEMUANYA, MAAF LAMA NGGAK UPDATE CHAP INI! *nak... Capsnya nak...*

Oke. Sebenarnya di fanfic ini akan ada 3 kasus saja. Yang pertama Long Distance Murder, yang kedua DeadLast, dan yang terakhir Last Kill. Sumpah pembunuhan yang pertama mikirnya gimana agar alat pembunuhnya bisa jatuh itu susah susah gampang! Sampe dua sampai tiga bulan nggak jadi. *malah 6 bulan. 'Kan kamvret...* Soalnya agar bisa nyambung, tapi juga dapat dipahami. Tapi, makasih buat DC LAM 2 dan 3 (dan juga CC WE case #3), Akhirnya bisa buat bagaimana caranya agar bisa rasional.

Dan kali ini akhirnya Hankyung, Donghae serta Kang In nongol juga. Hah... case #1 part 1 selesai. Huft...

Udahan dulu aja. Good Luck and Salute Writer...

Published : 22 December 2015