Pairing: KYUSUNG

Cast: Kyuhyun, Yesung, Leeteuk,

Eunhyuk,Donghae, Heechul, Siwon,

Hyunwoo and other

Genre: Romance,Sweet,Sad (?) Etc

Warning:Yaoi/BoyLove, Typo, Gaje,

Alur kecepetan deelel :'V

.

.

.

.

"Karna kau yang telah mencelakai yesung selama ini kan?" Ucap kyuhyun begitu dingin.

"Ta..tapi~ itu bukan aku" Heechul mulai gugup.

"Aku sendiri yang melihatmu dari rekaman CCTV di depan supermarket, kau masih mau mengelak?"

Deg

Mata heechul seketika terbelalak, dia lupa jika di depan supermarket itu ada kamera pengawas alias CCTV. Sungguh kejadian tadi pagi itu terjadi secara spontan membuat ia tidak pikir panjang lagi dengan apa yang ia lakukan.

"Kenapa? Apa yang aku katakan benar?" Kyuhyun berseringai "Sekarang pergilah dari hadapanku~ sudah mending kau tidak ku laporkan ke polisi, jadi pergilah sekarang juga!" Bentak kyuhyun penuh emosi.

Heechul terdiam sejenak, hatinya begitu sakit mendapatkan perlakuan dari kyuhyun~ orang yang ia harapkan selama ini, matanya mulai memanas membuat liquid bening itu memaksa keluar dari sarang obsidiannya. Ia balikan badannya dengan cepat saat ia rasa liquid bening itu mulai mengalir di pipinya, ia langkahkan kakinya menjauhi ruangan itu. Apakah ini sudah berakhir? Orang yang selama ini ia harapkan, ia perjuangkan justru lebih memilih orang yang baru ia kenal ketimbang dirinya yang sudah lebih lama kenal dengan kyuhyun?

Sakit memang~ tapi harus bagaimana lagi, cinta memang tidak bisa di paksakan jadi mending mulai dari sekarang ia berhenti menganggu kehidupan orang lain dan hanya akan fokus kepada hidupnya sendiri, seperti mencari pasangan hidup yang mencintai dirinya juga mungkin~ begitulah akhir keputusannya.

Kyuhyun mengampiri yesung yang

masih tertidur pulas di atas sofa, sungguh wajah damai yesung saat tidur membuat emosinya dengan cepat menghilang, kyuhyun tersenyum~ jarinya terulur menyentuh dahi namja manis yang ia cintai itu.

Yesung mulai mengerutkan dahinya saat ia rasa ada sesuatu yang mengganggu tidurnya.

"Emm.." yesung mulai bergerak resah, dengan pelan ia membuka matanya yang langsung menangkap sosok kyuhyun yang tersenyum hangat kepadanya.

"Kau sudah bangun? Apa aku mengganggumu?" Tanya kyuhyun.

"Anieo~mianhae aku terlalu lama tidur ne" Yesung terduduk dan menundukan kepalanya merasa bersalah.

"Aigoo~kau kenapa eoh" kyuhyun mengacak gemas surai yesung "tidak apa-apa jika kau tidur lebih lama lagi pun aku akan menunggumu" Kyuhyun mulai bangkit dari jongkoknya dan duduk di sofa samping yesung.

"Apa kau masih mengantuk? Tidur lagi saja~aku tidak masalah" Kyuhyun mendorong pelan kepala yesung agar tertidur di bahunya.

Kyuhyun mengusap surai itu dengan lembut "Mianhae~ tidak bisa menjagamu" Gumamnya.

Yesung tersenyum di dekapan kyuhyun saat mendengar kata-kata indah yang keluar dari mulut namjachingunya, karena itu artinya kyuhyun sangat menyayanginya.

"Ehm.. hari sudah malam~ apa kau mau pulang?" Tanya kyuhyun kemudian "kajja aku akan mengantarmu" kyuhyun mulai menuntun tangan mungil itu keluar kantor.

.

.

"Besok kau tidak usah berkerja saja~ kau istirahat saja di rumah heum?" Tanya kyuhyun saat sudah berada di dalam mobil kyuhyun.

"Tapi kyunie aku ingin berkerja~" rengek yesung mengerucutkan bibirnya.

"Aish anieo~~ kau mendapatkan cuti kerja dariku, pokoknya kau tidak boleh membantah perkataanku eoh" kyuhyun mencubit pipi chubby itu gemas, sementara yesung hanya terdiam dengan bibir yang terus ia pout kan membuat kyuhyun tambah gemas ingin mencubitinya.

~Next Day~

Dengan langkah malas kyuhyun menghampiri kursi kerjanya, mulai terduduk dan merebahkan punggungnya. Ia merasa tidak bersemangat berkerja hari ini karna tidak ada yesungnya yang akan ia pandangi saat yesung sedang berkerja.

"Huaa.. sungguh bosannya tidak ada sungie hari ini" gumam kyuhyun merentangkan kedua tangannya malas ke atas.

Brukk

Namja berjuluk nemo itu menendang pintu kantor kyuhyun dengan cukup keras membuat kyuhyun sedikit kaget dari lamunannya.

"Yak ikan kenapa kau menendang pintunya" desis kyuhyun sebal.

"Aish kau tidak melihat jika tanganku penuh dengan bunga dan barang bawaanku ini jadi wajar saja jika aku membuka pintunya dengan kakiku" bela donghae mengeluarkan wajah tanpa dosanya.

"Aish terserah kau" kyuhyun memutar bola matanya malas "untuk apa kau ke sini eoh? Aku bosan melihatmu"

"Kau pikir aku tidak bosan melihatmu" jawab donghae lurus tanpa memperdulikan kepala kyuhyun yang mulai mengeluarkan kepulan asap.

"Yak jika kau bosan melihatku untuk apa kau kesini!" Geram kyuhyun sedikit kesal.

"Hehe.." donghae cengengesan saat melihat sahabatnya itu mulai marah

"Aku ingin menemui hyukie"

"Ini tempat kerja bukannya tempat untuk orang pacaran" kata kyuhyun

dingin.

"Arraseo~ aku akan menemuinya saat istirahat berkerja nanti" donghae mulai mendudukan badannya di kursi yang ada di ruangan itu "Ah ne~ aku tidak melihat yesung, kemana dia?"

"Aku memberikannya cuti kerja"

"Jinjja? Memangnya dia kenapa lagi?" Tanya donghae mulai kepo.

"Ada seseorang yang mencelakainya, jadi ia harus beristirahat"

"Aigoo~ kau seharusnya bisa lebih menjaganya lagi kyu"

"Aku tau~ ah ne apa itu?" Tunjuk kyuhyun yang mulai ingin tau dengan barang bawaan donghae.

"Ini adalah bunga dan ini adalah cupcake buatanku" jawab donghae riang seraya mengakat kedua barang itu secara bergantian.

"Kenapa harus buatanmu?"

"Tentu saja karna buatanku sendiri itu lebih special"

"Terus?"

"Tentu saja ini akan membuat hyukie bahagia"

"Terus?"

"Terus... tentu saja jika ia sudah bahagia maka ia akan memberikan sesuatu yang berharga miliknya untukku" ucap donghae seraya tersipu malu.

"Yak dasar ikan mesum" kyuhyun melempar pena yang ia pegang sampai mengenai kepala donghae dengan cukup keras "baru saja pacaran sudah melakukan itu" sungut kyuhyun sebal.

"Yak apa maksudmu" donghae melemparkan deathglare andalannya kepada kyuhyun seraya terus mengusap kepalanya yang merasa berdenyut gara-gara lemparan pena kyuhyun tadi.

"Yang ku maksud adalah poppo, aish masa kau tidak tau?"donghae mengacak surainya frustasi "apa jangan-jangan kau belum pernah melakukannya yah?" tanya donghae berselidik mengeluarkan senyum usilnya.

"Yak yak.. apa maksud mu?" kyuhyun

mulai gelagapan.

"Berikan juga yesung cake buatanmu sendiri~ pasti ia akan senang dan memberikan kiss padamu"

"Benarkah?" Ucap kyuhyun tidak peduli padahal di dalam hatinya ia sangat senang karna sudah mengetahui cara bagaimana untuk mendapatkan kiss dari yesung.

"Hanya itu ekpresimu? Aish kau tidak asik kyu~ sudahlah aku mau menemui hyukie saja, jam istirahat sudah tiba" donghae melangkahkan kakinya keluar ruangan kyuhyun.

"Yess.. yesss.." Kyuhyun bersorak sorai penuh kemenangan atas ilmu baru yang ia dapat dari sahabat nemonya itu, besok ia harus mempraktekannya.

.

.

.

"Hyukie~ aku merindukanmu~" Donghae menggenggam tangan eunhyuk yang tergeletak bebas di atas meja. Yups kini mereka berdua tengah berada di loteng atas (?) supermarket itu.

"Tapi aku tidak merindukanmu" Ucap eunhyuk mencoba menggoda donghae.

"Yak yang benar saja~" donghae melepaskan genggamannya dan menekuk wajahnya.

"Kkk~ anie aku hanya bercanda, kau marah" Eunhyuk meraih kembali tangan donghae yang sedikit menjauh membuat donghae seketika menunjukan senyum 5 jarinya.

"Anieo baby mana mungkin aku marah padamu eoh~" Donghae tersenyum hangat membuat eunhyuk tersipu malu di buatnya.

"Ah ne~ aku membawakan ini untukmu" Donghae menberikan satu bucket bunga kepada eunhyuk. Dengan senang hati eunhyuk menerima bunga itu lalu menciumi wangi bunga yang menyeruak keluar.

"Kau suka?"

"Tentu~ bunganya indah sekali dan juga.. wangi" jawab eunhyuk tersenyum gembira.

"Sama sepertimu~ kau juga indah dan wangi" goda donghae mengedipkan

sebelah matanya.

Lagi-lagi eunhyuk tersipu malu di buatnya, rona merah pun mulai bermunculan di pipinya, nemo belahan jiwanya ini sangat romantis.

"Aku juga membawakan ini untukmu" donghae menaruh 1 kardus kecil yang di duga berisikan cupcake buatannya itu di atas meja.

"Apa ini?" Tanya eunhyuk mengeluarkan tatapan bingungnya.

"Buka saja~"

Eunhyuk mulai membuka kardus kecil itu dan menampilkan cupcake mungil dengan berbagai hiasan yang sangat cantik.

"Ini adalah cupcake buatanku~" Ucap donghae dengan bangganya.

"Wah Yeppeuda~" decak kagum eunhyuk "kau sangat hebat hae-ah" puji eunhyuk membuat donghae tersipu malu.

"Ah anieo~ ini biasa saja" ucap donghae malu-malu "kajja makanlah~"

Eunhyuk pun mengambil salah satu cupcake dan mulai memasukan kedalam mulutnya.

"Hmmm..masita~ selain cantik ternyata enak juga" eunhyuk tersenyum bahagia seraya terus mengunyah cupcakenya.

"Jika makan itu yang benar~ aish kau belepotan sekali" Donghae mendongakan badannya kedepan wajah eunhyuk dan mengusap krim yang ada di bibir eunhyuk dengan ibu jarinya. Donghae terdiam sebentar saat melihat manik eunhyuk dari jarak yang cukup dekat.

Chu~~

Donghae mendaratkan ciumannya di bibir eunhyuk membuat eunhyuk seketika memejamkan matanya.

"Ihhh.." kyuhyun bergidik jijik saat melihat pemandangan di depannya. Kini ia tengah mengintip di balik pintu.

"Jika ikan nemo bisa, masa aku tidak"

Kyuhyun menyunggingkan seringainya, dan memutuskan untuk kembali ke kantornya.

.

.

.

Trong

Trang

Treng

Seperti itulah bunyi-bunyian yang tercipta saat kyuhyun dengan sibuknya berkutat dengan alat-alat membuat kue di tangannya, ia pulang sedikit cepat karna ingin mengerjakan cake buatannya sendiri untuk di berikan kepada yesung, seperti usulan donghae tadi.

"Aish aku harus memulainya dari mana" gumam kyuhyun memilah buku resep kue di tangannya.

"Kau sudah pulang? Apa yang sedang kau lakukan? Tumben sekali"

"Tentu saja membuat cake untuk kekasihku" jawab kyuhyun tanpa melihat orang yang sedang ia ajak bicara.

"Kekasih? Kau sudah punya kekasih?" Tanya siwon menyipitkan matanya.

"Eh appa.. aku kira tadi leeteuk hyung" Ucap kyuhyun sedikit gugup.

"Siapa kekasihmu? Apa dia dari kalangan orang kaya?"

Kyuhyun mematung sebentar, tidak mungkin ia katakan yang sesungguhnya, nanti appanya itu pasti akan melakukan sesuatu kepada yesungnya.

"Ne" jawab singkat kyuhyun.

"Baguslah~ kau memang harus mendapatkan pasangan hidup yang sama-sama sukses seperti kita, jangan karna hanya cinta kau mencintai orang dari kalangan miskin dan menghancurkan bisnis yang sudah aku bangun selama ini" Siwon mulai melangkahkan kakinya menuju tangga untuk naik ke kamarnya yang ada di lantai atas.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya dengan kasar, semoga yesungnya baik-baik saja.

.

.

.

Siwon meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Yeobseo?" Tanya seseorang dari sebrang line sana.

"Donghae-ah ini aku~ apa kau tau siapa kekasih baru kyuhyun?" Tanya siwon to the point.

"Ah itu yesung namanya, ia adalah karyawan supermarket yang baru berkerja beberapa bulan yang lalu"

"Mwo?" Mata siwon sedikit terbelalak "Ah baiklah.. Gomawo donghae-ah"

Bip

Siwon menutup sambungannya, ia mengusap surainya secara kasar, bagaimana bisa anaknya berhubungan dengan orang miskin, kesalnya.

Donghae sedikit terdiam saat setelah menerima panggilan dari siwon ahjussi appa temannya tersebut, ia merasakan ada yang janggal dan benar saja.

"yak pabbo" donghae menepuk jidatnya. "Kenapa aku sebodoh ini~ nanti jika siwon ahjussi macam-macam kepada yesung bagaimana" ucapnya panik

"aish pabbo pabbo" donghae memukul-

mukul bibirnya dengan tangannya

"Mianhae kyuhyun-ah yesung-ah" lirih donghae menampilkan wajah ingin menangisnya.

.

.

.

"Yesung-ah ada hyunwoo di sini" Ucap eomma kim kepada yesung yang terbaring di ranjang kamarnya.

'Aish untuk apa dia ke sini' gumam yesung dalam hati.

"Anyeong hyung, aku mendengar kau terluka jadi aku kesini membawakan banyak buah-buahan untukmu.

"Untuk apa membawakanku banyak buah, bukannya kau berkerja kenapa kau kesini?" Tanya yesung dengan dinginnya.

"Aku hanya mampir sebentar sebelum aku berangkat berkerja"

"Yaudah sekarang kau berangkatlah berkerja sebelum terlambat"

"Ne baiklah" hyunwoo membalikan badannya dan keluar dari kamar yesung

.

.

.

Dengan riang kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki supermarket seraya menjingjing(?) kardus kecil yang berisikan cupcake buatannya, dengan cepat kyuhyun menyembunyikan kardus kecil itu di belakang badannya saat ia melihat ada sosok yesung di hadapannya yang tengah sibuk menata coklat ke atas rak.

"Yesungie~saat jam istirahat kau ke kantorku ne" Ucap kyuhyun tersenyum bahagia.

"Ne..." Belum sempat yesung menanyakan hal yang lain lagi kyuhyun malah sudah berlalu dari hadapannya.

"Ada apa dengannya?"Gumam yesung mengeluarkan ekpresi herannya.

"Kau yang bernama yesung kan?" Suara siwon sedikit mengagetkan

yesung, dan yesung pun menoleh.

"Ah anyeong sajangnim" Yesung

membungkuk ramah, ia tau jika orang yang ada di hadapannya ini adalah pemilik dari supermarket ini.

"Untuk apa kau mendekati anakku?"

Tanya siwon begitu dingin.

"Ne?" Yesung bertanya meminta penjelasan lebih dalam lagi atas kata-kata yang siwon lontarkan.

"Appa! Apa-apaan ini" Kyuhyun menarik tangan ayahnya untuk mengikutinya ke kantornya di lantai atas. Kyuhyun memutuskan untuk ke lantai bawah lagi, setelah ia menerima sms dari hyungnya leeteuk yang memberitahukan jika appanya pergi ke supermarket pagi ini.

"Appa ada apa?" Tanya kyuhyun sedikit kesal saat mereka telah tiba di kantor kyuhyun.

"Kau yang ada apa~ appa kan sudah bilang jika kau harus mempunyai kekasih dari kalangan sederajat dengan kita" Ucap siwon dengan nada tegasnya.

"Ck.. sudah cukup appa mengatur kehidupanku, sekarang biarlah aku yang mengatur tentang pasangan hidupku!" Decak kyuhyun kesal.

"Kau keras kepala kyu.. bagaimanapun juga kau harus menurutiku" ucap siwon dengan emosi yang sedikit naik.

"Sudah cukup! Jika appa menyakiti yesung maka tidak segan-segan aku

juga akan menyakiti diriku sendiri" Kyuhyun mulai melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan.

Siwon menghembuskan nafas jengahnya, ia usap wajahnya dengan kasar, kenapa anaknya itu tidak bisa menurut eoh~ tidak mungkin juga ia akan menyakiti yesung karna secara tidak langsung maka ia akan menyakiti kyuhyun juga jika itu terjadi.

.

.

.

"Yesung-ah ikut aku" Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju gudang penyimpanan makanan dan yesung pun mengikutinya dari belakang.

"Kau tidak apa-apa?" tanya kyuhyun yang tengah terduduk di kursi yang ada di dalam gudang tersebut.

"Heum? Tidak, memangnya ada apa?" Yesung balik bertanya dengan mengeluarkan ekpresi kebingungannya.

"Kau~tadi di apakan oleh appaku?"

"Tidak, tidak ada..ia hanya menyapaku saja dan aku menyapanya balik"

"Ah baguslah kalau seperti itu" kyuhyun berusaha tersenyum walaupun raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.

"Kau kenapa kyunie?" Tanya yesung

memiringkan kepalanya imut.

"Anieo~ gwenchana.. kau kembali berkerja saja" Kyuhyun tersenyum

lembut, mengacak surai yesung gemas.

"Baiklah jika memang tidak ada apa-

apa" yesung mulai bangkit dari duduknya dan berlalu dari tempat itu setelah sebelumnya ia tersenyum hangat kepada kekasihnya itu.

"Hah.." Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar, ia acak surai rambutnya frustasi, apa yang harus ia lakukan jika yesungnya benar benar di celakai appanya.

Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke kantornya, sepertinya appanya kini telah pulang itu terbukti dengan ruangan itu yang sekarang kosong tanpa ada mahluk hidup di dalamnya. Kyuhyun mendudukan tubuhnya di kursi kerjanya, ia topang dagunya

dengan tangannya, lagi-lagi ia sedang memikirkan bagaimana cara melindungi yesung agar tidak terluka karna ulah appanya.

Cukup lama~ kyuhyun hanya melamun dan melamun, dengan mengeluarkan

tatapan kosongnya.

Tok tok

Yesung menaikan sebelah alisnya saat tidak ada respon sama sekali.

Ceklek

Yesung membuka pintu itu menampilkan kyuhyun yang sedang melamun.

"Kyunie.."

"Ah ne..?" Kyuhyun sedikit tersentak

kaget. "Kya sungie kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu eoh? Kau mengagetkanku" kyuhyun memegang dadanya dengan telapak tangannya dan berusaha menormalkan kembali pernafasannya.

"Aigoo~ aku tadi mengetuk pintu tapi tidak ada respon, jadi aku masuk saja" sebal yesung mengerucutkan bibirnya.

"A..ah begitu" kyuhyun tertawa kaku.

"Sebenarnya ada apa denganmu kyunie? Kau terlihat aneh" Tanya yesung dengan wajah bingungnya.

"Ah anieo~ tidak ada apa-apa, duduklah aku membawakan sesuatu untukmu" Ucap Kyuhyun tersenyum hangat.

"Apa ini?" Tanya yesung yang melihat kardus kecil yang kyuhyun berikan.

"Buka saja"

"Baiklah~"

"Bagaimana?" Tanya kyuhyun penuh

semangat.

"Apa ini?" Tanya balik yesung dengan ekpresi imutnya.

"Kau tidak tau itu apa?" Tanya kyuhyun berpikir sepositif mungkin.

"Tidak memang ini apa?" Yesung

mengedip-ngedipkan matanya imut.

Plakk

Kyuhyun memukul jidatnya dengan telapak tangannya, padahal di dalam otaknya sudah membayangkan jika yesungnya itu akan terkejut, senang, berkata 'Wah yeuppenda~ kau ternyata pintar membuat kue kyu~' percis seperti yang eunhyuk katakan kepada donghae kemarin tapi apa yang ia dapat dari yesung? Sungguh sangat berbeda 180°.

"Itu cake~ apakah itu tidak terlihat

seperti cupcake" jawab kyuhyun dingin.

"Ah benarkah? Hehe.. aku baru tau" ucap yesung cengengesan.

Tentu saja yesung tidak mengetahui jika itu cupcake karna bentuknya yang sedikit 'absurd' itu membuatnya sama sekali tidak terlihat seperti cupcake, oke ini hal yang wajar karna kyuhyun kan tidak bisa memasak dan lagipula ini pengalaman pertamanya membuat kue jadi wajar saja.

"Ya sudah jika kau tidak mau memakannya tidak apa-apa" kyuhyun mengangkat kardus kecil itu bermaksud ingin membuangnya tapi geraknya terhenti sangat tangan mungil itu menahannya.

"Anieo~ jangan di buang, aku akan memakannya" yesung tersenyum manis membuat kekesalan kyuhyun sedikit memudar.

"Jinjja? Jinjja?" Tanya Kyuhyun mengeluarkan tatapan tidak menyangkanya.

"Ah manis sekali~" Yesung mencolek krimnya dengan menggunakan telunjuknya seraya ternyum bahagia membuat mata sipitnya tenggelam tidak terlihat, sungguh sangat menggemaskan.

"Benarkah?" Kyuhyun meraih tangan yesung dan memasukan telunjuknya yang penuh krim ke dalam mulutnya.

"Yak apa yang kau lakukan" dengan cepat yesung menarik tangannya menjauhi mulut kyuhyun.

"Kau benar sungie-ah krimnya benar-benar manis, apalagi itu dari tanganmu~ jadi tambah lebih manis"

ucap kyuhyun tersenyum penuh kebahagiaan.

Blush

Seketika pipi chubby itu memerah dengan sempurna kyuhyunnya itu paling bisa membuatnya tersipu malu seperti ini.

'Ayolah cepat makan cakenya dan lumuri bibirmu dengan krim itu' kyuhyun terus memandangi yesung dan terus berkata seperti itu di dalam hatinya.

"Kyu kau kenapa?" Tangan mungil yesung mengibas-ngibas di depan wajah kyuhyun membuat kyuhyun seketika tersadar dari lamunannya.

"Ah itu kenapa kau tidak memakan cakenya?" Ucap kyuhyun sedikit tersentak.

"Ah itu~ aku sudah memakannya"

"Jinjja? Tapi kenapa krimnya tidak belepotan" gumam kyuhyun mempoutkan bibirnya.

"Wae?" Tanya yesung penasaran karna melihat kyuhyun tiba-tiba murung.

"Aku.. Kyuhyun mencondongkan badannya dan mendekatkan wajahnya mendeketi wajah yesung, membuat yesung gugup seketika.

"A..apa yang akan kau lakukan kyu~

mpphh.."

Kyuhyun membungkam bibir mungil itu dengan bibir tebalnya, ia hisap dan melumatnya dengan lembut membuat yesung merasa nyaman akan permainan yang akan ia berikan selanjutnya. Kyuhyun memasukan lidahnya menuju goa hangat yesung, mengajaknya untuk bertarung lidah dan di respon oleh yesung, hati kyuhyun bersorak sorai saat ia tau jika yesung membalasnya, lidah kyuhyun terus bergerinjal di dalam goa hangat yesung memintanya untuk bertarung lebih panas lagi, yesung berusaha menyeimbangkan pertarungan lidah itu tapi sial ia selalu kewalahan menghadapi kyuhyun yang semakin beringas melumat bibirnya membuat ia harus memejamkan maniknya dalam-dalam karna sensasi nikmat yang kyuhyun berikan kepadanya.

Mereka menyudahi ciuman panas itu, kyuhyun mengusap saliva yang tercecer di bibirnya "Gomawo baby~" gumam kyuhyun berseringai puas.

Kyuhyun kembali mendudukan badannya di sofa samping yesung.

"Kau pulang bersama siapa hari ini?"

Tanya kyuhyun memecah keheningan.

"Seperti biasa~ dengan teman-temanku, ada apa memangnya?" Tanya yesung heran.

"Nanti kau pulang bersamaku saja"

"Wae? Aku bisa pulang dengan teman-

temanku"

"Yak memangnya kenapa jika seorang kekasih ingin mengantar kekasihnya pulang, apakah itu tidak boleh?" Ucap kyuhyun menekuk wajahnya.

"Ah bukan seperti itu~ tapi.. ah

baiklah"

"Ne.." kyuhyun menampilkan senyum

5 jarinya "Nanti saat pulang kau

datang ke kantorku ne?"

"Siap tuan~" Yesung menghormat membuat kyuhyun tertawa geli melihatnya.

"Kalau seperti itu sekarang aku mau

berkerja kembali ne"

"Baiklah~ jangan lupa saat pulang

nanti kau harus datang ke kantorku"

Kyuhyun kembali mendudukan badannya di kursi kerjanya dan dengan sibuk memilah file yang ada di

tangannya.

"Oppa~" Seorang wanita berteriak dan masuk begitu saja ke dalam kantor kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafasnya malas saat melihat siapa orang yang datang ke kantornya.

"Untuk apa kau ke sini?" Tanya kyuhyun dingin tanpa melihat ke arah orang yang sedang ia ajak bicara itu.

"Aish selalu saja seperti itu~ kau tidak suka aku datang?" Gerutu wanita itu kesal.

"Bukankah kau tau jika aku memang tidak pernah menyukaimu, lagipula perjodohan yang orang tua kita lakukan sudah berakhir, dan aku tidak menyukaimu, beres kan? jadi mau apa kau kesini?"

"Huh oppa jangan galak seperti itu~ aku hanya ingin main saja kesini"

"Apakah kau kesini di suruh appaku?" Tanya kyuhyun tiba-tiba.

"A..ah anieo.." wanita itu sedikit panik dan mengibas-ngibaskan kedua tangannya dengan cepat "keinginanku sendiri yang ingin kesini"

"Kau bohong" sinis kyuhyun membuat kepanikan wanita itu bertambah.

"Ah aww.. oppa tolong aku" wanita itu mencondongkan wajahnya mendekati wajah kyuhyun, meminta tolong agar matanya yang kelilipan di tiupi oleh kyuhyun, trik untuk mengalihkan pembicaraan kyuhyun yang terus memojokan dirinya.

Dengan panik kyuhyun meniupi mata wanita yang menurutnya menyebalkan itu.

"Kyu.." lirih yesung yang melihat kejadian di depan matanya itu, bukankah kyuhyun tadi menyuruhnya untuk ke kantornya jika sudah pulang berkerja? Dan dia menurutinya tapi apa yang ia lihat setelah sampai di kantor kyuhyun? Pemandangan yang ia tidak pernah duga sebelumnya, hatinya mencelos, dengan langkah gontai ia memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu.

"Aish sudahlah" kyuhyun sedikit mendorong bahu wanita itu agar menjauh darinya "kau dasar pembohong, kau tadi hanya pura pura kan? dan bodohnya aku malah terjebak oleh tipu muslihatmu"

"Aish oppa bisakah kau bersikap baik sedikit saja kepadaku" kesal wanita itu menekuk wajahnya.

"Pergilah, aku sedang ada urusan dengan orang lain" Ucap kyuhyun jutek.

"Siapa orang itu? Apakah tidak bisa di undur saja?"

"Orang itu adalah pacarku~ kau puas?" Kyuhyun mendirikan tubuhnya dan melangkahkan kaki keluar kantornya meninggalkan wanita itu yang tengah menganga dengan lebarnya.

Bip

"huaa.. ahjussi kyuhyun sudah

mempunyai pacar~" isak histeris wanita itu saat menelpon siwon.

-"Ah jadi kau tidak berhasil untuk

menggodanya?"-

"Tidaakk.. dia masih sangat dingin seperti dulu~ padahal aku masih mencintainya.. bagaimana ini ahjussi.. hiks.."

-"Mau bagaimana lagi~ mianhae ne, Gomawo karna sudah mau menolongku"-

Bip

Siwon langsung menutup telponnya sebelum tangisan wanita itu memekakan telinganya.

"Ah sial~ rencana pertama gagal, aku harus mencari rencana selanjutnya" Terlihat siwon yang sedang termenung memikirkan sesuatu~ dan seringaian itu kembali tercetak di wajahnya saat ia berhasil menemukan ide untuk rencana berikutnya.

Siwon mengotak-atikan handphonenya untuk menghubungi seseorang.

"Yeobseo~ Kangin-ah"

-"Ne yeobseo~"- jawab kangin di

sebrang line sana.

"Aku ada tugas untukmu"

Kangin adalah pesuruh langganannya jika ia sedang ingin menyingkirkan seseorang atau ingin nyawa seseorang sekalipun, maka kanginlah yang akan ia hubungi.

-"Ah baikalah~ kau menyuruhku untuk menghabisi siapa?"-

"Kali ini tidak perlu sekejam itu, kau hanya perlu menyingkirkannya saja"

-"ah baiklah aku mengerti"-

"Tapi.." perkataan siwon terhenti, seketika memorynya memutarkan lagi kata-kata terakhir yang terlontar dari mulut anaknya, Kyuhyun.

-"tapi apa?"- tanya kangin bingung.

"Kau harus menyingkirkannya secara

lembut"

-"Mwo? buahaha.. yak bagaimana

bisa.."-

"Sudahlah turuti saja, besok kau kerumahku" Siwon memutus panggilannya seraya berseringai.

.

.

.

"Sungie.." panggil kyuhyun yang telah menemukan kekasih mungilnya tengah berjalan di area parkir depan supermarket.

"Yak aku kan sudah bilang saat pulang berkerja kau harus kekantorku" Ucap kyuhyun menggenggam tangan mungil itu.

"Lepaskan~" Yesung mengibaskan tangannya sampai terlepas dari genggaman kyuhyun "Aku bisa pulang sendiri~" Ucap yesung dengan dinginnya "aish eunhyukie kau kemana" runtuknya.

"Eunhyuk telah pulang lebih dulu dengan donghae" ucap hyunwoo yang tiba-tiba muncul.

"Tuhkan temanmu sudah pulang~ jadi kajja kita pulang saja" kyuhyun merangkul bahu yesung namun dengan cepat yesung melepaskan rangkulan kyuhyun dengan paksa.

"Hyunwoo kajja kita pulang bersama~" yesung meraih tangan hyunwoo untuk berjalan bersamanya.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar, ada apa dengan kekasihnya~ bahkan ia lebih memilih pergi dengan orang lain ketimbang dirinya.

"Aish sial! Ada apa denganmu" dengan kesal kyuhyun menendang ban mobilnya untuk meluapkan amarahnya.

.

.

.

"Hyung ada apa denganmu~ kenapa tiba-tiba.." perkataan hyunwoo menggantung saat dengan cepat yesung melepaskan genggaman tangannya. "Apa kyuhyun menyakitimu?" Tanya hyunwoo kemudian.

"Kau tidak perlu tau" ucap yesung dingin.

"Arraseo~ padahal aku sudah melarangmu untuk mendekatinya tapi bahkan kau tidak mendengarkanku dan berakhir seperti ini kan?"

"Diamlah hyunwoo" geram yesung sedikit kesal.

"Ba..baiklah~ kajja bisnya sudah datang" hyunwoo menundukan kepalanya, ia langkahkan kakinya menaiki bis dan di ikuti oleh yesung dari belakang.

Perjalanan mereka di habiskan dengan hanya saling berdiam diri saja, yesung yang duduk di depan dan hyunwoo duduk di paling belakang.

Hyunwoo tersenyum miris menatap punggung yesung, sungguh ia tidak percaya yesungnya masih saja seperti itu walaupun sudah di sakiti oleh kyuhyun, tapi setidaknya ada kemajuan karna dengan jelas yesung tadi mengajaknya pulang bersama, seketika senyuman bahagia tercetak di bibirnya.

'Aku akan membuatmu lebih dekat lagi padaku hyung' ucap hyunwoo dalam hati.

.

.

.

Keesokan harinya yesung berkerja seperti biasanya, tapi ada yang berbeda, senyuman dan tingkah cerianya kini telah berubah dengan kemurungan dan sifatnya yang menjadi dingin.

"Sungie~" kyuhyun berlari kecil untuk menghampiri yesung.

"Kau kenapa?" Tanyanya setelah mendekati yesung.

"Kyu ku mohon jangan ganggu aku~ aku sedang berkerja" Ucap yesung dengan dinginnya.

"Tapi sungie.." Perkataan kyuhyun terputus saat ia lihat orang yang sedang ia ajak bicara lebih memilih berjalan menjauhinya.

"Argh.. ada apa denganmu" geram kyuhyun kesal. "Ok aku harus sabar" kyuhyun mengatur pernafasannya dan memukul-mukul dadanya, ia akan merenungi apa yang membuat yesung marah padanya di kantor.

.

.

.

"Heh kau anak baru di sini?" Tanya meremehkan seorang pria tinggi sedikit gempal kepada yesung yang tengah mendorong troli berisikan ikan segar yang ia bawa dari gudang penyimpanan.

"Aish pabbo~ itu ikan busuk, kau tidak bisa melihatnya" pria yang diduga kangin itu berjongkok dan membuka kotak yang berisikan ikan itu.

"Maaf tuan.. tapi aku tau jika ikan ini masih segar~" Ucap yesung dingin dan kembali mendorong trolinya menjauhi orang itu.

"Aish yak.." kangin sedikit berteriak.

'Aish bagaimana bisa aku menyingkirkan seseorang dengan cara lembut eoh? Aish sangat sulit sekali' gerutunya dalam hati.

"Hyung kau kenapa?" Tanya eunhyuk yang bingung dengan sikap yesung yang seperti itu.

Yesung lebih memilih berjalan tanpa menghiraukan pertanyaan eunhyuk, ia simpan kotak ikannya di atas meja dan dengan hentakan yang cukup keras yesung melayangkan pisau yang ia pegang untuk memotong ikan yang tadi ia bawa hingga menimbulkan bunyi yang sangat keras, mungkin ia sedang meluapkan amarahnya dengan cara seperti ini.

.

.

"Heh pabbo~ yak bagaimana bisa kau menata makanan ini dengan berantakan seperti ini eoh? Pembeli tidak akan mau membelinya jika seberantakan ini, dasar pabbo~ apakah IQ mu di bawah rata-rata sampai membuatmu pabbo seperti ini eoh?" Kangin terus saja berbicara banyak di dekat yesung, tapi yesung tidak menghiraukannya dan lebih baik fokus menata makanan ringan ke rak dengan rapi.

"Hey kenapa kau diam saja? Apakah kau tuli? Orang sepertimu tidak pantas mendekati boss mu sendiri, dasar orang miskin pasti kau mendekati boss mu karna ingin memanfaatkan kekayaannya saja kan? Dasar matre, kau tau jika orang miskin sepertimu itu lebih hina daripada sampah"

"Argh.." Yesung menatap kangin penuh amarah, sudah cukup kini batas kesabarannya sudah habis apalagi kangin mengatainya hanya karna ia miskin, sungguh ia sangat tidak suka jika ada orang yang berperilaku seperti itu padanya.

"Yak hyung-ah ada apa denganmu" teriak histeris eunhyuk berlari ke arah yesung.

"Lepaskan aku eunhyuk aku ingin sekali memukul wajahnya" kesal yesung meronta-ronta.

"Kya~ tolong.. " teriak eunhyuk membuat karyawan supermarket lain mengerubunginya dan ikut menolong eunhyuk untuk menahan badan yesung agar tidak memukul kangin.

"Lepaskan aku.. lepaskan.. aku ingin sekali membunuhnya" teriak yesung semakin penuh amarah dengan tidak hentinya meronta-ronta.

"Oh kau akan membunuhku namja manis" kangin berseringai meremehkan. "Oh tidak.. aku takut" kangin mengeluarkan wajah takut bertujuan mengejek yesung.

"Huaa eottae.. sudahlah yesung kau harus mengalah saja, aku tau kau adalah anak baik-baik" teriak histeris ahjumma karyawan itu.

Keributan sudah tidak terbendung lagi kala yesung semakin beringas meronta dan berteriak dengan kerasnya.

"Aku bilang lepaskan aku.. aku ingin memukulnya.." teriak yesung semakin keras dengan masih meronta-ronta.

Bugh

Sebuah tinjuan secara tiba-tiba melayang kearah wajah kangin,

membuat kangin seketika terpental jatuh ke lantai. Semua orang terdiam tidak percaya 'Hyunwoo' gumam orang-orang di sana secara bersamaan.

.

.

.

"Gomawo~" gumam yesung menundukan kepalanya.

"Gwenchana~ lain kali kau harus berhati-hati lagi, jika ada orang yang mengganggumu kau panggil saja aku" Ucap hyunwoo tersenyum hangat.

Kini keduanya tengah duduk di tangga yang ada di taman dekat supermarket itu saat waktu istirahat tiba.

"Aigoo~ sekarang kalian berdua akrab ne" Eunhyuk tiba-tiba muncul dan menghampiri keduanya.

'Hyung kau lebih cocok dengan hyunwoo' bisik eunhyuk di telinga yesung.

"Aish diamlah"

'Tapi benar hyung-ah hyunwoo selalu baik padamu, tidak seperti kyuhyun yang suka menyakitimu' bisik eunhyuk lagi di telinga yesung.

"Aish diamlah eunhyuk~ aku tidak meminta pendapatmu" ucap yesung dengan nada sedikit tinggi membuat hyunwoo tersadar dari diamnya.

"Ada apa?" Tanya hyunwoo bingung.

"Ah anieo~ gwenchana" jawab eunyuk tertawa kikuk.

.

.

.

"Ah sial orang-orang bodoh itu beraninya mempermalukanku di depan banyak orang" gumam kangin kesal yang sedang berada di gudang bagian belakang penyimpanan berbagai jenis minuman.

"Sudah cukup! Aku tidak bisa menyingkirkannya dengan cara lembut, aku akan menggunakan cara kasar saja~ siwon sajangnim pasti tidak akan marah" seringaian itu kembali tercetak jelas di bibirnya.

Kangin melangkahkan kakinya menuju luar gudang dan betapa ia terkejutnya saat melihat ada yesung yang dengan sibuknya mengangkat kotak yang berisikan buah-buahan di lantai bawah.

Dengan cepat kangin melangkahkan kakinya menuju dalam gudang dan kembali lagi ke tempat semula ia berdiri tadi, dengan tidak segan ia mengangkat satu kotak kardus yang berisikan minuman kaleng untuk ia hempaskan tepat di atas kepala yesung.

"Awass.." Tiba-tiba kyuhyun muncul dan dengan cepat berlari menuju kebaradaan yesung yang sama sekali tidak menyadari bahaya yang mengintainya, dengan keras kyuhyun mendorong tubuh yesung hingga jatuh ke lantai dan...

'Bugh'

...satu kardus berisi minuman kaleng itu berakhir dengan jatuh membentur kepala kyuhyun dengan sangat keras membuat kyuhyun tergeletak tidak berdaya seketika.

Kangin yang tau bahwa ia salah sasaran pun mulai panik dan dengan cepat melarikan diri dari tempat itu sebelum ada orang yang memergokinya, ingatkan jika mereka sedang ada di gudang bagian belakang supermarket ini? Jadi tentu saja di sini sangat sepi.

"Kyuhyun ah" dengan panik yesung menghampiri kyuhyun yang telah tergeletak tidak berdaya, Meletakan kepala kyuhyun di pahanya dan sedikit mengguncang-guncangankan badan kyuhyun berusaha membuatnya tersadar.

"Kyu.. kumohon bagunlah~" isak yesung mulai pecah, ia sangat merasa bersalah dengan sikapnya akhir-akhir ini kepada kyuhyun.

"Kyu..." seketika yesung membelalakan matanya saat ia melihat ceceran darah segar yang mengalir dari kepala kyuhyun membasahi tangan mungilnya.

"Kyu.. kyu.." Yesung semakin histeris dengan tangisannya dan berusaha berteriak meminta tolong dengan kerasnya agar ada orang yang mau mendengar dan menolong kyuhyunnya.

.

.

.

.

~TBC~

Maaf yah readersdeul cahp ini lama

publisnya abisnya ada masalah dengan ffn yg error terus bikin aku males buat lanjutinnya xD hahaha

*plakk

Maaf yah kalau ceritanya makin gaje, membingungkan dan sederet keburukan lainnya yang ada di cerita ini, mianhae~ *bow

Review nya please~ Review gak butuhin waktu lama qo~ mungkin 1 menit aja sudah jadi gak kayak nulis ff nya yg membutuhkan waktu berhari2. Jadi kumohon untuk kalian menghargai usaha ku dengan hanya memberikan tanggapan akan ff ini melalu review saja :)

Thanks buat yang udah review~ maaf

gak bisa bales satu2 tp aku selalu baca review kalian qo^^ apalagi yg

reviewnya dengan nada yg lucu2 aku

suka :* hihi...