"Baiklah , saatnya pembalasan dendam. Apa ini ? apa semuanya dipenuhi dengan grafik dan gambar-gambar mobil yang sangat membosankan? Dasar pembisnis !"Cibir Hinata . CLIK "Baiklah , save photo , selesai !" .

"Ini ponsel anda Tuan , kalau begitu aku pergi dulu..Jaa nee ..!" , "Baiklah , good luck !" , "Thanks.. !"Hinata menjawabnya cepat . Naruto yang masih sarapan melihat kepergian Hinata sampai tak terlihat lagi , dengan cepat ia habiskan sarapannya , membawa bentonya dan pergi dengan lagi jika bukan kedirektur rumah sakit yang akan dilamar Hinata . Selain mengelola dibidang otomotif , perusahaannya juga mengelola dan memenuhi pesanan alat rumah sakit , nah dengan begitu ia bisa mengancam pihak rumah sakit untuk menerima Hinata , jika tidak ia akan menyetop pemasukan barang-barang yang diminta . Lagi pula , Dirut. RS itu adalah temannya , Rock lee .

"Hey Hinata !" terdengar semacam teriakan saat Hinata berjalan menuju pintu besar RS itu , "Kak Neji !?" Hinata berbinar , sungguh Ia sangat rindu dengan kakak sekaligus seniornya ini , "Ya , aku Neji dan aku juga merindukanmu , apa yang kau lakukan disini ?" , "Seperti yang kakak lihat.."Sambil menganggkat beberapa berkas , "Ohh , melamar pekerjaan bukan ? sepertinya saat ini , sedang tidak ada lowongan untuk spesialis Saraf , yah maafkan aku , aku tidak bisa mem.." , "Ada apa ini ? aku kesini untuk melamar kak . Lagipula itu tidak apa-apa , aku lebih suka hasil keringatku sendiri.." sambil senyum dan mengepalkan tangannya . "Baiklah kalau begitu semoga berhasil ya ! Aku harus pergi sepertinya temanku memanggilku" , "thanks.. oh baiklah , Jaa" , "Jaa, aku akan menemuimu nanti" jawab Neji sambil berlari . 'Baiklah , kita mulai Hinata!' pikiran HInata .

"Naruto? Aku tadi melihat Hinata mengapa kalian tak bersama? Bertengkar?" , "Ahh , bukan apa-apa , apa Lee ada didalam sekarang ?" , "Dia bukan tipe yang suka tidak masuk kerja , he?", "hahaha , tentu saja !" , "Aku melihat Hinata terlihat lebih manis sekarang , apa kalian telah melakukannya?", "Nanti aku ceritakan ! aku buru-buru!" teriak Naruto sambil sedikit berlari .

"Tuan , ada yang ingin.." , "LEE !" teriakku memasuki ruangannya dengan lantang , "Naruto?" kami bertatapan , "Saya permisi.." , "WHAHAHA" kami tertawa bersama . "Bagaimana kabarmu , wahai pengantin muda?!" , "Hahaha , kau sama saja seperti lainnya , mesum!" . "Haha , jika tidak saling mesum maka kita tidak akan bisa seperti ini , bukan ?" , "WHAHAHA" pecah lagi tertawaan mereka .

"Baiklah , baiklah . Nanti akan kuceritakan hal menariknya kepadamu . Sekarang Aku butuh bantuanmu" , "Itu janjimu , baiklah katakan!" . "aku ingin kau menerima lamaran Hinata disini" , "Hinata? Adik Neji ? melamar disini?" , "Ya , Dia juga adikmu kan?" , "Hanya itu saja? BHAHAHA" sekarang Neji yang tertawa sendiri , "kau tak perlu repot-repot datang kemari , baka ! kau cukup menghubungiku , apa ponselmu rusak?" , "Hahaha , aku juga rindu padamu , makanya aku kemari.." , Mereka saling berpandangan kemudian berpelukan , 'aku menyesal mengatakan itu tadi'pikir Naruto .

"Baiklah , Lee . Sepertinya Hinata akan segera kemari . Tolong jangan bilang aku kemari" , "Oke . Serahkan padaku , Naruto!" . CLEK .Naruto keluar ruag Lee , Ia melihat Hinata dari kejauhan sedang mengobrol dengan seseorang yang mungkin melamar disini juga . Aku lantas berbelok dan pergi kekantorku . 'Masalah selesai . Nanti siang , Aku pasti melihat Hinata tersenyum' pikirnya . Mobil Hitam itu melaju .

Waktu makan siang tiba dan Naruto kembali kerumah , Ia sangat bahagia sekarang karena pasti Hinata juga bahagia diterima diRS yang dilamarnya . Namun..

"Tadaima, oh Hinata , bagaimana hasilnya? , kenapa kau terlihat murung? Apa yang salah ?" , "Anda Tanya apa yang salah?" , "Kau.. ada apa denganmu?"melihat Hinata yang melotot kearahnya , "Anda yang salah , Tuan Naruto ! Apa Anda tahu apa kesalahan Anda?" , "Kesalahan apa?" , "Anda tak usah belagak tak tahu apapun , kak Neji mengatakan bahwa Anda juga berada diRS tempat aku melamar tadi dan Anda bertemu dengan Kak Lee , apa aku perlu menjelaskan semua?" Tanya Hinata dengan nada yang sedikit tinggi . "Dengar Hinata.." , "Aku tak butuh bantuan Anda ! bukankah sudah kubilang Aku bisa sendiri dan tak perlu mengkhawatirkanku! Aku tahu disana tidak ada lowongan untuk spesialis sepertiku , karena Anda seorang dokter dipecat demi aku ? Dimana hati Anda ?!" , "Hinata , aku hanya…" , "aku benci Anda , berhentilah bertingkah baik kepadaku dan jangan campuri urusanku lagi ! Ini semua ..semua ahhh semua ini menjijikkan , aku tak butuh Anda peduli terhadapku !"

Naruto terdiam , ini tidak seperti rencananya , Dia semualanya hanya ingin membuat Hinata tak capek-capek mencari pekerjaan . Lagipula Dia mana tahu bahwa spesialis seperti Hinata tak ada lowongannya disana. CLEK bunyi pintu kamar Hinata dengan agak sedikit keras wanita itu menutupnya .

Sudah 3 hari mereka tidak melakukan komunikasi , sama sekali tidak melakukan komunikasi . Naruto sekarang bangun lebih cepat dan berangkat lebih cepat kekantor , bukan tidak menyiapkan hanya saja bento yang disiapkan Hinata belum selesai tapi Naruto sudah pergi . Sakit hati itu yang dirasakan Naruto , apa semua marahan itu pantas diterimanya? . Entahlah.. Hinata ? Ia bahkan ingin sekali meminta maaf pada Naruto namun ada rasa canggung dihatinya lagipula tak ada waktu untuk berkomunikasi dengannya . Naruto selalu pulang larut malam , dan tak pernah mengucapkan salam ketika pulang seperti yang Ia lakukan waktu Hinata memarahinya . Sebenarnya Naruto juga ingin sekali berbicara pada Hinata , namun mengingat bahwa Hinata sendirilah yang mengatakan untuk berhenti mencampuri urusannya , apa boleh buat ?

Dan pagi ini juga Bento Hinata kalah cepatnya dengan kepergian Naruto kekantor . Hinata mulai khawatir dengan Naruto , 'apa dia ingat makan ketika sedang bekerja?' pikirnya . Ia ingin sekali mengantar bento ini , namun 'apa NAruto menerimanya nanti ?' pikirnya lagi . Namun .. semalam Ia melihat Naruto yang terus saja batuk dan langsung tidur dengan pakaian kerjanya disofa , Ia menjadi sangat kasihan 'karena aku NAruto jadi begini' pikirnya lagi . Ia ambil ponselnya , "Halo Kak Neji , apa kau sibuk ?" , "Tidak , Kau tahu dimana Naruto bekerja? Bisakah kau antarkan aku kesana , kak ?" , "Baiklah , aku tunggu. Jaa" .

Hinata melangkahkan kakinya kegedung bertingkah 40 itu , ia sangat takjub melihat tempat kerja suaminya itu . Orangnya sangat ramai dan berpakaian rapi . Ia bisa melihat bagaimana sebuah mobil dan alat-alat lainnya dibuat ketika Ia menaiki Lift . "Nyonya Uzumaki Hinata, benar ?" , Hinata menoleh . "Aku Sai , aku Sekretaris Tuan Naruto , aku mengenali Anda karena Walpaper ponsel Tuan Naruto adalah gambar Anda" Hinata membesarkan matanya , Ia sangat terkejut . "Mari Saya antarkan keruangan Tuan Naruto, Nyonya".

TOK TOK "Tuan , Nyonya ingin bertemu dengan Anda" , 'apa ?Nyonya katanya ?Hinata?' , "Aku tak ada waktu bercanda denganmu Sai !" jawabku ketus dan terus mengerjakan perkerjaanku . "Aku tak bercanda Tuan . Apa Anda tak mempersilahkannya masuk?" jawab Sai datar . 'yang benar saja , Sai bodoh ! Aku mana mungkin tak mengijinkan Istriku masuk , dasar Baka !' rutukku . "Masuklah" walaupun susah mengucapkannya karena ada rasa canggung , rindu , kesal bercampur semua namun aku tetaplah suaminya .

Dan terlihatlah Malaikat jiwaku disana , berpakaian sopan namun tetap cantik , Ia memakai rok tanggungnya yang membuat Ia menjadi terlihat tinggi dan memakai kaos lengan panjangnya ditambah lagi rambutnya yang diikiat setengah dengan rapi . 'Hinata..' . "Aku permisi Tuan dan Nyonya" Sai keluar dan menutup pintu . Hening . Aku tetap sibuk dengan pekerjaanku dan beberapa berkas yang harus kulihat dan kutandatangani. Ia? Ia menatapku datar walaupun jelas Ia juga terlihat sedikit gugup . Ia berjalan kearahku dan duduk dihadapanku .

"ehem, apa Aku mengganggumu , Tuan?" , Aku diam dan sama sekali tak menoleh kearahnya . "Sepertinya iya , Aku kesini mengantarkan bento Anda. Aku mengkhaw.." perkataannya terputus . "Aku taku.." , Ia menggeleng dan menarik napasnya , "Aku prihatin kepada kesehatan Anda" dia menunduk . Kulihat Dia dan kuambil Bento kuning itu . Aku memakan isinya , kebetulan Aku memang belum makan dari semalam . "Maafkan Aku.." ucapnya lirih. "Untuk apa?" jawabku santai sambil terus melihat kearah laptopku , sesekali kulihat kearahnya .

"Kejadian waktu itu.." , "Aku tak ingin mengingatnya lagi" jawabku cepat . "Tapi Aku telah mengu.." , "Apa Kau tak mengerti ? Aku tak mau mengingatnya lagi !" jawabku agak meninggikan suaraku . Hening lagi . Aku hanya tak mau mengingat itu lagi , jika Aku mengingatnya maka kekesalanku dan rasa bersalahku akan duel lagi didalamku . Kusodorkan undangan kepadanya dan kembali bekerja .

"Aku akan menjemputmu jam 6 sore , kau bersiaplah dirumah .." dia menegakkan kepalanya dan melihat ada undangan dihadapnnya . Ia melihat undangan tersebut dan membacanya . Ia sedikit kaget , kelihatannya . "Terimakasih untuk bentonya , Aku ingin bekerja sekarang.." Ucapku , mungkin ini seperti mengusirnya dengan halus namun Aku tak tahan melihatnya sedih begini .

"Baiklah . Aku pergi.." Ia mengelap mukanya 'sepertinya tadi Ia menangis..' pikirku . Ia sampai didepan pintu dengan cepat Aku bangkit dan menangkap tangannya lalu kutarik Dia kepelukanku . Aku tak mempedulikan rasa kesalku tadi , yang penting Dia berhenti menangis dan memaafkanku karena sudah membuatnya menangis . Kueratkan pelukanku menyalurkan kerinduanku kepadanya , Ia juga membalas pelukanku dan semakin mempernyaman kepalanya yang rata dengan bahuku .

Kurasakan bajuku yang mulai basah , "Hey sudah jangan menangis lagi.." sambil kuelus-elus rambutnya 'Kenapa aku menjadi bahagia seperti ini ya?' pikirku . "Maafkan Aku." Ucap Kami bersama . Kami terdiam . "Kau tak salah , Hinata.." ucapku pelan . "Tapi.." , "Waktu itu , Kau hanya emosi dan merasa kasihan dengan dokter yang kau gantikan tempatnya . Aku mengerti. Jangan lagi menangis , oke . Maafkan Aku.." ucapku . Dia diam , "Sebenarnya dokter itu adalah Kak Neji , Ia dipindahkan kecabang lain.." , "Lalu?" , "Aku terkejut dan takut dia marah padaku" , "tapi kenyataannya tidak bukan?" Ia mengangguk .

"Baiklah , hapus air mata ini, dan mulailah persiapkan segala sesuatunya .." ucapku sambil mengelap air matanya dengan tanganku . Ia menampilkan senyumnya yang bisa membuatku meleleh . "Aku akan mengantarmu pulang.." , "Tidak usah , Kak Neji ada dibawah menungguku" , "Kalau begitu biar kuantar samapai bawah.." .

Kami berjalan bersama , Aku melihat kearahnya , sangat berniat memegang tangannya dan berjalan selayaknya suami-istri , ini diperusahaanku bukan ? semua karyawanku pasti tahu posisiku . Namun kurasakan tanganku hawanya berbeda kali ini , 'Hinata?' dia ternyata sudah diluan memegang tanganku. "Bolehkah?" pandangnya kearahku . "o-oh tent-tentu saja.." jawabku gugup , kami bejalan bersama . Aku melambaikan tangan kearah mereka . Senyum jelas terukir indah dibibirku.

TBC

Yup ! Konflik ! tapi cepat banget endnya ! maaf , aku mmg gak bisa buat NaruHina itu terlalu lama terbelenggu konflik itu sama saja menyiksaku . Hehehe . So.. Silahkan review minna ! Satu review sejuta semangat ! (Membungkukkan badan )