Our Story

Masashi Kishimoto

Pair: NaruHina / Slight SasuSaku, SaiIno, ShikaTema

Warning: AU, OOC, Typo, no EYD, Pasaran, ABAL

Rate : T

Friendship/Romance

.

.

.

Chapter 4

.

.

.

Matahari mulai memunculkan diri, sinarnya mampu menembus tirai jendela pada kamar pemuda bersurai pirang bermata biri sebiru samudera –Uzumaki Naruto. Naruto terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Ia kembali mengingat betapa bahagianya Ia saat kencan bersama kekasihnya –Hyuga Hinata- tak terasa sudah hampir seminggu mereka menjadi sepasang kekasih, namun kebahagiaannya seolah kurang sempurna kala mengingat sahabatnya –Uciha Sasuke- dengan kekasihnya – Haruno Sakura yang kemarin berpisah karena-

Flashback

Dimalam lima laki-laki -Naruto, Sasuke, Shikamaru, Sai, kiba- dan empat perempuan-Hinata, Sakura, Ino, Temari- tengah berkumpul di sebuah Caffe –Akatsuki Caffe- mereka sedang merayakan hari jadinya sepasang kekasih yang beberapa hari lalu resmi menjadi sepasang kekasih –Uzumaki Naruto dan Hyuga Hinata- mereka sedang asik mengobrol dan menggoda pasangan baru itu.

"Ne, Hinata apa saja yang terjadi saat Naruto menyatakan perasaannya padamu?" Tanya Kiba

Hinata yang ditanya seperti itu hanya menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah total. Karena tidak mungkin Hinata menjawab 'aku dan Naruto-kun ketahuan berciuman oleh kakek Naruto-kun ditaman.' Naruto yang sepertinya memiliki pemikiran yang sama seperti kekasihnya juga memiliki semburat merah dipipinya. Naruto mencoba menolong Hinata.

"sudahlah Kiba, lebih baik kau cari kekasih lagi. Kau sudah hampir satu tahun di tinggal oleh Sara. Move on Kiba.. Move on.." ucap Naruto sambil membalas godaan dari Kiba sebelum-sebelumnya. Kiba yang mendengar ucapan Naruto mendecih kesal.

"Cih, aku sudah lama move on maniak ramen! Hanya saja belum ada gadis yang menarik perhatianku lagi." Ucap Kiba dengan wajah kesal. Teman-teman mereka hanya tertawa melihat adu mulut anatar Kiba dan Naruto.

"Apa kau sudah tidak suka perempuan lagi, Kiba?" Tanya Sai sambil memberi senyum, senyum yang menjengkelkan. Naruto tertawa keras mendengar ucapan Sai.

"Ahahaha.. Kiba, kalau kau sampai tidak suka lagi dengan perempuan aku akan menyadarkanmu dengan koleksi majalah milik Kakekku." Ucap Naruto sambil tertawa.

"Apa!? Aku masih normal eh maniak ramen, mayat hidup!? Ucap Kiba dengan perempatan yang muncul di jidatnya. Awalnya Naruto dan Hinata yang digoda habis-habisan kini sekarang dirinya yang digoda.

"Hinata-chan, bisa anatar aku ke toilet?" Tanya Sakura.

"Uhm, Ino-chan, Termari-senpai. Aku dan Sakura ke toilet dulu ya sebentar." Ucap Hinata dan dibalas dengan anggukan oleh Ino dan Temari.

"Rusa, kau tidur?" Tanya Temari yang melihat kekasihnya –Shikamaru- tidur dengan melipat tangan sebagai bantal.

"Shikamaru, aku heran. Apa kau tidak pernah tidur kalau dirumah? Di kelas kau tidur, di kantin kau tidur, setelah latihan kau tidur, dan setelah makan kau tidur. Apa kau melakukan sesuatu tiap malamnya?" Tanya Kiba penasaran.

"Mendokusai, aku tidur agar otakku semakin cerdas. Bulan depan kita akan ujian kenaikan kelas." Ucap Shikamaru sambil tidur kembali. Yang lain hanya sweatdrop mendengar tanggapan Shikamaru yang tidak masuk akal. Padahal kalau ingin naik kelas hanya perlu belajar, bukan tertidur terus-menerus.

"Sasuke-kun!" ucap seorang gadis bersurai pucat bersama seorang laki-laki bersurai merah dengan tato Ai di jidat bagian kirinya. Tiba-tiba perempuan itu mendatangi Sasuke dan memeluknya. Sasuke hanya diam saja, dan teman-temannya melihat Sasuke dengan terkejut.

Sasuke melepaskan pelukan perempuan itu dengan memegang bahu perempuan itu dan mendorongnya.

"Ada apa denganmu Shion?" ucap Sasuke datar.

"Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi Sasuke-kun?" Tanya perempuan yang bernama Shion itu. Teman-teman Sasuke terkejut dengan apa yang diucapkan perempuan itu.

Sasuke terdiam, Ia malas untuk berbicara hal seperti ini di depan teman-temannya karena baginya itu terlalu pribadi.

"Akan ku buat kau mencintaiku lagi Sasuke-kun." ucap Shion lalu menarik kepala Sasuke dan mencium bibirnya. Sasuke terkejut dengan apa yang terjadi dan semua orang terkejut dengan apa yang mereka lihat.

Laki-laki berambut merah yang berdiam diri melihat apa yang dilakukan temannya –Shion- hanya mematung terkejut.

Sasuke langsung melepas ciuman sepihak itu.

"Ada apa denganmu?" Tanya Sasuke dengan tatapan tajamnya. Tiba-tiba ada pesan masuk pada ponsel Sasuke.

Sasuke langsung membuka pesan itu, Sasuke sangat terkejut. Iya bergumam lirih. "Sakura.."

'Sasuke-kun kita putus.' Begitulah pesan dari Sakura. "pasti Sakura melihatnya" Batin Sasuke.

Sasuke langsung berlari keluar caffe. Naruto yang melihatnya berlari tidak sempat memanggil Sasuke karena Ia melihat seseorang yang familiar.

"Ga-Gaara?" ucap Temari

"Gaara? Ah kau laki-laki yang tidak jadi masuk Konoha Junior High School itu ya?" ucap Naruto yang terkejut.

"Naruto, kau mengenal adikku?" ucap Temari. Shikamaru yang tidak ditanyai apa-apa namun mengenal laki-laki itu adalah adik kekasihnya hanya diam memandang menunggu waktu yang tepat jika ada masalah yang akan terjadi.

"adikmu?" batin Naruto "Aku pernah melihatnya saat aku masih SMP, namun kata guru dia tidak jadi bersekolah di Konoha Junior High School." Ucap Naruto

.

.

.

Sasuke sudah berada di depan Caffe, dia menemukan Hinata berdiri di depan Caffe dengan tatapan sedih menghadap jalanan.

"Hinata, dimana Sakura?" Tanya Sasuke. Hinata menoleh ke arah Sasuke

"Sa-sakura-chan langsung pergi saat melihat-" ucap Hinata terpotong dengan sudara decihan Sasuke.

"Cih, dia salah paham." Sasuke bergumam.

"Hinata, ayo masuk. Karena kau sahabat Sakura, kau harus tahu apa yang terjadi tadi." Ucap Sasuke datar. Hinata hanya menganggukan kepala.

.

.

.

Sasuke dan Hinata sudah duduk pada tempatnya sebelumnya. Ditambah Shion dan Gaara.

"Segera jelaskan Sasuke. Aku sahabatmu sedari kita masih sangat kecil tapi kau sama sekali tidak pernah memberitahuku tentang ini" Ucap Naruto datar. Saat Naruto memanggil Sasuke dengan nama 'Sasuke' itu berarti Naruto sedang serius. Sakura adalah teman dekat Naruto setelah Sasuke, tentu karena Naruto mengenal Sakura sejak SD maka Ia sangat marah saat Sakura di sakiti.

Hinata yang melihat kekasihnya marah langsung memegang tangan Naruto guna menenangkannya, Hinata yang melihat bahu Naruto yang sudah tak setegang tadi akhirnya bisa bernafas lega karena kekasihnya sudah tidak seemosi tadi.

Sasuke menghela nafas dan menatap datar pada semuanya.

"Dia mantan kekasihku saat SMP?" ucap Sasuke datar.

"Apa kau masih mencintainya?" Tanya Naruto datar.

"Tidak." Jawab Sasuke cepat. Shion yang mendengar itu langsung pergi meninggalkan semua pembicaraan yang menyangkut dirinya.

"Mendokusai. Hei kau, cepat urus perempuan yang kau sukai itu, tidak baik perempuan malam-malam sendirian diluar sendirian" ucap Shikamaru dengan nada malas. Gaara langsung pergi tanpa ekspresi dan tanpa mengucapkan apa-apa.

Naruto menatap Hinata, seolah mengerti, Hinata mengangguk. "Aku dan Hinata akan membantumu menyelesaikannya." Ucap Naruto santai.

Flashback Off.

Naruto segera mandi, untuk bersiap menjemput Hinata dan menyiapkan mentalnya bertemu kembali dengan calon mertuanya yang dingin dan datar. Ia sangat ingat bagaimana atmosfer dirumah Hinata sewaktu Ia pertama kali main kerumah Hinata. Dingin. Datar. Tegang.

Setelah selesai mandi Naruto segera mengenakan pakaiannya. Naruto mengenakan kemeja putih sedikit bercorak api berwarna hitam, mengenakan kaos dalaman berwarna hitam dan mengenakan celana jeans hitam. Naruto langsung menuju meja makan untuk meminum segelas susu dan memakan 2 lembar roti. Sebelum berangkat Naruto mengirim pesan pada Sasuke "Teme, aku dan Hinata akan membawa Sakura ke taman Konoha. Segera selesaikan masalahmu." Isi pesan Naruto.

.

.

.

Hari ini Naruto menggunakan mobil pemberian Jiraiya. Jiraiya memberikannya mobilnya, mobil itu memang bukan mobil keluaran baru namun design dari mobil itu cukup modern dari produsen Mitsubishi 'Lancer Evolution VI' karena Jiraiya ingin membeli mobil baru untuk mencari teman hidup yang baru karena sudah bosan hidup sendiri tanpa pendamping hidup. Naruto sudah berada di depan gerbang rumah Hinata. Naruto segera menekan bel. Tak lama seorang pelayan membuka gerbang.

"Naruto-sama, silahkan masuk. Hiashi-sama telah menunggu diruang tamu." Ucap sang pelayan

Glekk.

Naruto menelan ludah begitu mendengar ucapan sang pelayan.

"Ba-baik." Ucap Naruto segera masuk mengikuti pelayan.

.

.

.

Sesampainya di ruang tamu Naruto sudah bisa mengetahui siapa yang sedang duduk membelakanginya.

"Hiashi-sama, Naruto-sama sudah datang." Ucap sang pelayan yang dibalas dengan anggukan. Hiashi berdiri menghadap Naruto.

"Silahkan duduk Naruto." Ucap Hiashi datar.

"H-hai." Ucap Naruto sopan dan langsung duduk tenang.

Naruto yang di tatap datar Hiashi semakin gugup karena Hiashi tak berbicara apa-apa. "Ehm." Hiashi berdehem. Naruto langsung menatap Hiashi dengan serius karena sadar bahwa Hiashi akan membicarakan sesuatu.

"Jangan memasang wajah takut seperti itu padaku. Aku tidak mau Minato dan Kushina tidak tenang milihat kau takut pada ayah kekasihmu." Ucap Hiashi datar. Saat pertama Naruto datang ke rumah Hinata, Hiashi bertanya pada Naruto tentang marganya. Naruto menceritakan bahwa sebenarnya Ia adalah seorang Namikaze namun karena Ia dirawat oleh sepupunya –Nagato dan Karin- yang bermarga Uzumaki, maka dari itu Naruto yang sudah menganggap Nagato dan Karin sebagai saudara kandung, ikut menggunakan marga Uzumaki, namun tak melupakan jati dirinya sebagai seorang Namikaze.

"H-hai" ucap Naruto yang agak tenang.

"Naruto-" ucap Hiashi namun berhenti karena Hiashi melihat putrinya sudah siap. Naruto yang melihat Hinata terpaku sesaat karena melihat Hinata dengan kaos berlengan panjang berwarna pink bercorak bunga sakura berwarna putih dan celana jeans hitam dan rambutnya di buat pony-tail. Naruto terpaku melihat Hinata yang berpenampilan berbeda, dari yang biasanya feminim kini agak sedikit tomboy namun tidak pernah menghilangkan kata 'manis' dan 'cantik' di otak Naruto saat melihat Hinata.

"Naruto, jangan pulang lebih dari jam 10 malam bila kau ingin restu dariku." Ucap Hiashi datar dan segera meninggalkan Naruto dan Hinata.

"Eh.." Naruto terkejut. "apa aku tidak salah dengar?" Batin Naruto.

"Na-naruto-kun." panggil Hinata. Hinata ingin bertanya apa saja yang dibicarakannya bersama ayahnya, namun Hinata mengurungkan niatnya untuk bertanya merasa itu adalah pembicaraan laki-laki.

"I-iya" ucap Naruto yang gugup dengan penampilan Hinata yang berbeda.

"A-ayo berangkat." Ucap Naruto masih gugup.

Naruto dan Hinata ke rumah Sakura untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

.

.

.

Naruto dan Hinata sudah berada di depan rumah Sakura, Naruto langsung menekan bel. Tak lama Sakura keluar dari balik pintu.

"Naruto? Hinata? ada apa? Kenapa tidak memberi kabar kalau ingin mampir? Tanya Sakura

"Bukan kejutan kalau memberi kabar" ucap Naruto santai

"Kejutan apa? Ayo, mari masuk dulu." Ajak Sakura.

.

.

.

Mereka kini duduk diruang tamu dan Sakura sudah datang setelah mengambilkan suguhan untuk Naruto dan Hinata.

"Jadi kejutan apa yang kalian siapkan?"

"Bukan kejutan kalau kami memberitahumu Sakura." Ucap Naruto

"sebaiknya kau bersiap, aku akan membawamu pada kejutan itu." Ucap Naruto. Hinata hanya diam sambil memandang Naruto. Sambil berharap rencana Naruto berhasil.

"Baiklah aku akan bersiap." Ucap Sakura ragu, iya khawatir ia akan di kerjai, tapi begitu melihat ada sahabatnya –Hinata- keraguan itu berkurang.

.

.

.

Mereka sedang di perjalanan didalam mobil.

"Naruto, kenapa kau tidak pernah membawa mobil sebelumnya?" Tanya Sakura yang heran sejak kapan Naruto mulai membawa mobil.

"Sejak lusa kemarin Jii-san memberikan mobilnya ini padaku, katanya dia ingin membeli mobil baru untuk mencari teman hidup. Dasar kakek mesum." Naruto mendengus setelah menjawab pertanyaan Sakura.

"Bukan kau juga mesum Naruto?" ucap Sakura seenaknya sambil terkikik

"Semua laki-laki punya sisi mesumnya masing-masing Sakura" ucap Naruto hati-hati karena ada Hinata

"Nah, kita sampai." Ucap Naruto.

"Taman Konoha? Buat apa kau memberi kejutan di sini?" Tanya Sakura

"Sebelumnya, aku akan menjelaskan kejadian kemarin malam." Ucap Naruto tenang. Sakura yang mendengarnya sudah merasa malas.

"Sudahlah, tidak perlu di jelaskan, aku sudah bosan dengan masalah itu." Ucap Sakura mulai kesal.

"Kalau kau bosan, dengarkan penjelasanku, dan kau harus menyelesaikan penjelasannya nanti." Ucap Naruto.

"aku sudah tidak mau melihatnya. Cepat jelaskan aku mau pulang." Ucap Sakura kesal.

Naruto menjelaskan pada Sakura, Sakura hanya diam.

Naruto sudah menjelaskan pada Sakura. Hinata membujuk Sakura untuk menemui Sasuke.

"Ayolah, Sakura-chan, jangan kau coba ingat kejadian kemarin, cobalah kau ingat bagaimana kebersamaan kau dan Sasuke-san. Apa sebelumnya Sasuke-san pernah berselingkuh? Tidak kan? temuilah Ia di balik sana. Kalau dia tidak mencintaimu dia tidak akan menampakkan wajah masam itu" Ucap Hinata sambil menunjuk tempat Sasuke yang sedang berdiri bersama kekasihnya.

"Baiklah." Ucap Sakura.

Sakura dan Hinata segera menghampiri tempat Naruto dan Sasuke.

.

.

.

"Baiklah, kami tinggal sebentar, kami tidak bisa ikut campur terlalu jauh." Ucap Naruto meninggalkan Sasuke dan Sakura.

.

.

.

"Jadi apa yang ingin kau jelaskan?" Tanya Sakura ketus.

"Aku mencintaimu." Ucap Sasuke melenceng dari pertanyaan Sakura.

"Aku sangat mencintaimu, Haruno Sakura. Dia hanya mantan kekasihku yang meninggalkanku dulu saat SMP." Ucap Sasuke dengan mata sendu. "Namun, saat kau mulai mengganguku, secara perlahan kau menghapusnya sampai tidak tersisa sedikitpun di hatiku dan menggantikan posisinya." Ucap Sasuke. "kembalilah Sakura" ucap Sasuke lembut sambil menahan air mata. Ia tidak boleh menangis. Karena tidak sangat Uciha.

"…." Sakura hanya terdiam menunduk. Bahunya bergetar menagis diam.

"Sakura-" panggil Sasuke namun terhenti saat melihat bahu Sakura bergetar. Sasuke berjalan mendekat dan membenamkan kepala Sakura di dada bidangnya.

"Maafkan aku, membuatmu menagis." Ucap Sasuke sambil mempererat pelukannya.

"Aku..juga.. masih... mencintaimu Sasuke-..kun. tapi rasanya sakit... disini" ucap Sakura yang mulai agak tenang dan menggenggam erat dadanya.

"Maafkan aku. Aku akan menghilangkan sakit itu, jadi tetaplah bersamaku." Ucap Sasuke lalu melepaskan pelukannya. Menatap wajah Sakura, Sasuke menghapus jejak air mata di wajah Sakura dan-

Chupp

langsung mencium bibir Sakura.

.

.

.

Di tempat lain. "Hinata-chan aku juga mau seperti itu." Rengek Naruto seperti anak kecil. Hinata Langsung memerah total wajahnya.

"Na-naruto-kun, me-me-me" ucapan Hinata berhenti melihat wajah Naruto mendekat dengan tatapan yang lembut "sum" ucap Hinata tergagap gugup. Hinata merasakan hembusan nafas Naruto dan mencium aroma citrus milik Naruto. Wajah Naruto mendekat, dekat, dekat. Hinata memejamkan matanya dan Hinata merasakan benda lembut dan hangat menempel pada bibirnya dan melumatnya dengan lembut. "bibir Naruto-kun sangat lembut dan hangat." Batin Hinata. "Hinata yang memabukkanku atau aku semakin parah tertuluar Ero Jii-san" batin Naruto.

TBC

Silahkan review. Jaa