Chapter 4
(In My Dream You With Me)
Main cast : Sehun EXO,Luhan
Hunhan
Irene RV,Baekhyun EXO,Chanyeol EXO
GS
GENDERSWICH
.
Rate : M
.
PS : ini khusus buat yang suka gs yang gak suka silahkan tinggalkan fanfic ini,saya baru pertama kali membuat fanfiction harap di maklum
AUTHOR
di dalam lift sehun terus tersenyum sambil sesekali melihat berkas yang dia pegang bagaimana bisa dia membayangkan gadis lain sedangkan dia sudah memiliki istri yang tak kalah cantik.
hari ini hari menyenangkan bagi luhan tak ada masalah apapun di tempat kerjanya diapun tak membuat kesalahan dia sangat bersemangat memgerjakan pekerjaannya sesekali dia melirik jam yang menempel di dinding.
Chanyeol berjalan menghampiri luhan dan berdiri tepat di depan luhan membuat luhan mendongak menatap chanyeol 'kenapa pria pria disini tinggi sekali makan apa ibunya saat mengandung' luhan mengerjap memikirkan banyak hal di kepalanya,chanyeol yang merasa di perhatikan dia menjetikan jarinya di depan wajah luhan membuat si gadis tersadar dan buru buru membungkuk.
"maaf tuan..."
"Park Chanyeol"
"maaf tuan park chan-chan-ye-ol YEEEEEE" ucap luhan menjerit setelah dia mengetahui nama pria jangkung itu,sedangkan pria di depannya hanya terkekeh melihat yingkah luhan,luhan sadar akan kecerobohannya langsung membungkuk kepda semua karyawan yang menatapnya aneh dan kembali dia menatap chanyeol
"kau..kau"
"ya aku chanyeol kekasih sahabatmu"jawab chanyeol di iringi senyuman manis membuat semua karyawan wanita yang melihatnya mimisan dan hampir pingsan
"bagaimna bisa"gumam luhan tak percaya jadi dia bekerja bersama dengan kekasih sahabatnya,apa baekhyun mengetahui ini jika ya..SHIT!baekhyun mengerjainya
"ahh aku minta maaf tuan park saya tak tau"luhan kembali membungkuk dan chanyeol mengulurkam tamgannya hendak menyentuh kpla luhan namun dia tarik kembali merasa ini masih di tempat kerja tak sopan jika dia menyentuh kpla karyawan walaupun niatnya hanya ingin lebih akrab pada luhan
"gwenchana,kalau begitu aku kembali bekerja kau lanjutkan saja tadi aku hanya ingin menyapamu dan berkenalan denganmu"
"nama saya lu-"
"aku tau"potong chanyeol dan luhan kembali mencebik kesal mendemgar ucapan chanyeol.kemudian chanyeol pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pada luhan,luhan melihat kepergian chanyeol setelahnya dia menghela nafas panjang.
jam sudah menunjukan waktu beristirahat itu membuat luhan senang bukan kain sejak tadi perutnya berdemo meminta diisi dan inilah saatnya dia makan sepuasnya tak perduli berat badannya yang akan naik dia tak begitu perduli dengan berat badannya yang penting perutnya senang.
luhan bangkit hendak menuju tempat makan namun perutnya harus kembali menahan lapar karna sebelum dia melangkah yoona sudah menghampirinya membawa sebuah berkas biru 'ruangan presdir pasti'
"luhan tolong anatarkan ini dulu ke ruangan direktur beliau sudah menunggu"tanpa menunggu jawaban luhan langsung merebut berkasnya dan melesat memasuki lift membuat yoona mengedip ngedip kebingungan ada apa dengan gadis itu aneh sekali.
luhan sudah sampai di lantai ruangan presdirnya dia kemudian mengetuk ruangan mewah itu tanpa menunggu lama sebuah suara menjawabnya
"masuk"
SEHUN
sehun membolak balikan sebuah map sambil sesekali membenarkan kaca matanya yang melingkar indah di hidung mancungnya,tengah serius melihat laporan ketulan di pintu membuatnya mengalihkan semuanya tanpa melihat siapa yang masuk.
"letakan itu disana yoona"
"Yee m-maaf tuan saya luhan" sehun mengangkat kplanya kemudian menatap luhan dan tersenyum tipis
'ahh dia rupanya'
AUTHOR
luhan memasuki ruangan putih itu dan langsung membungkuk saat hendak membuka mulutnya sehun sudah bicara terlebih dahulu.
"letakan itu disana yoona"
"Yee m-maaf tuan saya luhan"luhan menatap sehun yang malah tersenyum luhan tak munafik dia terpesona akan senyuman sang atasan kemudian luhan membungkuk dan meletakan berkas itu di meja sehun.
"saya permisi"
"kau sudah makan"jawaban yang membuat hati luhan berdebar bukan main pertama kalinya dia mendengar itu dari mulut pria.bagaimana bisa orang di luar sana menyebut sehun itu kejam dan tak berperikemanusiaan,di mata luhan sehun itu baik memang sedikit dingin.
"belum tuan"
"ayo makan denganku"
DEG DEG DEG
jantung luhan kembali berdetak apa dia tak salah dengar setau dia sudah membersihkan telinganya,sehun mengajaknya makan bersama,luhan kaget bukan main dia memberanikan diri menatap sehun tampan itu yang keluar pertama kali dari mulut tipis luhan.
begitupun dengan sehun kenapa dia memgucapakan itu,itu semua keluar sendirinya dari mulutnya jantungnya berdetak dia memohon kepada tuhan agar luhan tak memgetahui semuanya bisa malu dia jika luhan tau,gengsi sehun terlalu tinggi.
luhan langsung tersadar dan mengedip ngedip kemudian menundukan kplanya karna jawaban apa yang harus dia berikan jika menolak bagaimna jika dia pecat tapi jika mengiyakan dia tak mau di cap sebagai karyawan yang tak tau malu. aishhh!luhan tak perduli semua itu dia menganggukan kplanya membuat sehun menyunggingkan senyumannya.
SKIP
pemandangan yang langka kali ini tak biasa bagi sekua pegawai presdirnya makan bersama di cafe perusahaan pertama kalinya sehun menginjakan kaki di tempat makan ini biasanya dia akan menyuruh chanyeol membawakannya ke ruangan tapi kali ini dia sendiri turun sendiri pemandnagan lainnya adalah presdir di temani karyawan baru yang tak lain luhan.
luhan yang merasa jadi pusat perhatian sangat malu,bukan malu karna makan dengan presdirnya yang tampan melainkan bagaimana bisa baru 2 hari bekerja dia sudah makan bersama atasannya saling berhadapan seperti ini,sehun yang melihat luhan tak nyaman menyadari tatapan semuanya,dia menatap tajam semua karyawan dan yang lainnya memvuat semuanya menunduk ketakutan.
"apa kita pindah saja"tanya sehun pada luhan karna dia tak tega melihat luhan menundukan kplanya terus menerus.luhan mengangkat kplanya kemudian tersenyum dan menggelengkan kplanya
"ani tuan mari" luhan tersenyum tulus membuat sehun ikut tersenyum dan mereka melanjutkan makan yamg sempat tertunda tanpa ada yang bicara sepatah katapun.
semua karyawan bersiap kembali ke ruangannya masing masing,namun itu tak berlaku untuk luhan dia menunggu atasannya bicara tak sopan jika dia meninggalkan meja makan duluan meminggalkan atasannya begitu saja
sehun melihat semuanya sudah keluar kemudian dia menatap luhan yang sama sama menatapnya dalam dalam entah siapa yang mulai duluan tapi tak ada satupun yang mau mengalihkan tatapan keduanya hanyut dalam mata di depannya.
sehun sangat terpesona akan mata bening luhan yang dangat bersih begitupun luhan dia sangat terpesona akan ketampanan wajah atasannya bagaimana bisa ada manusia seperti ini di dunia.
"Luhan" suara bass membuat luhan tersadar kemudian dia mengerjapkan matamya polos kemudian menatap sehun lekat.
"saya tuan"
"tidak lupakan saja"
"ahh" luhan mengangguk dan meminum minumannya sedikit mengurangi gugup yang sebenarnya dia sembunyikan sedari tadi.
mereka kembali ke perusahaan berjalan berdua tepat di lorong yang sepi sehun berhenti dan berbalik menatap luhan yang berjalan di belakangnya luhan segera mengangkat kpla saat sehun berhenti berjalan kemudian dia mengerjap kebingungan.
"ada apa tuan"takut luhan karna tatapan sehun seperti mengintimidasi luhan,apa dia berpakaian salah?memgapa sehun menatapnya terus menerus.sehun terus menatap luhan dan maju perlahan lahan membuat luhan mundur sampai punggungnya membentur tembok kemudian sehun mengukungnya dan menatapnya dalam dalam jantung luhan berdetak makin keras dan memalingkan wajahnya karna sekarang dia berhadapan dengan dada bidang sehun.
"t-tuan ada apa" luhan meremas ujung roknya takut takut jika sehun akan berbuat macam macam.sehun mengangkat dagu luhan.
GLEKKluhan meneguk ludahnya susah payah skrng diaberhadapan dengan wajah tampan sehun,sedangkan sehun tak hentinya menatap luhan dan tersenyum setelahnya.
"aku tertarik padamu"
"Yeee" jawab luhan melongo apa baru saja atasannya mengungkapkan perasaannya padanya bagaimana bisa apa secepat itu. ani ani sehun bilang dia tertarik kan bukan suka"apa maksud tuan"sehun makin menghimpit luhan ketembok dan luhan makin di buat gugup karenanya
"kau akan tau nanti"
Chup~
luhan merenung di setiap langkahnya sambil memegngi bibirnya yang baru saja di cium atasannya dan luhan buru buru menggelengkan kpla "ANDWAEEEEEEEE CIUMAN PERTAMAKU" Luhan menjerit dalam hati sampai sampai halte terlewat dia tak sadar jika harusnya dia brrhenti di halte untuk menunggu bis datang apa dia akan berjalan kaki sampai rumah..
SEHUNSesampainya di rumah sehun tak hentinya mengembangkan senyuman dia langsung pergi ke kamar bayinya dan mengecupinya,sang anak menatapnya heran sambil memeluk ayahnya
"ddy nenapa" haowen menatap ayahnya lekat sang ayah kemudian tersenyum dan krmbali memeluk bayinya
"mommy sudah pulang?"tanya sehun di balas gelengan anaknya kemana istrinyabitu sudah jam segini belum juga pulang,sehun mengambil ponselnya dan mrnghubungi istrinya.namun tak di angkat sehun makin kesal di buatnya bagaimana bisa sudah larut seperti ini irene belum pulang.
"baby sudah makan"
"beyum nti caja unggu mmymmy"ucap lucu haowen sedikit terbata bata karna baru lancar berbicara sehun menghela nafas mendengar jawaban anaknya
"baby harus makan daddy suapi ya sayang"
"tak auuu ddyy owen tak auuuu"haowen bersedekap dan memalingkan wajahnya kesal membuat wajahnya semakin lucu,wajah warisan sehun itu benar benar sangat menggemaskan dasar sehun kecil.
"baiklah daddy mengalah"haowen mengembangkan senyumannya dan memeluk ayahnya erat sambil sesekali menciumi pipi ayahnya,sehun pun sangat senang akan tingkah anaknya dan sehun menggendong haowen turun menuju ruangan tamu untuk menunggu istrinya datang.
"ddy nenapa mmymmy beyum uyang"haowen menatap sehun meminta jawaban sehun tak tau harus menjawab apa dia bingung.
"mmommy sedang bekerja"
"kan ddy cudah kelja nenapa mmymmy hayus kelja uga"sehun makin bingung setelah mendengar pertanyaan anaknya yang makin sulit dia jawab.
"nanti kalau haowen besar haowen mengerti"sehun tersenyum dan haowen mempoutkan bibirnya anak seusia dia bagaimana bisa menanyakan hal itu,ini semua karna irene kenapa dia harus bekerja bukannya menjaga haowen.
sehun menidurkan haowen dan irene belum pulang juga.tepat pukul 2 dini hari mobil irene terparkir di garasi irene membuka pintu dan pangsung di suguhi tubuh suaminya menjulang tingga sambil menatapnya tajam,takut!irene memang takut apalagi menatap mata tajam sehun yang benar benar seperti samuray yang siap kapan saja menebas leher.
"s-sehunnie"
"apa kau tak punya jam!kmna ponselmu!"
"m-mianhae"sehun menarik ponsel ireme membuat irene ketakutan.sehun terlihat mengotak atik ponsel irene.
"sehun kau mau apa kembalikan ponselku" irene menciba memgambil ponselnya namun sehun dengan cepat menahan tangan irene.
"aku akan memghubungi agensimu"
"m-mwo..sehun ja-SEHUN APA YANG KAU LAKUKAN"irene menjerit saat suaminya mengirimkan pesan pada agensinya jika irene mengundurkan diri
"aku akan ganti rugi semuanya" ucap sehun dengan santai kemudian menarik irene ke kamar.irene hanya bisa pasrah dengan semua perlakuan sehun.
"kau jahat sehun"
"mwo!aku?kau seornag ibu irene harusnya kau bisa membagi waktumu dengan haowen"ucap sehun membuat irene menunduk sehun makin geram dan mendudukan bokongnya di kasur menatap istrinya.
"sampai kapan kau akan seperti ini terus"
"sampai aku terke-"
"kau sudah terkenal"tekan sehun membuat irene tak bisa mrnjawab apa apa,apa yang harus dia katakan pada sehun ahh dia bingung...
pagi harinya sehun hendak berangkat ke kantor tapi dia tak mengucapkan sepatah katapun pada irene sehun hanya memeluk haowen sambil mengucapkan 'daddy segera pulang tunggu daddy ya"sehun berucap sangat lembut dan di angguki oleh haowen tapi dia belum juga mengucapkan apa apa pada irene sampai dia pergipun membuat irene menghela nafas panjang sambil sesekali melirik anaknya dari ekor mata.sanga anak hanya tersenyuk melihat kepergian ayahnya karna dia tak tau apapun yang terjadi pada orang tuanya.
sesampainya di kantor sehun terus diam tanpa ekspresi bahkan bisa di bilang dangat datar membuat semua karyawannya bergidik melihat tatapan membunuh atasannya.luhan yang melihat sehun sama bingungnya tak biasanya dia seperti ini' gumam luhan dalam hati.kenapa luhan jadi memikirkan itu biarkan saja apa urusan dia dengannya tapi ciuman itu 'aissshhhhh aku bisa gila'.
BACK AUTHOR
sehun membolak balikan berkas dan kemudian dia menggeram setelahnya entah apa yang ada di pikirannya daat ini karna dia benar benar tak mood untuk bekerja walaupun sekedar membaca saja.ketukan pintu membuat sehun makin kesal dia benar benar sedang tak ingin memdengar ceramahan dari siapapun ataupun laporan apapun itu dia tak perduli.
luhan terus menunggu di luar ruangan sampai sehun memintanya masuk namun belum juga dia mendengar suara bass pria itu kemana dia tak mungkin dia mati di dalam kan.saat luhan hendak mengetuk pintu lagi tiba tiba pintu terbuka dan wajahnya langsudng berhadapan dengan dada bidang oh sehun membuat luhan gelagapan dia membungkuk sedikit kaku takut takut jika kplanya mrmbentur dada atasannya.
sehun menatap luhan terus menerus dan memasukan tangannya ke dalam saku celana dia menunggu gadis itu bicara sendiri kemudian dia menekan tombol merah entah tombol apa itu membuat lift menuju ruangannya terkunci begitu saja tanpa luhan sadari jika dia dalam bahaya.itu berlebihan chagiya...
"tuan maaf tapi ada di tunggu di ruangan rapat"
"kemana yoona" sehun malah bertanya balik membuat luhan ingin mencakar wajah tampan bos nya itu hah sabar.
"yoona tak masuk tuan dia izin"
"kau gantikan yoona di ruangan rapatku tunggu 15menit lagi"
"NDE"
Blam
Sehun langsung menutup pintu dengan cepat membuat luhan memejamkan mata apa dia yakin bisa menemani sehun di ruangan rapat,menamani?ahhh hanya menemani.Luhan tersenyum toh hanya menekaninya saja kan.
mulai sekarang dan seterusnya kau yang akan menggantikan yoona siapkan semua berkas berkasnya"
"MWOYYAAAA" Luhan hampir menjatuhkan rahangnya mendengar tutur sang raja,kakinya melemas dan dia berjongkok mengacak rambutnya sambil sesekali menghentakan kedua kakinya di lantai. "aaaaaaarrrrrgghhhtttt" -luhan.
sehun melihat tingkah luhan dari cctv kemudian dia terkekeh hilang sudah kekesalan dia yang sejak tadi dia pendam,melihat luhan bertingkah lucu seperti itu membuat sehun tak tahan untuk tertawa,sehun makin tertarik pada luhan dia penasaran dengan kepribadian luhan...keluarga termasuk masalalunya.
keluar dari ruangan rapat luhan tak hrntinya memajukan bibirnya membuat sehun yang berada di sampingnya ikyt mengulum senyum dia mengingat kejadian tadi di dalam ruangan rapat bagaimana luhan menjelaskan semuanya terlihat keringat dingin mengucur dari dahi luhandan juga jangan lupakan suara gemetar luhan membuat sehun ingin menyemburkan tawa nya.
"tuan apa tuan yakin saya yang akan menggantikan yoona" sehun berhenti melangkah mrmbuat luhan ikut berhenti kemudian sehun menoleh menatapluhan yang amat kecil tak lrbih dari bahunya.luhan menunduk karna dia brnar benar tak mau menatap dada sehun apalagi menatap wajah pria tampan menyebalkam ini.
"kenapa tak mai menatapku"ucap sehun,luhan hanya bisa menghela nafas dan meniup poninya 'kenapa aku di takdirkan pendek jika saja aku lebih tinggi dari pria ini sudah aku masukan kau kedalam panci ramenku oh sehun menyrbalkan'
jangan mengumpat luhan" luhan menganga memdengar ucqpan sehun setau dia,mengucapkannya di dalam hati apa dia tak sadar bicara.
"nde maksud tuan"
"aku tau kau mengumpat skrng angkat kplamu dan tatap aku"sehun kembali memasukan tangannya ke dalam saku celana apa itu kebiasaan dia jika iya apa tak ada lagi selain memasukan tangan ke dalam celana kau semakin tampan bodoh.
luhan perlahan lahan mengangkat kplanya dan menatap sehun begitupun dengan sehun dia menatap luhan menatap dalam manik hitam gadis mungil itu.
"luhan"pria itu kembali menyebut nama luhan dan luhan tetus menatap sehun sampai pria itu mendekatkan wajahnya membuat luhan membulatkan matanya dan mencengkram kuat berkas berkas di tangannya.wajah pria itu makin mendekat dan hanya tersisa beberpa senti lagi sehun memiringkan kplanya dan luhan menutup matanya.sedikit lagi sehun kau hampir sampai dan...
"tuan" sialan siapapun itu akan sehun kutuk sekarang,sedangkan luhan menghela nafas lega detelah dari tadi menahan nafas dengan susah payah baiklah skrng dia harus berterimakasih pada orang itu.berbanding balik dengan luhan sehun ingin sekali memotong lehermya.sehun menoleh dan menatap seseorang yang telah menganggunya.
"kai!"yang di sebut namanya hanya cengengesan tanpa dosa kai...nama itu dia adalah bawahan sehun sekaligus sahabat dekat sehun selain chanyeol kai pria berkulit sexy berwajah tampan suami dari penyanyi terkenal Kim Kyungsoo.
"maaf menganggu tapi sepertinya wanitamu pergi"kai menunjuk luhan yang berlari terbirit birit sehun dapat melihat jika luhan terlihat seperti rusa yang berlari dari singabyang kelaparan.sehun menatap kai amat tajam kai hanya mengerjap polos.
"wae?" ucap kai mematap sehun,skrng kai bergidik bulu kuduknya berdiri melihat wajah sehun tampak memerah mengeluarkan asap siap meledak kapan saja.karna tak mau terkena larva panasnya kai langsung melesat bak angin menjauh dari sehun.
"AKAN KU BUNUH KAU KIM JONGIN DASAR HITAM"sehun memaki maki sehun amarah yang sejakntai dia tahan akhirnya meledak,untung saja perusahaannya elit jadi tak ada yang akan bisa mendengar teriakannya kecuali si hitam itu.
"hah untung saja"lega kai setelah sampai di lorong sepi pria itu kembali berjalan namun terhenti setelah mengingat kejadian sehun bersama gadis itu.
"tunggu..."kai menoleh kebelakang tempat sehun hendak mencium gadis itu.kai memutar otaknya keras.
"dia bukan irene istri sehun dia lebih kecil dari irene,siapa gadis itu?"kai menggelengkan kpla memcoba untuk tak perduli dia kembali melanjutkan langkahnua smabil sesekali memggelengkan kpla memcoba untuk tak memikirkan kejadian tadi.
luhan pov
luhan mendudukan bokongnya di kursi ia mengjela nafas panjang hampir saja dia di makan singa lapar,siapapun pria itu dia harus berterimakasih.
"terimakasih tu-"
"luhan"
"NDE"
JEDUK
"AWW" sangking terburu burunya luhan sampai membuat kepala terbentur dinding di sampingnya,seseorang sudah membuatnya terkaget dan membuat kepala kecilnya harus membenjol merah.
chanyeol pria yang sudah berani membuat kpla luhan terbentur langsung mengusap usap kpla luhan.
"maaf maaf aku benar benar minta maaf"ucap chanyeol luhan mendongak menatap chanyeok kemudian membungkuk dan tersenyum.
"tak apa tuan saya yang ceroboh"luhan mengusap usap kplanya dan sesekali mendesis pelan membuat chanyeol makin merasa bersalah.
mereka saling menatap satu sama lain sedangkan chanyeol terus mengusap kpla luhan dan luhan terlihat mendongak menatap chanyeol.tanpa mereka sadari seseorang menatapnya penuh amarah.
TBC!!
HAYO SIAPA YANG LIAT..BAEKHYUN APA SEHUN...REVIEW TERUS YA MOHON MOHON BIAR SYA SEMANGAT LANJUTINNYA MAAF KALO GAK NYAMBUNG DAN BANYAK TYPO TYPO BERTEBARAN DI MANA MANA SAYA BUATNYA BURU BURU..
MAAF JUGA KALO CERITANYA PENDEK INI JALAN CERITANYA REAL DARI OTAK SAYA BUKAN COPY COPY.
MAKASIH JUGA BUAT YANG UDAH REVIEW.
MAKASIH BANYAK
INFO SELANJUTNYA DI INSTAGRAM YA XI_CHYA
