Choose Me or Leave Me

.

Chapter 4

.

Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Sa Eun, cast yang lain muncul satu persatu;

.

Desclimer : saya hanya meminjam nama mereka, tapi ini adalah murni karya milik saya, no copas

.

KyuMin Shipper merapat!

.

Keep Calm and Stay KyuMin !

.

JOYers

.

Summary :Kehidupan dua sisi yang harus Ia jalani terkadang berat, menjalani dua peran berbeda untuk dua orang yang berada dalam hidupnya, dia adalah seorang istri untuk suaminya yang Ia cintai, tapi dia juga adalah seorang suami untuk istrinya yang cukup Ia kagumi. Apa kah salah satu dari mereka akan kalah?

.

.


PERHATIAN !

1. Cerita ini bukan menceritakan kisah asli dari para pemain, meskipun alurnya ada yang sama, tapi bukan berarti semuanya yang ada kisah ASLI. Ingat ini hanyalah sebuah CERITA.

2. Cerita ini hanyalah buah hasil karya saya, tempat saya mengeluarkan semua imajinasi yang ada dalam otak saya.

3. Cerita ini bukan bermaksud untuk mengajak pembaca menjadi berfikir kalau ini cerita nyata, ingat ini hanyalah sebuah cerita, saya hanya meminjam nama mereka dan kejadian yang pernah terjadi beberapa saat lalu, tapi bukan seluruh kisah yang saya tulis adalah kisah nyata.

4. Dan, terimakasih kepada para pembaca yang mau membaca FF milik saya.

Terimakasih,

Shu Qiao Lian


.

.


- My best acting -


Baru saja aku buktikan kalau aku memang seorang aktor yang baik. Di hadapan media aku berani tampil bersama Kim Sa Eun. Gila? Iya, aku sudah cukup gila dengan mengikuti permainan pihak management kami. Menjadi korban memang tidak mengasyikkan, bahkan terkesan memilukan. Apa hebatnya punya bakat akting yang hebat tapi hanya digunakan untuk menjadi korban. Itu sangat buruk sekali.

Kulihat Sa Eun nampak tersenyum bahagia di hadapanku, berbanding terbalik denganku. Stok senyumku sudah kugunakan semua di depan media tadi, sekarang yang tersisa adalah wajah asli dari seorang Cho Sungmin.

"13 Desember, aah aku sudah tak sabar untuk menjadi istri dari Lee Sungmin" kata Sa Eun.

"Cho Sungmin" ralatku dan membuat senyum di wajah Sa Eun memudar.

"Jangan mulai lagi Lee Sungmin" kata Young Min.

"Ne" jawabku singkat.

"Wartawan datang" seru salah satu orang di luar ruangan ini.

Oke, saatnya menampilkan aktingku yang terbaik lagi. Oh ya, ku harap Kyuhyun tak menyaksikan tayangan menjijikan ini. Aku saja ingin muntah bagaimana dengannya kalau sampai melihat ini. Here we go, hari yang buruk datang lagi.

"Annyeong" sapaku dan Sa Eun berbarengan sambil tersenyum.

"Wah kalian pasangan yang kompak ya" katanya.

"Tentu saja, kalau tidak tak mungkin aku akan menikahinya" kataku sambil menatap Sa Eun.

"Serasi sekali, kalian sungguh pas" katanya lagi.

"Baik, bisa kita mulai wawancaranya?"

"Tentu" jawabku.

Kulihat dia nampak mengeluarkan sebuah catatan kecil dari sakunya lalu berbincang dengan sang kameramen.

"Pertama, kenalkan saya Lee Jiseok dan ini Park Il Sung kameramen kita hari ini"

"Lee Sungmin"

"Kim Sa Eun"

"Pertanyaan pertama, apa kalian tahu kalau hubungan kalian cukup banyak yang menentang?"

"Ne, dan aku cukup sedih akan hal itu, aku hanya berharap kalau mereka semua mau menerima kenyataan bahwa aku dan Sa Eun akan segera menikah, aku benar benar jatuh cinta padanya saat pertama kali bertemu, bukankah manusiawi jika manusia saling mencintai" jelasku dan kulihat Sa Eun tersenyum dengan manisnya, dan kusambut dengan senyum tipis.

"Ne, benar apa kata Sungmin oppa, hubungan kami tak menyakiti pihak lain, jadi kami mohon dengan sangat tolong dukung kami" kata Sa Eun.

Tak menyakiti? Huh, dia tidak sadar apa pura pura tak sadar.

Ia lalu mengajakku untuk berdiri dan membungkukkan badan di hadapan kamera. Ck, trik apa lagi ini, apa ini untuk mendapatkan simpati dari para fans. Hah, mengingat fans malah membuatku sedih, sudah banyak yang menghujatku dan menyuruhku melepaskan nama Super Junior di belakang namaku.

"Wah, kalian pantas untuk bersanding, aku sudah melihat betapa besarnya cinta kalian berdua untuk satu sama lain" kata yeoja yang bernama Jiseok itu.

"Anda saja bisa melihat cinta kami, jadi kami mohon sekali lagi, berilah restu pada kami untuk menikah desember nanti, aku berjanji tak akan pernah lagi mengecewakan kalian, aku sangat menyayangi kalian semua" kataku.

"Semoga para fans mau mendengar kalian ne, oke, sekarang pertanyaan kedua, saya sempat mendengar tentang adanya hubungan antara kau Lee Sungmin dengan salah satu member Super Junior yang lain, apakah itu benar?"

Deg

Pertanyaan ini, kenapa harus disertakan. Mereka sangat pandai mencari pertanyaan yang malah membuatku teringat lagi dengan Kyuhyun. Namja itu, kuharap dia benar benar tidak menonton acara ini nantinya.

"Ahh apakah Cho Kyuhyun maksud anda?"

"Ne, benar sekali"

Aku tertawa ringan.

"Tentu saja tidak, dia adalah seorang dongsaeng untukku, kami saling menjaga satu sama lain, mungkin karena kami sangat dekat maka para fans mengartikannya lain, padahal aku jelas masih normal" kataku menutupi semuanya.

"Ne kalau Sungmin oppa tak normal mungkin yang dinikahinya bukan aku tapi Kyuhyun oppa" kata Sa Eun. Aku mengeratkan pegangan tanganku pada Sa Eun, kulihat dia agak meringis tapi aku tak peduli. Aigoo, sejak kapan seorang Cho Sungmin menjadi kasar begini.

"Benar juga ya" kulihat Jiseok tertawa ringan.

"Yasudah ini pertanyaan terakhir, jika seandainya takdirmu bukan Kim Sa Eun, siapa yang akan kau pilih jadi pendamping hidupmu Lee Sungmin?"

"Eh, pertanyaan macam apa itu, tentu saja takdir Sungmin oppa adalah bersamaku bukan yang lain"

"Apa pertanyaan itu perlu aku jawab, sepertinya calon istriku ini menjadi terlalu bersemangat hingga menjadi berlebihan" kataku sambil menyindir sikap berlebihan Sa Eun.

Gadis yang berpura pura polos, pikirku terhadap Sa Eun.

"Oh maafkan kami kalau begitu, saya tak tahu kalau Sa Eun begitu mencintaimu Lee Sungmin"

Bagus, sepertinya Jiseok mengerti ada yang tak beres dengan Sa Eun. Sepertinya Sa Eun juga terobsesi terhadapku hingga dia menjadi terlalu berlebihan.

"Baiklah jeongmal gamsahamnida atas waktu kalian berdua, semoga kalian langgeng ne, kami permisi dulu, annyeong"

"Annyeong" balasku.

Ku lihat Sa Eun hanya diam dan tak menanggapi salam dari Jiseok dan kameramennya itu, bahkan dia tak membungkuk bersamaku. Apa dia tidak sadar kalau sejak tadi kamera menyorotnya, bisa saja fans melihatnya dan mencapnya sebagai yeoja yang begitu terobsesi. Aih, sudahlah, dia juga bukan urusanku. Kalau dia terluka pun juga bukan urusanku.

"Itu tadi menyakitkan oppa, kan sudah jelas kalau aku adalah takdirmu"

"Ck, jangan bermimpi Kim Sa Eun, bodoh kalau kau berpikiran seperti itu, karena yang menjadi masa depanku adalah Cho Kyuhyun" kataku sambil beranjak meninggalkannya.

"Aah, iya, jangan lupa namaku adalah Cho Sungmin dan ini adalah akting terbaikku yang pernah aku mainkan" kataku padanya.

Jangan pernah bermimpi mendapatkan hatiku Kim Sa Eun, karena pintu hatiku sudah terkunci dan pemilik kunci itu adalah Cho Kyuhyun.

.

.


- She Was Injured -


'Kim Sa Eun tertekan karena ELF terus mencacinya'

'Kim Sa Eun menutup beberapa akun media sosialnya'

"Kau iba Min, apa kau sudah mulai mencintainya sampai kau harus mencari berita tentangnya?" kata Kyuhyun.

Aku tersenyum lalu mengelus wajahnya yang nampak tak lagi bersinar.

"Aku hanya ingin tahu apa saja yang terjadi karena ulahnya sendiri" jawabku.

"Bukankah aku harus bersikap santai saat ini, dan aku hanya mau kesabaranmu Kyu, bertahanlah bersamaku karena aku tak mau melepaskan cinta sejatiku" kataku pada Kyuhyun.

"Ne, kalau bukan karenamu pasti aku sudah bunuh diri sekarang"

"Oh, ayolah Kyu, kau kan kepala rumah tangga dan kau jauh lebih kuat dari Sa Eun, kita ikuti saja permainan pihak menagement kita, jangan sampai kita kalah" kataku lagi, ya sedikit memberinya semangat untuk menjalani rumah tangga yang rumit ini.

"Tapi kemarin kau terlihat mengalah Min, membiarkannya menyetirmu dan ketakutanmu akan karir kita, itu bukannya terlihat seperti kau telah kalah" kata Kyuhyun.

Aku diam, kenapa Kyuhyun bicara seperti ini, kenapa tidak ada nada bersemangat dari kata katanya. Oke, mungkin memang aku telah kalah, tapi itu karena aku terpaksa, bukan karena keputusanku yang benar. Aku memang memikirkan tentang karir kita bukan karena takut akan menjadi orang biasa, aku hanya tidak mau membuang semua yang sudah kita upayakan selama ini. Membesarkan nama Super Junior bukan perkara hal yang mudah, banyak hal buruk yang sudah kita lalui, dan mungkin ini hanyalah salah satunya.

"Percaya saja Kyu kalau ini hanyalah sebuah mimpi buruk, aku berjanji tidak akan ada kejadian seperti ini lagi" kataku kemudian.

"Ne, i believe you" kata Kyuhyun sambil tersenyum, lalu tak lama matanya kembali melihat ke arah komputer.

"Ini berita terbaru lagi Min tentang Sa Eun"

"Coba ku lihat"

'Kim Sa Eun mengeluh soal tindakan anti fans yang datang ke rumahnya dan sedikit membuat luka di tangannya'

"Ini cukup keterlaluan kan" kata Kyuhyun.

"Ne, tapi tidak sebanding dengan apa yang telah terjadi dengan kita Kyu" kataku sambil mematikan komputerku.

Mungkin aku akan di cap jahat jika mengatakan hal ini, tapi aku berharap Sa Eun dan semua yang terlibat dengan semua ini mendapatkan balasan yang setimpal. Mungkin ini baru awal dari semua kesialan yang menimpa Sa Eun, tapi entah mengapa Ia pantas mendapatkan ini semua. Kalau saja dia tak menerima semua permainan ini, pasti hubungan kami semua masih berjalan baik. Dia juga tak akan mendapat perlakukan kejam dari orang orang itu.

"Dia mungkin terluka Kyu, tapi luka itu tak akan bisa membuatnya merubah semua keputusan yang Ia setujui ini, dia terlalu terobsesi untuk menjadikanku sosok masa depannya, segala sesuatu yang berupa paksaan itu tidak akan pernah berakhir baik" kataku sambil memeluk Kyuhyun.

"Dia terluka tapi kau juga terluka Min, fans juga banyak yang menyerangmu, tapi aku yakin kau pasti akan kuat seperti biasanya" kata Kyuhyun.

"Ne, aku kuat juga karena kau mau ada di sisiku Kyu"

"Tak ada alasan lagi untukku bisa meninggalkanmu Min, tapi ku harap kau juga ada di sisiku selalu, jangan ada alasan untuk menolakku" kata Kyuhyun.

"Tentu Kyu, tidak akan ada alasan untuk aku menolakmu, your my destiny" kataku.

Aku tahu, Kyuhyun bicara seperti ini untuk menyamankan dirinya sendiri di sampingku. Aku pun tahu dia merasakan luka yang jauh lebih berat daripada lukaku. Hatinya pasti sakit ketika melihatku dan Sa Eun bersama. Walaupun Sa Eun juga terluka tapi luka itu hanyalah sebagian kecil dari semua luka yang akan datang padanya. Aku menyalahkannya karena dia mau menerima semua ini, aku menyalahkannya atas semua yang terjadi padaku dan Kyuhyun. Andai para fans tahu tentang kejadian yang sebenarnya terjadi, apa masih ada fans yang simpati padanya.

Aku membencinya karena dia membuatku harus jauh dari Kyuhyun.

Aku membencinya karena harus berpura pura mencintainya.

Aku membencinya karena harus selalu berakting dimanapun aku berada.

Dan, aku membencinya karena harus membohongi fans tentang semuanya.

.

.


- Unwanted Wedding -


Ku harap orang tuaku tak datang.

Ku harap orang tuaku tak datang.

Ku harap orang tuaku tak datang.

Doaku sangat buruk kan, tentu, masa aku mendoakan agar orang tuaku tak datang dalam pesta pernikahan ini. Em, tapi jelas ini yang terbaik kan, mana mungkin aku bisa memakai akting terbaikku jika ada orang tuaku di sini. Air mataku pasti akan jatuh menetes dan aku tak akan bisa berpura pura bahagia.

Pura-pura, tentu saja ini masih pura pura, mana mungkin aku akan benar benar bahagia menghadapi pernikahan yang tak ku harapkan sama sekali. Bodoh jika aku sampai bahagia.

Oh ya satu lagi, ku harap Kyuhyun tak datang di acara ini.

Kim Sa Eun.

Orang yang aku kagumi malah menjadi boomerang untukku sendiri, orang yang aku kira sudah kuanggap sebagai saudaraku malah meminta lebih. Apa setelah ini aku bisa berakting menjadi seorang suami yang baik untuk Sa Eun. Membayangkannya saja aku sudah mual, karena yang aku pikirkan adalah bagaimana cara membuat Sa Eun dan aku bercerai, tapi tidak sampai membuat karirku dan Kyuhyun hancur. Ya aku benar benar takut untuk hal itu, hei, untuk hal ini aku tak berakting. Aku memang tidak mau melihat Kyuhyun tergeser dari posisinya.

"Sudah siap?"

"Mau tak mau" jawabku ogah ogahan.

Aku segera berdiri di altar dan menunggu Sa Eun datang. Sebelumnya kulihat dulu sekeliling, berharap beberapa orang yang tak kuinginkan hadir memang benar tak ada di sini. Aah, ternyata orang tuaku ada, kuat Cho Sungmin, kau harus kuat. Dan sekarang, eemm, sejak tadi aku tak melihat Kyuhyun ada di sini, aah, syukurlah kalau dia tak ada di sini. Aku tak ingin melihatnya meneteskan air mata nanti.

Tak lama musik terdengar, kulihat Sa Eun datang.

Aaaah, aku tak sudi menceritakannya, lebih baik aku cut sampai di sini saja. Karena di sini akan penuh dengan akting yang sangat berlebihan dariku.

.

.


- First Day After the 'unwanted' wedding -


Malam ini, aku duduk di balkon, sendirian. Setelah tadi siang kami -aku dan Sa Eun- tiba di Jeju. Tentu saja ini ulah Sa Eun yang sudah memesan tiket tanpa persetujuanku. Jadi mau tak mau aku harus menemaninya kan. Sebagai catatan, aku belum menyentuhnya.

Mataku menerawang jauh ke depan, melihat jauhnya hamparan air laut yang tak berujung. Apa aku akan menjadi seperti itu. Menjadi si air laut yang terus terombang ambing, terkadang menjadi ombak kecil, kadang ombak besar. Harus berdiam diri dalam wadah besar lautan tanpa bisa keluar. Aih, kenapa jadi begitu menyedihkan sekali.

Aku jadi teringat kata kata pihak management tadi sebelum berangkat ke Jeju.

"Kita ada perjanjian Lee Sungmin, kalau sampai aku dengar kabar kurang baik dari Sa Eun, pertama tama karir Kyuhyun yang akan hancur"

"Kenapa kalian jadi setega ini terhadap ku dan Kyuhyun"

"Tidak, kami tidak tega, hanya sekedar mengingatkanmu untuk berbalas budi. Dan aah iya, sebentar"

Ku lihat Young Min nampak mengeluarkan sebuah dokumen dan menyerahkanya padaku.

"Perjanjian? Omona, bagaimana bisa ada tanda tanganku di sini, dan semua member, apa ini palsu?"

"Aku orang yang pandai Lee Sungmin, bahkan untuk mengambil tanda tangan itu perkara yang mudah, kalian kan banyak melakukan fansigning"

"Dan aku yakin, surat itu akan sampai ke pengadilan jika kau macam macam Lee Sungmin"

"Demi Tuhan, ini sudah sangat keterlaluan Young Min~ssi, bagaimana bisa kau melakukan ini dan mengorbankan salah satu artis terbaikmu"

"Itu bisa di atur Sungmin~ssi, bahkan Jessica pun bisa ku depak begitu saja, tapi kau hanya perlu menurut dan semua hal buruk tak akan terjadi pada suami tercintamu itu"

"Baiklah, selamat bersenang senang, eh, aku ambil surat perjanjian ini sebelum kau berusaha merobeknya" katanya setelah mengambil lagi surat perjanjian itu.

Aigoo, kenapa aku bisa begitu bodoh sampai tak berpikir ke arah situ. Lantas, aku harus mengikuti semua permainan ini sampai akhir. Arrghht, aku benar benar pusing. Tapi, okelah aku akan coba mengikutinya.

Aku masih terpaku melihat ke arah lautan lepas itu, hingga sesuatu membuyarkanku. Ponselku berdering, kulihat Id Callernya, ternyata Kyuhyun. Dengan segera aku mengangkatnya.

"Bolehkah aku tidur bersamamu?" aku kan sedang bersama Sa Eun, tak mungkin bisa aku bersamamu Kyu, dan lagi kalau sampai Sa Eun tahu dan melapor, aaahhh, aku tak mau kau hancur Kyu,

"Kau gila, aku sedang bersama Sa Eun sekarang" aigoo, kenapa aku sedikit membentaknya, apa karena pikiranku sedang kalut.

"Aku suamimu Cho Sungmin aku juga punya hak bersamamu"

"Aku juga suami Sa Eun, Cho Kyuhyun" nadaku melembut.

"Huh, tidak bisakah kau tinggalkan dia hari ini, aku juga butuh kau, sudah berminggu minggu aku tak menyentuhmu" ya, aku sadar kalau kita tak pernah lagi saling memadu kasih, bertemu dengan Kyuhyun saja sudah sangat jarang. Aku benar benar menginginkanmu juga Kyu, tapi, aahhh...

"Mian Kyu, aku benar benar tidak bisa meninggalkannya"

"Oppaaa, kenapa lama sekali" kata Sa Eun dari dalam kamar, ya aku memang meminta ijin untuk merenung di balkon tadi.

"Oh ne, kurasa sekarang dia yang terpenting kan"

"Kyu -"

Tut tut tut

"Aku salah lagi" kataku.

"Oppa, kenapa lama sekali? Memangnya kau dapat telpon dari siapa malam malam begini?" tanya Sa Eun ketika melihatku sedang memegang ponsel. Mungkin saja dia mendengar pembicaraanku. Jangan sampai dia tahu.

"Jung Hoon hyung yang meneleponku" jawabku bohong.

"Tidak bisakah kau tinggalkan urusan pekerjaan itu, kita kan sedang bulan madu" kata Sa Eun manja.

"Ne, yasudah aku matikan saja ponselku" kata ku dengan senyum kecut. Lagipula aku tak mau Sa Eun tahu siapa yang baru saja meneleponku.

"Nah begitu dong, kita nikmati malam ini Oppa" kata Sa Eun dengan nada menggoda.

Mau seberapa keraspun kau menggodaku, aku tak akan bisa mencintaimu Kim Sa Eun, hatiku sudah ada yang memiliki, yaitu Kyuhyun seorang. Semoga saja Kyuhyun tak sakit hati tadi, aku benar benar telah menyakiti hatinya. Padahal aku sudah berjanji tidak akan menolaknya.

Sa Eun terus menarikku sampai ke tempat tidur. Dia mendorongku ke kasur, dan saat Ia hendak mendekatkan wajahnya ke arahku, aku langsung memalingkan wajahku dan segera bangkit.

"Kau masih belum menerimaku Oppa?" tanyanya.

"Mian, kau harus memberiku waktu" kataku melemah.

Aku harus bisa menjaga emosiku sekarang, Sa Eun sudah kurasa cukup berbahaya. Padahal dia terlihat begitu polosnya tapi ternyata, dia bahkan jauh lebih jahat dari medusa.

"Baiklah, tapi ada satu hal yang harus kau tahu Oppa, aku sangat mencintaimu, dan pernikahan ini adalah hal terindah yang pernah aku dapatkan" katanya.

Aku mengepalkan tanganku lalu segera memandangnya.

"Dengan menghancurkan hubungan orang lain, jadi ini sifat aslimu Kim Sa Eun, kau gunakan management untuk mendapatkanku, kau sangat cerdik memang dan kau pandai mengerti situasi, tapi sekedar kau tahu ini bukan pernikahan yang aku inginkan, dan aku tak akan bisa mencintaimu" kataku.

"Oppa Oppa, jangan terlalu yakin dulu dong, sekarang aku tegaskan beberapa hal, pertama, namaku sekarang adalah Lee Sa Eun, kedua, aku yakin kau tak akan berani macam macam karena jika kau salah langkah maka Kyuhyunmu yang akan menanggungnya, untuk kali ini aku memaafkanmu tapi lain kali, tidak" katanya sambil menatapku tajam.

"Ck, kemana hilangnya si gadis polos yang lugu dan baik hati, sudah hangus terbakar ne?" kataku.

"Aku memang masih si gadis lugu Oppa, tapi gadis lugu ini juga bisa berubah menjadi seorang serigala" katanya.

"Tak kusangka kau berubah begitu cepatnya Kim Sa Eun"

"Eits, Lee Sa Eun" katanya cepat.

"Ah, jangan kau kira kau yang suci di sini Oppa, aku juga tahu kalau kau sudah mengumpatku di belakangku, kau pun telah berubah, dimana Lee Sungmin yang baik hati, dimana Lee Sungmin yang tak pernah kasar, kenapa semua hilang, apa ikut terbakar bersama semua umpatanmu?"

Ternyata yeoja ini sangat pandai berkata kata. Bahkan aku harus diam dulu untuk memikirkan kata yang pantas untuk menjawab pertanyaannya. Yeoja yang telihat begitu polos ini ternyata sudah berhasil menipuku, membuatku selama ini bersimpati padanya dan mengagumi sifat lembutnya. Kedoknya benar benar bagus, topengnya terlihat sempurna.

"Sudahlah Oppa, lebih baik kita tidur" katanya lagi sambil merebahkan diri di kasur.

"Oke" jawabku singkat.

Baru satu hari saja sudah begini sulit, apalagi harus melewati waktu bersamanya untuk beberapa waktu. Tadi saja aku sudah bisa menolak bahkan memaki Kyuhyun, bagaimana dengan nanti. Tapi aku harus kuat, aku adalah seorang namja yang kuat. Kehidupan dua sisi ini harus bisa aku jalani sampai salah satu dari kalian akan kalah, dan ku harap Sa Eun lah yang kalah.

TBC


Oh ya, jika nanti ada bingung -mungkin- dengan alurnya, ini memang sengaja aku percepat. Jarak antara bertemunya Sungmin dan pihak managementnya sampai hari pernikahannya itu cukup jauh. Jadi wajar kalau Kyuhyun mengatakan tak menyentuh Sungmin berminggu-minggu.

Gamsahamnida chingu, terimakasih yang udah mau baca.


- Shu Qiao Lian -