Masa 4 – Cabut yuk!

Saat ini di sekolah hunter, Gon sedang berusaha untuk tidak ketiduran akibat pelajaran sejarah yang menurut Gon adalah kisah untuk nina bobo.

Sedikit lagi Gon akan pergi ke dunia mimpi, kalau tidak dikageti dengan bisikan mesra (wow) dari Killua. (AN: Killua dan Gon itu duduknya bersebelahan).

"Oi Gon, cabut yuk! Karena kelasnya bikin bosan jadi lebih baik bolos kan?" Killua berbisik sambil menyeringai ala kucing garong yang mengarong (?).

Langsunglah kantuk Gon hilang dan kemudian berbisik balik "Gak boleh Killua. Cabut ato bolos itu enggak baik" bisik Gon yang berusaha membuat kekasihnya kembali ke jalan benar.

"Ayolah, sekali-sekali boleh kan?" Bisik Killua kemudian ditambah dengan senyuman manis miliknya.

Gon yang melihat senyum KIllua pun langsung jadi tersipu n galau. Beberapa langkah lagi, Gon akan masuk ke jalan yang salah kalau dia tidak sadar.

"E-Enggak! Pokoknya kita gak bakal bolos sekolah" Gon langsung menetapkan hati agar tidak menuju jalan yang salah oleh karena kekasihnya sendiri.

Meski gitu bukan Killua namanya kalau dia langsung menyerah begitu saja.

"Ayolah sayang, kalau kamu ikut bolos denganku. Aku traktir kamu es krim deh plus bonus rahasia yang dijamin kamu bakal suka" kata Killua dengan rayuan mautnya ditambah senyuman mautnya juga bonus mautnya (?).

Ketika Gon mulai galau lagi, muncullah chibi tenshi (malaikat) Gon di pundak kanannya Gon.

"Bolos itu gak baik. Jangan biarkan Killua menyeretmu ke jalan yang salah" kata chibi tenshi Gon yang mencoba menarik Gon ke jalan yang benar.

Kemudian, chibi akuma (iblis) Killua muncul di pundak kiri Gon.

"Ayolah, lagipula kamu juga bosan kan? sama pelajaran sekolah yang sumpek ini. Bolos aja sana! Pergilah bersenang-senang" Chibi akuma Killua pun menyeringai.

"Belajar itu penting buat masa depan. Lebih baik jangan bolos" kata chibi tenshi Gon .

"Cuma sekali doang ya, gak ada salahnya kan?" ucap chibi akuma Killua dengan santai.

"Tentu aja bolos itu salah. Lebih baik sekolah dan melakukan hal yang benar" ucap chibi tenshi Gon dengan tegas.

Chibi akuma Killua pun menyeringai sebelum terbang di sisi chibi tenshi Gon yang membuat dia terkejut.

"A- apa yang" Chibi tenshi Gon mulai terbata-bata saat melihat chibi akuma Killua yang terlihat sangat dekat dengannya.

"Kamu terlihat manis juga saat kamu marah, malaikat-ku" Chibi akuma Killua berkata sambil menyeringai jahil yang membuat muka chibi tenshi Gon luar biasa merahnya.

"A- Apa maksudmu!?" Chibi tenshi Gon berkata dengan gugupnya yang membuat Chibi akuma Killua tertawa kecil.

"Begini maksudku" Ucap Chibi akuma Killua dengan singkat sebelum mencium bibir Chibi tenshi Gon dengan cepat.

"A…aaa….aaa" Gon pun mulai shock saat melihat dua makhluk pemberi nasehat malaikat dan iblis itu mulai berciuman di tempat umum.

"He? Kenapa?" Ucap Killua yang dengan herannya saat melihat pacarnya yang shock sendiri tanpa apa2. Wajarlah, soalnya chibi tenshi Gon ama chibi akuma Killua itu makhluk yang dikirim buat Gon jadi Killua gk bisa liat.

Gon masih shock dengan indahnya melihat Chibi akuma Killua dan Chibi tenshi Gon masih berciuman dengan mesra sebelum berpelukan mesra juga Chibi akuma Killua mulai `menyerang' Chibi tenshi Gon yang tampaknya sangat menikmatinya.

"Gon? Kenapa kamu shock gitu? Ada apa!?" Tanya Killua yang masih tidak mengerti kenapa Gon masih terlihat shock yang kemudian tiba2 menggeram!? Killua yang bener2 bingung sekarang kemudian jadi linglung dalam nang ning nung (?)

Gon menjadi risih karena dia cemburu juga melihat Chibi tenshi Gon yang bener2 sangat menikmatinya. Pengen juga dia diperlakukan gitu sama Killua tapi kayaknya bakal mustahil deh, sekarang kan lagi di kelas.

"Oke Gon, gw sama chibi tenshi Gon cabut dulu. Mending kamu juga cabut sama Killua aja, kamu setuju kan, malaikat kecilku yang manis?" Chbi akuma Killau berkata sambil menyeringai melihat Chibi tenshi Gon yang masih ngos2an dengan muka merah dan tidak berdaya.

"Y-ya. Bolos saja" Ucap chibi tenshi Gon yang bener2 sudah di jalan yang salah. Sang iblis sudah suksesnya telah membawa malaikat ke jalan miliknya.

"Jadi begitulah. Bye2" Ucap Chibi akuma Killua dengan singkat sebelum menghilang dengan chibi tenshi Gon.

"Oi Gon. Kamu gak apa2?" Ucap Killua yang bener2 khawatir ama Gon yang masih diam tanpa kata2 (ya iyalah, kalau ada mah si Gon uda ngomong!)

"Killua" Panggil Gon yang membuat Killua sedikit terkejut.

"A- apa?" Ucap Killua yang masih bingung.

"Kita cabut sekarang!" ucap Gon yang sekarang melihat Killua dengan mata yang berapi api.

"O- Oke" ucap Killua dengan sedikit sweatdrop.

Akhirnya, bagaikan dalam film `mission impossible'. Keduanya pun beraksi bagaikan agen rahasia, kabur dengan cermatnya, cerdasnya, pandainya, pintarnya (sama aja kaleee!) keluar kelas. Menghindari guru2 dan mencari rute yang aman juga sepi. Sampai akhirnya, Killua dan Gon pun berhasil keluar sekolah dengan suksesnya, disambut oleh confetti dan tepuk tangan oleh sang author. Ehem, author gk boleh masuk ke cerita, hiraukan saja.

"Jadi, kita mau kemana?" Tanya Gon dengan polosnya setelah melihat Killua berjalan dengan santainya.

"Tentu saja ke tempat yang menarik." Kata Killua sambil menggandeng tangan Gon.

"Ya, tempat menarik itu dimana?" Tanya Gon, masih dengan wajah polosnya.

"Hehe, liat saja" Ucap Killua sambil menyeringai.

-Beberapa menit kemudan-

"Mall!? Kita bolos ke mall!?" Gon cuma bisa cengo pas ngeliat Killua yang senang2 saja ngeliat toko2 di mall.

"Gak apa2 kan? Toh banyak hal yang bisa dilakukan di mall" Ucap Killua dengan santainya tanpa mempedulikan tatapan cewek2 yang terpesona sama Killua yang bener2 gak diragukan ketampanannya.

Gon pun mulai cemburu saat melihat cewek2 ganjen tersebut menatap pacarnya dengan tatapan yang- yah, sangat mengganggu.

Killua mulai menyeringai saat melihat Gon yang cemburu. Agak senang dan lucu juga melihat muka ngambek yang imut itu. Expresi itu bikin Killua agak susah juga dalam menahan diri untuk tidak mencubit pipi Gon yang unyu (?) itu.

"Ayo, Let's go!" kata Killua sambil menggandeng tangan Gon untuk pergi, soalnya kalo enggak, sudah dipastikan Gon bakal ngajak tu cewek2 berantem ato adu bacot soal dia.

-Di game center-

"Yosh! High score!" ucap Killua dengan senang karena memecahkan rekor game.

"Mungkin seharusnya aku nolak pas diajak bolos" kata Gon yang mulai menyesali keputusan bolosnya.

"Kamu sudah setuju dan mustahil kalau kamu akan menarik kata2mu kan!?" nyengir Killua yang melihat Gon agak kesal.

"Mungkin harusnya kita balik sekolah. Bisa2 kita ditangkap guru kalau ketahuan bolos" kata Gon yang mulai panik.

"Kalau ketahuan kan!? Sekarang kan lagi gak ketahuan" ucap Killua santai, sebelum lanjutin gamenya.

"Yaaa… kalau ketahuan bener2 gawat kan!?" ucap Gon yang mulai gemetaran saking paniknya.

"Lha, sedang apa kalian disini?" tanya seseorang yang membuat Killua cuek sementara Gon ini mulai terkejut.

"GYAAAAA! Maafkan kami! Jangan hukum kami karena kami bolos! Aku masih pengen hidup! Aku belum kawin ama Killua dan belum punya anak!" Gon langsung teriak dengan hebohnya, mengagetkan orang yang memanggil mereka itu juga Killua yang cuma denger kata kawin dengan dia dan soal anak.

"Jiagh. Jadi kalian beneran bolos!? Juga gak usah teriak gitu kale! Lebay amat sih elo!" Orang itu berkata sambil tertawa kecil.

Sontak Killua dan Gon ngeliat Shalnark senpai yang masih tertawa kecil sementara Shizuku senpai membungkuk minta maaf sama orang2 yang ngeliatin mereka dengan pandangan aneh.

"Eh? Shalnark senpai dan Shizuku senpai, kenapa disini? Bolos juga!?" Tanya Killua.

"Begitulah, kalian sama juga kan!?" jawab Shalnark dengan santainya.

"Niatnya nolak tapi mikir sekali2 gak apa2 juga" lanjut Shizuku yang agak masa bodo.

"Ahh… senpai2 bikin kaget saja" Gon mulai merasa lega meski agak malu juga karena dia teriak2 gak jelas tadi.

"Ya udah, gw sama Shizuku cabut dulu. Jangan bilang2 kalau kita bolos yah" ucap Shalnark ke Killua ama Gon.

"Oke. Shalnark senpai ama Shizuku senpai juga jangan bilang kita juga ya" kata Killua sambil nyeringai.

"Sip!" Shalnark langsung acung jempol sebelum pergi ama Shizuku.

Pas senpai mereka pergi, langsunglah Gon merasa bisa bernapas lagi. Soalnya dia kan daritadi ngos2an n nahan malu akibat kejadian gaje tadi, Killua yang ngeliatin Gon mulai nyeringai n berbisik di telinganya Gon.

"Oh, jangan khawatir. Suatu saat nanti pasti kamu bakal kukawini dan kita bakal punya banyak anak".

Langsunglah muka Gon jadi luar biasa merahnya kemudian dia mulai bergetar dan Killua yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya mulai kabur sambil tertawa puas.

"KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIILLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAA!" Teriak Gon yang suaranya sangat keras, bahkan lebih keras melebihi toak sekolah setiap upacara bendera Hisoka (lha!?).

-Di cafe-

Setelah teriak2 Gon yang gak jelas itu, Gon pun mulai haus dan merasa serak (salah dia sendiri). Sebagai pacar yang perhatian , Killua mulai membelikan Gon minuman karena tidak ingin Gon jd rewel lg soal tadi.

"Nih, kesukaanmu kan? Strawberry punch tanpa alkohol" Kata Killua sambil menyerahkan minumannya ke Gon.

"Ahh~!" Langsunglah Gon minum dengan nikmat, gratis lagi. "Segarnyaa~" Gon langsung tersenyum bagaikan berada di surge.

Killua hanya tersenyum aja ngeliat Gon sambil tertawa kecil. Sesaat kemudian, suasana romantis emang ada diantara mereka berdua, sebelum suasana indah itu dihancurkan oleh bapak2.

"Sembarangan kamu author! Gw ini masih muda tauk!" Leorio dateng sambil marah2in Killia ( OC yang tugasnya adalah author fic)

"Lha!? Sapa suruh punya muka tua gitu!?" ucap Killia dengan sinisnya.

"Brengsek kamu!" Leorio mulai marah, dua tanduk setan pun muncul di kepalanya.

"Wuih, hebat. Jadi banteng!" ucap Killia terkesima.

"KAMU!" Leorio pun mulai ngamuk, ngalahin Godzilla.

"Killia, lanjutin ficnya. Banyak yang nungguin nih" Kallua pun muncul. (Kallua juga OC tapi tugasnya adalah sebagai artis di deviantart).

"Lha, Kallua nii-sama juga sama saja. Lanjut gambar buat DA sana!" Killia jawab dengan judesnya.

"Ok2, ayo pergi sekarang" Ucap Kallua yang akhirnya menyeret Killia pergi dari cerita, tak lupa membawa papan bertuliskan `Back to story'.

"Jiagh, ngapain elu disini? Rewelio" ucap Killua setelah menyadari keberadaanya setelah 16 menit, 8 detik, sesudah perang Leorio dengan Killia.

"Leorio, bocah! Sedang apa kalian berdua disini! Bukannya kalian ada kelas!?" kata Leorio, masih marah2.

Gon langsung tersedak minumannya sementara Killiua cuma natap Leorio beberapa detik sebelum melontarkan kata kata yang menusuk hati Leorio.

"Jiagh, elo sendiri bolos juga kan? Sendiri disini berarti lagi nguntitin Kurapika senpai kan? Kurapika senpai lagi bolos juga kalo begitu."

Gon yang sudah sembuh dari tersedaknya mulai melongo secara tidak percaya "Eh, masa Kurapika senpai bolos? Kurapika senpai kan murid teladan"

Killua mengangkat kedua bahunya. " Entahlah, tapi yang pasti, dimana ada Kurapika senpai, pasti ada si Reolio ato si Kuroro senpai. Jadi menurut gw, Kurapika senpai ama Kuroro senpai disini juga. Juga karena mustahil bagi Kurapika senpai itu bolos jadi kemungkinan besar ya, Kuroro senpai yang mengajak Kurapika senpai. Mungkin mereka lagi berduaan". Kata Killua dengan pose berpikirnya Shinichi Kudo.

"Hee, begitu" kata Gon sambil mangut2.

Akhirnya sang KilluGon ini pun pergi dan meninggalkan Leorio yang masih terluka dan menyanyikan lagu `Sakitnya tuh disini' yang sanggup mendapat pandangan aneh dari pengunjung di café.

-Di Toko Game-

"Gimana kalau kita beli game baru buat tanding nanti?" tawar Killua yang kebetulan mereka lg di depan toko game.

"Oke, ayo!" Ucap Gon dengan semangat akibat Killua yang selalu mengajak Gon main game hingga Gon mulai kecanduan main game sampe larut malam.

Killua pun melihat beberapa game yang dipajang di rak2 game. Saat ada satu game menarik perhatiannya, dia memegangnya dan terkejut saat ada tangan orang (ya iyalah, masa tangan setan) yang juga memegang game itu.

"Oi!" Keduanya berteriak dan ketika melihat satu sama lain-

"Geh! Zushi!?" Killua langsung kaget melihat juniornya di mall.

"Eh!? Killua-san!? Gon-san juga!?" Zushi bener2 terkejut melihat seniornya di mall.

"Lho!? Kenapa Zushi ada disini!?" Gon melongo melihat Zushi yang tukang belajar malah ada di mall. Gak takut keliatan Wing sensei apa dia?

"Ano, senpai 2 sedang apa!?" kata Zushi sedikit gugup, masih memegang gamenya.

"Kita lagi dangdutan" ucap Killua yang mendapat tatapan aneh dari Zushi ama Gon. "Ya mau beli game lah! Kan kita lagi di toko game!" Lanjut Killua dengan kesal karena Gon ama Zushi menganggap dia serius soal dangdutan tadi.

"Oh gitu" kata Zushi sambil sedikit sweatdrop.

"Zushi, kamu gak ke sekolah!? Gak takut ketahuan Wing sensei?" Tanya Gon dengan rasa ingin taunya.

"Umm begitulah tapi aku ingat kalau game ini hanya diedarkan di toko ini saja dan cuma hari ini saja. Karena itu-" Zushi mulai diam, ternyata bisa juga Zushi bolos demi game.

"Killua, kasihan Zushi yang susah payah kesini buat beli game itu. Mending kita cari game lain aja, mengalah ama junior" ucap Gon yang kasihan juga ama Zushi apalagi kalau Wing sensei tau, pasti bakal diceramahi selama berjam-jam tanpa ampun.

"Che, baiklah." Ucap Killua singkat sambil melepaskan gamenya. Daritadi masih dipegang gamenya toh.

"Oh, terima kasih Killua-san, Gon-san. Aku pamit dulu ya" Ucap Zushi dan membungkuk hormat, sebelum pergi untuk membayar gamenya.

"Maaf Killua" ucap Gon yang takut2 kalo Killua itu marah karena kehilangan game yang dia mau.

"Sudahlah, lagipula game itu hanya bisa dimainkan satu orang saja." Kata Killua dengan santainya. "Oh, game itu kayaknya menarik, mau lihat?" lanjut Killua sambil menunjuk salah satu game.

"Ayuk!" Gon mulai pergi ngikut Killua yang mengambil game yang dia tunjuk tadi.

-Di Toko Pakaian-

Setelah beli game, Killua memutuskan untuk pergi mencari baju buat Gon secara Gon itu gak punya fashion sense.

"Hey, aku masih tetep punya fashion sense, Killua" geram Gon dengan kesal setelah diberitahu pikiran Killua oleh Killia yang kemudian ditarik pergi oleh Kallua.

"Kalo kamu punya fashion sense. Tunjukin fashion sense-mu, aku terus yang harus memilih baju bagus buat kamu pas kita mau pergi kencan" ujar Killua yang membuat Gon diam karena emang benar.

Akhirnya, ketika mereka melangkahkan kaki masuk ke toko –

"Ahh! Aku beli ini! Ini, ini dan ini juga!"

Killua dan Gon langsung sweatdrop dengan suksesnya, melihat Neon yang ngeborong satu toko dan banyak pengawal yang sepertinya kewalahan menemani dia di setiap toko dan membawa belanjaannya.

"Killua, aku gak nyangka kalo Neon bakal kemari" ucap Gon yang masih ada sweatdrop.

"Sepertinya banyak sekali yang bolos ya, mungkin lebih baik beli pakaiannya kapan2 saja. Neon pasti sudah memborong semua baju yang dia mau, meskipun ukurannya lebih kecil ato lebih besar" Ujar Killua yang sepertinya lumayan paham ama sifat sang nona manja alias Neon.

-Di Toko Anime-

Killua melongo, melihat dua orang yang sangat dia kenal di dalam toko itu pas mereka lagi lewat.

"Ah! Kak KIllua, Kak Gon juga!" sapa Alluka dengan manisnya, meskipun dia itu cowok.

"Halo Killua-niisama, Gon-neesama" sapa Kalluto sambil membungkuk hormat dengan anggun bagai kain tenun (?).

"Kenapa kalian berdua ada disini!? Bolos sekolah lagi!" Kataa Killua yang lumayan tegas campur khawatir kalau kedua adiknya pergi sendiri tanpa pengawasan siapapun.

"Wah, kakak ama adik sama saja ya. Sama2 suka bolos sekolah" kata Gon sambil sweatdrop dengan suksesnya.

"Oya, Kak Killua dan Kak Gon kenapa bolos juga?" Tanya Alluka dengan polosnya.

"Alluka-nee, Killua-niisama dan Gon-neesama lagi bolos itu buat pergi kencan. Mending kita tidak usah mengganggu mereka yang lagi kasmaran" Balas Kalluto dengan lembut tapi dengan senyum mengejek (?) juga.

"KALLUTO!" Killua langsung geram pas tau arti senyum mengejek (?) khas adiknya itu.

"Ano, Alluka dan Kalluto berduaan saja pergi kesini?" Tanya Gon sambil menenangkan Killua, tidak ingin ada perang kakak beradik terjadi.

"Gomen ne, aku dan Kalluto ingin bersenang- senang. Jadi kami berdua pergi untuk membeli beberapa anime disini. Kak Gon tidak keberatan kan? Aku ingin bermain bersama Kalluto" kata Alluka sambil menunjukkan puppy eyes yang dipelajari dari Gon sendiri.

"Huff, puppy eyes milik Gon jauh lebih efektif rupanya" ujar Killua yang sedikit kebal (sedikit loh! Killua itu kan sayang banget ama Alluka) ama puppy eyesnya Alluka sementara Gon ama Kalluto bener2 seluruhnya kena efeknya.

"Nee Killua, mungkin lebih baik kita biarkan mereka berdua. Sepertinya mereka lagi bersenang-senang" ucap Gon yang merasa kasihan akibat puppy eyes milik Alluka.

"Benar2, aku juga ingin bersama Alluka-nee" ucap Kalluto sambil mengangguk.

"Hah!? Mana bisa kubiarkan kalian berdua sendiri dan di mall seluas ini. Lebih baik kalian pulang atau kembali ke sekolah!" ucap Killua dengan tegasnya, sebagai kakak yang overprotective atau brother complex.

"Mereka tidak akan apa2, biarkan mereka yaa~" Gon pun mulai menunjukkan puppy eyes nya.

Killua mulai mencoba menengok arah lain agar tidak melihat puppy eyesnya milik Gon itu, tapi pancaran silau (?) milik matanya Gon membuat susah Killua untuk menengok arah lain dalam waktu yang lama. Setelah beberapa detik lewat kemudian….

"Kalau ada apa2 telepon aku atau Gon juga kalo kalian uda pergi dari mall, hati2 sama orang asing juga" ujar Killua yang bener2 kalah sudah yang akhirnya membuat Alluka dan Kalluto senang juga Gon yang tersenyum puas.

-Di salon rambut-

Killua mulai mematung, melihat sosok yang dia kenal (lagi) keluar dari salon.

"Oh Killu, lagi bolos? Ibu akan sangat bangga kalo begitu"

"A- A…Aaaa-a" Killua mulai terbata-bata sambil menunjuk sosok orang yang didepannya itu.

"Oh, Illumi-nii. Sedang apa?" Sapa Gon dengan manisnya.

"ANIKI!" Killua langsung teriak dan mulai mundur dalam jarak 10 meter dan 37 derajat (?) jauh dari abangnya.

"Killu, tidak sopan memotong Gon. Dan jawaban dari pertanyaanmu Gon- chan adalah, aku baru saja meng-cream bath rambutku" kata Illumi sambil mengibaskan rambut panjangnya ala model shampoo di TV.

"Wah, rambut Illumi-nii benar2 bagus ya" Ucap Gon melihat rambut Illumi yang sepertinya begitu lurus dan lembut.

"Kamu mau menyentuhnya?" ujar Illumi sambil menyentuh rambutnya.

"Eh, boleh!?" Gon langsung semangat karena bisa menyentuh rambut illumi tapi sebelum tangan Gon bisa menyentuhnya -

"TIDAK! " Teriak Killua sambil mengambil pacarnya dan kabur dari abangnya.

-Di Toko Buku-

"Hosh..Hosh, Aman.." Killua sedikit ngos2an dan tidak sadar kalau mereka berada di depan toko buku sekarang.

"Killua! Apa yang kamu lakukan!? Aku kan tidak bisa menyentuh rambut Illumi-nii!" ujar Gon dengan kesal.

"Berisik! Cuma rambut saja! Kalau kamu mau sentuh rambut, sentuh rambutku saja!" kata Killua, sedikit ngambek.

"Eh? Waii!" Langsung lah Gon dengan senang dan semangat, mengelus rambut Killua.

"T- tunggu!" Killua langsung kaget dan malu pas Gon tanpa aba2 langsung mengelus rambutnya.

"Waii! Rambut Killua benar2 halus dan lembut! Mirip awan!" Ujar Gon dengan senangnya.

"Apa!?" Langsunglah Killua jawdrop, rasa malunya hilang seketika, digantikan oleh rasa shock. Ya, siapa juga yang enggak shock dikatain rambutnya itu mirip sama awan?

"Wah2 kalian berdua lagi bolos ya?"

"Kouhai kita lagi kasmaran, gimana kalo kita juga!?"

"Diem kamu! Gak bakal terjadi!"

Killua dan Gon pun melihat kedua orang yang ada di depan mereka.

"Kuroro senpai? Kurapika senpai?" ucap Killua dan Gon barengan.

"Yo!" ucap Kuroro dan Kurapika barengan juga.

"Wuih, sehati" kata Killua sebelum bersiul.

"Oh, sudah pasti" Kuroro langsung menyeringai dan disambut tonjokan oleh Kurapika.

"Sudah, lagipula Gon. Sampai kapan tanganmu mau terus2an di kepala Killua?" ucap Kurapika yang melihat posisi KilluGon ini. Tangan kiri Gon diatas kepala Killua dan jarak Killua ama Gon cukup dekat juga untuk- yah, gitu deh.

"Ah, maaf" Langsung Gon menarik tangannya dan menjauhkan diri dari Killua yang membuat Killua sedikit tersenyum kecut.

"Kurapika senpai ama Kuroro senpai berduaan lagi, lagi kencan ya?" Tanya Gon kepada kedua senpainya tersebut.

"Wogh! Bener! Gak liat status fesbuk kita!?" Ujar Kuroro yang kemudian membuat Kurapika tercegang.

"Akh! Bener juga! Sialan kamu Killua! Beraninya kamu!" Kurapika langsung esmosi, karena Killua yang membantu Kuroro untuk status relationship palsu fesbuk milik dia ama Kuroro (lebih jelasnya, liat chap3)

"Wah Kurapika senpai, jangan marah2 dong. Ntar malah darah tinggi loh" Ujar Killua sambil ambil sedikit mundur2.

"Menurutmu ini ulah siapa aku jadi marah2 gini!?" Kurapika langsung marah, matanya pun jadi merah.

"Sabar Kurapika senpai, sabar" Gon langsung nenangin senpainya, gak mau kekasihnya dibunuh ama Kurapika dan dia jadi janda (lha!?)

" Huff.. huff…" Kurapika langsung mengelus dadanya, mencoba untuk sabar dalam menghadapi cobaan ini.

"Okelah, kita gak mau ganggu senpai2 kita. Jadi lebih baik aku ama Gon pergi dulu, bye Kuroro senpai, Kurapika senpai! Aku tagih PJnya besok ya!" Kata Killua sebelum kabur ama Gon.

Kurapika pun jadi ngamuk lagi sebelum Kuroro meluk Kurapika buat nenangin dia. Berhasil emang, meski Kuroro harus pasrah dipukul berkali-kali ama Kurapika dan dia gak keberatan (toh gak berasa juga dia, Kuroro kan kuat bener) Bolehlah ambil kesempatan bisa meluk Kurapika, kapan lagi ada kesempatan beginian.

Akhirnya Killua ama Gon pun jalan2 yang tak disangka ketemu banyak murid dan juga guru yang bolos juga (wow!). Ketemu kepala sekolah Hisoka yang lagi ngajak Machi buat makan di restoran mahal yang bener2 ditolak (kasihan) Ketemu Pokkle ama Ponzu juga yang lagi mau nonton di bioskop, ketemu Hanzo yang lagi mengoleksi peralatan ninja (wew), ketemu Senritsu sensei yang lagi beli peralatan musik, ketemu Nobunaga yang lagi beli pisau dapur (wahahaha!), ketemu Feitan ama Phinx yang lagi nongkrong di warkop. Ketemu- (sudahlah, authornya uda capek)

Setelah bertemu banyak orang, Killua ama Gon pun memutuskan untuk pulang saja, setelah beli es krim sesuai janji Killua kalo Gon ikut bolos. Lagipula sudah jam pulang sekolah juga, jadi tidak apa2 kalo pulang sekarang.

"Huff, tak disangka kalo banyak orang bolos juga" ujar Gon yang akhirnya sampe rumah dan diantar Killua.

"Ya, menyenangkan juga kan!?" ujar Killua sambil menyeringai.

"Terus!?" kata Gon tiba2.

"Terus apa?" Tanya Killua yang sedikit kaget.

"Mana bonus rahasianya? Aku sudah ikut bolos kan?" kata Gon yang bener2 pengen tau apa bonus yang bakal diberi Killua.

Langsung Killua menyeringai, kemudian mulai mendekati Gon yang terkejut.

"Bener2 mau!? Bonus rahasianya?" kata Killua sambil tersenyum iblis.

"Y-ya. Lagipula kan kamu bilang, dijamin aku bakal suka!?" kata Gon, sedikit takut.

"Baiklah, kalau begitu"

Dengan kecepatan melebihi Sena di eyeshield 21, Killua langsung mencium Gon yang membuat dia terkejut. Langsunglah Killua melumat bibir Gon sebelum menghisap bibir bawah Gon yang membuat dia dengan reflex membuka mulutnya. Seperti yang Killua inginkan.

Langsunglah Killua menjulurkan lidahnya masuk ke mulut Gon membuat dia makin terkejut dan mukanya merah, tapi tak dipungkiri, Gon pun sangat menikmatinya.

Setelah berciuman panas selama beberapa menit, Killua pun menghentikan aktivitas mereka yang sukses membuat keduanya lagi ngos2an. Setelah ngos2an selama beberapa detik, Killua pun menyeringai.

"Heh, gimana? Suka dengan bonusnya?"

Gon hanya bisa diam dengan muka yang sangat merah sambil mengangguk.

"Yah, lebih baik kamu pulang sekarang. Aku masih agak khawatir ama Alluka n Kalluto" kata Killua.

"I-iya" kata Gon sambil pergi dan sebelum dia masuk ke rumah-

"Sampai besok, malaikat kecilku yang manis"

"Eh!?" Langsunglah Gon terkejut dan melihat Killua yang sudah pergi. Dialog barusan, déjà vu. Entah kenapa rasanya begitu familiar.

Killua pun pergi sambil tersenyum sebelum tertawa kecil, kemudian di pundak kanannya , muncullah chibi akuma Killua.

"Bagaimana? Dia suka kan?" Chibi akuma Killua menyeringai, sambil bertengger di pundak Killua.

"Hmm… yup. Mungkin aku harus melakukan ini terus2an" kata Killua sambil menyeringai juga.

"Jangan, ntar malah keenakan mereka" Chibi akuma Killua bilang sambil memutar bola matanya.

"Betul juga. Lebih baik kalo kita bisa menjinakkan sang malaikat kita kan?" Ujar Killua sambil tertawa.

"Bener2" Chibi akuma Killua tertawa juga, memikirkan cara menjinakkan sang malaikat kecilnya.

Keduanya mulai tersenyum penuh arti, memikirkan cara untuk menjinakkan sang malaikat yang sama sekali mungkin tidak akan keberatan oleh perlakuan sang iblis. Chibi Tenshi Gon dan Gon pun ada dalam satu kejutan oleh Chibi Akuma Killua dan Killua.

Review:

Ryouki Shibata: Haha.. Emang tapi Kuroro gak bakal menyerah juga karena dia dapat bantuan yaitu Killua, sang kouhai juga sebagai ganti dari mengagalkan rencana Kuroro untuk Kurapika jadi pacar dia (chap 2). Ini lanjutannya, semoga bisa menghibur anda.