Hai minna!

Ketemu lagi sama Zee di chappie 4..

REVIEW ya…

Disclaimer : tetep dari Mashashi Kishimoto

Warning : OOC, typo, agak gaje sepertinya..

Langsung aja deh ya, ngga usah banyak cingcong.. ^^

Happy reading..

''Sebenarnya ada apa Kaasan? Kenapa Kaasan menangis? Katakan saja pada Saku.'' hibur Sakura.

''Hiks, jadi begini Sakura…''

Tiba-tiba suara lagu Justin Bieber-never say never terdengar dari hp Sakura.

''Aduh, maaf Kaasan, Saku angkat telepon ini dulu.''

''Ya.''

Ternyata yang menelepon Sakura adalah Ino.

''Moshi-moshi.''

''Hmm,''

''Ada apa Ino?''

'sabar-sabar,aku ngga boleh emosi.'' Inner Ino

''Sakura, apa hari ini kumpul lagi di rumah mu?''

''Iya, ada yang harus ku bicarakan lagi. Apa kau keberatan Ino?''

''Tidak, tentu tidak. Hanya saja aku merasa hawa yang aneh saat kau menyuruh kami dating lagi ke rumahmu.''

''Oh, begitu. Kalau kau tidak mau dating juga tak apa, hanya saja kalau kau mendengar kabar buruk, aku harap kau tidak terkejut….''

''Apa gara-gara Tenten?''potong Ino.

''Oh,jadi kau sudah tahu sebelumnya? Aku saja yang terkait baru tahu hari ini. Apakah kau bekerja sama dengan dia untuk merahasiakan semua ini?'' ucap Sakura yang mulai emosi.

''Maafkan aku, Sakura. Tapi, jika aku memberitahu mu, itu berarti aku mengingkari janjiku padanya. Jika aku tidak memberitahu mu tentu kau yang akan marah, benar? Posisiku serba salah Sakura, kau harus mengerti itu!''

''Tidak, aku tidak bisa mengerti. Dan aku tidak mengerti jalan pikiran kalian yang sudah bekerja sama untuk melukaiku. Apa selama ini kalian tidak pernah menghargaiku, atau menganggapku sebagai teman kalian? Atau memang dari awal kalian tidak pernah menyukaiku?''

''Kalau aku, jujur saja, aku memang kurang menyukaimu sejak awal. Entah mengapa pun aku tak tahu. Tapi saat itu, aku berpikir mungkin dengan berteman dengan mu bisa mengurangi ketidak sukaan ku terhadapmu. Dan itu memang terbukti benar, aku mulai menyukai mu saat ini.''

''Lalu, kenapa kau membantu Tenten untuk menyakitiku dan membuatku jadi seperti ini? Apakah kau mengerti rasanya di selingkuhi oleh kekasihmu, dan yang paling sakit lagi saat ternyata kekasihmu berselingkuh dengan sahabatmu, yang selalu mengerti dan memahami mu selama ini?''

''Karena dia sudah banyak mengalah padamu, Sakura. Ingatkah kau, saat Lee menyatakan cinta padamu, dan kau menerimanya, padahal saat itu pun kau tahu bahwa Tenten sangat menyayangi Lee. Walau saat itu kau sudah meminta maaf padanya, kau tak mengerti kan kalau dia menangis dan bercerita padaku tengah malam? Atau saat Gaara menyatakan cinta (juga) padamu, padahal ternyata Tenten juga sedang dekat dengannya, dan kau malah menerimanya juga? Hm? Dan menurutku, saat ini saatnya ia bahagia, hidupnya bukan untuk mengalah denganmu saja Sakura, ingat itu!'' kata Ino panjang lebar dan langsung menutup teleponnya.

'Oh, jadi begitu hm? Kau mau balas dendam padaku, baik aku terima. Dan aku akan melakukan sesuatu yang bisa membuatmu malu dan tersakiti lagi.'

Setelah menerima telepon dari Ino, Sakura langsung berlari ke kamarnya tanpa menghiraukan Kaasan yang termangu melihat putrinya seperti itu.

Di dalam kamar Sakura…

''Hiks,hiks, kenapa jadi begini? Bukan salahku jika aku tak tahu dia memendam rasa terhadap mereka, salah ia sendiri tak pernah menceritakannya padaku atau yang lain selain Ino. Apa aku salah kalau aku tak pernah mengerti jalan pikirannya? Hiks, hiks, oh Kami-sama apa ini ganjaran untukku karena tidak sadar telah melukainya? Tapi aku juga tidak tahan dengan apa yang telah dilakukannya, ia melakukannya dengan sangat baik dan benar-benar berhasil membuatku hancur. Hiks, hiks, kalau saja saat aku bercerita pada mereka semua kalu aku dekat dengan Neji, ia mengakui kalau ia mempunyai rasa terhadap Neji dan Neji pun sama, toh aku pasti akan berusaha agar mereka jadi dekat dan bahkan mempunyai hubungan. Aku tidak menyangka, hiks..''

Sakura terus menangis dan menyesali apa yang telah Tenten perbuat padanya. Sampai akhirnya ia tertidur.

Tok..Tok..Tok.. Sakura, boleh Kaasan masuk?

Tak ada jawaban, Kaasan Sakura pun langsung masuk ke kamar anak semata wayangnya itu.

'Hm, ternyata kau sedang tidur. Padahal Kaasan ingin bicara padamu, karena tadi sempat tertunda,nak. Mungkin nanti saja saat makan malam.' Pikir Kaasan Sakura sambil mengelus kepala Sakura, dan langsung meninggalkan kamar Sakura.

Ting. Ting. Ting.. Ting tong tong..

Alarm Sakura pun berbunyi karena sudaah pukul 16.00

Sakura terbangun dari tidurnya dalam keadaan mata yang sembab karena habis menangis dalam waktu lama.

Akhirnya ia memutuskan untuk mandi saja, karena sebentar lagi teman-temannya akan datang.

Di kamar mandi

Sakura pun bernyanyi sebuah lagu yang menurutnya pas dengan kondisi hatinya yang hancur lebur.

''Jujur.. aku tak sanggup, aku tak bisa, aku tak mampu dan aku tertatih..

Semua yang telah kita lewati, tak mungkin dapat ku dustai… meskipun harus tertatih…''

''Sakura, cepat mandinya. Teman-temanmu sudah datang ini!'' teriak Kaasan dari depan kamar Sakura.

''Iya Kaasan.''jawab Sakura.

''Baiklah, bersiaplah kalian mendapatkan berita yang mengejutkan….''

Sakura langsung mempercepat ritual mandinya, bergegas ganti baju, dan langsung turun menemui teman-temannya.

''Hai semua.''sapa Sakura.

''Hai.''jawab anggota 'The Jasmine' serempak.

''Ada apa Sakura? Kau mau membicarakan apa lagi?'' Tanya Temari.

''Hmm. Jadi begini, aku rasa kalian belum tahu kalau salah satu teman kita da yang menghianati kepercayaanku. Aku ingin memberi 'hadiah' untuknya.''ketus Sakura.

''Apa maksudmu Sakura?'' Karin angkat bicara.

''Aku tidak akan menjelaskan, aku ingin 'dia' yang menjelaskan.''

''…''

''Ayo,kenapa diam? Apakah aku harus bermain kasar disini?''

Mendengar kalimat Sakura yang seperti itu, Tenten akhirnya berbicara.

''Maafkan aku Sakura.'' Kata Tenten.

''Hah? Jadi kau kah yang dimaksud oleh Sakura,Ten?''ucap Temari tak percaya.

''Ya,akulah 'dia'. Maafkan aku Sakura, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya..hanya…'' ucap Tenten yang sudah tidak dapat menahan air matanya.

''Hanya apa,Ten? Tidakkah kau merasakan sakitnya di khianati seperti itu? Aku tahu kau pernah merasakannya, dan mungkin ini adalah salah satu cara kau membalasku,ya kan? Kau seperti mengenalku baru kemarin Tenten. Kalau kau menceritakannya padaku, jika kau menceritakan padaku kalau kau menyimpan rasa untuk Neji, aku akan mengusahakannya untukmu, tapi tidak dengan cara seperti ini, Ten! Sungguh, aku merasa sangat kecewa padamu, aku sangat tidak menyangka kau akan bertindak sejauh ini! Aku tidak ingin melihat mu ada di 'The Jasmine' lagi!''

''Sakura!'' ujar Ino.

''Apa? Apa kau ingin membelanya?'' tantang Sakura.

''Bukan begitu, kau ini keterlaluan sekali hanya masalah seperti ini saja kau sudah menghancurkan pertemananmu dengan Tenten! Ini hanya masalah sepele Sakura!'' kata Ino.

''Cih, sepele katamu? Ya, sepele untuk teman yang memang sengaja membantunya untuk melakukan hal ini.''

''Hiks,maafkan aku Sakura. Aku benar-benar minta maaf. Hiks,kalau memang kau ingin seperti itu, aku akan keluar dari 'The jasmine',hiks. Walau sebenarnya, aku tak ingin, dan tak menyangka kalau kita hanya sampai disini.'' Kata Tenten sesenggukan.

''Baguslah jika kau menyadarinya. Dan aku pun juga tak ingin melihatmu di KHS lagi.''

''Apa?''kata Ino.

''Kau sungguh keterlaluan Sakura! Kau boleh mengeluarkannya dari 'The Jasmine' tapi tidak dari KHS!'' ucap Ino sambil memeluk Tenten.

''Aku akan melakukannya, tapi aku harus seko..hiks lah dimana?''ucap Tenten.

''Aku tidak peduli, dan tidak mau tahu. Pokoknya, yang aku tahu kau tidak ada dihadapanku lagi!''ucap Sakura.

''Kalian boleh pulang.''

Mereka pun mulai keluar dari rumah Sakura, kecuali Ino yang masih ingin berbicara pada Sakura.

''Kau kenapa tidak pulang?'' Tanya Sakura.

''Aku ingin bicara padamu.'' Kata Ino.

''Yaa, bicara saja.'' Ucap Sakura acuh.

''Kau ini sedang dirasuki setan apa Sakura? Kau kejam sekali, tak perlu kau sampai seperti itu. Hanya karena seorang Neji, kau menyakiti teman mu sendiri Saku? Are you crazy?''

''No, I'm not crazy. Kau tidak tahu bagaimana rasanya Ino. Jika kau hanya ingin berbicara mengenai ini, lebih baik kau keluar saja.''

''Baik, jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang lebih dari kau menyakiti hati dia.''

''Ok,lakukan saja. Dan aku tidak akan takut.'' Ucap Sakura.

Tanpa babibu lagi, Ino langsung keluar dari rumah Sakura dan membanting pintunya.

''Saku, ada apa? Kok Ino membanting pintu? Apa kalian bertengkar?'' Tanya Kaasan.

''Tidak kok Kaasan, mungkin ia hanya terlalu bersemangat karena ingin segera menemui kekasihnya.'' Bohong Sakura.

''Oh,begitu. Oya Saku, kaasan ingin bicara. Ini mengenai kita,sayang.'' Ucap kaasan.

''Kita? Memangnya kenapa dengan kita Kaasan?''

''Minggu depan kita harus pindah ke Kirigakure,sayang.''

''Apa? Tapi kenapa Kaasan? Aku tak mau pindah ke desa terpencil itu.''

''Itu karena…''

Cut!

Penasaran? Ikutin Zee ya, di chapter 4 akan keluar para pemain lain yang pasti udah di tunggu-tunggu..

Jangan lupa Review ya..

Ichi yuka: arigatou reviewnya, Ini juga udah update.