I LOVE SEOUL

Summary: Luhan seorang namja manis kelahiran China, yang diminta kedua orang tuanya untuk mencari dan membawa pulang Gege-nya yang nekat kabur ke Seoul, karena sudah terlalu muak dengan perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tua mereka. Berbekal sebuah alamat, nama dan segala fasilitas dari Appanya, Luhan berangkat ke Korea. Apa yang terjadi selanjutnya? Let's read ^^ BoysLove/ HunHan/ AllxLuhan/ Ending with Official Pair.

Rate: T+

Genre: Romance, Friendship, Humor berkisar 0,0001% (udah diitung pake kalkulator barusan), Brothership and SCHOOL LIFE.

Author: YeoSyeo

Cast: EXO-K (Suho, Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo, Kai dan Sehun), EXO-M (Xiumin, Luhan, Kris, Lay, Chen, dan Tao), etc

WARNING: Typos berterbangan, Feelnya ga dapet -_-, membosankan, tulisan yang bercetak miring itu Flashback ya, ini ide tiba-tiba nongol di otak Syeo. Jadi, daripada pusing-pusing mikirin sendiri, mending di share. Iya gak? Iya dong! -_-

Annyeong chingudeul. Xoxo (kiss&hug)~

Syeo datang membawakan chapter 4.. Ada yang nungguin gak -_-? Smoga ada. wakwka. Syeo selalu mau bersyukur dlu sama LUHAN eh salah, Sama TUHAN *plakk. Berkat anugrah #tsahh dari TUHAN, Syeo bisa lanjutin FF ini :D. Syeo juga bener-bener berTERIMA KASIH sama yang udah review, ne? walaupun dikit tp itu ud jd semagat buat Syeo kok :') GBU…Xoxo . . Lansung aja deh xD

Preview Chapter

"Tck! Jawab saja.. Namaku chen." Ucap si Kotak sereal tadi.

"Xiumin. Sudahkan? Sekarang berhenti mengikutiku!" Balas si Bocah bakpao yang bernama Xiumin dengan ketus. Bibirnyapun dipoutkan imut dengan tangan yang dia lipat di depan dadanya.

'Aigo. Manisnyaa' jerit Chen dari dalam hati.

"Arra.."

CHUP~

Chapter 4

Happy Reading ^^

CHUPP~

Kedua tubuh mereka serasa membatu dengan bibir yang masih bertautan dan mata yang sama-sama membulat, Syok. Walau hanya sebatas menempel saja, tapi mereka benar-benar menegang. Pasalnya, itu sama-sama first kiss mereka. Keduanya pun masih belum bisa mencerna apa yang baru saja mereka alami. Hingga―

"OMONA! Ak―aku.. MIANHE! Aku tidak sengaja mendorongmu.." ucap namja mungil itu panik. Dia yang memang sedang berlari karena akan terlambat masuk ke kelas, justru tidak sengaja menabrak sekaligus mendorong Chen hingga tubuhnya terdorong kedepan. Dan.. ya begitulah~

Sementara pelaku penabrakan tersebut semakin gencar untuk meminta maaaf, di lain sisi kedua korban dari penabrakan tersebut masih tidak bergeming dari posisi mereka. Tampaknya loading mereka berdua sama-sama lambat.

"Eum.." si namja mungil itu menggaruk kecil pipinya dan mulai kebingungan dengan kedua korban-NYA itu. Dahinya tampak mengkerut dengan satu alis yang terangkat keatas.mereka kenapa? Batinnya.

"KYYAAA! KOTAK MESUUMMM.. .!" akhirnya salah satu dari korban penabrakan itu sadar, dan langsung menjauhkan tubuhnya dan disusul oleh korban yang lainnya. Dan terlihat jelas bahwa Chen menjadi begitu kikuk. Siapa yang mengira akan ada kejadian memalukan seperti ini?

"EH?! ANIYO.. AKU TIDAK MESUM! HEY, ORANG INI YANG MENODORONGKU!" kilah Chen sambil menunjuk-nunjuk orang ketiga(?) diantara dirinya dan Xiumin .

"Ah. Mianhe-yo. Aku benar-benar tidak sengaja..Maafkan aku~" ucap orang itu sambil menangkupkan kedua telapak tangannya dan memamerkan iris matanya yang berkaca-kaca.

Terbesit rasa kasihan dari benak Chen dan Xiumin. Mereka sebenarnya ingin sekali menyiksa makhluk manis berdosa yang berada di depan mereka. Tapi, tentu saja mereka tidak sejahat itu. Walaupun, gara-gara dia mereka mendapatkan first kiss yang tidak memuaskan(?)

"Yasudah, lupakan saja yang tadi. Aku memaafkanmu kok." Xiumin duluan yang merespon permintaan dari Baekhyun. Oh tunggu, darimana dia tau nama dari namja manis di hadapannya ini? Simple, nyontek aja di nametag nya.

"Ne. Aku juga memaafkanmu kok. Lagi pula.. kami…kami tidak sejahat itu." Sebenarnya Chen kurang percaya diri saat dia menyebut kata 'kami'. Tapi rasa kurang percaya diri itu langsung sirna saat ekor matanya melihat Xiumin yang mengangguk-angguk mengiyakan pernyataannya tadi.

"Gomawo, eum.. Min Seok-ssi, Jong Da―MWO?!" ucapan Baekhyun terputus saat otaknya berkztz bahwa dia sangat familiar dengan nama 'Min Seok' dan 'Jong Dae'. sementara kedua manusia di hadapannya itu terlihst bingung dengan tingkah Baekhyun yang membuat mereka penasaran.

"Ada yang salah denganku?" tanya Chen. "Ani. Hanya saja.. Kalian murid baru itu ya?" balas Baekhyun. "Eh?! Jadi kita sama-sama murid baru?" kini Xiumin mengambil bagian dari percakapan tersebut. "Mengapa dunia ini sangat sempit yaowoh(?)" Chen tidak menjawab pertanyaan Xiumin dan malah bermonolog sendiri.

"Hah~" Oke, Baekhyun cukup jengah dengan mereka. "Jong Dae-ssi. Kau sekelas denganku dan―OMONAAA!" 'Sepertinya setelah ini aku harus pergi ke dokter THT'. Suara melengking dari Baekhyun kembali membahana di koridor lantai 3 ini. "Gwaencahana-yo, Baekhyun-ssi?" tanya Xiumin yang selalu bersabar, rajin menabung, serta suka menolong. -_-

"5 menit lagi bell. Aku harus buru-buru.. Jong Dae-ssi, kau ikut aku. Dan Min Seok-ssi, kelasmu ada di belokan kiri koridor ini. Kajja! Aku tidak mau dihukum." Entah dia ngomong atau nge-rapp. Tapi ucapannya itu tidak berhenti-henti layaknya kereta api. Bahkan dia berucap dalam satu tarikan napas. AMAJING-_-"

Setelahnya, Jong Dae a.k.a Chen benar-benar ditarik paksa oleh Baekhyun. Sedangkan Min Seok a.k.a Xiumin memilih untuk melenggangkan dirinya pergi ke kelasnya dengan petunjuk singkat yang tadi sempat di tinggalkan Bakehyun.

TENG.. TENG.. TENG~

Bel berbunyi tepat saat Xiumin, Chen dan Baekhyun menginjakan kakinya tepat di kelas mereka di kelas 1-B. . .

.

"Baiklah." Satu kata yang begitu simple terucap hemat dari bibir seorang Oh Sehun. Dan itu artinya, seorang Xi Luhan di-PERBOLEHKAN-NYA duduk di kursi SEBELAHNYA. Ah~ mimpi apa semalam kau Luhan? Hingga bisa duduk dengan pangeran sekolah barumu itu? Ckck

"Gomawo-yo, Sehun-ssi^^" balas Luhan sambil mengulum senyum termanisnya. Ugh! Tak taukah kau bahwa seisi kelas mengagumi dirimu sekarang? Ya..Termasuk Oh Sehun yang masih mempertahankan ekspresi dingin dan datarnya.

.

Siang ini sekolah EXO Senior High School benar-benar ramai.. Tepatnya di kantin sekolah. Kenapa? Ini jawabannya..

"Cepat bersihkan sepatuku, bodoh!" terdengar suara bentakan yang berasal dari tepat di tengah kerumunan orang-orang kantin.

"Maa..Maaf~" ucap orang lainnya yang berada di tengah kerumunan itu sambil jongkok, bermaksud membersihkan terulur untuk mengusap benda berkulit itu, namun dengan cepat pemilik sepatu itu mengangkat keatas kaki kokohnya.

"aahh, bukankah akan lebih bersih jika dijilati?" balas pemilik sepatu itu sambil menyeringai tajam kearah lawan bicaranya.

"T―tapi.. Jong In-ssi.. Itu tida―" pemilik sepatu itu, alias Jong In makin memperlebar seringaiannya kala panca indranya menangkap namanya disebut oleh namja manis incarannya itu.

"Kau mengingat namaku dengan baik, manis~" Jong In membungkuk dan dengan cepat menarik dagu Luhan -namja manis itu- . sedangkan badan Luhan bergidik saat sorotan yang begitu tajam dari Jong In serasa begitu menusuk tulang-tulangnya.

"Kau kumaafkan kali ini, berdirilah!" dihempaskannya secara kasar dagu yang sempat ia tarik tadi. Sehingga terdengar sedikit ringisan dari pemilik dagu itu. Cih, bisakah kau tidak sekasar itu Kim Jong In?

"Dan kalian semua, bubar!" dalam sekejap mata semua pasang mata yang memperhatikan kejadian pem-bully-an langsung musnah saat sebuah perintah meluncur dari seorang Kim Jong In. sebenarnya siapa dia? Mengapa semua seakan takut terhadapnya? Biarkanlah waktu yang menjawabnya.

"LUHAN.. OMONA! Kau tidak apa-apa?" Xiumin yang baru saja memasuki kantin langsung panik saat melihat Luhan bersama Kai dengan wajah yang menunduk takut. Xiumin langsung saja menghampiri Luhan dan memeluknya erat.

"Aku tidak apa-apa, ge." Balas Luhan berusaha meyakinkan gege-nya agar tidak khawatir. Xiumin melepaskan pelukannya dan segera menarik Luhan ke salah satu meja di kantin itu.

"Kau menakutkan Kai." Seseorang menepuk bahu Jong In (Kai) setelah kepergian Xiumin dan Luhan. Orang itu, Oh Sehun. "Lalu, apa rencana selanjutnya?" lanjut Sehun. "Nanti kau juga akan tau, Chagi."
"Cih, berhenti mengucapkan hal menjijikan itu padaku." Sehun mendeathglare Kai.

"Mungkin aku akan memanggil anak itu dengan sebutan menjijikan tadi suatu saat nanti. Khekhekhe" Kai terkekeh pelan, lalu pergi ke salah satu meja kosong disana. 'Aku jadi rindu dirimu yang dulu, Jong in-ah. Andai saja mereka tidak secepat itu pergi.' Sehun menghela napas sebentar, lalu berjalan menuju meja tempat Kai yang sedang mendengarkan music.

.

"Kau tidak mau ke kantin, Suho?" tanya namja manis berlesung pipit sambil merapikan beberapa buku yang berserakan di meja sang ketua OSIS. "Haahh~ Aku rasa aku kekenyangan dengan semua tugas ini." Suho melempar pen nya dengan frustasi. Dengan cepat, punggung lebarnya sudah nyaman dengan sandaran empuk di kursinya.

"Ck! Kau ini. Utamakanlah kesehatanmu." Lay, namja tadi mendudukan dirinya tepat di kursi yang berhadapan dengan Suho.

PLETAK

"Lalu kenapa kau ada disini? Harusnya kau juga memperhatikan kesehatanmu, Yi Xing-ah." Suho yang sedang bersandar di kursinya tiba-tiba mencondongkan badannya ke depan lalu menyentil pelan dahi Lay.

"Aww.. Aish! Lagipula ini deritaku yang berstatus sebagai sekretarismu. Ya sekretaris khususmu. Cih, bahkan aku tidak dibayar untuk ini." Lay mempout-outkan bibirnya sambil menerenungi nasibnya.

"Maafkan aku Yi Xing-ah,habisnya hanya kau yang benar-benar mengerti aku. Aigoo. Ternyata kau manis juga. Haha" canda Suho yang membuat bibir merah itu tambah mengerucut.

"Kalau kau terus mengerucutkan bibirmu, aku tidak menjamin kalau bibirmu akan masih perawan." Suho berdiri dari kursinya, dan melangkah menuju belakang kursi Lay. Karena memang dasarnya polos. Lay masih terus saja memikirkan kata-kata Suho tadi. 'bibir perawan?'

Obsidian Suho yang sedari tadi menatap bibir merah Lay, berahli menatap leher putih jenjang milik Lay. Lehernya terlihat begitu indah di bagian-bagian yang sedikit terekspos. Dia memeluk leher putih itu, dan menaruh kepalanya diantara perpotongan leher Lay dan menghirupnya. Sejujurnya, Lay sangat menikmati kelakuan Suho terhadapnya.

"Yi Xing-ahh" panggil Suho dengan begitu lembut dengan posisi yang cukup ehm. "N―ne?" jawab Lay terbata-bata. "Kajja kita ke kantin."

JLEB

Entah kenapa perkataan Suho ternyata membuat hati Lay sedikit jantungnya diremas begitu kuat. "Ah. Ne. Kajja" jawab Lay lemas dan dengan sorotan mata yang sedikit.. sedih? Suho bangkit dari posisinya dan melenggang duluan ke arah pintu.'Ternyata Cuma begitu. Kau terlalu berharap Zhang Yi Xing'

[SKIP TIME] 14.30KST.

"LUHAN-SSI.. TUNGGU SEBENTAR!" terlihat bayang-bayang manusia tinggi berlari ke arah Luhan dari ujung koridor.

"Aku?" Tanya Luhan dengan telunjuk yang menunjuk tepat kearahnya. "HAH.. Hah.. Untung.. Hah.. Kau belum.. Hah.. Pulang.." dia berhenti di depan Luhan sambil membungkuk dan menumpukan kedua tangannya pada lulut. Mulutnya meraup sebanyak-banyaknya oksigen yang ada disekitarnya.

"Nuguseyo?" tanya Luhan sopan, dia memang tidak mengenal namja di depannya ini. Tapi, kenapa namja ini tahu namanya? Alis Luhan mengkerut.

"Aissh kau tidak ingat aku, eoh?" namja itu bertanya kesal pada Luhan. Luhan nampak sedang menerawang keatas, mungkin ia mencoba mencari jawaban atas pertanyaan orang di depannya itu.

"AH!" Layaknya komik-komik yang SYeo baca, tiba-tiba muncul sebuah bolam bercahaya diatas kepala Luhan."Kau mengingatku kan?" tanya namja tadi sekali lagi, dan dibalas dengan anggukan oleh Luhan.

"Kau yang tadi pagi menabrakku kan? Eum. Yang sempat aku panggil...gege." Luhan menyuarakan isi kepalanya dengan semangat, namun saat mengucapkan kata 'gege', Luhan seperti kehabisan suaranya seketika.

"Eum.. benar juga, tapi lebih tepatnya aku teman sekelasmu. Kau tidak menyadarinya?" balas namja itu. Ia ternyata sama sekali tidak menyadari perubahan ekspresi Luhan saat menyebut kata 'gege' barusan.

"Jinjja-yo? Mianhe, tapi aku benar-benar tidak tahu, err.."

"Park Chanyeol." Potong Chanyeol -namja itu- cepat saat tau apa yang Luhan pikirkan.

"Nde, Mianhe-yo Chanyeol-ssi. Ngomong-ngomong, ada apa memanggilku?"

"Ah iya, bisakah kau ikut denganku?" Chanyeol sepertinya baru tersadar akan tujuan sebenarnya kenapa dia memanggil Luhan.

"Tapi―"

"Di sana juga ada Hyungmu kok" potong Chanyeol lagi. Sepertinya dia pintar membaca pikiran orang. Tanpa mendengar balasan Luhan, ia langsung menarik pergelangan tangan Luhan agar mengikutinya.

'Tangannya halus sekali' batin Chanyeol. Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya seketika. Tujuannya hanya membawa Luhan ke ruang OSIS.

.

CEKLEK

Terdengar suara debeman pintu dan diiringi derapan langkah dua pasang kaki di ruang OSIS yang cukup ramai. Chanyeol dan Luhan sudah sampai pada tujuan. Chanyeol yang masih setia menggenggam pergelangan Luhan, berjalan menuju ke arah sofa-sofa yang terlihat penuh.

"LUHAN!" pekik Xiumin saat sepasang matanya melihat adik ter'cinta'nya ternyata juga dibawa ketempat ini.

"Gege! Gege juga disini?" tanya Luhan yang di balas anggukan cepat dari Xiumin. Ia baru ingat akan perkataan Chanyeol yang mengatakan bahwa Hyung/Gegenya juga berada disini. Dan hal itu terbukti benar.

"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" Chanyeol bersuara, membuat seluruh penghuni disana menatap padanya seakan bertanya -ada-apa-?

"Gege itu sebenarnya apa sih?" tanyanya dengan wajah yang amat sangat tidak berpendidikan #ditimpuk

Setelah pertanyaan 'bodoh' itu lolos dari mulut seorang Park Chanyeol, tiba-tiba ruangan OSIS itu sedikit bergetar. Gempa kah? Wkawkaw ternyata 98% orang disana langsung terjungkal dari sofa masing-masing. Dan mereka jatuh massal. *emang ada? ada-adain aja *plak

"Lupakan hal itu." Suho selaku ketua OSIS yang ikut-ikutan terjungkal kini sedang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. Ia mewakili Chanyeol untuk berminta maaf atas pertanyaan tidak berbobot tadi -_-

"Jadi, kenapa kami dikumpulkan disini?" OH! Ternyata si Spongebob juga ada di ruangan OSIS ini kawan-kawan!

Mari kita lihat siapa aja yang berada di ruangan ini. Suho si Angel face, Kris si Flat face *apa ini*, Baekhyun si Bebek, Chanyeol si tiang, D.O si Morgan, Lay si keripik(?), Tao si Panda nyasar(?), Sehun si cadel *plakplakplak, Chen si Spongebob, Xiumin si Bakpao, dan terakhir tentu saja Luhan si manusia ikan(?). *Heh SYeo ASEM! Nape nama kite pada absurd gini?* okesip, sekarang SYeo di gebuk massal ._.

"Kami ini menawarkan sesuatu untuk kalian." Kris yang duduk di pojokan kini mulai bersuara, dan hal itu sontak membuat mata Luhan dan Xiumin membulat! Mereka tercengang.. 'OMONA! KRIS GEGE!' pekik Luhan dalam hati.

.

.

TBC

Annyeong chingu-deul. Annyeong readers, annyeong silent readers ^^ annyeong semua xD *plak

Gimana nih? Luhan ama Kris udah ketemu, selanjutnya gimana yaahh? Wkawka :D

Oh ia, Syeo mau ngucap terima kasih buat semua READERS. Kenapa? Karena kalian itu udah bantu Syeo dapet pujian dari Guru Syeo. Tanpa kalian, pasti cerpen Syeo biasa-biasa aja. Maaf kalau FF Syeo masih kurang seru tapi Syeo selalu brusaha kasih yang terbaik buat kalian kok. (y)

BIG THANKSEU TO:

Nurfadillah, sstyle313. EXOfan, hunhanmania, ryeoluhan203, Little deer, vely, fanTAOstics, Name hunhanship, Tania3424, Shizuluhan, kira, ByunnaPark, Misterius, Luhan Deer, DeimonDevilBats, 261220. :') Gomawo juga buat yang udah Follow/Favs. You're my LIFE in FFn \^^/

And the last one, See yaa in the next CHAPTER.

Salam Hangat,

Yeo Syeo~ ^^