TIME CONTROL

Author : Love Panda [Mika]

Pairing : Kristao / Taoris / Wu Yi Fan x Huang Zi Tao / Kevin Wu x Edison Huang

Cast : EXO

Genre : Fantasy, Romance, Angst

Rated : M

Disclaimer : Semua tokoh milik diri mereka sendiri. Saya tak memiliki hak apa-apa selain cerita ini.

Warning : Yaoi, Boys Love, typo, dll

Summary :

Selalu memimpikan hal yang sama selama berhari-hari, Tao tahu ada yang salah dengan dirinya. Meski mimpi itu tak pernah jelas dan kabur, ia yakin ada suatu hal yang akan terjadi padanya. Kehidupan damainya selama belasan tahun pun kini terancam ketika hal-hal dalam mimpinya perlahan-lahan terungkap.

Note :

Setelah berminggu-minggu lamanya, udah dua bulan malah, akhirnya fanfic ini update juga. Makasih buat yang masih setia nungguin fanfic ini dan terus ngasih dukungan kalian. Thanks a lot!

***TMCY***

Chapter 4

Tao benar-benar tidak bisa fokus. Tentu saja. Bagaimana ia bisa fokus kalau pasangan latihannya adalah Kris! Demi Tuhan Tao benar-benar tidak bisa berfikir lagi dengan benar. Apalagi sekarang Kris tengah menggenggam kedua tangannya!

"Ayo, coba hentikan waktunya," ucap Kris membuat jantung Tao semakin berdetak kencang.

Pemuda itu memejamkan matanya. Mencoba berkonsentrasi saat pikirannya masih melayang keawang-awang. Butuh waktu lama hingga akhirnya Tao berhasil menghentikan waktu.

Membuka matanya, Tao tanpa sadar jatuh terduduk menyadari wajah Kris yang terdiam kaku begitu dekat dengan wajahnya.

"Tampan…"

Berdiri dari jatuhnya, Tao mencoba menenangkan hatinya sebelum kembali menjalankan waktu.

Setelah kembali seperti semula, Kris segera menurunkan tangannya yang terangkat dan meninggalkan Tao yang masih merona malu menuju Donghae untuk melaporkan perkembangan pemuda panda itu.

"Oke semuanya. Latihan kita hari ini berakhir. Sampai jumpa lagi," Donghae pun masuk ke dalam pintu yang tiba-tiba saja muncul disampinya. POPP! Laki-laki tampan itu pun tak terlihat lagi seiring dengan menghilangnya pintu misterus tadi.

"Ah, aku yakin Donghae hyung sering memakai kekuatannya untuk menyelinap masuk ke kamar Eunhyuk hyung," celetukan Chen barusan langsung saja membuat semua orang disana tertawa.

"Oh! Selagi kita semua berkumpul, bagaimana kalau kita mulai merencanakan liburan musim panas nanti?" Ucapan Baekhyun barusan langsung saja dibalas anggukan oleh semua orang disana.

"Ah, ya. Satu minggu lagi kita sudah libur. Bagaimana kalau kita berkemah?" Lay memberi usul.

"Ide bagus! Kalian setuju?" Baekhyun memutar tubuhnya melihat reaksi teman-temannya.

"Yaa, kurasa itu bukan ide yang buruk," Kyungsoo buka suara diikuti Kai yang mengangguk dengan semangat disampingnya.

"Bagus. Aku akan mulai cari tempatnya dan kalau sudah ketemu, aku akan beritahu kalian secepatnya!" Baekhyun berteriak semangat, terlihat sekali kalau ia memang ingin sekali berkemah. "Semuanya bubar!"

Semua pemuda disana pun berpencar. Tao yang awalnya menuju pintu diarah Selatan yang terhubung dengan sekolah, tiba-tiba berbalik arah dan berlari menuju Suho. "Suho hyung! Tunggu!"

Mendengar ada yang memanggil namanya, Suho berhenti berjalan dan membalikkan tubuhnya. "Ah, Tao. Ada apa?"

"Emm,,, Suho hyung," Tao menatap laki-laki didepannya dengan malu-malu. "Ada yang ingin aku tanyakan…"

"Apa?" Suho bertanya sembari memperlihatkan senyuman mautnya.

"A,,, apa Suho hyung punya akun chatting?" Setelah menanyakan hal itu, tiba-tiba saja wajah Tao memerah.

Untuk beberapa saat Suho menatap keatas, berfikir, sebelum akhirnya menatap Tao lagi. "Rasanya aku memang punya," Tao langsung menjerit dalam hati saat mendengarnya. "Tapi, sudah beberapa bulan ini tidak aku pakai."

Eh? Tunggu!

"Tidak dipakai?"

"Ya. Soalnya aku tidak terlalu tertarik dengan hal semacam itu."

"Ah, jadi selama itu akunnya tidak dipakai lagi?"

Suho kembali menatap keatas untuk mengingat-ingat. "Tidak juga sih, hampir semua teman-teman kita tahu password akun chatting milikku. Jadi, kadang-kadang mereka memakainya."

Mata Tao tiba-tiba melebar saat mendengarnya. Kalau begitu, selama ini Joonma yang ia kenal itu bukan Suho melainkan salah satu dari teman-teman barunya!

"Siapa saja yang suka memakainnya?" Tao memberanikan diri untuk kembali bertanya.

"Emm, kalau tidak salah Chen, Kai, Sehun dan,,," Suho kembali mengingat-ingat. "Dan Kris."

Dan saat nama terakhir terucap, Tao tidak bisa menahan kekagetannya.

Suho menatap Tao heran. "Ada apa dengan reaksimu itu? Lagipula, kenapa Tao tiba-tiba menanyakan hal ini padaku?"

Seketika Tao langsung salah tingkah, ia pegang erat ujung seragam sekolahnya. "Ah, Suho hyung. Aku ada urusan mendadak. Aku pergi dulu, ya. Bye bye!" Pemuda panda itu pun segera berlari menjauh dan menghilang dibalik pintu, meninggalkan Suho yang menggeleng-geleng kepala menatap kelakuan salah satu Junior-nya.

"Ada-ada saja."

***TMCY***

Tao baru saja sampai di rumahnya ketika tiba-tiba saja Ibunya menarik pemuda itu ke kamar.

"Ada apa, Ma?"

"Bantu Mama mencari cincin Mama yang hilang!" Jawab Nyonya Chou sembari memeriksa tempat tidurnya.

"Hah? Astaga, Ma! Kenapa bisa hilang begitu?"

"Mama juga tidak tahu. Sudah jangan bertanya lagi! Bantu Mama mencarinya!"

Tao pun segera menuju lemari dan mengobrak-abrik isinya. Tak sengaja ia menemukan kotak aneh disana.

"Ma! Apa mungkin cincinnya didalam sini?" Nyonya Chou mengalihkan perhatiannya dari tempat tidur kearah anak semata wayangnya. Namun, tiba-tiba wajah cantiknya memucat saat melihat kotak digenggaman tangan Tao.

"Tidak! Tidak ada disana!" Dengan cepat Nyonya Chou merebut kotak itu. "Tao, kau makan malam saja dulu. Kau pasti sudah lapar. Biar Mama saja yang mencari cincinnya," Nyonya Chou mendorong tubuh Tao keluar kamar dan setelahnya ia segera menutup pintu kamarnya.

"Eh?" Tao terdiam. Ibunya tiba-tiba bersikap aneh saat melihat kotak misterius tadi. Dan terlihat sekali kalau wanita cantik itu menyembunyikan sesuatu darinya.

"Akan aku tanyakan nanti," dan dengan itu Tao pun beranjak dari depan kamar Ibunya menuju dapur.

***TMCY***

Tengah asyik menatap acara komedi di TV, tiba-tiba saja ponsel Tao berdering. Alisnya mengkrenyit saat melihat nama orang yang baru saja mengirimkan pesan padanya.

"Xiumin hyung," dan segera Tao membaca isi pesan itu.

Tao, apa dulu kau pernah kenal dengan Kris?

Saat kalian masih anak-anak mungkin.

Kedua alis Tao semakin bertautan. Kenapa Xiumin hyung mendadak menanyakan hal aneh ini padanya?

Tidak. Aku tidak pernah mengenal Kris sebelumnya.

Memangnya ada apa? Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?

Tak lama setelah Tao mengirim balasan pesan itu, pesan dari Xiumin hyung datang.

Sepertinya aku salah mengingat orang.

Maaf karena sudah mengganggumu.

Selamat malam, Tao :D

Meski sudah diberi penjelasan seperti itu, Tao masih tidak begitu percaya. Pasti ada yang Xiumin sembunyikan.

"Hahh," tanpa sadar Tao menghela nafas dengar berat. Hari ini terlalu banyak yang terjadi. Kris menggenggam tangannya, Joonma yang ternyata bukan Suho melainkan salah satu dari teman-teman barunya dan kemudian Ibunya juga Xiumin yang tiba-tiba menjadi aneh.

Ya Tuhan, kenapa rasanya masalah yang dihadapi olehnya bukannya berkurang, tapi malah makin bertambah banyak. Tao sungguh tidak mengerti.

***TMCY***

Tao sudah bertekad untuk menjalankan rencananya hari ini, rencana untuk mencari tahu jati diri Joonma sesungguhnya. Dan kebetulan sekali hari ini, saat ini lebih tepatnya, mereka berdua belas tengah berkumpul di aula tempat mereka biasa latihan.

"Sebenarnya ada yang ingin aku katakan," Tao tengah mengobrol dengan Baekhyun sekarang, tapi dengan sengaja ia mengeraskan suaranya dan membuat semua orang disana bisa mendengarnya.

"Apa, Tao?"

"Aku punya teman didunia maya. Dia orang yang baik sekali dan aku menyukainya," Tao menghentikan ucapannya, melihat reaksi semua temannya. Termasuk Baekhyun yang kini tengah menjerit bahagia.

"Wow! Kau suka dengannya? Apa kalian pernah bertemu di dunia nyata?" Dan terlihat sekali Baekhyun begitu tertarik dengan obrolan ini.

"Sebenarnya dia selalu menolak untuk bertemu secara langsung. Menyebalkan. Padahal aku sudah tahu rumahnya dimana. Aku tahu dimana dia kuliah, jurusan apa. Aku tahu namanya, wajahnya. Bahkan kami berdua sudah saling kenal," dan Tao yakin sekali, setelah ia mengatakan hal itu perhatian semua temannya tertuju padanya.

"Astaga! Kau pasti sebal menunggunya yang masih mencoba sok misterius itu."

"Ya, memang! Karena itu aku akan mengirim pesan padanya. Aku memintanya untuk menemuiku. Dan kalau dia tidak datang, aku bersumpah aku tidak akan mau mengenalnya lagi. Baik lewat dunia maya ataupun dunia nyata! Aku akan mogok bicara dengannya."

"Tao, aku jadi penasaran siapa orang itu. Apa aku juga kenal dengannya?"

"Iya, Baek hyung mengenalnya," dan saat ini Tao bisa melihat wajah terkejut dari hampir semua orang yang ada disana.

Berbarengan dengan sosok Eunhyuk yang terlihat masuk ke aula dari pintu di Utara, rencana Tao pun berakhir. Berhenti cukup baik untuk maju kerencana berikutnya.

***TMCY***

Nyonya Chou kini tengah melamun di kamarnya. Dan tangan kanannya kini memegang sebuah kotak yang tidak sengaja Tao temukan kemarin.

"Mei, haruskah aku memberitahunya sekarang? Haruskah aku memberi tahu semua rahasia yang kujaga baik-baik ini sekarang?" Dengan wajah sendu ia menatap kotak itu.

"Mei, aku tahu cepat atau lambat aku harus memberitahunya. Tapi, aku takut nanti dia malah membenciku, Mei. Dan dia akan pergi meninggalkanku," dan kini, air mata pun terlihat menetes dari kedua mutiaranya.

"Aku begitu mencintai Tao, Mei. Sedalam cintamu untuknya. Sebesar cinta setiap Ibu untuk anaknya. Meski kenyataannya Tao itu anakmu, Mei. Bukan anakku."

***TMCY***

Dibandingkan memikirkan ucapan Tao saat latihan tadi, Xiumin lebih memikirkan pesan jawaban yang Tao kirim kemarin malam.

Benarkah Tao tidak pernah mengenal Kris sebelumnya? Tapi, saat mereka berlima menginap di rumah Lay, ia yakin sekali Tao menggumamkan nama panggilan Kris dalam tidurnya. Nama panggilan yang hanya diketahui ia dan Suho sebagai teman Kris sejak kecil.

'Ben Ben'

Ya, Tao menggumamkan nama itu dengan begitu jelas.

Menghela nafas, Xiumin akhirnya memutuskan untuk bertanya terlebih dulu pada Kris tentang masalah ini sebelum ia berfikir terlalau jauh.

Semoga ia segera mendapatkan jawabannya.

***TMCY***

Sudah satu jam Tao menunggu ditaman, meski begitu tak ada seorang pun yang datang. Apakah rencananya ini gagal? Kalau begitu, haruskah ia melupakan keinginannya untuk mengetahui siapa Joonma sesungguhnya? Haruskah ia benar-benar melupakan teman dunia mayanya itu?

Dengan gelisah, Tao menggerakan ayunannya. Kedepan, kebelakang, terus melaju seperti itu dalam kesunyian. Apakah dia menyerah saja sekarang?

Disaat Tao masih sibuk dengan lamunannya, tiba-tiba saja ada seseorang yang menghentikan laju ayunan dengan menahan rantainya. Tak berapa lama kemudian, Tao bisa merasakan seseorang kini memeluknya dari belakang.

"Dari mana kau tahu kalau Joonma itu aku?" Orang misterius itupun bebicara, membuat Tao sadar siapa orang itu sebenarnya.

"Kris ge…"

"Jawab aku, Tao," dan dapat pemuda panda itu rasakan Kris semakin erat memeluknya.

"Sebenarnya, aku tidak tahu Joonma itu siapa. Lagipula Kris ge hanya satu dari beberapa orang yang aku curigai," melepaskan pelukan Kris, Tao bangun dari ayunan dan kini berdiri berhadapan dengan laki-laki tampan itu.

"Kau bohong? Termasuk soal kau menyukai Joonma?" Kris menatap Tao dengan kecewa.

"Aku terpaksa. Aku harus melakukannya agar aku bisa tahu Joonma itu siapa. Tapi, aku benar-benar menyukai Joonma. Aku jujur untuk yang satu ini…"

Tao berjalan mundur. Ia merasa malu juga takut. Takut bila Kris akan membencinya. Namun, sebelum Tao sempat melarikan diri, Kris sudah meraih tangannya. Dan tanpa diduga laki-laki itu memeluknya. Membuat Tao tanpa sadar menangis.

"Kenapa Kris ge menyembunyikannya? Padahal Kris ge pasti sudah tahu kalau itu aku. Tapi, kenapa tidak terus terang saja kalau Kris ge mengenalku? Aku malah sempat bingung dengan perasaanku sendiri. Aku menyukai Joonma tapi, aku juga malah jatuh cinta pada Kris ge," Tao mengangkat kepalanya dan menatap Kris dengan matanya yang berlinangan air mata.

"Maafkan aku, Tao. Aku saat itu terlalu takut kau akan kecewa bila tahu Joonma itu ternyata aku," Kris meraih kedua pipi Tao dengan kedua tangannya dan kemudian dengan perlahan ia mengecup bibir merah muda Tao.

"Aku mencintaimu, Tao. Bahkan sebelum aku melihat wajahmu untuk pertama kalinya."

Pelukan itupun menjadi semakin erat. Begitu erat hingga keduanya bisa saling merasakan debaran jantung pasangannya. Begitu hangat dan nyaman.

"Kris ge," ucap Tao tanpa menatap Kris dan malah semakin menenggelamkan kepalanya dalam ceruk leher laki-laki itu. "Berjanjilah. Mulai sekarang hingga seterusnya, tidak akan ada rahasia lagi diantara kita. Jangan penah menutupi apapun lagi."

"Ya, aku berjanji."

Dan kembali, dua bibir itu bersatu dalam tautan cinta yang manis.

***TMCY***

Nyonya Wu menatap salah satu bawahannya dengan tidak percaya. Rasa sakit dan amarah itupun masuk begitu saja kedalam hatinya.

"Anggota baru itu Pengendali Waktu?" Tanpa sadar wanita itu meremas Koran yang tengah ia baca. Matanya berkilat marah.

"Selidiki dia. Dan terus pantau bocah bernama Chou Zi Tao itu!"

To be continued

Maaf kalau chapter ini masih pendek.

Oh ya, aku lagi mau bikin fanfic Taoris baru, dan disini Kris nya kembar! XD

Ini ada sedikit Summary ceritanya :

Ingin mengenal lebih jauh tentang kembarannya yang telah terpisah darinya cukup lama, Kris tanpa sengaja mengetahui tentang Tao dan akhirnya jatuh hati pada pemuda panda itu. Dan bagaimana reaksi Tao melihat kembaran dari mantan kekasihnya yang sudah meninggal? "Sepertinya kau dulu dekat dengan Kevin. Jadi aku pikir. Kau mungkin tahu apa yang terus ia sesali diakhir hidupnya."

Menarik gak?

Mind to Review? :D