I NEED U

[Sequel of RUN]

by miaridara/outout

.

[Jeon Jungkook x Kim Taehyung]

Slight!MyungTae, YoonMin, NamJin, and jomblo Hoseok

I only own the plot

.

.

.

Chapter 3

Tears on Love

Aku tidak pernah sesakit ini sebelumnya, tapi karenamu aku bisa terluka sekaligus hancur

.

.

Hari ini kompetensi piano yang diikuti oleh Taehyung akan segera dimulai. Pria dengan js putih itu nampak gugup di belakang panggung, bibir merahnya tak berhenti merapalkan doa agar semuanya lancar, kedua tangannya terkepal kuat melawan rasa gugup yang tiba-tiba saja melanda dirinya. Padahal Taehyung pernah mengikuti kompetensi yang lebih bergengsi daripada ini.

Mungkin karena ada Jungkook yang duduk di salah satu barisan penonton itu.

Taehyung tidak tahu bagaimana Jungkook bisa berada di tengah sana, Taehyung mungkin pernah bilang ia akan ikut kompetesi, tapi ia tidak ingat pernah meminta Jungkook untuk melihat penampilannya.

"Akan mainkan lagu apa, Tae?"

Taehyung berbalik ketika mendengar suara Jimin dari belakang, lelaki itu datang bersama Yoongi untuk menonton pertunjukan musiknya. Taehyung tersenyum ketika Jimin memeluknya sebentar untuk memberi semangat.

"Kau juga nanti akan mendengarnya"

Jimin mendengus, ia memegang bahu Taehyung dan mendekatkan wajahnya pada telinga sahabatnya itu. "Kau mengundang Kim Myungsoo?" bisiknya kecil, dan Taehyung langsung menoleh terkejut

"Tidak. Kenapa?" kaget Taehyung karena Jimin bertanya tentang lelaki

"Dia ada disini" ucap Jimin sembari mengarahkan matanya dimana Myungsoo tengah berdiri di ujung pintu masuk, berjalan untuk menemukan tempat duduknya

"Bagaimana bisa dia ada disini? Dan Jungkook juga? Kau yang mengundangnya?" cecar Taehyung

"Kalo Kim Myungsoo, aku tidak tahu, mungkin ia mencari tahu tentangmu lalu kesini"

Taehyung mengerutkan dahi. "Lalu Jungkook?"

"Aku memang melihat dia sejak tadi berada di gedung ini, dari lantai 4 bersama orang-orang berjas. Lalu kemudian langsung menuju lantai 2 dan masuk ke sini, aku rasa dia sudah melakukan pertemuan dan mungkin juga di undang untuk melihat pertunjukan ini" jelas Jimin tidak berbohong, ia memang sepenuhnya melihat Jungkook naik ke lantai 4 dan cukup lama disana, lagipula Jimin juga tahu kalau gedung ini sedang ada banyak acara. Salah satunya yang Jimin tahu adalah grand opening music, mungkin karena Jungkook salah satu orang ternama di daerah sini, ia diundang kesana dan kemudian diundang juga untuk melihat pertunjukan kompetisi piano yang diikuti Taehyung

"Peserta bernama Kim Taehyung, harap menaiki panggung"

Taehyung menoleh pada Jimin dan Jimin juga menoleh padany seraya tersenyum lebar, kedua mata sewarna cokelat itu beralih ke Yoongi yang sekarang tersenyum tipis untuk memberi dukungan.

"Kau pasti bisa, Tae"

Dengan langkah mantap Taehyung menaiki panggung, riuh penonton terdengar saat ia mendongakkan kepalanya dan tersenyum. Sebelum benar-benar duduk untuk memainkan piano, Taehyung mengarahkan padangannya pada Jungkook. Tak ada senyum di wajah tampan itu, tak ada ekspresi yang tercetak jelas pada pahatan indah Tuhan yang sempurna itu. Yang ada hanya wajah datar dan sorot mata tajam yang menakutkan. Tapi meski begitu Taehyung tetap tersenyum.

Tersenyum untuk menunjukan bahwa dia lebih kuat daripada pada apa yang Jungkook pikirkan.

Lalu kemudian matanya bergulir menuju Myungsoo yang sedari tadi sudah memasang senyum paling mempesonanya pada Taehyung. Dan Taehyung membalasnya dengan senyuman manis. Senyuman yang tidak sama dengan yang ia tunjukan pada Jungkook.

Dentingan piano mulai tedengar, raut wajah Taehyung berubah serius ketika jari-jari lincahnya menari-nari di atas tuts piano berwarna putih dengan garis-garis hitam.

Para manusia yang berada di dalam ruangan itu mendadak terpaku karena melodi indah yang menusuk hati itu mengalun dengan indah. Tiap-tiap nada mempunyai makna yang sangat dalam sehingga semua orang terhanyut, kagum dan ikut ke dalam permainan piano yang dimainkan Taehyung.

Alunan nada yang menyesakkan jiwa itu semakin terdengar keras, jari-jari lentik itu semakin cepat bergerak.

Kedua mata hitam Jungkook tertutup, mencoba menikmati segala alunan melodi yang terdengar indah di kedua telinganya. Menyelami tiap-tiap detik waktu yang terlewati saat ia mengulang kembali cerita pahitnya dulu. Dimana ia meninggalkan Taehyung begitu saja tanpa memberitahukan alasan yang bisa membuat Taehyung mengerti.

Saat itu yang ada dalam hati Jungkook adalah keragu-raguan, sebuah ketidakyakinan. Ia tidak yakin operasi cangkok jantung yang nanti dilakukan itu akan berhasil, Jungkook tidak yakin ia akan hidup dengan baik setelahnya.

Dan ia tidak yakin Taehyung akan membalas perasaannya.

Jungkook memang bukan manusia yang sempurna. Di balik segala kehebatannya di bidang akademik maupun non-akademik, ada satu kekurangan yang bahkan bisa melenyapkan semua kehebatannya itu dalam waktu sekejap. Jantungnya tidak normal. Dan kematian bisa merenggutnya kapan saja. Jika ada orang yang bilang bahwa Jungkook itu tidak takut mati, itu tidak benar. Jungkook sangat takut akan kematian.

Dalam masa-masa pahitnya saat itu, Jungkook tidak hidup dengan tenang. Ada banyak pertanyaan 'apakah' yang terus menerus berputar di kepalanya. Apakah ia akan hidup? Apakah ia akan melihat dunia lagi? Apakah ia bisa bahagia? Apakah ia bisa bersama Taehyung? Apakah ia bisa merasakan bagaimana rasanya dicintai dengan tulus oleh seseorang yang sangat dicintainya itu?

Ketika pada akhirnya ia kembali bertemu dengan kehidupan, Jungkook berjanji dalam hatinya. Ia akan berjuang untuk bisa mendapatkan hati Taehyung. Walaupun ia tidak yakin apakah lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu masih mengingatnya atau merindukannya seperti yang selama ini Jungkook harapkan da rindukan.

Namun, mendapati Taehyung bersikap canggung padanya membuat Jungkook menyimpulkan satu hal yang memohok keras hatinya.

Taehyung tidak pernah mencintainya.

Kedua mata Jungkook terbuka bersamaan dengan selesainya permainan piano Taehyung. Tubuh kurus pemuda itu membungkuk dan mengucapkan kata terimakasih sebelum kembali ke belakang panggung. Sorakan penuh kekaguman terdengar dari seluruh penonton, beberapa dari mereka bertepuk tangan sambil berdiri, sebagian lain melempar bunga-bunga cantik ke atas panggung.

Jungkook tidak beranjak dari tempatnya meskipun hatinya sangat ingin. Ia hanya diam disana sembari memperhatikan seorang lelaki yang berlari ke balik panggung. Mengejar Taehyung. Jungkook tidak pernah membenci siapapun sebelumnya, bahkan meskipun ada banyak orang yang telah membencinya terlebih dulu.

Tapi pada Kim Myungsoo, Jungkook bersumpah akan membuat lelaki itu menjauh dari Taehyungnya.

.

.

"Satu hal yang ingin aku ucapkan padamu"

"Apa itu?"

"Kau mengagumkan. Permainan pianomu benar-benar membuatku terhanyut. Bagaimana kau mempelajarinya?"

Taehyung terbahak keras mendengar pertanyaan yang diutarakan Myungsoo padanya setelah mereka berdua memutuskan untuk pulang karena acara kompetisi piano itu sudah selesai. Dengan membawa kemenangan Taehyung meng-iyakan saja ajakan Myungsoo untuk pulang bersama dan mampir untuk makan siang. Myungsoo bilang ia akan memberikan Taehyung sebuah hadiah atas kemenangan hebat yang diraihnya tadi.

"Kenapa kau tertawa? Aku sungguh-sungguh bertanya padamu" Myungsoo berucap datar, lalu kemudian ikut tertawa kecil saat Taehyung tetap tertawa

"Kau bilang hanya akan mengatakan satu hal. Kau mengatakan dua kalimat dan satu pertanyaan"

Myungsoo memutar bola matanya dengan malas, tangan kirinya bergerak untuk merangkul bahu Taehyung yang lebar. "Abaikan saja itu. Jadi, kenapa kau bisa memainkan piano itu dengan sangat bagus?. Kau tahu, semua orang yang berada di dalam sana hanya diam dan terpana. Aku bahkan yakin ada banyak dari mereka yang meneteskan air liur"

"Kau memikirkan hal yang jorok, Kim"

"Kau juga bermarga Kim, wahai Taehyungku yang manis" goda Myungsoo sembari mencolek dagu runcing Taehyung

Wajah dengan kecantikan yang lebih dari para perempuan itu bersemu merah. Taehyung dengan cepat memukul-mukul tubuh Myungsoo hingga lelaki itu mengaduh kesakitan.

Orang-orang yang dilewati mereka mungkin berpikir bahwa kedua orang itu adalah pasangan kekasih yang sangat manis. Myungsoo mungkin menginginkan hal itu benar-benar terjadi. Ia dan Taehyung yang saling mencintai satu sama lain, merajut kisah cinta penuh bahagia hingga akhir hayat. Myungsoo menyukai Taehyung sejak ia tidak sengaja masuk ke dalam ruangan yang salah, dimana saat itu ia melihat Taehyung yang tengah bermain piano dengan sangat indahnya. Yang ia dengarkan saat itu adalah lagu milik Justin Bieber−ia tidak tahu dengan jelas apa judulnya−dan juga sedikit lagu milik Air Supply berjudul Goodbye. Lalu setelah hari itu, Myungsoo mulai menjadi pengagum rahasia Taehyung.

Mengikuti segala aktivitas yang dilakukan oleh pemuda manis berwambut cokelat itu. Dan puncaknya adalah kemarin, entah harus bagaimana ia mengekspresikan perasan bahagia saat ia mendengar suara Taehyung dari dekat. Suaranya berat namun terdengar begitu seksi di telinganya.

Myungsoo benar-benar jatuh cinta pada Taehyung.

"Kita akan makan siang dimana, Myungsoo?" tanya Taehyung memecah keheningan

Myungsoo menoleh dan tersenyum pada Taehyung, membuat Taehyung merasa berdebar-debar. "Kau ingin makan di mana?"

"T−terserah kau saja"

"Bagaimana dengan restoran di dekat toko roti di sana?" Myungsoo menunjuk sebah restoran bergaya eropa di sebelah barat, restoran itu dikenal dengan masakannya yang lezat dan juga sangat mahal

Taehyung menggigit bibirnya, "Restoran itu terlalu mahal untuk sebuah makan siang. Tidak pilih saja restoran lain?"

"Kenapa harus pilih yang biasa jika ada pilihan yang luar biasa?"

"Tapi di sana mahal sekali, Myungsoo. Aku tidak punya banyak uang untuk membayarnya" cicit Taehyung

Myungsoo tersenyum dengan alis yang dinaikkan. "Memangnya kau pikir aku akan membiarkanmu membayarnya sendiri?"

"Lalu?"

"Tentu saja karena aku yang akan membayar semuanya. Lagipula ini juga sebagai hadiah dariku karena kau sudah memenangkan kompetisi ini"

"Kenapa harus repot-repot memberiku hadiah?" tanya Taehyung dengan nada tidak enak

Myungsoo lagi-lagi tak bisa untuk tidak tersenyum pada lelaki manis di sampingnya ini. "Jangan banyak bertanya, ayo pergi sebelum jam makan siang berakhir"

Karena... aku jatuh cinta padamu, Kim Taehyung. Hanya hal-hal kecil beratasnamakan hadiah lah yang bisa ku lakukan sebagai langka awal untuk mendapatkan hatimu

"Kau benar-benar mencurigakan, Kim Myungsoo" canda Taehyung dengan diselingi tawa yang lucu

Dan Myungsoo hanya tersenyum penuh arti.

.

.

Ada banyak hal di dunia ini yang ingin Jungkook lakukan untuk menghabiskan waktu. Selagi ia masih bisa bernafas, masih bisa mendengar, melihat dan berjalan. Jungkook ingin menciptakan lahan pekerjaan yang banyak, supaya tidak ada pengangguran yang bertebaran dimana-mana. Setiap manusia memang diciptakan kemampuan yang berbeda-beda. Tapi bagi Jungkook, kemampuan sukses setiap manusia itu sama, hanya saja bagaimana si manusia itu mau berusaha untuk menggapai kesuksesan.

Dan setelah keinginan pertamanya itu terwujud, Jungkook ingin hidup tenang di sebuah tempat yang masih asri. Tak ada polusi apapun yang berlebih, hidup di dekat sebuah taman indah penuh bungan bersama orang yang ia sayangi. Hidup bahagia sampai akhir.

Tapi Jungkook sadar diri, bahwa hidup tidak semudah menuang air, tidak seindah dunia dongeng yang sering ia curi dengar dari beberapa teman masa kecilnya dulu saat masih di taman kanak-kanak.

"Oh! Ternyata kau disini. Aku mencarimu kemana-mana" suara Jimin menggelegar di ruangan musik yang berada di kampus Jimin dan yang lain

Jungkook memang sengaja datang kesini dengan meminta Jimin untuk menemaninya. Tetapi Jungkook tiba-tiba saja menghilang saat Jimin pergi ke tempat Yoongi sebentar untuk meminjam sebuah gitar karena Jungkook yang memintanya.

Jungkook yang tengah berdiri di dekat sebuah jendela yang menghadap ke sebuah taman belakang kampus itu hanya menoleh sebentar, lalu kembali memfokuskan pandangannya pada hamparan bungan berwarna-warni yang begitu menenangkan hatinya.

Jungkook sangat menyukai bunga, sebagaimana ia ingat kalau dulu Taehyung pernah mengatakan jika ia menyukai bunga karena mengingatkannya pada ibu kandungnya.

Ah, kenapa juga ia harus mengingat hal itu?

"Kau bawa gitarnya?" tanya Jungkook

Jimin tersenyum lebar, ia berjalan mendekati Jungkook dan menunjukan gitar berwarna cokelat dengan beberapa stiker itu tepat di hadapan Jungkook. "Yoongi bilang kau harus mengembalikannya saat ia menyusul kesini" tuturnya sembari menyerahkan gitar itu pada Jungkook

Jungkook mengangguk. "Belikan aku minuman, Park. Aku haus"

Jimin mengerutkan dahinya, "Kau pikir aku pembantumu?" tanyanya dengan sedikit sewot

"Belikan saja. Nanti ku beri kau uang jajan"

"Berapa?!" Jimin bertanya dengan nada antusias dan kedua tangan yang terkepal di dada

"Lima ribu"

Krik krik krik

Jungkook menatap Jimin datar. Kepulan asap keluar dari kedua telinga Jimin.

"SIALAN KAU JUNGKOOk!"

.

.

You've got that smile
That only heaven can make
I pray to God everyday
That you keep that smile

Suara yang terdengar merdu itu membawa para mahasiswa dan mahasiswi ke lapangan kosong dimana Jungkook duduk di salah satu bangku dengan memainkan sebuah gitar. Mata yang tajam itu tertutup menikmati setiap bait-bait lirik yang ia nyanyikan. Kerumunan mahasiswa itu terhenyak dengan pembawaan Jungkook.

Tenang. Namun sangat dalam.

Yeah, you are my dream,
There's not a thing I won't do.
I'll give my life up for you,
Cause you are my dream

Jimin berlari dengan cepat ketika menemukan Jungkook tak ada di ruangan musik. Dengan pendengaran yang super tajam, ia berlari menuju sebuah tempat dimana ia bisa mendengar suara khas Jungkook saat bernyanyi. Meski dia baru dekat dengan Jungkook beberapa hari yang lalu (saat setelah mereka bertemu di rumah sakit, Jungkook dan Jimin mulai dekat) dia pernah mendengar Jungkook bersenandung kecil saat mereka makan malam beberapa hari yang lalu.

One day when the sky is falling
I'll be standing right next to you
Right next to you

Kim Taehyung menatap bingung pada kerumunan yang entah sedang mengerumuni apa, dia tidak tahu. Beberapa orang juga berlari melewatinya hanya untuk melihat ada apa disana. Karena sangat penasaran, Taehyung berjalan mengikuti seorang gadis yang sedang mencoba merengsek masuk untuk melihat lebih dekat

Nothing will ever come between us
I'll be standing right next to you
Right next to you

Dan saat itulah mata Jungkook terbuka dan langsung tertuju pada mata serwarna sokelat milik Taehyung juga terpaku menatapnya. Jimin yang terengah-engah mencoba untuk menggeser beberapa orang agar ia bisa melihat Jungkook meskipun suara itu sudah tidak terdengar lagi.

Jungkook, dengan segala kesempuranaan yang terlahir di dirinya berdiri. Mendekati Taehyung yang belum juga sadar. Semua mata yang ada di sana penasaran dengan apa yang akan di lakukan Jungkook pada salah satu mahasiswa jurusan musik yang terkenal itu.

Dan tepat ketika Jimin berhasil lolos dari kerumunan, saat itu juga jungkook mencium bibir Taehyung.

Ketidakpercayaan adalah satu-satunya yang tepat menggambarkan perasaan setiap perasaan orang yang melihat kejadian itu. Sebagian gadis merasa patah hti karena ternyata Jungkook lebih menyukai lelaki, sedang sebagian lain merasa terenyuh karena melihat pemandangan manis itu. Jimin dan Taehyung sama-sama membulatkan mata mereka terkejut dengan tindakan Jungkook yang super berani.

Jungkook menjauhkan wajahnya dari wajah Taehyung. Kemudian menatap mata itu dengan dalam dan sendu. Taehyung mencoba untuk memblasa tatapan itu meskipun ia tidak sanggup menahan kakinya yang terasa seperti agar-agar karena sangat malu.

"I'll be standing right next to you"

Bisikan Jungkook dengan nada cinta itu meluluhkan hati Taehyung dalam sekejap.

Dan Taehyung mulai tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.

.

.

.

.

T B C

Sesuai janji, gue update chapter 3 di hari minggu ini. Btw, katakanlah Taehyung itu bingung sama perasaannya. Perasaan dia masih samar-samar, jadi Jungkook harus berusaha lagi bikin Taehyung bener-bener memastikan perasaannya. Dan Myungsoo adalah orang yang akan semakin membingungkan perasaan Taehyung. So, kalo pengen tanya-tanya seputar fic, entah bingung atau apa, silahkan PM gue. PM gue terbuka kok untuk siapapun^^

Sampai ketemu di chapter 4! Terimakasih untuk semua yang sudah menyempatkan diri untuk mampir sekaligus memberikan review. Iloveyousomuch guys!

Review juseeyooo^^