Disclaimer:Persona tu punya Atlus,kalo Persona tu punya saya udah kubikin Sou dan Yuki merit *dilindes Atlus* btw saya minjem ide dari Kazokunya Shara-san

Tomoko: *makan coklat*

Minato: WOI! Udah mulai tuh! #lempar sepatu

Tomoko: E—eh! Iya maaf! Yak! Kembali lagi bersama saya Tomoko Takami! Chapter ini khusus tentang pernikahannya Rise sama Teddie jadi mohon maaf ya kalo agak aneh.

THANKS TO: Chia, Anm, Ritzer-Workshop, Blazin'99

ENJOY!


Pagi yang damai di kediaman Seta, sudah 1 bulan semenjak kelahiran Yuji Seta. Sampai ketika sepucuk undangan pernikahan sampai di kediaman Seta.

"Eh? Undangan? Dari siapa ya?" gumam Yukiko sambil membuka undangan berwarna putih gading berpadu merah jambu yang dipegangnya dan seketika pula mata Yukiko melotot melihat nama yang tertera di undangan itu.

Risette Kujikawa

Teddie Royrek

Together Forever, The Ceremony Will Held at

Tokyo Memory Church

12-4-2016

10.00 Am And Reception (betul ga nih tulisannya?) 17.00 at Cyrstal Wedding ballroom

"Ada apa Yukiko?" tanya Souji yang baru bangun tidur, Yukiko menunjukkan undangan pernikahan Rise dan Teddie yang dipegangnya

"Wah? Rise dan Teddie akan menikah? " gumam Souji sambil menatap undangan berbentuk persegi panjang itu, "tanggal 12 ya... 2 minggu lagi..." gumam Souji sembari meletakkan undangannya.

Kring kring!

"Biar aku yang angkat," kata Souji sambil mengangkat telepon rumahnya. "Halo?"

"Ah,senpai? Aku bisa minta tolong?" suara cempreng Rise terdengar jelas.

"Minta tolong apa?" balas Souji dengan ramah.

"Begini senpai, undanganku sudah sampai kan ke rumah senpai? Aku ingin Souji-senpai dan Yukiko-senpai untuk menemani kita mencari baju pengantin kita," ujar Rise

"Eh? Kalian belum mencari baju pengantin kalian?" tanya Souji agak tak percaya.

"Yah~ selama beberapa minggu ini aku sangat sibuk karena berita pernikahanku tersebar begitu cepat. Jadi aku harus mengurusi para wartawan itu dan Teddie juga sibuk dengan rumah sakit miliknya," lanjut Rise

Yukiko menepuk punggung Souji pelan, "Siapa yang menelpon? Rise?" tanya sang istri sambil menautkan alisnya.

"Ah, sebentar Rise," Souji menutup bagian bawah teleponnya. "Iya, dia bilang minta ditemani membeli baju pengantin," tambahnya.

"Eh? Mereka belum mencari baju pengantin?" tanya Yukiko dengan ekspresi yang sama dengan suaminya.

"Belum, katanya Rise beberapa minggu lalu dia masih mengurusi para wartawan yang menanyai dia," jelas Souji.

"Hmm..." gumam Yukiko sambil menerawang langit-langit rumahnya.

"Jadi?" tanya suaminya

"Baiklah, tapi bagaimana dengan Yuji? Masa dia ikut dengan kita?" tanya Yukiko bingung.

"Kita bawa saja, hitung-hitung mengenalkan Yuji pada mereka," ucap Souji.

~SKIP SKIP~

"Senpai! Wah sudah lama tak bertemu sejak pernikahan Chie-senpai dan Yosuke-senpai!" sapa Rise yang siang itu mengenakan kacamata berwarna putih, dress yang mencapai bawah lutut Riseberwarna pink lembut, dan heels senada. Rambut magenta Rise diikat menjadi ponytail.

"Rise!" Souji balas menyapa Rise, Rise berjalan menuju Souji dan Yukiko yang menggendong Yuji yang tertidur pulas.

"Lama tak berjumpa Rise," sapa Yukiko sambil tersenyum lembut.

"Yukiko-senpai~ wah~ ini ya yang namanya Yuji~?" gumam Rise sembari menepuk pipi tembem Yuji. Rambut hitam Yuji merupakan warisan dari Yukiko tapi wajahnya mewarisi ayahnya. Sedetik kemudian iris grayish Yuji terbuka menatap wajah disekelilingnya lalu tertidur lagi sambil tersenyum.

"Dia tersenyum, aku penasaran apa yang membuatnya tersenyum~?" ujar Rise.

"Ngomong-ngomong dimana Teddie?" tanya Yukiko sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar.

"Entahlah, mungkin sebentar lagi," jawab Rise, diliriknya jam tangan miliknya yang berwarna hitam.

10.30 AM

"Seharusnya dia sudah sampai disini," gumam Rise, jarinya diketuk-ketukkan di atas kaca toko.

"Rise! Sensei! Yuki-chan!" teriak sebuah suara yang tak lain milik Teddie, pemuda itu mengenakan kaus putih yang kontras dengan rambut pirang miliknya, jeans biru dan sneakers putih (Tomoko: Teddie pecinta putih rupanya)

"Ah, Teddie! Lama sekali kamu!" Protes Rise, Teddie mengelus kepala Rise sambil berkata

"Maaf Rise, tadi masih ada pasien," Teddie tersenyum.

"Oke-oke, sebaiknya kita mulai mencari baju pengantin kalian," putus Souji cepat.

~Wedding Dress Store~

"Senpai! Bagaimana dengan yang ini?" tanya Rise sambil mengambil sebuah baju pengantin berwarna putih (Of Course putih) dengan model empire cut,sepanjang ekor gaun dihiasi dengan swarovski, sepasang sarung tangan putih, bagian dada disulam benang perak.

"Hmm... coba saja pakai," ujar Yukiko sambil menyodorkan sarung tangannya, sementara Souji menggendong Yuji, Rise kemudian masuk dan mencoba gaun itu.

Sesaat kemudian Rise keluar dengan baju pengantin yang dipilihnya, "Bagaimana~?" tanyanya sambil mengibaskan gaunnya.

"Good!" Yukiko mengacungkan jempolnya, "permisi, bisa kami minta aksesorisnya yang lengkap!" tanya Yukiko.

"Baik, tunggu sebentar nona!" jawab pegawai tokoh itu sambil pergi kebelakang tokoh, dan kemudian pegawai itu datang membawa sepasang high heels putih, anting-anting berbentuk air mata, cadar pengantin dan tiara sebagai penahan cadar pengantin tersebut.

"Nah, giliran para wanita sudah selesai sekarang yang cowok ya~" kata Yukiko sambil menggendong Yuji, Souji dan Teddie beranjak dari tempat duduknya dan mulai mencari baju pengantin Teddie.

"Teddie, coba yang ini," ucap Souji menyodorkan jas putih, celana panjang putih, jas putih dan dasi silver. #eh, rasanya saya pernah liat jas itu deh...

"Boleh juga," balas Teddie, dicobanya jas tersebut dan ternyata jas itu amat cocok di tubuh Teddie.

"Excellent!" puji Souji #kok malah mirip sama Lee ya?

"Baiklaaah~ saatnya menunggu~!" sorak Rise senang. "bagaimana kalau kita ke kafe sebentar? Hitung-hitung melepas kangen," ucap Rise.

"Boleh juga, ayo," pasangan itu menyetujui ajakan Rise, saat sampai di kafe mereka segera memesan.

"Saya pesan satu cheese cake dan satu cappucino," kata Rise sambil menutup buku menu tersebut dan memberikannya pada Teddie.

"Saya lemon tea saja," Teddie memesan minuman kesukaanya. Sesaat kemudian pesanan mereka datang.

"*munch* munch* jadi, bagaimana kabar Souji-senpai dan Yukiko-senpai?" tanya Rise sambil memakan kuenya.

"Baik-baik saja, kalian sendiri?" tanya Yukiko.

"Yah, kami betul-betul repot dengan wartawan yang sibuk mewawancarai kami, padahal kami sudah benar-benar merahasiakan berita pernikahan kami," Teddie mengangkat bahunya. Sejak lulus kuliah, Teddie dan Rise memang sudah diberitakan sebagai pasangan terkenal dengan julukan ' bintang terkenal dan dokter muda' .

"Susah juga jadi orang terkenal..." gumam Yukiko sambil menyesap kopinya. Souji ikut mengangguk. Entah bagaimana caranya, Teddie bisa menemukan beberapa pasang wartawan yang sedang mengawasi dirinya dan Teddie di kafe.

"...Sebaiknya kita cepat pergi dari sini, aku melihat beberapa wartawan di dekat sini," bisik Teddie agak gusar, laki-laki itu menegak lemom teanya dan mengemasi barang-barangnya.

"Yuk, ngomong-ngomong aku baru ingat kalau kami ada sedikit permintaan nih Yukiko-senpai, mau dengar kan?" pinta juniornya itu dengan muka memelas. Yukiko menautkan alisnya dan mendekat ke arah Rise, Rise membisikkan sesuatu di telinga Yukiko dan wanita berambut panjang itu mengangguk dengan seulas senyuman yang terukir di wajahnya.

"Baiklaaah~! Serahkan saja kepadaku dan Souji!" seru Yukiko, Souji yang mendengarkan perkataan istrinya hanya bisa kaget dan memberi reaksi:

"Hah?"

~Skip Skip~

"Ini toh yang kamu maksud Yukiko..." ucap Souji sambil duduk di samping istrinya yang kini sudah selesai dengan urusannya. Urusan apa sih yang mereka maksud? Ternyata oh ternyata saudara-saudara, mereka diminta menjadi penata rias bersama dengan teman-teman mereka yang lain. Gak nyangka deh pasangan Seta ini bisa ngeriasin orang, lain kali saya ajarin ya. #diseplak rame-rame.

Kini pekerjaan mereka sudah selesai dan mereka kini duduk di bagian depan bersama dengan teman semasa SMA mereka. Bisa dilihat banyaknya personel keamanan yang berjaga di chapel agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Acara berjalan lancar dan kini acara sudah selesai, untung sepanjang acara para wartawan usil itu tidak membuat kegaduhan, "Selamat ya untuk kalian berdua!" seru Chie sambil memeluk juniornya.

"Terima kasih Chie-senpai," ucap Rise.

"Yo Teddie! Tak kusangka kamu menikahi Rise! Langgeng dengan Rise ya!" seru Yosuke senang.

"Tenang saja Yosuke!" kata Teddie, acara ditutup dengan acara makan-makan di kebun dekat chapel.


TBC...

Tomoko: HALOOOOOOO~! JUMPA LAGI DENGAN SAYAAA XD. Chapter ini saya buat semalem suntuk #ya ga mungkin lah.# jujur, saya masih keadaan WB akut jadinya saya rada-rada 'maksa'. By the wayyy~! Saya naik kelas lohhh~! XDD #nari harlem shake.# berhubung saya udah mau K.O gegara ngadepin laptop 4 non-stop #aih, jadi penulis emang serba susah deh, gegara idenya sering muncul malem gini.# saya sudahi saja. Reviewww~ dont flame plisss~