I'm Nerd Today
Ruberrys
Pairing : Kim Taehyung x Jeon Jungkook
Rate : M
Genre : Drama, Romance
Warning : BOYXBOY, YAOI, mature Content, Top! Taehyung Bott! Jungkook, TYPO's
Summary : Jungkook geram, melihat video dan foto kekasihnya mencumbu orang lain. Lihat saja, ia akan membuktikan bahwa ia bukan lelaki cupu yang membosankan. Tunggu saja-Kim Taehyung-ssi.
[!!!]
Taehyung sedang berjalan di koridor sekolah. Telapak tangannya menggenggam tangan Jungkook yang lebih mungil.
"Nah, sudah sampai. Belajar yang benar sayang. Nanti kita pulang bersama. Okay?" Taehyung berucap.
Sedangkan Jungkook hanya mengangguk. Kemudian Taehyung berlalu setelah mengusak rambut Jungkook.
Jungkook menghela nafas sedih sambil menatap punggung Taehyung yang menjauh.
Ah, ia merasa bersalah. Beberapa hari lalu, ia menampar Taehyung yang mencuri satu kecupan di bibir merahnya. Eyy, jangan salah sangka, Jungkook bukannya tidak mau, ia hanya terlalu terkejut. Itu kecupan pertamanya omong-omong. Kemudian mereka bertengkar—maksudku hanya Jungkook yang mendiami Taehyung selama lima hari, dan baru tadi pagi mereka berbaikan. Setelah kejadian itu, Taehyung tidak mau mencium Jungkook lagi,—masih trauma katanya. Hei, Jungkook juga pria kalau kalian ingat, sehingga tamparannya juga tidak main-main.
"Selamat pagi cupu" Bae Joohyun, atau yang kerap disapa Irene menyapa.
"Hai Irene. Kau sudah mengerjakan tugas Fisika?" Jungkook menjawab saat Irene sudah duduk di sampingnya. Mereka adalah chairmate.
"Tentu saja sudah. Kekasihku sangat pintar dalam hal itu. Jadi, aku suruh saja dia mengerjakan. Hahaha" Irene tertawa terbahak sesudahnya.
Jungkook mendengus kesal. Hafal akan tabiat sahabatnya ini.
"Terserah"
Kemudian hening sesaat.
Irene berbalik miring menghadap Jungkook. Menyelipkan sedikit rambut ke belakang telinganya.
"Oi cupu!"
"Ya! Jangan memanggilku begitu" Jungkook mendengus.
Irene terkikik kemudian mencubit pipi Jungkook.
"Uhh, kau kan memang Cute Puppy ututu, gemasnya!!!"
"Lepaskann" oh, tak sadar Jungkook merengek.
Oke. Irene kalah. Ia memeluk tubuh gembil sahabatnya yang empuk itu. Sesekali menjerit kecil, mengucap 'gemas' berkali-kali.
"Ah, lepaskan. Sesak!" sedikit keras Jungkook mendorong bahu Irene hingga terlepas.
"Nah, kau tadi mau apa?!"
Irene merengut "Galak sekali sih!"
Jungkook memutar mata malas.
"Ck, iya iya. Sekarang aku serius"
Suasana tempat duduk mereka menjadi serius.
"Kau—kau, bagaimana dengan Taehyung?"
Jungkook mengambil nafas.
"Ya, begitulah. Tak ada yang berubah setelah aku menamparnya saat itu"
"Kau tak bosan dengan gaya pacaranmu yang seperti itu?"
"Seperti ini?" Jungkook mengernyit bingung.
"Iya, kalian terlalu monoton. Bahkan Taehyung hanya mengecup bibirmu, dan kau—ya Tuhan, sudah menamparnya!? Ck ck, aku sangat miris" Irene menggeleng dramatis.
Jungkook merengut lagi "Ya bagaimana lagi, aku kan belum berpengalaman dalam hal seperti itu"
Irene menepuk tangannya sekali sangat keras. "Nah, nanti pulang sekolah pergilah ke rumahku. Akan kutunjukkan sesuatu. Okay?!"
Dan Jungkook hanya mengangguk pasrah.
.
.
.
Taehyung menyibak rambutnya ke belakang saat beberapa gadis lewat.
Mau menggoda mereka katanya.
Sesekali bersiul. Ia sedang bersandar di tembok luar kelas pacarnya—menunggu pulang.
Setelah guru dari kelas Jungkook keluar, Taehyung melongok dan melihat anak kelas Jungkook mulai pulang satu persatu.
Irene yang mendapati Taehyung celingukan mencari Jungkook, segera menyenggol lengan Jungkook. Membuat Jungkook menoleh ke Taehyung.
"Oh, Taehyung!" Jungkook melambaikan tangannya dan menuju Taehyung.
"Ayo pulang"
"Eum, Tae—anu, aku mau kerumah temanku dulu. Harus mengerjakan tugas kelompok. Bagaimana?"
Taehyung tampak menimbang. "Oke, ayo kuantar"
"T-tidak perlu, aku akan bersama Irene saja"
"Kau yakin?"
Jungkook mengangguk.
"Oke, kalau pulang mau ku jemput?"
"Tidak usah, aku tidak lama"
"Baiklah, jaga dirimu sayang. Nanti malam ku telfon"
Taehyung melenggang setelah mengusak rambut Jungkook.
Jungkook kembali masuk.
"Ayo Irene, kita kerumah mu"
.
.
.
"Masuklah, ikut aku"
Setelah mengunci pintu rumahnya, ia mengajak Jungkook ke kamarnya.
Tanpa malu ia mengganti baju di depan Jungkook. Toh, Jungkook tidak bernafsu pada perempuan.
Memakai sweater kebesaran berwarna baby blue. Melempar seragamnya ke keranjang baju kotor. Kembali ke ranjang dengan membawa satu kemeja super kebesaran berwarna coklat muda garis putih. Menyodorkannya ke Jungkook.
"Pakailah"
Jungkook dengan ragu menerimanya.
"Mana celananya?"
"Tak ada celana. Mau pakai rok ku?"
Jungkook menggeleng brutal, segera masuk ke kamar mandi.
Irene tertawa. Semalu itukah Jungkook?
Lalu pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Jungkook dengan balutan kemeja itu yang—oh, ternyata kebesaran juga. Bahkan menutupi paha atasnya--tepat di bawah pantat bulatnya.
Jungkook dengan gugup menarik ke bawah ujung kemeja yang pendek sekali.
Wajahnya merona malu.
"Wah, uri cupu bisa seksi juga ternyata"
Jungkooo tambah merona.
"D-diam!"
Irene tertawa. Menarik Jungkook duduk di hadapannya. Ujung kemejanya yang tersingkap membuat seluruh pahanya terekspos.
Irene menganga melihatnya.
Sangat mulus, shit.
Irene tanpa terkendali langsung mengusap paha Jungkook lambat. Merasakan teksturnya yang padat, kenyal, dan super halus.
"Mhh—h" Jungkook mengerang. Sial, geli sekali.
"Sumpah. Kau seksi sekali Jungkook-ah!!"
"Shh, sudahlah. Jadi, ada apa?"
Irene membuka kotaknya. Mengambil sebuah—sebuah, sebuah benda yang, lonjong dan besar dan panjang, terlihat kenyal.
"Itu—apa?" Jungkook menujuk benda merah yang dipegang Irene.
"KAU TIDAK TAHU!?"
"Kalau aku tahu, aku tak mungkin bertanya"
"Hehehe—oke, ini namanya dildo—emm, mungkin terlalu cepat. Ayo kita ubah penampilanmu dulu"
Irene menarik Jungkook ke meja rias, mendudukkan paksa.
"Dengarkan aku. Kau masih mencintai Taehyung?"
"Tentu saja!"
"Jangan menyela oke, kemarin lusa aku melihat Taehyung."
"Lalu apa yang—"
"—di hotel, bersama Seorin, sedang—sedang berciuman"
"APA!?"
"SST! kubilang jangan menyela."
Jungkook tampak menahan kesal.
"—aku tidak mau membuat hubungan kalian retak. Aku hanya mau menunjukkan bahwa Taehyung bermain di belakang mu"
Irene menunjukkan beberapa foto Taehyung yang diambil dari sudut yang sama, sebanya enam buah dan tepat menunjukkan bibir Taehyung dan Seorin sedang bertaut mesra. Ada pula satu videonya yang berdurasi dua menit.
"—kau tidak pantas disakiti Jungkook. Kau terlalu indah untuk pria brengsek semacamnya"
Jungkook menangis. Ia baru saja jatuh cinta, dan sudah dihiananti.
"—nah, kau bilang tadi masih mencintainya kan? Maka perjuangkan cintamu Jungkook. Jangan melepaskannya. Beri Taehyung sebuah hukuman yang akan ia ingat sepanjang sisa usianya, buat ia bertekuk lutut, hingga bersujud di bawah telapak kakimu!"
Jungkook menatap irene dengan wajah sembabnya.
"Kau tidak menyuruhku putus?"
"—dan melihatmu gila? Oh sayang. Yang benar saja?"
"Lalu, apa rencanamu?"
"Rencanaku?"
Irene menyeringai.
"Buat Taehyung memohon padamu, baby"
Kemudian Jungkook sadar, ada yang tidak beres dengan rencana ini.
To be continue
