Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki, namun ff ini milik saya sepenuhnya!
.
.
"Kyuhyun-ah! tolong antarkan pesanan ini ke meja nomor dua puluh tiga" suruh salah seorang pelayan yang tengah kerepotan mengantarkan pesanan dari satu meja ke meja lainnya—dengan dua buah namapan di kedua tangannya
Dengan sigap Kyuhyun langsung mengambil nampan yang berada di tangan kiri pelayan tersebut dan melangkah menuju meja yang terletak di bagian pojok restoran tersebut. "Maaf menunggu lama, ini pesanan anda. Selamat menikmati" ia tersenyum ramah seraya mulai meletakkan sepiring cheese cake dan segelas strawberry juice pesanan pelanggan tersebut
Saat kakinya hendak melangkah meninggalkan meja tersebut ekor matanya secara tidak sadar langsung terkunci rapat pada sosok Sungmin yang sedang mengantarkan pesanan pada meja yang terletak tak jauh dari tempatnya sekarang.
Entah sadar karena merasa diperhatikan Sungmin tiba-tiba menolehkan pandangannya ke arah Kyuhyun. Sontak lelaki berkulit pucat tersebut langsung gelagapan dan tersenyum canggung
Sungmin hanya memandangnya sebentar dengan raut tanpa ekspresi kemudian langsung memutuskan kontak mereka dan melangkah pergi setelah selesai meletakkan pesanan pelanggannya
Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, pasalnya sudah dua minggu ini Sungmin mengacuhkannya. Mereka bahkan tidak berbicara satu sama lain, hari pertama mereka berkerja itulah hari terakhir mereka bicara -itupun Kyuhyun yang memulai-. Dan setelahnya Sungmin tidak pernah menggubris lagi ucapan Kyuhyun, walau sudah berulang kali Kyuhyun berusaha mengajaknya bicara
Memang mereka selalu pergi dan pulang bersama, namun hal itu hanya karena mereka tinggal satu atap. Tapi sekalipun begitu, dirumah juga Sungmin terus mendiami dirinya dan hanya akan menghabiskan waktu di dalam kamar jika tidak ada keperluan penting
"Kyu! bantu aku cepat!" teriakan panik sebuah suara berhasil membuyarkan seluruh lamunan Kyuhyun. Dengan cepat ia langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati Donghae yang sedang kerepotan membawa tiga pesanan sekaligus di tangannya
"Ya! cepatlah!" dengan susah payah Donghae berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar nampan-nampan di tangannya tidak terjatuh
"Ck, iya-iya" decak Kyuhyun sebelum dengan malas menghampiri Donghae dan mengambil salah satu nampan. "Makanya, jangan berlagak bisa membawa sebanyak ini. Jika semuanya jatuh kau juga yang akan dimarahi Kangin-sshi" sindir Kyuhyun sambil berlalu mengantarkan pesanan
"Aisshh! pintar sekali dia menyindir orang!" gerutu Donghae sebal, dan saat ia memutar tubuhnya—hendak melangkah tiba-tiba saja kaki kanannya tersandung sesuatu sehingga menyebabkan tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur bersama kedua nampan di tangannya
BRUK! PRANG!
Suara kencang tadi sontak membuat seluruh pelayan dan pengunjung yang ada disana terdiam dan mengalihkan pandangan mereka pada Donghae
"Akhh" ringis Donghae sambil berusaha bangkit dengan sekelebat rasa sakit yang menyerang perut dan kedua lututnya
"HEI KAU!" belum selesai ia berdiri, sebuah tangan kekar terlebih dulu mendorong tubuhnya dan malah membuatnya kembali terjatuh ke lantai.
"Aw!" kali ini Donghae meringis saat bokongnya mencium langsung lantai kayu restoran tersebut, ia mendongakkan wajahnya menatap orang yang sedang berdiri di hadapannya sambil melipat tangan di dada
"APA-APAAN KAU ITU! KALAU JALAN PAKAI MATA! LIHAT BAJUKU JADI BASAH BEGINI" bentak lelaki berpostur tubuh tinggi dan berotot sambil menunjuk kausnya yang terkena tumpahan jus pada Donghae yang sudah mengeluarkan bulir-bulir keringat dari pelipisnya
"Ma—maafkan aku" cicit Donghae—oke, jika tubuh lelaki dihadapannya tak sebesar itu mungkin ia tidak akan setakut ini sekarang. Tapi masalahnya lelaki ini sangat besar dan berotot! bisa ia bayangkan jika lelaki itu menghajarnya maka ia jamin tidak akan ada hari esok untuknya!
Lelaki tersebut tersenyum sinis "maaf? maaf kau bilang?" dengan kasar ia langsung mencengkram kerah kemeja Donghae dan menariknya "PENJARA TIDAK AKAN ADA JIKA SEMUA MASALAH DAPAT DISELESAIKAN DENGAN MAAF" lelaki itu berteriak tepat di depan wajah Donghae—membuat Donghae segera menutup hidungnya
"Ukh.. nafas anda sangat bau, sebenarnya apa yang anda makan tadi?" tanya Donghae kelewat polos dan tak tau kondisi—Oh, Lee Donghae kau dalam masalah besar sekarang!
Lelaki itu membulatkan matanya dan seketika menggeram kesal, bahkan urat-urat leher dan dahinya sudah napak jelas sekarang "KURANG AJAR!" ia langsung melayangkan tinjunya pada wajah Donghae yang sudah memejamkan mata erat-erat
Grep!
Seluruh orang yang di sana hanya dapat menahan nafas mereka ketika sebuah tangan dengan keras mencengkram dan menahan lengan kekar lelaki tersebut. Kyuhyunpun tak kalah terkejutnya dengan orang-orang yang hanya dapat menyaksikan hal tersebut dari tadi—karena mereka terlalu takut untuk melerai lelaki besar itu
"Arrgghh!" lelaki itu memekik kuat saat lengannya dipelintir ke belakang dan sontak melepaskan cengkramannya pada Donghae. "KAU!" ia menolehkan kepalanya ke belakang—tepatnya menatap garang orang yang telah berani melawannya
"SIALAN KAU BOCAH!" makinya saat mengetahui orang dibelakannya itu bahkan lebih kecil dari dirinya
"S—Sungmin?" Donghae membulatkan matanya tak percaya
DHUAK!
Sungmin menendang punggung lelaki tersebut dan membuatnya tersungkur ke lantai—tepat di hadapan Donghae "cih, jadi hanya ini kekuatanmu?" ejek Sungmin menatap dingin lelaki yang sedang meringis di bawahnya itu
"Argghh! kurang ajar kau bocah! akan kulaporkan pada polisi agar restoran ini ditutup!" ancam lelaki itu
Namun Sungmin tetap bergeming—ia sama sekali tak merasa takut dengan ancaman itu. "Silahkan saja, maka aku juga akan melaporkanmu balik!" tantang Sungmin
"Melaporkanku balik? memangnya apa yang kulakukan bocah tengik! ARRGHH!" jerit lelaki itu saat kaki kanan Sungmin langsung mengijak punggungnya
Tatapan mata Sungmin terasa semakin dingin dan begitu menusuk "jangan kau pikir jika aku tidak menyadari kalau kau sengaja mengulurkan kakimu untuk membuat anak ceroboh ini jatuh" tunjuk Sungmin pada Donghae dengan sebelah tangannya yang bebas
"Kau—"
"Oh, kau kan memang selalu melakukan hal itu setiap datang ke restoran ini! kau selalu melakukannya setiap ada pelayan yang akan lewat di dekatmu, namun sayangnya selalu gagal. Dan akhirnya hari ini kau berhasil melakukannya" jelas Sungmin berhasil membuat tidak hanya lelaki itu, namun seluruh orang yang ada disana terperangah
"Biar aku tebak! setelah ini kau pasti akan marah-marah memaksa bertemu atasan kami dan meminta ganti rugi atau kau mengancam akan melaporkan ke polisi atas tuduhan perbuatan yang tidak menyenangkan. Benar begitu bukan?" sambung Sungmin
Mata lelaki itu membulat seketika "ba—bagaimana kau tau?" tanyanya tidak percaya, namun secara tidak langsung ia membenarkan ucapan Sungmin
Cklek
Tiba-tiba pintu ruangan Kangin terbuka "ada keributan apa ini—" ia tercekat saat melihat suasana restorannya yang kacau. Obsidiannya langsung menatap sosok Sungmin yang masih bergeming dengan posisi menginjak tubuh seorang lelaki kekar di bawahnya "Lee Sungmin, ikut ke ruanganku sekarang" suruhnya lalu kembali masuk ke dalam ruangannya
Sungmin mendengus kesal sebelum mengangkat kakinya dan melepaskan lengan lelaki itu, lalu ia menundukkan kepalanya "jangan pernah muncul disini atau dihadapanku lagi. Jangan pernah mengganggu kami lagi, atau kupastikan kau takkan dapat melihat dunia ini lagi. Kau mengerti?" bisik Sungmin pelan, namun penuh penekanan di setiap kata
Lelaki itu menggangguk cepat "aku mengerti" jawabnya tak berani menatap ke dalam kedua bola mata Sungmin yang begitu tajam
"Bagus" Sungmin segera pergi menuju ruangan Kangin meninggalkan orang-orang yang masih bergeming di tempat mereka masing-masing dengan wajah yang sulit diartikan. Dan lelaki tadi pun segera bangkit dan berlari keluar dari dalam restoran
.
"Duduklah" suruh Kangin halus saat Sungmin baru memasuki ruangannya. Sungminpun segera menarik kursi dihadapan meja Kangin lalu duduk
Hening menyelimuti ruangan tersebut—keduanya masih sama-sama terdiam hingga Kangin kembali membuka suaranya "apa yang terjadi tadi?"
"Apa yang ingin kau ketahui?" balas Sungmin
Kangin mendesah berat—memang susah berbicara dengan pegawainya yang satu ini "ceritakan semuanya" ia menyilangkan jemarinya di atas meja mengunggu penjelasan Sungmin
Sungmin hanya mengedikkan bahunya"Aku rasa orang tadi berusaha memeras restoran ini. Dia berencana meminta ganti rugi atas perbuatan tidak menyenangkan yang diterimanya" ucapnya—namun sepertinya masih belum cukup untuk Kangin
"Maksudmu?" Kangin mengerutkan alisnya
Sungmin teridam sesaat menatapi atasannya yang masih menunggu kelanjutannya itu "dia selalu datang dan duduk di tempat yang sama setiap kalinya. Ia berencana menghadang setiap pelayan yang akan lewat dengan kakinya agar terjatuh, dan nantinya menyalahkan pelayan tersebut. Lalu dia akan memaksa untuk bertemu denganmu dan meminta ganti rugi atau mengancam melaporkanmu pada polisi" jelas Sungmin "itu adalah cara kuno untuk melakukan pemerasan" sambungnya
Kangin mengangguk paham "hmm.. aku mengerti, lagipula saat melihat wajahnya aku seperti mengenali lelaki tadi. Dia adalah orang yang sudah sering melakukan hal serupa di beberapa tempat di daerah ini. Temanku yang memiliki kedai minuman juga pernah mengalami hal ini, dan temanku menceritakannya padaku" ia menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas "awalnya aku tidak menyadarinya, namun saat mendengar penjelasanmu tadi aku baru sadar jika orang itu adalah orang yang sama" sebuah senyum tipis terukir di sudut bibirnya "terimakasih Sungmin"
Sungmin bergeming sesaat, namun tak lama ia menganggukkan kepala sebagai jawaban "iy—"
BRAKK
"Kaging-sshi! ini semua bukan salah Sungmin!" dengan bringas seseorang membuka kasar pintu putih itu dan langsung berlari memeluk Sungmin
Sungmin melebarkan matanya "YA! kau—"
"Aku mohon Kangin-sshi, jangan salahkan Sungmin! ini semua salahku yang terlalu ceroboh tadi. Sungmin hanya menolongku, jadi ini bukanlah kesalahnnya. Aku mohoh jangan pecat Sungmin, Kangin-sshi" potong orang tersebut tanpa jeda
"Ya! Donghae! berhenti memeluknya seperti itu, kau bisa membunuh Sungmin" seorang lelaki bertubuh tinggi masuk ke dalam ruangan tersebut dan menarik Donghae kebelakang "bersikaplah sopan disini" tegurnya
Donghae menatap sendu lelaki dibelakangnya itu "habisnya aku takut jika terlambat sedikit maka Sungmin akan dipecat nanti, Kyu" lirihnya
Sementara Kangin hanya sanggup menggelengkan kepalanya melihat tingkah para pegawai-pegawainya itu "tenanglah Donghae, aku tidak akan memecat Sungmin. Aku justru berterimakasih padanya" terangnya membuat Donghae langsung menghembuskan nafas lega
"Terimakasih Kangin-sshi" Donghae menjabat tangan Kangin dan mengayunkannya kencang dengan perasaan senang yang meluap, hingga tubuh mereka juga ikut bergerak cepat
"Ah, ne.. tapi tolong berhenti, kepalaku jadi pusing"
.
"Apa yang terjadi tadi? apa Kangin-sshi marah?" tanya salah seorang pelayan wanita pada ketiga orang pria yang baru saja keluar dari ruangan atasan mereka
Donghae menggeleng cepat "tidak, dia justru berterimakasih pada Sungmin" sebuah senyuman kesenangan terukir di bibirnya
Pelayan wanita itu dan beberapa pelayan yang kebetulan berada di dekat situ mendesah lega mendengarnya. "Syukurlah kalau begitu Sungmin-sshi, Kangin-sshi memang orang yang baik" puji salah seorang pelayan yang sedang mengelap meja
Wajah Donghae merengut tidak setuju "bukan, Sungminlah yang orang baik disini" elaknya dan langsung merengkuh tubuh Sungmin yang berada di depannya. "Jika kau tak ada mungkin aku akan mati tadi" lirihnya sambil bersandar pada punggung Sungmin
Sungmin mendesah malas—orang ini suka sekali memeluk seenaknya. Bersyukurlah kau Lee Donghae, karena sekarang Sungmin terlalu lelah untuk marah-marah jadi, ia hanya diam dan membiarakan Donghae memeluknya
Donghae memejamkan matanya dan menghirup aroma tubuh Sungmin yang menguar "terimakasih" bisiknya
"Hn.." balas Sungmin seadanya, namun mampu membuat hati Donghae melonjak kegirangan
Mereka terlalu sibuk dengan pemikirannya masing-masing, hingga tak menyadari sosok yang berada di belakang Donghae kini tengah mengepalkan tangannya kuat—seolah menahan sakit yang menyelimutinya
.
Sebulan berlalu sudah... dan hari ini—tepatnya awal bulan, adalah hari yang sangat ditunggu oleh para pegawai di restoran bernuansa cokelat itu. apalagi jika bukan pembagian hasil kerja keras mereka selama sebulan ini?
Ya, hari ini adalah hari pembagian gaji dan ini adalah gaji pertama bagi Donghae, Kyuhyun dan Sungmin-yang sekarang-. Maka dari itu Kangin memutuskan untuk menutup restorannya lebih awal dan mengumpulkan seluruh pegawai untuk menyerahkan upah mereka secara langsung
Satu persatu pegawai mulai mendapatkan gaji mereka masing-masing, dan setelah berterimakasih pada Kangin mereka berpamitan untuk pulang. Tinggalah tiga orang pelayan baru yang masih menunggu giliran mereka
"Ini milik kalian" Kangin memberikan tiga buah amplop di tangannya pada Kyuhyun, Sungmin dan Donghae bergantian
Dengan semangat Donghae langsung membuka amplop tersebut "satu.. dua.. tiga..empat.. lima.. enam...tujuh.. eh? tujuh?" matanya membulat seketika selesai menghitung lembaran uang yang berada di amplop cokelat di tangannya itu. "Ngg.. anu, Kangin-sshi.. apa anda tidak salah hitung saat memasukkan uang di dalam amplop ini?" tanya Donghae ragu-ragu pada Kangin yang langsung menyunggingkan sebuah senyuman
Kangin menggelengkan kepalanya "Apa itu kurang?"
"Eh tidak, tidak! ini justru lebih Kangin-sshi" sanggah Donghae cepat
"Milikku juga" sela Kyuhyun dan Sungmin bersamaan. Mereka saling melirik satu sama lain sebelum Sungmin dengan cepat mengalihkan kepalanya—memutuskan pandangannya
Senyuman Kangin semakin terukir jelas "kalian sudah bekerja keras dan baik selama sebulan ini, jadi aku rasa kalian pantas mendapat lebih" terangnya sambil menepuk bahu Donghae
Donghae benar-benar merasa terharu akan kebaikan pemilik restoran tersebut "terimakasih Kangin-sshi, aku berjanji akan berkerja lebih giat lagi" ia langsung menerjang tubuh Kangin hingga hampir terjungkal ke belakang jika saja Kangin kehilangan keseimbangan
"Ne, sama-sama tapi tolong lepaskan aku. Aku tidak bisa bernafas" lirih Kangin—ini sudah kedua kalinya ia hampir mati karena Donghae
.
"Sungmin, Kyuhyun, aku pulang duluan ya" pamit Donghae sebelum melangkahkan kakinya dengan gembira keluar dari restoran
"Dasar ajaib" Kyuhyun menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan tingkah Donghae, kemudian ia mengalihkan tatapannya pada Sungmin yang ternyata sudah berjalan keluar "Min, tunggu!" ia segera berlari menyusul Sungmin dan berjalan di belakangnya
Seperti biasa, tidak ada pembicaraan diantara mereka. Keduanya sibuk dengan pemikiran dan lamunan masing-masing. Hanya hembusan angin malam dan gesekan langkah kaki yang menyelimuti keheningan mereka
"Lihat, mereka tampan sekali" telinga Sungmin menangkap pujian salah seorang wanita yang sedang berjalan berlawan arah dengan mereka sambil mencuri pandang sekilas
"Iya, kau benar" teman wanita itu mengangguk setuju sambil memperhatikan Kyuhyun dan Sungmin dari bawah ke atas "tapi—" ia menggantungkan kalimatnya "sepertinya mereka bukan orang kaya, lihat saja penampilannya, terlalu sederhana. Untuk apa tampan tapi tidak punya uang?" bisiknya namun masih dapat tertangkap jelas oleh pendengaran Sungmin
Sungmin mengepalkan tangannya kuat—kedua rahangnya saling mengatup keras. Benar! ternyata memang benar semua orang di dunia ini hanya menginginkan uang dan kekayaan! bahkan sekarang Sungmin mendengarnya langsung tepat di hadapannya
Derap langkah Sungmin semakin cepat melewati jalanan yang dingin itu hingga masuk ke dalam sebuah gang sempit yang biasa mereka lewati. Kyuhyun yang bingung dan kewalahan menyeimbangkan langkah mereka dari tadi akhirnya membuka suara "Min jangan cepat-cepat jalanannya sempit, kau kenapa sih?" tanyanya
Namun Sungmin tidak menjawab dan malah menambah kecepatannya—tak dihiraukannya panggilan-panggilan Kyuhyun yang memintanya untuk berhenti
Sret
Dengan sekali gerakan Kyuhyun yang merasa kesal karena terus diacuhkan menarik tangan Sungmin dan mengehentikan langkahnya "sebenarnya kau kenapa?" tanyanya dengan tampang serius
Sungmin sedikit tersentak saat langkahnya terhenti paksa dan mendengar nada bicara Kyuhyun yang berubah dingin—berbeda dari biasanya. "bukan urusanmu" ia segera menarik tangannya yang berada di genggaman Kyuhyun. Namun setelah itu ia malah menunduk dalam, tak ada niat sedikitpun untuk beranjak dari tempatnya berdiri sekarang
Sungmin dapat mendengar jelas Kyuhyun menghela nafas berat dan melangkah mendekatinya. "Ini untukmu" Kyuhyun menarik tangan kanan Sungmin lalu meletakkan sesuatu di atasnya
Sungmin memperhatikan sesuatu yang terbungkus oleh plastik hitam yang berada di tangannya itu sambil mengerutkan alisnya
"Sudah buka saja" suruh Kyuhyun membuat Sungmin mendelik kesal—ia benci diperintah oleh orang lain
Dengan perasaan jengkel Sungmin mulai membuka ikatan plastik tersebut dan menemukan sebuah amplop cokelat di dalamnya, alisnya kembali berkerut. Lalu tanpa menunggu lama ia segera membuka amplop tersebut.
Matanya membulat saat mengetahui apa isi di dalamnya "ini.." desisnya tidak percaya lalu mendongakkan wajahnya menatap Kyuhyun yang masih setia berdiri di hadapannya
"Itu untukmu" ujar Kyuhyun memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket
"Untukku? tapi untuk apa? ini milikmu bodoh!" maki Sungmin "ini aku kembalikan" lanjutnya tak habis pikir, sebenarnya apa maksud Kyuhyun memberikan sesuatu di dalam amplop itu padanya
Kyuhyun menggelengkan kepalanya "tidak, dari awal aku memang sudah berniat untuk memberikannya padamu" tolaknya. "Aku sengaja bekerja untuk memberikannya padamu" sambung Kyuhyun membuat Sungmin yang sudah siap meledak saat itu juga bungkam seketika
"Tapi ini gajimu" kedua obsidian kelam Sungmin kembali menatap amplop cokelat yang berisi sejumlah uang di tangannya
"Lalu? karena itu milikku tentu aku bebas mau menggunakannya untuk apa bukan?" jawab Kyuhyun santai, namun tak lama wajahnya tertunduk lemah "mungkin uang itu memang tidak banyak membantu karena aku hanya bisa memberikan setengahnya. Tapi aku berjanji akan terus memberikan setengah gajiku setiap bulannya untuk membantu melunasi hutangmu" lirihnya
"Eh?" Sungmin terkejut mendengarnya, bukankah tadi Kyuhyun bilang ia sengaja bekerja? berarti Kyuhyun sengaja bekerja demi membantu dirinya?
"Tapi bukannya kau bekerja demi uang? bahkan kau menyuruhku bekerja hanya untuk mendapatkan uang, kau sendiri yang bilang tidak ada yang gratis di dunia ini. Kau bilang uang sangat penting di dunia ini, lalu kenapa kau memberikan uangmu padaku? apa aku terlihat begitu menyedihkan dimatamu, hingga kau mau memberikan uang yang sangat penting bagimu? aku tidak butuh belas kasihan darimu!" tuding Sungmin bertubi-tubi—meluapkan segala kekesalan di dalam hatinya selama ini hingga nafasnya terengah-engah
"Jadi itu yang membuatmu membenciku?" tanya Kyuhyun sedikit bergetar. ia mendekat dan meletakkan kedua tangannya pada bahu Sungmin "sepertinya ada kesalah pahaman disini, dan aku harus meluruskannya" ucapnya
Sungmin berdecak kesal sebelum menepis kedua tangan Kyuhyun, namun sepertinya sia-sia karena Kyuhyun kembali menahan bahunya
"Dengarkan aku" wajah Kyuhyun berubah serius—memaksa Sungmin untuk diam mendengarkannya. "Aku memang menyuruhmu bekerja, tapi itu semua bukan karena aku menginginkan uangmu" ia kembali melanjutkan kalimatnya sebelum Sungmin sempat menyela "aku ingin kau bekerja agar kau bisa melunasi hutangmu. Kau sendiri kan yang bilang kau sedang terlilit hutang, jika kau tak segera melunasinya aku takut penagih hutang akan kembali mengincar dan melukaimu" terang Kyuhyun
Hening menyelimuti mereka sesaat setelah Kyuhyun selesai bicara, tak lama Sungmin membuka suaranya "Tapi kau berbicara seolah uang adalah segalanya, kau—"
"Aku bilang begitu agar kau tidak menolak untuk bekerja" potong Kyuhyun cepat—ia sudah tau apa yang akan dikatakan Sungmin. "Jika aku tidak melebih-lebihkan ucapanku waktu itu, aku yakin kau akan menolaknya mentah-mentah"
Sungmin terdiam—memang benar yang dikatakan Kyuhyun, ia mau bekerja sebagai pelayan restoran karena tersulut emosi mendengar ucapan Kyuhyun padanya waktu itu
"Uang memang segalanya, semua orang menginginkan uang. termasuk aku" ucap Kyuhyun tiba-tiba. "Tapi bagiku uang bukanlah yang terpenting, aku membutuhkan uang untuk hidup bukan status" sambungnya cepat setelah melihat wajah Sungmin yang berubah marah
"Mungkin uang bisa membeli segala benda yang ada di dunia ini dan mengubah status sosial seseorang, tapi uang tidak akan bisa membeli kebahagiaan" Kyuhyun menarik tangannya dari bahu Sungmin dan kembali memasukkannya ke saku jaket
"Aku lebih baik tidak memiliki uang dari pada tidak memiliki kebahagiaan" ia tersenyum menyelami kedua obsidian Sungmin—sorot matanya begitu tulus dan meneduhkan. "Tapi sepertinya aku butuh tenaga dan kesabaran yang lebih, karena kebahagiaanku ini akan sulit untuk diluluhkan. Kau tau? kebahagiaanku ini seperti kaca, terlihat kuat namun begitu rapuh" ia terkekeh sendiri setelah selesai bicara
Tanpa sadar tangan Kyuhyun terulur menyentuh kepala Sungmin dan mengusapnya lembut, namun sedetik kemudian ia tersentak dan langsung menarik tangannya "maaf tadi aku refleks menyentuhmu" ia mengepalkan tangannya dan memutar tubuhnya membelakangi Sungmin "lebih baik kita jalan lagi, hari sudah semakin larut"
Kyuhyun melangkah lebih dulu meninggalkan Sungmin yang masih bergeming di tempatnya—sibuk dengan segelintir pemikiran yang bermain di dalam kepalanya
Sungmin lagi-lagi tertunduk menatap jalanan yang dipijaknya, namun pemikirannya menerawang jauh. Jadi itu alasan Kyuhyun sebenarnya? ternyata Kyuhyun memikirkan dirinya. Dan semua hal yang Kyuhyun ucapkan itu memang benar.. uang tidak dapat membeli kebahagiaan, hal itu terbukti pada dirinya sendiri, meskipun ia hidup dengan uang melimpah tapi Sungmin tidak pernah merasakan kebahagiaannya lagi-terlebih setelah orang tuanya meninggal-.
Ia telah salah menilai Kyuhyun—lelaki yang dikiranya sama saja dengan orang-orang disekelilingnya ternyata memiliki pandangan tersendiri, yang mau tidak mau harus diakui Sungmin bahwa segala ucapan Kyuhyun tadi memang benar.
Sebuah perasaan tiba-tiba meluap dari hatinya yang kelam.. entah perasaan apa itu, yang Sungmin tau ia sudah lama tidak merasakan perasaan ini. Perasaan yang membuat dirinya seperti orang jahat.. mungkinkah ia merasa bersalah, karena secar tidak langsung sudah menyakiti perasaan Kyuhyun?
Sadar atau tidak, tangan Sungmin sudah berada di kepalanya sendiri, tepat di bagian Kyuhyun mengusapnya tadi—ada secercah rasa hangat dan rindu tiap kali tangan itu menyentuhnya..
Sungmin tersentak saat telinganya menangkap langkah kaki Kyuhyun yang semakin menjauh dari tempatnya. Ia segera berlari menyusul langkah Kyuhyun, dan setelah tepat berada di belakang lelaki tinggi itu tangannya menggapai ujung jaket Kyuhyun "tunggu"
Langkah Kyuhyun sontak terhenti karena terkejut, dengan ragu ia membalikkan tubuhnya "ada ap—"
"Terimakasih" Sungmin tersenyum—sebuah senyuman tulus yang sudah sangat lama tidak pernah terlukis di wajah dinginnya itu, sebuah senyuman dari hatinya yang sudah lama mati
Tubuh Kyuhyun menegang—ingin sekali Kyuhyun menampar wajahnya berulang kali untuk memastikan apakah hal dihadapannya sekarang adalah mimpi. Namun sepertinya hal itu tidak akan cukup, karena Sungmin kembali melontarkan sebuah pertanyaan yang membuatnya ingin membentur kepalanya di aspal
"Ada yang kau inginkan dariku? aku akan melakukan apapun yang kau inginkan" Sungmin menundukkan kepalanya saat kalimat itu melontar dari bibirnya. Membuat pikiran Kyuhyun meluap-luap dan sisi egoisnya muncul
Kyuhyun bingung! tawaran Sungmin sungguh membuat perasaannya kalut. Ia ingin sekali egois, namun jika itu terjadi usahanya selama ini akan sia-sia
"YA! jangan salah paham! aku hanya tidak ingin berhutang budi padamu"bentak Sungmin saat menyadari perubahan pada raut wajah Kyuhyun. "bagaimanapun juga kau telah banyak membantuku" sambungnya teramat pelan, namun masih dapat tertangkap oleh pendengaran Kyuhyun
Kyuhyun maju satu langkah mendekatinya—jarak mereka berdua sekarang mungkin hanya beberapa mili. Sungmin langsung menundukkan wajahnya kembali, namun kali ini jauh lebih dalam dari sebelumnya.
Sudut bibir Kyuhyun melengkung mendapati reaksi Sungmin, tangannya meraih dagu Sungmin dan membimbing agar kedua obsidian hitam itu menatapnya. Sungmin terpaku saat pandangan lembut itu menyelam lebih jauh ke dalam matanya
"Tetaplah menjadi kebahagiaanku" bisik Kyuhyun
Kebahagiaan?
Kyuhyun tadi juga sempat bicara tentang hal yang sama, namun Sungmin sama sekali tidak mengerti maksudnya.
Tetapi ada satu hal yang akhirnya membuat Sungmin mengaggukkan kepalanya—ia merasa dibutuhkan..
Kyuhyun kembali tersenyum "kalau begitu sekarang kita jalan lagi, udara sudah semakin dingin" ajaknya, namun baru selangkah Kyuhyun kembali berhenti dan menatap Sungmin "boleh aku menggandengmu?" pintanya, lalu mengulurkan tangan kanannya dengan ragu. Jantungnya berdetak tidak beraturan—ia sudah bersiap kalau-kalau Sungmin kembali menolaknya
Diluar dugaan Sungmin menyambut uluran tangan Kyuhyun, dan tanpa menunggu lama Kyuhyun segera menyilangkan jemari mereka dan menggenggamnya erat—walaupun masih sedikit terkejut
Mereka berjalan beriringan menyusuri gang kecil itu ditemani oleh kesunyian malam yang gelap—segelap hati Sungmin.
Namun tanpa Sungmin sadari.. hatinya yang gelap dan kelam itu sudah mulai ditetesi oleh setitik warna yang akan meresap dan terus mewarnainya..
.
.
.
= TBC =
.
.
Sigh, Annyeong chingudeul *bow*, Aku kembali membawa lanjutan cerita absurb ini... well, makasih banyak udah baca dan sangat-sangat terimakasih untuk yang sudah meninggalkan jejaknya^^. aku mohon maaf karena di cahp ini dan selanjutnya aku ga akan cantumkan 'next capter'-nya lagi karena satu dan lain hal *sujud*. sekali lagi mohon maaf dan terimakasih banyak^^~ Maaf aku baru bisa bales komen chingudeul sekarang..
ayukaruniawati9 : makasih Ayuuuu ~ :**
Gyurievil : Hehehe, maad abis aku belumbisa kalau lagsung panjang, tapi di chap ini udah berusaha aku panjangin^^. buat menderita ga ya? *plakk
ButtCouple137 : ahhahahaha, bakal aku usahain^^
Paijem : Makasih ya, aku selalu suka baca komen darimu^^
Nyca ELFuJOYers : ini pertanyaan berhasil buat aku ngakak xD. puasa, puasa inget! kkkkk. tapi kayanya ga bakal ada NC deh, soalnya aku ga bisa buat yg begituan TT^TT mianhaeeee
Pumpkin Ite : hohohoho, makasih~ Oh iya, aku ngerasa kaya ga asing lagi sama kamu, atau lebih tepatnnya unnamenya ._.a
Maaf aku ga bisa bales satu-satu, harap maklumi jari-jari aku yang hampir keriting ini *bow*
Special Thanks,
Nyca ELFuJOYers, Nidaimnida, Paijem, UnyKMHH, Kikkurone, heina rizuqi, gyumine, Keseleo Imutnya Sungmin, chabluebilubilu, , Cutemin, Shin Min Rin, ButtCouple137, sissy, valentina lee, Melodyna, Eka puspa, Gyurievil, D2L, tyararahayuni, skittlescinth, Mingly Azhure, leefairy, Princess Pumkins ELF, pumpkinsparkyumin, ayukaruniawati9, abilhikmah, zi'Pumpkins, kyuqie, Pumpkin ite, LS dan halmonieku tercinta Syafriska amelia juga para silent reader yang aku harap suatu saat mau meninggalkan jejaknya ~ gomaWOOK :*
- Evilpumps -
