Aku melihatnya dan tahu apa artinya kekalutan dalam diriku;

Dialah satu-satunya,milikku selamanya.

Summary

SEHUN adalah seorang pencinta alam,seorang pria manis yang tak mampu memahami mengapa ia terpuruk begitu jauh memikirkan Jongin

Jongin berbahanya,tampan dan seorang manusia serigala.

.

.

Warning : It's YAOI! DLDR ! TYPO(s) ! NO BASHING!WOLF!AU!

Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, EXO member. Other.

Rated : T+ /nyerempet M/

Disclaimer :

Fanfiction ini merupakan remake dari sebuah novel yang berjudul sama seperti judul fanfiction ini 'A Dark Guardian' yang ditulis oleh Rachel Hawthorne.

Ini bukan fanfiction buatan author melainkan hanya sebuah remake dari novel tersebut, author hanya mengubah nama dan beberapa kalimat agar mudah dipahami pembaca. diharapkan untuk tidak memberikan bashing untuk fanfic ini.

Hope you like this REMAKE story!

OohSehoonie present….

"A DARK GUARDIAN"

.

.

.

Perlu diingatkan disini cerita ditulis dengan Sehun side. Jadi cerita ini berfokus pada apa yang dirasakan oleh Sehun.

TIGA

Sehun side

Aku berhasil menyusul Jongin beberapa menit kemudian. Aku tidak menunjukkan padanya hadiah dari Donghae, dan sebagian diriku berharap Jongin tidak akan menyadarinya. Entah kenapa, tapi kurasa dia tak akan senang.

"Donghae keluar hutan semalam" aku memberitahunya. "Kurasa dia yang kudengar"

"Aku tau dia ada di hutan. Aku mencium baunya"

"Eh?"

"Sabun yang dipakainya –baunya tajam. Kurasa dia bukan yang mengawasi kita"

"Tapi dia bilang padaku dia melihat kita"

"Ya, mungkin itu memang dia"

Aku merasakan penolakan waktu mendengar jawabannya. "Kau seperti tak yakin"

"Kita hanya harus tetap waspada"

Aku mengangguk.

"Ayo berangkat" dia memanggil kelompok kami

Saat Jongin bilang kami akan memimpin, ternyata maksudnya dia yang akan memimpin dan aku berada tepat di belakangnya. Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa kami tidak punya pilhan selain bergerak beriringan karena kondisi jalannya sempit. Hari ini kami mengikuti jalan setapak yang sudah cukup sering di lalui, sehingga cukup terbuka dan semak belukarnya tidak mengganggu, tapi aku tau bahwa pada titik tertentu kami akan menyimpang ke daerah yang belum pernah dijelajahi siapa pun. Itulah bagian yang paling kusukai dari perjalanan ke hutan. Itu selalu menjadi petualangan, dengan kejutan di setiap belokannya. Dan sekarang ini, kejutan yang paling besar adalah Jongin dan aku sangat senang memperhatikan gerakannya. Dia penuh dengan percaya diri dan melangkah dengan pasti.

Aku tau dia kuliah di sebuah universitas di suatu tempat dan baru saja kembali untuk bekerja di musim panas ini, tapi hanya itu. Apa yang kuketahui tentang Jongin tak cukup membuatku mengenalnya.

Aku tau dia sedang dalam kondisi luar biasa. Napasnya biasa saja sementara aku sudah terengah-engah. Jalan setapak itu semakin naik dan medan hutan ini berbukit-bukit. Berjalan melintasinya butuh latihan. Tadinya kupikir aku sanggup.

"Sedikit lagi" kata Jongin pada akhirnya.

Aku malu karena dia bukan hanya mendengarku kelelahan tapi juga merasa wajib membuat aku tau bahwa dia melihatku sedang berjuang.

"Aku baik-baik saja"

Dia berbalik tanpa memperlambat langkahnya "Tapi professor dan mahasiswanya menderita"

Aku memikirkan rasa tak suka Jongin pada Donghae atau sebaliknya. "Apa kau sedang berusahan membuktikan sesuatu pada mereka?"

"Kalau iya, aku tidak akan berhenti"

Yeah, mungkin dia bisa terus berjalan sepanjang hari tanpa istirahat. Aku merasakan perasaan aneh antara kagum dan iri. Aku tak tau kenapa aku peduli, tetapi aku ingin sekali sejajar dengannya, ingin dia terkesan oleh staminaku. Ingin dia terkesan olehku.

Jalan setapak sedikit melebar, Jongin memperlambat langkahnya sampai kami berjalan berdampingan.

"Jadi sudah berapa lama kau menjadi Sherpa?" tanyaku

Dia mengalihkan tatapan tajamnya padaku, "Empat tahun"

"Apakah itu alasan mereka memasukan aku dalam kelompokmu? Karena kau sangat berpengalaman?"

"Aku yang meminta kau masuk ke dalam kelompok ini Sehun"

Mulutku terbuka lebar saat mendengar perkataannya, untungnya dia tak menyadarinya karena pada saat yang bersamaan aku tersangdung kakiku sendiri. Jongin bergerak dengan kecepatan yang luar biasa sebelum aku terjatuh karena beban ranselku. Tangan besarnya yang hangat memegangi lenganku.

Seharusnya aku malu atas kecerobohanku, tapi aku tak tertarik untuk memikirkannya. Aku lebih tertarik dengan apa yang Jongin katakan sebelumnya

"Kenapa? Kenapa kau meminta aku?"

"Karena aku merasa tidak seorang pun bisa melindungimu sebaik aku"

"Jadi kau ini apa? Supersherpa? Dan kau pikir aku tak bisa menjaga diriku sendiri?"

"Perlu kuingatkan, aku bukan yang baru saja tersandung Sehun"

Aku diam saja. Akan terdengar bodoh kalau kuberitahu dia aku tersandung karena kesalahannya.

"Apa kita berhenti disini?" tanya Tao, waktu dia mendekat dan memandangku dengan tatapan aneh

"Ya" kata Jongin. Dia melepaskan pegangannya padaku lalu melangkah pergi

"Kita istirahat lima belas menit" kata Jongin saat semua telah menyusul kami "Aku akam memeriksa medan di depan"

Sebelum ada yang menjawab, dia sudah menghilang di balik pepohonan.

"Apakah orang itu tak lelah?" gerutu Donghae sambil menjatuhkan diri diatas tanah setelah melepaskan ranselnya

"Mereka bilang dialah yang terbaik" kata Dr. Youngmin. Rambutnya gelap dan sedikit beruban. Bahkan dalam pakaian hikingnya dia tetap tampak berbeda, seolah setiap saat dia akan memulai kuliah yang membosankan. Dia melangkah kearah dua mahasiswanya, Jaehyun dan Yuta. Mereka sedang mengangkat sebuah peti kayu besar sambil bermandikan keringat. Dia membantu mereka menurunkan peti itu dengan hati-hati.

"Isinya apa professor?" tanya Kris

"Hanya beberapa peralatan yang kami gunakan untuk mengumpulkan contoh kalau kita sudah lebih jauh ke dalam hutan"

"Anda pasti berencana untuk mengumpulkan banyak contoh"

Dr. Youngmin tersenyum dan senyumnya itu mengingatkanku pada terapisku ketika dia memberitahuku sesuatu yang tak kuingat lagi dalam otak lemahku ini.

"Aku berniat membuat uang yang kukeluarkan sebanding dengan perjalanan ini. Dan aku hanya membawa mahasiswa dengan rasa keingintahuan yang besar, jadi aku yakin ada banyak yang ingin mereka pelajari disini"

Jadi Donghae bukan satu-satunya yang punya masalah. Aku tak tau berapa banyak biaya yang dikenakan kebun raya atas panduan Sherpa, tapi yang kutahu aku dibayar dengan bayaran paling rendah . namun, tak jadi masalah karena bukan bayaran yang kami pikirkan melainkan bisa menghabiskan musim panas di alam bebas. Kami tidak akan berada di sini kalau kami tidak mencintai apa yang sedang kami kerjakan.

Mahasiswa yang lain –Minho, Johnny dan Taemin duduk bersama, sementara para Sherpa berbaur dengan yang lain. Minho dan Johnny kelihatan agak terlihat tua sebagai mahasiswa sedangkan Taemin imut dan anggun, badannya ramping dengan kulit mulus.

Mengingat sikap Dr. Youngmin yang ingin pengeluarannya tidak sia-sia, kurasa sebaiknya kami tidak memisahkan diri dalam tenda yang berbeda, Sherpa vs Mahasiswa. aku mengambil botol minumku dan duduk disamping Donghae yang sedang mencabuti rumput di sekitarnya

"Kamu harus minum"

"Oh, kau benar" Donghae tersadar dan mengambil sebuah botol dari ransel dan meminum isinya. Lalu memandangku tajam.

"Apa yang kau tau tentang orang itu?"

"Orang yang mana?"

"Itu,yang merasa dirinya bertanggung jawab"

"Kalau yang kau maksud itu Jongin, dia memang penanggung jawabnya. Dia punya surat-surat dan dokumen lain yang membuktikan itu" aku tak tau kenapa aku membela sikap Jongin yang angkuh.

"Apapun itu terserah. Dia berasal dari sekitar sini kan?"

"Ya. Dia masuk perguruan tinggi di tempat lain, tapi dia besar disini"

"Lalu, kalau kau sendiri?" tanya Donghae lagi "Aku pernah mendengar kau berasal dari Dallas. Tempat ini jelas jauh dari rumahmu, kenapa kau bisa kerja jauh dari rumahmu?"

Tadinya, aku ingin menjawab asal-asalan, tapi kunci keberhasilan terapi ini adalah menghadapi masa laluku dan tidak bersembunyi darinya. Selain itu rasa takut dari mimpi buruk semalam masih tertinggal, mungkin aku perlu membaginya dan kelihatannya Donghae adalah orang yang tepat.

"Psikiaterku yang menganjurkannya"

"Kau punya psikiater?"

Entah apakah dia terkesan atau kaget. Teman-teman sekolahku cenderung berpikir jika seseorang pergi ke psikiater, pastilah orang itu sudah berada pada tahap ingin membunuh, itulah sebabnya aku tak pernah membicarakannya pada siapa pun.

"Ya"

"Kenapa? Kamu berkepribadian ganda, begitu?"

Nah, ini adalah pandangan negatif orang-orang ketika tau aku mempunyai seorang psikiater. "Anggap saja aku punya masalah" aku melanjutkan dengan ragu "orangtuaku meninggal di hutan ini. Terapisku bilang sebaiknya aku lebih mengenal hutan ini supaya bisa menerima kenyataan bahwa mereka meninggal di sini"

"Itu pasti berat untukmu"

Sepertinya Donghae mengalami kesulitan untuk membahas emosi. Menyesal kenapa aku tadi menceritakan ini padanya. "Lupakan saja, biasanya aku tak akan menceritakan hal ini pada orang lain, entah kenapa aku bisa bercerita padamu"

"Tidak, hei, aku salah. Aku belum pernah berteman dengan seseorang yang orangtuanya meninggal. Maksudku, aku tidak mengharapkan itu. Kenapa mereka bisa meninggal? Binatang buas?"

Aku menggeleng "Maaf, aku sedang tak ingin membicarakannya"

"Tak apa. Tapi, perlu kuingatkan kalau kau butuh berbagi, aku siap mendengarkanmu Hun"

"Terima kasih" aku tersenyum tipis.

Setelah itu aku memandang sekeliling, seolah aku sedang takut ketahuan berbuat salah, aku hampir saja berteriak kaget saat melihat Jongin bersandar pada sebatang pohon dan memperhatikanku.

Ada apa dengan Jongin sebenarnya, dia terus bersembunyi di luar kelompok dan aku semakin penasaran apa yang sebenarnya sedang disembunyikannya.

"Kita harus berangkat sekarang kalau ingin sampai sebelum gelap" kata Jongin tiba-tiba "Anak kota, kau tetap bersamaku"

Sesuai peraturan, aku ini anggota regu. Aku masih cukup dekat dengan desa dan bisa saja Jongin mengirimku kembali karena melawan perintahnya.

Setelah hampir jatuh tadi, aku bahkan tak bisa membantahnya dengan mengatakan aku tidak butuh pengawasan.

Aku mengambil ranselku dan memakainya, lalu berjalan kea rah Jongin. "Apa aku harus berjalan bersamamu terus?"

"Sekarang iya" Dia menolehkan kepala ke belakang "Atau kau mau jalan dengannya?"

Aku tau maksudnya Donghae. "Mungkin. Apa kau keberatan?"

"Kau akan dapat kesulitan dan kau hanya akan melihat dia lari untuk menyelamatkan dirinya sendiri"

"Begitu?"

"Aku ini bisa menilai orang Sehun. Donghae hanya menyalak dan tidak mengigit"

"Dan kalau kau sepenuhnya menggigit"

Salah satu ujung bibir Jongin terangkat, mungkin itu sebuah senyum "Tergantung orang itu perlu digigit atau tidak"

Sebelum aku sempat menanggapi dengan jawaban yang cerdas, senyumnya menghilang "Mungkin ada bahaya yang mengancam. Tetaplah bersamaku lebih lama lagi"

Dia sedang membicarakan bahaya denganku? Apakah dia tidak tau sejarahku? Tapi kenapa juga di harus peduli? Karena aku anak baru? Ataukah lebih dari itu? Dan kenapa aku ingin lebih? Aku ingin membantahnya, tapi semua sudah berkumpul dan sepertinya aku hanya akan menghambat perjalanan.

Aku mengangkat bahuku, berusaha menjaga ranselku dalam keadaan seimbang agar aku tak terjatuh.

"Ayo Sehun" ucap Jongin padaku

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Author pengen jawab beberapa pertanyaan reader tercinta dulu deh~

Ini Sehun side sampe akhir?

Yep, disini Sehun side sampe akhir. Soalnya author pengen buat Jongin kelihatan misterius gitu. Tenang ajah perasaan Jongin nanti dijelasin dengan sendirinya kok.

Jongin suka Sehun sejak awal?Donhae juga suka Sehun? Terus Donghae ama Jongin bakal negerbutin Sehun?

Yoi,,, bakalan ada perang dunia ketiga! Makanya baca terus yak.

Ini kenapa mirip sama yang dikarang sama author lain.

Ini fanfiction hasil remake oke, jadi kalo sama yah mungkin author yang bersangkutan juga beli buku yang aku beli/plak/ kalo masalah dia bilang itu ide dia, terserah kalian aja yeh mau percaya apa kagak fanfic ini bakalan lanjut terus..

Author kagak nahan pas ngetik bagian Sehun ditahan sama Jongin. Pas baca novelnya padahal biasa ajah tapi pas castnya diganti malah berasa joma2 dugeun2 kagak jelas lah/?/

Disini bakal banyak SM artist bertebaran yak.. jangan marah juga kalo salah satu dari mereka bakal jadi pemeran antagonis kek di sinet indo. Ini demi kepentingan fanfic guys!

Pengennya jadiin Taemin itu jadi Irene, cuman yah gitu disini kan YAOI! Jadi otomatis harus laki-laki yah castnya kalo pengen dibuat orang ketiga diantara Sehun dan Jongin. Yap.. disini ada orang ketiga nantinya… jadi tunggu kelanjutannya okeh?

.

.

.

Big thanks to

Semua reader yang udah comment,favorite dan follow fanfic ini. Gak author sebutin soalnya ntar kalo ada yang kelewatan mungkin author bakal dibully/?/ kalo penasaran cek sendiri aja di comment.

Untuk siders mungkin kalian memilih untuk membaca fanfic ini dalam diam, kagak apa kok author juga mantan siders tapi udah tobat.. ngahahaha. Ada yang mau tobat kek author?

.

.

.