Elf
"Gomin Gomin Hajima, Kyu!"
Chapter 4
Disclaimer :
Ini hanya khayalan. Tokohnya pun khayalan, cuma namanya mirip sama memberdeul super junior, kkkk~ Yah, pokoknya itu lah.
Cast :
Super junior members
OC
Rate : K sampe T
Genre : Fantasy/Friendship
Summary :
Kyuhyun Galau.
Author POV
Kyuhyun gusar. Sudah berkali-kali ia bolak-balik di dekat jendela kamarnya. Apa yang sedang ia pikirkan? Dari ruang tv, suara tawa khas Leeteuk yang sedang menonton acara komedi terdengar sangat berisik.
"Aish, shikkeuro!" gumamnya sambil mengacak-acak rambut ikalnya. Sejak tadi ia tidak bisa berkonsentrasi karena satu hal. Ditambah lagi dengan gangguan dari Donghae yang membuat mouse nya mati suri. Ternyata USB nya agak kendor karena Donghae melemparnya. Untuk menghilangkan penat, ia menonton kartun, tapi Donghae kembali mengusik ketentramannya. Lalu eomma yang membatalkan acara makan es krim. Lengkap sudah bumbu Bad Day untuk Magnae Kyuhyun.
Kembali ia pusatkan perhatiannya pada ponsel yang terletak dimeja. Sama sekali tidak ada tanda-tanda ponsel itu akan berdering.
Tuk tuk tuk tuk tuk… jemari kyuhyun lincah menari diatas layar ponselnya. Mari kita lihat apa yang dilakukannya? Game?
Ternyata bukan, yeorobun. Kyuhyun sedang mengetik sms.
'Wookie! Kau sungguh marah padaku ya? Kau sampai tidak masuk sekolah karena tidak mau bertemu denganku? Kenapa ponselmu tidak aktif? Aku minta maaf, jadi aktifkan ponselmu, dan jawab panggilanku. Atau setidaknya balas pesanku!'
Pip.
Sent.
"Aisssh!" Kyuhyun kembali menggaruk kepala hingga rambut ikalnya semakin berantakan. Kemudian ia membanting tubuhnya di atas kasur.
Flash back on
Park Seonsaengnim, koordinator pelatih olimpiade sains, memasuki ruang kelas 7-1. Kelas 7-1 sedang ramai karena siswa-siswi bergerombol keluar menuju ruang loker untuk mengganti pakaian olahraga. Melihat kedatangan Park Seonsaengnim, mereka langsung kembali ke dalam kelas dan duduk rapi di kursi masing-masing.
"Selamat siang, anak-anak. Seonsaengnim mewakili klub bimbingan olimpiade. Kepada siswa-siswi kelas 7 yang tertarik untuk mengikuti olimpiade sains, sekolah akan memberikan pelatihan intensif. Bagi siswa siswi yang berminat, silakan mendaftar di ruang klub ilmiah saat istirahat nanti. Keurom, kami menantikan kalian semua." Park Seonsaengnim menempelkan brosur open recruitment klub ilmiah di mading kelas.
Beberapa siswa membatalkan niatnya menuju ruang ganti saking tertariknya dengan pengumuman tersebut. Termasuk diantaranya Kim Ryeowook.
'Kalau tidak salah, dulu hyung ikut olimpiade matematika, ya. Hm, baiklah, aku juga akan ikut olimpiade matematika.' Batinnya. Ryeowook berlari menyusul dua temannya yang sudah keluar dari kelas.
"Kyuhyun-ah, kau mau ikut tidak?" tanyanya menerobos ke tengah dua siswa yang sedang berjalan bersama itu.
"Keuresse… Neo neun?" Kyuhyun balik bertanya.
"Ne, aku ingin ikut olimpiade matematika. Kau juga ya, Kyu. Nanti kita bisa belajar bersama." Jawab Ryeowook.
" Hm, baiklah. Kurasa tidak masalah." Balas Kyuhyun.
" Eeey, tentu saja tidak masalah." Ujar Ryeowook. Kemudian berpaling ke seseorang yang berjalan di sisi kirinya.
"Kibummie do… ikut kan?"
"Aku tidak tertarik." Jawab Kibum acuh.
"Eeeeh? Ayolaaah, ikut matematika juga seperti aku dan kyuhyun. Pasti menyenangkan belajar bersama siswa-siswa cerdas seperti kalian." Bujuk Ryeowook.
"…." Masih belum ada tanggapan dari Kibum.
"Nee…." Ryeowook memasang puppy eyesnya. Sebenarnya Kibum bukan orang yang takluk dengan jurus seperti itu, namun jika ia tak segera mengiyakan permintaan Ryeowook, Ryeowook tidak akan berhenti.
"Baiklah, kita lihat saja nanti." Jawab Kibum sambil menyingkirkan wajah Ryeowook yang berjalan mundur di depannya.
"Kibum memang yang terbaik!" seru Ryeowook. Sementara Kyuhyun dan Kibum hanya melempar pandang tak habis pikir. Duo pintar itu bingung juga kenapa bisa dekat dengan si cempreng Ryeowook.
Saat istirahat Ryeowook mengajak Kyuhyun dan menyeret Kibum ke ruang klub ilmiah untuk mendaftarkan diri di kelompok matematika. Mereka mendapatkan nomor tes untuk ujian seleksi yang akan diadakan dua hari lagi.
Sejak hari itu, Ryeowook sangat giat belajar, bahkan tak jarang ia merusak kencan romantis Kyuhyun dengan PSP. Kibum pun tak luput dari gangguan Ryeowook. Kibum yang tak banyak bicara dibuat selalu mengoceh oleh Ryeowook yang memintanya mengajari sampai benar-benar paham. Kyuhyun yang jarang menyentuh buku saat di kelas pun jadi rajin membolak-balik halaman demi menunjukkan materi yang harus Ryeowook pahami untuk menyelesaikan suatu soal. Lihat PSP hitam itu. Mengkerut kurang perhatian. Ckckckckckc… poor you, PSP~
Kyuhyun baru saja akan memulai level baru ketika Ryeowook datang dengan puppy eyesnya. Kyuhyun benar-benar tidak tahan dengan Ryeowook sekarang.
"Ya! Kim Ryeowook! Kau tidak perlu berusaha sekeras ini. Ujian klub matematika itu bukan untuk menentukan kau boleh masuk klub atau tidak. Ini hanya untuk menguji sejauh mana pengetahuan matematika kita. Jadi tenang saja. Lagi pula setelah masuk klub nanti, kau tidak akan diberangkatkan untuk olimpiade, yang akan diutus pasti siswa kelas 8." Ketus Kyuhyun. Ryeowook yang mendengarkan omelan Kyuhyun menciut sudah.
Tanpa mengatakan apapun ia kembali duduk di kursinya sambil menunduk lesu.
'Apa salahnya kalau aku belajar keras dari sekarang. Meskipun aku belum bisa maju olimpiade karena masih kelas 7, kan aku bisa mempersiapkan diri dari sekarang agar aku bisa maju olimpiade saat kelas 8 nanti.' Batin Ryeowook.
'Kibum dan Kyuhyun sih enak. Mereka sudah pintar. Tidak belajar pun mereka pasti bisa menyelesaikan soal-soal sulit itu.' Batin Ryeowook masih terus menggerutu.
'Kyuhyun pelit!'
"Tenang saja. Kau tetap boleh belajar. Tapi jangan terlalu memaksakan diri. Pelan-pelan saja." Ujar Kibum sambil merangkul Ryeowook. Seketika wajah Ryeowook kembali cerah.
"Ne, Kibum-ah. Gomawo." Ryeowook balik merangkul Kibum. Kibum memang orang yang agak acuh dengan keadaan sekitar. Tapi untuk situasi tertentu, hanya dengan mengandalkan senyumnya yang menawan, ia bisa menenangkan siapapun.
Esoknya tes dilaksanakan sepulang sekolah. Kyuhyun berjalan dibelakang Kibum dan Ryeowook menuju ruang tes. Ia memasukkan PSP nya ke dalam saku celana dan berjalan cepat, merangkul dua sahabatnya. Kibum tidak bereaksi apa-apa. Ia terlalu terbiasa dengan dua sahabat ajaibnya yang selalu bertingkah suka-suka. Tetapi Ryeowook berbeda. Biasanya, ketika dirangkul, Ryeowook akan langsung balas merangkul. Tapi kali ini, Ryeowook hanya tersenyum tipis .Mungkin karena dia terlalu gugup untuk tes hari ini.
Tes dimulai. Sekitar 17 peserta yang terdiri atas siswa kelas 7 dan kelas 8, duduk di bangku masing-masing, berkutat dengan soal yang harus mereka selesaikan. Begitu juga Ryeowook. Ia tersenyum ketika menemukan soal yang sudah pernah dicobanya saat latihan. Namun kemudian wajahnya menjadi murung, ketika menemukan soal yang belum sempat dibahasnya bersama Kyuhyun ataupun Kibum.
'Kyuhyun? Kibum? Mereka pasti lancar sekali mengerjakannya." batin Ryeowook sambil melihat dua rekannya dibangku samping.
Pukul 17.00 ujian selesai. Semua siswa pulang ke rumah masing-masing. Kyuhyun biasanya menunggu bus di halte bersama Ryeowook. Tapi kali ini ia menunggu di halte sendirian. Ia tak menemukan Ryeowook setelah keluar dari gerbang sekolah. Kibum juga sudah dijemput supirnya.
Keesokan harinya, anggota kelompok matematika, baik dari kelas 7, 8, dan 9 dikumpulkan di ruang klub. Park Seonsaengnim yang kebetulan guru matematika akan mengumumkan hasil tes.
"Kami sudah mendapatkan hasil tes kemarin. Cukup mengejutkan. Semengejutkan kabar yang baru saja datang. Bahwa olimpiade akan dilaksanakan dua bulan dari sekarang. Chuka hae~. Kalian akan belajar keras" Park Seonsaengnim menjeda pidatonya.
Beberapa siswa tampak terkejut, ada pula yang bersemangat. Ryeowook hanya menanggapi kabar itu dengan wajah datar.
'Toh, yang akan belajar keras adalah sunbaenim-deul kelas 8. Kenapa Park Seonsaengnim bilang begitu.' Batin Ryeowook. Ia melirik Kibum dan Kyuhyun yang berderet di sebelah kanannya. Mereka juga sama datarnya. Bahkan Kibum tampak tidak tertarik.
"Baiklah, ini daftar rengking hasil tes kemarin."
Park Seonsaengnim menampilkan dokumen pengumuman itu lewat layar proyektor. Dimulai dari peringkat 17. Kebanyakan penghuni peringkat bawah adalah siswa kelas 7. Ryeowook berdebar-debar, karena tidak menemukan namanya dari urutan 17 sampai 10.
Dug.. dug.. dug..
9… bukan namanya,
7… bukan namanya,
5. KIM RYEOWOOK.
Ryeowook hampir saja berteriak girang. Bahkan sekarang ia sudah berdiri, siap melompat. Tapi ia langsung duduk, saat menyadari semua orang melempar pandangan heran padanya. Akhirnya yang dapat Ryeowook lakukan adalah menyikut lengan Kyuhyun di sampingnya.
"Ck!" Kyuhyun yang sedang diam-diam main game terganggu dengan sikutan Ryeowook.
"Kyuhyun-ssi." Panggil Park Seonsaengnim. Kyuhyun pun langsung mematikan PSP nya. Ia langsung duduk tegap.
"Chukahanda." Lanjut Park Seonsaengnim.
Kyuhyun menatap bingung. Kemudian ia menangkap deretan huruf yang mirip namanya di layar proyektor.
1. LEE KYUHYUN (A/N : OK, yang ini ngaco banget~ kkkk)
Kyuhyun membisu saat semua orang memberinya tepuk tangan. Ryeowook menjabat tangan Kyuhyun, memberinya selamat. Tidak lupa Ryeowook juga menepuk lengan Kibum.
"Sangat mengejutkan, bukan? Dua peringkat teratas dihuni oleh siswa kelas 7. Kepada 4 besar, Lee Kyuhyun, Kim Kibum, Cho Youngjae, dan Park Jihye, persiapkan diri kalian untuk pelatihan intensif peserta olimpiade. Mulai besok kita belajar di Perpustakaan. Untuk yang lainnya, kita akan memulai kegiatan klub minggu depan." Ujar Park Seonsaengnim.
Seluruh siswa di ruangan itu bertepuk tangan begitu pidato Park Seonsaengnim selesai. Kecuali namja kecil yang sedari tadi tidak bergerak di tempat duduknya. Ia masih menunduk diam.
Kyuhyun sungguh tak enak hati dengan Ryeowook, mengingat apa yang ia ucapkan pada Ryeowook tempo hari bahwa siswa kelas 7 tidak akan diikutkan olimpiade. Tapi sekarang, justru ia yang akan ikut olimpiade.
"Ryeowook-ah…" panggil Kyuhyun.
"…." Ryeowook masih menunduk.
"Aku…." Ucapan Kyuhyun terhenti ketika Ryeowook berdiri.
"Chuka hae~" Ryeowook kemudian berjalan cepat keluar ruangan.
Flash back off
Nyonya Lee yang hendak membangunkan magnae adeul nya, menemukan Kyuhyun masih tidur telungkup sambil memegangi ponsel.
"Kyuhyunnie~ ireona. Cepat kau mandi. Sebentar lagi appa pulang." Bisik Nyonya Lee.
Mendengar Appa nya pulang, Kyuhyun langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Jinjja eomma? Appa pulang?" tanya Kyuhyun bersemangat.
"Eum." Nyonya Lee mengangguk.
"Ne, aku mandi sekarang."
Sepertinya cepat sekali magnae kecil kita melupakan masalahnya~
…
Donghae keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit bagian bawah tubuhnya. Di depan pintu ia langsung di dorong minggir oleh Kyuhyun yang terburu-buru masuk kamar mandi.
"Apa dia kebelet?" Donghae memiringkan kepalanya sambil terus berjalan menuju kamarnya.
Cklek. Pintu di kunci.
"AAAAAAARGH!" Pekik Donghae saat mendapati seorang Yeoja di kamarnya.
"aaaaaaargh." Yeoja itu mengikuti pekikan Donghae.
Donghae masih menatap horror, bagaimana cara Yeoja itu masuk kamarnya.
"Ya! Kau lupa?! Aku Elf!" ujar Yeoja yang ternyata elf itu dengan kesal. Donghae masih mengumpulkan nyawanya yang sempat keluar berhamburan saat ia berteriak tadi.
'Ah, jadi tadi itu bukan mimpi, ya.' Batin Donghae.
"Tentu saja bukan." Jawab Elf.
"Donghae-ya! Gwenchana? Wae geuraeyo?" Tanya Leeteuk dan Nyonya Lee sambil menggedor pintu kamar Donghae bersamaan. Donghae panik. Bagaimana cara menjelaskan kepada Leeteuk dan Eomma nya jika mereka mendobrak pintu kamarnya dan mendapati seorang Yeoja berada dikamarnya. Sementar Elf hanya menatap heran melihat ekspresi panik Donghae.
"Gwen… gwenchanayo…. Hyung, Eomma." Seru Donghae.
"Jangan suka berteriak-teriak tidak jelas!" seru Leeteuk.
"Kau yakin tidak apa-apa?" Suara Nyonya Lee terdengar khawatir.
"Ne, eomma." Jawab Donghae.
"Hm…, k..keurae." Ujar Nyonya Lee. Kemudian terdengar suara langkah menjauh.
'Huffff….' Donghae bisa menghela nafas lega sekarang.
"Kenapa kau masuk kesini?" Bisik Donghae, tapi terasa jelas kemarahannya.
"Aku memang berada disini dari tadi!" Elf juga ikut berbisik.
"Aku tidak melihatmu saat bangun tidur tadi."
"Tadi kau dibangunkan oleh eomma. Aku akan menghilang ketika ada seseorang yang tidak ku izinkan melihatku." Jawab Elf.
"Aaaah! Pergilah, aku harus berpakaian. Aku tak mungkin melepas handukku jika kau masih disini." Usir Donghae.
"Aku tidak akan melihatmu. Memangnya kau pikir aku ingin melihatmu? Kalau aku keluar aku tidak tahu harus kemana. Bagaimana jika aku diculik peri bersayap saat aku keluar nanti."
"Aisssh! Merepotkan saja! Kalau begitu aku pindah ke kamar Leeteuk hyung saja." Ujar Donghae mengambil pakaiannya dari lemari dan langsung keluar kamar.
Kepala Elf condong kearah Donghae pergi. Ia masih tetap berada di kamar Donghae.
….
Leeteuk masuk ke kamar setelah selesai membantu eomma nya menyiapkan makanan.
"Donghae?" Leeteuk heran mendapati Donghae di kamarnya.
"Mianhae hyung. Aku hanya meminjam kamar mu sebentar. Aku tidak menumpahkan Cheese ball lagi kok." Ujar Donghae.
"Eiii… aku tidak marah soal itu lagi kok. Tapi tumben kau berpakaian disini?" tanya Leeteuk.
"Iya, tidak apa-apa kan?" tanya Donghae.
"Tidak apa-apa sih, hanya saja…"
"Appa!" teriakan si Magnae Kyuhyun memutus ucapan Leeteuk. Donghae dan Leeteuk segera menghambur ke ruang tamu menyambut Abeoji mereka yang sudah pulang.
Tuan Lee sudah sebulan ini bekerja di luar negeri. Ia mendapat promosi untuk bekerja disana untuk beberapa bulan. Tapi keluarga tidak mungkin di bawa pindah kesana. Jadi Tuan Lee harus bolak-balik setiap weekend untuk sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga.
Malam itu keluarga Lee menghabiskan waktu dengan bercengkrama di ruang tengah hingga larut malam. Apa saja yang mereka lakukan? Mari kita lihat.
Apa itu rumput laut? Ya sepertinya itu rumput laut. Apa yang Kyuhyun, seorang anti-sayur, lakukan dengan rumput laut itu? Aaah! Dia akan menggulung kimbab.
Hey, Kyu, apa yang menyebabkanmu melakukan hal yang tak mungkin seperti itu?
"Eomma curang! Cheating! Cheating!" seru Kyuhyun sambil menghamparkan nasi
"Aniya, Kyuhyunnie. Appa sangat mencintai Eomma, makanya eomma diberi bantuan sedikit lebih banyak dari kalian." Nyonya Lee mendebat Kyuhyun dengan mata tak teralihkan dari monitor Komputer. Tuan Lee yang duduk di sebelahnya mendekatkan bibirnya ke pipi sang istri.
"Appa! Kyuhyun masih di bawah umur!" Seru Leeteuk menarik kepala kyuhyun untuk menutupi matanya. Tuan Lee hanya nyengir innocent. Nyonya Lee memukul perut suaminya.
"Yak! Hyung, kau membuat nasinya berantakan!" Kyuhyun balik memarahi Leeteuk.
"Ah, mian, mian." Ujar Leeteuk. Kyuhyun benar-benar emosi. Kyuhyun yang hebat kalah main game oleh eomma nya yang hanya bermain game saat waktu senggang saja. Beda dengan Kyuhyun yang selalu bermain game baik di waktu sibuk maupun senggang.
'Appa pilih kasih! Aish! Merusak mood saja.' batin Kyuhyun.
Dimana Donghae?
Dia sibuk mencari Elf di kamarnya. Sebelumnya Elf mendadak muncul dan terlihat oleh Donghae. Namun begitu Donghae membulatkan mata, Elf langsung raib.
Donghae meninggalkan hukumannya membuat kimbab, dan langsung memeriksa kamarnya.
"Dimana kau, hah?" bisik Donghae
"Hah. Kalian seru sekali, aku jadi ingin bergabung." Ujar Elf yang tiba-tiba muncul.
"Tapi kalau mereka melihatmu, bagaimana?!" Donghae masih berbisik.
"Ngomong-ngomong aku tadi membaca pikiran Kyuhyun. Dia sedang punya masalah. Ayo kita bantu dia." Ujar elf tanpa peduli pertanyaan Donghae tadi.
"Masalah Kyuhyun adalah kalah main game dengan eomma! Kita tidak bisa membantunya. Eomma memang tak terkalahkan."
"Bukan, ini masalah yang ia pikirkan bahkan sebelum Appa pulang." Kukuh Elf.
"Benarkah?" Donghae masih berbisik.
"Benarkah." Jawab Elf sambil mengangguk.
"Harusnya jawabannya : 'Benar' " Donghae menggeleng putus asa.
'Dia masih mengulangi kata-kataku. Apa dia sakit lagi?' Batinnya.
"Aku hanya kelepasan mengikutimu bicara, kok." Ujar Elf meyakinkan.
"Keurae, arrasseo. Jadi apa masalah Kyuhyun?" tanya Donghae.
"Kyuhyun sedang…"
"Donghae! Jangan melarikan diri kau ya!" panggilan Kyuhyun memutus kalimat Elf.
"Satu-satunya masalah Kyuhyun adalah tidak bisa hormat pada Hyungnya." Rutuk Donghae.
Donghae segera keluar dari kamar. Namun tiba-tiba ia kembali lagi.
"Awas kau, kalau berani muncul tiba-tiba lagi." ancam Donghae kepada Elf.
"Donghae-ya. Kau tidak akan makan kimbab jika tidak membuatnya. Laki-laki harus menerima hukuman dengan lapang dada, nae adeullll~" ujar Nyonya Lee, lagi-lagi tanpa mengalihkan matanya dari monitor.
"Arasseo eomma~" Donghae berjalan cepat keluar dari kamarnya.
-To be Continued-
Annyeong again, readers~
Terima kasih masih mengikuti cerita absurd saya, yes~ hehe. Terima kasih juga untuk para reviewers, (untuk yang punya akun sudah saya jawab via PM ya review nya, ^.^)
Fishy Lovers : Terima kasih~ Waah, suka sama Donghae ya~ jangan terlalu dalam ya, soalnya Donghae sukanya sama aku~ :D *Slapped* Hihihi, Ok deh, terus ikutin ceritaku yah~ :D
Adakah yang masih bersedia mereview? Juseyooong~ ^^
