Note's:Saya author baru disini jadi mohon bantuan,nasehat ataupun kritikan.
.
.
Naruto:Born of The Silver Monster
.
Pair:NarutoX?
.
Disclaimer:Naruto punya Om Masashi Kishimoto
.
Warning:OOC,Typo,Senju!Naruto,Strong!Naruto,Semi-Canon,Story etc.
Chapter 4:Akhir Latihan dan Desa Nami
Happy reading...
.
.
.
SKIP TIME:5 TAHUN KEMUDIAN
Naruto dan Jiraiya kini berada di padang rumput yang terletak di perbatasan desa Kirigakure. Mereka ada disini untuk melakukan latih tanding untuk mengukur sejauh mana kekuataan Naruto berkembang.
Naruto sudah sangat berbeda bukan hanya dari segi kekuatan tapi dari segi penampilan dan fisik dia sudah sangat berbeda dari dia yang dulu. Jika dulu Naruto berambut Silver jabrik acak acakan maka sekarang rambutnya lebih panjang sampai mencapai jambangnya dan mempunyai poni yang hampir menutupi sebelah matanya,mempunyai mata berwarna biru kehijauan yang mampu menghipnotis perempuan mana saja,dan tubuhnya sedikit lebih tinggi dari anak seumurannya.
Dan untuk pakaian Naruto memakai haori hitam polos tanpa lengan diikat dengan klip berbentuk seperti bintang bulat,memakai syal hijau,dan menaruh pedangnya di punggungnya. Pedang? Ya,selama pelatihan dengan Jiraiya, Naruto sangat tertarik dengan Kenjutsu sehingga diberikan sebuah pedang oleh Jiraiya. Naruto menamai pedang itu dengan nama Sutasodo. Pedang ini bukan sembarang pedang karena dibuat dari hasil peleburan dua pedang legenda yaitu Nuibari dan Kiba, Naruto mendapatkan kedua pedang itu dari pertarungan yang cukup sengit dari kedua pemilik lamanya.
FLASHBACK:4 tahun yang lalu
Saat ini Naruto dan Jiraiya sedang dalam perjalanan mereka ketempat latihan mereka yang baru. Mereka pergi dari tempat yang lama karena dapat menimbulkan kecurigaan pihak kumogakure karena terlalu lama menetap di sekitar desanya.
"Jadi dimana tempat yang latihan kita nanti?"tanya Naruto kepada Jiraiya.
"Di desa Buru no Kuni" Jiraiya menjawabnya sambil teus melompat.
"Dimana letak desanya?" selama perjalanan dengan Jiraiya Naruto memang selalu diajak berkelana ke desa desa kecil sehingga dia banyak mengetahui letak desa kecil tapi,desa Buru Naruto sama sekali idak tahu dimana letaknya.
"Di bagian selatan negara air dekat dengan desa Kirigakure"jawab Jiraiya.
"Tapi kenapa har-"belum selesai Naruto menyelesaikan ucapannya instingnya mengatakan ada bahaya di belakangnya maka Naruto segera melompat kesamping, dan benar saja tepat di dahan pohon tempat Naruto berdiri sebelumnya telah tertancap sebuah kunai peledak
BOOM
Asap tebalhasil ledakan menyelimuti daerah sekitar. Jiraiya yang mendengar suara ledakan segera berhenti melompat dan bergerak menuju Naruto yang ada di belakangnya. Jiraiya ingin menanyakan apa yang terjadi di tempat ini kepada Naruto tetapi dia urungkan karena melihat wajah bingung Naruto.
"Khu Khu Khu,rupanya kau bisa selamat bocah"sebuah ucapan dari asap tebal membuat Naruto dan Jiraiya langsung memasang posisi siaga dengan mengeluarkan kunai dari kantong Ninjanya.
"Siapa kau?" Jiraiya bertanya sambil mengeluarkan KI yang cukup besar sehingga membuat suhu disina turun drastis. Sedangkan Naruto sendiri harus mengeluarkan sedikit chakranya agar dadanya tidak sesak.
Asap tebal kemudian menipis dan di balik asap nampak dua orang dewasa berdiri di tempat hasil ledakan. Orang pertama badannya cukup tinggi,memakai topeng,dan memegang sebuah pedang berebentuk jarum, Dan orang kedua berbadan pendek,berambut merah,dan di kedua tangannya terdapat pedang yang di selimuti petir. Mereka berdua adalah Khusimaru Kuriarare dengan pedangnya Nuibari dan Ameyuri Ringgo dengan pedangnya Kiba, mereka berdua adalah missing-nin kelas A+
"Ameyuri Ringgo dan Khusimaru Missing-nin kelas A+, Tidak kusangka kita akan bertemu di tempat seperti ini"Ucap Jiraiya yang mengenali mereka berdua, Sedangkan Naruto yang mendengar perkataan Jiraiya semakin meningkatkan kewaspadaannya karena musuhnya adalah Missing-nin kelas A+,dia dan gurunya memang sering menghadapi Missing-nin tetapi hanya yang kelas B dan C dan tingkatan paling tinggi yang pernah dihadapinya hanya Missing-nin kelas A itupun dia dibantu oleh Jiraiya.
"Hn, Jiraiya dan muridnya, ternyata benar yang dikatakan oleh rumor bahwa kau mengangkat seorang murid" ucap Khusimaru sambil mengangkat pedangnya.
"Naruto kau serang yang berambut merah" bisik Jiraiya kepada Naruto.
"Memang kenapa dengan yang memakai topeng?" tanya Naruto kepada Jiraiya sambil berbisik.
"Itu karena yang memakai topeng mempunyai elemen air yang sempurna sedangkan kau tidak mempunyai elemen petir jadi kau serang yang berambut merah karena dia berelemen petir dan kau mempunyai pengendalian bagus terhadap elemen angin jadi,kau punya keuntungan melawannya"bisik Jiraiya kepada Naruto.
WHUSSS
"Aku tidak suka ketika orang berbisik bisik dihadapanku"Ringgo kini ada di hadapan Jiraiya dan Naruto sudah siap menebas kepala Naruto dan Jiraiya.
Naruto dan Jiraiya yang sama sekali belum siap akan serangan dadakan langsung bergerak menghindari sabetan pedang dari Ameyuri Ringgo dengan cara melompat kebelakang. Namun,belum sempat mereka menyiapkan diri mereka harus kembali dihadapkan dengan serangan dadakan. Jiraiya yang diserang oleh Khusimaru dan Naruto yang diserang oleh Ringgo.
Naruto menahan sabetan pedang dari Ringgo menggunakan kunai. Karena sabetan pedangnya terlalu kuat memaksa Naruto melompat kebelakang agar tidak terluka. Ameyuri Ringgo yang melihat lawannya melompat kebelakang langsung maju menerjang Naruto yang sudah bersiap di hadapannya. Ketika sudah berada cukup dekat Naruto segera melayangkan kaki kirinya ke arah kepala Ringgo, Ringgo yang melihatnya tidak tinggal diam kemudian menunduk dan mencoba menusuk kepala Naruto dengan pedangnya namun dengan mudah dihindari Naruto dan melihat ada celah dari lawannya Naruto segera melayangkan tinjuan tangan kanan berlapis chakra ke arah perut Ameyuri Ringgo
BUAGH
Berhasil,pukulan Naruto berhasil mengenai Ameyuri Ringgo yang kini menabrak pohon dibelakangnya. Ringgo kini berusaha berdiri sambil menggunakan kedua pedang Kiba sebagai tumpuan.
"O-ohok Ru-rupanya a-aku ter-terlalu mer-meremehkanmu,bocah"Ameyuri Ringgo kini berdiri menatap Naruto.
"Dan kini kau akan merasakan kekuatan pedang Kiba yang sebenarnya" Ringgo kemudian menancapkan pedangnya ke tanah dan melakukan handseal secara cepat.
[RAITON:GETO KAMINARI]
Seketika tanah di sekitar area pertarungan Naruto dan Ringgo diselimuti petir yang bergerak meliuk liuk. Naruto yang tentu saja tidak ingin mati konyol langsung melompat kearah pohon yang ada di sampingnya tetapi itu yang memang direncanakan oleh Ringgo, Ringgo kemudian melempar salah satu pedang Kiba kearah pohon yang dipijaki oleh Naruto sambil membuat handseal lain dengan sangat cepat.
JLEB
[KENJUTSU:RAITON NO KIBA]
Tepat pada saat pedang Kiba menancap di pohon pada saat itu juga Ringgo meneriakkan nama jutsunya. Naruto yang baru saja menghindari jurus Ringgo kembali harus menghindari jutsu petir milik Ringgo dengan cara melompat kebawah. Melihat Ringgo yang masih sibuk mengatur jutsunya menghasilkan celah bagi Naryto untuk menyerang,sambil melompat kebawah Naruto kemudian melakukan handseal dengan sangat cepat dan pada saat dia menginjak tanah pada saat itu juga dia meneriakkan nama jutsunya.
[FUUTON:RENKUUDAN]
Ringgo yang melihat adanya serangan berbahaya mengarah kepadanya segera menghindar sambil mengambil pedang kiba yang menancap di tanah. Naruto yang melihat serangannya dapat dihindari hanya mendecih tidak suka. Naruto kembali melakukan handseal dengan cukup panjang
[FUUTON:ZUTTO KAZE NO YAIBA]
Ratusan belati angin segera menuju Ringgo dengan sangat cepat. Melihat banyaknya serangan membuat Ameyuri Ringgo kewalahan dan terpaksa harus terkena beberapa belati angin sehingga menghasilkan luka di sekujur badannya. Naruto yang melihat serangannya berhasil tersenyum senang meskipun jutsu tadi menghabiskan setengah chakranya.
"Cih,sekarang aku benar benar akan MEMBUNUHMU BOCAH SIALAN!"Ameyuri Ringgo mengeluarkan chakranya secara besar besaran sehingga menerbangkan batu kerikil yang ada di sekitarnya, dengan kecepatan luar biasa Ameyuri Ringgo kini ada di hadapan Naruto sambil mencoba menebas perut Naruto menggunakan pedang Kibanya. Naruto yang melihatnya tentu tidak tinggal diam dengan menahannya menggunakan kunai dan situasi ini cukup seimbang karena Ringgo yang hanya menggunakan satu pedangnya karena satunya ada di pohon yang cukup jauh tempatnya sedangkan Naruto hanya kehilangan chakra dan sedikit kehabisan Stamina.
Naruto mencoba menyerang Ringgo dengan mencoba menendang dada Ringgo tapi bisa ditahan dan Ringgo mencoba memukul kepala Naruto dengan tangan kirinya. Naruto menahan serangan Ringgo dengan tangan kanan tetapi dia tetap merasakan sakit karena pukulan Ringgo terlalu kuat. Karena terlalu asik menahan serangan Ringgo tanpa sadar Naruto telah membuat celah cukup besar untuk Ringgo menyerang dirinya dan kesempatan itu tidak disia siakan oleh Ringgo yang langsung memukul perut Naruto menggunakan gagang pedangnya.
Naruto bersalto kebelakang agar bisa menghidari serangan Ringgo, Naruto dapat melihat wajah kesal Ringgo karena serangannya harys kembali gagal dan Naruto hanya tersenyum kecil melihat wajah kesal orang tersebut.
Naruto kembali menyiagakan dirinya ketika melihat lawannya sudah siap kembali menyerangnya dengan satu pedangnya, Naruto kemudian menyiapkan kembali kunainya dan menggenggamnya dengan erat,tapi-
BOOM!
Suara ledakan cukup besar dari tempat pertarungan Jiraiya dan Khusimaru mengalihkan perhatiannya dan perhatian lawannya.
"Cih,sepertinya penjahit itu kalah dari gurumu,bocah"ucap Ameyuri Ringgo sambil mendecih tidak suka karena partnernya telah kalah.
"Tenang saja,kaupun akan kukalahkan sekarang juga"Naruto mencoba menaikkan emosi lawannya seperti apa yang diajarkan oleh Jiraiya jika dia ingin membuat serangan lawan membabi buta sehingga mudah dibaca dan dengan cepat bisa dikalahkan.
"Sombong sekali kau bocah"Emosi Ameyuri Ringgo sepertinya sedang naik akibat perkataan bernada meremehkan dari Naruto.
"Kau itu tidak bisa apa apa tanpa kedua pedangmu dan sekarang kau hanya ingin menyerangku menggunakan satu pedangmu,Sekarang lebih baik kau enyah dari hadapanku sebelum aku menendang bokongmu itu" Naruto sepertinya masih ingin menaikkan emosi Ameyuri Ringgo.
"KUBUNUH KAU BOCAH!"sepertinya Ameyuri Ringgo sudah tidak bisa menahan amarahnya lebih lama lagi akibat perkataan Naruto.
Rencana Naruto sepertinya berhasil untuk membuat Ringgo marah itu terbukti dengan ucapan marahnya dan sekarang Ringgo lari menuju Naruto dengan tergesa gesa tanpa memikirkan rencana terlebih dahulu.
CLING
Suara dua senjata dari besi saling beradu, kunai Naruto dan pedang Kiba dari Ameyuri Ringgo saling bertemu. Ringgo kemudian bersalto kebelakang dan kembali menyerang Naruto menggunakan pedangnya untuk menyerang dada Naruto namun dapat dihondari dengan mudah oleh Naruto. Setelah menghindari serangan Ringgo dengan mudah Naruto kemudian melancarkan serangan balik dengan menendang bahu Ringgo.
Dan Ringgo kembali harus merasakan kasarnya tanah berbatu akibat tendangan Naruto di bahunya. Sedangkan Naruto tersenyum penuh kemenangan melihat rencananya berhasil dan sekarang waktunya melancarkan rencana kedua. Naruto kemudian membuat handseal dan menyebutkan nama jutsunya
[KAGE BHUNSIN NO JUTSU]
Dan muncullah empat bhunsinnya di sekelilingnya. Naruto kemudian menatap bhunsinnya seperti memberi tahu rencana tanpa berbicara dan anehnya semua bhunsinnya menganggukkan kepalanya seperti mengerti rencananya. Kemudian dua bhunsin Naruto melakukan henge menjadi batu di tanah cukup dekat dengan Naruto.
Ameyuri Ringgo kini baru berdiri dari jatuhnya akibat tendangan Naruto. Dia kemudian melihat Naruto dan dua bhunsin Naruto sedang memandang remeh dirinya.
"Kau benar tidak ada apa apanya"Naruto kembali mencoba memancing emosi Ringgo.
"Cih,akan kutebas wajah sombongmu itu BOCAH!" Ringgo kembali terpancing emosinya akibat ucapan Naruto dan kini berlari dengan cepat menuju Naruto.
Tetapi,baru beberapa senti sebelum pedangnya mencapai wajah Naruto terlebih dahulu kakinya ditahan sesuatu. Dia kemudian melihat kebawah dan ternyata itu adalah dua bhunsin Naruto yang menahan kakinya. Kemudian kedua bhunsin yang ada di samping Naruto segera berlari ke arah Ringgo dan menahan kedua tangan Ringgo. Sekarang Ringgo dalam keadaan terdesak sama sekali tidak bisa melakukan apa apa.
"Sekarang kau akan merasakan jurus pamungkasku- Naruto berbicara sambil mengumpulkan chakra di tangannya dan semakin lama berbentuk segitiga berwarna biru dan mengeluarkan suara bising –terimalah ini,HEEYAAAHHH!"
[FUUTON:PIRAMIDDO RASENGAN]
Dan rasengan berbentuk segitiga itu menghantam perut Ameyuri Ringgo yang sudah tidak berdaya. Karena tekanan serangan yang terlalu kuat sehingga membuat bhunsin Naruto harus melepaskan badan Ringgo dan membiarkan tubuh Ameyuri Ringgo terseret sambil menghantam pohon pohon yang ada di belakangnya hingga berhenti di jarak satu kilometer.
Jiraiya yang baru saja datang hanya berdigik ngeri melihat dampak yang ditimbulkan oleh jutsu anak didiknya tersebut. Yah,meskipun Jiraiya yang mengajari Naruto variasi rasengan menggunakan elemen dasar tetapi baru kali ini dia melihat rasengan aneh berbentuk segitiga tersebut dan bentuknya sangat mirip dengan jutsu debu milik Tsuchikage Iwagakure.
"Woah,darimana kau mempelajari jutsu tersebut Naruto?"tanya Jiraiya kemudian menepuk pundak Naruto
"Selain berlatih aku juga punya hobi lain yaitu,membuat ataupun menyempurnakan sebuah jutsu"jawab Naruto sambil melirik ke arah Jiraiya. Jiraiya yang mendengar perkataan anak muridnya hanya mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti maksud perkataan Naruto.
"Jadi akan kita apakan pedang ini?"Naruto berjalan kearah salah satu pedang Kiba yang ada di tanah.
"Entahlah,aku juga bingung ingin kuapakan Nuibari ini" Jiraiya menggerak gerakkan Nuibari ditangan kirinya kearah samping kiri dan kanan.
"Hmm,apa kau bisa mengajariku kenjutsu Sensei?"Naruto kemudian mengambil pedang Kiba yang ada di tanah kemudian mengacungkannya ke depan Jiraiya.
END OF FLASHBACK
"Hei Naruto jangan melamun!" Jiraiya meneriakinya dari arah kejauhan.
"Ah,aku tidak melamun Sensei" Karena teriakan Jiraiya membuat Naruto berhenti melamun mengenai bagaimana ia mendapatkan Sutasodo.
"Kalau begitu apa kau sudah siap?" Jiraiya kemudian melakukan kuda kuda taijutsu standar.
"Sejak lahirpun aku sudah siap,Sensei" Naruto kemudian melakukan kuda kudanya sendiri dengan badan menunduk, tangan kanan memegang gagang Sutasodo yang berwarna emas,kaki kanan di depan ditekuk dan kaki kiri lurus dibelakang.
"HAJIME"dengan ucapan Jiraiya maka pertarunganpun dimulai.
Naruto mengalirkan sedikit chakra dikakinya untuk membuat kecepatannya meningkat dan menghasilkan daya kejut yang cukup besar sehingga memperkuat serangan yang dilancarkan. Naruto kemudian langsung melompat menuju Jiraiya dan hasilnya tanah yang dipijakinya menjadi retak akibat pengaruh chakra di kaki.
CLIING
Pedang Sutasodo dan kunai yang dipegang Jiraiya saling beradu,karena gesekan yang terlalu kuat maka kedua senjata itu menghasilkan percikan api yang cukup besar. Tidak ingin terlalu lama saling beradu tenaga maka Naruto mengambil inisiatif untuk bersalto kebelakang kemudian melancarkan serangan balik cepat dengan mencoba menebas perut Jiraiya yang sedang tanpa perlindungan.
Tetapi,karena pengalaman bertarung Jiraiya selama bertahun tahun maka serangan cepat Naruto dapat dengan mudah dibaca dan ditangkis oleh Jiraiya. Melihat ada celah maka Jiraiya mencoba memukul kepala Naruto namun dengan refleks yang sangat baik Naruto mampu menahan pukulan Jiraiya menggunakan bagian pipih pedangnya. Karena kuatnya pukulan Jiraiya membuat Naruto terpental dan begitu pula pedangnya yang terlempar cukup jauh darinya.
Melihat Naruto yang jatuh ke tanah membuat Jiraiya tidak membuang kesempatan ini untuk mendaratkan serangan telak kepada Naruto. Jiraiya kemudian melompat dan dia mengaliri tangannya dengan chakra dan pukulan bertenaga itu semakin dekat ke Naruto tetapi,dengan refleks luar biasa Naruto bisa menghindari pukulan Jiraiya dengan berguling ke samping.
BRUAK
Saking kuatnya pukulan Jiraiya sampai sampai tangannya masuk kedalam tanah dan menghasillkan retakan yang cukup parah. Naruto yang melihat pukulan Jiraiya hanya berdigik ngeri,bukan berarti dia tidak takut terhadap kekuatan pukulan Jiraiya karena Kekuatan pukulan Ibunya lebih kuat tetapi yang dia takutkan adalah sasaran pukul Jiraiya tadi adalah tempat kepalanya.
"Apa kau ingin membunuhku Sensei!"Naruto berteriak tidak terima kepada Jiraiya.
"Pukulan tadi tidak akan membunuhmu,serangan inilah yang akan membunuhmu"Jiraiya kemudian mengalirkan chakra ke tangannya.
Jiraiya kemudian berdiri dan kembali mencoba memukul Naruto secara beruntun dan dapat dihindari dengan cara berguling oleh Naruto. Semakin lama pukulan Jiraiya semakin cepat dan banyak maka Naruto berguling lebih cepat tetapi baru saja dia akan kembali bergiling sesuatu menahan badannya dibelakang, dan ternyata itu adalah Sutasodo. Naruto memegang gagang Sutasodo dan mengalirinya dengan chakra angin sehingga membuat pedangnya lebih tajam dan Jiraiya kini semakin dekat kepada Naruto dan pukulannya kini semakin brutal. Saat beberapa senti lagi pukulan Jiraiya mengenai kepala Naruto, Jiraiya harus menghindar dari sabetan pedang Sutasodo yang sudah di aliri chakra angin oleh Naruto. Menggunakan momentum dari hempasan angin serangannya Naruto menggunakan tangan kirinya yang kosong untuk melemparnya agak kebelakang agar bisa kembali berdiri,dan upaya Naruto berhasil kini Naruto berdiri dengan posisi siaga sambil memegang erat Sutasodo di tangan kanannya.
Dan saat asap mulai menipis Naruto melihat Jiraiya berdiri dengan di tangan kanannya ada bola chakra berpendar kemerahan. Naruto tidak bodoh,Naruto tau itu adalah Hosenka Rasengan jutsu variasi rasengan milik Jiraiya. Sepertinya Jiraiya tidak main main soal latih tanding.
Naruto kemudian menancapkan Sutsodo di tanah dan memfokuskan pengaliran chakra di tangan kanannya untuk membuat sebuah rasengan. Dan akhirnya sebuah bola chakra kecil berpendar biru muncul di tangan kanan Naruto tetapi semakin lama bentuknya berubah menjadi segitiga dan bersuara bising. Setelah dirasa cukup Naruto kemudian berlari kearah Jiraiya begitu pula sebaliknya,ketika semakin dekat mereka kemudian saling menghantamkan rasengan masing masing.
[KATON:HOSENKA RASENGAN]
[FUUTON:PIRAMIDDO RASENGAN]
BLAAAAARRRRRR
...
Di desa Konoha tepatnya di gedung Hokage sedang ada pemberian misi bagi Tim 7 oleh Hokage. Tim 7 dibina oleh Hatake Kakashi seorang mantan kapten anbu,selalu memakai masker dan mempunyai gaya rambut melawan gravitasi. Dan Tim 7 berisi 3 genin yaitu Namikaze Menma,Uchiha Sasuke,dan Haruno Sakura. Menma mempunyai tanda lahir seperti kumis kucing dipipinya dan rambutnya jabrik berwarna merah. Uchiha Sasuke adalah Uchiha terakhir di Konoha dia dikenal dengan gaya rambut emo dan mempunyai wajah yang cukup tampan sehingga mempunyai banyak fansgirl. Yang terakhir, Haruno Sakura dia adalah satu satunya perempuan di Tim 7,berwajah cantik, dan berambut panjang berwarna pink.
"Baiklah Tim 7 aku beri misi kelas Cuntuk mengawal pembuat jembatan ke desa Nami no Kuni,Tazuna-San silahkan masuk" ucap Minato mempersilahkan klien mereka masuk ke dalam ruangan.
Kemudian masuklah seorang kakek kakek memekai kaos oblong sambil meminum sebuah sake yang di taruh dalam botolnya."Jadi,mereka yang akan mengawalku terlihat hanya seperti bocah tidak berguana"
"Hei,jaga omonganmu kakek pemabuk"Menma yang tidak terima dengan omongan kliennya itu balas membentak.
"Menma tenanglah, dan Tim 7 kalian akan menjalankan misi bersama murid Tsunade"ucap Minato mencoba menghentikan amarah Menma.
"Naruko-Chan silahkan masuk"Sambung Minato
Dan masuklah Naruko,Naruko berwajah sangat cantik dan ditambah tanda lahir 3 kumis kucing sehingga membuatnya semakin kelihatan imut,berambut ponytail,dan mempunyai ukuran dada yang lebih besar daripada anak seumurannya sehingga jaketnya kelihatan sangat besar di bagian dada. Selama ini Naruko dilatih oleh Tsunade sebagai genin spesial.
"Selamat pagi"Sapa Naruko lembut.
"Eh,Nee-Chan kau benar benar akan ikut?"
Naruko yang mendengar pertanyaan adiknya hanya mengangguk mengiyakan.
"Baiklah Tim 7 dan Naruko segera siapkan barang barang kalian kita akan bertemu di gerbang desa 2 jam kemudia"Kakashi memberi perintah kemudian menghilang menggunakan bhunsin begitu pula Tim 7 dan Naruko mereka segera keluar sesuai perintah Kakashi.
.
.
.
.
.
To...Be...Continued...
Note's:Yoooo,akhirnya saya kembali dan semoga chap ini lebih baik dari pada chap sebelumnya dan semoga adegan Actionnya itu benar benar terasa soalnya saya masih newbie jadi maaf kalau ada kesalahan. Di chap ini Typo sudah dikurangi,word dibanyakin, dan semoga bisa lebih baik #AMIIN
FapFapOUT
