"Aku bersyukur bertemu dengan kalian semua!"
Kuroko no Basket
Kiseki no Heika
Rated T
Friendship, Romance, Humor
Warning: Shounen ai, misstypo, first timer, gaje.
Disclaimer: Not mine...just the OC..
"Eh? Pertandingan basket di musim dingin?" tanya Yamiga.
"Lebih tepatnya, Climatic Winter Basket Festival. Kepala sekolah menyuruh kita untuk mengikuti pertandingan ini," jelas Midorima, membetulkan kacamatanya.
"Tapi, kita baru saja masuk ke semester 2 satu bulan yang lalu,...,"kata Yamiga sedikit bingung dengan sistem di sekolah.
"Memang benar. Tapi, kepala sekolah sudah memberi kita perintah. Jadi harus kita taati," lanjut Midorima.
"Tidak apa lah! Setidaknya, kau akan bermain di pertandingan pertamamu bukan? Ini kesempatan yang bagus lho!" sahut Aomine merangkul Yamiga.
"Benar juga, aku tidak pernah melihatmu bertanding sebelumnya..,"ujar Kuroko muncul entah dari mana.
"Daijobu-ssu! Pertandingan masih akan dimulai sebulan lagi! Jadi masih ada banyak waktu-ssu!"seru Kise berapi-api.
"Tapi, kalian lupa ya, sebelum kita bertanding, apa yang Aka-chin lakukan,"ucap Murasakibara sambil memakan pocky.
"Oh, tidak...," mereka langsung menjadi pucat, teringat dengan masa lalu yang amat sangat teramat suram.
"Memangnya, Sei melakukan apa?"
"Kita akan mengadakan training camp," pertanyaan Yamiga langsung terjawab oleh Akashi.
.
.
.
"TIDAAAAAAAAAAAAK!"
Malam hari, kediaman Yamiga
"Daftar benda-benda yang harus dibawa:
baju ganti untuk 1 minggu.
peralatan mandi
pakaian dalam
P3K
makanan ringan
sepatu dan celana training
handphone
hmmmm, kurasa aku juga harus membawa buku...," ucap Yamiga sambil memasukkan semua ke dalam tas kopernya.
'Sei bilang, kumpul di depan terminal, paling lambat jam 8. Aku rasa, aku harus bangun jam,... tunggu dulu, aku kan,...,'
Pagi hari, jam 7.30
'hari ini, kita akan menghadapi training camp neraka itu lagi. Kuharap, aku dapat selamat seperti yang sebelumnya. Akashicchi seram sekali-ssu' pikir Kise sambil melangkah ke arah terminal.
Ia mengenakan kaus putih, dengan jaket hitam ber-outline kuning. Ia juga memakai celana jeans biru, dengan headset kuning yang menggantung di lehernya. Ia menarik koper kuning di tangan kirinya, sementara tangan kanannya mengutak-atik handphone flip berwana kuning.
Sesampainya di terminal, ternyata Aomine dan Momoi sudah datang. Aomine mengenakan kaos hitam, dengan jaket sleeveless warna biru tua. Ia memakai celana jeans hitam, dan sepatu kets. Ia menenteng koper biru di tangan kanannya. Sementara Momoi memakai sundress warna peach, dengan sweater warna putih. Ia memakai boot putih se-betis. Rambutnya ia ikat setengah, dan membawa tas selempang pink, serta koper putih.
"Aomine-cchi! Momoi-cchi! Kalian sudah datang? Tumben Aomine-cchi bisa bangun cepat!" sapa Kise setengah berlari.
"Ohayou! Ryou-kun! Dai-chan bisa bangun kare-"
"Kau tahu kan, training camp lalu, aku telat dan Akashi melakukan apa?" bisik Aomine, sedikit pucat.
"Aa,... menakutkan-ssu," kata Kise setuju.
"Dai-chan! Jangan sela omonganku!" teriak Momoi, yang tidak dihiraukan oleh Aomine.
"Ohayou gozaimasu, Kise-kun, Momoi-san, Aomine-kun," sapa Kuroko datang entah dari kapan.
"TETSU! Jangan mengagetkanku! Kalau aku mendadak memiliki penyakit jantung, kau yang tanggung jawab!"
"Sumimasen, demo, Aomine-kun tidak menyadari keberadaanku dari tadi,"ujar Kuroko dengan wajah datarnya.
Kuroko memakai baju lengan panjang yang bergaris putih-biru. Ia juga mengenakan jaket putih ber-sleeve pendek yang memiliki hoodie. Celananya berwarna biru langit dan memakai sepatu kets. Ia memegang koper berwarna biru muda. Ditangannya yang lain, ia memegang vanilla milkshake favoritnya.
"Kuroko-cchi kawaii!"ujar Kise langsung terjun bebas ke arah Kuroko. Kuroko segera menghindar, dan akhirnya menabrak seseorang yang berambut hijau.
"Apa yang kau lakukan, nanodayo?!" teriak Midorima kesal.
"Eh? Midorimacchi?" tanya Kise sambil menatap Midorima.
Ia mengenakan kemeja biru muda, dengan sweater berwarna hijau. Ia juga memakai celana berwarna hitam dan sepatu hitam. Koper hijaunya kini terlempar dan ia mendekap patung kero-suke kesayangannya. Ditangannya yang satu lagi, ia memegang tas kecil yang berisi bermacam-macam barang.
"Eh? Itu isinya apa?" tanya Aomine sambil menunjuk ke arah tas kecil itu.
"Jangan-jangan isinya lucky item?" tebak Kuroko.
"Tentu saja, nanodayo. Ini semua lucky itemku untuk menggu ini! Karena kemungkinan, kita tidak akan boleh membeli barang-barang lain disana, nanodayo!" kata Midorima, sambil mengambil kopernya.
"Midorin, benar-benar percaya Oha-Asa ya?" Bisik Momoi ke Kise.
"benar sekali-ssu,"kata Kise.
"Are? Yami-chin belum datang, ya?" ujar Murasakibara, datang sambil membawa makanan, beserta Akashi berada di depannya.
"Kelihatannya begitu,"jawab Akashi, memperhatikan sekeliling.
Murasakibara mengenakan atasan berwarna ungu, dan sweater hitam. Ia juga memakai syal putih, dan celana hitam. Ia bersepatu kets, dan membawa koper ungu. Di tangannya yang lain, ia menenteng berbagai jenis kantug yang berisi makanan. Akashi memakai kemeja merah dan jaket hitam dengan outline merah. Ia bercelana hitam dan berkoper merah dengan resleting putih. Di balik jaketnya, tersimpan gunting merah kesayangannya.
"Yamiga belum datang? Ini sudah jam 7.50,"ucap Akashi, terlihat sedang berpikir.
"MINNA! Maaf aku telat!" Yamiga datang dengan berlari. Semua langsung menoleh ke arahnya.
Yamiga memakai turtleneck warna hitam dengan jaket putih kecil beroutline merah. Tangannya mengenakan sarung tangan putih yang tidak menutupi jari-jarinya. Dia memakai celana pendek berwarna putih dan sepatu boot hitam. Ia menggerek koper putih dan sedikkit berkeringat karena berlari.
"Gomene, jarak rumahku sedikit jauh. Lalu, kereta yang biasanya kutumpangi sedang diperbaiki. Jadi, aku terpaksa lari ke sini," kata Yamiga, sedikit terengah-engah.
"Ya, sudahlah. Lagipula, kau tidak telat kok,"kata Momoi.
"AAH! Bus-nya sudah datang!" seru Kise tiba-tiba.
Semua langsung menoleh, melihat bus itu mendekat. Sebelum naik, mereka mengundi siapa berpesangan dengan siapa, untuk mengatur posisi duduk di bus dan teman sekamar. Setelah mengundi dengan sumpit, inilah pasangannya:
Kuroko-Aomine
Kise-Murasakibara
Midorima-Momoi
Akashi-Yamiga
"Kenapa aku harus dengan Murasakibaracchi?! Aku ingin sekamar dengan Kurokocchi atau Yamigacchi!" tangis Kise mengetahui orang yang akan berpasangan dengannya.
"Dame da. Kita sudah mengacak dengan adil. Silahkan duduk sesuai dengan nomor urut dan pasangan kalian,"ujar Akashi tidak peduli dengan nasib Kise.
"Demo, Akashicch-"
"Kau mau melanggar perintahku?" senyum Akashi sambil memainkan gunting merahnya. Kise langsung diam 1000 bahasa.
Di dalam bus..
Akashi duduk dengan Yamiga. Akashi duduk di dekat jendela, memandangi pemandangan di luar. Murasakibara masih makan, Kise lagi foto-foto dirinya (narsis), Aomine memutar bola basket di jarinya, Kuroko baca buku, Momoi bermain handphone, Midorima sedang membaca Oha-Asa, Yamiga sedang menguap sambil memegang buku di tangannya.
"Doushita? Kau tidak tidur semalam?"tanya Akashi pada Yamiga.
"Hnn,... aku tidak bisa tidur semalam...,"jawabnya sambil mengusap sebelah matanya.
"kalu begitu, tidur saja," kata Akashi memberikan pilihan.
"Baiklah,...," kata Yamiga, mulai menutup matanya.
Dalam sekejap ia sudah tertidur. Ia menempelkan kepalanya pada bahu Akashi. Akashi tersenyum melihatnya, dan membiarkan Yamiga tertidur di bahunya. Ia perlahan merasa mengantuk, dan mulain membiarkan dirinya pergi ke alam mimipi. Kepalanya ditempelkan ke kepala Yamiga, yang sudah tertidur lebih dulu. Anggota Kiseki no Sedai tersenyum dan saling berpandangan. Kise langsung mefoto mereka ke dalam kamera digital miliknya.
"Kise-kun, kalau Akashi-kun tahu apa yang kau lakukan,apa yang akan terjadi ya?" tanya Kuroko pada Kise.
Kise hanya tersenyum dan berkata, "tidak apa-apa! Untuk kali ini, aku akan menerima hukuman apapun!"
Sesampainya di hotel...
"Baiklah, Tetsu dan Daiki dikamar 215, Aku dan Ryuu dikamar 216, Satsuki dan Shintarou di kamar 217, Ryouta dan Atsushi di kamar 218. Ini kunci kamarnya, jangan sampai hilang ya!" kata Akashi.
"HAI!" jawab mereka semua, pergi ke kamar masing-masing.
"Huwaaa, aku tidak menyangka kalau Akashicchi membuat kita menginap di hotel yang ber-onsen seperti ini...," ujar Kise kagum.
"Aka-chin akan memberikan latihan berat sebagai balasannya lho,"kata Murasakibara, membuka bungkus Chitato.
"Jangan memberikan ide yang buruk!"
Mereka semua turun ke lobby untuk makan malam. Jujur saja makan malamnya, enak. Tapi, gara-gara Murasakibara memakan semuanya, mereka menjadi tidak kebagian. Belum lagi, saat mereka melihat daftar latihan yang harus mereka lakukan. Mereka langsung pingsan menatapnya.
"Bisakah hari ini datang kejutan lain?" ujar Kise sambil menidurkan kepalanya di atas meja.
"Ara-ara, bukankah ini Generation of Rubbish?"
Mendadak seseorang mengejek nama mereka. Mereka kenal sekali dengan suara itu. Orang itu mengambil jatah makanan mereka, dan memakannya. Orang yang mereka kenal, dan mereka benci. Pencuri bekas Kiseki no Sedai.
Haizaki Shougo
Tbc
Akhir yang ngeggantung,...*sweatdrop*
Maaf ya, baru distop waktu si Haizaki muncul,...
saruma tetsuya: saya juga ingin jadi Yamiga (bukan Yagami desu~)
YumeNoSagashite: nih, chapter selanjutnya ^^
Murasaki no Onna: hehehe,... saking senengnya sama kurobas, jadi kepikir untuk bikin OC ^^
Edit: uwaaaah, nomor kamarnya salaaah,.. terima kasih sudah mengingatkan MiyazawaAkane-san..
