Title : Mr. Lee

Author : Minki Elfishy

Starring :

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Kim Kibum

Lee Sungmin

Ft. Another kpop icons

Genre : Romance, Comedy, Yaoi, BL

Rated : T

Summary : Lee Donghae; seorang pria yang disiplin, sangat kaku, dan bahkan menyeramkan, sehingga semua karyawan-karyawannya menjuluki ia dengan nama penyihir.

Hubungan cinta yang ia jalin selalu gagal, karena semua pria memilih mundur karena kepribadiannya.

Hingga muncul seorang pria dalam hidupnya.

Akankah pria tersebut mampu mengubah dirinya?

Minki Elfishy*******************

Sebelumnya di chapter 3,

"Apa yang kau lakukan? Cepat tutupi ini." Ucap Donghae dengan nada sinis.

"Ne." sahut Siwon sambil mulai membentangkan penutup bath tube.

Kegiatannya itu sedikit terhambat karena ia membentangkan bath tube itu tanpa melihat kearah bath yang ada disampingnya. Tingkahnya kelihatan aneh, Donghae saja hanya menatap heran kearahnya; hingga,

Siwon terpeleset dan jatuh ke dalam bath tube. Sebagian air sabun yang ada dalam bath tube itu keluar. Dengan muka yang basah kuyup, ia mengangkat wajahnya dan tanpa sengaja ia melihat sesuatu berwarna merah muda didada Donghae. Lihat saja, muka Donghae sekarang sudah mulai memerah padam; ini karena ia sedang menahan amarah. Siwon mengangkat wajahnya dan tak sengaja air yang sempat terminum olehnya, ia semprotkan ke dada Donghae.

Sudah tak dapat menahan amarahnya, terjadi saling tatap-menatap antara keduanya dalam waktu yang lama, hingga,…

"Buuuukkkkkk!" satu tonjokan keras menyapa wajah Siwon bersamaan dengan dirinya yang terjatuh dekat pintu apartemen, serta tasnya yang dibuang Donghae kearahnya.

Siwon kembali berdiri dengan penampilan wajahnya; hidungnya diselipkan sebuah tissue. Tentu saja ini adalah tonjokan kedua, setelah satu tonjokan keras yang membuat ia terlempar keluar dari bath tube itu.

"Naggha!" kata Donghae

"Yaahh… Le..Lee-ssi. Ini tidak seperti yang kau bayangkan" ucap Siwon dengan nada gugup.

"Sikkhireo! Cepat keluar dan pergi sekarang!" sambung Donghae dengan matanya yang melotot.

"Naega mwohaeyo?"Siwon berusaha membela diri.

"Cukup!" Donghae menghentikan perkataan Siwon telak.

"Apa yang kulakukan sehingga aku harus pergi dari sini eoh?" kata Siwon tak mau kalah.

"Diam! Aku tidak meminta kau untuk mengintip kearahku." Lanjut Donghae lagi.

"Ne? Mengintip? Lagian siapa yang menyuruhku untuk memasang penutup bath tube itu? Sebenarnya tidak ada pemandangan yang aku nikmati disana. Aku juga tak melakukan kesalahan apapun akan kontrak kerja kita. Jadi, berhentilah untuk menyuruhku pergi." Lanjut Siwon sambil mengangkat tasnya dan melewati Donghae.

"Issh!" Donghae berdecih kesal sambil mengikuti Siwon.

-Mr. Lee-

"Produk ponsel terbaru dari grup SK adalah produk dengan kualitas terbaik. Jadi kita perlu melihat sisi kenyamanan dan kecocokkan untuk iklan kali ini. Indikator yang kita perlukan untuk iklan ini adalah sebuah kesan seni dan trend dari ponsel ini; tanpa meninggalkan segi kecanggihan teknologinya. Ada lagi yang ingin ditanyakan?" kata Donghae menjelaskan.

"A.. Sajangnim, bukannya ini terlalu berlebihan? Kualitasnya dapat kita ukur tanpa harus melihat sisi lainnya. Jadi, hasil akhir iklan ini nanti, akan jauh lebih menarik." Sambung Shindong.

"Geureuh. Tapi yang perlu kita tekankan disini adalah segi estetika dan kecanggihan. Apa kau sudah paham Shindong-ssi?"jawab Donghae mantap.

"Ne." Shindong menjawab dengan perasaan sedih, karena idenya tidak dipakai.

"Baiklah. Rapat kita sampai disini dulu." Sambung Donghae sambil berlalu meninggalkan ruang rapat.

"Aigoo. Idenya benar-benar cemerlang. Dia itu sangat.."

"A…. Aku tahu." Ucap Shindong memotong ucapan Taeyeon yang tengah kesal menatapnya.

Donghae berjalan menuju ruangannya lagi. Ternyata disana sudah ada Ryeowook yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping mejanya.

"A…. Anda disini sajangnim." Ucap Ryeowook dengan nada gugup.

Sepertinya ada yang disembunyikan olehnya sekarang. Lihat saja mukanya yang terlihat gusar.

Donghae yang mendengar itu hanya berlalu sambil duduk di kursinya. Ia terlihat sedang berpikir sekarang, dan..

"Lihat kesini Ryeowook-ssi!"

"Ne?" jawab Ryeowook gugup.

"Apa kamu menyentuh kotak marshmallow ini?"sambung Donghae sambil menatap jahat kearah Ryeowook.

"A…a…aniyo saja.."

"Lihat ini! Kenapa ada bekas bubuk diatas ini." Kata Donghae yang langsung memotong ucapan Ryeowook.

"a… igeon.. Biar aku ber.." belum selesai Ryeowook berbicara dan hendak membersihkan bubuk di atas kotak itu, sebuah marshmallow jatuh dari genggamannya. Hal itu dilihat oleh Donghae; Ryeowook yang merasa bersalah akan perbuatannya itu, lalu menunduk tanpa mau melihat tatapan Direkturnya itu.

-Mr. Lee-

Hari ini tampaknya merupakan hari yang begitu sibuk bagi Donghae. Ia harus bolak-balik dalam beberapa waktu untuk bertemu klien. Siapa yang tidak mengenal Donghae? Seorang direktur muda sebuah perusahaan advertisement. Setelah melalui hari yang begitu melelahkan baginya, ia hendak pulang dan beristirahat. Tapi kembali teringat olehnya, kalau ia ada janji dengan Kibum untuk mencoba sebuah inovasi menu yang diciptakan oleh Kibum hari ini.

"Gomawo Hae-ah. Kamu sudah mau datang untuk mencoba menu terbaru dari Le Sommet." Ucap Kibum sambil tersenyum kearah Donghae.

"A…aniyo Kibum-ssi. Aku juga penasaran untuk mencoba menu barumu itu. Dan ternyata kau memanglah yang terbaik! Daebbak! Makanan ini sungguh lezat." Jawab Donghae sambil tersenyum kecil.

Tanpa disadari, Kibum sedari tadi hanya memandangi Donghae; mungkin ia tidak mendengar juga apa yang dikatakan oleh Donghae. Donghae yang melihat itu menjadi salah tingkah. Ia lambaikan tangannya didepan Kibum berulang-ulang; Kibum pun tersadar seketika. Ia menjadi gugup dan suasana diantara keduanya kini menjadi lebih canggung.

-Mr. Lee-

Setelah mencoba menu terbaru dan berbincang-bincang dengan Kibum, Donghae kini sudah sampai di apartemennya lagi. Ia masuk dengan wajah yang terlihat lelah. Ia heran, kenapa tidak ada sambutan lagi untuknya.

"Kemana dia? Apa dia sudah pulang ke rumahnya?"

a…. itu terserah dia saja. Pokoknya, uang itu harus ia kembalikan secepatnya. Persetan dengan kontrak itu. Dia itu juga… Isshhh! Menyebalkan.

Donghae kemudian berlalu menuju kamarnya untuk melepas lelah. Ia taruh jas hitamnya di meja nakas sebelah tempat tidurnya; tempat ia selalu meletakkan ponselnya juga.

Kemudian ia baringkan tubuh lelahnya itu dan menyusul kea lam mimpi. Belum beberapa menit menutup matanya yang lelah, ia kembali tersadar akan deringan ponselnya. Ia berusaha menutup telinganya dan mengabaikan panggilan itu. Sepertinya, hal itu sama sekali tak membantunya. Karena kesal akan deringan yang berulang-ulang, ia bangun dan mengambil ponselnya kasar dan menatap layar ponsel miliknya.

"Issh! Dia ini mengganggu saja!

Yeobseyo! Wae geureuh?" ucap Donghae malas karena matanya masih setia tertutup.

"Yakk hyung! Kau ini lagi apa? Lama sekali panggilanku ini kau jawab." Sahut penelpon itu kesal

"Waeyo Luhan-ah? Tak bisakah kau untuk tidak berteriak ditelpon. Telingaku sakit mendengarkan suara anehmu itu."Donghae berujar malas dan hampir menutup telponnya, kalau saja sebuah perkataan dari Luhan tidak membuat ia menjadi sadar seutuhnya.

"Mworago? Kyu sunbae juga akan datang ke reunian itu?" ucap Donghae terkejut sambil menutup telpon.

"Ne hyung.. Dia a…Issh! Dia ini! Selalu saja memutus panggilan sebelum aku selesai bicara." Luhan menggerutu kesal akan tingkah Donghae.

"Kyu sunbae akan datang juga ke reuni?

-Mr. Lee-

Keesokan harinya, Donghae kembali melakukan aktivitasnya lagi. Pagi-pagi sekali, ia sudah berangkat ke kantornya. Seperti hari-hari sebelumnya, suasana kantor akan menjadi dingin dan menyeramkan bila Donghae telah tiba disana. Tapi entah kenapa, suasana itu belum terjadi pagi ini. Kenapa? Mungkin Donghae sedang terjebak macet atau apalah. Tapi yang pasti, hal itu adalah hal paling membahagiakan untuk semua karyawannya di kantor. Mereka kini sedang asyik bersantai-santai dan juga berbincang-bincang. Topik pembicaraan mereka tak lain dan tak bukan adalah Direktur mereka. Mereka merasa heran, kenapa direktur setampan dan semanis itu masih jomblo saja. Ya tentu, itu karena sifatnya yang begitu aneh dan dingin; seperti tingkah penyihir.

Lain halnya dengan karyawan lain yang sedang asyik berbincang-bincang, disisi lain, Ryeowook kini sedang asyik mengecat kukunya. Ini dilakukannya karena ia adalah namja yang mengikuti trend; maklumlah, bisa dibilang kalau ia adalah uke termodis di kantornya.

Sambil bersiul dan mengecat kuku pada jari kelingkingnya, tiba-tiba sosok seseorang mengagetkannya dan membuat ia secara spontan membuang botol kutex yang dipegangnya tadi.

"Ryewook-ssi. Kenapa direktur belum datang ya?" Tanya Shindong yang entah sejak kapan sudah berada disamping meja kerja Ryeowook.

"Aigoo Shindong-ssi. Kau mengagetkanku saja. Penyihir itu? Entahlah.. "sahut Ryeowook sambil menghembuskan napasnya kasar.

"Tidak sepertinya ia terlambat hingga jam segini." Sambung Shindong.

Tidak berapa lama kemudian, Donghae berjalan melewati mereka dan hendak memasuki ruang kerjanya,

"Lihat kesini, Kim Ryeowook-ssi."

"A…aniyo sajangnim. Aku mengecat kuku ini di rumah." Jawab Ryeowook gugup.

"Mwohae? Mana buku yang aku minta kemarin?" sambung Donghae.

Karena kaget bukan tentang cat kuku yang akan dibicarakan Donghae, Ryeowook tanpa sadar menutup mulutnya dan alhasil memperlihatkan kukunya.

Donghae pun memegang tangannya dan mendekatkan wajahnya kearah Ryeowook yang kini tengah menunduk takut.

"Lihat Kesini, Kim Ryeowook-ssi. Jangan hanya kau gunakan kukumu ini untuk dicat saja. Tapi, gunakan ini juga untuk meningkatkan IQ-mu dalam bekerja.

Cepat berikan aku buku itu." Kata Donghae.

"Buku?" jawab Ryeowook dengan nada kebingungan.

"Apa kau lupa buku yang aku pesan kemarin?" Tanya Donghae dengan mata yang menyipit.

"A.. iya.. Aku sudah mendapatkan buku itu meski mencarinya cukup lama. Camkanma." Ucap Ryeowook sambil menunduk untuk mengambil buku yang ada di laci mejanya.

"A..ne Shindong-ssi. Apa kamu sudah menetapkan model untuk iklan ponsel itu?"Tanya Donghae kepada Shindong.

"Tentu saja Lee sajangnim."sahut Shindong mantap.

"Araesso. Masuklah kedalam bersamaku, kita akan langkah selanjutnya." Sambung Donghae senang.

Kembali lagi Donghae memperhatikan Ryeowook yang masih setia menunduk menghadap laci kerjanya. Donghae yang merasa aneh akan tingkah karyawannya yang satu ini lalu bertanya,

"Ryeowook-ssi. Apa yang kau lakukan? Apa kau sedang menulis ulang buku itu?"

Dengan ragu-ragu, Ryeowook mengangkat wajahnya seraya menyodorkan buku itu kearah Donghae.

Donghae menerima buku itu dengan wajah kesal. Bagaimana tidak, cover buku itu kini berlumuran akan cairan kutex yang tadi tumpah saat Ryeowook membuangnya ke dalam laci. Karena kesal akan hal ini, Donghae membuang buku itu sekejap.

Ia kembali mendekatkan wajahnya lagi dan meremas tangan Ryeowook sedikit kuat dan berkata,

"Ryeowook-ssi. Lakukan dengan baik dengan kukumu ini. Potong ini semua atau bila perlu kau cabut saja mereka.. cabut saja mereka."

Donghae pun berlalu memasuki ruang kerjanya, sedangkan Ryeowook dan Shindong tampak sedang berusaha keras untuk menelan ludah mereka sendiri.

-Mr. Lee-

Ditempat lain, Siwon kini datang ke kantor Donghae untuk membayar utangnya itu. Mereka berdua tampaknya saling diam, hingga Siwon akhirnya menyerahkan sebuah amplop kearah Donghae.

Donghae mengambil amplop tersebut dan membukanya dengan wajah malas.

"Lee-ssi.. Maaf, aku baru dapat membayarmu segitu. Aku berjanji akan membayar uangmu itu secepatnya Sisanya sedang aku kumpulkan. Tapi tolonglah beri aku…" Belum selesai Siwon berbicara, Donghae sudah langsung membuang semua uang dalam amplop itu ke wajah Siwon.

Siwon terdiam sejenak tak percaya, ini sudah sangat melukai harga dirinya. Apalagi sekarang, mereka sedang berbicara di Lobi dan banyak karyawan lain ada disitu.

"Ckckck.. Kau ini lucu sekali." Ucap Donghae.

Lama dalam pemikirannya, akhirnya Siwon berdiri dan membuka suaranya lagi,

"Baiklah. Aku tidak mampu membayar utangku ini. Bawalah aku ke kantor polisi sekarang."

To be continued

Kyaaaaaaa…. Selesai juga chap. 4 ini..

Apakah ini jalan terakhir bagi Siwon untuk melunaskan utangnya?

Keep Waiting for the next chapter, ok?

Thanks buat semua yang udah ngereview chap. Sebelumnya.

Mhon Dkungannya untuk chap selanjutnya.

Gomawo

Mind To RnR?

Please :)