You and I

Disclaimer : Fujimaki Tadoshi ©Kuroko no Basuke

Chara : Akashi x OC x Nijimura

Chapter 4 : rasa sakit

Setelah satu bulan menjadi Manajer

"Uhuk..Uhuk..." disinilah Shiroyumi, terbaring dirumah sakit. Sudah 2 hari Shiroyumi sakit demam, bukan hanya itu saja, pudak, tangan dan pinggangnya remuk, kepalanya juga di perban, rambutnya juga yg dulu hampir sepinggang menjadi pendek sepundak. Kalian mau tahu karna apa?

Flashback 2 hari yg lalu..

Hari ini hujan dan lumayan gelap. Langit sudah sesuram ini, apakah dikelas Shiroyumi suram? Tentu saja, tidak. Guru yg mengajari mereka sakit dan memberikan tugas, jadinya siswa/i yg berada dikelas mengabaikan tugas mereka, kecuali Shiroyumi. Shiroyumi yg duduk paling belakang mengerjakan dengan tenang sambil memasang earphone dan mendengar lagu kesukaannya, mencueki semua siswa yg berada disana yg sedang bersenang – senang, ia tak mau mengecewakan ayahnya, itulah yg berada dipikiran Shiroyumi. Kalian tahu? Ini sudah 2 minggu semenjak Shiroyumi menjadi di bullying oleh siswi yg hampir seluruh sekolah ini. Karena apa? Tentu saja mereka iri dengan Shiroyumi yg dekat dengan Akashi dan Nijimura sang adam berparas tampan. Tapi Shiroyumi tetap tak ingin protes dan mengadu pada 2 adam tersebut karna memang dari awal ini bukan salah mereka.

Braakk! Shiroyumi tersentak saat ada seseorang menggebrak mejanya keras. Shiroyumi menatap orang yg menggebrak mejanya.

"Hei Shiroyumi! Ikut kami." Bentak wanita sekelasnya, Izahara Akita dan 4 anak buahnya. Shiroyumi hanya menatapnya sinis, iapun berdiri dan mengikuti Izahara cs. Saat diperjalanan, pengunjung bertambah 3 laki – laki, dan akhirnya mereka sampai digedung paling ujung.

"Kalian bertiga jagalah diluar." Perintah Izahara kepada 3 laki – laki yg tadi mengikuti mereka. 3 laki – laki itu keluar meninggalkan 6 gadis yg berada di gedung.

"baiklah. Izahara – san, ada apa?" tanya Shiroyumi yg masih ramah, sebenarnya dia tahu apa yg akan mereka lakukan padanya. Plak! Sebuah tamparan berhasil melesat kepipi kanan mulus Shiroyumi.

"jangan sok akrab deh parasit!" izaharapun menendangnya dan memojokan Shiroyumi ketembok. Izahara menarik kerah Shiroyumi dengan kasar dan menubrukkan Shiroyumi ketembok.

"kau tahu, ini sudah 2 minggu semenjak kami mulai!" sikut kaki Izahara berhasil memukul perut Shiroyumi.

"kenapa kau belum menjauhi mereka!?" Takashipun mulai berbicara dan menjambak kasar rambut Shiroyumi, Shiroyumi hanya diam dan menatap sinis.

"dasar pelacur! Jujur saja, apa kau selalu menggoda mereka berdua?" ucap kasar Shion dan mulai memukul pipi kiri sukses mengeluarkan darah disudut bibir Shiroyumi.

"sebelumnya sudah berapa orang yg menyetubuhimu hah?" ucap Sena. Izahara pun melepaskan kerah Shiroyumi hinggai shiroyumi terjatuh dan terbaring, kesempatan itu tak dilewatkan Raizaki untuk menginjak kepala Shiroyumi sukses membuat kepala Shiroyumi berdarah. Shiroyumi hanya diam..

"dasar wanita jalang." Senapun mulai menendang Shiroyumi kasar.

"semua yg kau lakukan hanya menganggu kehidupan orang, dasar parasit." Ucap Shion.

"kau bau tahu" ucap Sena

"mati sana babi!" Ucap Takashi.

"pergilah dan jangan ganggu!" Ucap Izahara yg menendang kepala Shiroyumi dan membuat kepalanya tersentuh tembok.

"dasar! Apa ibumu adalah seorang jalang?" mata shiroyumi membulat sempurna ketika Shion berbicara seperti itu, ia mulai berbicara

"berhenti.." mereka berlima mengacuhkan Shiroyumi, mereka masih melanjutkan perbincangannya.

"dasar untuk apa kau tanyakan Shion? Tentu saja seorang jalang! Mungkin ibunya sudah mencicipi beberapa laki – laki dan menjual hasilnya, atau jangan – jangan kau anak haram hah?" jawab Izahara, Shiroyumi tidak terima.

"Berhenti!" dia mulai berteriak.

"nee..nee, ibumu pasti sekarang sedang bermain dengan laki – laki dan meninggalkanmu agar kau membusuk!" baiklah ini sudah keterlaluan!

"BERHENTI!" Shiroyumipun bangkit dan meraih kerah Izahara lalu menubruk keras tembok. Sisanya hanya menahan Shiroyumi tapi itu mustahil mereka langsung tersungkur, Shiroyumipun langsung mencekik Izahara dengan satu tangan.

"Siapa yg kau bilang seorang jalang?" tanya Shiroyumi menatap tajam Izahara

"siapa yg kau bilang babi?" tanya Shiroyumi kembali membuat Izahara ketakutan.

"siapa yg kau bilang anak haram?" tanya Shiroyumi dan Izahara mulai kehabisan nafas. Shionpun panik.

"Jiroshi!" 3 orangpun langsung datang ia pun langsung memukul keras Shiroyumi dan Shiroyumi langsung tersungkur. Izahara terlepas dari cengkraman Shiroyumi, mengambil nafas sebisanya.

"k..kau! dasar jalang! pukuli dia!" Teriak Izahara memerintahkan 3 orang tersebut.

"baik!" 3 orang tersebut mulai menendang dan menginjak liar Shiroyumi yg terbaring, Shiroyumi hanya pasrah dan merintih kesakitan. Hujan juga semakin deras, merendam suara Shiroyumi yg berada di gudang. Dilain tempat, 2 pemuda yg berbeda kelas memiliki firasat buruk yg sama, mereka sama – sama mulai khawatir dan bergumam..

'Semoga Tsuyuki/Shiroyumi baik – baik saja.' Batin mereka.

Waktu sudah menunjukkan untuk pulang, siswa – siswi pun mulai berhalulalang keluar dan memakai payung mereka. Ya, saat ini masih Hujan walau tak sederas tadi tapi cukup membasahkan seluruh tubuhmu 10 detik. Akashi berjalan menuju kelas Shiroyumi, mencari seseorang, seorang gadis berambut coklat pendek mendatanginya..

"Akashi – sama, apa ada yang bisa aku bantu?" ujar sang gadis tersebut, Akashi memang dipanggil suffix –Sama dengan orang yg sama sekali tidak dikenal Akashi.

"apa ada Tsuyuki?" tanya Akashi.

"oh! Shiroyumi – san? Dia sudah pergi tadi." Ujar sang gadis tersebut.

"souka.." balas Akashi malas. Iapun pergi dan mulai pergi, padahal dia sengaja menyembunyikan payungnya agar bisa jalan dekat dengan Shiroyumi. Akashipun menghela nafas, diapun berpapasan dengan Nijimura yg sepertinya juga mencari Shiroyumi.

"Akashi, Shiroyumi mana? Kau tak pulang bersamanya?" tanya Nijimura.

"sudah pulang duluan. Memangnya ada apa?" Selidik Akashi.

"tidak ada apa – apa sih. Tumben saja." Balas Santai Nijimura. Mereka berduapun jadi jalan bersama walau hanya sampai gerbang sekolah. Dilain tempat yaitu gedung gudang sudah ternoda darah, surai rambutpun juga bertaburan dimana – mana. Shiroyumi? Dia terlihat mengenaskan, wajah babak belur, rambut tergunting tak rapi, baju sudah sangat berantakkan dan kusam, tapi dia hanya terdiam. 8 orang didepannya hanya menatap puas untuk hari ini.

"yah, akan kusisakan. Jika besok kau belum menjauhi mereka berdua, aku akan mengundulimu dan mungkin menelanjangimu!" ujar Izahara. Shiroyumi hanya diam.

"hahahahah! Apa kau tahu jalang? Bukan hanya kami yg ingin melakukan ini tapi hampir sebagian sekolah ini berharap agar kami melakukan sesuatu untukmu." Ucap Izahara kembali, tetap saja dia hanya Diam.

"kau memang lebih pantas musnah!"ujar Shion.

"Dagh Shiroyumi – chan! Ini tasmu, sudah baik kami membawakannya." Ujar sena sambil melempar tas Shiroyumi dan pergi meninggalkan Shiroyumi yg masih terbaring lemas. Shiroyumi perlahan bangkit.

"Huh~ lebih baik aku pulang sebelum ayah pulang." Ujar Shiroyumi sambil mengambil tas dan pergi meninggalkan Sekolah yg sudah sepi. Saat diperjalan, Shiroyumi ditatap mengenaskan oleh orang – orang yg melewatinya di jalan. Shiroyumi hanya diam dan berjalan menuju rumahnya, berharap sang ayah belum pulang, membiarkan hujan yg sudah menyiramnya sampai kulitnya memutih. Setelah sampai, Shiroyumi membuka pintu yg tak terkunci, dia sadar jika ayahnya sudah pulang. Kali ini Shiroyumi berharap agar ayahnya tak dapat menyambutnya.

"tadaima~" ujar Shiroyumi sambil membuka pintu dan sepatu, memopong tubuhny yg lemas ke tembok. Ayahnya muncul, memakai celemek yg sepertinya habis memasak.

"Tsuyuki okae-..! Tsuyuki kau kenapa?!" ujar sang ayah yg panik, bagaimana tidak, baju sudah tergunting sana – sini, tubuh babak belur, rambut berantakan, darah keluar dari kulitnya, kulitnya juga memucat. Shiroyumi hanya tersenyum lembut kepada sang ayah.,

"hanya sedikit keseleo kok." Setelah berkata itu, pandangan Shiroyumi gelap.

Flashback end.

Shiroyumi menatap langit orange yg ditemani sang ayah. Sang ayah masih kesal karena anaknya ini tak mau mengatakan siapa dalangnya padahal sudah dipaksa, tapi yasudahlah. Ia pun memecahakan keheningan.

"Tsuyuki – chan, apa ada yg sakit?" tanya sang Ayah dengan muka cemas. Shiroyumi Tersenyum.

"Tidak, ayah." Karna melihat kelakuan anaknya itu, orang yg bermarga sama itu hanya menghela nafas, lalu mengelus lembut surai hitam anaknnya sambil tersenyum.

"mattaku, walau kau babak belur kau tetap tersenyum ya?" ujar sang ayah, Shiroyumi hanya tertawa.

"hahaha..ayah ini." Sambil memeluk ayahnya.

"baiklah..Putri ayah ini mau dibelikan apa?" tawar ayahnya. Shiroyumi melepaskan pelukannya, memasang pose berpikir..

"hmm...ah! Vanilla Softcake!" ujarnya dengan Semangat. Ayah hanya tersenyum.

"Baiklah ayah beli dulu ya, jangan kemana – kemana." Peringatan sang ayah. Saat ayah mau pergi tangannya di cegat.

"ayah. Cium keningnya mana?" ujar Shiroyumi sambil memasang muka melas. Sang ayah langsung tertawa.

"hahaha iya iya." Sang ayahpun mencium kening anaknya dengan lembut lalu pergi untuk membeli Softcake pesanan anaknya.

Lalu dilain tempat yaitu di Gym, anak – anak basket sudah pulang, menyisakan 12 orng yg masih sibuk dengan kegiatannya sendiri. Tak lupa juga, terdapat 2 anak manusia yg mengkhawatirkan pujaan hatinya. Akashi menatap kosong lantai, dia benar – benar bosan. Sudah 2 hari Shiroyumi tak masuk membuatnya sesuram ini, bahkan main shogi dengan Midorimapun, dia masih saja badmood. walau belum bisa dikalahkan sih.

"Haahh~~" hela nafas berat dari akashi. sepertinya Akashi sedang tidak mood bermain basket juga, buktinya ia memantul – mantulkan bola basket tak jelas. midorima yg sedari tadi disampingnya menatap bingung dengan kelakuannya ini.

"kau kenapa Akashi?" tanya midorima.

"tak apa." Singkat jelas padat.

"lalu sudah dapat kabar dari Shiroyumi – san?" tanya midorima kembali.

"belum." Jawab Akashi pendek.

"kalau begitu, kenapa kau tak kerumahnya? Bukannya aku peduli denganmu ya!" tanya midorima kembali dengan Tsunderenya.

"aku tak tahu rumahnya. ayahnya selalu melarangku untuk ke rumah." Jawabnya dengan tak niat. Midorimapun menghela nafas, iapun membenarkan kacamatanya.

"kalau begitu kenapa kau tanya momoi? Mungkin dia tahu." Saran Midorima.

'Hmm benar juga..' Akashi mengangguk. Akashi dan Midorima berjalan menuju sudut lapangan yg terdapat 4 mahluk yg sedang duduk, Momoi, Aomine, Haizaki dan Murasakibara.

"Momoi." tanya Akashi. Momoipun menoleh

"iya? Ada apa Akashi – kun?" tanya Momoi.

"Kau tahu alamat rumah Tsuyuki?" – Akashi. Momoi langsung memasang muka bingung.

"eh? Tidak tahu, harusnya Akashi – kun yg lebih tahu daripada aku." Ujar Momoi. Akashi hanya menghela nafas berat. Midorimapun membuka mulut karna penasaran apa yg dilakukan oleh 4 mahluk yang beda surai tersebut.

"daripada itu, kenapa kalian mengumpul seperti ini? – nanodayo"

"Satsuki mau bilang sesuatu." Ujar Aomine. Akashi dan Midorimapun ikut berjongkok.

"baiklah kami ikut mendengarkan." Ujar Akashi.

"hei Momoi, memang besok ada apa?." Perintah Haizaki tak sabaran.

"benar Sacchin, Krauss~Krauss~aku penasaran." Ujar Murasakibara sambil memeluk snacknya. Semuanyapun menjadi serius mendengarkan Momoi, Momoipun mengangguk dan mulai berbicara.

"yah, yang aku dengar, besok para polisi akan datang." Ucap Momoi.

"untuk apa?" tanya Akashi yg mulai tertarik.

"kau belum tahu ya? Tadi pagi, Di gudang yg tak terpakai itu ditemukan Noda Darah dan helaian rambut hitam yg banyak. Karna takutnya itu kasus pembunuhan makanya sampai sekarang belum dibersihkan." Ujar Momoi. Akashi hanya menatap aneh, Aomine dan Haizaki saling berpeluk karna ketakutan, Murasakibara hanya terdiam dan mulai melanjutkan makan kembali. Sedangkan ditengah lapangan, ada beberapa anggota starter yg sednag melihat kaptennya sepertinya sedang galau.

"Hei Kapten kau kenapa? Kau memikirkan manajer Shiro ya?" tanya sang SG yaitu Todoroki Souma, Nijimura hanya mendelik dan menghentikan kegiatannya itu.

"apaan sih? Tidak kok." Jawab malas Nijimura sambil menatap SGnya.

"jangan begitu. Kau berbeda atmosfir tahu." Ledek sang Manajer yg saru angkatan dengan Nijimura sekaligus sahabat kecilnya, Taneshima Kyoko.

"entahlah aku bingung, Kyoko." Ucap tak niat dari Nijimura.

"ciiee~ciiee~~cepat tembak, nanti direbut Akashi loh.."Ledek sang Center (Jun Souta) lalu dihadiahi lemparan bola dari sang kapten.

"Diam ah." Semuapun hanya tertawa. Lalu sang Clucth Shooter Teikou ( Tadakuni Yoshitake) mengingat sesuatu.

"oh iya, saat aku ke Rumah sakit menjenguk kakakku, aku seperti melihat Shiroyumi – san, tapi rambutnya enggak panjang." Penjelasan dari Tadakuni.

"hei jangan nakutin Kapten kita. Kasihan tahu." Ledek Jun kemudian dihadiahi kembali dari sang kapten yg bersemu.

"Apaan sih!" bentak Nijimura, Taneshima hanya tertawa.

"hmm daripada seperti ini. Gabung sama anak kelas 1 yuk! Kayaknya lagi menceritakan hal seram deh." Saran Taneshima sambil menunjuk rombongan anak kelas 1.

"hmm ayo.." jawab Nijimura, mereka semuapun pergi menuju rombongan anak kelas 1.

"hey anak kelas 1, kalian sedang membicarakan apa?" tanya Jun.

"cerita hantu Aoi – senpai." Balas Aomine yg masih memeluk Haizaki. Momoipun menghadiahi Jitakan pada Aomine.

"Ahomine – kun! Ini bukan cerita hantu!" Aomine meringis Sakit sambil melepaskan pelukannya.

"Itte! Satsuki kau apa – apaan sih!?" tanyanya. Karna tak sabar Nijimura mulai membuka mulut.

"jadi apa yg sedang kalian bicarakan?" ucap Nijimura. Midorimapun membalasnya.

"Momoi bilang, besok polisi akan datang karna tempat gudang banyak noda darah dan Rambut begitu, makanya gudang itu sampai sekarang belum dibersihkan– Nanodayo." Ujar Midorima. Entah mengapa, Nijimura langsung mengingat kata – kata Tadakuni dan mulai berfirasat buruk kembali.

"Akashi ikut aku!" sambil meraih tangan Akashi lalu menggeret Akashi.

"eh cotto!" Akashi berontak tapi sepertinya percuma dan Akhirnya Akashi hanya mengikuti Nijimura, yg lainnya juga mengikuti Nijimura dibelakang.

BRAAKK! Nijimura mendobrak pintu Gudang. Bau anyirpun mulai menyengat, membuat semua yg mengikuti Nijimura langsung sweatdrop. Nijimurapun menuju tempat yg tadi dibicarakan, akashi dan yg lain hanya mengikuti sambil menutup hidung. Mereka semua melihat banyak bercak darah dan helaian Rambut, Akashi dan Nijimura langsung meraih helaian rambut yg bercampur darah.

"Akashi ini.." ujar Nijimura tak percaya.

"ini Rambut Tsuyuki!" jawab Akashi.

"Jadi...Yuu – chan..dibunuh?" tanya Momoi yg mulai menangis.

" mungkin.." yg lain hanya menatap tak percaya dan mulai membayangkan aneh – aneh. Nijimurapun beralih ke Tadakuni.

"Tadakuni! Rumah sakit mana yg kau maksud?!" tanya Nijimura yg sekarang sudah sangat panik.

"Ru..Rumah Sakit Tokyo di prefektur 9." Nijimurapun langsung berlari, Akashipun mengikutinya..

"Shouzo! Tunggu!" teriak Taneshima.

"Akashi/ -Kun!" Teriak Aomine dan Momoi yg sepertinya percuma, 2 laki – laki itu sudah pergi dan menghilang pandangan. Mereka yg tersisa disana mulai memutuskan kerumah sakit yg dituju 2 orang tersebut. Sedangkan lain tempat dan waktu, Shiroyumi menyantap cake vanillanya dengan tenang dan senang sambil menunggu Ayahnya yg membeli minum.

"Kyaa~enaknya Vanilla " Shiroyumipun mengambil Vanila cakenya kembali dan tak sadar jika ada 2 pria sekarang menuju kekamarnya. BRAAKKK! PRAANNNGGG!

"SHIROYUMI!/TSUYUKI!" panggil Akashi dan Nijimura serempak. Sedangkan Shiroyumi menatap Cakenya yg baru dimakan setengah jatuh terkulai menempel lantai.

"Vanilla Cakeku! Mou siapa sih yang berteriak!?" ujar Shiroyumi lalu menatap yg sekarang 2 laki – laki menuju tempatnya.

"Akashi – kun? Nijimura – senpai?" tanya Shiroyumi yg masih terkejut. 2 adam itu menghampiri Shiroyumi yang masih kebingungan.

"Kau tak apa?!" tanya Akashi. Shiroyumi mengangguk.

"Apa ada yg parah!?" tanya Nijimura. Shiroyumi menggeleng.

"Syukurlah!" serempak 2 pemuda itu, Shiroyumi hanya Sweat drop.

"apaan sih kalian ini?" Keluh Shiroyumi. Beberapa menit kemudian orang – orang yg mengikuti 2 pemuda tadi ikut muncul.

"semuanya.." segerombolan itu menghampiri Shiroyumi.

"Shiroyumi kamu kenapa?" tanya Aomine.

"Yu- chan! Kamu nggak papa?" Tanya Momoi langsung mendekap pundak Shiroyumi.

"Iya, aku nggak papa sih. Tenang saja. Yg penting jangan mendekap keras – keras." Jelas Shiroyumi. Momoipun langsung melonggarkan dekapannya. Para senpai dan yg berada disitu menatap nanar Shiroyumi yg dulunya sangat sehat, kini sedikit pucat dengan perban dimana – dimana. Lalu beberapa menit kemudian ayah Shiroyumi datang.

"wah..wah selamat datang." Sambut ayah.

"Ojii – san?" tanya Akashi. Sang ayah hanya terkejut dan memberikan senyum hangat pada tuannya ini.

"Tuan Muda Akashi, sudah lama tak bertemu." Ucap sang ayah. yg lain hanya heran karna Akashi dipanggil Tuan Muda.

" 'Tuan Muda Akashi.' ?" ucap mereka sambil menatap Akashi dengan terkejut minus untuk 2 orang yg bermarga Shiroyumi, Akashi mencuekkan pandangan dari rekan – rekan basketnya.

"Ojii – san sebenarnya apa yg terjadi pada Tsuyuki?" tanya Akashi langsung to the point.

"maaf ya Tuan Muda Akashi. Saya juga tak tahu, 2 hari yg lalu Tsuyuki – chan pulang hujan – hujannan dengan banyak luka, saat saya tanyakan dia kenapa, dia bilang 'Hanya keseleo kok ayah.' Begitu." Jelas Sang ayah.

"hanya?" ucap mereka semua sambil sweat drop. Sedangkan Shiroyumi langsung jaw drop.

'Acca...' Ujar Shiroyumi dalam hati.

"Tak mungkin! Jadi mereka, benar – benar melakukannya?" Kata Momoi dengan sedikit teriak, yg diteriakpun langsung ditatap oleh semua orang yg disana minus Shiroyumi Tsuyuki yg sudah berkeringat dingin, yg takut karna rahasia ini akan terbongkar. Shiroyumi tak ingin masalahnya ini terdengar oleh orang – orang dekat dan tersayangnya, apalagi Ayahnya.

"melakukan apa?" tanya mereka serempak.

"yah ini yg aku dengar, Kelompok W5 melakukan pembullyingan oleh salah satu siswi. Tapi tak kusangka, Yu – chan yg jadi korban." Jelas Momoi dengan gaya seorang detective. 2 adam yg sedang memperebutkan Shiroyumi langsung mengeluarkan aura yg dibilang mengerikan.

"Apa itu benar Tsuyuki?" tanya Akashi sambil memberikan tatapan deathglare pada Shiroyumi, sedangkan yg ditatap hanya mengalihkan pandangan.

"tapi apa itu 'W5'?" tanya Nijimura pada Momoi.

"anggota perempuan yg berlima, anggotanya dari kelas 1 – D semua yaitu Izahara Akita sebagai ketuanya, Shion Mei, Sena Reika, Takashi Senata dan Raizaki Mika." Penjelasan Momoi.

"apa kau tahu kenapa mereka melakukan itu kepada Tsuyuki?" tanya Akashi yg kini menatap Momoi

"kalau itu.." momoi mengangkat bahu, mengirim sinyal 'tidak tahu.' Tapi Taneshima langsung memangku wajahnya.

"sepertinya aku tahu." 2 adam dan semua orang yg berada didalam sana menatap Taneshimaa.

"jadi alasannya pa, Kyoko?" tanya Nijimura, Taneshimapun langsung membuka mulut.

"Dari kelasku banyak yg suka dengan Shou - chan dan Akashi, dan dengan tak jelas mereka seperti berkata 'Hei! Aku sudah membayar mereka untuk menghajar anak itu.' Begitu.." jelas taneshima. Shiroyumipun langsung kicep.

"Shiroyumi/Tsuyuki..apa itu benar?" ucap Akashi dan Nijimura secara bersamaan. Yg ditanya hanya takut sambil tersenyum.

"Etto.." mau menjawab tapi agak ragu, batin Shiroyumi. Akashi dan Nijimura kembali menanyakannya lagi.

"Jawab Shiroyumi/Tsuyuki. Apa itu benar?" baiklah. Shiroyumi bingung harus berbuat apa. Ayah yg sedari tadi tersenyum kini memasang wajah serius, menunggu jawaban dari sang anak.

"mou, sudahlah, aku tidak apa – apa kok! Aku baik – baik saja." Ucap Shiroyumi dengan senyum semangat 45(?). mereka yg menatap Shiroyumi hanya memandang diam.

"lihat. Ya ayah ya? Jangan laporkan mereka." Rujuk Shiroyumi pada ayahnya.

"kenapa?" tanya sang ayah masih memasang wajah serius.

"karna aku sudah memaafkan mereka. Mereka juga masih labil, jadi yah...bagaimana ya? Pokoknya aku sudah memaafkan mereka semua." Shiroyumi harus mencegah sang ayah. karna shiroyumi tahu, jika ayahnya sangat sadistic jika berhubungan dirinya. Ayahnyapun menghela nafas, lalu tersenyum.

"mattaku. Anak ayah ini, jika kau bilang begitu ayah takkan akan melaporkannya." Ucap sang ayah yg berhasil membuat semua orang yg berada disana terkaget.

"benarkah!?" ucap mereka serempak. Ayah hanya mengangguk.

"tunggu paman! Ini sudah keterlaluan! Masa paman membiarkan mereka semua!?" tanya Nijimura yg tidak menerima keputusan sang ayah Shiroyumi ini. Sang ayah hanya mengangguk.

"Ojii – san, apa kau tak marah? Anak semata wayangmu ini, babak belur karna hal sepele. Apa kau tak marah?" tanya Akashi yg juga tak terima.

"tentu saja aku marah, aku bahkan ingin melakukan apa yg mereka lakukan pada anakku. Tapi, karna Tsuyuki – chan melarangku untuk melakukannya, jadi takkan kulakukan." Ucap sang ayah dengan tenang dan senyum lembut, membuat semua orang disana minus Akashi, Nijimura, murasakibara dan Shiroyumi bersemu merah.

"tapi.." tanya Nijimura. Karna sang ayah tidak maumelanjutkan perdebatannya ini, iapun mengalihkan pembicaraan.

"wah, Laki – laki bersurai ungu itu menantuku ya? Tampan juga." Ungkap sang ayah sambil menunjuk suatu object.

"hah? Apa maksud paman?" . Akashi dan yg lainnya menoleh kearah yg ditunjuk. Mulut Murasakibara dan mulut Shiroyumi belepotan Krim, cake yg dipegang Shiroyumipun Cuma satu. Pemandangan yg seharusnya 'karna mereka semua sibuk dengan penjelasan sang ayah, akhirnya Shiroyumi jail pada Murasakibara dengan menempelkan potongan cake vanilla kemulut murasakibara, dan akhirnya murasakibara juga membalas perbuatan Shiroyumi itu' malah dikira 'Shiroyumi sedang menyuapi Murasakibara dengan mulutnya."

"..."hening..kacamata midorima retak, Aomine dan anggota Starter jaw drop, sang ayah, Momoi dan Taneshima langsung berteriak 'Kyaaa~manisnya', sedangkan Nijimura dan Akashi...

BRUUKKK! DUGG! Tapak kaki milik Akashi dan Nijimurapun Sukses tertera diwajah murasakibara.

"APA YANG KAU LAKUKAN MURASAKIBARA!?" teriak mereka berdua.

"Itte!" murasakibara langsung tewas dilantai.

"Mu – chan!" teriak Shiroyumi. Keadaan rumah sakit yg seharusnya tenang malah berisik..

.

.

.

.

.

Bersambung..

Mind to Reviews?