"Brakkk..." Dia terjatuh dan untungnya jatuh di pelukanku. Jadi dia tidak jatuh di lantai seperti tadi.

"Rena, Rena...kau kenapa? Aku berusaha menyadarkannya.

"Aku tidak apa-apa." Dia berkata demikian.

Astaga, tidak apa-apa dari mana. Jelas-jelas wajahnya pucat begitu.

"Apa kau sedang tidak sehat?" Aku bertanya dengan nada cemas.

"..." Dia tidak menjawab

"Rena, aku serius. Jawab aku. Apa kau sedang sakit?" Aku memelankan suaraku.

"Tidak...hanya sedikit pusing saja." Dia menggeleng sambil menunduk.

Oh ya...aku kan masih punya onigiri yang tadi tidak aku makan. Lalu aku memapahnya ke bangku agar dia bisa duduk.

"Sebentar..." Aku mengambil onigiri di tasku. "Makanlah ini."

"Tidak usah...Jurina saja yang makan." Dia menolak dgn suara yang lemah. Ya ampun. Ada apa dengannya, apa ini salah mereka.

"Rena, aku mohon. Makanlah. Aku juga makan. Amm...enak." Aku ikut makan juga akhirnya. "Aaaa...Kereta mau masuk, buka mulutnya."

"Aaaa...Aku seperti anak kecil saja." Dia akhirnya membuka mulutnya juga. "Ammm...enaknya..." Lega rasanya dia akhirnya mau makan.

"Ini, habiskan ya..." Aku memberikan semua onigiri-ku padanya. Dia memakan habis semua. Kayaknya dia lapar banget ya? Tapi gak apa-apa kalau makan makin cantik kok.

"Arigatou Jurina...Terimakasih untuk onigirinya." Dia mengembalikan kotak bekalku.

"Sama-sama, Rena." Aku tersenyum sambil menerima kotak makanku.

"Aku pulang duluan ya. Sudah sore, nanti Non khawatir." Dia berdiri lalu berterima kasih dan 'say goodbye' padaku. Aku hanya senyum sambil melambaikan tangan juga padanya. Sepertinya aku ingin tanya sesuatu tapi lupa mau ngomong apa.

Aahh...capek juga nih. Mana udah sore pula, mama pasti nyariin 'Mana ini anak belum pulang-pulang udah jam segini'.

Daripada makin parah dimarahinnya mendingan aku segera cabut naik sepedaku. "Wusshh..." Aku menggoes sepeda sekencang-kencangnya. Lihat jam bentar, sudah mau jam 5. Aku makin cepat menggoes sepedaku. Saking cepatnya...

"Brukkk..."

Aku menabrak pohon lalu terjatuh di jalan tapi untungnya tidak ada kendaraan yang lewat. Bisa-bisa aku ketabrak mobil yang lewat. "Aduh...sakit, tapi untung gak lecet. Bisa dimarahin sama mama nanti." Aku mengeluh sambil membedirikan sepedaku lagi.

"Aku sepertinya harus lebih hati-hati kalau tidak aku bisa bonyok gara-gara kebanyakan jatuh."

Aku melanjutkan perjalanan pulangku ke rumah.

nb:apakah jurina akan dimarahi mamanya? *godek2 ala cilet*/?