The Queen of Sitri
Disclamier: Naruto dan High School DxD bukan saya yang punya
Genre: Adventure, General
Rated: M
Summary: Naruto Alexander, seorang witch hunter dari Ordo Kapak dan Salib yang tewas setelah membunuh Ratu Penyihir. Kemudian direinkarnasi menjadi iblis oleh Serafall Sitri, yang merupakan ibis bangsawan dari klan Sitri. Petualangan Naruto sebagai iblispun dimulai.
Warning: OOC, OC, StrongNaru,Mainstream,Typo bertebaran,Author newbie, EYD hancur, Maybe Lime or Lemon, Bahasa tidak baku.
Pair : Naruto x Serafall
CHAPTER 04 : Let's Fight
" Kenapa kau mengacau di pestaku iblis rendahan?" tanya Riser marah.
" Aku kesini untuk membebaskan Buchou dari iblis sepertimu yakitori." Jawab Issei penuh semangat.
Yak,seperti yang sudah kalian tahu iblis pengacau itu adalah Issei Hyoudou.
" Issei." Ucap Rias lirih, sambil tersenyum tulus karena melihat perjuangan dari bidak tersayangnya.
Sementara untuk para undangan yang melihat aksi Hyoudou hanya bisa terdiam dan berbisik-bisik, karena ini merupakan masalah internal dari yang mempunyai acara.
" Sialan, akan kuhajar kau iblis rendahan." Setelah mengatakan itu, melesatlah Riser menuju Issei dengan tangan yang sudah dilapisi oleh api.
Namun, sebelum Riser sampai dihadapan Issei, dia sudah dihentikan terlebih dahulu oleh Sizerch.
" Hentikan Riser-kun." Kata Sizerch.
" Kenapa Lucifer-sama menghentikan ku untuk menghajar iblis kurang ajar itu?"
" Aku yang mengundang Issei kesini untuk tanding ulang denganmu, karena seperti yang kau tahu Rias kurang berpengalaman untuk melakukan Rating Game. Jadi sudah dapat dipastikan kalau Rias akan kalah melawanmu waktu itu. Jadi aku ingin kau melakukan tanding ulang untuk memastikan kau layak menjadi tunangan dari adikku." Jelas Sizerch.
" Baiklah, jika itu keinginan anda Lucifer-sama. Aku akan melawan iblis rendahan itu." Ucap Riser setelah memadamkan api di tangannya.
" Nah, karena kau sudah menyetujuinya tanding ulang akan dimulai setelah kalian ditransfer oleh Grayfia."
" Grayfia, segera transfer mereka."
" Baik Lucifer-sama
Dengan itu ditransferlah mereka ke arena yang biasa dipakai untuk Rating game.
Di dalam arena
" Hei, iblis rendahan. Sudah siap kalah?" tanya Riser meremehkan
" Harusnya aku yang bertanya seperti itu, yakitori." Jawab Issei sambil menyeringai.
Setelah itu terdengarlah suara di dalam arena.
SAYA GRAYFIA LUCIFUGE AKAN BERTINDAK SEBAGAI WASIT DARI PERTARUNGAN INI.
PERATURAN DARI PERTARUNGAN INI ADALAH JIKA SALAH SATU DARI KALIAN ADA YANG TAK SADARKAN DIRI ATAU MENYERAH AKAN DINYATAN KALAH DAN TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGGUNAKAN AIR MATA PHENEX.
BAIK LANGSUNG SAJA, PERTARUNGAN ANTARA RISER PHENEX-SAMA DAN ISSEI HYOUDOU DIMULAI.
Dengan selesainya pengumunan tersebut dimulailah pertarungan itu.
" Ayo kita tunjukan hasil dari latihan kita dengan Azazel sensei, Draig." Ucap Issei dengan penuh semangat.
[ Baik Aibo.]
[BOOST]
Setelah itu melesatlah Issei ke arah Riser. Sedangkan untuk Riser sendiri, dia hanya menatap Issei dengan datar.
DUARRRRRR
Sebuah ledakan energi tercipta setelah pukulan Issei ditahan oleh Riser dengan satu tangan, namun Riser juga ikut terseret ke belakang sejauh dua meter.
" Pukulanmu lumayan juga."
" Cih. Jangan remehkan aku."
Kemudian Issei melancarkan pukulan kembali menggunakan tangan kanannya.
SWUSSHH
Namun, pukulan Issei tidak mengenai Riser. Karena Riser sudah melompat kebelakang terlebih dahulu.
" Baiklah, sekerang giliranku menyerengan."
Setelah mengatakan itu Riser kemudian menciptakan api yang menyelimuti tangannya.
[ FIRE PUNCH]
Riser kemudian melayangkan pukulannya kepada Issei.
SWUUSSH
Issei yang melihat pukulan tersebut langsung saja menyilangkan tangannya untuk menahan pukulan tersebut.
TAAK
Melihat serangannya yang ditahan, Riser hanya bisa mendecih dan langsung menyerang Issei secara bertubi-tubi.
Sedangkan untuk Issei yang diserang secara bertubi-tubi oleh Riser hanya bisa menahannya saja karena dia tidak dapat melihat celah dari Riser, dan kini dia tengah memikirkan cara agar bisa menyerang balik.
' Sial, kalau begini terus aku akan kalah dengan cepat.' Batin Issei
BHUAAAKK.
Karena terlalu fokus memikirkan strategi akhirnya Issei terkena pukulan tepat di pipi bagian kiri.
" Uggh. Sakit sekali pukulannya." Gumam Issei sambil mengusap-usap pipinya.
" Hei, iblis bodoh bertarunglah dengan serius." Kata Riser.
" Sekarang giliranku menyerang Riser."
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[DRAGON SHOOT]
SWUUSSSH
Setelah meningkatkan kekuatannya, Issei langsung menembakan dragon shoot kearah Riser.
Riser yang melihat serangan tersebut, langsung menciptakan sihir pertahanan yang dia punya agar dapat terhindar dari serangan tersebut.
SRIIINNGG
DUAARRRR
Terciptalah ledakan energi akibat dari benturan antara dragon shoot milik Issei dengan sihir pertahanan milik Riser.
Setelah kabut yang tercipta dari benturan energi itu menghilang terlihatlah sihir pertahanan dari Riser yang mengalami retak yang lumayan parah.
" Hebat juga kau bisa membuat retak sihir pertahanan milikku." Ucap Riser.
Setelah mengatakan itu Riser kemudian melesat kearah Issei sambil menciptakan lingkaran sihir.
[ THOUSAND FIRE BALL]
Kemudian dari lingkaran sihir tersebut keluarlah bola api berukuran sebersar bola sepak dengan jumlah yang sangat banyak melesat kearah Issei berada.
SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH
SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH
SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH
SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH
SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH SWUUSSSSSH
Melihat Riser memborbardirnya dengan bola api, membuat Issei harus menghindar dengan susah payah.
DUARRR DUARRR DUARRR DUARRR
DUARRR DUARRR DUARRR DUARRR
Ledakan tercipta dimana-mana, akibat dari serangan tersebut.
Issei terus masih berusaha menghindar dari serangan tersebut. Namun, akhirnya serangan tersebut mengenai Issei, tepat di kepala yang membuat Issei langsung jatuh tersungkur. Dan harus merelakan dirinya dihujami oleh bola api.
DUARRR DUARRR DUARRR DUARRR
ARRRGGGHHH
Setelah itu, terlihatlah Riser yang terbang diatas Issei dan terlihat juga Riser sedang menyiapkan serangan penghabisan.
" Dengan ini, kau akan tamat iblis rendahan." Ucap Riser sambil menyeringai sadis.
[ PHOENIX SHOOT]
SWUUSHHH
Kemudian terciptalah burung phoenix api dengan ukuran sebesar mini bus, yang langsung melesat kearah Issei yang terlentang.
DUUUAAAARRR
RUANG PESTA
ISSEEEIIIIII
HUUUWAAAAAA
Terdengarlah teriakan yang sanggup memekakan telinga di dalam ruang pesta. Teriakan tersebut berasal dari Rias dan para peeragenya. Dan teriakan tersebut juga berhasil membangunkan Chloe yang saat itu sedang tertidur dalam gendongan Naruto.
" Cup cup cup, sayang jangan nangis lagi. Tenang ya sayang, ada Papa kok yang menjaga kamu." Ujar Naruto yang mencoba menenangkan Chloe yang sedang menangis.
Semua undangan yang ada disana tersenyum, karena melihat Naruto yang sedang menenangkan anaknya.
Berbagai pujianpun dilontarkan oleh para undangan kepada Naruto.
Kyaaaa manisnya
Tak hanya kuat ternyata Naruto-sama juga memiliki jiwa kebapakan yang sangat besar.
Ugghh andai saja Naruto-sama yang jadi suamiku, aku pasti akan sangat bahagia.
Begitulah kata-kata yang keluar dari mulut para hadirin. Sedangkan untuk Akeno dan Grayfia yang melihat moment tersebut, darah yang keluar dari hidung mereka semakin mengucur deras.
Sekarang kita beralih kesisi Rias dan peeragenya.
Rias kini hanya bisa mengeluarkan air mata karna melihat Issei yang sudah dapat dipastikan tak sadarkan diri dan mengalami luka yang parah.
Kemudian Rias berjalan kearah Sizerch, yang saat itu berdiri tepat di depan layar yang menampilkan pertarungan tersebut.
" Nii-sama, tolong transfer aku ke dalam arena. Aku ingin membantu Issei Nii-sama." Mohon Rias.
" Tidak Rias, biarkan Issei menyelesaikan pertarungannya sendiri. Jika kau kesana, kau hanya akan mencoreng harga diri Issei sebagai pria sejati." Kata Sizerch bijaksana.
Rias yang mendengar perkataan dari kakaknya hanya bisa pasrah, dan memandang Issei dengan tatapan sendu.
" Berjuanglah Issei."
DI DALAM ARENA
" Akhirnya kau kalah juga iblis rendahan." Kata Riser. Kemudian Riser berjalan dengan arah membelakangi Issei yang masih terlentang.
Namun sebelum melangkah lebih jauh, terdeengarlah sebuah suara...
" Mau kemana kau yakitori."
Suara tersebut menghentikan langkah Riser. Ya, suara tersebut berasal dari Issei yang sudah berdiri dengan susah payah dari posisi sebelumnya
Terlihatlah keadaan Issei yang bisa dibilang memprihatinkan, karena pakaiaan yang dikenakan oleh Issei sudah dalam keadaan robek-robek dan terdapat banyak luka bakar di sekujur tubuh Issei.
" Hah perta hah rungan hah ini hah belum hah sele hah sai."
" Rupanya kau masih bisa bertahan dari seranganku ya."
" Jangan remehkan aku."
Setelah mengatakan itu, Issei mengambil sebuah kotak kaca berbentuk persegi panjang dari saku celananya. Kotak tersebut berisikan 3 pil dengan warna yang berbeda-beda.
Yak, ketiga pil itu merupakan pemberian Naruto waktu itu.
Kemudian Issei memakan pil berwarna hijau.
' Ugghhh, rasanya sangat tidak enak. Namun khasiatnya sangat luar biasa.' Batin Issei yang merasakan efek dari pil tersebut.
Efek dari pil berwarna hijau adalah memaksa sel-sel dalam tubuh beregenerasi dengan cepat dan membuat tubuh menjadi bugar kembali. Namun efek samping yang ditimbulkan adalah pemotongan umur tubuh pengguna karena sel-sel tubuh yang dipaksa untuk beregenerasi secara cepat.
' Pil itu.' Batin Riser yang melihat pil yang barusan dimakan oleh Issei.
" Ternyata kau berhasil mendapat respect dari sensei. Sehingga sensei memberikan pil itu padamu." Ucap Riser.
" Ya, kau benar. Aku sangat berterimakasih kepada Naruto-sama karena memberikan pil ini padaku."
RUANG PESTA
" Anata, kenapa kau memberikan pil itu kepada Issei? Kau tahukan efek samping dari pil itu sangat besar." Ucap Serafall kepada suaminya.
" Itu hanya bantuan kecilku untuk Issei Tsuma, karena dia berhasil membuatku respect padanya." Kata Naruto yang masih menatap datar layar monitor yang menampilkan pertarungan tersebut.
DI DALAM ARENA
" Namun, walaupun kau memakan pil itu, kau tetap takkan bisa mengalahkanku." Ujar Riser.
" Kita lihat saja nanti Riser."
Setelah mengatakan itu Issei langsung melesat ke arah dimana Riser berdiri.
BHUAK... BHUAK... BHUAK...
BHUAK... BHUAK... BHUAK...
BHUAK... BHUAK... BHUAK...
Issei terus memukul Riser bertubi-tubi, namun riser masih bisa menangkis semua serangan tersebut dengan sangat mudah.
Setelah terus mendapatkan serangan, Riser akhirnya melompat kembelakang berniat untuk membalas serangan Issei.
BHUAK...
Namun belum sempat melancarkan serangan balasan, Riser harus rela terlempar karena Issei sudah ada di depannya dan menendang perut dari Riser.
Issei yang melihat kesempatan tersebut langsung melipat gandakan kekuatannya.
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[DRAGON SHOOT]
SWUUSSSH
Riser yang melihat serangan yang datang kepadanya langsung menciptaka sayap apinya, dan langsung terbang keatas.
DHUARRRRRRR
Ledakan tercipta akibat benturan antara serangan Issei dan tembok pembatas arena pertarungan.
Riserpun terhindar dari dragon shoot yang dikeluarkan oleh Issei.
Kemudian Riser langsung melesat tajam kearah Issei dengan tangan yang dilapisi api.
BHUAKKK...
Namun serangan Riser masih bisa ditahan oleh Issei menggunakan tangannya yang dilapisi oleh sacred gearnya.
Melihat serangannya gagal Riser kembali melancarkan serangan yaitu berupa tendangan kearah kepala Issei.
Namun serangan tersebut hanya mengenai angin saja, karena Issei berhasil menghindarinya dengan menjatuhkan diri kearah kiri.
Kemudian Issei kembali memukul Riser tepat dibagian perutnya sehingga membuat Riser yang tak sempat menghindar harus merelakan dirinya kembali terlempar.
BHUAKKK
Iseei yang melihat kesempatan tersebut kembali melancarkan serangannya berupa dragon shoot.
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[DRAGON SHOOT]
SWUUSSSH
DUARRRRRRR
UAAARRGGGH
Munculah kabut dari debu akibat dari serangan Issei tersebut.
Tak berapa lama kabut itu menghilang oleh hempasan angin, kemudian terlihatlah Riser yang masih mampu berdiri tegak. Namun keadaannya tidak bisa dibilang baik, karena terdapat banyak robekkan di pakaian yang digunakan oleh Riser dan juga terdapat beberapa luka memar di tubuhnya.
" Kau sudah membuatku marah. Akan kuabuat kau tak bisa berdiri lagi, IBLIS RENDAHAN!" teriak Riser marah.
Kemudian Riser menciptakan lingkaran sihir yang lumayan besar.
[FIRE DRAGON ROARRRRR]
GROOAAARRR
SWUUSHHHHHH
Munculah naga yang terbuat dari api sebesar pesawat terbang dari dalam yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi kearah Issei.
Issei yang melihat naga tersebut langsung saja berlari untuk menghindari terjangan dari naga tersebut.
Namun rupanya naga tersebut malah mengikuti kemanapun Issei berlari sehingga Issei sangat kesulitan menghindarinya ditambah kecepatan dari naga tersebut yang tinggi.
' Sial! Naga ini terus saja mengikutiku, aku harus memikirkan cara untuk lolos dari naga sialan ini.' Batin Issei sambil melihat kebelakang dimana naga itu masih mengejarnya.
Namun, tiba-tiba...
[GREAT FIRE BALL]
Muncul sebuah bola api sebesar bus di depan Issei yang membuat ia tak bisa menghindar dikarenakan jaraknya dengan bola api tersebut sudah berada sangat dekat dengannya ditambah adanya naga yang berada di belakangnya.
DUAAAAAAAARRRRRRRRR
DUAAAAAAAARRRRRRRRR
Terciptalah ledakan akibat dari berbenturanya Issei dengan semua serangan tersebut.
" HAHAHAHA. Rasakan itu iblis bodoh." Kata Riser sambil tertawa jahat.
Terlihatlah Issei dalam keadaan terlentang, banyak yang mengucur keluar dari dalam mulutnya.
' Sial hanya sampai disini sajakah?'
[ Kenapa kau menyerah begitu mudah Aibo? Mana tekadmu tadi itu, kalau hanya segini saja kau takkan pernah bisa mencapai tujuanmu.]
' Kau benar Draig, aku takkan menyerah begitu saja. Akan kubuktikan bahwa aku bisa melindungi semuanya.'
Setelah itu dengan tangan yang gemetar ia mengambil kembali pil yang ada di saku celananya.
Kemudian Issei langsung memakan pil berwarna kuning tersebut. Setelah memakannya Issei berusaha berdiri.
" Oo, kau masih sanggup berdiri ya?"
" Ya, aku masih sanggup berdiri. Akan ku buktikan bahwa aku bisa MENGALAHKANMU!"
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BOOST] [BOOST] [BOOST] [BOOST]
[BALANCE BREAKER BOOSTED GEAR SCALE MAIL]
TBC
Balasan review:
Ashuraindra64 : disini Sizerch masih lajang, dan untuk Grayfia sendiri juga masih lajang.
Gun's884 : Grayfia dan Akeno tidak akan menjadi tambahan pair.
Firman597 : untuk kekuatan Naruto akan terjawab seiring berjalannya chapter.
agungYAK123 : terimakasih atas sarannya, dan memang sudah jadi rencana saya untuk membuat Naruto menjadi pembimbing dari Sona beserta Peeragenya.
Ice D gun : Naruto memang akan melatih Sona, dan untuk kedekatan Naruto dengan Rias itu hanya akan terjadi di awal-awal chapter karena Rias juga merupakan adik dari Naruto, dan untuk selanjutnya Naruto akan lebih dekat dengan Sona. Untuk soal typo saya sangat berterimakasih karena sudah mengoreksinya.
Guest (one) : maaf itu takkan terjadi di fic ini, karena itu saya sudah siapkan musuh untuk Naruto.
Saputraluc000 : Riser tidak akan sakit hati, karena dia tahu kalau itu hanya sebagai ungkapan rasa respect dari Naruto.
Fahzi Luchifer : Ya, Naruto akan jadi pembimbing, tepatnya pembimbing dari Sona.
Guest(Ol) : akan saya usahakan.
Baik, itu saja review yang dapat saya balas, jika ada dari para readers yang reviewnya belum saya balas, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
AUTHOR NOTE :
Yo, saya kembali up minna, saya akan memberi tahu bahwa disini Sizerch lajang dan sedang melakukan pendekatan dengan seseorang jadi mohon ditunggu kelanjutannya.
Dan juga, kedekatan antara Rias dan Naruto hanya akan terjadi pada awal-awal chapter saja, selanjutnya Naruto akan lebih dekat dengan Sona beserta peeragenya. Dan juga saya mohon maaf jika scene fightnya kurang greget karena saya masih dalam tahap belajar.
Baik hanya segini saja Author Note dari saya, dan mohon di tunggu lanjutan dari fic ini.
Saya minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan kata-katanya yang kurang sreg di hati
Akhir kata, saya ucapkan terimakasih.
KAZUYA HATAKE LOGOUT
