Sorry,I Love You Hyung || Chapter 3 || MinHae || Yaoi

Summary : apa salah aku mencintaimu hyung?apa karna aku namja?atau karna masa laluku?
Gender : Yaoi
Rated : M
Main Cast : Sungmin,Donghae,Hyukjae member SuJu(sesuai kebutuhan)

*Author Prov*

Pak Jung seorang kepala main di mosion mewah milik keluarga Lee memasuki sebuah kamar dengan warna biru laut,warna yang begitu tenang,nyaman dan cerah tak berpengaruh dengan sang pemilik kamar yang sekarang ini sedang di rindung masalah.

Wajah keriput itu tampak sedih melihat salah satu tuan mudanya duduk bersandar di sandaran kasur king sizenya.

dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Nampan yang sejak tadi dia pegang sekarang ditaruh diatas nakas hampiri sang tuan muda yang hampir 10 dia rawat,miris,wajah yang selalu ceria kini bagai mayat hidup,bibir yang dulu slalu tertawa dan berceloteh ria kini diam seribu bahasa dan kering.

Sedikit menata poni yang menggagu tuan dengan sayang rambut blunde itu,menyalurkan setiap kasih sayang yang ada,karna sejatinya dia sudah menganggap kedua tuan mudanya sebagai anak sendiri.

"tuan muda,tuan muda harus makan,beberapa hari ini tuan muda jarang makan" sunyi tak ada jawaban atau pergerakan yang berarti.

Lelah,dia tak akan pernah biasa membujuk tuan mudanya ini jika bukan tuan muda tertuanya yang datang membujuk.
Tapi,apa bisa?bukankah mereka bedua sedang terlibat masalah?
"tuan muda jangan menyiksa diri tuan muda sediri,tuan muda Sungmin akan marah jika tau tuan muda seperti ini" bujuknya sekali lagi.
"dia tak akan marah Pak Jung,tak akan marah" akhirnya tuan mudanya atau Donghae menjawab.
"dia,pasti marah tuan-"
"dia tak akan perduli lagi padaku!" teriak Donghae kalap,bahkan dia menampik belaian sayang Pak Jung dirambutnya.
"darimana anda tahu jika tuan muda Sungmin sudah tak peduli lagi dengan mu" tanyanya sabar bahkan dia sekarang mengelus punggung Donghae.

apa pak Jung tak melihat sikap Sungmin hyung padaku akhir-akhir ini,dia dingin dan acuh padaku" donghae menahan air mata yang siap tumpah kapan pun dipelupuk matanya.
"tidak,tuan muda Sungmin tidak seperti itu,mungkin dia hanya sedang banyak masalah dikantor,hingga membuatnya stres dan ya seperti itu,dan yang saya tau tuan muda Lee Sungmin sangat menyayangi anda melebihi nyawanya sendiri" pak Jung mencoba memberi nasehat pada tuan mudanya dengan sabar dan lembut,karna dia tahu hati sang tuan mudanya ini sangat lebut.

"kau benar,pasti Sungmin hyung sangat kerepotan dikantor,karna satu minggu ini aku tak kekantor sama sekali" jawab Donghae antusias sambil berajak turun menuju lemari pakaiannya,bahkan dia seakan lupa dengan hal-hal yang membuatnya seperti ini,memang jika sudah menyangkut dengan sang hyung dia akan selalu antusias,dan pak Jung hanya bisa tersenyum simpul melihatnya.

"tapi sebelum kekantor anda harus mandi dan sarapan dulu tuan muda" pak Jung terkikik geli melihat Donghae hampir memakai jas kerjanya tanpa mandi terlebih dahulu.

Donghae menepuk jidatnya dia bisa lupa kalau belum mandi?cekg cekg cekg,Donghae membalikan badan,dia nyengir lima jari kepada kepala mait menggaruk tengkuknya yang tak gatal Donghae berkata.

"kau benar pak Jung,aku belum mandi hehehe" senyum terukir di wajah manisnya,membuat sang kepala maid juga ikut tersenyum.

SORRY ILOVE YOU HYUNG CHATHER 3

Donghae menyusuri tiap perjalanan kantornya dengan sangat riang,membuat semua pegawai yang berpapasan dengannya juga ikut senang.

Setelah berdebat soal makanan dengan pak Jung,dengan tegas dia berkata.
"aku ingin makan dengan hyung,kau tau sendiri kalau aku tak suka makan tanpa dia" setelah dia tau jika Sungmin sudah pergi bekerja dan tak sarapan sama soal yeoja kemaren,Donghae sudah tidak perduli dengan yeoja murahan itu lagi.

Dengan bekal yang dipaksa pak Jung untuk bejalan menuju ruangan adalah salah satu manager diperusahaan besar tersebut.

ya,berkat didikan sang hyung akhirnya dia mampu mengemban amanat tersebut.

Tapi,mengapa pintu itu terkunci?.Seingatnya dia tak pernah mengunci ruang kerjanya.

"apa kau tau mengapa ruanganku terkunci?" tanyanya pada seorang offisboy yang kebetulan lewat.

"maaf sangjanim,tadi saya melihat presidir memasuki ruangan sangjanim" Donghae bertanya-tanya apa gerangan yang membuat sang hyung memasuki ruang kerjanya padahal dia tau jika Donghae tak ada disana sama berdebat dengan pikirannya sendiri,akhirnya Donghae memutuskan untuk pergi keruangan sang hyung.

*Author Prov End*

-
*Sungmin Prov*

"presdir,ini ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani" seorang sekertaris menyerahkan berkas padaku.
"apa jadwalku hari ini" aku bertanya saat sedang memeriksa dan mendatangani.

"hari ini anda hanya ada satu rapat presedir,jam 1 siang dengan perusahaan Park" jawabnya,sedangkan aku hanya mengguma sebagai jawaban.
Aku terus meneliti berkas-berkas tersebut sebelum menorehkan tanda tangan disana hingga,,,

BRAKKKK!,,,

pintu terbuka dengan sangat keras,dan menampilkan namja yang ingin ku hindari sekarang ,namja yang membuka pintu tadi,ku berikan isyarat agar sekretarisku pergi dan ku serahkan berkas yang sudah ku tandatangani.

Hingga sekarang tinggal kami berdua di ruanganku.

*Sungmin Prov End*

*Donghae Prov*

Aku gugup,jujur setelah kejadian semalam aku sedikit canggung dengan Sungmin hyung.

"weo?ada apa anda kemari Donghae-ssi"

Degg!

Tadi dia bilang -ssi,sejak kapan dia memanggil ku dengan embel-embel -ssi?

Dan nada bicaranya tadi,begitu dingin,ok ini memang dikantor tapi hyung tak pernah sekali pun memanggiku seperti itu,apa lagi kini kita hanya berdua.

"maaf presdir,mengapa ruangan kerja saya terkunci?" mungkin kau sekarang ingin aku menghormatimu,akan ku turuti duduk dihadapannya.

bukk!

Sebuah map kecil berwarna coklat dilempar hyung kehadapanku.

"itu akan menjelaskan apa yang ingin kau ketahui" membuka map itu dengan penasaran.
Cek?mengapa hyung memberiku cek?dan belum hilang rasa penasaranku sebuah map dengan ukuran yang sama dan warna yang sama di taruh hadapanku.
tubuhku seakan akan mati terasa akan kiamat untukku.
Surat ini?mengapa isinya seperti ini?mataku seakan kabur oleh linangan air mata yang siap tumpah kapan saja.
"a-apa ini h-yung" tanyaku lirih.
"apa surat itu kurang jelas Donghae-ssi"
"ta-ta-tapi meng-ngapa?ak-" kataku terbata karna jujur aku tak pernah membayangkan jika hyung akan melakukan hal seperti ini untuk menghukumku
"kurasa anda tau salah satu peraturan di perusaan ini,jika karyawan yang tidak masuk selama lebih dari 3 hari berturut-turut tanpa keterangan yang jelas diangap mengundurkan diri"
"hah?" hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutku,karna aku terlalu shok!aku dipecat?
"dan cek itu adalah pesangon yang diberikan perusahaan untuk mu" hyung mengapa kau berubah,kau dingin dan kejam sekarang hyung.

Berisik dan bau,ini kali pertama aku menginjakkan kakiku di tempat yang sejujurnya paling ku benci.
Bar,ia sekarang aku berada diantara bau alkohol yang sangat menyengat dan musik yang merusak gendang telinga,tapi untuk sekarang ini aku sangat-sangat butuh tempat ini.

*Donghae Prov End*

*Sungmin Prov*

Ini sudah hampir jam 10 malam kemana anak itu sebenarnya.
Sekarang ini aku duduk diruang tengah menghadap layar tadi aku hanya merubah cenel tv saja tanpa niat untuk ,setelah bergelut lama dan menimang-nimang akhirnya ku putuskan untuk pulang kerumah,tapi apa yang kudapat dia tak ada di aku slalu berusaha menghindarinya setelah kejadian itu tapi jika dia tak ada dirumah sampai jam segini itu membuatku takut karna tak biasnya dia pergi sampai selarut ini.
Suara mesin mobil mengema di depan rumahku dan tak lama kemudian pintu rumah pun terbuka.
Sukurlah kau sudah pulang ,setelah pintu terbuka bola mataku seakan ingin keluar dari ,dongsaeng yang begitu ku sayangi pulang dalam keadan yang ku yakini aku lebih geram lagi saat melihat seorang yeoja memapahnya saat kau seperti ini hae?kau tak pernah suka apa pun yang berbau alkohol.
Ku rebut paksa Donghae dari rangkulan yeoja tersebut lalu dia aku dorong agar tak dekat-dekat dengan 'dongsaeng ku'.
"hey!mengapa kau mendorongku,sudah baik aku membawanya pulang tapi kau-" aku sudah muak dengan yeoja jalang satu ini dan sebelum dia menyelesai kata-katanya ku lempar beberapa lembar uang yang berada di dalam kantung celanaku.
ntah berapa banyak uang yang ku lempar tadi aku tak perduli yang penting dia harus cepat pergi dari sini.
"ambil uang itu,angap sebagi trima kasih karna kau sudah mau mengantarnya pulang" kataku benarkan rangkulan ku pada Donghae dan ku lihat yeoja itu pergi setelah selesai mengambili uang yang ku lempar tadi.
"nunna hik mengapa hik kau pergi cantik" rancau tak jelas keluar dari bibir Donghae,yeoja tadi berbalik.
"aku harus pulang oppa,saudaramu sepertinya benci akan kehadiranku"
Donghae melepaskan diri dariku dan menghampiri yeoja itu.

jepp!

Sungguh rasanya sakit melihat pemandangan di depanku,tubuh ini seolah mati Donghae berhasil mengampiri yeoja itu
bibir yeoja itu di bungkam begitu saja oleh bibir Donghae.
Mengapa?mengapa hati ini berasa tercabik yeoja tadi seperti menikmati ciuman yang dilakukan Donghae padanya,tangannya bahkan bergelayut di leher Donghae sedangkan merangkul pinggang yeoja benci pemandangan seperti ini.
Tanpa babibu lagi ku pisahkan pertemuan tampar yeoja jalang itu.
"sudah ku bilang padamu pergi dari sini" teriakku kalap.
Sesaat setelah yeoja itu pergi sedikit demi sedikit perasaanku mulai saat ku tengok .dia muntah-muntah mungkin efek dari hampiri dia dan kuseret tanpa memikirkan kondisinya sama ,kecewa,marah,dan ada lagi perasaan yang membuatku bimbang, itu benar?ini salah.
Kemarahan menyelimuti hatiku saat ini dan setelah sampai di kamarku,ku hempaskan tubuh Donghae begitu saja di kasur king setan apa yang merasuki ku saat ini hingga ku lakukan semua ini.

*Sungmin Prov End*

*Author Prov*

Sungmin menghempaskan begitu saja tubuh Donghae yang masih dalam keadaan mabuk.
Donghae yang kesadarannya mulai pulih merasakan pusing yang begitu sangat mendera terbelalak saat bertemu dengan mata sang hyung,jujur pancaran mata itu baru pertama kali dilihat merinding menatap itu seakan ingin menelannya bulat-bulat.
Sungmin menundukkan dirinya di samping Donghae,dieulusnya pipi yang sedikit tembem milik Donghae.
"siapa yeoja itu hemmm" tanya Sungin dengan suara pelan tapi terkesan tegas dan tak bisa berkata apa pun,kata yang ingin dia ungkapkan seakan tercekal di tenggorokan.
"apa yang kau inginkan dari wanita itu hah!" bentak hanya diam dan menundukkan tubuhnya saat melihat Sungmin mendekatinya hingga punggungnya menabrak sandaran itu yang dirasakannya saat kini Sungmin telah menidihnya.
"jawab aku LEE DONGHAE" teriak Sungmin,tapi tetap saja Donghae hanya bungkam dan memalingkan ,Sungmin seolah tak dihargai oleh Donghae dengan sikap diamnya itu.
"hyung,apa yang hyung lakukan lepaskan aku" Donghae memberontak saat Sungmin mengikat tangannya ditiang ranjang.
plakkk!
Tamparan keras mendarat mulus dipipi Donghae karna Sungmin merasa kualahan atas pergerakan yang dilakukan Donghae.
krrak krakkk krrrakk
Sungmin merobek kemeja yang dikenakan Donghae saat ini bahkan kondisi kemeja itu sudah tidak bisa dibilang utuh lagi.
"hyungkkk hemm hmmkk" Sungmin menyubal mulut Donghae dengan sobekan kemeja yang disobeknya dari tubuh Donghae.
Sungmin merasa terhipnotis oleh pemandangan yang terpampang dihadapannya saat ini,saat ini terpampang jelas tubuh putih dan mulus milik Donghae,dia singkirkan sisa-sisa kain yang .pemandangan indah itu.
Dan sekarang terpampang jelas kulit pitih mulus bak proselen milik meneguk ludahnya saat melihat pemandangan itu apa lagi kedua nipel imut berwarna merah kecoklatan,seakan memangilnya untuk segerah mencicipi bagaimana rasanya.
"hmmm hkmmm" Donghae terus berusaha melepaskan diri dari Sungmin bahkan kakinya pun menendang nendang apa pun yang ada dibawahnya karna dia takut akan apa yang akan terjadi setelah ini karna melihat mata penuh napsu milik Sungmin.
plakk plakk
Dua tamparan pun langsung di terima Donghae.
"mengapa kau memberontak hemm" Sungmin mengelus pipinya "bukankah kau mengingikan ini dariku atau WANITA JALANG ITU HAH" Donghae menyerit dalam hati,dia paling benci kepribadian hyung yang .ia Sungmin memang terkenal akan kekejamanya tapi Sungmin tak pernah memperlihatkan sisi itu dihadapan Donghae,hingga saat ini dia baru sadar jika sang hyung bisa menjadi moster.
Dengan rakus Sungmin melahap nipel kanan dengan kasar Sungmin menarik nipel kecil itu seakan ingin melepaskannya dari sang pemilik tubuh dan tak ingin menganggur nipel kiri pun di plintir oleh jari-jari tangannya.
Menikmati,tidak tak sekali pun Donghae menikmati permainan Sungmin terhadap tubuhnya tetesan kristal sudah membanjiri wajah sakit,dan merasa terhina untuk kedua kalinya.
Dengan rakus Sungmin melahap nipel kanan dengan kasar Sungmin menarik nipel kecil itu seakan ingin melepaskannya dari sang pemilik tubuh dan tak ingin menganggur nipel kiri pun di plintir oleh jari-jari tangannya.
Menikmati,tidak tak sekali pun Donghae menikmati permainan Sungmin terhadap tubuhnya tetesan kristal sudah membanjiri wajah sakit,dan merasa terhina untuk kedua kalinya.
ungmin beranjak dari tempatnya (menindih Donghae) untuk membuka dengan paksa celana jins yang dikenakan Donghae,kini dia berada disisi kanan Donghae.
Donghae yang menyadari itu memberontak dengan cara menendanang-nendang.
"hhhemmm" tapi tubuhnya lemas seketika karna dengan kasar Sungmin meremas juniornya dari luar.
Sungmin yang menyadari itu menyeringai dia buang dengan paksa celana beserta boxer biru yang dikenakan Donghae.
"bukannya kau pernah melakukan ini hemm?lalu kenapa menangis?dasar PELACUR"
deg deggg
Kata yang keluar dari mulut Sungmin itu bagai mantra baginya,membuat Donghae berhenti memberontak.
Sakit,sungguh sakit hati Donghae saat ini hyung yang begitu dia sayangi juga dia cintai baru saja mengatainya pelacur.
Sungmin yang menyadari tak ada pemberontakan lagi dari Donghae merasa senang ia pikir Donghae mulai menyukai semua yang dilakukannya.
Tanpa babibu dia tangalkan semua pakaian yang melekat pada dirinya yang sebelumnya dia tarik satu-satunya kain yang masih melekat di diri Donghae.
Dia,Sungmin menelan ludahnya dengan susah payah,juniornya terangsang hanya dengan melihat junior Donghae yang mengeluarkan sedikit cairan,junior yang imut,ya karna junior milik Donghae lebih kecil bahkan tak ada apa apanya dari junior miliknya,ia jilati bibirnya yang terasa kering mendadak itu.
ungmin taruh kaki kiri Donghae Sungmin bingung jika dia tahu kalau yeoja mempunyai vagina lalu kalau namja dimana dia harus memasuk-
Tunggu Sungmin melihat lubang berkerut yang dari tadi bergerak-gerak seakan ingin dengan yakin dia arahkan junior yang sudah berdiri tegak dan berurat miliknya kedalam lubang itu.
"hemmmkk" Donghae memejamkan matanya dan menggigit kain dimulutnya kuat-kuat karna Sungmin dengan tiba-tiba memasuki dirinya tanpa persiapan bahkan pelumas atau pun yang lainnya tubuhnya terasa dibelah dengan paksa oleh benda besar berurat itu,bahkan Donghae dapat merasakan adanya cairan kental yang mengalir dari holenya.
Sungmin terus berusaha memasukkan junior besarnya ke hole Donghae bahkan baru setengah saja juniornya didalam tubuh Donghae tapi dia sudah dapat merasakan hangat dan begitu ketatnya lubang Donghae ia yakin ini adalah lubang yang biasa digunakan untuk orang-orang gay pengganti vagina.

Lubang milik Donghae memang pernah dimasuki tapi itu dulu saat ia masih kecil sekitar 10 tahun yang lalu dan sekarang luban yang kembali virgin itu telah ditrobos begitu saja oleh junior milik Sungmin,tak salah jika darah kembali keluar sama seperti dulu.
Karna Sungmin merasa keenakan juniornya dipijat begitu sedemikian rupa oleh lubang Donghae,dengan sekali hentak dia dorong juniornya hingga dapat masuk seluruhnya.

"hmmmmkkk" badan Donghae bergetar menahan sakit bahkan savila menetes dari bibirnya.
Sungmin sungguh-sungguh baru pertama kali ini merasakan lubang yang memijat juniornya dengan begitu ketatnya.
Tanpa menunggu untuk Donghae beradaptasi dengan benda asing memasukin dirinya,Sungmin mengeluarkan juniornya sampai tinggal kepalanya saja yang masih tertanam dan dengan cepat dan brutal ia dorong kembali junior itu.
ukk duk duuk dukk
Kira-kira itulah bunyi yang menggema dikamar mewah berdominasi warna pink suara derasnya hujan dan petir tak mengganggu aktifitas mereka sama sekali,mereka?tidak tepatnya namja yang melakukan gerakan maju mudur sedangkan namja satunya hanya pasrah menerima perlakukan kasar pada tubuh bagian belakangnya.

Donghae merasakan sakit itu kembali,jika dulu dia diperkosa oleh appa tirinya kini ia diperkosa oleh orang yang dicintainya dan ia anggap pahlawan dalam .
"ini- sungguh nik mattt" rancau Sungmin
Donghae memcengkram kain yang mengikatnya kuat-kuat karna titik ternikmatnya telah ditemukan oleh junior Sungmin.
Sungmin menyadari itu dan ia menubruk titik itu berulang ulang.
Donghae merasakan akan segerah keluar,karna entah mengapa tubuhnya sangat sensitiv saat ini.
Tangan Sungmin mengocok junior imut itu dan beberapa saat kemudian cairan putih pun keluar dengan deras.
Sungmin mengoles wajah Donghae dengan cairannya sediri,dia begitu senang karna Donghae tak memberontak seperti tadi.
Dengan yakin Sungmin melepas ikatan tangan Donghae dan terlihat adanya bekas merah di pergelangan tangannya.
Donghae tak melawan walau tangan dan mulutnya telah bebas,hanya air matanya saja yang makin keluar deras.
"kau memang pantas menjadi pelalur" Sungmin mengatakan itu sebelum ia bergerak kembali dan gerakannya pun makin brutal dan kasar.
Hingga beberapa saat kemudian ia berhasil memuntahkan lahar putihnya,yang sangking banyaknya hingga keluar bersama bercak tergeletak lelah di samping Donghae karna aktifitas malam ini,dan tak menunggu lama nafas teratur pun terdengar.

Berbanding terbalik dengan Donghae,setelah memastikan Sungmin tertidur Donghae beranjak dari posisinya saat ini,ia ambil baju dan celana yang berceceran dilantai tepatnya pakain Sungmin,bukankah pakaiannya sudah tak layak pakai karna kejadian tadi.
Terlihat jelas cairan mengalir dipaha putih Donghae.
Setelah berpakaian lengkap Donghae melangkahkan kakinya pergi walau dengan langkah terseok-seong,tapi sebelum mencapai pintu ia balik badan memandang Sungmin.
"salamat tinggal hyung" dan pintu itu pun tertutup memisahkan mereka berdua.
Apa yang akan terjadi dengan Donghae?
Lalu apa yang akan Sungmin lakukan saat ia sadar nanti?
Pihak ketiga pun datang,orang yang menyebapkan kelamnya dunia Donghae.

T.B.C

maaf gua g sempat edit jdi maaf za...