Tittle : A Man in Love
Author : yuuyo
Genre : Brothership, Romance, Magic
Main Cast : All official couple
Support cast : OC
Disclaimer : Semua member EXO milk tuhan dan keluarga mereka sendiri. Tapi cerita ini murni milik saya
Rating : T
Summary : 6 orang namja cantik,imut dan lucu yang sudah kehilangan keluarga bertemu dengan seorang yeoja penyihir yang menjadi adik tiri mereka, membuat sebuah cafe dan mendapatkan cinta sejati dengan bantuan adik mereka.
Warning : Typho, alur kecepetan, YAOI, don't like don't read.
Author's note : Kata-kata yang bergaris miring maksudnya perkataan batin. Pakaian dan Nama OC sama seperti nama tokoh anime ^^
A Man in Love
Luhan pov
Tok Tok Tok
''aduh siapa sih yang berkunjung malam-malam seperti?'' aku terbangun karena mendengar suara ketukan pintu. Ku lirik jam kecil yang ada di meja sebelah kasurku, ah aku baru saja tertidur 1 jam yang lalu dan sekarang aku harus terbangun karena suara ketukan pintu itu. Aku menghela nafas, suara ketukan itu semakin cepat. Aku berjalan keluar kamar dengan malas, aoi dan yang lain nya juga ternyata terbangun. Kami segera berjalan ke arah pintu rumah, xiumin hyung membuka pintu itu lalu..
Bugh
Tubuh seorang namja dengan luka yang terus mengalirkan darah di tangan dan kaki kiri nya, jatuh didepan kami setelah xiumin hyung membuka pintu villa. Kami sontak kaget dan hampir menjerit.
''gege cepat bawa dia masuk ke dalam!'' pinta aoi. Kami berempat membawa tubuhnya masuk kedalam, dan membaringkan nya di sofa ruang tengah.
''siapa dia?'' tanya baekhyun. Kami terdiam semua.
''itu tidak penting, aku akan menyembuhkan luka nya..'' kata aoi.
Mata aoi berubah jadi biru lalu dia mengulurkan tangan keatas tangan kiri namja itu, dia berusaha menghentikan darah nya juga menutup luka tersebut. Setelah berhasil dia beralih ke kaki kiri namja itu dan melakukan hal yang sama. Seketika namja itu tersadar, dia menatap kami takut dan bingung.
''ni hao ma?'' tanyaku.
''wo hen hao..'' jawab nya.
Aku menghela nafas, seperti nya dia sudah sadar luka nya sudah sembuh.
''wo jiao shenme mingzi ?'' tanya dengan bahasa mandarin yang fasih.
''wo jiao Lay..'' jawab namja itu.
''ni jia zhu zai nar?'' tanya ku lagi.
Lay hanya diam, raut wajah nya berubah menjadi sedih. Aoi memegang tangan nya, dia melakukan sesuatu sama seperti dia membuatku mengerti perkataan mereka.
''Dia Zhang Yixing biasa dipanggil Lay lahir pada tanggal 7 oktober 1991 kau seorang dancer yang seperti profesional, kau juga bisa memasak makanan yang enak. Kau mempunyai penyakit hemophilia,kau orang yang baik dan penyayang. Seseorang membunuh kedua orang tua mu dan sekarang kau sampai disini karena dia mengejarmu, orang itu ingin membunuh dia membenci mu tapi aku tidak tau alasan nya!'' kata aoi.
''aku juga tidak tau alasan nya.. aku shock sekali saat melihat kedua orang tua ku dibunuh di depan mata ku sendiri, aku tidak tau apa salah kami sampai dia membenci kami dan membunuh orang tua ku bahkan ingin membunuhku juga!'' kata lay mata nya sudah berkaca-kaca.
''tunggu bagaimana bisa aku mengerti perkataan mu padahal jelas-jelas aku mendengar mu memakai bahasa lain?'' tanya lay.
Seperti nya dia baru menyadari hal itu, aoi tersenyum. Aoi pun menjelaskan nya dan memperkenalkan dirinya, dia menerima aoi dengan baik.
''tolong sembunyi kan aku.. aku belum mau mati!'' kata lay.
''tenanglah lay gege kami akan melindungi mu sama seperti kami melindungi luhan gege!'' kata aoi sambil tersenyum. Kami pun memperkenalkan diri kami padanya, aoi membawa dia ke kamar kosong dan meminta nya untuk beristirahat dengan tenang.
''gege apakah kau mau menjadi gege ku?'' tanya aoi sebelum menutup pintu kamar yang sekarang menjadi milik lay.
''tentu saja.. dengan senang hati..'' jawab lay lalu tersenyum menampilkan single dimple yang dia punya terlihat sangat manis.
Ah akhirnya aku bisa tidur lagi.. Lay sama seperti ku, tapi aku percaya pada mereka semua.. mereka pasti bisa menjaga kami, mereka kan sudah menjadi keluarga kami sekarang.. aku pun tersenyum lalu pergi menuju alam mimpi.
Pagi hari
Lay pov
Aku terbangun karena mendengar ketukan pintu, aku mengerjapkan mataku beberapa kali sebelum benar-benar bangun.
''lay hyung waktu nya kita sarapan ayo cepat turun.. semua sudah menunggu dibawah..'' itu suara namja bernama baekhyun.
Ah benar tadi malam aku tiba dirumah ini setelah melewati hari yang melelahkan, bahkan ku pikir aku akan mati karena darah dari luka yang terus mengalir. Tapi untung saja aku berhasil sampai di villa ini sebelum kehabisan darah dan yeoja kecil itu dengan berbaik hati mau menyembuhkan ku. aku membuka pintu kamarku, baekhyun masih setia didepan pintu lalu tersenyum padaku. Kami turun kebawah bersama, aku terkekeh ternyata kami sama masih memakai piyama.
Setelah sarapan kami mandi di kamar masing-masing lalu berkumpul diruang tengah tanpa aoi, aku bingung kemana dia pergi. Berbincang-bincang dan sesekali kami tertawa karena kelucuan yang dibuat baekhyun. Baekhyun orang yang periang, kata mereka dia adalah moodmaker mereka dan seperti nya itu juga berlaku padaku, aku akui dia imut,manis,dan cantik dia ternyata seorang pencinta eyeliner. Luhan hyung dia tak kalah cantik, manis,dan imut dari baekhyun mata nya indah seperti rusa dan dia sangat suka bubble tea, dia ternyata bisa dance sama sepertiku tapi setelah melihat kami battle dance mereka bertiga bilang bahwa dance ku lebih bagus membuat dia kesal tapi dia juga mengakui nya.
Xiumin hyung dia pencinta kopi, dia ahli membuat kopi dan menyukai baozi, dia tak kalah cantik, imut, dan manis dari baekhyun atau luhan hyung dengan pipi nya yang tembem, ah dan jangan lupa dia seorang rapper. Kyungsoo dia yang termuda diantara kami berlima, dia cantik,imut dan manis dengan mata nya yang bulat, dia jago memasak dan aku ikut membantu dia memasak tadi, kata mereka suara nya bagus tak kalah dari mereka bertiga dan aku percaya itu saat mereka bernyanyi bersama. Dan satu hal yang paling mengejutkan ku mereka sama-sama manja, aku terkekeh menyadari itu.
Tiba-tiba pintu villa terbuka dan menampakkan seorang yeoja kecil yang sangat kami kenali, aoi. Dia membawa beberapa bungkusan ditangannya, kami melihat nya dengan tatapan bingung. Dia duduk di sofa yang cukup satu orang, mengeluarkan isi bungkusan itu. Oh, dia membawa 6 bubble tea, beberapa baozi, beberapa bungkus kopi kesukaan xiumin hyung dan 2 bacon.
''kau darimana saja?'' tanya kyungsoo khawatir.
''aku keluar untuk membeli bacon dan juga daging sapi ini, karena saat aku melihat kulkas bacon nya sudah habis. Kopi kesukaan xiumin ge juga sudah habis, Baekhyun ge bisa ngambek kalau dia tau. Saat di jalan aku melihat penjual bubble tea dan bozi yang bersebelahan jadi ku beli saja untuk menemi kita berbincang-bincang hehe..'' jawab aoi.
''oh jadi ini daging sapi.. ku kira ini bacon juga!'' kata ku. Aoi menggeleng.
Luhan hyung langsung menyambar satu gelas bubble tea dan meminumnya, xiumin hyung mengambil baozi terlebih dahulu memakan nya setengah lalu meminum bubble tea. Baekhyun dan kyungsoo meminum bubble tea nya terlebih dahulu. Aku mengambil bubble tea yang tersisa.
''aku sengaja membeli baozi dengan jumlah banyak karena xiumin hyung sangat suka baozi, aku takut dia makan terlalu banyak dan akhirnya yang lain tidak kebagian hehe..'' kata aoi. Wajah xiumin hyung merona.
''lay ge.. berani keluar villa tidak? Mau membeli baju bersama ku atau ku pilihkan saja?'' tanya aoi.
''aku masih takut keluar.. mungkin nanti kita bisa kesana bersama..'' jawabku.
''sebenarnya aku sudah membeli beberapa baju karena aku sudah menduga kau masih takut ge.. tidak apa-apa kan?'' kata aoi. Aku mengangguk, lalu tersenyum. Tentu saja aku tidak keberatan karena aku memang masih takut keluar villa.
''xie xie aoi..'' kata ku.
''dui bu qi gege..'' kata aoi lalu tersenyum.
''gege aku merasa ada satu orang lagi yang akan masuk ke kehidupan kita ini.. setelah itu aku akan membawa kalian pergi dari sini!'' kata aoi.
Kami yang sedang menikmati baozi dan bubble tea langsung berbarengan menatap aoi dengan bingung. Aoi hanya tersenyum manis membuat kami semakin bingung. Tiba-tiba aku melihat sebuah lubang yang semakin lama membesar dibelakang aoi, sontak aku langsung menunjuknya. Mereka berlima melihat ke belakang aoi, ku lihat hanya aku dan luhan hyung yang kaget sementara mereka hanya memandang nya biasa.
Keluar tubuh seorang namja memakai topi dan seragam sekolah tapi bukan sekolah di negeri ini sepertinya, lalu keluar lagi namja berpakaian sama. Kedua namja itu kembara dengan rambut pirang mereka, ku lihat lambang yang ada diseragam mereka berbeda. (kurusu twins from uta no prince sama ^^). Aku lihat xiumin hyung, baekhyun, dan kyungsoo bingung sama seperti ku dan luhan hyung.
''siapa mereka aoi ?'' tanya xiumin hyung.
''kakak ku juga!'' jawab aoi. Oh jadi mereka kakak angkat aoi dari dimensi lain yang aoi ceritakan.
''ada apa nii-chan?'' tanya aoi pada dua namja itu.
''tidak apa.. hanya ingin berkunjung!'' jawab namja yang tidak memakai topi itu. Aoi mengangguk.
'' nama ku kurusu syo salam kenal..'' kata namja yang memakai topi.
''aku kurusu kaoru adik nya syo-nii.. salam kenal..'' kata yang satu lagi.
''duduk lah syo-nii kaoru-nii.. gomene aku tidak tau kalau nii-chan akan datang jadi aku tidak membeli bubble tea lebih..'' kata aoi.
''tidak apa kok! Tapi kami boleh ya minta baozi nya?'' tanya syo.
''tentu saja boleh..'' jawab xiumin hyung.
''aku ingin minum susu putih syo-nii..'' rengek kaoru.
''apa ada aoi?'' tanya syo. Aoi mengangguk, kaoru pun berjalan menuju dapur untuk membuat 2 gelas susu putih.
Kami berbincang-bincang sampai sore, syo dan kaoru orang yang asik. kami tidak butuh waktu lama untuk akrab. Kata kyungsoo ada 2 orang kakak aoi yang juga pernah datang saat mereka baru sampai villa ini sebelum mereka bertemu dengan luhan hyung, mereka bernama syaoron dan syaoran. Namja kembar yang hanya bisa di bedakan dari mata nya, sedang kan syo dan kaoru bisa di bedakan karena syo lebih suka memakai topi daripada kaoru walaupun kaoru juga suka pakai topi.
Menjelang malam kurusu twins kembali ke dimensi mereka kata nya ada urusan mendadak yang harus mereka selesaikan, aku dan yang lain kembali ke kamar untuk mandi. Setelah mandi aku dan kyungsoo memasak makan malam sementara yang lain masih didalam kamar dengan kesibukkan masing-masing.
Aoi pov
Ah sekarang waktu nya aku mandi, karena setelah mandi aku ada kerjaan di dimensi lain. Aku harus segera kembali kesini sebelum makan malam agar gege ku tidak khawatir, aku masih belum mau memberi tau mereka tentang pekerjaan ku.
Setelah selesai melakukan job di dimensi lain aku kembali ke villa ini, untung saja aku kembali tepat saat luhan gege memanggilku. Aku menganti bajuku lalu turun kebawah makan malam bersama.
''aoi kau terlihat lelah.. memang kau habis darimana?'' tanya lay gege.
''aku tadi ada kerjaan di dimensi lain!'' jawab ku santai.
''kau bekerja?'' tanya luhan gege. Aku hanya mengangguk.
''kau bekerja apa?'' tanya lay gege. Aku hanya tersenyum mendengarnya.
''dia tidak akan menjawabmu.. aku, baekhyun dan kyungsoo sudah sering bertanya pada nya!'' kata xiumin gege. Aku terkekeh mendengarnya, aku jadi merasa bersalah karena tidak memberitau mereka. Tapi sekarang belum saatnya.
''maaf kami sudah merepotkan mu aoi.. sampai sekarang kami belum punya pekerjaan, dan kau semua yang menangungg hidup kami!'' kata xiumin hyung.
''itu bukan masalah yang besar gege.. asalkan kalian bahagia aku akan melakukan apapun yang aku bisa!'' kata ku.
Mereka berlima tersenyum manis sekali membuatku ingin mencubit pipi mereka berlima.
1 minggu kemudian
Drrrt Drrrt Drrrrrt
Aku terbangun saat merasakan handphone ku yang aku taruh diatas meja sebelah tempat tidur ku bergetar, ku lihat ternyata ada telepon dari kakak ku.
''moshi moshi nii-chan?''
''aoi ini gawat.. coba lihat keluar jendela mu, ada sebuah rumah sederhana yang terbakar disekitar villa tempat mu itu..''
Aku segera melihat keluar jendela, dan benar saja ada asap hitam mengebul di awan. Ku lirik jam dinding, ini masih jam 2 malam pantas keadaan masih sepi. Aku memutuskan sambungannya, mencuci muka lalu keluar kamar sambil membawa jubahku.
Aku membanting pintu kamar keras secara tidak sengaja karena panik, dan itu membuat kelima gege ku terbangun dan langsung keluar kamar. Aku tidak mempedulikan nya, aku segera memakai sepatu lalu keluar villa. Aku merasakan kelima gege dengan cepat mengikuti ku, saat sampai depan villa mereka berteriak. Orang-orang disekitar keluar dari rumah mereka lalu dengan segera mengambil air dari dalam rumah masing-masing, mereka terlalu panik api tidak padamm juga. Aku merasa masih ada yang bertahan didalam rumah itu, saat aku ingin memasuk kedalam tiba-tiba ada yang menarik lengan kiriku.
''kau mau kemana aoi ?'' tanya kyungsoo gege.
''jangan bilang kau ingin masuk kedalam sana..'' kata baekhyun gege sambil menunjuk kearah rumah tersebut.
''jangan bodoh! Didalam sana sangat berbahaya, pasti sudah tidak ada orang yang selamat!'' kata luhan gege.
''tidak! Masih ada seseorang didalam sana..'' kata ku bersikeras ingin masuk kedalam.
''percayalah.. dia masih bertahan.. aku harus menolongnya.. aku seorang penyihir.. aku tau masih ada orang yang bertahan didalam sana.. aku mohon percayalah xiumin gege..'' pinta ku.
Xiumin gege orang yang sudah mulai dituruti oleh keempat gege ku yang lain setelah kedatangan lay gege, jadi aku akan menyakinkan dirinya terlebih dahulu. Xiumin gege menghelas nafas panjang, lalu mengangguk. Aku segera masuk kedalam rumah itu tanpa mendengarkan teriakan orang-orang yang mencegahku.
Baekhyun pov
Aku melihat punggung aoi yang makin lama makin menghilang masuk kedalam rumah itu. Entah kenapa tiba-tiba aoi keluar kamar dengan wajah panik, xiumin hyung yang paling tertua dengan wajah panik mengikutinya begitu juga denganku dan yang lain. Setelah sampai kami melihat sebuah rumah yang terbakar dan sekarang aoi sudah masuk kedalam rumah itu yang katanya masih ada yang hidup didalam. Padahal aku dan yang lain sudah melarang, tetapi dia masih bersikeras masuk kedalam. Xiumin hyung pun mengangguk tanda setuju, aku ingin protes tapi aoi terlanjur memasuki rumah itu.
''tenanglah.. kita percayakan saja padanya.. lebih baik kita membantu warga yang lain agar apinya tidak menyambar kerumah lain dan memakan banyak korban. Dia seorang penyihir dia pasti bisa melindungi dirinya dan jika benar dia juga pasti bisa melindungi korban yang masih hidup itu..'' kata xiumin hyung lalu tersenyum. Kata-kata nya menyakinkan kami, tapi di wajah nya masih terlihat khawatir. Kami mengangguk.
Setelah api padam kami menunggu aoi keluar, setelah 10 menit menunggu xiumin hyung mengajak kami kembali ke villa karena malam semakin dingin dan dia tidak mau salah satu dari kami jatuh sakit.
Saat memasuki ruang tengah, aku melihat aoi dengan seorang namja yang tinggi terbaring diatas sofa. Kami mendekati aoi dan memandangi namja tersebut, sepertinya dia pingsan.
''dia Huang Zi Tao biasa dipanggil Tao lahir pada 2 mei 1993 dia seorang rapper seperti xiumin gege, dia juga bisa dance walaupun lebih bagus lay gege, dan dia juga polos. Dia menyukai hewan panda, dan juga barang bermerk GUCCI. Dia manis dengan kantung mata yang seperti panda, dia berlatih wushu sejak kecil. Dia baik dan penyanyang. Orang yang membakar rumah nya dan membunuh kedua orangtua nya ternyata karena dendam yang sudah terpendam dan semakin menumpuk.. aku yakin setelah dia sadar dia akan mempunyai dendam yang sangat mendalam, dan berniat untuk membunuh pelaku itu.. aku tidak mau sampai itu terjadi gege.. aku tidak mau dia melakukan perbuatan jahat seperti orang itu..'' kata aoi dengan suara yang bergetar di kalimat terakhir. Ku lihat mata nya sudah berkaca-kaca, wajah nya terlihat sedih sekali. Aku memeluk nya, dan dia membalas pelukan ku lalu menangis.
''aku akan coba bicara pada nya ya..'' kata xiumin hyung. Aoi mengangguk. ''aku sudah membuat dia bisa berbicara dengan kita!'' kata aoi.
Aku mengantar aoi kembali ke kamar agar dia bisa melanjutkan istirahat nya, lalu membawa namja bernama tao itu ke kaamr kosong. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan tidur kami. Di dalam kamar aku tidak langsung tidur, melainkan menatap langit malam di balkon kamar.
Betapa perihnya kenyataan yang kami berenam harus hadapi.. aku beruntung aku tidak harus menjalani kehidupanku yang terus berjalan ini sendirian, aku beruntung bisa bertemu mereka dan hdup bersama mereka.. apa jadinya jika aku tidak bertemu aoi? Apa jadinya jika mereka tidak bertemu aoi? Apa kami akan bertemu satu sama lain jika tanpa bantuan aoi? Apa kami akan terus hidup jika kami tidak bertemu aoi dan satu sama lain? Apa kami akan menemukan kebahagiaan walaupun hanya sedikit dan sebentar jika kami tidak bersama dan tanpa bantuan aoi untuk bertemu satu sama lain? ... Aoi gomawo.. aku sangat bersyukur telah bertemu dengan mu, karena mu aku dapat bertemu mereka semua dan menemukan kebahagiaan walaupun tanpa orang tua, walaupun mereka bukan keluarga kandung ku, walaupun kami harus menjalani hidup yang susah tapi aku yakin bersama kalian aku pasti bisa tersenyum dan bisa melewati semua hari dengan baik..
Karena sudah larut malam dan semakin dingin, aku kembali tidur dikasur ku yang lembut ini. Cahaya bulan dan bintang menemani tidurku lagi malam ini, dengan senyum di wajahku aku mulai terlelap.
Kyungsoo pov
Aku terbangun saat ada sedikit cahaya mengenai wajahku, ku lihat jam sudah menunjukkan jam 7 pagi. Aku membasuh wajahku di kamar mandi, lalu berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan. Setelah sampai dapur lay hyung tiba-tiba datang dan mengambil strawberry, anggur, dan selai lain yang ada. Aku menaruh 7 piring mengingat ada seorang namja yang baru kami selamatkan tadi malam, lay hyung menaruh di tengah meja piring selai-selai itu. Aku menaruh 2 lembar roti disetiap piring dan beberapa lembar roti diatas piring panjang yang kemudian aku taruh di samping selai di tengah meja makan, lay hyung menghangatkan kembali beberapa baozi yang masih ada sisa tadi malam. Sambil menunggu baozi nya lay hyung membantuku membuat satu gelas susu strawberry dan 6 susu coklat, lalu kami taruh di samping setiap meja.
Setelah selesai aku dan lay hyung membangun kan yang lain.
Xiumin pov
Setelah mendengar suara lay dari depan pintu kamarku, aku segera membasuh wajah dikamar mandi dan keluar kamar. Tidak biasa nya aku terlambat bangun, sepertinya karena kejadian tadi malam. Aku segera ke dapur, ku lihat sudah ada sarapan untuk kami.
Setelah semua berkumpul di meja makan, aku melihat namja itu datang wajah nya yang baru bangun tidur imut dan lucu sekali. Ternyata bukan aku saja yang menganggapnya seperti itu, ku lihat yang lain juga memandangnya seakan bilang 'imut-sekali' apalagi aoi dia benar-benar ingin mencubit pipi namja bernama tao itu.
''Tao duduklah.. kita sarapan bersama..'' ajak ku. Dia menatap kami bingung lalu mengangguk.
Setelah selesai sarapan kami tidak kembali dulu kekamar, mengingat janji ku kepada aoi untuk berbicara padanya.
''Tao apa kau bingung kenapa kau berada disini ?'' tanyaku memulai percakapan. Tao mengangguk.
''seingat tao tadi malam tao ada di rumah tao yang sedang terbakar lalu datang yeoja itu mendekati tao setelah itu tao tidak tau lagi saat bangun ternyata tao sudah ada di rumah ini..'' jawab tao polos.
''kyeopta.. kamu imut banget sih tao-ssi..'' kata baekhyun yang sudah gemas sekali. Tao hanya tersenyum imut.
''ya benar dan yeoja ini adalah adik kami tepat nya adik angkat kami nama nya sora aoi biasa kami panggil aoi.. dia yang menolong mu tao!'' kata ku.
''kau penyihir yeoja manis?'' tanya tao.
''ha ha.. sudah ku duga kau melihat nya tao gege...'' kata aoi. Kami memandang mereka berdua bingung.
''kenapa dia bisa tau?'' tanya luhan.
''tadi malam saat aku sedang membuat pelindung untuk tubuh nya agar dia tidak menghirup asap-asap itu lagi dia melihatku sebentar lalu pingsan..'' jawab aoi. Kami hanya ber'oh' ria.
''kau hebat.. ku kira penyihir hanya ada di dongeng saja, tapi aku yakin kau yeoja cilik seorang penyihir baik hati..'' kata tao.
''tentu saja.. jika tidak kami tidak akan ada disini..'' kata baekhyun. Tao tertawa.
Kami memperkenalkan diri kami dan atas permintaan aoi kami juga memberitau dia tentang kejadian yang kami alami sebelum bertemu aoi. Mata nya berkaca-kaca saat kami menceritakan nya.
''tao gege memang orang yang mudah menangis ya.. walaupun berlatih wushu dan terlihat sanggar tetapi sebenarnya dia orang yang imut dan berhati sangat lembut, begitu juga dengan hati kalian gege..'' kata aoi. Tao tersenyum begitu juga kami.
''aku akan membalasnya.. jika aku bertemu dengan nya lagi aku pasti akan membalas orang itu lagi..'' kata tao. Kami terdiam, dia benar-benar terlihat menyeramkan. Aku memberani kan diri bicara.
''jangan seperti itu.. jika kau membalasnya itu berarti kau sama saja seperti dia.. lupakan saja dendam mu kita bangun lagi kehidupan mu bersama-sama dengan canda dan tawa..'' kata ku lalu tersenyum.
''gege.. jangan menyakiti orang.. kau kan sudah tau rasa nya tersakiti.. apa kau tega melihat orang lain juga tersakiti? Aku mohon jangan menyakiti orang lain..'' kata aoi dengan suara yang bergetar. Aku tau dia menahan diri agar tidak menangis didepan kami lagi.
''aoi..'' panggil tao pelan. Aoi melihat tao, lalu jatuh lah air mata nya. Dia menangis pelan, Tao mendekatinya lalu memeluknya.
''baiklah.. aku berjanji tidak akan melukai orang lain.. tapi kamu jangan menangis lagi ya..'' kata tao. Aoi mengangguk lalu tersenyum.
Besok nya saat berkumpul diruang tengah ditemani baozi dan bubble tea kami berbincang-bincang.
''gege.. mulai besok kita tinggal di korea yuk..'' ajak aoi.
''boleh saja!'' kata baekhyun-ssi.
''aku sih terserah saja..''kata ku dan kyungsoo-ssi serempak.
''aku juga terserah kalian saja!'' kata lay-ssi.
''yeay kita ke seoul..'' kata luhan-ssi dan tao-ssi senang.
''tapi aku masih bingung aku beli villa atau rumah sederhana?'' tanya aoi.
''bagaimana kalau rumah toko?'' usul ku. Mereka menatapku bingung.
''bukan toko sih tapi aku ingin cafe gitu..'' kata ku lagi.
''kenapa?'' tanya aoi.
''kami kan tidak punya pekerjaan.. aku sudah memikirkan nya sejak lama.. kalau rumah yang sekaligus cafe kan berarti kami bisa bekerja di cafe membantu mu..'' jawab ku.
''gege tidak perlu membantuku tidak apa-apa kok..'' kata aoi.
''tidak! Ini sudah keputusan bulat ku aoi.. aku mohon..'' kata ku.
''menurutku itu ide bagus..'' kata kyungsoo-ssi.
''aku juga tidak enak padamu yang selalu mengeluarkan uang untuk keperluan kita..'' kata luhan-ssi.
''iya itu benar aku juga!'' kata lay-ssi.
''lagipula bosan juga tidak ada kegiatan seharian..'' kata baekhyun dan tao.
''arraseo.. tapi dengan satu syarat..'' kata aoi.
''mwoya?'' tanya kami serempak.
''kalian harus melanjutkan sekolah kalian.. karena aku tau kalian masih siswa SMA!'' kata aoi.
Kami kaget mendengarnya, kami senang sekali jika bisa bersekolah kembali.
''Biaya nya aku yang tanggung.. tapi sekolah nya kalian boleh pilih kok!'' kata aoi.
Aku, kyungsoo dan baekhyun langsung heboh memilih sekolah, sementara luhan,lay dan tao sedang mengajarkan bahasa korea pada tao karena mereka tau bahasa korea.
''aoi.. sebutkan sekolah yang kau pilih.. aku pusing berdebat dengan kedua hyung ini..'' kata kyungsoo-ssi.
''aku sih memilih SM senior high school..'' jawab aoi santai.
''mwo?!'' kata ku tidak percaya.
''jinjayo ?'' tanya kyungsoo yang juga tidak percaya. Baekhyun hanya diam membuka.
SM senior high school adalah sekolah yang terkenal karena siswa-siswi nya yang berbakat. Kami senang sekaligus khawatir akankah kami bisa masuk ke sekolah itu?
Aoi mengangguk dan dia menyakinkan kami bahwa kami bisa. Mulai saat itu juga kami mengajari Luhan, Lay dan Tao banyak hal, apalagi Tao yang sama sekali belum tau korea jangankan pelajaran nya bahasa korea pun dia tidak tau.
1 minggu kemudian kami berangkat ke korea
''besok adalah hari kalian test masuk.. aku yakin gege-gege ku ini pasti bisa masuk karena kalian sangat pintar..'' kata aoi menyemangati kami.
''aoi bagaimana dengan cafe ini ?'' tanyaku.
''ah iya kalian mau beri nama apa cafe ini?'' tanya aoi.
''bagaimana kalau XOXO cafe?'' usul baekhyun-ssi.
''kalau History cafe ?'' usul kyungsoo-ssi.
''wolf cafe?'' usul luhan.
Tao dan lay hanya diam mendengarkan
''bagaimana kalau EXO cafe?'' usulku.
Mereka langsung mengangguk apalagi aoi dia langsung girang.
''tunggu.. kalau kami sekolah lalu bagaimana dengan cafe ini ?'' tanya lay.
''kalian kan pulang jam 3 sore.. kita akan buka jam 4 sore dan tutup jam 9 malam..'' jawab aoi.
''apa tidak terlalu singkat?'' tanya kyungsoo.
''tidak! Kalian juga butuh istirahat.. tapi kalau kalian ada tugas kelompok atau tugas yang menumpuk bilang ya.. agar cafe nya tidak dibuka.. aku tidak mau kalau gege harus tidur malam karena mengerjakan tugas..'' jawab aoi.
''arraseo..'' kata kami serempak.
Kami pun masuk ke kamar masing-masing, aoi bilang dia akan membuat palang nama (?) cafe ini dengan sihirnya.
Tbc
Mianhae semakin tidak jelas ff ini
Next chap bertemu pasangan mereka masing ^^
Last,
Review please ^^
