clairn ge present
.
.
Life With 'Happiness'
.
.
Rate M, bahasa kasar, alur(terlalu) cepat,
ada sedikit bumbu nc di sini, gs for uke
Jangan lupa tinggalkan review
;)
.
.
Ring basket di sampingnya yang sudah tua, tiangnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Berat? Tentu saja, apa lagi badannya tergolong mungil tidak bisa memanggul beratnya ring.
Krek..
Brak..
"Uh huh," pekik seorang lelaki di belakang Seokjin.
"Astaga, Kim Jun Myeon! Aduh terima kasih, maaf, aku bantu," jawab Jin dengan nada paniknya.
Ya, Kim Jun Myeon si Ketua Kelas, atau panggilan akrabnya Suho, ia menyelamatkan Seokjin dari bahaya. Ia berusaha menahan ring itu agar tidak menjatuhi Seokjin dan mendorongnya.
Teman lelaki lainnya yang melihat itu langsung menghampiri mereka. Ada yang membantu Suho dan ada juga yang mengkhawatirkan Seokjin. Adanya hal itu membuat permainan basket tim perempuan terhenti.
Beberapa anak perempuan yang tadi bertanding basket menghampiri Seokjin untuk mengetahui konflik yang membuat pertandingan terhenti. Salah satunya siswi asal China bernama Zhang Yixing.
Ia adalah pacar dari Suho, biasanya Suho memanggilnya Lay. Hanya Suho, keluarga, dan kerabat Yixing yang memanggilnya Lay. Tidak ada satupun dari temannya mengetahui hal ini, kecuali 'dia'.
"Jin ah, kau tidak terluka kan? Maaf ya, tadi beberapa anggota dari timku bermain terlalu kasar padamu," kata Zhang Yixing.
"Tidak kok Yixing ah," jawab Seokjin dengan senyum manisnya.
"Ya Tuhan, bagaimana bisa dia masih tersenyum ketika tadi bahaya hampir mendatanginya, dia memang perlu diawasi," batin Yixing.
"Gomawo Seokjin, istirahatlah dulu aku mau lanjut latihan," kata Yixing.
"OMO, makasih sayang, untung ada kamu, kalo enggak, kita udah didepak dari sini," batin Lay sambil membuat kontak mata dengan Suho.
"Ya benar kata La, Yixing, istirahatlah sebentar di UKS," kata Suho hampir keceplosan.
Jin hanya mengangguk lalu pergi berlalu ke kelas untuk mengambil seragamnya dan beristirahat sebentar di UKS.
"Gosh tadi kalo aku ga lari, mungkin 'dia' udah memotong-motong badanku untuk dibuat kornet," batin Suho.
"Hah, sial bener, dasar ketua bangsat, ngapain juga si babu ditolongin, euh sialan, jadi gagal bisa nyiksa babu kan, hahh," batin Rin Sye sambil menatap kepergian Seokjin dari jauh.
Setiap kelas yang mendapat jadwal pelajaran olah raga akan diberi waktu 35 menit untuk istirahat dan berganti pakaian setelah selesai jam olah raga.
At Medical Room~
"Yah, penjaganya ga ada, bosen ah," kata Seokjin dengan nada kesalnya.
Ia pun menidurkan badannya dan menyelimuti dirinya, lalu memejamkan matanya. Tak lama kemudian ia mendengar pintu terbuka, dan terdengar suara khas dari sepatu guru. Jin mengira-ngira ada dua orang yang masuk.
Jin mengintip dari balik selimut, ia hanya melongo, kaget. Ia melihat guru bahasa Indonesianya, Jongdae ssaem dan pegawai penjaga UKS, Minseok ssaem, sedang berciuman sambil menutup matanya, dan berjalan beriringan dengan cepat menuju ranjang tidur paling pojok.
Mereka tidak menyadari kehadiran Seokjin. Seokjin jadi merona lalu menuruni ranjang tidur perlahan-lahan dan berjalan berjinjit-jinjit keluar UKS lalu tak lupa menutup pintunya. Ketika ia berbalik setelah menutup pintu, di belakangnya sudah ada Namjoon.
"Uwaa! Yak Joon ah, kau mengagetkanku," kata Seokjin sedikit histeris.
"Lho aku baru saja berdiri di sini kok," jawab Namjoon.
"kok pintunya ditutup? Pintu UKS jangan ditutup," lanjutnya seraya meraih gagang pintu itu dan ingin membukanya.
"J-jangan Joon ah, j-jangan dibuka," kata Seokjin terbata-bata dengan tangannya yang menahan tangan Namjoon untuk menekannya.
"Wae?" tanya Namjoon.
Seokjin hanya kebingungan, ia kehabisan akal mencari alasan.
"Pasti Jongdae ssaem dan Minseok ssaem kan?" tanya Namjoon.
"H-hah? Kok tahu?" kata Seokjin lirih sambil melototkan matanya.
"Hehehe, aku juga sudah pernah mendengarnya, bahkan sampai 'siarannya' usai," jawab Namjoon.
"Biasanya mereka mainnya di kamar mandi UKS sih, jadi ga kelihatan permainannya mereka," lanjut Namjoon.
Langsung saja Seokjin menyingkir dari depan pintu, seakan mempersilakan Namjoon masuk. Tapi yang di dapati dari Seokjin adalah wajah tegang dan mata melotot Namjoon.
"W-waey- hmpt!" tanya Seokjin terpotong oleh bekapan tangan Namjoon karena melihat Jongdae ssaem dan Minseok saaem bercinta di kasur bukan di kamar mandi seperti yang diceritakan kekasihnya.
"Hm, memang sebaiknya ditutup," kata Namjoon.
Klik..
Pintu tertutup dan Namjoon menghela nafas berat, lalu menarik tangan Seokjin. Ia pun menurutinya walaupun tadi sempat ingin memberontak. Namjoon membawanya ke ruangan khusus di dalam lapangan indoor yang berfungsi sebagai tempat berganti baju para siswa laki-laki.
Biasanya tempat ini digunakan oleh Yoongi dan Jimin untuk pacaran. Di dalam ruangan, Namjoon berkata pada Seokjin,
"Seokjin, aku jadi turn on melihat mereka tadi, bantu aku menyelesaikannya, tapi kalo masih sakit,"
"Ngh? Ok ok," kata Seokjin sedikit terengah.
Namjoon sudah siap dengan juniornya yang mengacung tegak di tangannya dan Seokjin sudah melepas kaitan branya tanpa melepas kemeja dan almamaternya. Dadanya ia naikkan melewati branya, sehingga branya tidak benar-benar terlepas dari badannya.
Pemandangan yang benar benar sensual, payudara yang menyembul keluar dari kemeja Seokjin yang hanya dilepas 3 kancing. Ia yakin celana dalamnya sudah basah.
Namjoon mengocok cepat penisnya sambil memandangi wajah dan tubuh Seokjin. Wajah Seokjin merona melihat Namjoon menatapnya intens. Tatapannya seperti ingin menelanjanginya sekarang juga.
Seokjin sudah tidak dapat menahannya, ia mulai memainkan putingnya sendiri dan melenguh pelan. Menjilat dan menggigit bibirnya sampai liur menetes dari mulutnya.
Crot
Crot
"Ah baby," desah Namjoon pelan.
Namjoon mengeluarkannya di tangannya lalu tangannya dijilat dan dikulum Seokjin sampai bersih.
"Hm, baby, maafkan aku yang kelebihan hormon ini, tadi mereka benar-benar melakukannya tanpa menutupinya dengan selimut, jadi aku bisa melihatnya dengan jelas," jelas Namjoon.
"Gapapa kok Joon ah," kata Seokjin sambil tersenyum tipis.
"Sayang, ayo kita lakukan tantangan," sahut Namjoon.
"Tentu, siapa takut?" jawab Seokjin menantang.
"Lepaskan bramu, berikan padaku, dan aku akan lepas celana dalamku dan akan kuberikan padamu," kata Namjoon sambil menyeringai.
"Wow, dia ternyata suka eksibisionis, hm, menantang juga," batin Seokjin.
"Dan, nanti yang kalah atau yang menyerah duluan akan diberi 'hukuman' bagaimana?" lanjut Namjoon.
"Ok, kenapa tidak?" jawab Seokjin sambil tersenyum tipis.
Seokjin pun melepas branya dan memberikannya pada pacarnya itu. Begitu juga Namjoon, ia melepaskan celana dalamnya dan memberikannya pada Seokjin.
Lalu mereka menyimpannya di kantong yang ada di balik almamater mereka. Dan diakhiri dengan ciuman panas. Namjoon langsung menyudahi ciuman itu ketika sadar bel akan berbunyi 10 menit lagi.
Pip..
"Yak, sudah selesai, kita sudah dapatkan videonya sayang," kata Jimin sambil mematikan hpnya.
"Chagi, gapapa ni? Kalo mereka tau terus marah gimana?" tanya Yoongi dari luar ruangan.
"Harusnya kamu ikut doa biar ga ketawan, hehe, mereka pasangan nekat, melepas dalaman di sekolah, dan salahkan mereka karena merebut tempat pacaran kita," jawab Jimin.
"Sudahlah, ayo Jimin ah, mereka udah mau keluar tuh," kata Yoongi sambil berlari menyeret Jimin.
Lalu Namjoon dan Seokjin keluar dari ruangan dan segera pergi ke kelas masing-masing. Seokjin merasa diperhatikan oleh beberapa temannya ketika memasuki kelas, kondisinya yang berkeringat dan dadanya sedikit bergelayut naik turun ketika berlari kecil.
Dia hanya masa bodoh saja. Tidak peduli, kan memang tujuannya begini. Ia segera duduk dan memasukkan seragam olah raga yang dipinjamnya tadi.
Pelajaran kesenian akhirnya dimulai, Mr. John sudah memasuki kelas sambil membawa beberapa buku tulis, satu buku cetak, dan amplop coklat sedikit besar berisi soal ulangan. Tidak seperti yang lain, dia guru yang menyenangkan. Impian para siswa.
Siapa yang tidak senang kalau ulangan hariannya boleh mencari jawaban di buku? Tentu saja murid kelas 10-B memanfaatkan kesempatan ini. Kesempatan yang tidak akan didapatkan oleh beberapa anak kelas lain karena tidak digurui oleh Mr. John.
Soal dengan jumlah 45 pilihan ganda dan 5 uraian dikerjakan sampai satu setengah jam kedepan. Tentu saja hal seringan ini ada syaratnya, cukup mudah, tidak perlu mengobrol dengan suara yang lantang dan jangan makan saat mengerjakan soal.
Baru empat puluh lima menit berlangsung beberapa siswa sudah ada yang mulai mengobrol lirih dan bermain ponsel. Salah satunya Seokjin. Tak heran, dia kan siswi dengan otak yang lumayan encer, tidak perlu buka buku sudah bisa menjawab soal. Dia sedang bermain game bergenre laga.
Jangan remehkan Seokjin perempuan yang perasaanya sensitif ini. Begini-gini dia jago bermain game laga online di ponselnya. Ini akibat dari oppanya, Kim Taehyung, yang meminjam hpnya untuk download game itu. Kata Taehyung, hp Seokjin lebih cocok untuk main game.
Kenapa tidak beli sendiri saja? Begitulah kira-kira batin Seokjin. Baru sebentar ia bermain game, hpnya direbut oleh Rin dari belakang. Ia menaikkan kedua alisnya lalu menyeringai tipis.
"Wahaha, babuku Kim Seokjin, ternyata diam-diam menghanyutkan ya? Apa ini? Game tembak-tembakan? Pft, jangan-jangan kamu main ini buat pelampiasan," kata Rin dilanjut tawa tanpa suaranya.
"Takut ya? Ckck, menyedihkan, coba saja lawan aku kalau bisa, kekeke, jika kau lakukan itu kau akan ku tendang sampai benua Eropa," lanjutnya.
Di otak Rin terbesit ide jahil, ia akan menjatuhkan hp Seokjin begitu saja dari tempatnya lalu Seokjin akan panik dan secepat kilat menyambar hpnya. Setelah wajahnya mendekati tangan Rin, ia akan menjitak kepala Seokjin lalu menampar pipinya.
Ya, benar saja, ia lalu menjatuhkan hp Seokjin dan sesuai rencana Rin. Seokjin langsung menyambar hpnya, tapi ada sesuatu yang ia lupakan. Ia tidak pakai bra, posisinya membuat dadanya tercetak dari luar almamaternya.
Rin yang melihat itu sedikit terkejut, lalu tertawa dengan volume sedikit kencang. Lalu ia berbisik pelan ke telinga Seokjin,
"Wah wah, babuku seksi juga, tidak pakai bra ya? Hahaha."
"Tapi masih seksi aku kali, kekeke," lanjutnya dengan volume suara yang masih pelan.
Seokjin sedikit merona, bagaimanapun dia juga perempuan dengan perasaan sensitifnya. Memangnya siapa yang tidak malu kalo ketahuan setengah bugil? Orang sinting mungkin, begitulah batin Seokjin.
"Dasar, kamu juga beli hp pake uang kotormu itu ya? Ambil nih," kata Rin ketika menyadari merk hp Seokjin sambil menendang kencang hp Seokjin sampai sedikit membentur kursi yang diduduki Seokjin.
Seokjin langsung mengambil hpnya. Lalu menyimpannya di saku dalam almamaternya, setelah itu ia meminta izin pada Mr. John untuk pergi ke toilet. Sampai di toilet ia segera memasuki salah satu bilik toilet dan bercermin menggunakan hpnya. Dia sedikit merona dan muncul sedikit rasa menyesal.
"Sialan, ternyata kemejanya terlalu kecil, harusnya pakai yang lebih besar, hu payah," batin Seokjin sambi memanyunkan bibirnya.
Ia sedikit mengeluarkan kemejanya dari rok agar bentuk dadanya tidak terlau tercetak jelas. Lalu ia keluar dari bilik toilet dan mengusap wajahnya dengan air di wastafel. Kemudian dari bilik paling pojok muncullah Yoongi, ia melihat Seokjin lalu mendekatinya.
"Jin ah, kau tidak pakai bra?" tanya Yoongi to the point.
"Eh, i-iya," jawab Seokjin.
"Duh kamu tu goblok apa kurang puas sama Namjoon eoh? Mau teman-temanmu bisa liat dadamu?" tanya Yoongi dengan nada seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya.
"B-bukan begitu maksudku, aku hanya menerima tantangan Joonie oppa, pada saat itu aku tertantang untuk mencobanya," jelas Seokjin.
"Ck, yasudahlah, pokoknya kamu nanti bilang sama Joonie oppamu itu untuk mengembalikan bramu," kata Yoongi dengan tegas.
"Hm, aku duluan," jawab Seokjin cuek.
"Loh dia tau dari mana kalo braku ada di Joonie oppa? Ah sudahlah," batin Seokjin.
"Bangsat, keceplosan! Dia nyadar ga ya?" batin Yoongi.
Sesampainya di kelas, suasana sudah sedikit ramai, tanda bahwa hasil pekerjaan akan segera dikumpulkan. Seokjin segera kembali ke mejanya dan mulai fokus ke pelajaran lagi. Lalu Mr. John menuliskan jawaban pilihan ganda di papan tulis, sedangkan uraian akan dikoreksi oleh beliau.
Setelah selesai mengoreksi lembar kerja yang sudah saling ditukar, seluruh siswa mengumpulkannya pada Mr. John. Lalu beliau langsung meninggalkan kelas begitu saja karena memang jadwal mata pelajaran kesenian kali ini hanya diisi dengan ulangan harian.
Ya sesuai dengan sebutannya yang terkenal, "Mr. Angel John", beliau memberikan 1 jam pelajaran kosong selama 45 menit yang akan dilanjut pelajaran biologi oleh Ms. Hyuna yang diisi praktikum. Sebenarnya Ms. Hyuna sudah menitipkan pesan untuk ketua kelas, bahwa ia tidak bisa mendampingi siswa kelas 10-B untuk praktikum, karena harus mengawasi karantina OSN siswa kelas 11 yang terpilih. 45 menit berlalu, Suho segera berdiri di depan kelas untuk memberi arahan,
"Yak! Mohon perhatiannya teman-teman. Ms. Hyuna kali ini tidak bisa mendampingi kita untuk praktikum, tapi beliau tetap akan mengambil nilai dari hasil praktikum kita. Sekarang bereskan buku kalian lalu kita pergi ke lab biologi. Tolong kerja samanya!"
"Ya pak ketuaa~" jawab para siswa kelas 10-B bersamaan.
Dan hanya dibalas tatapan jengah oleh Suho. Jae Rin Sye segera membereskan bukunya dan mendekati teman-teman segengnya, membisiki masing-masing dari mereka. Lalu ketawa lirih tidak jelas. Lalu berjalan menggerombol meninggalkan Seokjin di dalam kelas.
Seokjin pun menyusul dan menutup pintu kelas. Setelah itu ia dikagetkan lagi dengan salah satu anggota geng milik Rin,
"Hei Jin ah, ayo kita ke lab bersama," kata perempuan itu yang bernama Senna.
"Hng? Ok," jawab Jin.
Lalu Senna menemukan ide jahil, ia melihat tali sepatu Seokjin tidak terikat dengan benar. Ia akan menginjaknya dan Seokjin terjatuh di depan para kakak kelas sebentar lagi, begitulah kira-kira ide Senna.
Tapi Seokjin lalu menyadari tali sepatunya yang terikat dengan tidak benar, langsung berlutut dan membenarkan tali sepatunya bersamaan dengan kaki Senna yang menginjak tali sepatunya.
"Duh, maafkan aku Jin ah, aku tidak sengaja, kamu sih menalinya tidak benar," kata Senna sedikit gugup karena gagal menjalankan misi dengan nada sedikit ketus.
"Ah iya, tidak apa, maaf," jawab Seokjin.
Lalu sialnya, karena Seokjin ceroboh, dia hanya mengikat tali sepatu bagian kanan, yang bagian kiri tidak ia benarkan. Membuatnya menginjak tali sepatunya sendiri dan jatuh tengkurap di atas genangan air, entah air apa itu.
Ya bisa ditebak, kemeja Seokjin yang berwarna putih menjadi semi transparan karena basah terkena air. Senna yang menyadari ini membelalakkan matanya, terkejut dan sangat tidak menyangka.
Bahwa, korban bully milik Jae Rin Sye itu seksi sekali. Dan perlu diketahui, orientasi seksual Senna adalah, lesbian. Tidak ada yang tahu ini kecuali Rin Sye. Itu sebabnya Rin Sye menunjuk Senna untuk memata-matai Seokjin yang merebut calon pacarnya, sehingga Rin Sye memperbolehkan Senna untuk 'mengkasari' Seokjin.
"S-seokjin ah, kau tak apa? Ku bantu berdiri ya?" kata Senna.
"A-aku tak apa," kata Seokjin sambil mengeratkan blazer dan dekapan bukunya untuk menutupi kemejanya yang basah.
"Em, kemejamu basah Jin ah, aku akan meminta izin pada Suho untuk menyusul praktikum. Aku akan bantu mengeringkan pakaianmu," sahut Senna dengan seringai tipisnya, hampir tidak terlihat.
"O-ok," jawab Seokjin gugup.
.
TBC
.
Annyeong, kembali lagi~ mianhe untuk semua pembaca ff ini yang sudah menunggu, maaf utk chapter ini yg pendek. Setelah ini aku harap aku bisa update dengan teratur. Maaf sekali lagi T_T
