Chapter 4.
Bisikan-bisikan terdengar seiring Shiroha melangkahkan kaki di sepanjang koridor. Suzu mengekor di belakang.
"Wah, The Empress! The Empress!" Suzu dengan norak melompat-lompat di belakang Shiroha. "Kau dengan sekejap jadi terkenal karena Akashi ya."
"Suzu-chan, diamlah," Shiroha mempercepat langkah kakinya. "Oh Ya Tuhan, ini bisa membunuhku perlahan-lahan .."
Shiroha berhenti di depan ruang OSIS, yang entah mengapa Shiroha merasakan pintu yang ada di depannya sangat besar dan berat.
"Oke, goodluck Mitsuki-chan, aku kembali ke kelas dulu!"
Suzu dengan gembiranya pergi meninggalkan Shiroha, yang sekarang agak grogi.
Shiroha membuka pintu perlahan-lahan. Ia sedikit mengintip ke dalam.
Dan mulutnya menganga sedikit.
"Tak kusangka kau datang sepagi ini, Shiroha-san."
Si kepala merah menyeringai.
"Akashi-san, kenapa ada di sini?" Tanya Shiroha sedikit bingung. Oke, dia tahu bahwa Akashi adalah ketua OSIS sebelumnya. Tapi pagi-pagi seperti ini, yang bahkan belum mulai pelajaran, tentu saja belum ada aktifitas yang bersangkutan dengan OSIS 'kan?
"Pulang sekolah, kembali ke sini."
Hah?
Shiroha tahu itu perintah. Tapi .. Yah sudahlah, Akashi memang seperti itu.
"Baiklah, aku .. Permisi dulu."
Shiroha membalik badannya dan hendak membuka pintu. Eh? Pintunya tidak terbuka?
"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?" Akashi memainkan sebuah kunci di tangannya. Sejak kapan ia menguncinya?
"Well, I have my own ways," Akashi menyeringai. Shiroha sedikit berjengit.
"Temani aku sampai jam istirahat," titah Akashi dengan suara rendah. Ia mendekat pada Shiroha sambil memainkan gunting.
"Will you?"
Shiroha membuka bibirnya. "Tapi aku kan -"
"Saya sudah minta izin, tenang saja," Akashi mengeluarkan selembar kertas yang adalah surat izin.
"Baiklah, mari kita mulai."
Shiroha menatap grogi Akashi yang ada di depannya.
"Angkat dagumu."
Shiroha dengan gugup mengangkat dagunya. Akashi memegang dagu Shiroha.
"Seperti ini .."
Telunjuk Akashi mengangkat dagu Shiroha dengan lembut.
Deg!
Ibu jari Akashi berada tepat di bawah bibir Shiroha.
Astaga, Tuhan.
"Bagus, kau harus bisa berjalan dan berbicara dengan kepala tegak seperti ini," Akashi melepaskan tangannya.
Shiroha nyaris pingsan.
Astaga Tuhan, apa tadi?
Otaknya kembali berpikir lagi. Ia yakin indra perabanya masih berfungsi dengan baik dan sangat peka dengan sentuhan tadi.
Otaknya menyadari bahwa tadi ibu jari Akashi sedikit menyentuh bibir bawah Shiroha.
Ya Tuhan, takdir memang sengaja menyiksaku, batin Shiroha sambil menahan rona pipinya.
"Nah sekarang, latihan berbicara."
Akashi duduk di kursinya. "Kau berdiri di sana. Bayangkan seakan-akan kau sedang berbicara di hadapan orang banyak."
Shiroha mendadak pucat. Oke, dia memang grogi berbicara di depan umum. Tapi di depan Akashi ternyata lebih sulit.
"Umm .. "
"Lihat ke arahku, Shiroha-san."
Mata Shiroha kembali menatap wajah Akashi. Ia berusaha menatap wajah Akashi. Tapi masalahnya tidak semudah itu.
Mata Akashi balik menatap mata Shiroha.
Dan Shiroha paling tidak tahan.
"Shiroha-san."
Ah, sial, batin Shiroha agak kesal.
"Punggungmu harus tegak, tapi rileks."
Akashi bangkit dari kursinya. Ia menghampiri Shiroha yang sedari tadi tegang.
"Kepala tetap tegak," Akashi menyentuh dagu Shiroha. "Punggung tegak namun rileks .."
Tangan Akashi menepuk punggung Shiroha. "Sekarang, perkenalkan dirimu."
"Sa .. Saya .. Saya Shiroha Mitsuki .."
"Lebih keras."
Tangan Akashi mengelus punggung Shiroha.
"Tegak."
Ah, ya Tuhan, batin Shiroha setengah meratap. Lucky itemku benar-benar manjur. Tapi aku disiksa seperti ini.
Apa diriku seorang masokis?
Shiroha dengan gontai kembali ke kelasnya, agak lega karena Akashi akhirnya mengijinkan dirinya untuk beristirahat.
"Mitsuki-chaaaaaan! Astaga! Kau kenapa? Kau tidak apa-apa 'kan? Begitu aku mendengar kau tidak kembali ke kelas sejak bel masuk berbunyi, aku khawatir sekali! Apalagi ruangan OSIS terkunci dan kau .." Suzu sedikit merendahkan suaranya, "berdua di dalam sana dengan Akashi .."
"Aku baik-baik saja, terima kasih," Shiroha mengambil sekaleng soda dari kantung plastik yang dibawa Suzu. "Aku hanya disiksa secara mental."
"Serius? Kau tidak apa-apa 'kan?"
"Sungguh tidak apa-apa, Suzu-chan, aku hanya sedikit lelah," Shiroha meminum sodanya.
"Oh ya, ngomong-ngomong tadi ada pengumuman kalau besok kau akan berpidato .. "
"Hah?"
"Iya, Takafumi-sensei mengumumkan tadi ketika pelajaran sastra, kau .. Masa kau tak tahu?"
Tuh 'kan, pasti Akashi lagi.
"Ah, iya .. Iya kok .. "
"Eh? Sungguh? Kupikir Akashi yang memaksamu .."
Shiroha hanya tertawa. Sebenarnya iya sih.
"Shiroha-san?"
Shiroha berjengit. Akashi memanggilnya dari belakang.
"Ayo kembali lagi."
"Eh? Akashi-san? Kupikir .. Kita akan bertemu lagi nanti pulang sekolah?"
"Kau sudah tahu alasannya, kita tak punya waktu lagi, ayo," Akashi membalik badannya dan berjalan.
Shiroha melirik Suzu yang menatapnya 'selamat, kau menang jackpot.'
Shiroha menghela nafas. Oke, ini bakal jadi hari yang sangat panjang ..
"Nama saya Shiroha Mitsuki. Seperti apa yang dikabarkan kemarin, mulai hari ini saya secara resmi akan menggantikan Akashi Seijurou, sebagai ketua OSIS yang baru."
Shiroha menghela nafas lega. Akhirnya ia bisa dengan lancar memperkenalkan dirinya. Akashi bertepuk tangan.
"Sekarang, cara kau berjalan."
Shiroha mengernyitkan dahi. "Untuk apa?"
"Ketika kau memasuki panggung, kau tidak mungkin berjalan sambil menundukkan kepala 'kan?"
"Ah .."
Akashi membuka tirai rambut Shiroha. "Ponimu terlalu panjang. Kau tidak akan bisa melihat orang dengan jelas, begitu juga dengan orang lain."
Tangan Akashi secara tidak sengaja menyentuh pipi Shiroha walau sebentar. Spontan pipi Shiroha memanas.
Akashi menyeringai.
"Kau memikirkan apa?"
"Eeh? Tidak kok!" Shiroha dengan malunya langsung mundur selangkah. Dua langkah. Tiga langkah.
"Shiroha-san, hati-hati -"
Shiroha nyaris jatuh tersandung kaki meja. Akashi dengan cepat menahan pinggang Shiroha agar tidak jatuh.
"Kau ceroboh."
Peduli ia ceroboh atau tidak, ia justru sekarang berterimakasih pada kecerobohannya.
Bagaimana tidak?
Tangan kanan Akashi memeluk pinggang Shiroha dengan lembut. Wajah Akashi tepat berada di sebelah telinganya. Deru nafas Akashi yang tenang terdengar jelas di telinganya.
Takdir sedang menyiksanya perlahan.
"Apa yang kau pikirkan lagi?" Tanya Akashi setengah berbisik.
Bisikkan Akashi menjatuhkannya kembali ke dunia nyata.
"A .. Aku tidak memikirkan apa-apa, sungguh!" Shiroha menyembunyikan wajahnya di balik rambutnya.
"Jangan menyembunyikan wajahmu seperti itu."
Akashi, belum melepaskan tangannya, dengan tangan kirinya mengangkat wajah Shiroha dengan lembut.
Wajah Shiroha jelas terlihat. Wajahnya semakin memerah ketika matanya menatap wajah Akashi yang ditimpa sinar matahari sore. Matanya kembali bertemu dengan mata Akashi, dan dengan cepat ia mengaluhkannya ke sudut ruangan.
"Kau jelas memikirkan sesuatu," seringai Akashi.
Akashi berjalan pulang ke rumah. Supirnya mendadak tidak bisa mengantar karena harus menjemput ayahnya ke bandara. No problem, batin Akashi sambil mengetik sesuatu di handphone-nya.
'Kau punya teman perempuan yang menarik.'
Menekan tombol send, ia sedikit menyeringai.
Ini akan menjadi sangat menarik.
Setidaknya, ia sudah berhasil menciptakan image The Empress di dalam diri Shiroha.
Dan ia tidak sabar untuk melihatnya.
Shiroha mengeringkan rambutnya. Besok akan menjadi hari yang bersejarah, batinnya sambil melirik lucky itemnya, celengan babi kecil.
Rrrrr ... Rrrrrr ...
Shiroha dengan senang mengangkatnya. "Shin-kun!"
"Kau tidak apa-apa nanodayo?"
Shiroha sedikit terkejut. "Eh? Aku tidak apa-apa, memangnya ada apa?"
Terdengar nafas lega Midorima, yang langsung ia tutupi dengan sikapnya yang tsundere itu. "Ti-tidak kok, saya hanya .. sudah lupakan."
"Eeeh~ Shin-kun? Ada apa?"
"Tidak apa-apa nanodayo, sudah kau cepat tidur."
"Tapi Shin-kun, kau tiba-tiba saja .."
Lagi-lagi telepon dimatikan duluan oleh Midorima. Sedikit kesal, Shiroha menutup handphone-nya.
"Ada apa sih?"
Midorima menatap pesan singkat itu dengan serius. Matanya sedikit memancarkan kekhawatiran.
Jangan sampai, batin Midorima resah. Jangan sampai ..
Tanpa sadar ia sedikit mencengkeram handphone-nya agak keras.
Yeaaaaaaaaah udah 4 ternyata wwwwww xD
dan update gak kurang dari 12 jam cikiciww xD lagi banyak ide dan nganggur sih tepatnya xD I wonder berapa banyak kata 'menyeringai' dan seringai' yang sudah Anna ketik di sini ._.
To mayu chii: gyahahaha karena Akashi absolute (?) /gaknyambung xD ini sebisanya update cepet kalo nganggur wkwkwkwk xD btw thx udh bacaa yaa
