dangerouSHIRO present :
"Angel of Sorrow"
All chara own by SMent
This fanfic using MALExMALE story
You can find a lot of TYPO here!
So, if you DON'T LIKE that thing…
Make it simple!
DON'T READ my fanfic!
I DON'T NEED FLAMER OR BASHING!
( ¯ _ ¯!)
And if you don't like all pairing in this story,
Just GO AWAY!
XOXOX
Leeteuk menatap Hankyung yang masih setia mendengarkan cerita masa lalunya. Namja tampan itu sesekali menepuk punggung Leeteuk dengan lembut kala ia terisak. Mata cokelat gelap Leeteuk terlihat berkaca-kaca karena air mata yang mengumpul, "setelah aku keluar dari sekolah itu aku harus berjuang untuk tetap hidup. Aku berfikir saat itu bukan hanya aku yang hidup, tapi Henry juga pasti ingin hidup." ujar Leeteuk.
"Lalu setelah itu kau tinggal dimana, hyung?"
Leeteuk menghela nafas, "awalnya aku hidup sendirian. Aku menyewa rumah di pinggiran Gwangju, tapi pada akhirnya aku kembali terbuang ke jalanan." Leeteuk tampak diam sesaat, raut wajahnya saat ini benar-benar terlihat kuyu. Ada guratan kesakitan dan kekecewaan diwajah cantik bagai malaikatnya.
"Aku bekerja apa saja waktu itu, asal aku bisa bertahan hidup. Aku pun kembali mengabaikan kehadiran Henry didalam tubuhku, bahkan saat aku merasa putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa, aku selalu menyalahkan Henry."
"Lalu?"
Leeteuk menundukkan wajahnya, "aku berfikir untuk kembali membunuh Henry. Aku berfikir kalau Kangin saja menganggap aku yang mengandung Henry itu menjijikkan, untuk apa aku terus hidup? Tapi-" Leeteuk menggantung kalimatnya. Isakan kembali terdengar dari namja cantik itu, "aku bukan hanya berniat membunuh Henry, tapi juga membunuh diriku sendiri. Aku tidak sanggup untuk terus hidup, entah kenapa disaat-saat aku putus asa… Aku merindukan Kangin. Aku ingin dia ada disisiku dan memberiku semangat, tapi aku tahu itu tidak mungkin. Mana mungkin Kangin mau bersamaku, dia saja membuangku dan anaknya. Dan saat bayangannya ada didalam otakku, yang teringat darinya hanyalah kata-kata hinaan dan makiannya padaku."
Hankyung menatap bahu Leeteuk yang mulai bergetar. Namja itu tidak tahan melihat sosok bagai malaikat itu terlihat rapuh seperti saat ini. Dia meraih bahu kecil Leeteuk dan merengkuhnya, mencoba menenangkan tanpa kata-kata.
"Aku mencoba bunuh diri suatu hari, aku harap kali itu aku berhasil dan mati. Tapi nyatanya tuhan masih ingin melihatku menderita lebih banyak, Hankyung-ah. Aku tak mengerti kenapa aku kembali diselamatkan waktu itu? Kenapa aku harus hidup kalau ternyata tidak ada yang menginginkan keberadaanku, terutama ayah dari anakku!"
"…"
"Aku membencinya Hankyung-ah! Aku membenci Kangin, aku membencinya!" Isakan Leeteuk pecah menjadi tangis. Namja cantik itu meluapkan emosinya dengan memukuli dada bidang Hankyung yang masih mendekapnya.
Hankyung masih membelai punggung Leeteuk lembut, sesekali ia mencium puncak kepala Leeteuk agar namja cantik itu tenang. "Ssshhh~ tenanglah hyung, ada aku disini."
Dikejauhan tampak sosok lain yang tengah menggenggam sesuatu ditangannya melihat adegan itu. Sosok namja berwajah cantik dengan rambut panjang terkuncir itu tampak menggigit bibirnya, mencoba menahan sakit di dadanya dan air mata yang bisa jatuh kapan saja dari mata indahnya.
"Inikah yang kau sebut persahabatan, Hannie-ah?" bisik namja cantik itu.
XOXOX
Hankyung berjalan kearang ruang kerjanya, dia adalah dokter yang bertanggung jawab atas Henry. Dokter spesialis anak, seorang namja bertalenta asal negeri tirai Bambu, China.
Hankyung mendudukkan dirinya dikursi, mendengar kisah masa lalu Leeteuk yang rumit dan menyedihkan membuatnya kacau. Dia juga tidak mengerti kenapa perasaannya kacau, yang jelas ia paling tidak suka ketika ia harus melihat Leeteuk mengeluarkan air mata.
Hankyung mengalihkan pandangannya pada meja, namun ada sesuatu disana yang menarik perhatiannya. Namja tampan itu pun meraih kantung plastik yang ada disamping dokumen-dokumen kerjanya. Hankyung melihat kedalm plastik itu dan menemukan tempat makan sterofoam didalamnya.
Hankyung segera mengambil kotak sterofoam itu dan membukanya, tampak sup tomyam kesukaannya tersaji didalam kotak itu. Hankyung tersenyum penuh arti, ia tahu siapa yang membawa makanan ini untuknya. "Cinderella ternyata tadi kesini ya? Manis sekali dia membawakan makanan untukku." ujar Hankyung entah pada siapa.
Namja itu segera meraih jas dokternya yang tersampir di kursi. Merogoh sakunya hanya untuk menemukan ponsel. Setelah ponselnya ditemukan, Hankyung segera memencet nomor seseorang yang sudah dihafalnya diluar kepala.
Nada sambung terdengar, namun tak kunjung terangkat. Hankyung mengernyit, tak biasanya sang Cinderella tidak menjawab panggilannya.
Hankyung terus mencoba hingga akhirnya ia tersambung….
"Wei-" namun ucapan Hankyung terputus kala suara operator mail box yang menyapanya.
XOXOX
Namja cantik itu tengah menangis dikamar mandi rumah sakit sembari menatap layar ponselnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab tampak dilayar ponsel itu.
"Apa artinya aku akan kau tinggalkan, Hannie? Apa orang yang kau sebut seperti malaikat itu akan menggantikan Cinderella mu?"
Namja itu semakin terisak, matanya menatap cincin yang melingkar dijari manis kanannya. "Apa cincin ini hanya lelucon? Kau sungguh bodoh, Kim Heechul! Kau bodoh!"
xoxox
Hankyung menatap jam tangannya, pukul sebelas malam. Dia pun memilih beranjak dari ruang kerjanya, berniat untuk kembali ke Apartmentnya. Sebelum benar-benar pulang, Hankyung melangkahkan kakinya menuju kamar rawat Henry. Didepan ruang ICU itu Hankyung mendapati sosok Leeteuk yang tertidur dibangku tunggu.
Hankyung mendekat pada sosok Leeteuk yang tertidur, tampak sekali posisi tidur namja cantik itu tak nyaman. Hankyung membuka jas dokternya untuk kemudian ia jadikan selimut untuk Leeteuk. Senyum terhias diwajah Hankyung, "kau memang harus tidur hyung."
Setelah memastikan jasnya bisa melindungi Leeteuk dari udara malam, Hankyung berjalan kearah pintu ruang ICU. Dari kaca kecil yang ada dipintu, Hankyung dapat melihat sosok bayi mungil tak berdosa terbaring tanpa daya dengan alat-alat penopang kehidupan. Hankyung pun tersenyum lembut pada Henry lewat kaca kecil itu, "aku pulang dulu ya, my little mochi." Dan Hankyung pun meninggalkan tempat itu tanpa kata-kata.
XOXOX
"Minnie-ah, Kau belum tidur?" tanya Hankyung pada sosok
namja yang masih bertahan didepan laptopnya. Namja berwajah imut itu menolehkan kepalanya, "eh hyung sudah pulang. Aku kira jadi dokter jaga lagi hari ini." Jawab namja imut bernama lengkap Kim Sungmin.
Hankyung hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan calon adik iparnya itu. "Hyung!" panggilan Sungmin kala ia melihat Hankyung akan beranjak.
Namja tampan yang dipanggil itu pun menghentikan langkahnya,
"Waeyo Minnie-ah?"
"Tadi Chullie-hyung ke rumah sakit membawakan tomyum untukmu. Tapi-" Sungmin menggantungkan kalimatnya, "ketika dia pulang tadi, entah kenapa aku lihat matanya sembab. Apa hyung dan Chullie-hyung bertengkar?"
Hankyung terdiam, ia masih memproses perkataan Sungmin. Dan dengan cepat Hankyung berlari menuju kamar yang menjadi kamarnya dan Heechul.
XOXOX
"Cinderella…"
Hankyung memanggil Heechul dengan nama kesayangannya sembari tangannya meraba dinding, mencoba mencari sakelar lampu. Hankyung sedikit heran ketika mendapati kamarnya gelap gulita, karena ia tahu Heechul tidak nyaman dengan gelap. Setelah Hankyung menemukan sakelar dan menekannya, namja tampan itu dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi dikamarnya.
"Cinderella, kau kenapa? Apa yang terjadi dengan… Kamar kita?" tanya Hankyung ketika matanya merefleksikan keadaan kamar yang berantakan.
"…" Tak ada jawaban dari Heechul. Sosok bertubuh ramping itu tampak tak bergerak diranjang, entah tertidur atau memang sengaja tidak bergerak. Hankyung pun menghela nafas panjang lalu berajalan mendekat kearah ranjang dan naik keatasnya.
"Tidak mau menciumku, eh?"
"…"
Hankyung melingkarkan tangannya dipinggang Heechul, "kau marah karena Leeteuk-hyung lagi? Aku sudah bilang dia hanya sahabatku, aku yang menolong anak-" kalimat Hankyung terpotong karena Heechul tiba-tiba memeluknya erat.
"Jangan menjadi dokter untuk anaknya, Hannie."
Hankyung mengernyit, tidak biasanya Heechul bersikap seperti ini. "Jangan pernah berhubungan lagi dengan namja itu. Jika kau masih menganggap aku tunanganmu, maka menjauhlah darinya."
"Apa yang kau bicarakan Heechul? Aku-"
Heechul memotong perkataan Hankyung dengan bibirnya. Ia mencium Hankyung dalam, namun tak seperti ciuman Heechul untuk Hankyung seperti biasanya. Kini bibir Heechul bergetar, seakan ia ketakutan. Dan Hankyung menyadari itu, ia melepaskan pagutan bibir Cinderella-nya dan beralih menatap intens pada dua bola mata bak onyx milik namja cantik itu.
"Kau takut? Kau takut aku berpaling?" tanya Hankyung.
Tak ada jawaban dari Heechul, namja cantik itu hanya bisa terdiam. Melihat Cinderella-Nya yang periang itu berubah menjadi pendiam membuat Hankyung sedikit jengah. Namja tampan itu merengkuh kepala Heechul dan merebahkannya di dada bidangnya.
"Kalau kau ragu, kalau kau tak percaya, lihat dan ingatlah makna cincin yang ada di jari manismu. Aku dan kau telah terikat, Cinderella. Aku tak akan meninggalkanmu, percayalah…"
Mendengar kata-kata Hankyung, Heechul semakin membenamkan wajahnya di dada Hankyung. Air mata mengalir turun, membasahi wajah Heechul dan kemeja bagian depan yang dikenakan Hankyung.
XOXOX
Pagi ini Leeteuk terbangun ketika ia merasakan ada yang menggoyangkan tubuhnya yang tertidur di bangku tunggu. Namja cantik berparas malaikat itu mengerjap-ngerjapkan matanya mencoba mengumpulkan kesadarannya.
Dan ketika sudah sepenuhnya sadar, refleksi wajah polos Ryeowook menyambutnya. "Hyung, ada teman dari tempat penitipan anak yang mau menjenguk Henry." Ujar namja berperawakan mungil itu pada Leeteuk.
Leeteuk menatap Ryeowook, "Siapa Wookie-ah?"
Ryeowook segera melambaikan tangan pada sosok namja lain yang berdiri tidak jauh darinya. Namja yang merasa terpanggil itu pun mendekat. Ryeowook tersenyum penuh arti,
"ini orangnya hyung. Sebenarnya dia yang membantuku membawa Henry-ah kerumah sakit." Jelas Ryeowook.
Namja yang berdiri disamping Ryeowook itu tersenyum ramah pada Leeteuk, "Kim Sungmin imnida." ujarnya sambil membungkukkan badan.
Leeteuk menundukkan kepalanya sebagai balasan. "Park Lee-"
"Sudah kubilang untuk terbiasa dengan marga Cho, Kim Sungmin." suara itu menginterupsi Leeteuk. Dan suara itu membuat jantung Leeteuk berdetak tak keruan, suara namja dari masa lalunya.
Cho Kyuhyun!
XOXOX
Leeteuk menolehkan kepalanya kala ia mendengar suara seseorang yang menginterupsinya. Suara yang langsung membuat jantungnya berdegup ratusan kali lebih cepat, hingga ia merasa sesak. Leeteuk segera mengalihkan wajahnya agar tak terlihat oleh namja yang tengah berjalan mendekat kearahnya.
"AH, CHO KYUHYUN! Aku ini belum jadi istrimu, makanya aku tidak mau pakai margamu. Jangan seenakmu saja kalau bicara, membuat kesal saja." Sungmin protes dengan perkataan Kyuhyun, membuat namja tampan itu tertawa.
Kyuhyun mengacak rambut Sungmin, "tapi cepat atau lambat kau akan menikah denganku, hyung." Ucapnya yang dijawab oleh sikutan dan cibiran Sungmin.
Ryeowook yang memperhatikan sepasang kekasih itu hanya bisa tertawa renyah, "aigooo~ andai Yesung-hyung ada disini."
Menyadari akan kebodohan dalam kalimatnya, Ryeowook segera menutup mulutnya. "Ah, Kyu. Kenalkan ini salah satu orang tua dari anak yang dititipkan ditempat penitipan anak. Aku dan Sungmin yang biasa mengurus anak itu karena kondisinya yang lemah." Jelas Ryeowook untuk pengalih perhatian.
Sungmin mengangguk, "iya Kyu. Aku sudah sering cerita padamu tentang Henry-ah kan? Nah, Henry-ah itu anak… Ummm," Sungmin menggantung kalimatnya karena tidak tahu siapa nama Leeteuk. Ucapan Leeteuk saat hendak memperkenalkan diri sudah diinterupsi oleh kedatangan Kyuhyun.
"Park Leeteuk…"
Sungmin yang mendengar gumaman dari Leeteuk pun tersenyum,
"ya! Henry-ah itu anaknya Park Leeteuk-sshi."
"Benarkah? Wah, aku Cho Kyuhyun. Calon suami dari pengasuh anak anda, salam kenal." Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Leeteuk, namun namja cantik berparas malaikat itu tak merespon.
Ryeowook bingung, begitupun Sungmin dan Kyuhyun. Ryeowook segera menyikut pelan pinggang Leeteuk, namun Leeteuk memilih untuk pergi dari hadapan mereka.
Namja cantik itu berlari dan meninggalkan tiga orang lainnya dalam kebingungan akan sikapnya.
'Kenapa? Kenapa harus datang lagi? Tak cukupkah satu orang saja yang kembali, tuhan?' batin Leeteuk.
XOXOX
"Iya Cinderella, kau jemput saja Zhou Mi. Bilang padanya aku minta maaf karena tidak bisa menjemput dan makan siang dengannya. Ya, annyeong…"
Hankyung menutup ponsel model flipnya dan kembali berjalan menuju ruang kerjanya, namun langkahnya terhenti ketika ia melihat sosok Leeteuk yang berlarian di loby rumah sakit. Hankyung pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam lift,
"Leeteuk-hyung!"
Mendengar ada yang memanggil namanya, Leeteuk berhenti berlari. Ia menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati sosok Hankyung yang berdiri tidak jauh darinya. Tanpa pikir panjang, Leeteuk berlari menuju kearah Hankyung dan memeluknya.
Mendapati serangan tiba-tiba dari Leeteuk membuat Hankyung kaget. "Ada apa hyung? Kenapa kau berlari seperti itu? Siapa yang menjaga Henry?" Hankyung segera membrondong Leeteuk dengan pertanyaan yang ada didalam otaknya.
"Kenapa mereka semua kembali Hankyung-ah? Kenapa mereka semua kembali? Aku lelah!" Leeteuk menangis sambil masih memeluk Hankyung, membuat Hankyung kewalahan.
Melihat kalau posisi mereka berada ditengah-tengah umum, Hankyung memilih untuk menenangkan namja berparas malaikat itu dan membawanya keruang kerjanya.
"Sudah hyung, kau bisa cerita padaku diruang kerja. Ayo, jangan menangis lagi." Kata Hankyung seraya membimbing Leeteuk untuk masuk kedalam lift.
XOXOX
Namja cantik berambut panjang terkuncir itu tersenyum lembut pada sosok anak kecil yang tengah berjalan bersamanya menuju pintu masuk rumah sakit. Heechul tertawa ketika topi sekolah namja kecil yang ada disampingnya miring, "Mimi-ah, topimu miring sayang. Sini umma betulkan…" Kata Heechul lembut.
Anak kecil yang bernama Zhou Mi itu meraba kepalanya, dan terkejut ketika menyadari letak topinya miring.
"Umma… Umma… Betulkan, betulkan!"
Heechul kembali tersenyum, namja cantik berambut panjang itu pun berjongkok dihadapan Zhou Mi dan membenarkan letak topi sekolahnya. Setelah letak topinya benar, Heechul tertawa.
"Anak umma sudah tampan lagi deh. Ayo, kita segera masuk dan beri kejutan pada Appa." Heechul kembali mengulurkan tangannya pada Zhou Mi, dan segera disambut dengan antusias oleh namja kecil itu.
Heechul dan Zhou Mi kembali berjalan dan membuka pintu loby rumah sakit. Mereka tanpa basa-basi langsung menuju kearah lift.
"Umma, kira-kira appa terkejut tidak kalau kita datang?" tanya Zhou Mi pada namja cantik yang ada disampingnya.
Heechul menyunggingkan senyum manisnya pada Zhou Mi, "pasti dong. Appa kan sudah satu minggu tidak bertemu denganmu, pasti dia terkejut."
TING!
"Ah, kajja! Kita sudah sampai." Ajak Heechul ketika lift telah membawanya kelantai tiga dimana ruang kerja Hankyung berada.
Heechul dan Zhou Mi keluar dari dalam lift, mereka terus mengembangkan senyum karena akan memberi kejutan pada orang yang sama-sama mereka sayangi.
Pintu ruang kerja Hankyung terlihat, membuat Heechul berlari kecil dengan Zhou Mi. Ketika tangan ramping Heechul meraih kenop pintu dan membukanya, sebuah pemandangan dimana Leeteuk tengah mencium Hankyung menyapa pengelihatannya.
Heechul membeku, namun tidak dengan namja kecil disamping Heechul.
Ia berteriak hingga membuat pagutan antara Leeteuk dan Hankyung terlepas.
"APPAAAA!"
T B C
So?
Mind to leave me some review?
But…PLEASE BE KIND!
