Pairing : YUNJAE
Cast : DB5K
Rated : M (buat jaga-jaga*smirk)
Warning : M-PREG, YAOI, shounen-Ai, AU, OOC, Gaje, typo(s), and many more.
Disclaimer : DBSK bukan milik saya. Saya Cuma pinjem cast nya aja. Kecuali Jaejoong milik Yunho milik Jaejoong
Attention : Yang mau lebih mengenal author follow lewat twitter Rey di Reysa_J. Mention untuk follback. Yang mau nanya apa aja tentang saya atau epep ini silakan! Tidak dilarang. Karena saya ingin berteman dengan anda semua.
Summary : Bagaimana Usaha Jaejoong untuk mempertahankan kevirginannya dari beruang Pervert macam Yunho ?
DON'T LIKE? DON'T READ!
Previous chapter
.
"HYUUUUUUNG ... Bogoshippoooooo" belum sempat Yunho melancarkan serangan maut untuk siapa pun yang kini tengah bertamu ke rumahnya. 'tamu' ini sudah lebih dulu memeluknya.
"YAK! Siapa kau Berani- beraninya kau memelukku. LEPASKAN" Yunho berusaha melepaskan pelukan 'pengganggu' ini.
"Hyuunggg kau tidak merindukanku padahal aku jauh – jauh datang dari Jepang hanya untuk menemuimu" Ucap 'pengganggu itu manja.
"MWO" Jaejoong terbelalak kaget melihat adegan mesra di depannya ini.
Yunho buru – buru menoleh ke arah Jaejoong dengan gelagapan.
"J—Jae dengarkan aku, i—ni tidak seperti yang kau bayangkan" ucap Yunho menjelaskan setengah gugup.
"Dia siapa Yunho hyung chagi?"
"MWO"
.
.
Chapter 3
.
"Siapa Kau?" Tanya namja yang seenak udelnya memeluk Yunho dengan mata berbinar-binar memandangi Jaejoong dari ujung kaki hingga ujung kepala, sedangkan Jaejoong yang ditanya masih melongo memandangi adegan –dugaan— 'perselingkuhan' tunangannya dengan namja itu.
Jaejoong
Shock.
Tentu saja.
Siapa yang tidak shock jika melihat tunangan sendiri di'jamah' oleh orang lain tepat di hadapanmu.
Tapi tunggu, Sepertinya Yunho mengenali suara ini. Suara Husky khas yang hanya di miliki oleh satu orang saja. Mungkinkah—
Dengan gerakan slow motion Yunho menolehkan kepalanya ke arah manusia yang kini masih kekeuh memeluk dirinya dengan erat. Yunho masih tetap berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan 'paksa' yang dilakukan oleh 'pengganggu' ini dengan cara menepis paksa kedua tangan kekar yang menempel seperti permen karet di pinggangnya.
Sedangkan sang pelaku kini sedang memandangi Jaejoong dengan tatapan berbinar—masih tetap dengan kedua tangannya yang menempel erat pinggang Yunho—
Srettt. *bunyinya aneh beud u,u*
Fiuhh. Akhirnya pelukan maut itu terlepas juga. Yunho memandang garang makhluk yang kini masih memandangi Boojaenya dengan tatapan err—napsu bejat—menurut Yunho—padahal kan makhluk itu sedang memandangi Jaejoong dengan tatapan kagum (mungkin). Bukannya tatapan napsu. *Appa salah paham hmm*
"KAU" Tuding Yunho kepada namja di depannya ini.
"Yo! Yunho hyung chagi, Bogoshippo~~!" Namja yang tadinya memandangi Jaejoong itu mengalihkan pandangannya dari Jaejoong ke arah Yunho dengan cengiran tanpa dosa, melupakan sejenak namja imut yang berdiri menghadap mereka.
Terpampang dengan jelas di depan wajah Yunho sendiri, sosok kurang ajar yang kini sedang memandangi Yunho. Dan Yunho yang memandangi wajah tampan—kata si pemilik wajah— itu dengan pandangan tidak percaya.
'DIA'
Masih dengan cengiran tanpa dosanya, mulai mengambil ancang – ancang bermaksud untuk memeluk Yunho—lagi—
"Aish... Park Yoochun?" Yunho menepis tangan Yoochun yang mau memeluknya.
"Ne, Hyung. Bagaimana kabarmu? Kalau Aku baik. Kau pasti merindukan sepupumu yang paling tampan di dunia ini kan. Iya kan. Arrasseo! Kau sekarang tidak perlu sedih menahan rindu jika ingin melihat wajah ku yang tampan ini. Karena mulai sekarang aku tidak akan jauh-jauh lagi dari pandanganmu" ucap Yoochun panjang lebar dengan narsisnya yang hanya dihadiahi tatapan jijik dari Yunho dan tatapan bingung dari Jaejoong .
"Ck. Percaya diri sekali kau JIDAT LEBAR! Perlu kau ketahui aku sama sekali tidak merindukanmu! Bahkan aku berharap kau enyah selamanya dari muka bumi ini. Dan demi YUNJAE shipper yang berharap aku segera memperawani Jaejoong, namja paling tampan di dunia ini hanya JUNG YUNHO yang terhormat seorang, catat itu!" teriak Yunho tak terima dengan Yoochun yang mengaku – ngaku sebagai namja paling tampan.
"Enak saja kau bilang? Tentu saja aku yang paling tampan!" kata Yoochun tak terima.
"A—apa. seluruh dunia juga tahu bahwa Jung Yunho namja paling tampan abad ini" ucap Yunho dengan PEDEnya.
"Biar saja seluruh dunia mengenalmu sebagai namja paling tampan, kalau begitu akulah namja tertampan dari yang paling tampan di dunia ini.!" Yoochun menjentikkan jarinya seperti baru mendapatkan sebuah ide brillian di otaknya.
"ENAK SAJA AKU YANG PALING TAMPAN"
"AKU!"
"AKU"
"AKU YANG PALING TAMPAN!"
"AKU, POKONKYA AKU"
"TIDAK BISA! AKU YANG PALING TAMP—!
"STOOOPPPPP!"
Jaejoong murka. O w ow sepertinya kedua sepupu yang saling 'mencintai' ini melupakan Jaejoong yang menonton acara 'lovey-dovey' mereka sejak tadi.
Jaejoong menatap Yunho dan Yoochun dengan deathglare terbaiknya yang tidak menyeramkan sama sekali. Justru Jaejoong terlihat sangat 'menggiurkan' di mata beruang Jung.
Ah, dan jangan lupakan 'sosok' di depan Jung Yunho yang kini juga sedang menahan hasrat untuk tidak 'memakan' si tunggal Kim.
"Jae. . ."
"Hai, cantik apa kau tersesat?" Yoochun mengedipkan sebelah matanya ke arah Jaejoong.
Dahi Yunho berkedut mendapat sinyal berbahaya dari Yoochun. Sepertinya dia harus menyingkirkan Yoochun dari Boojaenya tercinta.
Dan hei reader-san. Apa Yoochun sudah gila. Dia baru saja bertemu dengan Jaejoong dan malah bertanya apakah dia tersesat. Dua orang yang baru bertemu bukankah seharusnya berkenalan. Dan kalimat yang benar seharusnya adalah 'Hei cantik, siapa namamu' bukannya malah 'hei cantik, apa kau tersesat' pertanyaan GILA macam apa itu.
Menggoda Jaejoong eoh? Tentu saja. Bagaimana mungkin seorang Park Yoochun, seorang Cassanova yang terkenal dengan ke playboy'annya yang sudah mendarah daging(?) melewatkan namja cantik yang tersaji(?) di hadapannya.
"Tersesat? Apa maksudmu?" bukannya menjawab Jaejoong malah balik bertanya.
"Ne, apa kau tersesat? Bukankah bidadari sepertimu harusnya tinggal di surga?" aww sang cassanova mulai mengeluarkan keahliannya dalam merayu uke-uke cantik.
Blushh.
Bidadari. Apa itu artinya Yoochun menganggap Jaejoong sebagai bidadari dari surga.
"B—bukan aku ini manusia sepertimu, kau terlalu berlebihan err—"
"Yoochun. Park Yoochun. Tapi kau bisa memanggilku Chunnie Chagy, jika kau mau!" Yoochun mengeluarkan smile sejuta watt nya yang terkenal ampuh meluluhkan ribuan uke di kolong bumi. *bukan kolong jembatana loh yaa* #Eaaaa
"Eh, Chunnie chagy?"
"Ne, cantik jadi maukah kau menjadi namjachinguku?" Dan entah bagaimana caranya tahu-tahu Yoochun sudah berada dan berlutut dihadapan Jaejoong dan mencium punggung tangannya bak pangeran yang akan melamar sang putri.
Yoochun masih terus saja melancarkan aksinya, tanpa tahu anak beruang mesum *atau mungkin bapaknya beruang mesum kalee ya pemirsah* sedang memandangi Yoochun dengan tatapan ingin mengulitinya hidup-hidup.
"Eh?" Jaejoong melongo dengan wajah memerah padam memandangi tangan mulusnya yang sedang digenggam oleh namja Yang baru beberapa menit yang lalu ditemuinya.
Masih dengan tampang begonya Jaejoong memandangi Yoochun yang berbinar bak anak ayam di bawahnya*karena posisi Chunnie sekarang dalam keadaan berlutut*
Sementara Jaejoong sedang memandangi Yoochun ga jelas dan Yoochun yang sedang memandangi Jaejoong dengan tatapan penuh pengharapan. Dan satu sosok lagi orang yang yang memandangi mereka dengan tatapan berkobar-kobar bak api menyala, kalau di comic-comic.
Ok. Habis sudah kesabaran Jung Yunho. Berani-beraninya Park Yoochun sialan ini menggoda Jaejoong-NYA dan menyatakan cinta kepada Jaejoong di hadapannya. Kau akan Mati PARK. Kira-kira seperti itulah pikiran yang terlintas di otak Jung Yunho.
PLETAKK!
sepatu Yunho dengan sukses mendarat tepat di kepala Yoochun.
"Aww..!" yoochun mengaduh kesakitan memegangi kepalanya yang dilempar sepatu oleh Yunho.
Bukannya mendapat wajah blushing Jaejoong, Yoochun malah mendapat hantaman sepatu sial dari sepupunya.
"Rasakan itu. Jidat lebar!" Yunho bersedekap dada, dan tak lupa melempar tatapan sinis terbaiknya ke arah Yoochun.
Ish. Jaejoong meringis menyaksikan adegan naas di depannya. Sepatu Yunho mendarat dengan tidak berperikesepatuan di kepala Yoochun, pasti sakit sekali. Jaejoong tidak menyalahkan Yunho sepenuhnya sih. Ini sebagian salah Yoochun juga. Siapa suruh dia menembak Jaejoong secara blak-blakan di depan Yunho lagi!
"Kau tidak apa-apa Yoochun-ah" Jaejoong menghampiri Yoochun dengan khawatir.
"Appooo..." Yoochun merengek kepada Jaejoong yang bukan sifat Yoochun sama sekali. Yunho tahu itu. Mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan eoh?
"sesakit itu kah" Jaejoong menjulurkan tangannya berusaha menyentuh kepala Yoochun.
Srekkk!
"YAK jangan berani-beraninya kau menyentuh Jidat lebar ini dengan tanganmu Jung Jaejoong!" Buru-buru Yunho menepis tangan Jaejoong yang hampir menyentuh jidat lebar Yoochun.
"Ish. Kejam sekali. Kenapa kau melemparnya dengan sepatu Yun kasihan dia kan" Jaejoong merengut memegangi tangannya yang berdenyut sedikit nyeri karena ulah Yunho yang menepis tangannya dengan err—kasar menurut Jaejoong.
"Biar saja. Dia pantas mendapatkannya siapa suruh dia berani-beraninya menggoda tunangan orang"
"WHAT! TUNANGAN?"
"TIDAAAAK MUNGKIIIN" Dan siang itu pun menjadi saksi bisu atas patah hatinya sang cassanova dari penerus PARK.
Poor Yoochun.
.
.
Kamu Mesum
.
.
"Jadi kau sepupu Yunho yang baru datang dari Jepang?" Tanya Jaejoong antusias.
Sekarang ini Yunho, Jaejoong dan Yoochun sedang menikmati makan malam di ruang makan minimalis namun terkesan elegan milik keluarga Jung dengan sesekali diselingi obrolan kecil yang didominasi oleh Jaejoong. Sedikit banyak Jaejoong telah mengetahui kepribadian Jung Yunho dan Park Yoochun yang tidak terlalu suka dalam memulai pembicaraan.
Tidak termasuk hitungan jika yang di bahas masalah area dewasa yang hanya dimengerti oleh 18+ saja. Jika hal berbau mesum jangan harap mereka bisa bisa hening duduk dengan tenang sambil menikmati makan malam mereka seperti sekarang.
"Ne, aku baru saja menyelesaikan study ku di Jepang, jadi mulai sekarang aku akan menetap di Korea meneruskan bisnis appa ku. Meskipun aku tidak sejenius yunho hyung yang sudah menyelesaikan pendidikannya di usia 20 tahun dan menjadi predir perusahaan terbesar diKorea dalamumur 25 tahun, tapi aku ini tak kalah hebat dengan Yunho hyung loh Jae Hyung" Yoochun sedikit promosi kehebatannya kepada Jaejoong.
"Wah. Benarkah? Kebetulan sekali sepupuku juga baru saja menyelesaikn pendidkannya di Jepang" Jaejoong menerawang jauh mengingat kembali memorinya bersama Kim Junsu—Adik sepupunya—Dengan tatapan sendu.
Mengerti dengan perubahan raut wajah Jaejoong, Yoochun buru-buru mengalihkan pembicaraan.
"Kau punya sepupu hyung, apa dia secantik dirimu hyung?" tanya Yoochun antusias. Jika tidak bisa mendapatkan Jaejoong sepupunya pun jadi.
"hahaha... Yoochun—ah, apa hanya namja dan yeoja cantik saja yang kau pikirkan?" Goda Jaejoong
"Ck. Kau menyindir ku hyung" Yoochun mengerucutkan bibirnya sok aegyo yang tidak cocok sama sekali dengan wajah semenya. Bukannya wajah imut yang yang ada wajahnya malah terlihat menyeramkan dan menjijikan kalau yang ini versi Yunho tentu saja.
Terlihat sekali Yunho yang memandangi Yoochun dengan tatapan jijik dan sesekali mendumel sendiri merapalkan sumpah serapah yang tidak boleh didengar anak di bawah umur tentu saja. Sepertinya appa masih kesal dengan Yoochun yang masih gencar mencari perhatian Boo nya.
"Hei hei, siapa yang menyindir mu, aku kan hanya bercanda. Jangan marah begitu dong, nanti gantengya hilang loh!" goda Jaejoong sekali lagi. Sepertinya mulai sekarang Jaejoong akan meambahkan Suka menggoda Yoochun dalam daftar kesenangannya.
"Aish. Baiklah hyung aku tidak akan marah lagi. Jadi apa kegantengan ku masih tetap berkurang" Yoochun buru-buru menghilangkan raut wajah ngambeknya menjadi –sok—cool.
"Arra. Kau masih tetap tampan seperti tadi jika sedang tidak marah" hei Jaejoong seperti sedang menghadapi anak berusia lima tahun yang sedang ngambek minta di kasih permen. Jaejoong jadi ragu apa benar Park Yoochun ini adalah namja playboy seperti yang dikatakan Yunho barusan.
"Jadi Jae hyung, kau ini benar-benar tunagannya Yunho hyung yang mesum ini" Tersirat nada tidak rela di kalimatnya.
"Ck. Seperti kau tidak saja" Yunho mencibir Yoochun yang mengatainya mesum.
"Setidaknya aku harus memastikannya lagi hyung, siapa tahu kan kalian hanya berpura-pura bertunangan karena salah satu di antara kalian akan dijodohkan oleh orang tua masing-masing. Lalu kalian tidak mau dijodohkan. Kalian bertemu, lalu lalu kalian berpura-pura saling mencintai dan bertunangan kontrak" Yoochun mulai mengeluarkan hayalan-hayalan dramatis yang sering dilihatnya di drama-drama romantis di tv yang sering di tontonnya.
"Dramatis sekali. Aku ragu kau ini namja atau yeoja. Drama-drama seperti itu adalah tontonan para yeoja" sindiran telak keluar dari mulut pedas Yunho.
"Ne ne, Yoochun—ah dengan sangat terpaksa aku harus mengakui bahwa kami ini memang bertunangan. Asli 100%. Dan tentang perjodohan seperti yang kau sebutkan itu memang ada benarnya. Tapi bukan karena salah satu di antara kami yang dijodohkan lebih tepatnya kami berdua yang dijodohkan" Jaejoong menganggukan kepalanya dan menjelaskan perihal pertunangannya dengan Yunho kepada Yoochun panjang lebar. Jaejoong tahu betul Yoochun sedikit tak rela dengan dirinya yang sudah menjadi tunangan Jung Yunho yang notebene adalah sepupunya.
"Jadi kalian sama-sama dijodohkan, begitu?" Tanya Yoochun berbinar-binar.
"Ne kami sama-sama dijodohkan. Bukan dengan orang lain. Aku dijodohkan dengan Yunho begitu pula sebaliknya" Jaejoong buru-buru menengahi menjawab pertanyaan Yoochun yang mengira bahwa Jaejoong dijodohkan dengan orang lain. Lalu bertemu dengan Yunho dan berpura-pura saling mencintai dihadapan para orang tua seperti di dorama-dorama tv.
Yahhhh.
Yoochun lemas ditempat. Sepertinya memang benar-benar tidak ada kesempatan lagi untuknya. Padahal ini pertama kalinya Yoochun tertarik dan sangat menginginkan seseorang. Ribuan kencan yang dilakoninya dengan para yeoja dan uke-uke di luar sana tidak mampu membuatnya benar-benar menginginkan orang tersebut.
Tapi kali ini, sekali menginginkan seseorang, orang itu malah sudah bertunangan. Dan parahnya lagi tunangannya adalah sepupu sekaligus rival abadinya dalam urusan tampang dan tenar. Jung Yunho. Orang yang tidak pernah bisa dikalahkannya dari dulu hingga sekarang.
"Ne, Jaejoong benar. Jadi buang jauh-jauh pemikiranmu yang menganggap kami hanya berpura-pura. Lagi pula sejak kapan kau jadi menggemari drama-drama tidak jelas begitu?" Yunho menatap heran Yoochun yang masih dengan tampang kusutnya.
"sudahlah hyung... jangan dibahas lagi. Aku ini sedang patah hati. Jangan menambahi beban(?) sakit hati ku". Ucap Yoochun lemas.
Yunho hanya mengendikkan bahunya cuek bebek.
Semantara Jaejoong malah memandangi Yoochun dengan pandangan prihatin. Sedikit tak tega sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi Yoochun harus menerima kenyataan agar kesalah pahaman ini berakhir.
Masih teringat jelas di benak Jaejoong kejadian tadi siang. Yoochun yang dengan semangat dan antusias mengutarakan secara blak-blakan dan terang-terangan rasa ketertarikannya kepada Jaejoong. Yoochun yang berlutut dihadapannya mencium punggung tangannya bak pangeran yang akan melamar sang putri.
Jaejoong tertawa geli mengingatnya. Saat itu Yoochun seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta. Terlebih lagi Yoochun mengutarakan rasa sukanya kepada Jaejoong dengan sangat tidak dewasa sekali. Berlutut. Mencium punggung tangan. Ayolah memangnya sekarang ini hidup di tahun berapa.
Berbeda sekali dengan Yunho. Yunho mengungkapkan rasa cintanya—yang Yunho ungkapkan beberapa waktu yang lalu—menggunakan cara ekstrem. Bahkan tadi siang mereka hampir saja melakukan make love jika saja Jaejoong tidak cepat-cepat sadar dari nafsu yang menyelimutinya. Ok. Jaejoong mengaku bahwa sebenarnya ia menikmati dengan sangat hal mesum yang dilakukan Yunho padanya tadi siang. Puas!
Ugh. Bahkan saat pertama kali bertemu pun Yunho melakukan tindakan tidak kalah ekstremnya. Meremas bokongnya yang saat itu masih virgin. Berbeda sekali dengan Yoochun yang terkesan mellow dan menyukai hal-hal berbau drama.
Sementara Yunho. Emm... dia itu realistis, terkesan nekad dan semua yang diinginkannya harus dipenuhi. Yunhoitu Gentle, manly, perfect dan ... Yunho itu juga—
Eh, kenapa Jaejoong malah membanding-bandingkan mereka berdua. Tidak. Tidak. Tidak mungkin kan Jaejoong mulai tertarik dengan Yunho. Jaejoong mengeleng-gelengkan kepalanya berusaha mengenyahkan pemikirannya bahwa ia mulai menyukai Jung Yunho.
Tapi, mungkin saja sih. *duuaggghhh*
Yunho memandangi Jaejoong yang sedang menggeleng-gelengkan kepalanya.
Aneh.
"Kau kenapa Boo. Kau sakit?" Yunho memandangi Jaejoong khawatir dan menjulurkan tangannya berusaha menyentuh kening Jaejoong.
Tidak panas. Yunho mengkerutkan alisnya.
"A—ni. A—ku hanya sedang lelah saja. Y—ya itu maksudku aku hanya kelelahan saja". Jaejoong menepis tangan Yunho yang bertengger di keningnya. Dan dengan buru-buru Jaejoong memalingkan wajahnya yang memanas karena wajah Yunho yang berjaak kurang dari 10 cm saja.
Bisa bayangkan betapa dekat wajah mereka.
"hmm... baiklah kau istirahatlah dulu. Nanti aku menyusul. Lagipula bukankah kau harus bekerja sebagai sekretaris pribadi ku mulai besok. Jadi siapkan tidak ingin kau sakit nantinya" perintah Yunho lembut.
Sejenak Jaejoong terpana dengan perhatian kecil yang diberikan Yunho kepadanya. Dipandanginya wajah Yunho yang tersenyum lembut penuh pengertian kepadanya. Ekspresi wajah langka seorang Jung Yunho yang tidak akan di dapati orang-orang diluar sana. Karena hanya kepada Jaejoong lah Yunho dapat mengeluarkan ekspresi seperti ini. Dengan ragu Jaejoong mengangguk dan mulai beranjak menuju kamar mereka di lantai atas.
Ah betapa beruntungnya dirimu Kim. Tanpa harus susah-susah berjuang untuk mendapatkan hati seorang Jung Yunho. Malah Jung Yunhonya sendiri yang datang kepadamu dan memberimu cinta. *Eke juga mau XDD*dimutilasi YJS*
"Hati-hati ne, setelah itu langsung tidur. Jangan melakukan hal lain" Perintah Yunho itu mutlak. Jaejoong Tahu itu.
Dan sekali lagi Jaejoong hanya bisa mengangguk pasrah menuruti perintah Jung Yunho.
"Anak pintar. Kau jadi semakin manis jika menjadi anak penurut seperti ini" Yunho mengerling jahil ke arah Jaejoong.
"MATI KAU JUNG YUNHO aku ini NAMJA dan lagi aku bukannya manis tapi keren. Ingat itu" Jaejoog menaiki anak tangga sambil mempoutkan bibirnya dan menghentakkan kakinya sebal.
Dan hal itu hanya mendapat kekehan dari penerus Keluarga JUNG dan PARK yang masih setia duduk di meja makan sambil memandangi tingkah lucu Jaejoong.
.
.
Kamu Mesum
.
.
Pagi menjelang. Mau tidak mau orang-orang memulai aktivitas mereka seperti hari-hari sebelumnya. Di salah satu kantor gedung terbesar di Seoul. Tampak para karyawan yang sibuk berlalu lalang mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan presdir muda mereka, Jung Yunho ia akan kembali ke kantor hari ini.
Dengar-dengar presdir mereka akan datang bersama tunangannya. Meskipun dingin dan arogan para karyawan yeoja maupun namja tetap tak bisa menolak pesona Jung Yunho. Justru malah sebaliknya sifat Yunho yang seperti itu malah menambah kesan misterius pada dirinya.
Kasihan mereka harus gigit jari saat tahu bahwa presdir mereka telah bertunangan. Kasihan sekali
Dari arah pintu masuk, datanglah dua sosok manusia yang sedari tadi ditunggu kedatanganya. Jung Yunho dengan angkuhnya berjalan melewati para karyawan yang membungkuk menyambut kedatangannya.
Sementara Kim Jaejoong, namja cantik di sampingya hanya melemparkan senyum ramah untuk para karyawan yang bersedia menyambut kedatangannya yang hanya orang baru, Yang sontak membuat namja berstatus seme jadi lumer dan hampir pingsan ditempat.
Jung Yunho melirik sekilas ke arah Jaejoong dan berdecak kesal.
'Ck. Untuk apa dia tersenyum seperti itu, apa dia mau menggoda karyawan rendahan itu. Tidak bisa di biarkan. Awas kau Kim Jaejoong tunggu hukuman mu' batin Yunho mengangkat sudut bibirnya menyeringai.
.
.
KRIEEETTTT
"Boo, ini ruanganku yang sekarang akan menjadi ruangan kita" Yunho berkata dengan serius kepada Jaejoong.
"Ne" jaejoong menjawab singkat penjelasan Yunho.
Jaejoong mengedarkan pandangannya mengamati tiap sudut ruangan. Ruangan ini terlalu besar dan mewah untuk ukuran satu orang. Tapi Jaejoong akui Yunho memang mempunyai selera yang bagus lihat saja ruangannya di tata hingga sekian rupa. Meskipun terkesan mewah namun tidak ada hiasan – hiasan atau prouperty yang terlalu mencolok hingga terkesan berlebihan dan
Jaejoong menkerutkan keningnya. Ada yang janggal dari semua perabotan yang dilihatnya di ruang kerja Yunho tersebut.
"Sajangnim jadi di mana meja kerja ku?"
"Di sini" Yunho menjewab sekenanya pertanyaan Jaejoong sambil sibuk dengan berlembar-lembar tumpukan dokumen.
"Di sini dimana Mesum, ku lihat tidak ada meja kerja lain selain mejamu. Kau mengerjaiku eoh?"
"Tidak" Yunho masih tetap cuek meghadapi Jaejoong.
Jaejoong menatap Yunho tajam. Tapi percuma kalau sang empunya yang ditatap malah mengabaikannya demi dokumen-dokumen tidak jelas di tangannya.
Ok. Apakah dokumen itu jauh lebih penting dari Jaejoong. Apa dokume itu jauh lebih cantik dari Jaejoong. Apakah dokumen itu jauh lebih indah darinya. Apa dokumen itu tunangannya. Apakah dokumen itu jauh lebih kenyal dari bokongnya. Bukankah Yunho sangat menyukai bokongnya?
Srekkk.
Jaejoong melangkah dengan cepat mendekati Yunho dan merampas dokumen yang sedari tadi membuat Jaejoong iri karena lebih mendapat perhatian dari Yunho ketimbang dirinya. Enak saja Yunho mengabaikannya hanya demi dokumen jelek ditangannya.
"Hei beruang mesum apakah dokumen ini jauh lebih enak dipandang dari pada aku?" Tanya Jaejoong kesal sambil mengkerucutkan bibirnya.
Kalau begini Jaejoong mirip seperti seorang kekasih yang sedang cemburu karena kekasihnya jauh lebih memilih orang lain ketimbang dirinya. Kekasih?
Tunggu.
Jadi apakah Uri Joongie sedang cemburu.
"Tidak" lagi-lagi Yunho menjawab seadanya dan hampir mengambil dokumen lain untuk dia selesaikan, kalau saja Jaejoong tidak cepat-cepat mencegahnya dengan menutupi semua dokumen yang ada di meja kerja Yunho dengan kedua tanganyya.
Sehingga kini fokus Yunho hanya teralih kepada Jaejoong seorang yang berada di depan mejanya sambil menutupi semua dokumen dengan kedua tangannya dan tubuh bagian dada Jaejoong.
Yunho tertawa geli dalam hati melihat tingkah lucu Jaejoong. Bukan kah hari-hari sebelumnya Jaejoong berusaha untuk selalu menghindarinya. Jadi kenapa sekarang Jaejoong malah seo;ah sedang mencari perhatiannya. Apa sebenarnya Jaejoong juga menyukainya?. Kalau iya, Ini akan menjadi berita gembira untuk Jung Yunho.
"Jadi apa yang harus ku kerjakan sebagai tugas pertama ku bekerja sebagai sekretarismu sajangnim?" Tanya Jaejong menahan kesal.
"Cium" jawab Yunho menyeringai. Tuh kan ini masih pagi tapi Yunho sudah mulai kambuh dengan penyakit mesumnya.
"MWOYA, apa maksudmu bodoh" tanya Jaejoong kaget.
"Kau lebih tahu apa maksud ku Kim ah— Jung Jaejoong" jawab Yunho seduktive.
Tadi Jaejoong di cuekin, sekarang malah Jaejoong mau di MESUMin.
"T—tapi i—ni kan di kantor" Kata Jaejoong terbata-bata.
"Tidak ada yang bilang kalau kita sedang di hotel kan, kecuali jika kau mau, maka akau akan pesankan kamar hotel paling mewah untukkita jika kau mau. Jadi di mana letak kesalahannya?" Yunho menaikkan sebelah alisnya heran.
"Di mana letak kesalahannya? Tentu saja salah, bagaimana kalau ada yang lihat" Ucap Jaejoong lirih serta menundukkan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus.
Jaejoong itu masih polos sepolos otak author*plakk# abaikan* tentu saja Jaejoong akan malu jika berbicara menyangkut hal-hal berbau intim seperti ciuman, misalnya.
"Tidak ada yang lihat selama kita melakukannya di ruanganku—" ucap Yunho geli sambil beranjak mendekati Jaejoong.
Blusshh!
"—Jadi bisakah ku ambil ciumanku sekarang" Lanjut Yunho menyeringai mesum.
"A—app emmpphh... emmppphhhfftt mmphhccckk ahhh—" belum sempat Jaejoong menjawab ucapan Yunho, Yunho sudah lebih dulu membungkam bibirnya dengan bibir tebal Yunho yang terasa penuh.
Jaejoong memejamkan matanya menikmati benda kenyal yang meliuk-liuk di goa mulutnya. Merasakan sesuatu seperti ribuan kupu-kupu beterbangan di sekitar perutnya. Perasaan yang begitu asing namun menyenangkan.
Yunho mencium bibir seksi Jaejoong dengan rakus, melumat bibirnya dengan penuh nafsu, Mengabsen setiap deretan gigi Jaejoong yang tertata dengan rapi. Melumat, menghisap terus seperti itu hingga menit-menit ke beirikutnya.
Jaejoong berusaha membberontak namun hasilnya nihil mengingat betapa kuatnya Yunho menahan tengkuknya dan melilit pinggangnya. Jadi, Jaejoong hanya bisa pasrah saja menerima kehadiran daging tak bertulang itu di dalam mulutnya.
Jaejoongmulai terbuai dengan ciuman Yunho, dan secara naluriah membalas ciuman Yunho yang menginvasi mulutnya. Mendorong-dorong keluar lidah Yunho yang melilit lidahnya.
"emmphh...ahhh...nnnhhh"
"mmph .. mphft ..Yunhh"
Erangan dan desahan sesekali lolos dari bibir Jaejoong.
Lutut Jaejoong terasa lemas.
Semakin lama ciuman itu semakin menjadi lumatan-lumatan kasar dari keduanya.
Dan seakan lupa akan segalanya keduanya kini tengah larut dengan pagi yang penuh dengangairah yang menggebu – gebu.
Dan selanjutnya pikirkan sendiri apa yang terjadi...
.
.
Kamu Mesum
.
.
To Be Continue
A/N : Hai minna ... masih inget dengan fanfic abal ini *Ga* hahahaha mudah-mudahan kalian masih inget yah *ketawa garing* Rey tau Rey sangat lama updatenya. Eh' sekali update nih FF malah ga sesuai keinginan kalian ... jadi maafkan Rey yang masih amatir ini *deep bow*.
Dan untuk kalian yang menunggu-nunggu fic ini *kalau ada* sebelumnya Rey juga udah bilang di chap kemaren kalo Rey ga bisa update cepet karena kondisi Rey yang sekarang udah kls 3. Jadi mohon dimaklumi ya...ya..iya aja deh iya aja lah ya *sarap ngomong sendiri*duaggghhh
Oh yaaa untuk chap depan juga Rey ga janji bisa update cepet, tapi Rey usahain ko tetep bisa update. Mudah-mudahan libur 3 hari ini Rey ada waktu luang untuk lanjutin fic ini :D
Oia segitu dulu deh cincauan Rey...
See ya Next chap...
Reysa_J
