Annyeonghaseyo! Masih dengan Minrin disini. Sekarang aku mau bagi-bagi lanjutan ff chapter 3 kemaren ya! Hm, yang "Truth Or Dare" nya kapan-kapan aku lanjutin lagi ya. Oh iya, ff ini masih bergenre Hurt/Comfort kok, wkwk. Dan ini Last Chap ya^^
Cast:
Cho Kyuhyun
Kim Ryeowook
Lee Sungmin
Dan pemain lain sesuai jalan cerita^^
Pair:
Kyumin
Kyuwook
WARNING!
Typo(s), and transgender/genderswitch. Belum tega ngeliat bias Yaoi soalnya, hwhw.
Don't like, Don't Read ya:D
Summary:
Kyuhyun menyebut dirinya sudah tidak memiliki tujuan hidup ataupun semangat hidup. Namun Kim Ryeowook, memunculkan tujuan hidup Kyuhyun lagi. Namun yeoja itu kini kembali, merenggut kebahagiaan Ryeowook ditengah sakitnya. / Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin / Kyumin, Kyuwook
Note:
Judul sama cerita nggak begitu nyambung. Bingung bikin judul apa hwhw.
.
Let's Read!
.
.
.
-Author POV-
Meski Kyuhyun tak membalas pesan Ryeowook, ia akan tetap mengirim pesan pada Kyuhyun.
Kyu, kemotherapy pertama telah usai. Rasanya benar-benar tidak enak. Aku ingin memberitahu padamu, rasanya sakit itu sangat tidak enak. Oh iya, semangat ya untuk sekolahmu! Mungkin aku sudah tidak sekolah lagi:)
Appa Ryeowook mengatakan padanya untuk berhenti sekolah saja. Biaya rumah sakit cukup menghabiskan banyak sekolah uang. Lebih baik berhenti, agar uang tak terbuang sia-sia.
"Nanti kalau kau sudah sembuh, kau bisa sekolah lagi, Wookie…" ucap appa Ryeowook seraya mengelus rambut Ryeowook.
Ryeowook tersenyum. "Itupun kalau aku sembuh ne, appa?" jawab Ryeowook.
Ryeowook sudah negthink untuk tidak sembuh lagi. Baginya kecil kemungkinan untuk tetap hidup lebih lama. Penyakit leukimianya itu sudah terlalu parah. Malah awalnya ia tak mau menjalani kemotherapy, karena itu hanya membuang-buang duit saja. Toh akhirnya ia juga akan meninggal secara tragis 'kan? Terkena Leukimia.
Ryeowook menatap cahaya matahari yang akan tenggelam meninggalkan bumi. Ia begitu merindukan Kyuhyun. Namun ia yakin. Kyuhyun kini sedang bahagia. Buktinya, untuk melihat handphone saja tak ada waktu. Ia tak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya itu.
.
.
.
Satu bulan sudah Ryeowook tak masuk sekolah. Banyak rumor yang mengatakan kalau Ryeowook berhenti sekolah dikarenakan tak mampu untuk membayar sekolah. Namun Kyuhyun tak percaya, dalam hatinya mengatakan kalau ada alasan lain.
Setiap paginya, Kyuhyun menunggu Ryeowook di depan sekolah. Namun tetap saja, tak ada Ryeowook disana. Tak ada Ryeowook yang datang. Akhirnya juga akan sama, Kyuhyun kembali ke kelasnya ditemani Sungmin, dan tanpa Ryeowook.
Oh iya, semenjak Sungmin kembali menginjak Korea, ia memutuskan untuk sekolah di tempat Kyuhyun. Tempat yang mereka janjikan. Ternyata Tuhan mengabulkan doa mereka. Meskipun tak secara langsung.
Setiap jam istirahatpun Kyuhyun selalu menunggu Ryeowook di tangga lantai tiga menuju ruang musik. Tempat mereka bertemu.
"Ryeowook itu siapa sih?" tanya Sungmin akhirnya. Mungkin ia akhirnya mempunyai keberanian untuk bertanya pada Kyuhyun. Ia sangat bingung. Seingatnya, Kyuhyun adalah namja yang sangat cuek. Dia tak pernah sepeduli ini dengan orang lain, selain dengannya. Namun saat ini Kyuhyun melakukan seperti apa yang Kyuhyun lakukan padanya dulu.
Kyuhyun pun bingung. Sebenarnya Ryeowook itu siapanya dia? Ingin menyebut yeojachingu juga bukan. Kalau sekedar teman? Mungkin lebih. "Dia sahabatku." Singkat Kyuhyun masih dengan menunggu Ryeowook di depan gerbang sekolah.
Sungmin mendekati Kyuhyun. Sungmin menatap mata Kyuhyun. "Siapapun dia, aku yakin, dia menempati posisi yang sama denganku di hatimu. Benarkah?" tanya Sungmin seraya mengusap dagu Kyuhyun. Sungmin tersenyum.
Kyuhyun tercengang mendengar pernyataan Sungmin. Ia baru menyadari, betapa berartinya Ryeowook bagi Kyuhyun. Kyuhyun merasakan hal yang sama seperti dulu. Ia merasa seperti kehilangan orang yang ia sayang.
.
.
.
Dua bulan sudah Ryeowook tak masuk sekolah. Karena tubuh Ryeowook yang semakin hari semakin membaik, akhirnya hari ini Ryeowook diizinkan untuk masuk ke sekolah, meskipun harus menggunakan jaket setiap waktunya.
Dengan wajah pucat, Ryeowook memasuki sekolahnya. Di depan gerbang sekolah, terdapat seorang namja dan seorang yeoja. Seorang namja yang ia kenal. Yang selama ini ia nantikan untuk bertemu dengannya. Dan yeoja itu, Ryeowook belum mengenalnya.
Ketika Ryeowook mulai mendekat. Tiba-tiba Kyuhyun berlari. Sekuat tenaganya. Dengan cepat Kyuhyun langsung memeluk Ryeowook lembut.
Satu menit….
Dua menit….
Tiga menit…..
Ryeowook melepas dekapan tersebut. Ia tersenyum menatap wajah Kyuhyun. Untung saja Ryeowook segera melepas dekapan tersebut. Kalau tidak, bisa saja dua hari baru Kyuhyun lepas.
"Kau kemana saja? Aku merindukanmu.." ucap Kyuhyun dengan mengusap wajah Ryeowook. Ryeowook masih tersenyum pucat pasi.
Ryeowook melirik yeoja yang sedari tadi menatap bingung dirinya dengan Kyuhyun. "Dia siapa?" tanya Ryeowook akhirnya. Ryeowook tersenyum ke arah yeoja tersebut serta melambaikan tangannya. Sungmin membalas hal yang sama.
Dengan masih menggenggam tangan Ryeowook, ia menoleh ke arah yang ditunjuk Ryeowook. "Ohh, dia Sungmin… Kau belum lupa dengannya 'kan?"
"Cah… Kita kesana!" ajak Ryeowook. "Aku penasaran…"
"Oooh, jadi yeoja ini yang mampu membuat Kyuhyun galau setengah mati, ditambah lagi ucapannya yang sok dramatis itu, tak punya tujuan hidup? Hahaha" sindir Ryeowook bercanda ketika bertemu Sungmin.
Sungmin tertawa mendengar ucapan Ryeowook. Dan Kyuhyun? Dia hanya menunduk malu. "Benarkah Kyuhyun seperti itu?" tanya Sungmin tak percaya.
"Benar sekali. Dia berkata tak punya semangat hidup. Hahaha lucu sekali.." ucap Ryeowook dengan menerawang ingatannya yang sempat berlalu.
.
.
.
"Pantas sekali kau menyayanginya setengah mati, dia adalah orang yang menyenangkan!" seru Ryeowook ketika mereka pulang bersama.
Kyuhyun tersenyum. "Kemana saja kau selama ini?"
"Bermain.." singkat Ryeowook.
"Hanya bermain? Kau meninggalkan sekian banyak materi hanya untuk bermain? Hmmm, berlomba di luar kota, maksudmu?"
"Tidak, hanya bermain.." jawab Ryeowook santai lagi. "Kau tahu? Dan itu benar-benar membosankan.. Dan menyakitkan.." lanjut Ryeowook dengan berbisik.
"Sudah tahu menyakitkan, lalu mengapa kau lakukan? Seperti tak ada permainan lain saja.."
"Itu permainan harus ku laksanakan, kalau tidak, aku bisa mati!" ucap Ryeowook tajam. Membuat Kyuhyun jadi merinding.
"Permainan apa itu? Tak masuk akal.."
"Ah sudahlah, lebih baik kau ceritakan saja semuanya tentang Sungmin. Aku ingin mendengarnya. Sudah lama kau tak menangis di pundakku karena ceritamu itu.."
"Besok saja, saat istirahat pertama, kita bertemu di tempat kita? Bagaimana?" tawar Kyuhyun.
"Setuju!"
.
.
.
Ryeowook berjalan menuju tangga. Saat ini ia akan bertemu dengan Kyuhyun mendengar segala cerita Kyuhyun. Tentang Sungmin ataupun yang lain, yang sempat dua bulan ini tertunda.
Ia sudah sampai lantai dua. Tiba-tiba terasa sangat amat pusing. Dan ia merasa seperti terdapat sesuatu yang mengalir dari hidungnya. Jemarinya menyentuh bagian bawah hidungnya. Darah. Saat itu juga Ryeowook tak sadarkan dirinya.
Beberapa menit kemudian Kyuhyun datang, membawa satu bucket bunga mawar berwarna putih. Cinta abadi. "RYEOWOOK?" teriak Kyuhyun tak percaya. Dengan segera ia menggendong Ryeowook dan membawanya ke rumah sakit. Meninggalkan mawar putih yang sempat tertetes darah Ryeowook. Dan ternyata Sungmin yang menemukan mawar putih tersebut. Mawar yang bertuliskan, Wookie, Saranghae!
Di depan UGD, Kyuhyun ditemani Sungmin. "Dia menggantikan posisiku di hatimu, Kyu…" ucap Sungmin saat diam menyelimuti mereka.
Kyuhyun tercengang mendengar ucapan Sungmin. Dia baru menyadari itu semua. Mengapa yang pertama menyadari perasaannya justru Sungmin? Bukan dirinya sendiri?
"Kau tak perlu terlihat bohong seperti itu… Aku bisa membacanya.." singkat Sungmin dengan tersenyum.
Kyuhyun bingung tak tahu apa yang ia akan katakan. Ia hanya menatap Sungmin. Sungmin tahu dalam tatapan itu terdapat tatapan permintaan tolong. Entahlah, Kyuhyun meminta tolong apa.
.
.
.
"Kenapa kau tak pernah menceritakan semua penyakitmu itu padaku?" tanya Kyuhyun lembut ketika tengah malam Ryeowook terbangun dari tidurnya. Ne, semalaman ini Kyuhyun menunggu Ryeowook di rumah sakit. Dengan menggenggam lembut tangan Ryeowook.
Ryeowook tersenyum. "Menceritakan apa? Aku tak sakit apa—"
Kyuhyun mengecup kening Ryeowook. Membuat Ryeowook memberhentikan pengucapannya. Kyuhyun tak mau lagi mendengar Ryeowook berbohong. "Kau masih ingin berbohong, hn?"
"Aku sudah mengirim pesan pada handphonemu. Namun kau tak kunjung membalas. Ku kira kau tak peduli, maka dari itu, ketika kita bertemu, aku tak mau mengungkit apapun." Ucap Ryeowook lemas. Wajahnya tampak lebih pucat dari sebelumnya.
"Astaga, babbo!" ucap Kyuhyun serta memukul jidatnya. Ia segera mengambil handphonenya dan menukar nomor sebelumnya.
Dan berbupuluh-puluh pesan masuk dalam nomor tersebut. Dan sebagian besar, dari Ryeowook. Kyuhyun membaca pesan tersebut satu-persatu.
Air mata itu menetes. Air bening itu menetes dari mata Kyuhyun. "Kyu….." ucap Ryeowook lemas.
Kyuhyun menoleh ke Ryeowook segera. Ryeowook menghirup nafas dengan sulit. "Aku mencintaimu… Benar-benar mencintaimu… Lebih dari teman, ataupun sahabat. Saranghae, Kyu…"
Tangisan Kyuhyun semakin menjadi-jadi. "Aku merasakan hal yang sama Wook… Tolong, jangan tinggalkan aku! Bukankah kau akan berjanji untuk tak pernah meninggalkanku? Bukankah kau berjanji akan melakukan apapun agar aku tak sedih lagi? Maka dari itu, sekarang lakukan! Lakukan! Jangan tinggalkan aku, Wookie… Ku mohon…. Jangan membuat tujuan hidupku hilang lagi, Wookie… Jangan membuat semangat hidupku hilang… Aku mohon, Wookie… Aku belum menceritakan semuanya padamu…"
"Kurasa percuma kemarin aku kemotherapy. Penyakit itu juga akan merenggut nyawaku." Ucap Ryeowook dengan tertawa miris. Ryeowook mengusap rambut Kyuhyun lembut. "Sekarang tugasku dengan Sungmin bergantian. Sungmin lah yang akan mengembalikan semangat hidupmu. Membantumu mencari tujuan hidup. Bukankah kalian akan menikah?" Ryeowook tersenyum, ditemani air matanya.
Ryeowook menyisir rambutnya. Dan rambut tersebut rontok begitu saja. Ryeowook tertawa melihat kejadian tersebut. Ia tertawa, tertawa, tertawa, menangis….. "Penyakit tersebut merenggut rambutku, Kyu... Hiks…" Ryeowook menangis.
.
.
.
Matahari bersinar dengan cerah. Angin sepoi-sepoi, terasa indah. Kyuhyun memeluk yeoja di sampingnya dengan tersenyum. Yeoja tersebut menggenggam mawar putih dengan bercak-bercak berwarna merah, darah. Mereka berdua tersenyum.
"Kau berjanji 'kan akan selalu di sisiku?" tanya Kyuhyun dengan mengecup lembut rambut yeoja tersebut.
"Ne, aku berjanji, Kyu…"
Dan mereka berdua menaruh mawar putih bebercak darah tersebut di depan batu nisan bertuliskan, Kim Ryeowook.
-Author POV end-
.
~END~
.
.
.
Gimana bagian akhirnya? Kecewa? Seneng? Sedih? Lucu? Aneh? Hwhwhw. Kasih komentar kalian doong! Reviews cerita ini ya! Jangan jadi silent reader^^
GOMAWO! /bow/
