What The Hell...?

March 2014

Author: Baby Tao Lovers

Main Cast: KrisTao, Huang Zi Tao (Tao) & Wu Yifan (Kris)

Other Cast: All EXO member (EXO Official Couple), other Artist SM, etc.

Rated : T (Teen)

Warning: Yaoi, Gaze,Typo, Humor Gagal, OOC, etc.

Sumary : Kris dan Tao tidak pernah akur, bahkan sejak pertama kali mereka bertemu. Tapi bagaimana jika seseorang ingin menyatukan hubungan mereka, dan yang menarik orang itu adalah mentalis

So, Hope Enjoy Read This Fict.

Don't Like +++++ Don't Read +++++ No Plagiat +++++ Dosa Tanggung Sendiri ++++ OK!

:

Check it out

.


Chapter 4... It's Showtime,,,,

.

.

Author POV

Gemerisik langkah kaki terdengar, begitu daun-daun kering disepanjang jalan yang cukup tertutup itu terinjak sepatu kets bermerek ternama, hingga bisa sedikit menghapus heningnya malam didepan sekolah SM High School. Alunan suara dari dedaunan itu terhenti begitu sang pemilik sepatu yang memiliki postur tubuh tinggi, surainya berwarna blonde namun tertutupi sebuah topi, kacamata bahkan mengenakan syal tebal yang sedikit menutupi paras tampannya, tiba-tiba menghentikan langkahnya.

" sial, bagaimana bisa aku lupa benda itu ketinggalan di sekolah" kata Kris namja itu, begitu menginjakan kakinya didepan gerbang sekolahnya, ia hanya bisa merutuki dirinya, karena lupa pada barang yang menurutnya istimewa sekaligus 'begitu berbahaya' bila ditemukan orang lain.

' itu salahmu sendiri, dasar bodoh. Kita juga yang kena imbasnya' rutuk dua rekan dalam hati, yang juga ikut dibelakang Kris.

.

Flashback,,,,,,

Hari jumat tepat pukul 6 sore waktu Korea, tepatnya di asrama timur, Kris berjalan terburu-buru mendatangi kamar asrama bertuliskan No. 01 A Guardian Angel and Tv Man...(basecamp mereka, para seme),,

Brakkkk,

pintu dibuka cukup keras, namja blonde itu masuk begitu saja tanpa mengindahkan tatapan 4 namja padanya yang tengah bermain kartu, yang jelas terkejut karena kedatangannya. wajah tampan mereka sudah tak berbentuk karena sudah dihiasi coretan indah dari pemulas bibir wanita berwarna merah segar, yang kebetulan mereka temukan diruang osis. Kris terkejut melihat wajah mereka tapi ia memilih untuk mengabaikannya, menurutnya ada prioritas lain yang jauh lebih penting daripada sekedar mengomentari cara bermake up mereka yang buruk.

Grekk,,

" disini juga tak ada." Kata Kris sambil membuka satu persatu laci yang menyatu dengan meja belajar, yang dimiliki namja tampan berwajah angelic. Dan tentu saja, perilaku tak sopan ini langsung memancing respon sang pemilik.

" hyung datang begitu saja tanpa mengetuk pintu, lalu tiba-tiba membongkar laci meja belajarku. Sikapmu seharusnya bisa sedikit lebih sopan hyung, sekalipun aku sepupumu!" kata Suho tenang tapi menuntut. "memangnya kau cari apa sih?"

" kau pasti tau kan kebiasaanku". Kata Kris datar tanpa menunjukan sedikitpun raut penyesalannya, tangan-tangan panjangnya (maaf ini bukan peribahasa) masih membuka laci dibagian lain. "dan yahhh sorry, nanti akan kubereskan. aku benar-benar butuh hiburan dari 'benda itu' saat ini. aku yakin besok aku tak punya waktu karena harus latihan basket untuk persiapan terakhir, dan selepas itu aku hanya ingin beristirahat untuk menjaga kondisi tubuhku di pertandingan nanti." Cukup singkat, namun empat namja itu langsung mengangguk paham, dan bahkan tanpa dijelaskan pun mereka tahu bahwa barang apa yang dipanggil 'benda itu'. Yang jelas memang itulah alat hiburan seorang Kris Wu. "sial. Padahal itu barang baru. Aku bahkan belum membukanya." rutuk kris

" hahhh Kupikir apa. Lagipula kenapa kau mencari benda itu ditempat orang yang tidak berminat pada hal-hal seperti itu". Kata Chen santai, Kris yang mendengar itu langsung mengganti objek pencariannya, tepatnya ke sisi dari kamar itu yang berbeda . " heiiii tunggu tunggu, kenapa sekarang hyung malah mencari di ranjangku?" Kris seakan tuli, ia hanya menganggap angin lewat pada komentar Chen.

cukup lama Kris dengan kegiatannya dikamar itu, dan tentunya 4 namja itu terganggu dengan kegiatan Kris yang tak juga membuahkan hasil. Mereka pikir Kris hanya menganggu kesenangan mereka dengan acara bongkar-bongkarannya, membuat mood bermain mereka berkurang.

" tapi apa kau yakin, kau sudah mencari dengan teliti dikamarmu? Kalau misalnya tidak ada disini, apa mungkin tertinggal disekolah?" kata Suho yang sudah pusing lihat Kris berlalu lalang, ditambah kamar mereka kondisinya hancur karena ulah Kris. Sebenarnya kalimat ini merupakan usiran secara tidak langsung oleh Suho.

"Iya sih. Keliatannya memang disekolah, soalnya seisi kamarku sudah kucari tapi tetap hasilnya nihil. Aish, dimana 'benda itu' aku menginginkannya!" kris menjambak rambutya frustasi.

"eh,,, tadi kalau tidak talah hyung bilang itu barang baru? Wuihh hyung Kau hebat, aku juga mau kalau nanti tudah ketemu. Hyung pinjam jeball ne". Sehun berkata dengan mimik berharap yang berlebihan.

"Iya Kris aku juga pingin sekali. plis cuma satu jam aja" pinta Chanyeol.

Kris hanya geleng-geleng kepala melihat kedua tingkah hoobae yang tak tahu kondisi dan seenaknya ingin meminjam bukunya tapi tidak berniat membantunya. Kris terdiam sebentar sebelum sebuah ide cemerlang tiba-tiba tersangkut diotaknya.

" sepertinya terpaksa aku memang harus kesekolah" kata Kris sambil melirik Chanyeol dan Sehun, namun respon kedua namja setelah mendengar kalimat itu, yang semula menatapnya dengan sungguh- sungguh langsung berubah menjadi tatapan balik yang terkesan cuek, bahkan mereka kembali bermain kartu. Kris jelas sebal karena sepertinya mereka memahami keinginannya. " dan kalian berdua berhentilah mendadak untuk tidak peduli. seharusnya kalian juga ikut membantuku"

" eeh kenapa hyung malah membawa-bawa kami, itu jelas bukan tanggung jawab kami." Kata Chanyeol lalu highfive dengan Sehun. Kris benar-benar kesal, tapi ia tutupi dengan seringaiannya yang terlihat sedikit seram.

" tapi kalian harus membantuku karena kalian pikir aku tidak tahu jika kalian sering meminjam 'koleksiku' tanpa meminta ijinku bukan, Park Chanyeol, Oh Sehun. Pantas saja akhir-akhir ini kalian tak penasaran lagi heum."

"e-eh" kata Chanyeol kaget karena mereka ketahuan. 'astaga, kenapa Kris bisa tau' batin Chanyeol.

"Hehe maaf hyung, habith aku pikir kau pathi akan murka jika kami membukanya thebelum kamu thendiri membacanya." dengan spontan Sehun mengucapkan kalimat yang jelas sekali bahwa dia mengakuinya.

"Ya, Sehun kau bodoh kenapa kau mengatakannya." Astaga Chanyeol kaget, ia benar- benar kesal lantaran si magnae mengatakan rahasia besar mereka begitu saja. Hingga Kris cukup tekejut dengan penuturan itu, bahkan membuat mimik mukanya berubah begitu drastis, alis angry birdnya tertekuk karena matanya menatap dengan tajam kearah dua namja itu, seakan ingin menelanjangi mereka. Dua namja itu jelas takut saat melihat ekspresi bahaya hyungnya itu. " berarti yang sedang kucari juga, kalian yang_"

Namun dasar bebal, mereka hanya menanggapinya rasa takut itu sesaat.

"eits hyung kalau soal yang sekarang kami benar-benar tak melakukan itu. aku janji tidak akan mengulanginya lagi. lagipula hyung maaf kalau tak salah besok ada tes fisika jadi aku harus belajar hehe. " Chanyeol dengan wajah watadosnya sambil tangan kanannya membentuk tanda 'peace'.

" iya hyung, Mian juga hyung hehe. Kalau tidak salah aku juga ada PR yang harus kukerjakan, maaf hyung sepertinya aku juga tak bisa menemanimu. " kata Sehun juga tanpa rasa bersalah, bahkan pandangannya kembali tertuju pada permainan kartu tadi. Ok Kesabaran Kris habis sekarang.

"DOBIII.,, CADELLLLL ! kalian harus membantuku mencarinya sampai ketemu. Apapun alasan kalian aku tak PEDULI. kalian tetap harus temani aku mencari kesekolah. Harus ketemu!bahkan jika harus semalaman mencarinya...", oh tidak, jika Kris sudah memanggil gelar mereka artinya dia benar-benar murka. Seketika dua namja tadi shock karena kaget sampai mulut mereka menganga, hingga kartu-kartu yang mereka pegang langsung berjatuhan dengan indah.

"TIDAKKKK",,,,,kata Sehun bareng Chanyeol. 'malangnya nasibku' batin miris keduanya.

Poor ChanHun.

Suho dan Chen hanya menatap iba pada teman-teman jailnya itu (-_-"). Disisi lain, dibenak seorang Chen , ia hanya bisa menertawakan kedua temannya yang sedang sial itu, pikirnya siapa suruh ketahuan. padahal jika Kris lebih teliti namja ini juga meminjamnya bahkan paling sering, namun tertutupi oleh pikiran cerdiknya, timingnya yang selalu tepat, plus actingnya bagus, makanya ia beruntung karena tidak pernah ketahuan bahkan tidak pernah dicurigai sekalipun.

Flashback off,,,,

.

"Kris Hyung kuratha ini terlalu berlebihan. Kenapa tih kita harus pakai topi, kacamata hitam dan thyal(syal) segala. Ini kan malam hari?". Kata Sehun membuyarkan keheningan mereka yang sejak tadi terus berjalan tanpa obrolan sama sekali.

" ini namanya penyamaran, Oh Sehun." Kata Kris jengkel dan memberi tekanan pada nama sipenanya. "kita cukup populer disekolah. aku yakin jika seandainya sekarang ada seseorang yang melihat kita tanpa penyamaran, dia pasti langsung menyadari siapa kita. Dan kau tahu memalukan sekali jika kita ketahuan tengah mengendap-endap kesekolah dimalam hari" Kris berkata sambil berjalan Lurus tanpa menoleh menoleh ke sumber suara.

"Ahh memang benar. tapi bukannya penampilan ini lebih mencolok ya?"tanya Chanyeol sambil memegang syal berwarna hitam yang melilit dilehernya.

"grrr sudahlah kalian jangan banyak bicara. aku ingin cepat mencarinya karena sekarang sudah jam sembilan malam. Chanyeol kau cari dikelas. Ini kuncinya, aku sudah pinjam ke Suho. Dan kau Sehun kau cari di toliet paling atas lalu aku akan mencarinya di lapangan basket" kata Kris cepat.

Pasti pemirsa heran bukan? Ayolah,, Jangan Tanya kenapa Suho bisa punya kunci duplikat semua ruangan yang ada disekolahnya. untuk seorang ketua osis yang punya banyak koneksi, belum lagi kaya, bukan hal sulit untuk mendapatkannya. Tapi jangan bernegative thinking dulu, yang jelas ia tidak memiliki kunci ruangan guru, staff sekolah ataupun ruangan Kepala Sekolah, yang dinilai terlalu beresiko besar jika memilikinya. Suho menggunakan kunci-kunci itu hanya ketika ada acara-acara penting sekolahnya. Agar Ia bisa lebih leluasa katanya, sebenarnya Ini rahasia sih (rahasia seorang angel katanya, yang diam-diam tidak ingin mengubah imagenya gara-gara mengoleksi kunci-kunci ruangan tertentu disekolahnya).

Sementara bocah albino atau kita sebut itu Sehun, tiba-tiba menghentikan langkahnya dan termenung, matanya menatap horor tangannya yang memegangi sebuah besi berkilat yang diketahui merupakan sebuah kunci_ toliet yang letaknya berada dilantai 3, lantai para siswa kelas XII, yang terkenal dengan cerita horror terbaiknya. Seketika ekspresinya langsung pucat pasi, bahkan karena berhenti ia tertinggal beberapa langkah dari 2 namja tiang listrik.

"Eeeh tunggu Kris hyung, kenapa tak adil?,,, Kenapa harus Thehun yang pergi ketempat menyeramkan?" Sehun bertanya dengan ekspresi minta dikasihani. Siempu yang merasa dipanggil itu berhenti kemudian menengok belakang, memandang kearah sipenanya juga tidak lupa memberikan glare. Gerakan itu diikuti oleh namja tiang lainnya yang ada di sebelahnya tapi namja ini yang merespon lebih dulu pertanyaan dari Sehun.

" bukankah sudah jelas. Itu karena kau yang paling sering tertangkap basah meminjam 'benda itu', Sehun! dan kau juga yang pertama kali mengakuinya, bukan." kata Chanyeol entah menambahkan, entah memprovokasi atau membela diri, yang jelas ia juga tak ingin jika nanti dirinya yang harus mencari tempat itu.

"dan juga tanpa meminta ijin dulu padaku". Kata Kris sedikit sewot. Good. Chanyeol selamat jika kris mendukung pendapatnya.

Tapi tidakkkk, Sehun terpojok. Tapi bukan Sehun jika langsung pasrah, ia benar-benar takut saat ini dan mana mungkin ia rela dengan nasib sialnya untuk pergi ketempat itu. "Oh hyung miannnn. Ayolah, aku mohon jangan ditoilet plith. Aku takut, memangnya kalian mau tanggung jawab jika aku menemukan tetuatu yang lain telain 'itu' dan bukan yang aku cari, lalu aku pingtan ditana bagaimana? apa kalian mau bertanggung jawab ?". Lagi sehun membuat mimik menyedihkan membuat 2 namja didepannya mendadak mual.

",,,Aishh sudah cukup. Begini saja, kalian berdua cari bersama-sama ketoliet dan kelasku". Jawab Kris spontan dan tak ingin membuang waktu.

'Huh seenaknya' pikir Sehun + Chanyeol bersamaan.

"Ehh tapi kenapa kita harus mencarinya di tiga tempat itu" Tanya Chanyeol.

"nggg… coba kuingat. Tadi 3 tempat itu yang kukunjungi sambil membawa-bawa benda itu dan kemungkinan besar ada dan harus ada!' jawab Kris tegas. "aku membawa-bawanya untuk kubuka, tapi sialnya ditiga tempat itu aku gagal membukanya gara-gara gangguan tak berarti ".

Chanyeol dan Sehun hanya ber 'o' ria mendengarkan penjelasan hyungnya, yang ternyata sangat tidak tau tempat membuka benda itu ckck… 'dasar maniak, membawanya kemana-mana, Bahkan ditoilet hhh.',,, batin mereka.

"Sudah sana cepat pergi", dengan langkah awal yang gontai mereka bertiga berjalan dengan dua tujuan yang berbeda, kris berjalan kearah lapangan basket indoor mendahului mereka sedangkan Sehun dan Chanyeol berjalan cukup lambat pergi kearah kelas Kris, dengan membawa kunci duplikat milik Suho tentunya.

" ayolah sehun cepat, aku ingin segera pulang. Dan jangan memainkan ponselmu ketika berjalan, itu membuatmu berjalan sangat lamban" omel Chanyeol.

" iya maaf hyung, kau duluan thaja. Nanti aku menyuthul" kata Sehun terdengar mengabaikan karena saat ini matanya tetap fokus pada ponsel smartphonenya yang langsung ia buka begitu Kris pergi mendahului mereka. Ia mengetik beberapa kata kemudian mengirimnya. ia menunjukan seringaiannya setelah mendapat balasan SMSnya, kemudian memasukan ponselnya ke kantong jaketnya dan kaki-kakinya mulai ia langkahkan untuk mengejar Chanyeol yang berjalan sudah cukup jauh darinya.

...

...

Kaki-kaki panjangnya membawanya cukup cepat sampai ketempat yang ia tuju, didepan lapangan basket indoor yang berada didalam gedung olahraga B milik sekolahnya. Hal pertama yang Kris lihat adalah secercah cahaya yang keluar lewat pintu depan gedung olahraga yang sedikit terbuka. Ia jelas kaget karena ruangan itu dalam keadaan tidak terkunci, padahal biasanya ruangan itu selalu dikunci oleh para penjaganya.

"sial! kenapa aku jadi memikirkan hal yang mengerikan" kata Kris yang nyalinya mendadak ciut melihat kondisi gedung yang gelap dan desas desus negative tentang tempat itu yang tiba-tiba langsung ia ingat. 'tenangkan dirimu Kris. paling penjaga sekolah lupa tidak menguncinya dan tidak mematikan lampunya. Tenang-tenang, pikirkan sesuatu yang menyenangkan agar kau tidak merubah ekspresi tampanmu'.

Dan entah kenapa saat ia berusaha mengontrol ketakutannya yang muncul di pikirannya justru ekspresi shock tao yang tadi siang tak sengaja ia lihat dan sedikit menguping pembicaraan Tao dengan seongsaengnim galak tapi cantik yang mengajar bahasa asing, Victoria. Ia lihat Tao yang terkejut bukan main karena dengan isengnya Victoria seongsaengnim (yang seorang Fujoshi, bahkan terlihat mendukung KrisTao couple), meminta secara pribadi pada tao yang memiliki kedekatan dengan ketua drama, Donghae Sunbae. agar Kris dimasukan kedalam klub drama yang diikuti Tao. menurutnya penghayatan Puisi Kris tempo hari sangat bagus. Kris terlihat memiliki bakat alami untuk berakting, jadi menurutnya tak ada salahnya jika ketua basket itu dimasukan ke klubnya. Dan Demi Tuhan, saat itu ia bersumpah melihat wajah Tao pucat pasi mendengar ucapan gurunya itu dan tentunya dengan susah payah dan berbagai alasan Tao jelaskan pada Seongsaenim cantik itu agar Kris tak bisa dimasukan ke klubnya. Dan dengan watadosnya Seongsaengnim Cantik itu bilang bahwa itu hanya lelucon, alasannya karena jika memang ia berniat begitu mungkin ia tak akan membicarakannya dengan Tao tapi dengan Sungmin Seongsaengnim pembimbing klub itu, lalu meninggalkan Tao begitu saja. membuat Kris tertawa konyol setelah sekali lagi melihat (setelah kejadian dikelasnya) Tao membatu.

"ha ha lucu sekali, Guru yang seenaknya dan namja aneh yang menolak mentah-mentah kehadiran seorang Kris, sulit dipercaya." ia tersenyum mengejek. ' aish kenapa aku jadi teringat dia sih. Ahh tak apalah akhir-akhir ini aku jadi sering tertawa karena panda itu'. Setidaknya batinnya juga mengakui secara tidak langsung bahwa berkat tao hidupnya sedikit berwarna.

Lumayan berkat lamunan sesaat tadi cukup menghilangkan ketakutan Kris. Ia mulai memberanikan dirinya untuk mendekati pintu itu, saat ia tengah mengintip untuk mencari apa mungkin seseorang disana dan berharap semoga yang ada disana itu manusia. Ternyata doa kris dikabul, disana ia melihat seseorang tengah berlatih menggunakan tongkat. Tepatnya seorang namja (karena ia lihat dadanya rata) mengenakan baju tanpa lengan berwarna putih dengan bawahannya celana olahraga hitam dan memakai Syal cukup lebar berwarna senada. Hanya saja Fokus Kris kurang karena jaraknya dari pintu dengan posisi namja itu yang cukup jauh, juga lampu penerangan yang buram membuatnya tidak bisa melihat secara jelas siapa orang yang tengah berlatih Wushu itu.

Secara perlahan Kris melangkahkan kakinya kembali hingga ia bisa melihat sedikit demi sedikit namja yang sedang berlatih tadi. lampu penerangan redup karena tak bisa sepenuhnya menerangi ruangan itu, yang semakin menambah rasa penasarannya untuk melihat namja itu. Dengan gerakan mengendap-endap yang semakin ia percepat, agar semakin jelas melihat sosok yang menurutnya sangat indah menampilkan gerakan-gerakan wushu itu.

Kris POV,,,,

Mataku tak bisa lepas dari namja itu, rasanya begitu familiar, tapi Siapa itu,,,kenapa postur tubuhnya itu tidak asing, bahkan model rambutnya juga tidak terlihat asing ,,, rasanya aku mengenal sosok itu. sial, kenapa masih tak begitu jelas. Jujur aku sangat takjub melihat kemampuannya yang begitu lihai memainkan tongkat wushunya itu.

Dan sial sekali saat aku masih mengendap-endap karena ruangan ini sangat luas, dan mataku tetap terfokus memandangi namja itu hingga tanganku yang tengah meraba-raba dinding tak sengaja menekan tombol lampu lalu membuat setengah lampu dari jumlah yang ada itu hidup tapi cukup menerangi seluruh ruangan, hingga akhirnya terpampanglah sosok itu dengan sangat jelas. sosok seorang namja dengan kantung mata seperti panda, hidung mancungnya, bibir yang unik dan anehnya sekalipun jauh kenapa masih terlihat jelas berwarna pink alami. Aku tak bisa memungkiri namja yang menarik perhatianku sejak tadi adalah orang yang tak kusukai, Tao. Namja yang kucatat sebagai sainganku itu tengah menggerakan badannya dengan tangannya membawa sebuah tongkat. melihatnya lagi-lagi dadaku bergemuruh, mataku terbelalak, bibirku sedikit terbuka. Sial, ini memalukan tapi hanya gara-gara syal yang dipakainya itu terjatuh saat dirinya tengah melakukan jumping, bisa membuatku mematung dengan pikiranku sedikit tidak jernih, tatkala mataku melihat secara jelas bentuk tubuhnya. keringat derasnya yang membasahi sebagian kaos yang ia kenakan dan membuat kaos itu ketat hingga memampangkan tubuh sexynya yang memiliki sedikit abs hingga membuat mukaku seketika panas karena pikiran-pikiran kotor yang hinggap diotakku. Aku benar-benar hampir lupa dengan tujuan awalku kemari. Shit, bahkan liurku hampir menetes karena aku lupa menutup mulutku sejak tadi.

Kris POV end,,

.

Kris masih mematung dan belum tersadar dari acaranya mengagumi gerakan-gerakan yang Tao lakukan, hingga ia melupakan kecerobohannya tadi. Disisi lain Tao jelas terkejut karena lampu lain tiba-tiba hidup sendiri dan memberi penerangan yang begitu jelas padanya, saat dirinya berhasil melakukan jumping tadi. hingga dengan reflek mata Tao mencari keberadaan tombol lampu dan matanya sangat cepat menangkap sesosok namja tinggi dengan penampilan yang cukup tertutup berada didekat tombol itu, tengah berdiri mematung. Tao tersentak tapi ia masih meyakini namja aneh itu juga terkejut, terlihat dari tubuhnya yang tiba-tiba menegang saat mata mereka bertemu.

Begitu mata Kris bertemu pandang dengan Tao ia langsung tersadar dari acara mengaguminya dan yang ada dipikirannnya hanyalah ia harus segera pergi. namun entah tanpa disadarinya TAO bergerak lebih cepat, berlari kearah dirinya. Kris yang kaget hendak berlari namun karena kalah cepat, bahkan sebelum memutar tubuhnya dan hendak berlari, gerakannya keburu terkunci Tao karena Syal Kris yang ia kenakan dan ukurannya lumayan panjang berhasil Tao gapai, kemudian dengan kuatnya ia menariknya hingga Kris tak bisa bergerak karena lehernya sedikit tercekik dan Kris hanya reflek menahan tarikan Tao pada syalnya dengan menarik kembali syalnya dengan kedua tangannya dan berhasil melonggarkannya, membuat ia tidak lagi tercekik. Namun seketika ia tersentak saat tangan kanan Tao mengacungkan tongkatnya hingga tinggal 5 senti didepan hidungnya dengan tangan kirinya yang masih memegang syal milik Kris, jarak mereka hanya terpaut satu meter.

Deg,

deg,

deg

' sial. Lagi-lagi aku begini'. Batin Kris miris.

"apa yang kau lakukan disini" tanya Tao cepat "apa kau penjahat yang mengikutiku atau stalker yang sedang menguntitku" ia menghela napa sebentar "dan siapa kau sebenarnya" pertanyaan yang dilempar Tao bertubi-tubi itu sukses membuat membuat Kris tegang.

' astaga kurasa berbahaya jika berada sedekat ini. aku harus merubah nada bicaraku' batin Kris sedikit kalut tapi perasaannya sedikit senang karena Tao tidak menyadari dirinya yang ia ketahui dari pertanyaan tadi. "a, aku ,,bu bukan penjahat ataupun stalker. kau terlalu percaya diri" katanya sedikit tidak nyaman karena tongkat wushunya masih berada didepan hidungnya, "dan bisakah kau singkirkan benda ini" sambil menunjuk tongkat yang dipegang Tao dengan dagunya karena tangannya masih memegang syalnya "aku datang kemari hanya untuk mengambil benda berhargaku yang ketinggalan dan untuk siapa aku, kau tidak perlu tau" . Tao pun menurunkan tongkatnya, namun masih menatap tajam namja yang ada didepannya.

"baiklah" kata Tao singkat da dengan cepat menjauhkan tongkat serta dirinnya, ia sadar pria asing itu tak mungkin sepenuhnya memberi informasi yang terlalu privasi padanya. "apa benda yang kau tinggalkan sangat berharga, sampai malam-malam kamu datang kelapangan basket sekolah." Selidik Tao. Matanya menatap tajam wajah rupawan yang ada dihadapannya.

" Kurasa iya, dan kau tidak merasa pertanyaan itu juga perlu untukmu sendiri eoh".

" ,,tch" Tao mendecih sebal dan matanya semakin tajam menatap namja itu.

" Aku tak ingin berlama-lama disini, jadi aku bertanya satu hal_ padamu yang sejak tadi berada diruangan ini. apa kau melihat benda berhargaku itu" kata Kris memalingkan wajahnya karena Tao memandangi wajahnya terlalu intens, dan juga ia tidak ingin identitasnya ketahuan musuhnya.

"benda? Coba lebih spesifik, benda seperti apa maksudmu?" tanya Tao malas. pikirnya orang ini berani sekali bertanya padahal tadi saat ia bertanya saja tak semuanya dijawab namja itu.

"itu hanya sebuah buku".

"buku besar didalam tas jinjingan berwarna putih itu, maksudmu!" kata Tao dan membalik tubuhnya sambil menunjuk kearah benda yang berada di anak tangga pertama yang tidak terlalu jauh darinya.

"ohh disana rupanya" Kris berjalan tidak terlalu cepat menghampiri hartanya itu, berusaha tidak mengubah image coolnya. 'akhirnya ketemu juga' batin Kris senang namun dengan cepat merubah ekpresinya ke mode datar lagi. 'ternyata cukup mudah menemukannya. Eh, tapi kenapa bisa ada disini', Kris sedikit melamun memikirkannya.

"Apa kau tak mau berterima kasih padaku, ahh dan sekaligus minta maaf padaku karena mengganggu latihanku" kata Tao sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya juga melepar senyum tipisnya. 'sial pose itu seksi sekali' batin Kris saat tak sengaja menangkap ekspresi Tao tadi.

"hah O- Ok. Thank's for Your Help and sorry to disturbing you. I have to go now. Bye". Dengan bergegas Kris pergi sebelum ketahuan oleh Tao dan sebelum pikirannya mengenai musuhnya itu semakin menjalur ke hal-hal negative .

Tapi sebelum Kris menginjakan kakinya untuk langkahnya yang kedua, Tao menarik tangan Kris dengan kuat sehingga Kris yang notabene bertubuh lebih besar ikut teseret oleh gerakan tiba-tiba itu, hingga satu detik kemudian Tao dengan kenekatannya berhasil merengkuh tubuh namja yang jauh lebih besar dari badannya. memberikan posisi yang sangat intim untuk mereka berdua, lalu jemarinya meremas lembut kaos bagian belakang Kris, hingga tanpa ragu tao memajukan kepala lalu meletakan dagunya dibahu tegap milik namja itu dengan posisi kakinya yang berjinjit, berusaha untuk menyamakan tingginya dengan tinggi namja didepannya.

Mata Kris terbelalak, namun tak ada penolakan sama sekali. tidak ada makian ataupun rontaan darinya, ia benar-benar membeku dengan perlakuan tidak biasa ini. Pikirannya menolak namun hati serta tubuhnya menginginkan ini. Ia bahkan lupa aura pertarungan yang selalu muncul dibenaknya ketika bertemu namja ini. Bahkan kesenangan sesaat setelah apa yang ia cari telah ditemukan menghilang begitu saja, begitu menemukan euforia baru ia rasakan lebih menyenangkan. dimana detak jantung berpacunya sudah menggila, tubuhnya sedikit gemetaran, bahkan aliran darah yang merambat hingga mukanya dan membuat warna muka yang berbeda dengan biasanya. Ia tak pernah mengalaminya karena ia cukup buta tentang masalah cinta. ia semakin tak bertenaga begitu hidung bangirnya menghirup aroma tubuh namja yang menguar didepannya, aroma yang berbeda dari namja pada umumnya, bahkan bau keringat itu memiliki sensasi yang menyegarkan indera penciumannya, bau Vanilla. Sampai semua euforia menyenangkan itu sedikit lenyap begitu namja yang tengah memeluknya itu menggerakan kepalanya hingga posisi hidung mancungnya menyentuh telinga kirinya dan bibir kucingnya berada tepat didepan telinga Kris. Dan tadi Kris berani bersumpah saat tangannya ditarik, ia sempat melihat Tao menyeringai licik. Tatapan polos matanya seakan berganti dengan tatapan kelicikan.

" Kau sombong sekali tak mau mengenalkan dirimu padaku. yahh tidak masalah sih, tapi jika kau tak mau _biar aku saja yang menebaknya." Tao menyeringai karena namja itu masih kaget dengan posisi mereka saat ini. "kau tau? aku memang bukan orang pintar, tapi aku tidak cukup bodoh untuk bisa mengenalimu" lanjut Tao membuyarkan lamunan Kris. posisi bibir tao tadi membuat Kris bisa mendengar dengan jelas suara Tao sedikit parau namun terkesan manja dan kekanak-kanakan hingga seperti rangkaian melodi yang sangat merdu. Huff, akhirnya batin Kris mengakui ini.

" apa maksudmu?" Kris kalut namun ia cukup baik menyembunyikan ketakutannyannya dengan pertanyaannya yang terdengar tenang dan tidak terkesan terlalu menuntut. Posisi mereka berdua masih sama, Tao tengah memeluknya dan ia jujur enggan untuk merubah posisi ini. Debaran didadanya bahkan semakin menjadi.

" aku merasa tidak asing denganmu," tubuh Kris seketika menegang, entah kenapa posisi intim ini ditambah kata-kata tadi membuatnya sedikit lemas sehingga dorongan yang ia lakukan tidak berarti apa-apa bagi Tao. Sebenarnya dia sedikit pasif hingga hampir sama dengan posisi uke(?), ukh padahal dia seme.

" kupikir jika ada orang yang gegabah meninggalkan barang yang sangat berharga baginya dilapangan basket, itu artinya orang itu memiliki rutinitas ditempat ini dan tak ada pilihan lain sampai harus membawa-bawanya bukan?" tanya Tao.

"la lalu? Itu tak menjamin ba-bahwa aku pemain ba- basket bbukan?" sial Kris mulai grogi gara-gara tebakan namja panda itu, hingga suaranya sedikit gemetaran.

" aku tak pernah bilang bahwa dia pemain basket, yahhh meskipun itu dugaan pertamaku. Bisa saja kan ada sekelompok penonton yang mendukung tim kesayangan sekolah ini atau mungkin salah satu pemainnya, yang mungkin tak sengaja meninggalkan itu." Tao tersenyum, namun seketika ia merubah ekspresinya menjadi datar lagi.

" o-oh mungkin saja." Syukurlah opini Tao yang kedua itu, sedikit membuat Kris lega, dan ada kemungkinan tebakannya salah. Tapi ia terkejut dengan tangan Tao yang tiba-tiba menyentuh syal berwarna merah tebalnya, kemudian menariknya dengan cepat hingga terlepas dari lehernya dan jatuh ke lantai lapangan basket indoor itu. Ia jelas kaget, namun kata-kata Tao yang ia lanjutkan jauh lebih mengagetkannya dan menahan gerakan tangannya yang ingin menghentikan tangan Tao yang mulai menyentuh topinya.

" tapi,,, setauku biasanya hanya yoeja-yoeja yang bersedia duduk berjam-jam hanya demi menunggu idola mereka. Dan kurasa Kau bukan seorang yoeja" menusuk, jelasss, dan tepat sekali. pertama karena Kris mulai kalut dan kedua yang sedikit membuatnya marah, bagaimana mungkin namja dihadapannya ini bisa meragukan gendernya yang sudah jelas sekali. ia hampir mengumpat sebelum tiba-tiba Tao melanjutkan kata-kata yang membuatnya kaget setengah mati.

" jadi opsi pertama kemungkinan benar." Kris benar-benar gemetaran sekarang dan Tao menyeringai, kemudian dengan cepat Tao menarik topi dan melemparkannya begitu saja tanpa mengubah posisi wajahnya. Hanya tangan-tangannya yang sejak tadi bergerak. " dan diantara mereka, para pemain basket, hanya satu orang yang selalu tak sopan padaku"

"..." kris mencelos hingga kehilangan kata-katanya. Entah kenapa ia mendadak mendapat firasat buruk setelah ini. Bahkan keringat mulai berjatuhan dipelipisnya. ' kuharap tebakanmu salah Huang' batin Kris, dan juga entah karena efek dirinya yang kalut sekali, ia mulai medorong tubuh Tao. Tapi lagi-lagi dorongan itu tak berarti karena tenaganya sama sekali tak keluar.

" bahkan tanpa kau perlu membuka kacamata pun, kau pikir siapa lagi pemain basket yang memiliki warna rambut seperti ini heum, NAGA MESUM ".

_DEG

"dan aku tak menyangka kau ternyata licik, kau menyembunyikan majalah gay didalam buku ensiklopia setebal itu, Kris" Kata Tao, kalimat ini sangat spesial dengan efek desahan tepat didepan telinga siempu yang berhasil membuatnya tubuhnya langsung merinding.

_BLEDARR

seketika rasanya petir menyambar seonggok bebatuan, dan batu-batu jatuh tepat diatas kepalanya. Dan efeknya memberikan rasa malu yang luar biasa padanya. Rasanya seperti nyawa Kris yang tiba-tiba keluar dari raganya. Pandangannnya tiba-tiba menjadi kosong bahkan mulutnya sedikit menganga.

Tao puas sekali melihat ekspresi malu Kris yang langka dilihat itu. Ia kemudian melepaskan rengkuhan tangannya pada tubuh Kris. ia berjalan santai kemudian mengambil peralatan wushunya, lalu ia sedikit menoleh kebelakang tepatnya kearah Kris yang menatap lemas dirinya dan dengan isengnya pemirsa, uri Tao memberi Wink yang jarang ia tampilkan. setelah itu ia bergegas meninggalkan kris sendiri di ruangan basket itu.

Kris hanya membeku dengan darah yang mengalir dari hidung mancungnya karena efek wink Tao yang errr terlalu sexy dan juga semakin mengintimidasi pemikirannya…Dan dari kejauhan itu Kris masih bisa mendengar perkataa namja yang tadi mempermalukannya,

" sudah kuduga kau juga gay ahaha"…

...

...

Pegangan Tao pada tongkatnya semakin erat, sejujurnya ia sudah greget sekali ingin menggigiti kukunya, namun ia tahan karena ia belum keluar dari ruangan itu.

'Waaaaa aku tak menyangka akhirnya rencanaku berhasil, terima kasih Sehun. Berkat Kau, aku berhasil membuatnya malu karena aibnya sudah kubongkar. Aku yakin setelah ini, dia pasti akan berpikir dua kali jika ingin menggangguku, karena aku sudah memegang rahasianya haha' batin Tao senang.

Tao berjalan tetap tenang dengan wajah datarnya meski didalam hatinya ia ingin menjerit sekencang-kencangnya dan kakinya ingin melompat-lompat ke udara karena ia begitu senang. Namun setelah ia cukup lama mengontrol emosi yang berlainan dengan kondisi batinnya yang sebenarnya, ia tak sadar bahwa kakinya melangkah ke arah pintu yang berlainan dengan tujuannya semula. Hingga ketika ia tiba didepan pintu keluar ia baru menyadarinya dan terdiam.

' a astaga, aku terlalu senang sampai salah jalan. dasar bodoh', rutuknya dalam hati. ' tapi aku pasti malu sekali, jika harus kembali melewatinya'. Ia mengeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir khalayan yang berbau seram tapi tetap membuat reaksi berarti pada tubuhnya. 'sial kenapa aku bilang pada mereka harus menungguku diluar' rutuknya.

Perlu diketahui, menuju asrama barat lebih cepat ditempuh dengan pintu keluar yang dekat dengan posisi Kris saat ini, belum lagi jika melewati pintu keluar yang ada dihadapannya ia pasti lebih takut karena harus melewati berbagai ruangan kosong yang ada disekolahnya . Ok sudah cukup, ia tak bisa menahan rasa takutnya hingga ia sedikit gemetaran, pikirannya sedikit kalut karena menurutnya ia benar-benar tak ada pilihan lain untuk pulang melewati pintu keluar yang ada dihadapannya. Rasa gengsinya lebih tinggi dibanding rasa takutnya. Dengan mengandalkan keberaniannya, ia pun melewati pintu itu. Namun baru dua langkah ia melewati pintu itu, ia benar-benar gemetaran ketika mendengar suara gemerisik dibelakangnya dan ia dengan jelas melihat ada sebuah bayangan dilantai selain dirinya. Dengan tubuh yang gemetar dan detak jantung yang tak karuan, ia memutar kepalanya dan_

...

...

Mungkin hanya sebuah majalah, namun itu menunjukan dengan jelas orientasi sexual Sang Pangeran. hingga bisa terlihat batinnya cukup kacau dari kondisinya saat ini. lihatlah disudut ruangan ini, namja tampan bernama Kris itu tengah terduduk di pojok ruangan, tatapan matanya kosong, mulutnya sedikit menganga, dan ia tengah tenggelam diantara pemikiran-pemikiran negativenya sendiri. reaksinya terkesan berlebihan, namun baginya tidak karena ini termasuk aib terbesar dalam hidupnya. Mengingat bagaimana nanti respon para penggemarnya yang didominasi yeoja itu jika mengetahuinya. Kris akui ia memang butuh reputasi untuk membangun posisi kehormatannya disekolah itu. ia suka dirinya saat menonjol diantara orang lain, namun ia cukup munafik untuk menunjukan itu dihadapan para penggemarnya. Dan sekarang hal yang paling ia takuti, rahasia kecil itu telah bocor karena diketahui oleh orang lain, pengecualian untuk teman-teman satu gengnya. Dan yang menyebalkan, mengapa rahasia kecil coret besarnya ini harus diketahui oleh orang yang ia putuskan sebagai saingannya. Ia benar-benar malu sekali saat ini. Hingga rambut indahnya jadi korban jambakan tangannya sendiri. Tapi tentunya ia tak lupa, lelehan darah dari hidungnya tadi sudah ia bersihkan dengan punggung tangannya.

Pikiran Kris tengah berkecamuk namun ia kembali tersadar setelah tiba-tiba kedua bola matanya yang semula menatap lantai kini terganti dengan melihat sepasang kaki menggunakan sepatu olahraga berwarna abu, menginjak lantai didepannya itu. Ia pun refleks mendongakan kepalanya keatas untuk melihat siapa pemilik sepatu ini, ia berharap semoga orang yang ada didepannya itu tidak sesuai dengan prediksi yang ada dikepalanya. Namun setelahnya matanya langsung terbelalak, karena_

_dugaannya benar.

...

...

Other Side.

Beberapa menit sebelumnya, Tiga namja manis tengah bersembunyi di sudut ruangan tepatnya belakang meja tenis meja namun dalam keadaan terlipat. Dan dari posisi mereka saat ini mereka bisa melihat Tao yang sedang berlatih sendirian didalam ruangan olahraga Indoor disekolahnya.

" Baekhyunnnn kenapa kau malah mengajak kita kemari? Diperjanjian tadi, kita hanya akan menunggunya diluar Gedung olahraga B bukan?" Kata namja manis dengan paras yang tidak kalah dari yeoja. Ia heran karena sahabat jailnya itu justru mengajak ke lokasi Tao berada.

" kau naif sekali Luhan hyung. Memangnya untuk apa kau kemari jika hanya jadi penunggu eoh. Apa hanya itu yang kau harapkan" kata baekhyun, ia hanya memutar matanya malas.

" memang itu kan yang kita inginkan, aku tak berharap dia menyuruh hal lain selain menungguinya. Bahkan kalau bukan karena sogokannya yang menggiurkan, malas sekali bukan malam-malam harus pergi ketempat yang lumayan seram ini" bukan lumayan tapi memang seram sekali batin Luhan membenarkan.

"ckckck ayolah kawan justru anggap saat ini kita bukan menjalankan tugas dari master Tao, tapi anggap saja ini hiburan."

" apa maksudmu? "

Baekhyun gemas sekali dengan Luhan yang terus bertanya dan tak langsung memahami kata-katanya. " hhh kau tau, saat ini teman Sehati kita sedang menjalankan misi agungnya, yaitu membalaskan perbuatan Pangeran Naga tampan yang tempo hari membuatnya malu setengah mati. Apa kau akan menyia-nyiakan kesempatan emas melihat langsung pertunjukan itu eoh."

" iya sih memang ini kesempatan langka sekali, tapi tetap saja kita sudah ber_"

" ah ssst diam, aku tak mau dengar apapun." Kata Baekhyun sambil menutup kedua telinagnya .

" ya Baekhyunnn_" Luhan sewot.

" sudahlah kalian berdua cukup" kedua namja manis itu terdiam tatkala melihat kedua mata D.O yang membelo, yang saat itu memancarkan 30% kelucuan sedang sisanya memberikan efek kengerian hingga membuat kedua namja itu langsung terdiam. "Baekhyun benar Hyung. Membosankan sekali jika kita hanya menunggunya lagipula tidak ada salahnya kita jadi penonton selama kita tak mengganggu urusan mereka bukan." Lanjutnya dengan ekspresi muka yang sama.

" hhhahh ok ok aku menyerah. aku kalah jika melawan dua orang." Luhan menyerah jika D.O sudah angkat bicara juga akibat efek seram tadi. Yang pasti ia tak mau semakin berdebat karena kini Baekhyun memiliki pendukung. Baekhyun tersenyum licik mendengar itu dan memandang Luhan dengan tatapan Kau-kalah-kan.

" Karena itu berhentilah bertengkar, aku takut mereka menyadari posisi kita". Kata D.O lalu langsung diangguki dua namja tadi. Namun setelahnya tiba-tiba Baekhyun merogoh tas selendang yang dibawanya kemudian mengeluarkan sebuah benda berbentuk kotak ," hei kalian coba lihat ini. tadaaaaaa" Pamer Baekhyun.

" sssttt" reflek D.O dan Luhan.

" sorry hehe" kata Baekhyun menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. " Aku langsung setuju dengan ajakan tao karena aku ingin mencoba handycam baruku ini, yeahh. Aku yakin benda ini sangat berguna disituasi ini. aku benar-benar tak sabar merekam wajah malu sang pengeran sekolah kita hahaha." Tawa Baekhyun bahagia namun ia kembali kontrol mengingat mereka sedang sembunyi, dan dua temannya lagi-lagi sudah mengglare dirinya.

Dan disinilah mereka berada, memandang sebuah objek bernama Tao yang tengah berlatih Wushu, dan entah kebetulan atau timing mereka yang tepat sekali, hingga saat memfokuskan matanya mereka melihat sosok seseorang yang tengah mengendap-endap mendekati objek pandang pertama mereka.

" yahh tidak apa-apa sekalipun kita tak bisa mendengar suara mereka, tapi aku yakin ini pasti seru hahaha" kata Baekhyun tertawa lalu Luhan dan D.O juga ikut terkikik, namun sangat pelannnnn.

...

...

Kris refleks berdiri dan berhadapan langsung dengan tao. Ia memerhatikan wajah tao, manis eeh jelek maksudnya. Wajahnya begitu datar dan Kris pikir itu adalah ekspresi yang ia tunjukan untuk mengejeknya.

" cih, apalagi yang kau inginkan brengsek. Apa kau tak puas sudah membuatku benar-benar malu. Atau ada hal memalukan lain dari diriku yang kau ketahui dan ingin kau sampaikan padaku hah?" Ia berkata sarkatis atau mungkin sesaat mengingat memori tadi dan membuat emosinya langsung naik keubun-ubun.

"..."

" kenapa kau hanya diam, bodoh. Apa kau benar-benar ingin menguji kesabaranku, brengsek!" oh Kris benar-benar marah hingga ia lagi-lagi tak sadar mengeluarkan kata-kata yang begitu kasar, karena melihat ekspresi tao yang tetap sama. Wajah datar dengan tatapan kearahya cukup membuat emosinya kembali naik.

"..." tao lagi-lagi diam.

" kau berani sekali tadi menyentuhku. Tak kusangka ternyata wajah polosmu itu hanya topeng." Kris tersenyum licik namun masih dengan kesan kebenciannya.

Kris mengernyit ketika lawannya tak meresponnya sama sekali, hingga membuat amarahnya sedikit mereda dan berganti menjadi kehawatiran, setelah menurutnya ekspresi Tao terlalu aneh. Ia mulai takut jika terjadi sesuatu padanya, lalu untuk memastikannya Kris mengguncang pelan bahu namja berwajah mirip Panda itu. " O- Oi, kau kenapa?"

Tatapan Tao semula kosong, kini menatap kedua bola mata Kris yang kini memancarkan sedikit kekhawatiran, dan dengan memanfaatkan situasi itu Tao secara sengaja mendorong Kris Ke tembok, hingga posisi mereka saling berhadapan dengan jarak yang begitu dekat, hanya terhalang 5 senti.

Lagi, seorang Kris membeku karena tindakan namja tadi yang tebilang agressive, hingga ia benar-benar melupakan amarahnya. Kris bahkan merasa heran kenapa ruangan ini mendadak_ panassssss.

" aku hanya ingin memastikan sesuatu darimu"

Tao berkata pelan. Sedetik kemudian tangan Tao menarik tengkuk Kris hingga posisinya sedikit membungkuk karena perbedaan tingginya yang kontras itu, lalu tanpa aba-aba menyatukan kedua belah bibirnya pada bibir namja yang ada dihadapannya.

'Chuu'

Kris merasa tubuhnya seketika tersengat listrik saat bibirnya menyentuh benda lunak milik musuhnya, hingga pikirannya langsung melayang ditambah rona wajahnya yang sudah tak terkontrol lagi, bahkan tubuhnya sudah menegang sempurna.

...

...

"PRAKKK"

Sementara itu, para pengintip yang tadi memperhatikan mereka, sangat shock melihat adegan itu, hingga salah satu dari mereka menjatuhkan sebuah alat perekam yang diketahui nilainya sangat mahal. Mata mereka terbelalak, mulut mereka juga menganga bahkan rona pipi mereka menjadi merah. Tapi satu namja bermata bulat yang masih cukup waras dan bisa mengembalikan pikirannya disela-sela keterkejutannya, masih sempat mendengar _

""CTAKK""

_suara yang ia yakini jentrikan jari, meskipun pelan tapi dengan jelas masuk ke indera pendengarannya. Sedangkan dua namja tadi masih shock sehingga tak mendengar suara itu, hingga mereka kembali tersadar setelah bunyi tamparan yang cukup keras berasal dari objek pandang mereka.

.

.

.

~Tbc~


Hai-hai kembali lagi bertemu dengan Ti'el yang selalu mencintai KrisTao couple *senyum imut ala Baekhyun*

Fiuhh, cape juga ngetik chap 4 ini *lap keringet pake baju Tao*_* ditoyor Kris*.

Ini chap terpanjang yang pernah Ti'el buat lho. Updatenya lumayan cepet kannnn hehe...

Ti'el sebenernya lupa bilang kalau chap kemarin itu chap spesial Kai. Maaf buat reader yang sempat bingung dengan chap kemarin hehe. Soalnya Ti'el rasa perlu nonjolin Kai disalah satu chapnya.

Sekali lagi Gomawo buat para reader yang bersedia baca ff abal Tiel. Mungkin chap ini kurang greget, karena jujur saja Ti'el belum pernah menulis cerita humor ataupun romance sebelumnya hehe, jadi mungkin agak aneh ceritanya.

Terakhir, RNR pleaseeee,,,,^^

Bye-bye,,,See you next chapter.